Crayon Shinchan (Jilid 25)

covershinchan25

Judul: Crayon Shinchan (Jilid 25)

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 122

Terbit Perdana: Oktober 2002

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Oktober 2002

ISBN: 9799374391

cooltext-blurb

Crayon Shinchan adalah seorang anak TK berusia 5 tahun yang sangat nakal dan konyol. Kenakalannya melebihi anak-anak seusianya, sehingga sering membuat masalah pada orang-orang disekitarnya termasuk keluarga, guru, dan teman-temannya. Bagi para penggemar komik, Crayon Shinchan sangat pas untuk melengkapi koleksi. Jangan sampai ketinggalan untuk mengikuti kisah-kisahnya yang jenaka pada buku ini dan pada seri-seri berikutnya.

cooltext-review

Yosh, ada lagi nih resensi lanjutan dari jilid komik Crayon Shinchan. Kali ini lagi-lagi pembukaan dibuka oleh cerita spesial yang berjudul Cerita Humor Zaman Dunia Nyata dari Semihutabe. Jadi intinya, Crayon kali ini menjadi seorang apa ya, bisa dikatakan orang yang sangat disegani di daerah Semihutabe. Ia bukan lagi seorang anak TK, melainkan sudah berumur dengan rambut dan alis putih.

Kali ini ia sedang bosan karena negerinya damai sentosa. Akhirnya untuk mengisi waktu, ia berjalan-jalan negeri melihat keadaan rakyat. Tepat saat itu, ada sebuah masalah yang menimpa sebuah keluarga yang memiliki kedai makan. Sang pemilik merasa terganggu dengan ancaman yang telah diterima selama ini dan bermaksud minta tolong pada Crayon, sang pejabat.

Kedai “Hati Busuk” selalu menganggap kedai saya sebagai saingan. Bicara dari segi kelezatan, toko saya lebih hebat setingkat, makanya pelanggan semakin hari bertambah banyak. (Halaman 8)

Melangkah pada bagian kedua merupakan kumpulan cerita casual Crayon sebagai anak TK. Nah kali ini, TK AKsi tempat Crayon bersekolah kedatangan murid bari. Seorang gadis cilik yang cantik jelita ini bernama Masako. Ia berasal dari kawasan elit Tokyo dan pindah sekolah karena ingin melihat kehidupan rakyat jelata. Oleh sebab itu bagian ini diberi judul Kehadiran Masako yang Jadi Pusat Perhatian yang memiliki sebelas cerita.

Baru pertama kali ada cowok yang berkata demikian terhadapku. Dulu yang ketemu denganku semuanya pasti akan girang setengah mati. (Halaman 55)

Bagian ketiga adalah kumpulan empat cerita khusus yang berbeda-beda satu sama lain. Yang saya sukai pada bagian berjudul Kumpulan Cerita Anak-Anak ini adalah sebuah kisah mengenai Papa Crayon, Nohara Hiroshi, yang sungguh tertekan dengan kehidupannya sehari-hari. Mulai dari bekerja keras di kantor, rumah tangga yang ramai, hingga waktu istirahat yang kurang. Cerita berjudul Air Mata Belas Kasihan Bagi Pekerja Kantor ini memberikan gambaran pada Hiroshi bahwa kebahagiaan sejati bukanlah mimpi belaka.

Bila begini terus sangat bahaya! Kalau dalam waktu 24 jam belum bangun, maka suamimu akan selamanya tidur terus! (Halaman 69)

Bagian keempat yang berjudul Murid Baru yang Menghebohkan ini sebenarnya rada-rada membingungkan pembagiannya. Jadi disini ada empat cerita yang judulnya beda-beda. Yang pertama adalah kisah berjudul Permen Karet yang mengisahkan Crayon menginginkan sekali permen karet di atas meja namun dilarang oleh Mama. Tentu saja Crayon tidak hilang akal dan berupaya mengelabui Mama.

Kamu hanya disaat-saat begini baru bisa menjawab dengan sangat cepat, sebetulnya kamu sama sekali tidak akan melaksanakannya, betul kan? (Halaman 90)

Cerita kedua adalah Bikin Rak yang mengisahkan permintaan Mama kepada Papa untuk membuat rak pada hari minggu yang santai. Papa beralasan sedang sakit sehingga tidak bisa membantu. Tepat saat itu, ada istri Tuan Hiraishe, tetangga sebelah, yang ingin minta bantuan Papa membuat rak di rumahnya. Gaya yang begitu “seronok” membuat Papa langsung semangat membantu dan meninggalkan Mama yang emosi karena dibohongi.

Begini, saya ada masalah kecil, mungkin merepotkan suamimu… (Halaman 93)

Crayon Sakit Mata adalah judul ketiga pada bagian terakhir ini. Seperti judulnya, kali ini Crayon sakit mata akibat malam hari sebelum tidur mengucek mata dengan tangan yang ehm, masih kotor. Akibatnya, pagi hari matanya menjadi merah dan gatal sekali. Oleh karena itu Mama membawanya ke dokter spesialis mata.

Kamu ini bukan mau nonton berita, tapi mau lihat kakak yang cantik!!! (Halaman 98)

Selanjutnya ada cerita Murid Baru yang Menghebohkan. Sebenarnya ini masih sama dengan cerita tentang Masako yang di bagian kedua tadi, tetapi hanya satu cerita saja. Jadi ceritanya Masako masih bertingkah bagaikan seorang putri dan menggunakan Masao sebagai budak cintanya. Tentu saja hal ini menimbulkan amarah dalam diri Nana karena biasa bermain rumah-rumahan dengan Masao..

Tapi, hanya manis saja tidaklah cukup, yang dia suka adalah tipe wanita yang mempunyai sifat kewanitaan. (Halaman 103)

Nah sedangkan cerita terakhir yang menurut saya agak aneh karena cerita berjudul Liburan Musim Panas ini memiliki empat cerita tersendiri, tidak seperti cerita sebelumnya yang hanya satu. Pokoknya cerita ini mengisahkan keluarga Nohara yang berlibur ke pantai selama beberpa hari. Disana, Crayon berkenalan dengan seorang kakak cantik yang gemar bermain selancar bernama Yuriko. Tak disangka, pertemuan Crayon dengan pemuda misterius bernama Ochida justru menjadi sebuah pertanda akan kehidupan Yuriko kelak.

Karena hal itu kamu meninggalkan saya dan selancar! Kamu memang pria yang tidak berguna!! (Halaman 115)

Hal yang membuat saya menyukai jilid ini adalah beredarnya kata-kata umpatan yang sesungguhnya tidak baik namun karena penggunaannya yang tidak sesuai kondisi menjadikan dialog ini lucu sekali. Seperti contohnya tadi ada sebuah kedai bernama Kedai “Hati Busuk” yang jahat. Ya ampun itu ya, kalau beneran ada kedai “Hati Busuk” tidak akan pernah saya datangi hahahaha.

Kemudian Crayon pada cerita pertama juga senang memanggil lawannya dengan sebutan kutu busuk dan si tengik. Nah panggilan ini justru membuat saya tergelak karena si lawan jadi emosi dan urung menyerang Crayon dan mengomentari panggilan itu tadi. Lucu nggak sih ditengah perkelahian, kamu dipanggil si tengik oleh lawanmu sendiri. Menurut saya sih lucu *apaseih.

Nah yang tidak kalah lucu adalah umpatan yang dikatakan Nana pada Masako yang lebay adalah “nona besar tidak tahu diri” huahahaha. Aduh kalimat itu memang sangat tidak sopan dikatakan, terlebih yang mengatakannya anak-anak. Mungkin inilah yang membuat komik ini benar-benar untuk yang berusia 15 tahun keatas. Bintang maksimal untuk jilid ini karena membuat saya tertawa lepas hehehe.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus