Crayon Shinchan (Jilid 9)

covershinchan9

Judul: Crayon Shinchan (Jilid 9)

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 122

Terbit Perdana: November 2000

Kepemilikan: Cetakan Pertama, November 2000

ISBN: 979937412X

cooltext-blurb

Crayon Shinchan adalah seorang anak TK berusia 5 tahun yang sangat nakal dan konyol. Kenakalannya melebihi anak-anak seusianya, sehingga sering membuat masalah pada orang-orang disekitarnya termasuk keluarga, guru, dan teman-temannya. Bagi para penggemar komik, Crayon Shinchan sangat pas untuk melengkapi koleksi. Jangan sampai ketinggalan untuk mengikuti kisah-kisahnya yang jenaka pada buku ini dan pada seri-seri berikutnya.

cooltext-review

Haloo berjumpa lagi dengan resensi komik Crayon jilid kesembilan. Sebenarnya saya agak menyesal tidak mengoleksi seri ini lengkap mulai jilid pertama dan berurutan terus. Maklum, masa lalu saya hanya beli ketika ada uang saku lebih, itupun harus dikumpulkan dulu. Pada masa itu, komik Crayon Shinchan ini cukup langka sehingga menemuinya di pasaran sungguh keberuntungan. Kok malah curcol. Yasudah lah ya masuk ke isi komik ini saja.

Seperti biasa, bagian awal merupakan pembukaan dengan dua cerita pendek dengan judul Kelas Bunga Matahari. Salah satu cerita kesukaan saya adalah ketika keluarga Nohara bermain bowling. Saya baru tahu ternyata di arena bowling bisa pesan sepatu yang digunakan untuk bermain. Seperti biasanya pula, ulah Crayon yang berbuat usil dan seenaknya menjadikan arena bowling itu “meriah” dan sangat “semarak” sampai-sampai pemilik arena “terpukau” dengan kehebohan keluarga Nohara.

Tolong sepatu dengan ukuran seratus juta cm, pokoknya seperti sepatu untuk robot! (Halaman 4)

Pada akhir bagian pembuka ini, ada satu halaman khusus yang berjudul Peta Perubahan Bentuknya Crayon. Bukan maksudnya Crayon berubah wujud jadi makhluk gaib, melainkan daftar beberapa kostum Crayon yang menjadi “bentuk” lain. Mulai dari ayam, anjing, gajah, es krim, dan lain sebagainya. Hebat juga ya Crayon ini daya kreativitasnya kalau dipikir-pikir. Tetapi kelakuannya yang bikin senewen juga nggak bagus hehehe.

Bagian kedua memiliki judul Akhirnya Mama Berhasil Mendapatkan Surat Ijin Mengemudi (SIM) Mobil yang terdiri atas 13 cerita. Seperti judulnya, awal bagian ini adalah cerita mengenai Mama yang berusaha lulus tes mengemudi. Setelah jatuh bangun dan melalui rintangan berat (akibat ulah Crayon, tentu saja), akhirnya Mama lulus. Nah, bermaksud sombong, Mama ingin mengantar Crayon ke TK menggunakan mobil. Kira-kira Mama berhasil atau tidak ya?

Mama tidak bisa lewat karena pintu gerbangnya kecil sekali, kamu tahu kan rumah orang Jepang kecil-kecil, jalannya sempit-sempit…, apalagi pemerintahannya. (Halaman 43)

Crayon, Ayo Kita Tertawa dengan Lantang, Ha… Ha… Ha… adalah judul bagian ketiga yang memiliki sebelas cerita pendek. Setelah gagal bermain bowling dengan tenang, keluarga Nohara pergi tamasya saat musim salju. Mereka berencana bermain ski dan permainan salju lainnya. Tidak tanggung-tanggung, mereka menginap di sebuah hotel mewah yang bisa dikatakan mahal sekali untuk keuangan keluarga Nohara. Kira-kira bagaimana bisa ya?

Karena temanku bekerja sebagai manager di hotel ini, ia mendapat diskon karyawan dengan mengatakan bahwa kita saudaranya, kita juga dapat menginap disini dengan harga murah. (Halaman 66)

Bagian terakhir komik ini berjudul Crayon Shinchan Kalau Dipuji Seperti Itu… Saya Jadi Malu yang memuat 12 cerita dengan durasi masing-masing tiga halaman. Kesukaan saya bukan lagi yang melibatkan tokoh keluarga, melainkan tokoh teman-teman Crayon. Benar sekali, cerita ini ber-setting di TK Aksi. Jadi intinya suatu hari Crayon dan Kazama bertengkar hebat akibat permasalahan sepele khas anak-anak. Saya baru menyadari juga di komik ini, Kazama cukup membuat sebal Bu Guru Yoshinaga. Namun yang menggelikan adalah Bu Guru Yoshinaga bukannya melerai mereka berdua dengan bijaksana, justru ikut emosi akibat kegaduhan ini.

Sudah cukup kalian berdua! Kalau tidak segera menghentikan perkelahian ini biar nanti saya bom kalian berdua sampai hancur! Dasar!! (Halaman 117)

Satu yang saya mulai sadari sejak beberapa kali membaca dan meresensi komik Crayon Shinchan adalah adanya ketidaksesuaian antara judul awal bagian dengan setiap cerita di dalamnya. Kalaupun sesuai, hanya beberapa cerita awal saja. Setelah itu tidak nyambung sekali. Sayangnya, satu judul bagian ini digunakan untuk semua cerita yang terangkum di dalamnya, hanya dibedakan melalui nomor. Alangkah lebih baik jika setiap cerita ada judulnya tersendiri.

Kemudian lagi-lagi saya menemukan mata uang rupiah disebut-sebut dalam berbagai kesempatan. Saya jadi agak terusik dan mengernyit karena hal ini. Berulang kali saya berkata pada diri saya agar membiarkan kesalahan ini. Tetapi otak saya memprosesnya dengan cermat. Akibatnya saya jadi rada emosi juga.

Oh iya saya agak bingung dengan penyebutan nama bensin ketika Mama berhenti di SPBU untuk mengisi bensin. Di halaman 50, petugasnya bertanya apakah Mama ingin mengisi premium atau premix. Premix itu apa ya? Saya belum pernah menjumpai istilah itu dalam dunia per-bensin-an Indonesia. Kemudian pada halaman 75, saat acara melihat bunga sakura, terdapat kesalahan penulisan keluarga Nohara, namun saya tahu pasti bahwa maksudnya adalah keluarga Sakurada, keluarganya Nana. Mana yang benar nih?

Namun terlepas dari kekurangan itu, saya menyukai bagaimana Crayon memberikan keberuntungan ataupun hal baik yang tidak ia sadari. Meskipun dari satu sisi kelakuannya menyebalkan sekali, dari sisi lain menunjukkan bahwa sebenarnya Crayon adalah anak kecil yang kadang bisa memberikan hal positif kepada oran lain. Inilah alasan saya menyukai tokoh Crayon. Nah, lanjut baca jilid berikutnya yuk!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus