Crayon Shinchan (Jilid 5)

covershinchan5

Judul: Crayon Shinchan (Jilid 5)

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 122

Terbit Perdana: Juni 2000

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Juni 2000

ISBN: 9799374057

cooltext-blurb

Crayon Shinchan adalah seorang anak TK berusia 5 tahun yang sangat nakal dan konyol. Kenakalannya melebihi anak-anak seusianya, sehingga sering membuat masalah pada orang-orang disekitarnya termasuk keluarga, guru, dan teman-temannya. Bagi para penggemar komik, Crayon Shinchan sangat pas untuk melengkapi koleksi. Jangan sampai ketinggalan untuk mengikuti kisah-kisahnya yang jenaka pada buku ini dan pada seri-seri berikutnya.

cooltext-review

Crayon hadir kembali dalam pengalamannya sehari-hari pada komik jilid kelima ini. Seperti jilid-jilid sebelumnya (yang hanya saya baca jilid pertama dan kedua saja), bagian awal adalah pembuka dengan judul Kelas Bunga Matahari yang terdiri atas dua cerita. Salah satu cerita yang menarik bagi saya adalah ketika keluarga Nohara berwisata ke kebun binatang. Yah namanya saja wisata keluarga, seharusnya bisa berlangsung dengan nyaman dan menyenangkan. Namun baru saja tiba di lokasi, Crayon sudah membuat jengkel Mama dan Papa.

Untuk aku, Papa, dan Mama. Papa yang suka mabuk dan Mama yang tidak bisa buang air besar. (Halaman 4)

Pada halaman terakhir bagian pertama tadi, terdapat satu halaman berjudul Ilustrasi Crayon Shinchan yang menyuguhkan fisik Crayon mulai ujung kepala hingga kaki. Wah kira-kira ada hal menarik apa ya hehe. Selanjutnya bagian kedua berjudul Aku adalah Superhero Taman Kanak-Kanak yang memiliki 13 cerita pendek berdurasi tiga halaman. Berbeda dengan kedua jilid yang (saya baca) sebelumnya, semua cerita bagian ini tidak hanya tentang kehidupan sekolah. Yang saya sukai ketika Crayon tanpa sengaja (atau memang hoki) bertamu ke rumah Nana. Sayangnya, hanya ada mama Nana (yang terkenal lemah lembut dan sabar) di rumah. Namun, benarkah demikian?

Crayon sudah waktunya makan siang loh, mamamu pasti sudah menunggu. (Halaman 43)

Bagian ketiga ada 13 cerita juga yang terangkum dengan judul Mama dan Crayon Saling Menepati Janji. Salah satu favorit saya adalah cerita mengenai Mama yang sedang sakit pinggang. Mengetahui Mama sedang sakit, Crayon bermaksud menemani Mama periksa ke dokter. Sayangnya, bukannya menjadi anak penurut dan membantu Mama, Crayon justru berbuat yang aneh-aneh disana.

Sama seperti celana dalam Mama dong, ronsen sama dengan celana dalam Mama. (Halaman 66)

Bagian terakhir yang berjudul Crayon dan Mama Senam Pagi dengan kompilasi sepuluh cerita terasa cukup menarik. Saya suka ketika ada dua cerita yang berkaitan di bagian ini, yaitu saat Ibu Yoshinaga, wali kelas Crayon, sakit perut saat di sekolah. Crayon yang saat itu hanya berdua dengan beliau, memanggil bala bantuan ke ruang guru. Di sana hanya ada Ibu Matsuzaka, wali kelas bunga mawar. Meskipun kedua guru tersebut memiliki kebiasaan saling bertengkar dan adu mulut, rupanya Ibu Matsuzaka mengkhawatirkan Ibu Yoshinaga. Aaw so sweet.

Tentu saja tak akan bisa kalau sendirian. Cepat sembuh, aku nanti tidak punya teman bertengkar. (Halaman 109)

Begitulah akhir dari komik jilid kelima Crayon Shinchan ini. Keseharian Crayon yang konyol dan sering membuat jengkel orang lain sesungguhnya bukan hal yang patut ditiru. Namun justru disitulah letak keunikan karakter Crayon dalam kehidupannya. Dari segi artwork, memang tidak sebagus manga tipe shoujo yang bermata belo dan tubuh indah semampai. Namun gambar yang sederhana dan tidak “berat” dipandang memberikan nuansa bahwa ini memang komik yang lucu.

Bicara tentang tampilan, saya agak menyayangkan mengapa komik ini dicetak dengan tipe yang dibuka dari kanan. Yah mungkin 15 tahun yang lalu masih tidak umum sebuah buku yang dibuka dari kiri, termasuk komik. Nah, versi dibuka dari kanan di Indonesia ini merupakan pembalikan dari versi komik di Jepang yang dibuka dari kanan. Otomatis semua gambar sisi kanan menjadi sisi kiri dan sebaliknya. Jadi saya agak aneh saat membaca disebut tangan kiri namun di gambarnya menunjukkan tangan kanan. Secara keseluruhan komik jilid kelima ini saya suka kok. Sudah tidak seabsurd jilid sebelumnya (yang saya baca).

Penilaian Akhir:

★★

goodreads badge add plus