Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 19)

coveryakitate19

Judul: Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 19)

Komikus: Hashiguchi Takashi

Penerjemah: Ervin Kurniawati

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 188

Terbit Perdana: 2011

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2011

ISBN: 9789792791549

cooltext1660180343

Duel mati-matian dengan lawan tangguh, Norihei, telah usai. Berikutnya sudah menunggu Panda Man misterius. Terlepas apa akan meledak seperti ketenaran Train Man, Kalahkan dia dengan Japan andalanmu!

cooltext1660176395

Wauw, tak terasa saya udah membaca dan meresensi hingga jilid ke-19. Semakin kesini pertandingan yang dihadapi Azuma cs semakin menarik saja. Jilid kali ini dibuka dengan bagian 163 “Evolusi Kawachi” yang menceritakan kelanjutan pertandingan kemarin antara Azuma dan Norihei. Setelah 5 kali berturut-turut menang, kali ini Azuma harus menerima kekalahannya.

Kalau roti, mending diisi bahan yang renyah seperti pate phyllo yang tekstur dan rasa pun lebih cocok daripada bahan sulit dikunyah seperti rice paper! (Hal. 14)

Beranjak menyongsong pertandingan selanjutnya, diceritakan pada bagian 164 “Di Belakang Panel” ketika Shigeru mulai mengendus suatu hal mencurigakan pada pertandingan. Berkali-kali tema yang dilombakan selalu dikuasai oleh perwakilan St. Pierre. Yah meskipun hanya Norihei saja yang bisa menang, tentu kecurigaan Shigeru tidak bisa sirna.

Artinya… Kemungkinan besar St. Pierre sudah tau lokasi pertandingan sebelumnya. (Hal. 24)

Meskipun Shigeru sangat yakin, tidak adanya bukti membuatnya dan Azuma (serta Kawachi) harus tetap berjuang apapun yang terjadi. Pada bagian 165 “Identitas Asli Panda” diceritakan bahwa lokasi pertandingan selanjutnya adalah Kota Gero di Prefektur Gifu. Yang membuat terkejut, lawan kali ini adalah seseorang berkostum panda!!

Bertanding seri melawanmu… Lalu, kalah… Mengubah seluruh jati diriku… (Hal. 42)

Tak perlu susah-susah menyembunyikan jati diri dibalik topeng, ternyata Azuma dkk sudah mengetahui siapa seseorang dibalik kostum panda itu. Pada bagian 166 “Kepercayaan Diri Kawachi” ini berisi tentang semangat membara Panda untuk mengalahkan Azuma. Bahkan Mizuno (ups spoiler nggak yah) juga terkesan dengan semangat juang Panda.

Panda-chan yang kerja di bakeri juga hebat. Tapi dalam pertandingan, semangat juang pun jadi lebih besar, ‘kan? (Hal. 62)

Pada bagian 167 “Yang Bisa Dilakukan Sekarang” mengisahkan bagaimana akhirnya Kawachi “sadar” dari kebodohannya selama ini. Ia yang sebenarnya bagian dari tim justru tidak memberi kontribusi apapun sepanjang pertandingan. Hal inilah yang membuat Shigeru sedikit sebal dan kecewa dengan Kawachi. Lantas, benarkah Kawachi telah berubah?

Kau pikir, kami sungguhan membodohimu dengan menganggapmu sebagai penonton dan mengabaikanmu. (Hal. 78)

Tibalah saat pertandingan! Di kota Gero yang cerah, Azuma + Shigeru melawan Panda membuat roti kukus terhebat. Pada bagian 168 “Mimpi Mokoyama” ini diceritakan bahwa si Panda bisa membuat roti kukus yang meledak berkali-kali. Padahal pada hakikatnya roti kukus diibaratkan seperti balon yang hanya bisa meledak satu kali saja. Hmm, apakah benar demikian?

Roti kukus alps yang meledak berkali-kali… Kalau trik itu benar-benar ada, lawan jelas tak terkalahkan! (Hal. 95)

Sambil menunggu roti kukus buatan Azuma dan Shigeru (jangan tanya dimana Kawachi), roti kukus buatan Panda telah selesai lebih dahulu. Sehingga pada bagian 169 “Kuroyan X” ini dikisahkan mengenai proses penjurian roti milik Panda oleh sang juri, Kuroyanagi. Lagi-lagi reaksi yang ditimbulkan tidak biasa (khas Kuroyan banget!)

Selama ini dia sering menunjukkan no reaction seperti ini dan ternyata ada sesuatu, tapi… (Hal. 113)

Selanjutnya pada bagian 170 “Walau Tak Bisa Naik Kereta” gantian roti kukus Azuma yang dinilai. Lagi-lagi reaksi yang dilakukan Kuroyan sungguh lebay dan cenderung berbahaya. Bahkan kali ini reaksi yang ditimbulkan dari hasil pertandingan juga turut mempengaruhi lawan Azuma kali ini. Hmm kenapa ya kira-kira.

Aduh, Kuroyan… Sudah bikin keributan ternyata hanya bereaksi begitu… (Hal. 135)

Sejenak melupakan pertandingan Pantasia vs St. Pierre, pada bagian 171 “Atshushi dan Akatsuki” kali ini saya diajak berkenalan dengan tokoh selingan bernama Akatsuki Yamatoya. Bocah cilik kaya raya tajir melintir ini ingin menikmati roti kukus buatan Azuma seperti di pertandingan tempo hari. Tentu saja Pantasia tidak menjualnya. Mengetahui hal itu, Azuma bersedia membantu Yamatoya mendapatkan roti itu…dengan tangannya sendiri!

Menurutku… Bocah itu dasarnya bukan orang jahat… Tapi sikapnya yang menggampangkan urusan dengan uang tidak baik. (Hal. 154)

Jilid ini kemudian diakhiri dengan bagian 172 “Dinginkan Kepalamu!” ketika Yamatoya dan (lagi-lagi) Kawachi selesai mencicipi roti buatan Yamatoya. Mereka berdua terlempar ke sebuah dunia lain yang membuat mereka tidak sadarkan diri. Hanya yang berhasil memahami pesan Azuma lah yang bisa kembali ke dunia nyata. Hmm berhasilkah mereka berdua?

Bocah sombong yang tahunya cuma uang sepertimu mending mati di pinggir jalan seperti anjing dunia ini. (Hal. 171)

Huwaah, agak sedih rasanya harus berpisah dengan Norihei Miki. Hal ini tak lain dan tak bukan karena desain karakternya unyu banget dan nyeleneh sendiri dibandingkan tokoh lain. Agak sayang sih kenapa Norihei tidak menjadi tokoh tetap aja.

Kemunculan Panda dan Mizuno sebenarnya tidak terlalu mengejutkan bagi saya. Selain karena saya juga udah tau siapa jati diri Panda, rasanya jadi tak ada sesuatu yang baru gitu. Padahal tehnik roti kukus yang dilakukan kedua peserta juga cukup hebat lho.

Saya justru tertarik dengan selipan cerita dengan tokoh cameo Yamatoya. Iya benar, ada Yamatoya asli di Jepang sana lho! Cerita ini, meskipun hanya terdiri dari dua chapter saja, pesan moralnya dapet banget. Saya nggak mau cerita banyak ah biar nggak spoiler hehehe.

Selain itu, pertandingan rival antara Pantasia dan St. Pierre semakin mendekati pertengahan. Keadaan yang terbalik membuat Azuma cs harus berusaha keras agar bisa menang. Oh iya, agak mengenaskan juga sih ketika perwakilan Pantasia menginap di sebuah penginapan yang namanya sangat tidak enak diucapkan hehe. Jadi, lanjut baca resensi saya untuk jilid 20 nanti ya :D

Penilaian Akhir:

★★★

goodreads-badge-add-plus

Post navigation

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*