Crayon Shinchan (Jilid 26)

covershinchan26

Judul: Crayon Shinchan (Jilid 26)

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 122

Terbit Perdana: November 2002

Kepemilikan: Cetakan Pertama, November 2002

ISBN: 9799374405

cooltext-blurb

Crayon Shinchan adalah seorang anak TK berusia 5 tahun yang sangat nakal dan konyol. Kenakalannya melebihi anak-anak seusianya, sehingga sering membuat masalah pada orang-orang disekitarnya termasuk keluarga, guru, dan teman-temannya. Bagi para penggemar komik, Crayon Shinchan sangat pas untuk melengkapi koleksi. Jangan sampai ketinggalan untuk mengikuti kisah-kisahnya yang jenaka pada buku ini dan pada seri-seri berikutnya.

cooltext-review

Crayon Shinchan masih berlanjut hingga jilid ke-26. Kali ini bagian awal dibuka dengan kumpulan sembilan cerita casual yang memiliki judul sendiri-sendiri namun terangkum dalam satu judul besar yaitu Keluarga Nohara Menjadi Model Lukisan. Seperti judul bagian besarnya, saya menyoroti kisah yang berjudul Pameran Lukisan. Jadi ceritanya Crayon, Mama, dan Himawari pergi ke sebuah pameran lukisan karena kebetulan pameran tersebut gratis. Tak disangka, sang pelukis bernama Hui Yuen Ceng Mei melihat mereka bertiga dan berniat menjadikan mereka sebagai model lukisan. Namun akibat Crayon yang bertindak aneh-aneh, semuanya jadi hancur lebur.

Oh ya, guru adalah seorang wanita yang terhormat, harap kalian jangan berlaku yang tidak-tidak di depannya. (Halaman 31)

Bagian kedua yang berjudul Kisah-Kisah Menarik di Dunia merupakan gabungan dua judul cerita khusus yang menampilkan Crayon dan lainnya menjadi tokoh karakter yang berbeda. Saya menyukai cerita kedua berjudul Pendekar Shinchan vs Si Jari Emas Gin dimana Crayon menjadi pendekar pengembara bersama Buri-Buri Ajaib. Ditengah perjalanan, Crayon dimintai bantuan oleh seorang gadis yang ingin melindungi ayahnya, sang pembuat sushi, agar terhindar dari pembunuh bayaran lawan pertandingan.

Kurasa pembunuh tadi diutus oleh lawan perlombaan kali ini. Sushi Sua Ca, ia pasti akan kembali datang untuk membunuh Ayah! (Halaman 59)

Pesta Pernikahan Ibu Yoshinaga dan Pak Ishizaka yang terdiri atas tiga judul merupakan bagian ketiga dalam komik ini. Seperti judulnya, akhirnya Ibu Yoshinaga akan melangsungkan pernikahan dengan kekasihnya selama ini. Sayangnya, pada cerita terakhir berjudul Ketakutan Menjelang Pernikahan, Ibu Yoshinaga masih ragu akan keputusannya bersedia dipinang Ishizaka, bahkan hingga hari-H pernikahan. Tetapi untunglah berkat Crayon, keraguan Ibu Yoshinaga telah sirna dan pernikahan bisa dilanjutkan kembali.

Tak lama lagi aku akan menikah. Harusnya aku merasa gembira, tapi kenapa ya… Aku malah merasa takut… (Halaman 73)

Bagian keempat memiliki judul Legenda Shinchan! Tak Ada yang Tak Mungkin dalam Kamusku yang terdiri atas dua judul cerita spesial. Saya menyukai cerita pertama yaitu Shinchan Anak Balita Ajaib yang mengisahkan Crayon sebagai seorang penyihir di kerajaan langit. Peraturan dunia penyihir yang memperbolehkan anak usia lima tahun turun ke bumi membuatnya merengek agar bisa turun ke dunia manusia. Sesampainya disana, ia bertemu dengan Kazama yang meski awalnya marah-marah akhirnya terpaksa menampung Crayon di rumahnya.

Menyebalkan! Kehidupan manusia dan penyihir tidak sama, manusia sangat sibuk. (Halaman 87)

Lima judul cerita casual selanjutnya terangkum dalam bagian berjudul Nona Kecil yang Merepotkan Saya! Meskipun headline-nya nona kecil, isinya tidak hanya tentang “nona” saja. Justru saya tergelak dengan cerita Crayon yang pergi membeli makanan akibat Mama sedang sakit datang bulan dalam judul Toko Makanan. Proses membeli makanan ini berlangsung dramatis karena melibatkan pegawai toko yang emosi beserta istrinya. Namun demikian, ada sebuah hal mengharukan di akhir cerita ini.

Ah, tunggu sebentar, aku pertimbangkan dulu, kaki kanan atau kiri ya? Itu selalu menjadi masalah untukku. (Halaman 108)

Pada kesempatan kali ini, saya masih bisa dibuat tertawa lepas pada dialog saling hina antara Nana dengan Masako pada bagian kedua. Saya kurang mengerti sih hubungan atara mereka berdua. Karena meskipun seringkali terlibat cekcok dan menjelek-jelekkan, mereka tetap bermain bersama dalam kumpulan Crayon, Kazama, Masao, dan Bo. Nah kali ini Masako berkata “dasar orang biasa” dan “manusia tidak berkelas” kepada Nana. Meskipun terkesan (memang) merendahkan lawan bicara, Nana selalu memiliki senjata untuk menghina balik.

Mulai dari “gadis kaya norak” kemudian “nona besar yang tidak waras” hingga “gadis kaya jelek” diungkapkan Nana dalam komik jilid ini. Bahkan pengawal Masako (ya benar, dia punya pengawal pribadi karena tajir banget), Hideki, disebut kawan Nana sebagai “pengawalnya juga tidak beres” karena sering berlaku sesuai kehendak Masako.

Namun demikian, komik ini menarik karena pada jilid ini saya bisa merasakan bagaimana mengharukannya Ibu Yoshinaga yang bisa menikah dan memasuki babak baru dalam hidupnya. Bahkan lokasi pernikahan yang dipilih membuktikan betapa beliau tidak ingin berbahagia sendirian pada momen sekali seumur hidup ini. Aah saya jadi pengen nikah juga *eh.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*