Crayon Shinchan Edisi Khusus (Jilid 10)

covershinchanedk10

Judul: Crayon Shinchan Edisi Khusus (Jilid 10)

Sub Judul: Perilaku Aneh

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 164

Terbit Perdana: 2005

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2005

ISBN: 9789792496208

cooltext-blurb

Buku ini adalah rangkuman dari komik Crayon Shinchan. Kali ini menceritakan perilaku-perilaku aneh yang sering dilakukan Crayon dan orang-orang di sekelilingnya. Ikutilah kisah-kisahnya yang menarik. Selamat membaca dan tersenyum….

cooltext-review

Buku komik ini adalah jilid terakhir seri Crayon Shinchan yang saya miliki. Jadi ini adalah resensi saya yang terakhir untuk komiknya Crayon Shinchan. Hmm pada edisi khusus jilid kesepuluh kali ini dibuka oleh bagian berjudul Bahagianya…! Bisa Melakukan Aktivitas Sekeluarga yang memiliki tujuh buah cerita. Dari semua cerita yang ada, saya suka kisah apes yang dialami Hiroshi yang pada minggu enggan menuruti permintaan Misae menggeser lemari di rumah. Sayangnya, penolakan kepada istri sendiri tidak dikatakan pada Nyonya Hiraishe, tetangga sebelah yang memiliki tubuh montok dan aduhai.

Di rumah Hiraishe, Hiroshi (bersama Crayon yang ditugasi Misae menjadi mata-mata), dimintai tolong oleh Nyonya Hiraishe untuk memindahkan lemari. Mo, anak satu-satunya keluarga Hiraishe justru membawa sebuah diary milik mamanya dan diperlihatkan pada Hiroshi. Meski awalnya menolak tak mau melihat, ia luluh dan dengan segala perilaku yang dibuat tak sengaja membaca buku harian Nyonya Hiraishe tersebut.

Night life diary… Diary tentang kehidupan malamnya. Pasti sangat menarik… (Halaman 15)

Wah! Ternyata Saya Berbakat Loh!! dengan enam buah cerita adalah bagian kedua. Kali ini saya dibuat tergelak dengan Crayon yang secara tidak sengaja berurusan dengan seorang lelaki dewasa yang hobi memotret isi rok para gadis muda. Semua bisa dibilang “lancar” apabila Crayon tidak menghalangi niat busuk si pemuda ini. Tas yang berisi kamera canggih tersembunyi, yang digunakan untuk mengintai isi rok para gadis, justru memotret dengan amat sangat jelas sekali “gajah kecil” milik Crayon yang sedan pipis tepat didepan kamera. Tentu saja hal ini membuat pemuda ini berang bukan kepalang.

Aku tahu, enak saja! sudah 32 tahun aku juga pipis, masak tak tahu pipis! Tapi kenapa pipis disini!! Aku kan tak bisa motret!! (Halaman 41)

Aduh….!! Ada Badai Datang dengan jumlah tujuh buah kisah adalah bagian ketiga komik kali ini. Suatu ketika, di Saitama, khususnya di lingkungan rumah keluarga Nohara, sedang dilanda badai dan hujan deras. Sakng berbahayanya, ada patroli dari petugas keamanan yang menginstruksikan agar semua keluarga di lingkungan tersebut mengungsi sementara waktu ke TK Aksi. Menghadapi kondisi yang belum pernah mereka alami membuat perencanaan dan persiapan yang matang belum sempat mereka lakukan. Tentu saja hal ini karena Crayon yang selalu berbicara dan membuat kedua orang tuanya kehilangan konsentrasi.

Hei, ini bukan saatnya bersenang-senang. Kita ini gampang sekali terbawa ya. (Halaman 78)

Senangnya! Main Bersama Mama dan Papa di Rumah adalah bagian keempat yang mempunyai tujuh cerita. Saya suka dengan cerita ketika musim dingin yang dingginnya sampai ketulang, Crayon justru bermain anjing laut tanpa mengenakan busana. Misae yang baru pulang berbelanja mengamuk besar. Crayon yang tidak percaya bisa masuk angin akhirnya tumbang juga pada malam harinya. Saya tertawa terbahak-bahak ketika Misae bermaksud memberikan obat kepada Crayon namun dirinya sendiri justru terkena batunya.

Dimusim dingin seperti ini, mana ada anak bodoh yang main singa laut tanpa baju di halaman. (Halaman 113)

Bersemangatlah Pak Pemilik Toko Sayur! adalah bagian selanjutnya dengan jumlah cerita sebanyak tujuh buah. Crayon kali ini berjumpa dengan Pak Pemilik Toko Sayur (yang sampai akhir cerita tidak tahu siapa namanya) yang biasa menjadi langganan Misae berbelanja. Pak Pemilik Toko Sayur ini sedang gundah dikarenakan ada supermarket cukup besar di dekat tokonya yang menjual aneka sayur juga. Akibat hal ini, toko sayurnya menjadi sepi. Bahkan pelanggan yang biasa berbelanja di toko Pak Pemilik Toko Sayur ini juga beralih ke supermarket. Saking putus asanya, ia sampai mendapat tempeleng keras dari istrinnya dan akhirnya ia memilih pergi dari toko untuk sementara waktu. Tak disangka, pertemuannya dengan Crayon (dan Masao serta Bo) membuat Pak Pemilik Toko Sayur ini sadar akan kesalahannya.

Benar! Akulah penyebab utama mengapa pembeli tidak datang. Aku tidak semangat. (Halaman 121)

24 Menit Terpanjang Hiroshi! adalah bagian penutup yang hanya terdiri atas empat cerita yang saya rasa tiga diantaranya nggak berhubungan langsung dengan judul bagian. Saya kupas yang sesuai judul bagian saja ya. suatu pagi, Hiroshi harus naik kereta jam 7:15 karena akan diadakan meeting dengan klien yang penting. Rencana yang matang harus sedikit tergesa-gesa dilakukan karena ia terlambat bangun. Mulai dari sikat gigi, merapikan wajah bangun tidur (saya baru tahu ini nih), buang air besar, hingga sarapan dan menuju stasiun kereta. Sayangnya, perhitungannya sampai ke menit-menitnya perlahan terkikis karena spray penghilang rupa bangun tidur (gile, saya mau juga spray beginian. Tanpa mandi, langsung cling! #halah) yang hilang, toilet yang dipakai Crayon, hingga sarapan yang lengkap dan menguras tenaga. Apakah Hiroshi berhasil naik kereta tepat waktu?

Ya sudah! Buang air besarnya ditahan sampai selesai meeting! Sekarang benar-benar bisa naik kereta jam 7:15!! (Halaman 154)

Secara umum, komik edisi khusus kali ini berbeda dengan lima jilid edisi khusus yang telah saya resensi sebelumnya. Apabila kelima komik sebelumnya membuat tema yang diusung adalah dari subyek atau pelaku (Kakek Ginosuke, Masako Udachi, Apartemen Matazure, Detektif, dan Keluarga Nohara), kali ini yang dibuat menjadi tema besar adalah obyek atau apa yang dilakukan, yaitu Perilaku Aneh. Akibatnya, cerita dari komik kali ini sangat random dan tidak ada aturan yang pasti. Intinya, apapun yang aneh perilakunya dimasukkan dalam komik ini. Berbeda dengan lima jilid sebelumnya yang harus memuat tokoh yang dimaksud di sampul untuk menghiasi cerita didalamnya (yang ternyata tidak semuanya sesuai #sigh).

Kemudian pada cerita Crayon yang berurusan dengan pemuda mata keranjang yang memiliki kamera, ada satu frame yang menggambarkan (maaf) “gajah” milik Crayon. Aduh itu bentuknya memang sudah disederhanakan dengan amat baik sehingga tidak “sesuai” aslinya (ya ampun ini apa sih kalimat saya), namun saya rada gimana gitu melihat alat kelamin laki-laki digambar sebesar satu frame sendiri. Namun vulgarnya “gajah” ini yang membuat komik Crayon Shinchan bukanlah konsumsi anak-anak. Sampai-sampai ada tulisan “Untuk 15 Tahun Keatas” di bagian sampul.

Yang saya sukai juga pada komik Crayon Shinchan, baik edisi reguler ataupun khusus, adalah frame yang pas dan berbentuk kotak-kotak rapi. Tidak seperti manga umum yang frame-nya seenak udel tidak berbentuk kotak dan gambarnya seringkali melebihi garis batas. Sedangkan Crayon Shinchan tidak seperti itu. Hal ini membuat komiknya sangat rapi dipandang dan membuat nomor halaman tertulis dengan baik dan sistematis. Demikian akhir ulasan saya tentang komik Crayon Shinchan. selamat berjumpa dengan ulasan saya dari komik lain ya!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus