Crayon Shinchan (Jilid 48)

covershinchan48

Judul: Crayon Shinchan (Jilid 48)

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 122

Terbit Perdana: 2005

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2005

ISBN: 9789792496178

cooltext-blurb

Crayon Shinchan adalah seorang anak TK berusia 5 tahun yang sangat nakal dan konyol. Kenakalannya melebihi anak-anak seusianya, sehingga sering membuat masalah pada orang-orang disekitarnya termasuk keluarga, guru, dan teman-temannya. Bagi para penggemar komik, Crayon Shinchan sangat pas untuk melengkapi koleksi. Jangan sampai ketinggalan untuk mengikuti kisah-kisahnya yang jenaka pada buku ini dan pada seri-seri berikutnya.

cooltext-review

Buriburi Zaemon – Kisah Negeri Hernia dengan dua bab cerita menjadi pembuka jilid 48 kali ini. Petualangan Shinchan dan Buriburi Zaemon yang ajaib kini berada di Negeri Hernia. Kerajaan ini sebenarnya kerajaan yang damai. Namun karena adanya serangan dari kelompok dance(?) yang memporak-porandakan kerajaan akhirnya negeri ini jatuh dalam kekuasaan kelompok tersebut. Tak hanya itu saja, Raja, Ratu, dan Pangeran dikurbut hidup-hidup dan seluruh rakyat yang menderita sakit pinggang dipaksa untuk bekerja dibawah kendali pemimpin yang otoriter. Wah bagaimana Shinchan dan Buriburi membantu negeri ini ya?

Kita beri contoh pada penduduk negeri ini, akan seperti apa kalau mereka membangkang. (Halaman 10)

Kak Nanako, Love Foreveeer!! dengan tiga cerita adalah bagian kedua. Kali ini Crayon yang kebetulan berpapasan dengan Nanako di jalan terkejut karena punggung tangan Nanako ada luka. Ternyata luka itu akibat sengatan lebah. Mulai saat itulah Crayon bertekad menjadi bodyguard Nanako agar bisa melindunginya dari berbagai bahaya. Oleh karena itu, Crayon meminta tolong pada Hideki, pengawal Masako, agar mengajarinya menjadi bodyguard yang baik. Akhirnya pelatihan yang melelahkanpun dilaksanakan. Bahkan Hideki mengajak Crayon menjadi pengawal Masako sebagai latihan terakhir ketika ada pesta meriah di rumah Masako.

Itu aturan no. 1! Untuk melindungi orang yang kita jaga, kalau ada bahaya, harus kita halangi. (Halaman 22)

Hari yang Heboh Pun Berlanjut! dengan tiga kisah merupakan bagian selanjutnya. Salah satu cerita yang menyita perhatian saya adalah ketika Misae hendak memotong kuku Himawari yang sudah panjang. Kecepatan Hima merangkak dan bersembunyi yang tidak bisa diimbangi Misae akhirnya membuatnya meminta tolong pada Crayon. Namanya juga Crayon, perburuan adik perempuannya ini justru dijadikannya untuk bermain layaknya detektif dan agen rahasia. Misae mau tidak mau menuruti keinginan putranya itu.

Kalau begitu, aku jadi Jack Nohara, Mama jadi Misa Dadakurata ya. (Halaman 51)

Bersih-Bersih Toilet dengan Mama…. yang memiliki tiga cerita adalah bagian keempat. Seperti judul bagiannya, saya akan mengupas kisah yang bercerita tentang Misae yang memarahi Crayon karena pipisnya berceceran di lantai toilet. Alih-alih langsung membersihkannya sendiri, Misae mengajak Crayon membersihkan toilet sekaligus sebagai bagian kehidupan bermasyarakat. Seperti ketika mengejar Hima untuk memotong kuku, kali ini Crayon mengusulkan membersihkan toilet sambil mendengarkan lagu rap agar tidak terlalu sunyi.

Crayon, kalau kau tak bisa mengerjakan pekerjaan rumah laki-laki, nanti tidak disukai perempuan loh. (Halaman 68)

Edisi Extra Shinchan 4! Roh Penghisap Tulang dengan dua kisah adalah bagian berikutnya. Kali ini petualangan Crayon dan lainnya untuk membasmi Bone Vampire dari muka bumi masih menemui titik buntu. Selain Mitsudo yang diculik kelompok Bone Vampire, pedang bernama Bone Blade juga telah diambil oleh mereka. Untung saja Crayon sempat mencuri Bone Straw milik Born King. Sedotan ini menjadikan Born King kalang kabut memberikan penawaran agar bisa mendapatkannya kembali. wah kira-kira bagaimana akhir kisah fenomena boneless ini ya?

Sedotan itu dibuat dari tulang leherku, makanya sangat berharga untukku. (Halaman 82)

Shinchan dan Kumbang Tanduk yang Keren!! adalah bagian terakhir sebagai penutup jilid ini yang termasuk dalam Serie “Crayon Shinchan dan Serangga”!! Saya kurang paham apakah ini cerita spesial ataukah memang cerita reguler. Tetapi yang jelas, sebelum memasuki cerita, ada dua halaman khusus yang memuat pengetahuan dasar tentang serangga. Mulai dari klasifikasi hingga ciri-ciri serangga baik morfologi maupun fisiologi. Pengetahuan tambahan bagi yang sebelumnya kurang mengerti dunia serangga.

Memasuki cerita, dimulai saat Crayon menonton Pahlawan Bertopeng di televisi. Pada akhir tayangan, disebutkan bahwa serangga kumbang bertanduk memiliki karakteristik yang mirip Pahlawan Bertopeng. Mengetahui hal ini, esok paginya (dini hari lebih tepatnya), Crayon membangunkan Hiroshi untuk menemaninya mencari kumbang tanduk. Sempat dikira sebagai kawanan maling, keduanya masih belum juga menmukan pepohonan sarang kumbang tanduk. Tepat saat itu, Kepala Sekolah sedang lewat dan hendak mencari kumbang tanduk. Akhirnya Crayon dititipkan kepadanya. Menyusul kemudian ada Masao, Nana, Kazama, dan Bo. Kelima anak ini mengikuti Pak Kepala Sekolah. Lantas, berhasilkah mereka?

Disini memang banyak pohon, tapi tidak ada tanda-tanda bahwa kumbang tanduk hidup disini… (Halaman 108)

Jilid kali ini sepertinya tidak memiliki tema besar yang diusung, yah karena sepertinya tema besar pamungkas sudah diakhiri di jilid 47 yang lalu. Namun, pada bagian depan setelah identitas buku, ada dua halaman berwarna berisi tokoh-tokoh yang bermain dalam seri komik ini. Padahal sebelumnya pengenalan tokoh ini tidak berwarna lho, satu halaman pula. Oh iya, jilid ini juga tidak melupakan Kuis Crayon Shinchan yang Lumayan Sulit yang terbagi atas Part 20 dan Part 21. Lambat laun saya jadi kurang tertantang karena saya sering nggak bisa menebak jawabannya hahaha!

Yang menjadi kekurangan mulai jilid ini adalah frame komik yang lebih besar. Bukannya saya tidak suka, namun frame ini membuat cerita yang disajikan dalam durasi halaman yang sama menjadi lebih sedikit. Padahal jika menggunakan ukuran yang sama seperti sebelum-sebelumnya pasti bisa memuat cerita lebih banyak, yang pada akhirnya nanti bisa memberikan kepuasan yang lebih maksimal pada akhir kisahnya.

Kemudia layout ata tata letak yang berbeda dibandingkan jilid yang telah lebih dulu terbit. Tidak adanya keterangan panah panel sebagai alur sering membingungkan saya. Umumnya memang alur membaca komik ini dari satu panel kiri ke panel kanan, kemudian ke panel sebelah kiri dibawahnya. Namun ternyata ada beberapa cerita yang alurnya harus kebawah terlebih dahulu baru ke panel sebelah kanan. Pantas saja saya rada bingung. Saya tidak tahu apakah ini memangd ari sononya ataukan penerbit yang kurang jeli.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*