Crayon Shinchan (Jilid 28)

covershinchan28

Judul: Crayon Shinchan (Jilid 28)

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 122

Terbit Perdana: Februari 2003

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Februari 2003

ISBN: 9799374448

cooltext-blurb

Crayon Shinchan adalah seorang anak TK berusia 5 tahun yang sangat nakal dan konyol. Kenakalannya melebihi anak-anak seusianya, sehingga sering membuat masalah pada orang-orang disekitarnya termasuk keluarga, guru, dan teman-temannya. Bagi para penggemar komik, Crayon Shinchan sangat pas untuk melengkapi koleksi. Jangan sampai ketinggalan untuk mengikuti kisah-kisahnya yang jenaka pada buku ini dan pada seri-seri berikutnya.

cooltext-review

Pada edisi Crayon Shinchan jilid ke-28 kali ini. Ada sedikit yang berbeda, yaitu sebagian halaman full-colour!! Yah meskipun hanya satu halaman paling depan dan tujuh halaman cerita pertama, tetapi hal ini menjadi hal yang patut diapresiasi. Langsung saja, jadi pada cerita pertama kali ini mengambil judul Shinchan Nohara – Detektif Shinchan (Lukisan Leonardo da Vinci yang Tertanam di Tembok). Benar sekali, ini adalah cerita khusus dimana Crayon, sang detektif yang ahli mengembalikan barang yang dicuri. Musuh kali ini adalah Si Cakar Kucing yang mencoba mencuri lukisan Buah Labu.

Si Cakar Kucing? Bukankah itu adalah tiga gadis cantik kakak beradik pencuri benda seni yang terkenal? (Halaman 5)

Cerita kedua lagi-lagi cerita spesial yaitu Penemuan Langka Prof. Kitayono – Mesin Penepat Jadwal yang mengambil tokoh profesor nyentrik. Jadi kali ini beliau menciptakan mesin yang ditempel ke badan, yang bisa diatur dengan remote control agar si pemakai dapat otomatis menjalankan jadwa yang telah disusun sebelumnya tanpa bisa membantah. Crayon yang penasaran turut mencoba satu alat yang tersisa ketika ditinggal profesor ke toilet.

Bukan ini… Walau bukan bakpao kari, tapi tangan masih bergerak sendiri (Halaman 16)

Golf vs Piknik Keluarga? Perang Besar Keluarga Nohara di Pagi Hari dengan jumlah sebelas judul cerita tersendiri menjadi bagian ketiga susunan komik ini. Suatu hari, keluarga Nohara sudah mempersiapkan piknik keluarga pada hari minggu. Sayangnya, pada malam hari sebelum hari-H, Papa mendapatkan tugas dari bosnya untuk menemani klien bermain golf. Tak ayal hal ini menjadi prahara keluarga Nohara dimalam hari. Saya suka ketika akhirnya Mama dan Crayon serta Hima piknik sendirian tanpa Papa dalam judul Musuh Jalan Sempit.

Darimana ibu beranak bodoh itu? Piknik di lapangan golf? Aku ingin tahu seperti apa suaminya! (Halaman 40)

Bagian selanjutnya adalah dua cerita khusus yang terangkum dalam judul Dapatkah Kau Menghadapi Ketakutan Ini? Aku Sudah Tak Tahan Lagi! Dari dua cerita khusus ini, saya menyukai cerita pertama berjudul Video Kaset yang Menyeramkan. Pada cerita ini dikisahkan adanya sebuah video yang sedang booming di lingkungan keluarga Nohara. Mulai dari Michi dan Yoshirin, tetangga keluarga Nohara yang menyebalkan, ibu-ibu yang suka bergosip dengan Mama, bahkan sampai Masao juga. Ternyata video itu menyimpan hal yang misterius.

Kau harus lihat film ini, aku juga meminjamkannya ke Nana dan Kazama. Mereka berdua telah “tersihir” (Halaman 70)

Komik ini ditutup dengan bagian berjudul  Liburan Musim Panas yang Terik! ♡ Ke Pantai Bersama Kak Nanako yang terdiri atas sepuluh cerita dengan judul sendiri-sendiri. Saya menyamakan dengan jududl bagiannya saja ya, yaitu cerita dengan judul Wisata Ke Pantai. Kali ini Nanako bermaksud mengajak Crayon berwisata ke pantai saat liburan. Mengetahu hal ini, Crayon senang bukan main karena menganggap bisa berduaan dengan Nanako. Namun ternyata keadaan yang terjadi sungguh diluar dugaan Crayon.

Mama, jangan-jangan ketika pulang nanti, Nanako akan… Memanggilmu Mama. (Halaman 102)

Seperti yang saya sebutkan diawal resensi diatas, terdapat delapan halaman warna yang terbagi atas satu halaman paling depan dan tujuh halaman pada isi cerita pertama. Hal ini sungguh memanjakan mata. Soalnya warna yang digunakan bukan hanya terpusat pada pakaian ataupun fisik tokoh, namun juga latar belakangnya pun juga ada warna tersendiri. Yang saya sukai juga adalah penggunaan warna yang kontras dan ngejreng antara satu panel dengan panel lainnya sehingga tidak monoton.

Oh iya saya agak kurang paham dengan (lagi-lagi) terjemahan komik ini. Pada cerita kedua tentang Mesin Penepat Jadwal, Crayon menggunakan alat tersebut dan salah satunya harus berjuang mati-matian agar tidak makan paprika. Yang saya tanyakan bukan paprikanya, melainkan bentuk makanannya. Disebutkan bahwa Crayon ingin makan bakpao rasa kari, namun terjebak dengan rasa abon paprika. Tetapi kok bentuk makanannya nasi? Bisa disendok lagi? Apakah memang ada makanan di Jepang yang namanya bakpao namun wujudnya nasi? Entahlah saya juga tidak tahu.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*