Crayon Shinchan (Jilid 23)

covershinchan23

Judul: Crayon Shinchan (Jilid 23)

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 122

Terbit Perdana: Juli 2002

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Juli 2002

ISBN: 9799374286

cooltext-blurb

Crayon Shinchan adalah seorang anak TK berusia 5 tahun yang sangat nakal dan konyol. Kenakalannya melebihi anak-anak seusianya, sehingga sering membuat masalah pada orang-orang disekitarnya termasuk keluarga, guru, dan teman-temannya. Bagi para penggemar komik, Crayon Shinchan sangat pas untuk melengkapi koleksi. Jangan sampai ketinggalan untuk mengikuti kisah-kisahnya yang jenaka pada buku ini dan pada seri-seri berikutnya.

cooltext-review

Crayon Shinchan sudah bagaikan legenda tokoh balita nakal nan mengesalkan dalam komik versi saya. Hal ini membuat saya tidak bosan-bosannya membaca komik Crayon Shinchan. Kali ini saya membaca jilid ke-23. Saya tahu, ini adalah jilid yang terpaut cukup jauh dari jilid yang terakhir saya baca, yaitu nomor 12. Karena dulu sangat sulit sekali mendapatkan komik ini. Sedangkan sekarang harganya yang sangat mahal membuat saya tidak berminat melengkapinya lagi :p

Langsung saja, kali ini awal bagian komik sudah dibuka dengan cerita spesial berjudul Crayon Shinchan “Sang Bodyguard” dimana Crayon menjadi seorang bodyguard penyanyi terkenal, Remi. Ceritanya, Remi ini sering mendapatkan ancaman dari orang yang tidak dikenal sehingga membuat kehidupannya terganggu. Bermaksud menolong (dan imbalan yang besar), membuat Crayon dan seorang partner bodyguard wanita bersedia melindungi Remi. Ternyata, alasan ancaman itu semua karena alasan yang cukup sepele.

Khawatir? Hm, Mama hanya menganggapku sebuah barang. Dia khawatir karena saya ibarat telur emas sebagai penghasil uang. (Halaman 8)

Lanjut pada bagian kedua, kehidupan Crayon sudah berubah. Ada yang tahu? Sepertinya gambar sampul depan jilid ini sudah memberikan sedikit petunjuk. Yak, benar sekali. Crayon memiliki seorang adik perempuan! Ia bernama Nohara Himawari. Saya tidak tahu bagaimana awal mula Hmawari bisa hadir ditengah keluarga Nohara. Hal ini akibat saya tidak membaca jilid-jilid sebelumnya. Yah anggap saja Hima sudah muncul saja gitu deh ya.

Bagian kedua berjudul Saya dan Mama memiliki tujuh cerita pendek yang berdurasi empat halaman. Yang saya sukai dari bagian ini adalah kisah tentang Crayon yang ingin membuat prakarya dari kaleng bekas. Sayangnya, kaleng bekas tidak bisa ditemukan oleh Crayon meskipun ia sudah mencari ke seluruh penjuru rumah. Akhirnya, dengan membangunkan Mama yang sedang tidur, Crayon bermaksud mencari tahu bagaimana ia bisa mendapatkan kaleng sebagai modal awal membuat kerajinan tangan.

Semuanya sudah diambil tukang sampah tadi pagi, Crayon. (Halaman 17)

Bagian ketiga lagi-lagi adalah cerita spesial yang berjudul Crayon Sangat Aktif di Lapangan. Bagian ini memiliki dua cerita khusus. Saya menyukai cerita pertama berjudul Toko Sepatu Kecil di Kota Crayon yang mengisahkan tentang sebuah toko sepatu kecil yang ditinggalkan oleh pemiliknya sehingga istri dan anak pemilik itu yang harus melanjutkan. Awalnya memang penjualan tidak laku, namun berkat bantuan Crayon, Kazama, Masao, dan Bo yang menjadi peri sepatu, penjualan toko ini bisa meningkat pesat.

Orang-orang yang memakai sepatu dari toko sepatu kecil di kota tersebut, pasti merasa puas! Hal itu sudah diketahui oleh banyak orang. (Halaman 49)

Dag Dig Dug!! Kencan Bersama Kakak Nanako yang memiliki enam cerita adalah bagian keempat. Seperti judulnya, ternyata kali ini Crayon sudah memiliki tambatan hati pada seorang mahasiswi muda bernama Nanako. Sayangnya, saya menyukai cerita ketika Ibu Yoshinaga yang sakit tidak bisa masuk sekolah sehingga harus digantikan Ibu Akeo. Sekadar informasi, Ibu Akeo ini adalah guru baru di TK Aksi yang belum memegang kelas, sehingga ia menjadi pengganti ketika ada guru lain yang berhalangan. Kira-kira bagaimana ya?

Alasan kurang enak badan hanya dibuat-buat, pasti ada alasan lain. Misalnya bertemu Bapak Ishizaka, kekasihnya. (Halaman 73)

Adanya Kekuatan Ajaib adalah bagian kelima yang hanya memiliki satu cerita saja berjudul Perubahan Keluarga Nohara. Jadi intinya pada cerita ini, ada seorang(?) peri bernama Michel yang saya tidak tahu laki-laki atau perempuan sehingga pengucapan namanya menjadi seperti Michael (mai-khel) ataukah Michelle (mi-syel). Yang jelas, Michel inilah yang bertanggungjawab dengan tukar-jiwa yang dialami oleh keluarga Nohara. Saya suka dengan pesan moral yang disampaikan melalui cerita ini. Penasaran? Baca sendiri yah :)

Kalau ingin kembali seperti semula, tinggal sebut, saya ingin kembali seperti semula! Waktu saya sudah habis, saya ingin kembali. (Halaman 90)

Bagian terakhir sebagai penutup jilid ini berjudul Ginosuke Si Kakek Super, Tidak Tahan Menjaga Saya dan Hima memiliki enam cerita pendek. Benar sekali, lagi-lagi kakek Crayon, Kakek Ginosuke merepotkan keluarga Nohara karena datang menginap sesuka hati. Meskipun mertuanya sendiri, Mama merasa tidak suka dengan kehadiran Kakek karena Kakek tidak pernah membantu Mama dalam urusan rumah tangga sehingga Kakek dianggap merepotkan saja. Untuk urusan ini, Papa lah yang ditunjuk Mama untuk berbicara pada Kakek.

Papa! Papa boleh tinggal disini sampai kapanpun Papa mau. Hanya saja, Papa harus membantu pekerjaan apa saja! Misalnya, seperti menjaga anak atau mencuci piring. (Halaman 104)

Setelah tertinggal sebelas jilid, saya harus berusaha menyambung-nyambungkan tokoh yang bermain di jilid ini dibandingkan jilid yang terakhir saya baca. Untunglah pada bagian awal setelah daftar identitas buku, terdapat daftar tokoh-tokoh dalam komik Crayon Shinchan. Setelah tidak ada perubahan sejak jilid pertama (yang memuat tokoh Crayon, Mama, Papa, Putih, Kazama, Masao, Bo, Nana, Kepala Sekolah, dan Bu Yoshinaga), saya melihat bahwa di jilid ini sudah ada penambahan tokoh yaitu Himawari dan Bu Matsuzaka.

Himawari sebagai adik Crayon memang sudah seharusnya dicantumkan sebagai tokoh tetap yang akan muncul setiap jilid. Sedangkan Bu Matsuzaka, meskipun bukan wali kelas Crayon, tetap berperan penting sebagai guru TK. Selain itu, sekarang cerita-cerita casual khas kehidupan sehari-hari Crayon sudah diperpanjang menjadi empat halaman setelah sebelumnya hanya tiga halaman saja. Hal ini cukup berguna sih, karena tidak membuat cerita menjadi terburu-buru diakhiri.

Mata uang rupiah yang terus menerus disebutkan hingga jilid ini terpaksa tidak saya komentari lagi. Bagaimana ya, karena sudah sampai jilid ke-23 dan masih saja ada mata uang rupiah yang dikonversi ngawur membuat saya pasrah dengan kelanjutannya. Kalau ada perbaikan, ya alhamdulillah. Kalau tidak ada, ya sudah. Oh iya, pada cerita Bu Akeo harus menggantikan Bu Yoshinaga, Pak Kepala Sekolah menyebut kelas nol kecil. Padahal pada jilid-jilid sebelumnya disebutkan kelas bunga matahari. Apakah ini kekeliruan? Baiklah, mari lanjutkan ke jilid berikutnya!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus