Crayon Shinchan (Jilid 6)

covershinchan6

Judul: Crayon Shinchan (Jilid 6)

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 122

Terbit Perdana: Juli 2000

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Juli 2000

ISBN: 9799374065

cooltext-blurb

Crayon Shinchan adalah seorang anak TK berusia 5 tahun yang sangat nakal dan konyol. Kenakalannya melebihi anak-anak seusianya, sehingga sering membuat masalah pada orang-orang disekitarnya termasuk keluarga, guru, dan teman-temannya. Bagi para penggemar komik, Crayon Shinchan sangat pas untuk melengkapi koleksi. Jangan sampai ketinggalan untuk mengikuti kisah-kisahnya yang jenaka pada buku ini dan pada seri-seri berikutnya.

cooltext-review

Halo halo, kembali lagi dengan resensi komik anak lima tahun yang nakal amit-amit hehehe. Langsung saja, jilid keenam komik Crayon Shinchan ini dibuka dengan cerita spesial berjudul Topeng Aksi vs Setan Abu-Abu dengan jumlah 28 halaman. Apabila tiga jilid sebelumnya yang saya baca biasa dibuka dengan dua cerita pendek, kali ini ada cerita khusus yang cukup panjang.

Jadi kisahnya bermula ketika keluarga Nohara mengunjungi sebuah tempat wisata yaitu rumah Topeng Aksi (biasa disebut pahlawan bertopeng di stasiun televisi swasta kita). Di dalamnya, Crayon hampir menabrak cermin karena kurang hati-hati. Untung saja Mama, Papa, dan Putih berhasil menghentikannya. Namun sesungguhnya hal aneh mulai terjadi pada saat itu, karena Topeng Aksi yang hanya karakter fiksi menjadi nyata di dunia Crayon! Wah bagaimana ya?

Hall makhluk asing adalah menghubungkan dunia makhluk asing itu dengan dunia tempat tinggal kita. (Halaman 12)

Meninggalkan kisah Topeng Aksi tersebut, bagian kedua berjudul Pengalaman Pertama Saya Ke Luar Negeri yang terdiri atas sembilan cerita pendek. Tiga cerita awal mengisahkan perjalanan keluarga Nohara (tanpa Putih, tentu saja) yang liburan ke Guamu (saya juga tidak tahu dimana ini) karena Mama memenangkan sayembara undian berhadiah. Sayangnya, pengalaman mereka bertiga berwisata ke luar negeri tidak dapat berjalan mulus karena ulah Crayon yang semakin merepotkan. Mulai kepanikan saat di bandara, di dalam pesawat, hingga di lokasi liburan dan kepulangan.

Punya saya pasti mudah ketemu, karena kopernya pakai bikini. (Halaman 37)

Bagian selanjutnya adalah kumpulan kisah pendek tiga halaman dengan judul  utama Crayon yang Tak Terkalahkan, Hari Ini Pun Let’s Go! Yang memiliki sebelas cerita. Pada bagian ini, kesukaan saya adalah ketika Crayon berurusan dengan seorang salesgirl sebuah perusahaan. Entah kenapa, si salesgirl ini seperti (maaf) banci. Saya kurang mengerti dengan budaya dan peraturan Jepang, namun dari ceritanya sepertinya banci adalah hal yang tidak umum di masyarakat. Pada cerita kali ini, Crayon tidak terlalu tampil, namun keterlibatannya secara tidak sengaja menjadi malapetaka si salesgirl ini.

Saya adalah perempuan yang monopoli bisnis top di perusahaan bohongan! Saya adalah salesgirl bujangan 27 tahun neraka atau surga. (Halaman 67)

Bagian terakhir komik ini memiliki judul Penemuan Baruku yang Menyenangkan yang terdiri atas sepuluh cerita pendek dengan jumlah masing-masing tiga halaman. Favorit saya pada bagian ini adalah cerita pertama ketika Crayon sakit perut dimalam hari. Hal ini membuat Papa dan Mama cukup panik dikarenakan keadaan Crayon yang tidak kunjung sembuh. Oleh karena itu, Papa dan Mama bermaksud memanggil ambulans untuk membawa Crayon ke rumah sakit.

Setelah makan malam, makan senbe, terus es krim, terus coklat, terus permen, dan lupa yang lainnya. (Halaman 93)

Secara umum, saya menyukai adanya cerita spesial mengenai Topeng Aksi di bagian awal tersebut. Kalau dalam format anime, cerita itu menjadi movie mungkin ya. Tetapi kostum dari musuh Topeng Aksi, Setan Abu-Abu dan bawahannya yang “tidak lumrah” kemungkinan akan disensor oleh KPI hehehe. Oh iya, melalui cerita ini saya juga bisa mengenal Topeng Aksi dengan lebih baik. Karena sebelumnya hanya sekadar idola Crayon saja. Sedangkan cerita lainnya, yah tetap lucu dengan banyolan dan kelakuan Crayon yang seperti itu hehehe.

Oh iya sayangnya saya menjumpai halaman yang cacat di komik ini. Pada halaman 18, cetakannya terbalik. Sehingga saya harus membaca bagian ini dengan menghadapkan ke cermin. Saya kurang mengerti apakah memang kualitas cetakannya sedang terganggu atau apa, namun kenyamanan saya membaca sedikit terganggu meskipun hanya satu halaman yang bermasalah.

Mata uang rupiah yang sering sekali disebut membuat saya selalu mengernyit ketika membacanya. Bukan apa-apa, sesugguhnya boleh-bolehs aja menerjemahkan mata uang yen menjadi rupiah. Namun kok rasanya janggal sekali membaca cerita Crayon dengan budaya dan hal-hal Jepang lain kemudian ada nyempil penyebutan harga dengan satuan rupiah. Kalau saya boleh usul sih, sebaiknya tetap pakai yen saja. Sekian resensi saya kali ini. Tunggu komentar jilid selanjutnya dari saya ya. Sayonara~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*