Crayon Shinchan (Jilid 1)

covershinchan1

Judul: Crayon Shinchan (Jilid 1)

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 122

Terbit Perdana: Februari 2000

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Februari 2000

ISBN: 9799374014

cooltext-blurb

Crayon Shinchan adalah seorang anak TK berusia 5 tahun yang sangat nakal dan konyol. Kenakalannya melebihi anak-anak seusianya, sehingga sering membuat masalah pada orang-orang disekitarnya termasuk keluarga, guru, dan teman-temannya. Bagi para penggemar komik, Crayon Shinchan sangat pas untuk melengkapi koleksi. Jangan sampai ketinggalan untuk mengikuti kisah-kisahnya yang jenaka pada buku ini dan pada seri-seri berikutnya.

cooltext-review

Pada umumnya, anak-anak adalah pribadi yang menyenangkan dan mudah disukai orang lain. Apalagi jika masih usia dibawah tujuh tahun seringkali menggemaskan. Namun bagaimana jika anak-anak berusia lima tahun memiliki sifat yang konyol dan seringkali menyebalkan? Hal inilah yang disuguhkan Usui Yoshito dalam komik karangannya ini. Sesuai yang tertulis pada blurb di atas, Crayon Shinchan adalah komik yang menceritakan keseharian seorang anak usia lima tahun bernama Nohara Shinnosuke yang biasa dipanggil Shin-chan. Di komik ini panggilannya Crayon, jadi saya mengikuti versi komik saja ya.

Awal komik ini adalah pembukaan dengan judul bab Kelas Bunga Matahari yang terdiri atas dua cerita. Cerita yang saya sukai pada bagian pembukaan ini adalah ketika Mama Crayon, Nohara Misae, sedang mencari lipstik. Karena tak kunjung ketemu, Mama memanggil Crayon siapa tahu ia melihat. Dan ternyata, lipstik itu digunakan Crayon untuk bermain “sesuatu” yang mencengangkan.

Mama marah karena kamu ambil barang orang lain tanpa ijin dan memakainya untuk main-main. (Halaman 9)

Bagian selanjutnya sudah ada judul tersendiri, yaitu Mama Saya Seperti Seorang Teman Loh… Bagian 1 yang terdiri atas 15 cerita bernomor 1 hingga 15 dengan komposisi tiga halaman tiap cerita. Mayoritas (bahkan saya rasa semuanya) fokus pada keseharian Crayon bersama keluarga Nohara, khususnya Mama. Yang saya sukai pada bagian pertama ini adalah ketika Mama dan Crayon berbelanja ke mall. Ada seorang anak yang merengek minta dibelikan sepeda. Meniru anak itu, Crayon meminta pada Mama namun dengan cara yang “berbeda” jauh.

Mama kasih tahu ya… Percuma kamu merengek. Mama bukan ibu yang suka memanjakan anak seperti itu. (Halaman 39)

Bagian ketiga berjudul Mama Saya Seperti Seorang Teman Loh… Bagian 2 yang terdiri atas 17 cerita bernomor 16 sampai 32 dengan komposisi tiga halaman tiap cerita. Untuk bagian ini, ada tokoh baru yang dimunculkan selain Nohara Hiroshi, papa Crayon dan Mama. Ada yang tahu? Benar sekali, anjing yang menemani Crayon bernama Shiro (dalam komik ini disebut sebagai Putih, karena arti nama shiro dalam bahasa Jepang adalah putih). Meskipun berawal dengan prahara, Mama sempat memberi peringatan kepada Crayon tentang kelalaiannya pada si Putih. Wah kenapa ya?

Akhir-akhir ini kamu kurang perhatikan Si Putih ada apa sih? (Halaman 105)

Bagian penutup komik Crayon Shinchan edisi perdana ini berjudul Taman Kanak-Kanak adalah Surga. Benar sekali, penutup dengan isi empat cerita ini menceritakan kejadian yang dialami Crayon di TK Aksi, tempatnya bersekolah. Tokoh baru bernama Nana, Kazama, Masao, Bo, Ibu Yoshinaga, dan Pak Kepala Sekolah mulai muncul. Empat cerita ini mengambil fokus pada “kondisi” Pak Kepala Sekolah yang kesulitan menjadi seorang guru sekaligus pemimpin TK Aksi.

Sejak bekerja anak-anak tidak mau mendekati saya. (Halaman 113)

Komik ini sudah saya miliki sejak lama. Mungkin satu dekade yang lalu. Tetapi saya baca ulang sekaligus ingin meresensinya. Ternyata saya tetap bisa terhibur membaca komik Crayon Shinchan meskipun hanya nyengir saja. Saya juga merasa bahwa Shin-chan, eh Crayon adalah satu-satunya karakter anak kecil usia TK yang membekas dalam benak saya. Overall, komik ini cukup menghibur sebagai perkenalan mengenai Shin-chan, eh Crayon dan lingkungannya.

Sayangnya, yang menjadi kekecewaan saya terhadap komik ini adalah mengenai penerjemahannya. Bukan karena sangat acakadut dan tidak rapi, tetapi lebih pada penggunaan nama dan istilah. Maklum saya sudah menonton anime Crayon Shinchan di stasiun televisi swasta sebelum membaca komik ini. Jadi yang menjadi pertanyaan saya adalah mengenai penamaan tokoh yang berbeda dari komik aslinya.

Sebut saja tokoh utama komik ini, Shin-chan, yang bernama asli Nohara Shinnosuke justru dipanggil sebagai Crayon (nggak sekalian cat air, pensil warna? LOL!). Kemudian Shiro menjadi Putih, Kazao menjadi Kazama, dan Nene menjadi Nana. Saya pribadi sih lebih menyukai versi aslinya, karena sudah terbiasa. Oh iya ada yang tidak konsisten yaitu panggilan Mama. Terdapat penulisan “bantu Ibu” pada halaman 27 sedangkan ada tulisan “bantu Mama” pada halaman 32.

Selanjutnya adalah penggunaan mata uang rupiah di komik ini. Aduh menurut saya tidak perlu dikonversi mata uang yen menjadi mata uang Indonesia (yang saya yakin itu ngawur konversinya). Biarlah apa adanya tanpa perlu diubah terlalu jauh. Yang lebih aneh lagi, ada satu cerita dimana Mama dan Shin-chan, eh Crayon berada di Stasun Gambir! Maksud lo? Mereka berdua sedang ada di Jakarta atau bagaimana? Saya tahu pasti mereka tidak sedang berada di Indonesia. Tapi plis jangan ekstrim juga kalau menerjemahkan.

Sayangnya, saya tidak tahu siapa penerjemah dan editornya sehingga jadi sebel sendiri ketika membacanya. Identitas buku komik ini sangat minim. Hanya penerbit, ISBN, komikus, dan terbit perdana saja yang dicantumkan. Penerjemah ataupun editornya tidak tertulis. Entahlah saya tidak tahu apa alasan penerbit tidak mencantumkannya.

Terlepas dari berbagai hal janggal tersebut, saya bisa menikmati komik ini. Humornya segar dan pembaca menjadi terhibur meskipun didalam cerita Mama sedang marah-marah kepada Shin-chan, eh Crayon. Oh iya, komik ini memang benar-benar harus dibaca oleh orang 17 tahun keatas, alias bukan untuk konsumsi anak-anak. Selain bertaburan hal-hal pornografi dan pornoaksi, sifat dan kelakuan Crayon kebanyakan tidak patut ditiru, meskipun ia masih anak-anak. Yuk lanjut baca jilid berikutnya!

Penilaian Akhir:

★★

goodreads badge add plus