Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 13)

coveryakitate13

Judul: Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 13)

Komikus: Hashiguchi Takashi

Penerjemah: Ervin Kurniawati

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 196

Terbit Perdana: 2009

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2009

ISBN: 9789792758412

cooltext1660180343

Upaya keras Kyosuke Kawachi yang telah bersumpah pada mendiang ayahnya untuk membangkitkan revolusi di dunia roti mengejutkan Kazuma Azuma! Tak hanya itu, sebagai reaksi dari roti Kawachi yang terlalu enak, Juri Pierrot sekarat!

cooltext1660176395

Sudah sampai jilid 13 sodara-sodara. Angka favoritku nih. Jadi review nya juga agak spesial dong. Spesialnya apaan? Ini aku nulisnya penuh rasa bahagia. Udah. Gitu doang #apasih #krikkrik. Langsung aja deh ya. Jilid ini dibuka dengan bagian 105 “Kakuei, Sang Proletar” ketika Kawachi sudah mulai bersemangat menyongsong pertandingan final babak kedua. Tekanan dan ucapan pegawai Pantasia Cabang Tokyo Selatan begitu berat bagi Kawachi.

Si gundul suka meremehkan. Aku ingin dia lebih berusaha. (Hal. 13)

Kemudian pada bagian 106 “Nasihat dan Cerita Masa Lalu” adalah sehari sebelum pertandingan. Akhirnya Kawachi sudah membuat amunisi agar bisa memenangkan pertarungan esok hari. Selain itu, untuk tema roti pangan kali ini, Kawachi juga akan menggunakan bahan pokok yang sudah populer di masyarakat China. Bahan pokok apakah itu?

Dattan soba itu makanan pokok suku Yi di pedalaman China sejak dulu. (Hal. 33)

Pada bagian 107 “Pupnya Pelan-Pelan Saja” adalah hari-H pertandingan. Lagi-lagi penontonnya hanya sedikit. Selain Azuma cs yang tidak bertanding, ada juga keluarga Kawachi yang datang serta keluarga besar Sachihoko. Mungkin gara-gara wakil Perancis sudah kalah, jadi sepi peminat yang ingin menyaksikan babak final ini.

Dia tertekan perasaan tak tenang yang dirasakannya sendiri, karena takut kalah. (Hal. 51)

Di sisi lain, Sachihoko ternyata juga memiliki senjata pamungkas untuk pertandingan kali ini. Ia menggunakan bahan dasar yang kurang familiar namun bernilai tinggi. Namun, Azuma yang sering tampak bodoh justru mengetahui dengan akurat bahan dasar yang digunakan Sachihoko untuk membuat rotinya itu. Kisah ini dimuat pada bagian 108 “Alasan Meraih Penghargaan Komik Shogakukan”.

Dia mencari tahu soal pertanian seluruh Jepang untuk mengalahkanmu!! (Hal. 74)

Ketika Kawachi hendak memanggang adonan, ternyata Sachihoko sudah selesai dengan rotinya. Akhirnya Pierrot mencicipi roti Sachihoko terlebih dahulu. Pada bagian 109 “Aku dan Libya” ini sepertinya Pierrot lagi-lagi melakukan atraksi yang ajaib. Kemudian saat Kawachi sudah selesai memanggang, reaksi Pierrot juga tidak kalah menakjubkan. Bahkan kali ini dia terancam bahaya.

Pierrot mampu menghindari teror tembakan tanpa disadari siapapun… Tapi, kenapa hanya kali ini dia bisa sampai ditusuk pisau? (Hal. 92)

Anyway, di bagian ini ada karakter namanya Conan Tonegawa lho. Ya ampun bisa-bisanya Hashiguchi-san mencomot tokoh beken itu. Oke lanjut. Pada bagian 110 “Menatap Ke Depan” mengisahkan kondisi Pierrot yang kritis karena reaksi “berbahaya” tadi. Sepertinya kali ini beneran serius karena sampai ada pengumuman di penjuru Monako tentang kondisi Pierrot di rumah sakit.

Kalau kehilangan darah sebanyak itu… Kita hanya bisa berdoa… (Hal. 107)

Ternyata eh ternyata, Pierrot kehilangan banyak darah dan membutuhkan pendonor. Yang bikin kaget, golongan darah Pierrot itu adalah golongan darah langka bernama Bombay (ini saya bayanginnya kok jadi onion ring -.-”). Namanya juga golongan darah langka, jadi nggak mudah menemukan pendonor di bagian 111 “Raja dan Pierrot”. Yak betul sekali, ternyata Raja Monako memiliki goldar bombay juga *ahelah kebetulan bingit*

Biasanya orang bertipe bombay lahir dari tradisi pernikahan dengan saudara dekat… (Hal. 129)

Ada yang inget nggak kalau Pierrot itu waktu masih bayi ditinggalkan orangtuanya di tenda sirkus? Nah pada bagian 112 “Identitas Pierrot Sebenarnya” ini memang benar-benar terkuak sih siapa Pierrot itu sebenarnya. Sebuah kenyataan yang sangat mengejutkan. Bahkan sang Raja juga terhenyak dengan fakta yang beliau hadapi.

Biarkan pangeran Leol, anakku yang baru lahir ini dibesarkan sebagai anak keluarga rakyat biasa. (Hal. 144)

Selanjutnya di bagian 113 “Roti yang Lebih Hebat” adalah beberapa hari menjelang pertandingan babak ketiga. Azuma cs sebenarnya ingin menjenguk Pierrot. Namun istana kerajaan sangat ramai wartawan dan dijaga ketat. Akhirnya dengan dalih ingin mengambil bahan membuat roti, Azuma dkk diperbolehkan masuk. Ternyata, alih-alih terbaring lemah tak berdaya, Pierrot justru berpesta pora di dalam istana itu.

Lantas, kau kira, Yang Mulia tidak akan sedih melihatmu mabuk-mabukan dan hidup bermalas-malasan? (Hal. 171)

Yang terakhir adalah bagian 114 “Bahan Shichimi” mengenai rencana Azuma membuat roti papan alias roti dengan cita rasa kampung halaman. Ia berencana membuat roti dengan sebuah bahan terlarang alias narkoba yaitu marijuana. Eh ternyata yang digunakan Azuma bukan daunnya. Terus apa hayoo?

Itu betul, petani teman kakekku punya izin menanam marijuana. Bisnisnya sukses besar, lho. (Hal. 178)

Jilid 13 ini lebih seru dibandingkan sebelumnya. Selain pertandingan Kawachi memang lebih menegangkan dibandingkan Suwabara, reaksi Pierrot sampai berakhir kritis juga membuat saya kaget. Ada gitu ya juri yang mempertaruhkan nyawa demi reaksi mencicipi roti. Ah tapi ini kan komik. Ya pasti ada lah.

Selain itu, saya senang dengan misteri Pierrot selama 23 tahun akhirnya terkuak. Rasanya turut bahagia gitu karena Pierrot tidak perlu lagi mencari-cari orangtuanya di bangku penonton sambil berharap akan dijemput.

Bagian Pierrot dan Raja memang menyentuh kalbu dan sanubari #tsaah. Beneran deh, kalau sungguh-sungguh menghayati, pasti suasana mellownya dapet. Konsep Tempat Penentuan hidup dan mati juga unik. Bisa dibayangkan sih frustrasinya Pierrot saat berada disana.

Well, babak final terakhir sekaligus penentuan juara Monaco Cup tinggal selangkah lagi. Saya jadi tidak sabar membuat review jilid 14 nanti. Sepertinya akan semakin seru dan menegangkan. Jangan lupa dibaca yah! Sayonara~

Penilaian Akhir:

★★★★

goodreads-badge-add-plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*