Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 21)

coveryakitate21

Judul: Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 21)

Komikus: Hashiguchi Takashi

Penerjemah: Ervin Kurniawati

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 192

Terbit Perdana: 2011

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2011

ISBN: 9786020001357

cooltext-blurb

Adu pancake pun akhirnya memasuki final! Azuma VS He… Keduanya mati-matian mengeluarkan seluruh kemampuan mereka yang hasilnya sampai mengubah Kota Iyo! Jangan lewatkan serangkaian hyper-reaction yang luar biasa dahsyat!

cooltext-review

Halo-halo, saya mulai nulis resensi lagi disini. Karena kesibukan mengerjakan skrpsi sudah berlalu, saya jadi bisa punya banyak waktu luang untuk baca buku yang sudah beberapa bulan saya tinggalkan. Otomatis blog ini jadi ada warnanya lagi deh hehehe. Kali ini saya tetap membuat resensi lanjutan judul komik yang sama seperti resensi yang sebelumnya. Cekidot guys!

###

Pembukaan jilid 21 kali ini menyuguhkan kelanjutan pertandingan “Yakitate!! 25” antara Azuma cs melawan Giovanni van der Hesserink. Seperti yang sudah dikatakan pada blurb diatas, pancake yang harus dibuat kali ini harus pancake yang mudah dibuat namun harus laris dijual di bakeri. Taktik yang dibuat Hesserink sungguh memukau. Namun ternyata Azuma memiliki rahasis tersendri untuk memenangkan pertandingan ini. Semua ini karena Kawachi yang memberikan “inspirasi” kepada Azuma.

Kami akan memakai kotoran! Sesuai arti harafiahnya, Japan yang membuat orang sepertimu makan kotoran! (Halaman 20)

Beranjak menuju cerita kedua, adalah pertandingan ke-9 “Yakitate!! 25” yang masih dalam tahap persiapan. Sachihoko yang pernah menjadi lawan Kawachi dalam pertandingan yang sama, datang berkunjung ke Pantasia. Awalnya semua mengira Sachihoko adalah lawan tanding berikutnya. Namun ternyata bukan Sachihoko, melainkan sepupunya, Marco Ciccolini yang menjadi penantang Pantasia kali ini. Lagi-lagi tema pertandingan yang diadakan di Kota Chitose di Hokkaido ini menguntungkan pihak St. Pierre yang diwakili Marco sebagai ahli pembuat pizza nomor 1 di Italia.

Bangkitkan kembali pamor pizza di bakeri dengan trik yang melebihi delivery pizza! (Halaman 122)

Saya sudah menyerah menghapalkan roti yang dibuat Azuma dkk ataupun lawannya dalam setiap pertandingan. Karena jujur saja, semua roti sungguh menakjubkan dan (sepertinya) enak. Oleh karena itu saya membaca komik ini dengan santai saja tanpa terlalu tekun mencermati bagian demi bagian saat pembuatan roti.

Yang menjadi fokus resensi saya kali ini adalah perihal reaksi yang dialami oleh Kuroyan ataupun Kawachi karena mencicipi roti. Karena jujur saja, saya sudah menyerah dengan ke-lebay-an yang diberikan oleh keduanya karena mengecap roti yang (mungkin) memang enak. Sampai membuat danau buatan dalam waktu sekian detik dan wajah berpindah tempat itu sudah memasuki level ajaib menurut saya.

Akibatnya, saya jadi kurang percaya lagi dengan tips yang diselipkan pada komik ini mengandung fakta. Lha gimana mau ada fakta, wong keajaiban terus menerus muncul kok disana-sini. Tetapi saya masih tetap bisa menikmatinya kok. Soalnya gambar yang bagus (apalagi gambar roti) membuat saya pengen banget makan roti saat itu juga.

Pertandingan Marco dengan Azuma sebenarnya sudah hampir berakhir sih. Tidak seperti pertandingan melawan Pak He yang terputus pada saat sebelum hari pertandingan, namun kali ini pizza Marco sudah dicicipi Kuroyan. Sayangnya, jilid ini bersambung ketika roti Azuma baru selesai alias belum sempat dicicipi. Zzzzz. Langsung baca jilid 22 ah kalau begitu..

Penilaian Akhir:

★★

goodreads badge add plus