Crayon Shinchan Edisi Khusus (Jilid 3)

covershinchanedk3

Judul: Crayon Shinchan Edisi Khusus (Jilid 3)

Sub Judul: Apartemen Matazure

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 174

Terbit Perdana: 2005

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2005

ISBN: 9789792496093

cooltext-blurb

Buku ini adalah rangkuman dari komik Crayon Shinchan. Segala suka duka kehidupan keluarga Nohara selama tinggal di Apartemen Matazure, Apartemen yang sempit dengan tetangga yang aneh dikisahkan dengan jenaka di buku ini. Selamat membaca dan tersenyum….

cooltext-review

Kali ini Crayon Shinchan edisi khusus memasuki jilid ketiga. Tema yang diusung adalah Apartemen Matazure. Sekadar informasi, pada Crayon Shinchan edisi reguler jilid ke-29, dikisahkan keluarga Nohara harus mengungsi dikarenakan rumah mereka rusak parah karena badai, rayap, dan gas elpiji yang meledak. Untuk menghemat keuangan, mereka mengungsi ke sebuah apartemen bernama Apartemen Matazure. Meskipun kondisinya bisa dibilang seperti kos-kosan plus dapur, kehidupan baru ini mau tidak mau harus mereka jalani.

Sebenarnya saya sudah membaca awal mula kisah keluarga Nohara pindah ke apartemen hingga akhirnya mereka kembali lagi ke rumah yang telah direnovasi. Namun saya berkomitmen untuk membuat resensi dari setiap buku yang saya baca, termasuk komik. Jadi kali ini saya akan meresensi dengan model penghuni apartemen saja ya sebagai titik pusat tulisan agar tidak mirip dengan resensi komik Crayon Shinchan edisi reguler yang telah saya tulis.

Pindah ke Apartemen Matazure! Beramah Tamah dengan Tetangga adalah bagian pembuka dengan tujuh buah cerita. Misae mengajak Crayon berkenalan dengan penghuni lain karena mereka adalah penghuni baru di apartemen itu (sepertinya ini adat Jepang yang mengharuskan berkeliling menyapa tetangga yang baru dikenal). Salah satu tetangga yang unik adalah kamar nomor 206 yang dihuni oleh Omata, warga asing yang berasal dari republik Morodashi. Misae yang tidak tahu bahasa Morodashi akhirnya menggunakan bahasa Inggris untuk menyapanya. Namun alih-alih mengerti, Omata justru tidak berucap sepatah katapun. Untung saja (atau anehnya) Crayon bisa mengucapkan bahasa Morodashi sehingga bisa “berkomunikasi” dengan Omata.

Katanya Okasan, orang Morodashi itu baru seminggu datang ke Jepang. (Halaman 21)

Bersemangatlah Yonro! Menjebol Dinding Kehidupan dengan lima buah cerita adalah bagian kedua. Kali ini saya tidak mau membahas tokoh yang disebutkan di judul bagian, melainkan akan memperkenalkan penghuni kamar nomor 205 yaitu Detektif Oda dan Detektif Nigariya. Awalnya, ketika Misae berkeliling ke kamar penghuni lain, kamar ini masih belum dihuni. Namun, dikarenakan persis di seberang jendela kamar 205 ini adalah kamar kekasih seorang buronan pengedar narkoba, mengharuskan kedua detektif tersebut menginap sementara di Apartemen Matazure. Awalnya Detektif Nigariya melarang Detektif Oda bercakap dengan penghuni lain. Namun kondisi mereka berdua yang tidak pernah keluar kamar menjadi mencurigakan. Akhirnya apa boleh buat, mau tidak mau mereka berinteraksi dengan penghuni lain.

Dengar ya, jangan banyak bicara dengan penghuni lain, mengerti! Kalau ketahuan kita ini detektif, buronannya pasti akan kabur!! (Halaman 40)

Bagus Yonro! Mulai Hari Ini Kau Juga Mahasiswa di Universitas Cascabian Daigaku di Tokyo! adalah judul bagian keempat dengan komposisi enam cerita. Seperti judulnya, kali ini penghuni kamar 203 bernama Yonro adalah seorang calon mahasiswa yang telah tiga kali gagal mengikuti ujian masuk universitas. Waktu itu adalah hari-hari menjelang ujian dilaksanakan. Ada yang unik, dimana singkatan universitas yang digunakan Yonro disalah artikan oleh Misae dan Hiroshi sehingga mereka menjamu Yonro bak seorang calon konglomerat. Lantas, akhir penantian Yonro bagaimana ya? jangan-jangan gagal lagi nih karena keluarga Nohara.

Ha ha ha ha..! Tali sepatu putus masalah kecil, tiap hari bisa saja terjadi! Jangan pedulikan! (Halaman 62)

Artis Masa Depan merupakan judul bagian selanjutnya dengan lima cerita. Mengambil tokoh pusat penghuni kamar nomor 201 bernama Yaku Tsukuri, bagian ini mengisahkan bagaimana Yaku berjuang untuk menjadi seorang aktris. Pada dasarnya, Yaku ini adalah tipe orang yang sangat pemalu. Bahkan berbicara dengan orang lain secara langsung saja tidak percaya diri apabila tidak menggunakan make up. Yaku percaya, apabila ia menjadi orang lain, maka ia bisa menghadapi apapun dan mengalahkan rasa kurang percaya diri yang dirasakannya. Oleh karena itu ia bertekad kuat menjadi seorang aktris. Tepat pada saat itu sedang diadakan audisi pemeran sebuah pertunjukan dan Yaku mengikuti audisi itu. Setelah berkali-kali latihan bersama Crayon di tepi danau, Yaku yakin bisa tampil prima esok hari saat audisi.

Dapat menghayati kegundahan orang yang merasa nasi plum dan laki-laki yang amat dicintai sama berharganya! Yaku, kau adalah jenis yang Cuma muncul 10.. tidak.. 30 tahun sekali! Tapi… (Halaman 88)

Hari Minggu yang Menyedihkan ini adalah bagian keenam yang memiliki cerita berjumlah lima buah. Hari minggu yang santai dipagi hari harus terusik karena hujan deras yang mengguyur apartemen. Keluarga Nohara yang menempati kamar 202 di lantai dua harus menghadapi atap yang bocor karena kondisi apartemen yang sudah agak rapuh. Pagi-pagi itu akhirnya dihabiskan oleh keluarga Nohara menampung air bocor. Yang menggelikan adalah apabila ada sebuah suara keras, maka lubang yang bocor akan bertambah. Suara televisi yang keras, bersinnya Crayon, dan teriakan Yonro tidak luput menjadi penyebab kebocoran yang semakin parah. Lantas bagaimana akhir hari minggu yang dialami keluarga Nohara?

Dengarkan, supaya bocor tak bertambah, jangan mengeluarkan suara keras. (Halaman 116)

Summer Party! Bersama Piknik ke Pantai adalah bagian berikutnya. Bagian ini memiliki enam buah cerita dengan latar waktu musim panas. Saking panasnya, Hima dan Crayon berendam air dingin di kolam plastik. Secara kebetulan, penghuni kamar 204, Koyuki Susan melihat mereka dan iri sekali dengan anak-anak yang bisa melepas hawa musim panas dengan berendam. Namun karena kolam plastik tersebut ternyata bocor, Susan mengajak semua penghuni apartemen (kecuali duo detektif dan pemilik apartemen) untuk berwisata ke pantai. Yang mencengangkan adalah, Koyuki Susan yang notabene seorang waria ternyata memiliki latar belakang yang “bombastis” sebelumnya. Hal ini terlihat ketika ia meminjam mobil pada putranya sendiri.

Puah! Aku kan minum bir, jadi tidak boleh nyetir ha ha ha ha… (Halaman 132)

Bagian penutup komik ini adalah Di Apartemen Matazure, Walaupun Kamarnya Kecil Tapi Penghuninya Bahagia yang memiliki enam cerita. Kali ini saya mengenalkan penghuni lantai 1 apartemen yang tak lain dan tak bukan adalah sang pemilik Apartemen Matazure. Tidak jelas sih siapa nama sang pemilik ini, namun yang jelas ia digambarkan sebagai seorang wanita paruh baya yang galak dan tidak suka anak-anak. Suatu saat, Misae harus mengantarkan dokumen ke kantor Hiroshi yang tertinggal di rumah. Mengajak Himawari tentu bukan hal yang mudah. Oleh karena itu ia menitipkannya kepada si pemilik apartemen. Misae harus berpacu dengan waktu agar Hima tidak terlalu lama bersamainduk semang ini. Ia khawatir rumor tentang pemilik rumah yang benci anak-anak bisa berakibat buruk pada putrinya. Ternyata ketika Misae pulang, ia mendapati sebuah kondisi dan fakta yang mengejutkan dibalik rumor itu.

Pemilik rumah yang benci anak kecil ternyata… (Halaman 155)

Saya membaca jilid ini sebenarnya agak kecewa, eh salah. Lebih tepatnya kecewa banget. Hal ini sama dengan jilid sebelumnya, dimana semua cerita di edisi khusus kali ini sudah saya baca di edisi reguler. Jadi tidak ada sesuatu yang baru yang saya temui. Yang membedakan dengan jilid sebelumnya adalah judul tiap bagian di komik ini lumayan sesuai dengan cerita yang terkandung didalamnya. Hal ini jauh berbeda dengan jilid sebelumnya dan bahkan Crayon Shinchan edisi reguler yang judul bagiannya kemana, ceritanya kemana. Jadi ini hal positif yang bisa saya dapatkan.

Oh iya saya juga agak tergelitik dengan tema yang dijadikan cerita saat Yaku mengikuti audisi. Pada audisi tersebut, setiap peserta (termasuk Yaku) harus bisa membawakan perasaan wanita yang gundah karena merasa nasi plum dan laki-laki yang amat dicintai sama berharga. Yah saya tidak tahu apakah audisi aktris memang “seunik” ini tema ceritanya. Karena saya kira tema yang dibawa juga biasa-biasa saja, misalkan diselingkuhi, bahagia karena menikah, dan sebagainya. Terlepas dari tema tadi adalah bumbu komedi ataukah inspirasi dari kenyataan, yang jelas saya terhibur.

Sisi negatif komik ini adalah blurb kurang kreatif. Kalau melihat blurb pada edisi ketiga ini dan edisi pertama dan kedua sebelumnya, blurb ketiganya memiliki kalimat pembuka dan penutup yang sama persis plek. Hanya kalimat kedua saja yang berbeda. Yaa kalau saya boleh usul sih seharusnya blurb ini menyesuaikan dengan tema edisi khususnya, alias tidak hanya copy paste dan edit satu kalimat saja. tetapi secara umum, saya menikmati jilid kali ini. Yuk simak resensi saya selanjutnya~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

1 comment for “Crayon Shinchan Edisi Khusus (Jilid 3)

  1. yogha gates
    March 18, 2016 at 1:10 PM

    njaluk komik.e cooo :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*