Crayon Shinchan (Jilid 30)

covershinchan30

Judul: Crayon Shinchan (Jilid 30)

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 122

Terbit Perdana: Juni 2003

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Juni 2003

ISBN: 9799374464

cooltext-blurb

Crayon Shinchan adalah seorang anak TK berusia 5 tahun yang sangat nakal dan konyol. Kenakalannya melebihi anak-anak seusianya, sehingga sering membuat masalah pada orang-orang disekitarnya termasuk keluarga, guru, dan teman-temannya. Bagi para penggemar komik, Crayon Shinchan sangat pas untuk melengkapi koleksi. Jangan sampai ketinggalan untuk mengikuti kisah-kisahnya yang jenaka pada buku ini dan pada seri-seri berikutnya.

cooltext-review

Komik Crayon Shinchan sudah mencapai jilid 30 yang saya baca, jadi kali ini saya bisa me-review jilid ini. Seperti yang sudah saya ungkapkan pada resensi jilid yang lalu, kehidupan di Apartemen Maatazure akan mendominasi kehidupan sehari-hari Crayon dan keluarga Nohara yang lain. Kali ini bagian pertama berjudul Crayon Adalah Tetangga yang Baik! Dibuka dengan empat cerita pendek. Yang pertama menceritakan kegelisahan Yonro menunggu hasil pengumuman hasil ujian masuk universitas Todai. Tentu saja detik-detik mendebarkan ini digangu oleh Crayon. Wah kira-kira bisa lolos atau tidak ya?

Benar, rumahku! Seharian keluar masuk rumahku, lalu kau anggap rumahmu? Makanya ku bilang, kau ini anak kecil yang aneh!! (Halaman 17)

Himawari Akhir-Akhir Ini Semakin Nakal dengan komposisi empat cerita yang masing-masing berjumlah dua halaman merupakan bagian kedua. Empat cerita ini menggambarkan Hima yang bertingkah laku aneh akibat keturunan kakaknya. Salah satunya adalah ketika Papa dan Mama bertengkar, Hima tiba-tiba menangis sambil melihat mereka berdua. Padahal air mata itu bukanlah akibat pertengkaran kedua orang tuanya.

Hima… Maaf ya… Mengagetkanmu sampai menangis… Kami tidak akan bertengkar lagi! (Halaman 29)

Bagian ketiga adalah sepuluh cerita dengan judul besar Rumah Kontrakanku yang Sekarang. Jadi, akibat bencana dahsyat tempo hari, rumah keluarga Nohara direnovasi dengan meminta bantuan seorang kontraktor bernama Onigawara. Sang pemilik ini didampingi oleh anak perempuannya, Kanna, dan seorang pekerja laki-laki, Koji. Sayangnya, sifat buruk Pak Onigawara yang mudah emosi karena hal remeh membuat pekerjaan menjadi tersendat-sendat.

Pokoknya hari ini kau harus bicara dengan Pak Onigawara, suruh dia mempercepat pekerjaannya! (Halaman 37)

Bagian selanjutnya berjudul Himawari Sangat Lincah! Bayi Super Mengacak-Acak Rumah lagi-lagi menampilkan Himawari dengan keunikan tingkah lakunya dalam empat cerita terpisah. Yang saya sukai adalah ketika Mama ingin membereksan rumah dengan menggunakan vacuum cleaner, Hima ingin agar (maaf) pantatnya disedot oleh alat tersebut. Aduuh Hima, perilakumu benar-benar tidak wajar sebagai seorang balita.

Semua gara-gara Crayon mengajarkan yang buruk-buruk, benar-benar menyebalkan… (Halaman 79)

Mama Terkejut! Ibu Muda Minta Berguru adalah bagian selanjutnya yang terdiri atas lima cerita pendek. Kisah ini dibuka ketika Mama dan Crayon dan Hima sedang berada di sebuah mall. Seperti biasa, Crayon berlaku nakal dengan menempelkan upil (kotoran hidung) ke pantat Mama, dalam sekian detik, Mama memberi hukuman kepadanya. Kejadian ini disaksikan oleh seorang ibu muda, Atsuko Katsuzoko, sehingga ia bermaksud berguru pada Mama agar bisa menangani anaknya, Atsumi, yang sama nakalnya dengan Crayon. Waah.

Begini, caramu menangani anak amat bagus! Benar-benar hebat! Walau aku juga punya anak, tapi tidak seperti kau. Aku tak bisa mengatasinya. (Halaman 100)

Bagian penutup jilid ini adalah Tidur yang Menyenangkan. Kami Adalah Keluarga Pemimpi dengan komposisi dua cerita. Saya suka cerita pertama yang berjudul “Mama tersayang, Misae” ketika Mama merasa capek dan bosan sekali dengan kesehariannya mengurus rumah dan merawat anak-anak. Sampai pada akhirnya ia berharap menjadi bayi agar tidak perlu repot mengurus rumah tangga. Tak disangka, harapan Mama terkabul! Wah lantas bagaimana nasib selanjutnya ya?

Kenapa aku merasa bosan merawat dua anak lucu ini? Bodoh sekali… (Halaman 109)

Jilid kali ini mengusung kehidupan keluarga Nohara di lingkungan Apartemen Matazure termasuk dengan para penghuni lainnya. Saya paham bahwa Usui-san ingin memberikan penyegaran agar kehidupan sosial keluarga Nohara tidak itu-itu saja. Lagipula, penghuni lain memiliki sifat dan karakter yang unik dan berbeda-beda. Tapi satu kesamaannya, tetap kocak! Yang unik dan menariknya lagi adalah sikap hormat penduduk negara Morodashi, dalam hal ini diwakili oleh Omata, penghuni kamar 206, dan pengawalnya. Sikap hormat ini sama persis dengan sikap alien setan abu-abu di jilid ke-6.

Oh iya janan lupa juga adanya bagian tentang perkembangan rumah keluarga Nohara yang sedang direnovasi. Saya awalnya mengira rumah ini akan tiba-tiba selesai direnovasi tanpa ada expose yang lebih jauh. Eh ternyata, lha kok ya ada drama juga dibalik proses pembangunan rumah yang terkena bencana ini. Eh tetapi kok rada mustahil ya renovasi rumah yang meledak hanya ditangani tiga orang saja.

Yang aneh menurut saya adalah pada Yonro. Saya kurang tahu apakah ini kesalahan penerjemah atau memang dari sononya. Dikisahkan bahwa Yonro baru saja masuk universitas *ups spoiler* tetapi ia sudah sibuk mengerjakan skripsi. Saya tidak tahu apakah mahasiswa bari di Jepang sudah wajib mengerjakan skripsi, ataukah ini maksudnya adalah tugas kuliah biasa.entahlah, biar Yonro yang menjawab *eh. Penulisan yang tidak sesuai EYD juga banyak saya temukan. Tetapi saya males nyatet karena asyik menikmati cerita bergambarnya hehe.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus