Crayon Shinchan (Jilid 36)

covershinchan36

Judul: Crayon Shinchan (Jilid 36)

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 122

Terbit Perdana: 2004

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2004

ISBN: 9799374685

cooltext-blurb

Crayon Shinchan adalah seorang anak TK berusia 5 tahun yang sangat nakal dan konyol. Kenakalannya melebihi anak-anak seusianya, sehingga sering membuat masalah pada orang-orang disekitarnya termasuk keluarga, guru, dan teman-temannya. Bagi para penggemar komik, Crayon Shinchan sangat pas untuk melengkapi koleksi. Jangan sampai ketinggalan untuk mengikuti kisah-kisahnya yang jenaka pada buku ini dan pada seri-seri berikutnya.

cooltext-review

Saya lagi males bikin pembukaan. Jadi mulai resensi jilid kali ini dan seterusnya, langsung saja ya nggak usah pakai intermezo #males #plak. Jilid kali ini dibuka dengan bagian berjudul Menumbuhkan Air Mata dan Rasa Kasihan yang hanya memiliki satu cerita yaitu Si Putih dan Bayi Guguk. Seperti judulnya, cerita ini mengisahkan Putih yang secara tidak sengaja bertemu dengan anak anjing yang dibuang. Dengan telaten Putih menjaga dan merawatnya. Hingga suatu ketika anak anjing itu lenyap. Kemana ya hilangnya?

Bagian kedua berjudul Makanan Enaknya Banyak! Pemandian Air Panasnya Juga Asyik! Propinsi Mie Memang Top!! memiliki sebelas cerita, dimana fokus pada Hiroshi Nohara yang ditugaskan oleh kantor ke daerah Toba, propinsi Mie. Sayangnya, akibat kesalahpahaman sebelum keberangkatan, Misae, Crayon, dan Hima membuntuti Hiroshi yang pergi dengan mengendarai kereta api.

Wah, saya benar-benar beruntung ya… diantar oleh gadis cantik, seperti sedang kencan saja. Kalau Misae lihat, pasti dia salah paham besar. (Halaman 20)

Masih Bersambung Juga; Kendo! Ayo Berlatih Terus, Supaya Menang Pertandingan merupakan judul bagian ketiga dengan komposisi delapan cerita. Kali ini, setelah Crayon bergabung sebagai murid saatu-satunya Guru Musashi, ia berlatih dengan keras. Sayangnya, tekad bulat Musashi melatih Crayon tidak diimbangi dengan minat Crayon berlatih kendo dengan sungguh-sungguh. Bahkan mereka berdua terlibat pertengkaran yang akhirnya membuat latihan harus terbengkalai. Padahal, ada satu perguruan kendo sebelah yang menantang perguruan kendo milik Musashi.

Kita tidak punya banyak waktu sampai turnamen nanti, kalau begini terus kita tidak akan menang dari aliran ekstrim. Apa kau tidak apa-apa? (Halaman 64)

Bagian selanjutnya adalah cerita spesial yang hanya terdiri dari satu cerita yaitu Kembalinya Manusia Kotoran!! Pertempuran Melawan 3 Bersaudara Pemilik Penyakit Wasir. Jika ada yang masih ingat tentang kemunculan Manusia Kotoran di jilid ke-33, kali ini ia muncul lagi melawan penjahat yang ingin membuat orang lain merasakan sakit wasir (gile nggak jelas banget!). seperti biasa, Manusia Kotoran menumpas ketiga penjahat itu dengan ehm, kotorannya (aduh untung saya gak baca sambil makan).

Orang yang merenggut kebahagiaan sewaktu buang air besar, tidak bisa dimaafkan! (Halaman 99)

Bagian terakhir sebagai penutup jilid ini adalah Edisi Extra! Nikmatilah Waktu dengan Tenang! Revolusi Dahsyat Himawari!! yang berjumlah delapan cerita dengan duras masing-masing dua halaman saja. Menceritakan betapa nakal dan usilnya Hima, Misae harus merasakan keletihan ketika berbelanja. Hal ini akibat Hima memasukkan segala hal yang ia lihat ke dalam keranjang dan mengeluarkan barang-barang yang sudah dipilih oleh Misae sebelumnya.

Uuugh, tenaga dan waktu habis terbuang percuma. Ayo, kita buru-buru belanja. (Halaman 105)

Jilid ke-36 komik ini sudah mulai fokus dengan sebuah isu besar, tidak hanya keseharian Crayon dan keluarga Nohara yang itu-itu saja. Kali ini dengan menghadirkan dunia kendo, olahraga tradisional Jepang, membuat komik ini kerasa Jepangnya. Saya juga baru tahu ternyata ada aliran macam-macam untuk olahraga kendo. Kali ini yang menjadi lawan Crayon di turnamen kendo untuk anak-anak adalah seorang anak bernama Yoyogi yang berasal dari perguruan kendo aliran ekstrim.

Oh iya, salah satu bentuk vulgar komik ini adalah tidak adanya sensor alat kelamin pria, eh alat kelamin Crayon dink. Jadi sejak jilid pertama hingga kali ini, sudah banyak sekali “gajah” milik Crayon dipampang dimana-mana. Namun yang membuat heran (atau bersyukur sih seharunya), pada salah satu panel memperlihatkan alat kelamin Crayon yang sudah disensor pakai mode buram. Sayangnya setelah itu, lha kok ya beredar lagi “gajah” Crayon dengan terbuka. Sayang sekali sih hanya sekali penyensorannya (yang saya juga tidak tahu apakah ini sensor dari sononya atau dari penerbit).

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*