Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 10)

coveryakitate10

Judul: Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 10)

Komikus: Hashiguchi Takashi

Penerjemah: Annisa Laila Khaled

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 188

Terbit Perdana: 2009

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2009

ISBN: 9789792751277

cooltext1660180343

Bersama teman-temannya, Kazuma Azuma, pemuda yang mengejar kesempurnaan Japan atau roti kebanggan Jepang, terkurung dalam gua! Apa yang sebenarnya terjadi?! Plus kali ini, cerita tambahan ‘Lord of The (Yu) Biwa’! Simak petualangan Azuma dkk di dunia fantasi yang berbeda dari biasanya!

cooltext1660176395

Petualangan Azuma membuat roti berlanjut lagi nih. Sekadar catatan edisi sembilan kemarin nih, setelah lolos dari babak delapan besar, Azua terjebak di pulau terpencil untuk membuat roti manis. Setelah perjuangan yang sangat berat, akhirnya tim Jepang sukses membuat roti manis. Namun, pada bagian 78 “Wajah Asli Pierrot” diceritakan nasib tim Jepang selanjutnya.

Yang anehnya lagi, di antara 4 negara yang lolos, tidak ada satu pun yang menentang pertandingan ulang ini. (Hal. 15)

Ya benar sekali. Kabar buruk menerpa tim Jepang. Meskipun mereka berhasil membuat roti manis, pertandingan sebelumnya dianggap tidak sah dan akan diadakan pertandinga ulang. Tentu saja Kawachi mencak-mencak. Bahkan Pierrot sebagai juri juga sangat kecewa dengan keputusan Ketua Komite. Mau tidak mau semua tim harus menerima dan akan berangkat esok pagi menuju lokasi pertandingan baru. Kisah ini disuguhkan di bagian 79 “Pengetahuan Umum Pierrot”.

Om instruktur, sepertinya di bawah tidak ada sungai… Malah ada lubang besar sekali… (Hal. 32)

Lagi-lagi pada bagian 80 “Nathalie ~ ♪” ini tim Jepang mendapat perlakuan tidak adil dari Ketua Panitia. Bahkan tidak tanggung-tanggung, Pierrot juga turut terdampar di sebuah  gua gelap gulita bernama Huautla di Meksiko. Lebih buruknya lagi, Pierrot tidak tahu bagaimana cara keluar dari gua tersebut. Sesaat kemudian, mereka menemukan air terjun Iglesia yang bermuara di sungai. Ditengah rasa kalut tim Jepang, Pierrot berujar bahwa ia bisa menyelam sejauh 2-3 kilometer dalam sekali napas. Tak pelak ini bagaikan angin segar bagi Azuma cs.

Itu karena peraturan pertandingan di sungai kali ini beda dengan di pulau tak berpenghuni yang mengharuskan bertanding sambil bertahan hidup. (Hal. 46)

Selanjutnya pada bagian 81 “Pierrot Salah Perhitungan” dikisahkan sebuah rahasia besar Pierrot. Sambil menunggu roti enak sebagai dalih tenaga berenang Pierrot, ia terus memutar otak bagaimana cara menghindari kata-kata yang telah ia lontarkan sebelumnya. Gengsi yang inggi dan tidak mau mengecewakan tim Jepang membuat Pierrot tidak kuasa berkata sejujurnya.

Maaf, ya, wakil Jepang… Tadi aku bilang begitu untuk membangkitkan semangat kalian… (Hal. 61)

Akhirnya pada bagian 82 “Bedanya Bodoh dan Jenius Itu” Pierrot berhasil memikirkan sebuah jalan keluar untuk mengulur waktu. Ia telah mepersiapkan sebuah respon yang sulit untuk dipecahkan sehingga Azuma dkk kebingungan memecahkan apa maksud setelah mencicipi roti buatan mereka. Sayangnya, semua pemikiran njelimet Pierrot berhasil dipecahkan Azuma dalam satu halaman saja *buahahahahak*

Sampai mereka berhasil menjawabnya, aku bisa dengan tenang memikirkan jalan keluar lainnya. (Hal. 83)

Pierrot yang telah kecewa karena tebakan jitu Azuma mau tidak mau harus menyelam sungai yang telah ditemukan tadi. Tiba-tiba, sang wakil Mesir yang berpakaian aneh, bernama Pharaoh datang menyelamatkan mereka semua. Kisah ini disughkan pada bagian 83 “’Itu’ yang Dibuat di Pantai”. Membaca penuturan Pharaoh ini sebenarnya amat sangat tidak masuk akal. Tapi yang bisa saya lakukan hanya mengikuti alur saja deh hehehe.

Dengan kekuatan ajaib piramida Mesir, aku melacak keberadaan kalian di Meksiko dan untunglah aku berhasil menggali lubang dari pulau tak berpenghuni sampai ke gua ini. (Hal. 107)

Sementara itu, Eurlick Lame, sang Ketua Komite Penyelenggara Monaco Cup ditemukan bunuh diri. Tak pelak hal ini membuat geger lokasi pertandingan Monaco Cup. Akibatnya, sang Raja Monako bernama Leonheart XIV harus turun tangan dan bertanggung jawab pada pertandingan ini. pada bagian 84 “Raja Monako” ini digambarkan rupa dari sang raja yang sangat ehm…unik.

Mulai sekarang, saya akan memimpin langsung pertandingan dan tidak akan membiarkan adanya kejahatan yang bisa menguntungkan atau merugikan pihak tertentu. (Hal. 130)

Seperti yang sudah tertulis pada blurb, bab terakhir jilid ini adalah kisah spin off yang berbeda dari biasanya. Judul bagian ini adalah Yakitate!! Japan Side Story: Lord of The (Yu) Biwa (seems like TLOTR, eh?). Jadi pada kisah ini diceritakan Azuzu si pembuat roti menemukan buah biwa mencurigakan yang tidak mau lepas dari tangannya.

Di dalam mimpi… Biwa itu akan menggoda tuannya dengan berbagai cara dan menyeretnya ke dalam kegelapan. (Hal 145)

Ia kemudian meminta bantuan pada Watchi. Karena Watchi tidak bisa membantu, akhirnya bantuan diberikan oleh Princess Moon. Katanya, biwa tersebut harus dibuang di Hari Pembuangan Sampah Organik. Lokasi yang tepat adalah di Istana Kegelapan, tempat tinggal ratu kejahatan, Snowzer. Akhirnya Azuzu berangkat ditemani Meistrof, Ken, Kain, dan Clowny. Lantas bagaimana kelanjutannya?

Jilid ini secara umum isinya hampir sama dengan jilid sebelumnya. Masih ada konspirasi, ada tektik curang, dan nasib merugikan yang dialami tim Jepang. Namun berbagai masalah itu bisa diselesaikan dengan baik oleh Azuma. Saya sudah mulai agak jenuh dengan Azuma. Meskipun ia tooh utama, tapi porsinya terlalu banyak. Padahal Kawachi dan Suwabara juga ikut bertanding. Namun mereka berdua hanya bagaikan tempelan saja.

Selain itu, kematian Eurlick Lame sangat-sangat mendadak. Baru juga muncul sekilas di dua jilid, udah mati aja dia. Saya sih pengennya tindakan liciknya masih bisa dikembangkan lagi. Tetapi mungkin Hashiguchi-san ingin segera mengakhiri hidup ketua komite ini. saya jadi penasaran siapa yang akan membantu tindakan curang pemilik St. Pierre selanjutnya.

Bab tambahan tentang biwa itu saya rasa sangat menarik. Intinya sih semua tokohnya sama aja. Bahkan sifat dan kepribadiannya juga sama. Hanya namanya jadi berubah. Rasanya sangat mengasyikkan saat membaca cerita berbeda dari tokoh yang sama. Saya sih ingin special story ini bisa dimunculkan beberapa kali di jilid selanjutnya agar tidak bosan.

Penilaian Akhir:

★★★★

goodreads-badge-add-plus