Crayon Shinchan (Jilid 33)

covershinchan33

Judul: Crayon Shinchan (Jilid 33)

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 122

Terbit Perdana: 2004

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2004

ISBN: 9799374618

cooltext-blurb

Crayon Shinchan adalah seorang anak TK berusia 5 tahun yang sangat nakal dan konyol. Kenakalannya melebihi anak-anak seusianya, sehingga sering membuat masalah pada orang-orang disekitarnya termasuk keluarga, guru, dan teman-temannya. Bagi para penggemar komik, Crayon Shinchan sangat pas untuk melengkapi koleksi. Jangan sampai ketinggalan untuk mengikuti kisah-kisahnya yang jenaka pada buku ini dan pada seri-seri berikutnya.

cooltext-review

Lagi-lagi jilid kali ini dibuka dengan satu cerita spesial berjudul Malaikat Crayon – Ayo Hentikan Rencana H-E-E. Ceritanya Crayon dan tiga orang “malaikatnya” yaitu Yoshinaga, Matsuzaka, dan Akeo sedang menghadapi teror dari seseorang yang melawan sebuah peraturan negara. Mengambil setting tahun 2XXX dimana telah diberlakukan peraturan dilarang menampilkan pornografi pada media apapun, Crayon dan lainnya harus berurusan sengan orang yang mengaku sebagai erorist. Apakah erorist itu? Yang jelas bukan orang error” #plak.

Mengubah dunia yang menderita karena peraturan “Pelanggaran Pornography” menjadi dunia erotik!! (Halaman 9)

Rumah Baruku Hampir Selesai! Senang Sih, Tapi Perpisahannya… dengan jumlah lima cerita merupakan judul pada bagian kedua. Jadi ceritanya ini dalam detik-detik menjelang rumah keluarga Nohara selesai direnovasi. Selain itu, Omata juga sedang menanti detik-detik akan melamar kekasihnya. Bahkan untuk acara lamaran ini, Omata mendatangkan staff khusus dari Republik Morodashi untuk mempersiapkan segalanya. Bahkan Crayon juga ikut dilibatkan. Syangnya, prosesi lamaran harus mengalami sedikit masalah akibat ayah Omata datang tiba-tiba dan memarahinya karena tidak menuruti orang tua.

Jangan membuatku malu!! Di negara kita, orangtualah yang memutuskan calon pengantin untuk anak-anaknya!! (Halaman 21)

Bagian ketiga dalam jilid kali ini berjudul Kejadian Hebat dalam Kasus Pengintaian!? Klimaks yang Mengejutkan!! yang memiliki lima cerita. Seperti judulnya, kali ini detektif (atau polisi sih?) Nigariya dan Oda akhirnya berhasil menemukan sang pengedar narkoba kelas kakap, Steroid Mazuo dengan perantara Lisa Aspirin. Sayangnya, penangkapan Mazuo tidak semudah yang dibayangkan. Hal ini dikarenakan bos pemimpin Mazuo bermaksud membunuhnya karena Mazuo dianggap berkhianat. Dampak lebih jauhnya, Apartemen Matazure harus menerima akibatnya.

Tadi kau berkata “Ayo kabur bersamaku”, apa maksudnya? Apa yang kau lakukan? (Halaman 41)

Karena suatu alasan (lihat di jilid ini ya hehe), seluruh penghuni Apartemen Matazure menginap di rumah keluarga Nohara selama beberapa waktu yang tertuang pada bagian berjudul Asyik! Rumah Barunya Selesai! Kembali ke Hari-Hari Penuh Badai Seperti Dulu!! Sepuluh cerita di dalamnya memuat hari-hari keluarga Nohara yang mencoba beradaptasi dengan rumah yang baru (direnovasi). Namun entah karena begitu kerasan dengan Apartemen Matazure, kebiasaan tidur keluarga Nohara masih belum berubah.

Ganti pakaian apa ini? Lepas piyamanya dulu, baru pakai bajunya. (Halaman 83)

3 Rangkaian Edisi Ekstra yang Menarik! “Komputer, Pensil, Manusia Kotoran!?” yang berjumlah tiga cerita spesial menjadi akhir jilid ke-33 ini. Lagi-lagi saya menyukai cerita saat Crayon menjadi murid SD yang berjudul Pensil Crayon Bag. 3. Cerita dibuka sesaat setelah bel masuk berbunyi, grup Crayon harus menelan kekecewaan karena terlambat lagi. Bukannya segera ke kelas, Crayon justru masih mencari loker sepatu dan sempat-sempatnya salah masuk kelas karena guru yang cantik.

Nohara, kamu memang keterlaluan. Paling tidak ingatlah kelasmu sendiri! Kelasmu adalah 1-1. Ayo katakan: Baik. (Halaman 112)

Agak sedih membaca jilid kali ini. Bukannya saya sedih karena rumah keluarga Nohara telah berdiri tegak, melainkan saya sedih karena hari-hari di Apartemen Matazure sudah berakhir. Saya suka dengan orang-orangnya, perilaku dan sifatnya, dan tentu saja segala kekonyolannya. Meskipun saya menduga para penghuni ini akan muncul sesekali dalam jilid berikutnya, tentu porsinya tak sebanyak lima jilid sebelumnya. Ah saya gagal move on :(

Oh iya sau hal yang menggembirakan saat membaca jilid ini adalah sudah menyebutkan harga barang dengan menggunakan yen, alias tidak dikonversi menjadi rupiah, lengkap dengan simbol ¥! Akhirnya setelah berkali-kali saya kecewa dengan konversi mata uang yang seenak udelnya penerjemah di jild-jilid awal, kali ini saya bisa bernapas lega. Meskipun saya lupa berapa kurs yen terhadap rupiah, saya senang karena dengan ini lebih terasa nuansa Jepang mulai jilid ini.

Yang agak membuat saya mengernyit adalah penggunaan kata yang tidak sesuai EYD yaitu kata “Koq” di beberapa halaman. Aduh mungkin tahun 2004 masih nge-trend istilah alay sehingga huruf “k” berubah menjadi “q” dalam tulisan. Tapi seharusnya sih jangan seperti itu ya, meskipun ini adalah komik komedi. Seharusnya penggunaan yang baik dan benar yang sedemikian rupa tetap memberikan humor yang pas dan tidak membosakan. Tapi satu kesalahan itu masih tertutupi dengan asyiknya jilid ini kok.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*