Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 16)

coveryakitate16

Judul: Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 16)

Komikus: Hashiguchi Takashi

Penerjemah: Ervin Kurniawati

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 190

Terbit Perdana: 2010

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2010

ISBN: 9789792766813

cooltext1660180343

Lawan yang menanti di pertandingan kedua ‘Yakitate!! 25’ yang sangat tangguh dan menyebalkan sewaan St. Pierre, yaitu grup trio CMAP! Jangan kalah oleh orang-orang seperti itu, Azuma! Japan penuh amarah yang membangkitkan cita rasa khas daerah beraksi!!

cooltext1660176395

Kompetisi akbar dua bakeri terkenal, Pantasia dan St. Pierre masih berlanjut. Kali ini memasuki tahap kedua. Setelah memenangkan tahap pertama, Azuma cs menghadapi lawan yang cukup tangguh dalam bagian 134 “Tiga Anak Panah” ini. Karena bukan hanya satu orang seperti sebelumnya, St. Pierre kali ini menurunkan tiga orang sekaligus!

Bodoh! Kenapa kami bertiga harus bersatu untuk melawan ikan kecil seperti mereka? (Hal. 13)

Pada bagian 135 “Reaksi yang Tak Boleh Disiarkan” telah diumumkan lokasi pertandingan kali ini yaitu Saito. Lagi-lagi karena minimnya dana yang dimiliki, perwakilan Pantasia harus menginap di sebuah penginapan reot dan menyedihkan. Sementara itu, perwakilan St. Pierre yaitu Kaname Hiroshi, Chimatsuri Gou, dan Narumi Shizuto memiliki rencana mengalahkan Azuma.

Saito, sebuah kota di prefektur Miyazaki. Terkenal dengan kompleks pemakaman kuno “Saitohara Kofun Gun”. (Hal. 32)

Selain bahan utama yang bisa dikatakan mahal, ternyata Saito merupakan daerah paling cerah se-Jepang. Berkali-kali Azuma dan Kawachi berpanas-panas ria mencari bahan utama. akhirnya ide mengejutkan Azuma temukan pada bagian 136 “Kita Pakai Haniwa” saat di penginapan.

Untuk bikin kare kental berkualitas tinggi, kau harus memakai mangga. (Hal. 47)

Benar sekali, Saito memiliki keunggulan pada buah mangga yang dihasilkan. Rasanya yang manis dan penampilannya yang cantik membuat mangga Saito menjadi primadona. Alih-alih membuat mangga menjadi ekstrak atau semacamnya, Azuma mengubah mangga ini pada bagian 137 “Sari Buah Mentah” menjadi apa adanya.

Mungkin mereka memakai daging sapi Miyazaki dan saus demi-glance sebagai senjata utama mereka. (Hal. 72)

Tepat pada hari pertandingan, ketiga anggota CMAP perwakilan St. Pierre memiliki teknik dan rencana luar biasa dalam membuat roti. Di sisi lain, Azuma terlihat kesulitan dengan adonan roti yang tidak bisa diuleni. Lah, terus bagaimana cara membuat rotinya? Kisah ini disuguhkan pada bagian 138 “Semenanjung Melayu” yang unik.

Situasi kritis ini pun bisa berubah jadi kesempatan… dengan teknik superku!! (Hal. 84)

Saat Kuroya sebagai juri mencicipi roti peserta St. Pierre yang matang terlebih dahulu, rasanya sungguh menakjubkan. Bahkan Kuroyan repot-repot membawa satwa langka untuk menunjang reaksinya itu. Kemudian roti buatan peserta Pantasia dicicipi pada bagian 139 “Kenikmatan yang Tak Bisa Diperagakan dengan Akting” yang menakjubkan.

Karena nggak mungkin menang dalam rasa, mereka mau menang dalam soal bentuk, ya? Mendingan mati, deh! (Hal. 107)

Seperti yang sudah bisa diprediksi, reaksi Kuroyan setelah mencicipi roti Azuma juga tidak main-main. Bahkan jauh lebih spektakuler dari pencicipan roti CMAP. Wah memangnya apa yang terjadi? Pada bagian 140 “Kontak dengan Haniwa” ini bahkan Kuroyan tak sanggup menjelaskan alasannya.

Tapi, harus ada yang menjelaskan alasan kemenangan kalian pada penonton. (Hal. 121)

Meninggalkan akhir tahap kedua pertandiangan Yakitate!! 25, pada bagian 141 “Usooon” adalah bagian ice breaking dimana kakek Azuma dari Niigata ingin mengunjungi Azuma bersama sang kakak. Bahkan tak segan-segan, Kakek Umataro mengirim tepung khusus agar Azuma bisa menyuguhkan roti terbaik dengan tepung itu.

Karena sudah susah payah dikirim, aku akan bikin jamuan terlezat untuk kakekmu dengan tepung ini! (Hal. 148)

Lanjut pada bagian 142 “Nin Nin” adalah putaran ketiga pertandingan Pantasia dan St. Pierre. Setelah seluruh anggota CMAP takluk oleh kehebatan Azuma dkk, kali ini St. Pierre diwakili oleh sepasang ninja. Saking sebelnya, Kawachi penasaran dengan jati diri kedua ninja ini.

Mungkin saking putus asanya, karena CMAP andalan mereka kalah, St. Pierre akhirnya menurunkan juru roti cosplay! (Hal. 165)

Akhirnya bagian 143 “Yang Bengkok” sebagai penutup mengisahkan perjalanan Azuma, Kawachi, dan Shigeru menelusuri kota Yokosawa yang tidak memiliki bahan khas daerah. Mengira informasi dari Shigeru tidak diketahui orang banyak, Kawachi terkejut dengan penampakan kedua nina yang mengetahui bahan rahasia itu lebih dulu.

Dibandingkan bawang daun biasa, bawang daun bengkok Yokosawa di kota Oota ini sangat lembek. Jadi tak bisa dibudidaya tegak lurus. (Hal. 180)

Putaran kedua pertandingan ini jelas jauh lebih menarik daripada putaran pertama kemarin. Ditambah ketiga member CMAP yang sangat menyebalkan membuat sensasi membaca bagian itu lebih membara. Pengen saya tendang aja itu ketiga member songong itu.

Di sisi lain, roti yang dibuat oleh CMAP ataupun Azuma cs kurang greget jika dibandingkan jilid sebelumnya. Selain saya yang emang nggak tahu dimana menariknya, pembuatan roti di jilid ini terasa singkat dan remeh alias tidak ada sesuatu yang istimewa. Mungkin gara-gara roti ini bukan Ja-Pan milik Azuma.

Titik cukup menarik justru pada putaran ketiga pertandingan. Apa lagi jika bukan melihat lawan pertandingan yang berkostum serba ninja. Saya sebenarnya sudah tahu sih jati diri kedua ninja ini (ya iyalah, wong saya pembaca), tetapi Kawachi dkk sangat lelet menyadari hal ini. jadi tambah bikin geregetan. So, tunggu review jilid 17 yah!

Penilaian Akhir:

★★★

goodreads-badge-add-plus