Men’s Guide to Style

covermen

Judul: Men’s Guide to Style

Sub Judul: Tip Dasar Tampil Maksimal

Penulis: Titoley Yubilate Tako

Penerbit: GagasMedia

Jumlah Halaman: xx + 137

Terbit Perdana: 2014

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2014

ISBN: 9789797807078

cooltext1660180343

Tanda-tanda jika pakaianmu telah fit, sesuai bentuk tubuhmu.

  • Menunjang bentuk tubuh sehingga terlihat lebih menarik.
  • Tetap bisa bernapas lega sekalipun bajumu terlihat slim.
  • Saat bercermin, you feel good about yourself.
  • Teman kerjamu memuji penampilanmu.

Tip memilih jeans

Jika kakimu pendek dan kurus, maka skinny cut bisa menjadi pilihan utama karena memberikan kesan langsing dan lebih tinggi. Jika kamu tinggi – baik kurus ataupun gendut – straight leg cut merupakan pilihan yang tepat karena dapat menyeimbangkan proporsi badan agar kamu tidak terlihat sangat tinggi.

Ada banyak hal sederhana yang perlu kamu perhatikan demi penampilan terlihat maksimal. Tak hanya soal fashion, kamu juga perlu memperhatikan urusan grooming, serta mengetahui aturan-aturan dasar tentang style. Buku ini memberikan banyak tip men’s style yang praktis. Setiap pembahasan bisa langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, plus dilengkapi dengan ilustrasi dan foto fashion.

Men’s Guide to Style akan membantumu memahami dasar style dengan baik. Tentunya, kamu akan tampil maksimal dan penuh percaya diri!

“It’s so exciting! Kami bisa berkolaborasi memvisualisasikan buku panduan basic yang begitu cemerlang dikemukakan oleh Tito.” – ADIBA MUSAWA, editor in chief Yess! Magazine

“Men’s Guide to Style bukan hanya buku tentang cara berpakaian, tetapi memberikan banyak informasi dasar tentang menswear, secara umum. Buku ini ringan dan terstruktur sehingga mudah untuk dibaca.” – JESSY ISMOYO, kontributor Nylon Magazine Indonesia

cooltext1660176395

Saya mau buat pengakuan dulu. Saya ini orangnya cenderung cuek dengan penampilan. Saya bukanlah tipikal pria metroseksual yang dandy dalam berpenampilan. Ditambah kondisi paras wajah yang kurang mempesona dan badan yang tidak proporsional alias gendut juga membuat saya tambah males berpenampilan aneh-aneh. Bisa dikatakan, yang penting saya nyaman berpakaian juga udah cukup.

Nah, pria-pria seperi saya inilah yang penulis coba untuk sadarkan. Pada bagian kata pengantar sudah disinggung bahwa sesungguhnya style itu genderless. Seringkali orang-orang, termasuk saya, berpikiran bahwa dunia fashion dan style hanyalah monopoli kaum perempuan. Sedangkan kaum adam tidak cocok berkutat dengan dunia tersebut. Padahal sesungguhnya perempuan dan laki-laki harus tetap memperhatikan penampilan agar terlihat menarik di mata orang lain.

Buku ini terdiri dari enam bagian. Saya kupas satu-satu ya. Bagian pertama berjudul Basic Rules of Style. Pada bagian ini, penulis mengajak pembaca untuk berkenalan dengan dunia –yang katanya – milik perempuan, yaitu fashion dan style. Ternyata, kedua istilah tersebut memiliki arti yang berbeda. Jadi fashion bisa disebut dengan tren, sesuatu yang ramai dibicarakan pada waktu tertentu. Sedangkan style bersifat personal milik individu.

Fashion atau tren datang dan pergi begitu saja, tetapi style tetap untuk selamanya. (hal. 3)

Buku ini memang sudah berfokus tentang style sebagai kepribadian, bukan fashion yang hanya sesaat. Pada bagian pertama  ini, saya dijelaskan tentang aturan dasar memilih pakaian. Salah satunya adalah ukuran. Jelas lah ya, kan setiap orang memiliki ukuran tubuh yang berbeda. Akibatnya pakaian yang dikenakan juga bermacam-macam ukurannya.

Penulis menekankan tentang konsep fit alias pas. Dan salah satu tip yang diberikan penulis kepada setiap pria untuk menciptakan “fit” tersebut paling mengejutkan bagi saya adalah: miliki tailor langganan. Batin saya saat membacanya: “He? Saya ke tukang jahit? Duh apaan deh ini maksudnya.” Namun kemudian seakan menjawab saya, penulis memberikan penjelasan yang lengkap perihal pentingnya memiliki tailor.

Kemudian pada bagian kedua berjudul Basic of Staples, saya diajak setingkat lebih tinggi mengenai hal-hal terkait pakaian yang wajib dimiliki seorang pria. Penulis menyebutnya sebagai investasi. Well, bukan hanya tanah dan bangunan saja. Bahkan pakaian pun juga perlu diinvestasikan.

Kita mungkin sering mendengar bahwa salah satu tip style terbaik adalah memadupadankan high and low pieces. (hal. 22)

Jujur saya belum pernah denger tuh hehehe. Nah jadi bagian kedua ini mengupas bagian pakaian apa yang bisa menjadi investasi berpenampilan. Sehingga pengeluaran saat membeli pakaian juga tidak akan sia-sia. Bahkan penulis juga memberikan sejumput tip mengenai belanja pakaian bagi seorang pria. Ada bagian tentang penampilan rapi saat melamar kerja lho.

Selanjutnya bagian ketiga adalah How to Wear. Bagian ini memiliki sub bagian paling banyak diantara bagian yang lain. Bisa saya katakan bagian inilah inti buku ini. jadi setelah mengenal konsep dasar style dan memiliki item wajib pakaian, di bagian tiga ini saya dijelaskan do’s and dont’s terkait berpakaian.

Meminjam istilah from head to toe, bagian ketiga ini dikupas satu persatu tentang cara mix and match, cara pemakaian dan perawatan kemeja, kaus, celana, jaket, hingga kaus kaki dan sandal. Meskipun sangat banyak, penulis menyampaikannya dengan mudah dan diselipi humor. Hal ini membuat saya nyaman membacanya satu persatu. Part paling menarik bagi saya adalah tentang 7 fashion item yang wajib dihindari.

Sepatu sandal karet. Terutama sepatu sandal yang memiliki desain gelembung aneh di bagian depan. Tidak ada kata yang mampu menggambarkan betapa jeleknya penampilanmu saat memakainya. (hal. 95)

Huahahaha. Meskipun penulis tidak sebut merek, saya bisa langsung tahu sandal apa yang dimaksud. Selain sandal itu, ada enam lainnya yang membuat saya terbelalak karena kalau dipikir-pikir, benar juga ya. Deskripsi tentang masing-masing fashion item wajib juga membuka wawasan saya tentang bagaimana cara memperlakukan pakaian agar lebih awet dan tidak rusak.

Bagian keempat adalah Grooming. Awalnya saya mikir ini berisi tip menuju pelaminan (kan groom artinya mempelai pria kan? #krikkrik). Eh ternyata groom ada arti lain yaitu perawatan. Yak benar, setelah bagian sebelumnya sudah dijelaskan perawatan pakaian, bagian ini mengupas tentang perawatan fisik pria, meliputi rambut, kulit, wajah, gigi, mulut, dan kaki.

Kalau kamu yang berpikir jika penampilan tidak perlu diperhitungkan, maka kamu mungkin bisa berhenti membaca buku ini. Namun, bagi mereka yang menginginkan kulit sehat dan segar serta karier yang gemilang untuk waktu yang lama, terapkan tiga rutinitas berikut. (hal. 107)

Tidak bisa dipungkiri bahwa penampilan sebaik apapun, jika wajahnya kucel dan jerawatan, pasti jadi nggak menarik lagi. Hal inilah yang menjadikan perawatan fisik sangat dibutuhkan untuk menunjang penampilan yang mempesona. Bahkan ada penjelasan tentang macam-macam parfum yang saya juga baru tahu kalau parfum itu ada beraneka jenis.

Bagian kelima adalah Perawatan Pakaian. Bagian ini mengupas serba-serbi mencuci dan menyetrika. Salah satu part paling penting adalah mengenai 22 simbol perawatan pakaian yang tertera pada label pakaian. Jujur lagi, saya baru tahu arti masing-masing simbol dari buku ini. Bahkan cara mengatur lemari pakaian juga sempat disinggung.

Keluarkan pakaian yang sudah tidak pantas dipakai, entah karena kekecilan atau tidak trendi lagi, dan sumbangkan. (hal. 121)

Bagian ini memang cukup singkat. Namun informasi yang diberikan cukup padat dan tidak berbelit-belit. Selain itu, ada juga section khusus tentang aturan dasar mengatur isi koper atau backpack saat akan traveling. Cukup berguna sih apabila ada pekerjaan dinas keluar kota atau ingin liburan keluar negeri.

Akhirnya bagian terakhir adalah Belajar Tentang Style. Bagian ini menyuguhkan tip memperkaya ilmu tentang style. Mulai dari menentukan style icon, referensi website tentang style yang bagus, yang kemudian ditutup dengan definisi beberapa istilah asing yang disebutkan dalam buku. Bagian ini seolah-olah berisi pesan dari penulis agar pembaca memperdalam ilmu style lebih luas dari berbagai referensi, bukan hanya berhenti setelah membaca buku ini.

Membangun sense of style bukanlah sesuatu hal yang bisa dicapai hanya dalam semalam. (hal. 133)

Satu kata yang bisa saya gambarkan untuk buku ini: informatif. Bagaimana tidak, semua hal-hal mendasar tentang penampilan seorang pria dikupas habis. Saya yang awalnya adalah orang yang cuek tentang penampilan, menjadi termotivasi memperbaiki penampilan setelah membaca buku ini. Tidak ekstrim sampai operasi plastik dan menyewa designer, namun cukup memaksimalkan isi lemari baju.

Buku ini sangat membantu saya dalam berpenampilan dasar agar bisa tampak lebih menarik. Sayangnya, salah satu kesalahan fatal yang saya rasa menganggu adalah kurangnya ilustrasi. Saya ambil contoh tentang jenis jeans yaitu straight leg jeans, boot jeans, slim jeans, dan skinny jeans. Meskipun dijelaskan, saya butuh gambar asli yang menunjang penjelasan tersebut. Dan gambar yang saya maksud adalah foto asli jeans, bukan gambar karikatur jeans. Hal ini juga berlaku bagi fashion item lainnya.

Saya pribadi merasa, beberapa halaman yan menampilkan model dengan outfit dasar sudah bagus. Tapi agak mubazir aja satu halaman hanya diisi satu gambar orang saja dengan caption yang sedikit. Alangkah lebih baik gambar model itu berukuran kecil tapi banyak dan menyebar di halaman lain. Saya sadar kalau mau banyak gambar, saya bisa membeli majalah fashion. Tapi majalah fashion itu kan sudah tingkat expert. Sedangkan saya hanya ingin berbagai hal dasar di buku ini bisa ditunjang dengan gambar yang cukup. Pokoknya saya kecewa dengan minimnya gambar dalam buku ini.

Selain itu mengenai glosarium alias definisi istilah fashion. Pada bagian kata pengantar, penulis sudah berujar bahwa apabila pembaca bingung dengan berbagai istilah bahasa Inggris terkait fashion, sudah disediakan kamus di akhir buku. Tapi saya lagi-lagi kecewa dengan glosarium yang bisa dikatakan “ngirit bingit”. Sebut saya cupu dan kuper, tapi saya berharap berbagai istilah fashion yang digunakan – sesederhana apapun – bisa dijelaskan artinya. Bukankah segmen buku ini kebanyakan pria yang masih buta style and fashion?

Pada akhirnya, buku ini memang sangat membantu bagi kaum pria yang cuek tentang penampilam. Soalnya kalau pria metroseksual dandy yang baca buku ini, pasti akan mencemooh karena ilmunya sudah jauh lebih tinggi. Sedangkan pria cuek penampilan akan merasa bahwa sudah saatnya berpenampilan baik dan menarik. Selain bisa meningkatkan rasa percaya diri, penampilan yang menarik sudah pasti akan memberikan persepsi menarik dari orang lain. So, let’s change our outfit!

Penilaian Akhir:

★★★

goodreads-badge-add-plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*