Crayon Shinchan (Jilid 2)

covershinchan2

Judul: Crayon Shinchan (Jilid 2)

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 122

Terbit Perdana: April 2000

Kepemilikan: Cetakan Pertama, April 2000

ISBN: 9799374022

cooltext-blurb

Crayon Shinchan adalah seorang anak TK berusia 5 tahun yang sangat nakal dan konyol. Kenakalannya melebihi anak-anak seusianya, sehingga sering membuat masalah pada orang-orang disekitarnya termasuk keluarga, guru, dan teman-temannya. Bagi para penggemar komik, Crayon Shinchan sangat pas untuk melengkapi koleksi. Jangan sampai ketinggalan untuk mengikuti kisah-kisahnya yang jenaka pada buku ini dan pada seri-seri berikutnya.

cooltext-review

Keseharian Crayon masih banyak lho. Pada jilid kedua ini, kekonyolan (dan kenakalan) Crayon makin menjadi-menjadi. Seperti pada jilid sebelumnya, awal komik ini adalah bagian berjudul Kelas Bunga Matahari yang terdiri atas dua cerita, dan ada bonus komik strip empat kolom di akhir bagian ini. Yang saya sukai adalah ketika keluarga Nohara bermain ski pada musim salju. Semenjak Crayon lahir, Papa dan Mama belum pernah main ski lagi. Crayon yang baru pertama kali main ski diajari oleh Papa agar tidak kesulitan.

Lihat dia makan salju! Tolong ya, jangan seperti anak anjing! (Halaman 7)

Pada bagian pertama yang berjudul Saya dan Mama Berteman Loh… terdiri atas 15 cerita. Masing-masing cerita pendek ini memiliki jumlah tiga halaman saja. Dari sekian banyak cerita itu, saya suka pada cerita ketika Mama hendak menasehati Crayon karena kenakalannya. Ketika dipanggil, Crayon bukannya segera menghadap, tetapi justru membentak Mama sambil berkata ia sedang sibuk. Ternyata, Crayon sedang sibuk “bermain” sesuatu.

Peraturan nomor 10 jangan memainkan bra Mama. (Halaman 40)

Selanjutnya menginjak bagian kedua adalah kumpulan kisah sehari-hari Crayon pada judul Saya Anak Angin Crayon Anak yang Kuat yang memiliki sebelas cerita. Pada bagian ini, yang saya sukai adalah cerita saat keluarga Nohara hendak berbelanja bersama di mall pada sore hari. Pada cerita ini sudah diperlihatkan bagaimana watak Mama yang berpikir cermat dan teliti dalam urusan hemat berbelanja. Sayangnya, acara berbelanja tidak sesantai yang diperkirakan akibat Crayon yang bikin gara-gara.

Kita datang jam 5 sore lalu keliling toko. Setelah itu, bahan makanan pasti akan didiskon sebelum toko tutup!!! Baru kita gerak cepat membeli yang banyak!! (Halaman 70)

Bagian terakhir komik ini adalah Sekolah yang Menyenangkan Seperti Surga yang terdiri atas sepuluh cerita pendek yang masing-masing berdurasi tiga halaman. Seperti edisi sebelumnya, bagian ini khusus menyoroti dunia TK tempat Crayon bersekolah. Salah satunya adalah ketika Masao bermaksud pulang bersama Crayon karena ada anak SD yang sering menjahili Masao. Awalnya Crayon berkata akan melindungi Masao. Namun pada akhirnya semua berakhir tidak sesuai yang diharapkan.

Pokoknya saya mau pulang bareng kamu saja. Saya takut pulang sendiri. (Halaman 102)

Pada jilid kedua komik Crayon Shinchan ini, saya sudah mulai mengenal dengan jelas mengenai para tokohnya. Mulai dari Crayon, Misae (Mama), Hiroshi (Papa), dan teman-teman Crayon. Komik ini memang berformat lepas alias bisa dinikmati dari halaman mana saja alias tidak harus runtut mulai depan hingga belakang. Cocok sekali apabila dijadikan pelepas stress karena ceritanya kocak dan tidak perlu mengingat cerita sebelumnya karena tidak saling berhubungan.

Terlepas dari gambarnya yang lucu dan usia tokoh utama yang masih anak-anak, konten dalam komik ini memang seharusnya bukan konsumsi anak-anak. Mulai dari gadis-gadis seksi berbikini, ciuman bibir, penggambaran alat kelamin (milik Crayon tentu saja), hingga adegan seks (foreplay) yang cukup jelas diperlihatkan. Apabila bukan pembaca berusia dewasa yang menikmati komik ini, maka dikhawatirkan akan memberi pengaruh buruk bagi anak-anak.

Penilaian Akhir:

★★

goodreads badge add plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*