Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 12)

coveryakitate12

Judul: Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 12)

Komikus: Hashiguchi Takashi

Penerjemah: Dian I. N.

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 196

Terbit Perdana: 2009

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2009

ISBN: 9789792756739

cooltext1660180343

Akhirnya!! Pertandingan final Monaco Cup akan dimulai!! Babak pertama, Monica Adenauer wakil tim Amerika akan melawan Kai Suwabara wakil dari tim Jepang! Bagaimana jalannya pertandingan nanti!? Mari kita nantikan bersama!!

cooltext1660176395

Melanjutkan seri Yakitate!! JaPan, rasanya saya sendiri dan mungkin para pembaca setia blog saya *ceileh* sudah tidak sabar mengetahui kelanjutan Monaco Cup. Sekedar informasi, saat ini kompetisi tersebut sudah mencapai babak final. Namun sebelumnya, bagian 95 “F1 GP” menceritakan tentang Azuma dan Shadow White, pemenang tema roti olah raga, memberikan roti mereka kepada para pembalap F1, tak terkecuali Michaelli Shumappher (pasti pada ngeh kalo namanya plesetan dari om Schumi).

Kalau Azuma tak bisa melampauinya, kalian berdua yang harus berjuang di final nanti… (Hal. 11)

Pada bagian 96 “Pemimpin”, tema roti yang harus dibuat sudah diumumkan. Kabar buruknya, babak final akan dibagi menjadi 3 ronde dengan masing-masing anggota tim berduel satu lawan satu. Tema roti kali ini adalah Sandang, Pangan, Papan.

Tapi hati-hatilah! Kalau kalah 2 kali berturut-turut, pertandingan ketiga akan ditiadakan. (Hal. 38)

Suwabara yang bertindak sebagai orang pertama yang berlomba mewakili tim Jepang akan berhadapan dengan Monica Adenauer pada roti sandang. Bagian 97 “Monica Sesungguhnya” ini juga menjelaskan tentang asal-usul Monica yang sangat misterius dan alasan ia bisa menjadi peserta Monaco Cup. Bahkan Sofie dan Kuroyanagi juga kesulitan.

Bisa diartikan mereka punya keunggulan dalam teknik pembuatan kue dan biskuit daripada kita sebagai juru roti. (Hal. 55)

Detik-detik menjelang pertandingan, Suwabara berlatih dengan semangat membara agar bisa mengalahkan Monica. Berbeda jauh dengan Kawachi yang santai-santai melulu. Mengetahui hal ini, pada hari pertandingan, Monica mengenakan pakaian yang “berani” untuk menjatuhkan Suwabara. Namun, pada bagian 98 “Na Na Naked” ini justru menggambarkan Suwabara yang tidak gentar meskipun mendapat “gertakan” dari Monica.

Sebenarnya, kau yang di posisi 2 yang jadi penentu kemenangan atau kekalahan kita… (Hal. 69)

Selanjutnya pertandingan yang tengah berlangsung disuguhkan pada bagian 99 “Alasan Juara”. Suwabara membuat dua adonan berbeda ukuran dan kekentalan. Sedangkan Monica membuat lima adonan dengan warna yang berbeda. Sejauh ini masih belum nampak roti seperti apa yang akan mereka hasilkan. Yang jelas, pasti akan spektakuler sekali.

Aku tahu, roti gandum hitam berasal dari Jerman. Tapi, memangnya di sini ada orang Jerman? (Hal. 87)

Ketika roti kedua peserta sudah selesai dipanggang, itulah saatnya Pierrot mencicipi. Sempat terjadi rebutan pada bagian 100 “Intinya, Kau Dicampakkan?” mengenai siapa yang dicipi duluan. Akhirnya Suwabara mengalah dan mempersilakan Pierrot mencoba roti mahkota buatannya. Selain bentuknya seperti mahkota, warnanya juga bisa berkilauan lho.

Aku bisa menempa pedangku sendiri. Bikin cetakan, sih, hal kecil! (Hal. 107)

Selanjutnya pada bagian 101 “Nomor 17 Itu Nomor 110!” Suwabara menjelaskan berbagai keunggulan roti buatannya itu. Betapa tidak, awalnya roti tersebut berwarna hitam legam, namun setelah “kulitnya” dibuka, warnanya menjadi kekuningan (oke, saya nggak tau sih warnanya kuning apa enggak gara-gara komiknya hitam putih) dengan hiasan buah yang berkilauan. Alasannya apa ya?

Dengan cara ini, warna buah jadi semakin terang dan berkilauan!! (Hal. 129)

Setelah puas mencicipi roti Suwabara, Pierrot beralih pada roti Monica. Pada awal bagian 102 “Firasat Sebuah Awal” ini sih biasa saja. Namun permen bunga yang menjadi hiasan roti Monica mekar dengan indahnya. Bahkan Pierrot bersedia ditangkap polisi dan dipenjara karena ulahnya untuk menciptakan reaksi yang spektakuler. Jadi siapa yang menang di babak pertama ini ya?

Tapi, ada sesuatu yang tak terbayangkan dalam roti nona Adenauer ini. (Hal. 145)

Sudah bisa nebak kan siapa pemenangnya? Jadi mari move on ke pertandingan kedua. Kawachi yang kebingungan akan membuat roti apa untuk melawan Spencer Henry Hoko, tiba-tiba ia teringat dengan bekal yang diberikan Shigeru sebelum berangkat ke Perancis dulu. Pada bagian 103 “Kotak Shigeru” ini Kawachi penasaran apakah bekal dari Shigeru bisa membantunya memnangkan pertandingan.

Tapi… Lawanku Shachihoko… Bukan lawan yang gampang dihadapi… (Hal. 162)

Pada review jilid selanjutnya, saya sedikit rindu dengan Tsukino dan Shigeru. Kemudian tadaa! Pada bagian 104 “Tekad Kawachi” ini mereka berdua, termasuk Manajer dan Kinoshita tiba-tiba ada di Monako! Selain gara-gara bakeri mereka sepi karena promo besar-besaran St. Pierre, mereka juga khawatir dengan keteguhan Kawachi.

Aku berusaha meneruskan cita-cita ayah untuk bekerja di bakeri pusat Pantasia… Di mata keluargaku, aku ini pahlawan!! (Hal. 176)

Laga puncak semua kompetisi memang selalu menegangkan yah. Selain yang bertanding memang sudah hebat-hebat semua, tantangan yang diberikan juga tidak main-main sulitnya. Sedikit komerntar saya pada pertarungan Suwabara, ehm dari awal sudah bisa ditebak sih. Tapi saya tercengang justru setelah pertandingan selesai. Karena Suwabara dan Monica malah *some text missing* #dilarangspoiler.

Berkali-kali saya mengutarakan sebelnya saya dengan tokoh Kawachi. Soalnya saya setuju banget dengan pendapat Kuroyan, bahwa Kawachi sungguh tidak berguna di kompetisi ini. Alangkah lebih baik Shigeru saja yang berangkat. Jika Kawachi ini beneran ada di depan saya, pasti akan saya toyor bolak-balik deh.

Nah, untungnya Hashiguchi-san seperti mengerti pembacanya yang penasaran dengan adanya Kawachi di Monaco Cup. Sehingga alih-alih membuat pertandingan tim, pada babak final ini Kawachi juga dituntut serius menghadapi Sachihoko agar Jepang bisa menang. Tetapi sayangnya, ceritanya dibuat ngegantung #pffft.

Saya juga hepi semua pegawai Pantasia Cabang Tokyo Selatan muncul di Monako. Selain bikin tambah rame, saya juga nggak bakal jenuh-jenuh banget dengan Kuroyan-Sofie lagi. Penasaran nih dengan pertandingan Kawachi. Jadi tunggu review saya jilid 13 yah :D

Penilaian Akhir:

★★★★

goodreads-badge-add-plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*