Crayon Shinchan (Jilid 12)

covershinchan12

Judul: Crayon Shinchan (Jilid 12)

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 122

Terbit Perdana: Juni 2001

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Juni 2001

ISBN: 9799374170

cooltext-blurb

Crayon Shinchan adalah seorang anak TK berusia 5 tahun yang sangat nakal dan konyol. Kenakalannya melebihi anak-anak seusianya, sehingga sering membuat masalah pada orang-orang disekitarnya termasuk keluarga, guru, dan teman-temannya. Bagi para penggemar komik, Crayon Shinchan sangat pas untuk melengkapi koleksi. Jangan sampai ketinggalan untuk mengikuti kisah-kisahnya yang jenaka pada buku ini dan pada seri-seri berikutnya.

cooltext-review

Membicarakan kenakalan dan kejahilan Crayon seakan tiada habisnya. Menginjak jiid ke-12 ini, saya masih bisa tertawa membaca komik ini. Langsung saja deh, bagian awal sudah dibuka dengan cerita spesial, bukan dua cerita pendek seperti jilid sebelum-sebelumnya. Cerita spesial ini berjudul Crayon Bagaikan Pendeta Berumur Satu Tahun. Jadi ceritanya, Crayon adalah anak yang memiliki ukuran setinggi ibu jari dari pasangan suami istri Hiroshi & Misae. Suatu hari, ia mengikuti sayembara melindungi Putri Nana dari serangan raksasa jahat. Hmm seperti kisah Urashimataro kalau tidak salah nih.

Dengar dulu… Bagi yang berhasil lulus, akan diberikan hadiah berupa uang emas dan perak. (Halaman 9)

Bagian kedua sudah bercerita tentang dunia keseharian Crayon dan orang-orang disekelilingnya pada masa kini. Bagian ini berjudul Ada Permainan yang Sedang Populer. Dari sembilan cerita yang ada, saya menyukai cerita tentang Ibu Guru Matsuzaka yang mengeluh tentang pekerjaannya di TK. Mulai dari gaji kecil, dikerjain Crayon, hingga tidak punya kekasih. Tidak disangka, ada seorang laki-laki muda berparas menawan yang mengajak Bu Matsuzaka makan sepulang sekolah. Ternyata, ia adalah kepala TK Keanggunan yang bermaksud mengajak Bu Matsuzaka meninggalkan TK Aksi.

Oh tuan yang malang, biarpun gaji saya kecil, disana banyak anak yang memerlukan saya, bagi saya itu lebih penting dari apa pun. (Halaman 36)

Saya adalah Kameraman Terkenal dan Dapat Penghargaan Lagi dengan jumlah sembilan cerita adalah bagian ketiga dari jilid ini. Diantara kesembilan cerita itu, ada dua cerita yang menyambung ketika Papa yang telah bekerja keras membuat dokumen penting untuk kantor, justru tertinggal di rumah. Akhirnya, Crayon diminta mengantarkan dokumen tersebut karena Mama sedang sakit perut. Wah bagaimana kelanjutannya ya?

Dokumen perencanaannya dimana? Semalam sudah saya masukkan ke dalam amplop. (Halaman 54)

Selanjutnya, ada bagian keempat berjudul Ha.. Ha.. Ha.. Dag Dig Dug!! Petualangan Besar Crayon yang terdiri atas tiga cerita agak panjang. Berbeda dengan bagian sebelumnya, cerita ini khusus dan bukan ber-setting kehidupan sehari-hari. Saya menyukai cerita pertama yang berjudul Legenda Ikan Duyung. Jadi ceritanya Hiroshi, Misae, dan Crayon adalah keluarga yang hidup di atas kapal. Mereka berencana mencari lokasi tempat tinggal putri duyung yang konon tidak suka bertemu manusia dan misterius. Sayangnya, fakta tidak sesuai dengan teori yang Papa baca di buku.

Ikan duyung dulu ada banyak, Nak! Tapi manusia mengotori laut, sehingga putri duyung banyak yang sakit. Sekarang ya hanya kami-kami ini! (Halaman 74)

Bagian penutup adalah bagian yang memiliki sembilan cerita dengan judul Kakek Crayon Pergi dari Rumah!! Akhirnya ada lagi anggota keluarga lain dari Nohara yang ditampilkan disini, yaitu kakek Crayon dari garis keturunan Papa. Entah kebetulan atau tidak, kakek Crayon ini sama nyentriknya dengan Crayon. Mulai dari hobi menggoda perempuan cantik, hingga tingkah laku yang kekanakan. Sampai-sampai, Mama terkena imbas akibat Kakek yang menumpang sementara di rumah keluarga Nohara.

Saya mendapat teguran dari sekolah tentang kelakuan kakek dan juga dia mengusili para ibu-ibu cantik di lingkungan kita. Papa, saya sangat menyukainya. Ha.. Ha.. (Halaman 109)

Saya suka sekali apabila ada cerita khusus yang ditampilkan dalam komik Crayon Shinchan. Soalnya entah kenapa saya sudah mulai agak jenuh dengan keseharian Crayon yang itu-itu saja. Kalau tidak lingkungan rumah, sekolah, toko buku. Eh iya saya lupa, ada tempat yang biasa dikunjungi Crayon yaitu toko buku Kasugabe. Aah next time saja saya ungkap kejadian di toko buku ini hehehe.

Kembali lagi, dengan adanya cerita spesial, saya jadi merasa fresh meskipun tokoh yang berperan juga sama saja. Mulai dari Papa, Mama, Kazama, hingga teman-teman yang lain. Selain itu, adanya tokoh baru yang menggelikan yaitu kakek Crayon memberikan nuansa baru di komik ini. Karena saya rasa sudah saatnya ada tokoh yang dimunculkan agar tidak berkutat pada tokoh yang itu-itu saja. Dan saya senang, Usui-san menjawab keinginan saya pada jilid ini. Saya jadi menunggu tokoh mana lagi ya yang akan menjadi pengiring keseharian Crayon? Langsung cek jilid selanjutnya yuk :)

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*