Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 26)

coveryakitate26

Judul: Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 26)

Komikus: Hashiguchi Takashi

Penerjemah: Ervin Kurniawati

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 204

Terbit Perdana: 2012

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2012

ISBN: 9786020021300

cooltext-blurb

Akhirnya pertandingan pamungkas! Azuma menyempurnakan Japan sejati. Apa dia bisa benar-benar menyelamatkan bumi!? Inilah jilid terakhir yang mengharukan dengan “Apa!?” yang terakhir dari Kawachi! Simak klimaks yang mengharukan dari komik kocak yang pernah meraih Penghargaan Komik Shogakukan tahun 2004 ini!!

cooltext-review

Yuichi Kirisaki yang telah berubah menjadi monster Maou telah menunggu Azuma dan lainnya di Gua Angin Fujigoku. Tak seperti arena pertandingan pada umumnya, di dasar gua (atau cekungan?) itu hanya terdapat tanah berbatu. Lantas, bagaimana cara membuat roti? Ternyata Maou telah mempersiapkan peralatan canggih yang bisa menghadirkan peralatan masak lengkap di tengah hutan belantara itu.

Karena Japan Azuma akan jadi roti yang lebih empuk dari roti tawar dan lebih keras dari roti Perancis kalau dipanggang kembali! (Halaman 26)

Berbeda dengan pertandingan sebelumnya, kali ini Maou tidak ikut memuat roti. Hal ini dikarenakan tubu dan rupa fisiknya sudah terbuat dari roti sehingga Azuma hanya perlu membuat roti yang jauh lebih enak daripada seluruh roti di dunia yang Maou kenal. Sayangnya hal ini tidak mudah, bahkan untuk mendukung Azuma pun Kawachi merasa kesulitan. Akhirnya dengan berbagai trik khusus, Azuma bisa memanggang roti yang sesuai dengan harapannya.

Seenak apapun rasamu, kau hanya roti yang keluar dari perasaan negatif di hati Kirisaki… Kau takkan bisa menang dari roti yang dibuat dari mimpi dan harapan yang murni. (Halaman 82-83)

Terbebasnya Kirisaki dari Maou bukanlah akhir dari segalanya. Azuma harus menghadapi wujud asli iblis Maou di akhir pertandingan. Bahkan nyawa Yuichi Kirisaki juga terancam karena hal ini. Hmm bagaimana akhirnya yah? Baca sendiri deh. Kemudian setelah segala hingar bingar itu, Azuma dkk diajak berwisata Pierrot di Maladewa. Sayangnya, disini ada sebuah permintaan sangat sulit dari Misha, si gadis Maladewa, yang harus bisa diselesaikan oleh Azuma sang pembuat Japan sejati. Kira-kira bagaimana hasil akhirnya ya?

Makanya, kami ingin juru roti sehebat kalian bikin roti dengan tata cara berbeda dengan yang selama ini kalian lakukan untuk membantu mengurangi pemanasan global. (Halaman 128)

Sejujurnya, menurut saya akhir duel antara Azuma dan Maou itu antiklimaks. Memang sih proses sampai terselesaikannya duel itu menjadi hiburan tersendiri. Bahkan Shigeru pun berkomentar demkian. Sayangnya akhir yang berpotensi dramatis justru berlangsung dengan begitu saja alias so-so. Tetapi tidak bisa dipungkiri sih, saat pertarungan melawan Maou, saya merasa tema komik ini bukanlah kuliner, melainkan action khas Dragon Ball hahaha.

Kemudian kisah mengenai liburan Azuma dkk di Maladewa terasa “aneh” dan maksa jika ditempatkan di bagian paling akhir jilid ini. Saya tahu sih, mungkin chapter ini terbit sebagai bonus ekstra di majalah komik di Jepang sana. Jadi semacam obat penawar rindu para penggemar Azuma. Namun kalau dijadikan satu komik seperti ini, jadi agak hambar. Hal ini karena gregetnya Maladewa tidak bisa mengalahkan gregetnya si monster Maou.

Anyway, akhir petualangan Azuma membuat Japan memang telah mencapai garis akhir. Sejujurnya masih belum bisa move on sih dari dahsyatnya roti buatan Azuma. Tetapi seperti kata pepatah, ada pertemuan pasti ada perpisahan. Meskipun kisah petualangan yang menakjubkan dari dunia kuliner roti ini harus berakhir, kisah Azuma dan kawan-kawan akan selalu saya ingat. Setidaknya sebagai salah satu komik bertema kuliner yang ciamik. Sayonara~

Penilaian Akhir:

★★

goodreads badge add plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*