Crayon Shinchan (Jilid 24)

covershinchan24

Judul: Crayon Shinchan (Jilid 24)

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 122

Terbit Perdana: Agustus 2002

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Agustus 2002

ISBN: 9799374294

cooltext-blurb

Crayon Shinchan adalah seorang anak TK berusia 5 tahun yang sangat nakal dan konyol. Kenakalannya melebihi anak-anak seusianya, sehingga sering membuat masalah pada orang-orang disekitarnya termasuk keluarga, guru, dan teman-temannya. Bagi para penggemar komik, Crayon Shinchan sangat pas untuk melengkapi koleksi. Jangan sampai ketinggalan untuk mengikuti kisah-kisahnya yang jenaka pada buku ini dan pada seri-seri berikutnya.

cooltext-review

Kelakuan Crayon yang menyebalkan namun sekaligus menggelikan masih terus berlanjut hingga jilid ke-24 ini. Bagian awal dibuka dengan judul Bagaimana Nasib Kakek..?! yang terdiri atas lima cerita pendek. Bagian ini menyambung dengan bagian terakhir jilid ke-23 yang lalu, dimana ceritanya Kakek Ginosuke menginap di rumah keluarga Nohara karena berantem dengan Nenek. Nah kali ini Kakek bermksud pulang kampung.. Namun belum sempat terlaksana, ada kakak Hiroshi, Nohara Semashi yang menjemput Kakek. Paman Crayon ini kelakuannya sungguh pelit dan suka bercanda.

Sebenarnya.. Aku adalah papamu yang sesungguhnya. (Halaman 22)

Bagian kedua adalah tiga cerita spesial dengan judul utama Lagi-Lagi Peristiwa Besar? Pada bagian ini, saya menyukai cerita pertama berjudul Kotoran Emas yang menyorot kehidupan keluarga Nohara yaitu Hiroshi, Misae, dan Crayon yang miskin. Tidak disangka, mereka menemukan seorang bayi ajaib bernama Himawari yang sanggup mengeluarkan kotoran emas. Sayangnya, kehidupan mereka tidak berjalan mulus.

Di rumahku ada bayi yang bisa mengeluarkan kotoran emas. (Halaman 27)

Persahabatan Lima Sekawan! yang terdiri atas enam cerita merupakan bagian selanjutnya. Pada kisah kali ini, saya menyukai cerita berjudul Crayon Sakit yang menitikberatkan pada kondisi Crayon yang sakit demam. Alih-alih menurut perkataan Mama dan istirahat cukup, Crayon justru berbuat hal yang tidak-tidak sehingga menimbulkan korban lain.

Tapi Mama kalau saya pikir-pikir, waktuku terbuang kalau harus berdiri seperti ini terus tanpa melakukan sesuatu. (Halaman 55)

Bagian keempat adalah dua cerita spesial yang terangkum jadi satu dalam judul Penemuan Profesor Kitayono yang Menghebohkan Keluarga Nohara (Bagian 2). Bagian ini terdiri atas dua cerita. Sekadar informasi, Profesor Kitayono adalah seorang jenius yang dikenal oleh Crayon yang entah bagaimana saya juga tidak tahu. Profesor ini gemar menciptakan penemuan baru yang kadang membuat masalah. Seperti kali ini dalam cerita Duarrr! Penemuan yang Hebat Tapi Juga Menakutkan, ia menciptakan mesin waktu yang akibatnya bisa membuat Crayon lenyap dari dunia (yah akibat ulah Crayon sendiri sih).

Kalau papa dan mamamu tidak bersatu, kamu tidak akan ada. Kalau begini keadaannya, kamu akan lenyap! (Halaman 87)

Selanjutnya adalah bagian yang saya rasa cukup mellow dan menyedihkan dengan judul Hilangnya Cinta Ibu Matsuzaka yang terdiri atas tiga cerita. Seperti judulnya, kali ini Ibu Matsuzaka yang telah memiliki kekasih harus dihadapkan pada kenyataan pahit ketika kekasihnya, Dr. Tokuro, harus pergi meninggalkannya ntuk sebuah penelitian. Padahal saat itu Ibu Matsuzaka berharap adanya kejelasan dalam hubungan mereka. Wah terus bagaimana ya?

Itu dia lelaki yang ingin ke Nambei dan meninggalkan wanita yang telah dipermainkannya. (Halaman 103)

Meninggalkan Ibu Matsuzaka, ada tiga cerita casual sebagai akhir komik jilid ini. Yang pertama adalah Crayon Belanja yang menceritakan Crayon berbelanja daging namun justru merepotkan tukang daging dan ibunya Nana. Loh kok bisa? Penasaran? Baca saja deh hehe.

Suara Mama jelek sekali, makanya Ma… Jangan banyak makan pedas. (Halaman 111)

Selanjutnya Himawari Marah merupakan judul cerita berikutnya ketika Mama menemukan koleksi foto-foto artis tampan yang disimpan Hima dibawah kasur. Mama yang merasa belum saatnya Hima mengenal hal tersebut akhirnya membuang kumpulan foto tersebut ke tempat sampah. Respon Hima bagaimana? Tentru saja ia marah bukan main kepada Mama.

Kesedihannya begitu mendalam sampai memeluk tempat sampah. (Halaman 115)

Cerita terakhir adalah cerita nasib apes Papa yang ditinggal Mama berbelanja sehingga harus menjaga Crayon dan Hima yang masih tertidur lelap. Papa Menjaga Kami Berdua adalah judul cerita hari libur tenang yang akhirnya dihabiskan Papa bermain salon-salonan dengan Crayon dan Hima. Permainan yang sebenarnya santai itu harus berakhir dengan malapetaka.

Payah! Karena aku bangun kesiangan, kedulian Misae yang punya rencana benar-benar menyebalkan. (Halaman 119)

Secara umum, saya menyukai jilid kali ini. Saya suka dengan tokoh baru yang berasal dari keluarga dekat, alias bukan orang asing yang tiba-tiba memasuki kehdupa tokoh utama. Tokoh dari keluarga sendiri ini membuat betapa keluarga di Jepang, dalam hal ini adalah keluarga Nohara, masih terjalin silaturahimnya meskipun memiliki tempat tinggal masing-masing. Dan tokoh Semashi ini membuat saya rada sebel hahaha.

Selain itu, kejelasan status Ibu Matsuzaka yang memiliki kekasih membuat saya lega. Soalnya dari beberapa jilid sebelumnya, saya selalu disuguhkan Ibu Matsuzaka yang selalu mengeluh tidak punya pacar. Akhirnya pada jilid ini saya bisa mengetahui siapa gerangan lelaki yang membuat Ibu Matsuzaka galau dan gelisah dalam mengambil sikap untuk hubungan percintaannya.

Oh iya, pada bagian Profesor Kitayono, judulnya menuliskan Bagian 2.  Namun anehnya, kok saya tidak menemukan bagian 1 ya. Hilang kemana? Saya sampai bolak balik meneliti halaman dan mengecek jilid ke-23. Tetapi hasilnya nihil. Ini kesalahan penerbit atau bagaimana ya. Semoga kelak bisa diperbaiki. Yosh, sudah selesai resensi saya kali ini. Mari lanjutkan baca jilid berikutnya!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*