Crayon Shinchan (Jilid 10)

covershinchan10

Judul: Crayon Shinchan (Jilid 10)

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 122

Terbit Perdana: Desember 2000

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Desember 2000

ISBN: 9799374138

cooltext-blurb

Crayon Shinchan adalah seorang anak TK berusia 5 tahun yang sangat nakal dan konyol. Kenakalannya melebihi anak-anak seusianya, sehingga sering membuat masalah pada orang-orang disekitarnya termasuk keluarga, guru, dan teman-temannya. Bagi para penggemar komik, Crayon Shinchan sangat pas untuk melengkapi koleksi. Jangan sampai ketinggalan untuk mengikuti kisah-kisahnya yang jenaka pada buku ini dan pada seri-seri berikutnya.

cooltext-review

Petualangan dan hal-hal konyol yang dilakukan oleh Crayon masih berlanjut pada jilid kesepuluh ini. Seperti biasanya, jilid ini juga teriri atas empat bagian utama yang masing-masing merangkum beberapa cerita pendek dengan durasi tiga halaman setiap cerita. Bagian pertama, masih berjudul Kelas Bunga Matahari dengan komposisi dua cerita. Yang saya sukai adalah cerita pertama ketika keluarga Nohara terjebak macet di tengah perjalanan pulang.

Yang menjadi masalah adalah Crayon kebelet buang air kecil yang kemudian berubah menjadi kebelet buang air besar. Papa yang panik mencari tempat berhenti justru semakin pusing saat mengetahui Mama juga dalam kondisi sudah tiga hari belum buang air besar. Untunglah, ada sebuah restoran ramen. Papa memutuskan berhenti untuk meminjam toilet sekaligus makan malam. Tetapi ada sedikit masalah…

Tadi untuk beli mainan Crayon, untuk makan siang, untuk membawa bekal, dan sekarang mau menggunakan uang sama sekali tidak ada, saya khawatir. (Halaman 5)

Sebelum menginjak bagian kedua, ada satu halaman khusus berjudul Akal-Akalan Crayon Terus Berlangsung yang memberikan cuplikan kelakuan Crayon ketika menggoda perempuan-perempuan cantik. Cuplikan tersebut berasal dari jilid komik sebelum-sebelumnya. Kemudian bagian kedua mengambil judul Lelucon Crayon di TK Membuat Tertawa Terbahak-Bahak yang terdiri atas sebelas cerita. Yang menggelikan bagi saya adalah pengalaman Ibu Guru Matsuzaka di sebuah department store akibat ulah Crayon. Bagaimana tidak, beliau sudah merencanakan dengan matang apa yang hendak dilakukannya selama disana. Tak disangka, semuanya berantakan akibat Crayon yang masih belum sadar bahwa itu adalah ibu gurunya sendiri.

Untuk mendapatkan perasaan seperti ini, saya setiap hari minggu berbaris paling pertama di depan toko ini. (Halaman 39)

Crayon dan Teman TK Rekreasi ke Pantai adalah judul bagian ketiga dengan komposisi sebelas cerita juga. Tidak seperti judul bagiannya, saya justru menyukai cerita ketika keluarga Nohara bermain di kolam renang umum. Saking panasnya, mereka bertiga (Papa, Mama, dan Crayon) beristirahat dengan tidur di tepi kolam renang. Entah bagaimana, Crayon yang memiliki cara tidur amat buruk harus mengalami tragedi. Padahal, saat itu Crayon masih belum pandai berenang. Wah kira-kira apa ya tragedinya?

Hati-hati, diawasi cara tidurnya, jangan sampai jatuh ke pinggir kolam. (Halaman 74)

Penutup jilid ini adalah bagian keempat dengan judul Crayon dan Si Putih adalah Teman yang Sangat Akrab yang memiliki jumlah cerita paling banyak, yaitu 14 cerita. Sayangnya, tidak semuanya berkisah tentang Putih. Bahkan saya menyukai cerita saat Kazama merasa tertekan akibat paksaan ibunya untuk les. Ia merasa ingin istirahat sejenak dari rutinitas dan bersenang-senang. Sayangnya, ibunya tidak setuju. Akibatnya, Kazama kabur dari rumah.

Ingin istirahat bukan, tetapi sekarang kamu harus belajar yang rajin kalau mau masuk SD, karena itu harus ikut les! (Halaman 86)

Secara umum, saya menyukai komik Crayon Shinchan jilid ini. Crayon masih tetap konyol, masih tetap menghibur, dan masih bisa membuat saya cengengesan. Yang saya sukai adalah sudah mulai banyak tokoh lain yang menjadi pusat cerita, meskipun Crayon juga tetap ada namun ia hanyalah pendukung. Mulai dari Ibu Guru Matsuzaka, Kazama, dan lain-lain. Saya juga cenderung lebih menyukai cerita dengan lingkungan atau tokoh yang berasal dari dunia TK-nya Crayon daripada keluarga Crayon sendiri.

Sayangnya, saya agak kurang nyaman dengan isu KDRT (Kekerasan dalam Rumah Tangga), khususnya keluarga Nohara. Bagaimana tidak, tokoh Mama mudah sekali menggunakan kekerasan kepada Crayon. Padahal kalau dilihat lebih jauh, kenakalan Crayon juga tidak terlalu parah buanget yang pantas mendapatkan kekerasan. Mulai dari jitakan di kepala sampai benjol, cubitan di wajah, hingga pukulan di pantat. Jika ketahuan Komisi Perlindungan Anak Indonesia, pasti terkena pidana tuh hehe.

Saya juga sadar sih sebenarnya hal itu yang membuat lucu dalam (sebagian besar) cerita komik Crayon Shinchan. Tetapi lama-lama jadi heran, apakah ibu-ibu di Jepang seperti itu apabila memiliki anak seperti Crayon? Entahlah. Yang jelas saya kurang menyukai kekerasan kepada anak dibawah umur yang dilakukan oleh Mama. Hal ini berbeda dengan Papa yang hanya berteriak ataupun memarahi sambil menggerutu kepada Crayon ketika Crayon melakukan kesalahan. Saya rasa ini masih lebih baik daripada Mama yang langsung main tangan pada anaknya sendiri. Sudah ah, kok malah ngomongin mamanya Crayon. Ayo lanjut baca jilid berikutnya :D

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus