Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 15)

coveryakitate15

Judul: Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 15)

Komikus: Hashiguchi Takashi

Penerjemah: Ervin Kurniawati

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 188

Terbit Perdana: 2009

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2009

ISBN: 9789792762402

cooltext1660180343

Pantasia akhirnya diambil alih oleh St. Pierre! Yang dapat menyelamatkan Pantasia dari dilema ini hanya kemenangan dalam acara TV ‘Yakitate!! 25’!! Berjuanglah, Azuma!! Raihlah kemenangan dengan Japan yang memakai produk khas daerah!!

cooltext1660176395

Selamat siang. Wah udah semingguan saya nggak update blog ini. Daripada kelamaan berdebu, saya update review komik kesukaan saya deh hehehe. Pada jilid 15 ini, Azuma dan lainnya menghadapi kenyataan mengerikan saat tiba di Jepang. Tidak sampai disitu, pada bagian 124 “Tantangan Kirisaki” Azuma dan kawan-kawan dituntut berpikir ekstra hati-hati.

Tsukino, kalau hanya fokus pada hal yang buruk, kau tak bisa mulai apapun. (Hal. 8)

Selanjutnya pada bagian 125 “Yakitate!! 25” mengisahkan bentuk nyata dari tantangan pemilik St. Pierre tempo hari. Ternyata Kirisaki menawarkan sebuah pertarungan membuat roti dari kedua bakeri ini. Tidak tanggung-tanggung, pertarungan ini akan disiarkan melalui televisi nasional!

Kau harus membayar semua biaya produksi dan penyiaran acara ini dengan 12 miliar yen yang kau dapatkan dari Monaco Cup. (Hal. 24)

Pada bagian 126 “Ajaran Guru” dikisahkan detik-detik pertandingan ini. Namanya sebuah lomba, tentu memerlukan seorang juri yang mengerti roti yang nikmat. Sayangnya, Pierrot sudah tidak muncul lagi disini. Jadi, yang menjadi juri sekaligus penentu pemenang pertandingan adalah… Ryo Kuroyanagi!

Kau harus berhenti jadi juru roti dan beralih jadi kritikus makanan. (Hal. 44)

Setelah juri terpilih dan masing-masing peserta dari kedua bakeri telah siap, maka Yakitate!! 25 akan segera digelar. Pada bagian 127 “CMAP?” mengisahkan pertandingan perdana antara Azuma, Shigeru, dan Kawachi sebagai perwakilan Pantasia melawan Tsubozuka Takumi sebagai perwakilan St. Pierre. Psst, lagi-lagi Kuroyan bertingkah lebay dalam pertandingan ini hahaha.

Tiba-tiba dia mengajukan surat pengunduran diri dari Pantasia… (Hal. 63)

Pada bagian 128 “Super Tuna”, ternyata peserta harus membuat roti dengan menggunakan produk unggulan daerah tertentu. Pada pertandingan kali ini, daerah yang dijadikan lokasi pertandingan adalah Ooma yang unggul akan ikan tunanya. Sayangnya, karena taktik licik Yukino, Azuma cs tidak mendapatkan tuna secuilpun.

Daripada memusingkan lawan yang kuat atau lemah, mendingan pikirkan cara bikin roti enak. (Hal. 77)

Selanjutnya bagian 129 “Dalamnya Putih, Tapi Namanya Ungu” mengisahkan ide brilian Azuma saat menghadapi ikan tuna yang habis dimana-mana. Ternyata selain tuna, ada spesies hewan laut lain yang dilupakan. Padahal spesies ini cukup unggul juga dari Ooma.

Kualitas landak laut Ooma juga tinggi dan harganya jauh lebih murah daripada super tuna. (Hal. 110)

Akhirnya pertandingan resmi digelar. Pada bagian 130 “Sampah Harus Dimasukkan Ke Kantong Sampah” ada sedikit hal aneh, yaitu Kawachi diminta oleh Azuma untuk membuat roti Perancis yang tidak enak. Jadi heran, kenapa Kawachi harus membuat roti yang tidak enak padahal ini pertandingan membuat roti terlezat? Kebingungan Kawachi seolah mendukung ketidak tahuan saya tentang rencana utuh Azuma.

Roti Kawachi yang dulu tak serenyah ini, lebih liat… Sedikit nggak enak! (Hal. 118)

Kemudian pada bagian 131 “Ora…?!” Kawachi tersadar tentang roti yang ia buat beberapa saat yang lalu. Rotinya menjadi liat gara-gara Azuma memasukkannya dalam kantong sampah. Meskipun Shigeru sudah memahami taktik Azuma, tapi sampai halaman ini saya masih belum mengerti apa-apa tuh zzzzz.

Roti Perancis tak enak buatanku… Menyerap uap air dan jadi lebih liat! (Hal. 140)

Pada bagian 132 “Evolusi Lebih Jauh” sudah masuk tahap penjurian. Roti buatan Tsubozuka selesai lebih dahulu sehingga pencicipan dimulai dari roti buatannya. Berbeda dengan Azuma dkk yang tidak mendapatkan tuna, Tsubozuka membuat roti dengan menggunakan super tuna yang lezat. Bahkan Kuroyan menghadirkan respon yang cukup menggigit setelah mencicipi rotinya.

Roti lebih sulit dikunyah. Beda dengan nasi yang mudah hancur di dalam mulut. (Hal. 154)

Bagaimana dengan roti Azuma? Meskipun roti Tsubozuka sangat memukau, Kuroyan masih lebih menyukai roti buatan Azuma. Hal ini dituangkan pada bagian 133 “Sebagai Roti” yang mengungkap keunggulan roti Pantasia. Bahkan roti buruk dan tidak enak buatan Kawachi tadi menjadi nilai plus roti Azuma. Wah saya tidak menyangka sih ternyata roti Azuma sangat menakjubkan.

Baiklah! Aku akan menjelaskan sihir tersembunyi di roti Azuma. (Hal. 171)

Akhirnya petualangan baru Azuma dimulai kembali. Setelah gagal move on dari Monaco Cup yang mengakibatkan saya hiatus update blog *halah alesan* kali ini petualangan baru Azuma cukup menjanjikan. Apalagi konsep pertandingan baru ini tidak akan membosankan.

Jadi sekedar informasi ya, pertandingan ini menggunakan semacam puzzle yang terdiri atas 25 kotak. Setiap pertandingan akan diwakili satu kotak yang masing-masing kotak mewakili suatu daerah di Jepang. Nah, daerah inilah yang harus menjadi dasar bahan makanan unggulan sehingga bisa dijadikan roti.

Saya suka dengan konsep ini karena selain memperkenalkan keunggulan daerah lain, juga sekaligus membuka wawasan tentang daerah non beken. Soalnya kan di komik-komik biasa menggunakan Tokyo, Kyoto, Osaka, Okinawa, dan lain-lain yang sudah umum. Nah dari pertandingan ini, saya mendapatkan sedikit gambaran tentang perfektur lain di Jepang sana.

Melihat ada 25 kotak yang tersedia, maka bisa dipastikan akan ada 25 pertandingan yang akan berlangsung sampai keluarnya juara. Saya jadi penasaran juga sih daerah mana lagi yang akan dijadikan lokasi pertandingan. Apalagi roti yang dibuat Azuma cs dan perwakilan St. Pierre juga menggoda perut *uhuk.

Oh iya ngomong-ngomong peserta, kok saya rasa  aturan pertandingan ini kurang ketat ya dari segi pemilihan peserta. Soalnya St. Pierre seenaknya aja gitu menggunakan Tsubozuka yang jelas-jelas bukan pegawai St. Pierre. Kok kesannya jadi ada KKN banget.

Tapi secara umum sih saya yakin akan suka petualangan Azuma selanjutnya ini. Apalagi Yukino yang menyebalkan benar-benar menjiwai karakter hehehe. Yuk ah, tunggu kehadiran review jilid 16 yaa *entah kapan* ~(ˇ▼ˇ~)(~ˇ▼ˇ)~

Penilaian Akhir:


goodreads-badge-add-plus