Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 24)

coveryakitate24

Judul: Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 24)

Komikus: Hashiguchi Takashi

Penerjemah: Ervin Kurniawati

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 187

Terbit Perdana: 2011

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2011

ISBN: 9786020014173

cooltext-blurb

Sang juri, Kuroyanagi berubah wujud jadi Yuichi Kirisaki! Bagaimana cara Azuma mengatasi krisis dan situasi tanpa harapan yang belum pernah terjadi selama ini!? Kepintaran dan keberanian Azuma, lalu perasaannya pada teman-temannya, membuka pintu pada reaksi baru!

cooltext-review

Jilid ini dibuka dengan kelanjutan pertandingan ke-11 “Yakitate!! 25”. Sekarang saatnya juri Kuroyan mencicipi roti buatan Azuma. Sayangnya, akibat mencicipi roti buatan Meister, Kuroyanagi berubah menjadi Yuichi Kirisaki (iya benar, berubah secara fisik dan sifat jahatnya juga). Bahkan karena hal ini, Kuroyan yang telah menjadi Kirisaki (disebut Kurorin oleh Shigeru) enggan mencicipi roti Azuma dan berniat langsung mengumumkan juara. Untunglah, berkat kelihaian Azuma, rotinya tetap dimakan oleh Kurorin.

Fenomena ini hanya muncul pada roti dari tepung berkualitas tertinggi, selesai dalam kondisi yang paling sempurna, dan dipanggang dalam suhu paling ideal!! (Halaman 26)

Setelah pertandingan ke-11 “Yakitate!! 25” usai dan menyisakan kejanggalan, perhelatan duel maut ini dihentikan sementara waktu akibat sang sponsor, Yuichi Kirisaki, dilarikan ke rumah sakit serta melihat tingkat berbahayanya reaksi yang disebabkan Kuroyanagi. Hal ini membuat Azuma cs memiliki sedikit waktu untuk menyadarkan Yuichi Kirisaki akibat gopan yang telah dibuatnya. Kawachi dan Meister yang telah terbebas dari pengaruh buruk tidak membuat Yuichi ikut terbebas pula. Hal ini sungguh mengherankan karena kepribadian seseorang berubah akibat mengonsumsi roti semata.

Roti pun kalau dibuat juru roti jempolan dengan penuh perasaan, tidak heran kalau punya kehendak sendiri. (Halaman 70)

Karena ingin menyembuhkan Yuichi seperti sedia kala, Azuma berniat meminta tolong dari kakeknya. Kakek Azuma (selain kakek Umatarou dan Umasaburou yang telah muncul di jilid sebelumnya) bernama Umajirou. Kakek ini bertempat tinggal di Prefektur Nara yang terkenal akan hal-hal antik dan kuno. Tentu saja, Kakek Umajirou adalah penggemar fanatik hal antik dan kuno. Hal ini mengakibatkan hubungannya dengan Azuma serta kedua kakek yang lain tidak begitu baik. Oleh karena itu, yang ditunjuk menghadapi Kakek Umajirou adalah Kawachi yang bermuka kuno dan berperilaku antik.

Aku tak tahu seberat apa latihan khususnya, tapi demi teman-teman dan diriku sendiri, aku pasti bisa menjalaninya!! (Halaman 135)

Pola berulang pertandingan “Yakitate!! 25” akhirnya berhenti sudah. Skema muncul lawan-pilih kotak-penentuan lokasi-bikin roti-pencicipan-reaksi-pengumuman juara sudah membuat saya bosan. Untunglah kali ini sudah mulai ada perubahan konsep dengan adanya kasus tumbangnya Yuichi Kirisaki. Meskipun Azuma sangat terkejut akan jati diri asli Yuichi, tidak menyurutkan tekadnya membantu Meister menyadarkan ayahnya.

Kakek Umajirou sebagai tokoh baru yang berbeda jauh dibandingkan Kakek Umatarou dan Umasaburou juga memberikan warna tersendiri. Kecintaannya akan hal-hal kuno dan antik membuat saya geleng-geleng. Bagaimana tidak, tempat tinggalnya bukan lagi berdinding bambu atau beratap daun kelapa, melainkan tempat tinggal yang berada di lubang di dalam tanah. Kawachi yang bermuka kuno saja ikut terkejut juga. Namun entah mengapa mereka berdua sangat cocok satu sama lain.

Duel antara Kawachi melawan Azuma karena permintaan Kakek Umajirou juga menarik untuk diikuti. Apalagi Mesiter menawarkan diri untuk melatih Kawachi agar bisa menjadi juru roti jempolan dan mengalahkan Azuma. Pelatihan yang diberikan Meister juga bisa diterapkan sendiri loh untuk melatih ketankasan tangan. Saya jadi penasaran bagaimana hasil pertarungan mereka berdua di jilid berikutnya.

Penilaian Akhir:

★★

goodreads badge add plus