Crayon Shinchan (Jilid 47)

covershinchan47

Judul: Crayon Shinchan (Jilid 47)

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 122

Terbit Perdana: 2005

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2005

ISBN: 9789792496154

cooltext-blurb

Crayon Shinchan adalah seorang anak TK berusia 5 tahun yang sangat nakal dan konyol. Kenakalannya melebihi anak-anak seusianya, sehingga sering membuat masalah pada orang-orang disekitarnya termasuk keluarga, guru, dan teman-temannya. Bagi para penggemar komik, Crayon Shinchan sangat pas untuk melengkapi koleksi. Jangan sampai ketinggalan untuk mengikuti kisah-kisahnya yang jenaka pada buku ini dan pada seri-seri berikutnya.

cooltext-review

Saya Selalu Membuat Kegaduhan! Tapi, Tidak Juga Ah!! adalah judul pembuka untuk bagian pertama jilid ke-47 kali ini yang memiliki tiga cerita. Cerita dibuka dengan keluarga Nohara yang liburan ke Gifu untuk menyaksikan Ukai, pemancingan yang sangat terkenal seantero Jepang. Mereka sekeluarga menginap di sebuah hotel yang secara kebetulan memiliki karyawan bernama Chikage yang sangat cantik. Tentu saja insting Hiroshi dan Crayon untuk menggoda gadis cantik langsung muncul.

Hatiku hanya bisa terpancing oleh laki-laki hebat yang bisa jadi nelayan Ukai. (Halaman 8)

Komik Extra! Roh Penghisap Tulang dengan dua cerita adalah bagian kedua sekaligus lanjutan dari cerita spesial di jilid yang lalu. Kali ini Born King sudah menduduki White House di Amerika dan memaksa presiden untuk memberitahukan pengumuman palsu. Di lain tempat, keluarga Nohara (lebih tepatnya Hiroshi dan Crayon) berusaha mengelabuhi Born King agar tidak bisa mendapatkan pedang yang dulu telah membunuhnya. Lagi-lagi cerita ini berakhir menggantung hingga jilid berikutnya.

Umumkan pada dunia, untuk mencegah fenomena boneless adalah dengan mengonsumsi kalsium dalam jumlah besar. (Halaman 25)

Ultra Baby Himawari! Seluruh Dunia Disebutnya “Taa” dengan empat kisah adalah bagian ketiga. Mengisahkan beberapa kejadian yang dialami Himawari dengan ataupun tanpa adanya campur tangan darinya. Saya suka cerita terakhir berjudul Seandainya Himawari Masuk TK yang mengisahkan angan-angan ketika Hima jadi murid TK Aksi. Seperti kisah Crayon yang masuk SD, kali ini Hima sedang mengikuti upacara penerimaan siswa baru. Namanya juga anak balita yang baru sekolah, pikirannya teralihkan dengan mudah karena musik yang mengalun saat upacara.

Hei, jangan hakimi masa depan anak saya ya! Dia juga punya banyak sisi baiknya, tahu! (Halaman 51)

Memasuki tema besar yang diusung selama beberapa jilid, kali ini dibuka dengan bagian berjudul Ibu Matsuzaka dan Tokuro, Benang Kusut Akhirnya Terurai Juga Loh!! yang terdiri atas empat cerita. Kali ini keduanya tidak sengaja berjumpa pada H-1 pertunangan Matsuzaka dengan Ropponggi. Sayangnya, keduanya terlalu gengsi untuk mengucapkan yang sebenarnya dirasakan dan berkata yang sebaliknya. Malam harinya, Matsuzaka justru mabuk-mabukan di kedai yakitori yang kebetulan (lagi-lagi) bertemu Crayon dan ayahnya. Dalam keadaan mabuk berat (yang ternyata masih bisa berjalan tanpa hilang kesadaran), Matsuzaka berkata jujur dihadapan semuanya di kedai itu.

Tidak salah lagi! Bu Matsuzaka masih belum bisa melupakan Pak Tokuro! (Halaman 64)

Selanjutnya bagian ini tikisahkan dalam judul Ibu Matsuzaka dan Tokuro, Tidak Mungkin Jadi Begini…?! dengan tiga cerita. Detik-detik pertunangan sudah berjalan. Namun akhirnya Tokuro berhasil mengungkapkan apa yang mengganggu pikirannya selama ini kepada Matsuzaka. Ropponggi yang tidak terima akhirnya berkelahi dengan Tokuro. And we know who is the winner. Kehidupan bahagian Tokuro dan Matsuzaka kemudian berjalan selama beberapa saat. Hingga suatu hari Tokuro hendak berangkat ke Afrika untuk penelitian fosil tulang. Tak disangka, kepergiannya ke Afrika akan membawa kesedihan yang mendalam untuk Matsuzaka.

Jangan sebut kata-kata apapun yang mengingatkan dia dengan Pak Toku! (Halaman 79)

Ibu Matsuzaka dan Tokuro, Hati Mereka Terhubung Selamanya!! adalah bagian penutup tema besar ini dengan dua cerita. Matsuzaka yang sudah kehilangan kebahagiaan justru diam-diam memiliki rencana menyiksa dirinya sendiri dari dalam. Tokuro yang tidak kembali ke hadapannya lagi membuatnya frustrasi berkepanjangan. Sampai-sampai ia mendapatkan hukuman cukup keras dari sekolah. Namun, ia menjalani hukuman ini dengan bertanding tinju. Agak aneh memang, namun Matsuzaka berpikir tinju ini akan bisa membuatnya mencapai tujuan dengan berjumpa dengan Tokuro lagi.

Mungkin ingin menyusul Pak Tokuro… Apalagi Bu Guru akan dipecat dari sekolah… (Halaman 98)

Bagian terakhir adalah Ultra Baby Himawari! “Semakin Diberitahu, Semakin Pandai!” dengan tiga kisah. Salah satunya adalah Bila Himawari Berumur 2 Tahun… yang mengisahkan ia sudah bisa bermain bneka. Alih-alih bermain boneka yang ganti baju dan jalan-jalan, ia justru berbuat seolah-olah bonekanya saling bermusuhan dan akhirnya saling berkelahi. Melihat hal ini, Misae memberikan teguran kepada putrinya. Namun sudah bisa ditebak lah ya, akhir cerita ini tidak sesuai yang diharapkan hahahaha.

Himawari kan anak perempuan, jadi mainnya bukan pakai kekerasan seperti anak laki-laki. (Halaman 114)

Satu kata untuk jilid kali ini: menyesakkan. Baru kali ini saya membaca komik yang (pada dasarnya) komedi, lucu-lucuan, dan konyol, tetapi saya nyesek membacanya. Hal ini khususnya ditujukan pada tema besar Tokuro dan Matsuzaka. Bukan betapa keras dan sulitnya membuat mereka berdua bersatu kembali, justru hal tak disangka-sangka yang terjadi kemudian hari yang membuat saya begitu sedih. Saya merasakan kesedihan Matsuzaka. Saya juga merasakan betapa terharunya surat dari Tokuro (yang datang terlambat). Hal ini ditunjang dengan goresan gambar yang sangat pas dan untuk kali ini, saya memuji terjemahannya (khususnya terjemahan isi surat Tokuro) yang begitu mengena. Baca sendiri saja ya huhuhuhu :(

Kuis Crayon Shinchan yang Lumayan Sulit yang terbagi atas Part 18 dan Part 19 turut menyumbang semakin menariknya jilid kali ini. Tak tanggung-tanggung, sebagai persembahan istimewa, kuis part 18 (eh, atau 19 ya?) tiga pertanyaannya semua tentang Matsuzaka dan Tokuro. Tentu saja kuis ini semakin membuat mellow. Oh iya, ada juga Crayon Shinchan 4 Frame yang kali ini hanya memuat tiga cerita (sangat) pendek di halaman akhir komik. Yang jelas, jilid kali ini berhasil mengaduk-aduk perasaan saya. Good job deh untuk Usui-san!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus