Miminlicious

covermiminlicious

Judul: Miminlicious

Sub Judul: Tak Ada Mimin yang Tak Retak

Penulis: Jacob of @divapress01

Penerbit: DIVA Press

Jumlah Halaman: 212 halaman

Terbit Perdana: Januari 2015

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Januari 2015

ISBN: 9786022558002

cooltext1660180343

Alkisah….

Setelah menonton Twilight, seorang pemuda jadi rajin berkaca. Dia mematut-matut diri, mulai dari rambut, warna kulit, hingga biseps dan trisepnya. Lama kemudian, dia bergumam, “Hih! Kok nggak mirip si Jacob, sih!”

Sejak itu, dia pun terobsesi… dan muncul dalam jagat maya melalui akun @divapress01. Kehadirannya selalu dinanti followers. Banyak yang tergila-gila, nggak sedikit yang iri hati. Ototnya dari kawat, biar jempolnya bisa ngeladenin pertanyaan-pertanyaan followers yang ajaib. Tulangnya dari besi… *Ish! Ini MinCob apa Gatotkaca.

Siapakah Jacob sebenarnya?

Sebuah fanpage dan akun eksis karena dukungan para followers. Jadi, seajaib apa pun seorang followers, seorang admin ditutntut memiliki kesabaran dalam rangka melayani mereka. Kita akan kuak bersama bagaimana keseharian Jacob, seorang admin yang baru naik daun *juga naik darah karena tiap hari dikerjain followers.

cooltext1660176395

Pada jaman modern saat ini, internet bukanlah hal yang sulit untuk diakses kebanyakan orang. Selain mencari berbagai informasi, internet juga menawarkan sebuah hal baru yaitu media sosial. Jika setengah abad lalu orang-orang harus menempuh jarak cukup jauh dan bertatap muka jika ingin berbincang, sekarang cukup dengan update status ataupun nge-twit sudah bisa bercengkrama dengan orang lain di belahan bumi yang lain.

Media sosial, sebut saja twitter dan facebook, pada awalnya hanya digunakan oleh individu. Namun seiring perkembangan jaman, berbagai perusahaan ataupun instansi, bahkan berjualan produk juga bisa dituangkan dalam media sosial. Meskipun menyandang nama sebuah lembaga, akun tersebut tetap dioperasikan oleh seseorang. Orang ini biasa disebut dengan administrator (biasa disingkat admin). Kalau boleh saya katakan sih, admin ini adalah seorang operator yang menjalankan akun suatu lembaga itu.

Dalam dunia perbukuan, akun media sosial tentu dimiliki oleh penulis dan pembaca. Tidak heran karena mereka berdiri sebagai diri mereka sendiri. Bagaimana dengan penerbit? Ternyata penerbit tak mau kalah. Beberapa penerbit juga memiliki akun media sosial yang dalam kesehariannya dioperasikan oleh seorang admin. Lain penerbit, lain pula akunnya. Hal ini otomatis membuat adminnya juga beda *yaiyalah. Salah satu penerbit dengan admin yang “berbeda” adalah penerbit DIVA Press dengan akun @divapress01.

Admin media sosial penerbit ini dijuluki MinCob, MinLev, dan (dulu ada) MinDah. Ibarat kepribadian dan perbedaan karakter tiap orang, para followers akun ini (yang berjumlah ribuan) juga memiliki “keunikan” tersendiri. Oleh karena itu, salah satu admin akun penerbit DIVA, MinCob, bermaksud berbagi tentang hal-hal “berbeda” itu selama menjadi admin.

Begitulah anak jaman sekarang. Saking kreatifnya, ada lho yang bercita-cita ingin menjadi seorang admin fanpage atau grup komunitas di media sosial. (Hal. 4)

Buku ini terdiri atas delapan bagian utama yaitu Bagian Pengantar, Bagian berjudul “Dunia Mimin” dari satu sampai enam, serta Bagian Penutup dan Terima Kasih. Pada bagian Dunia Mimin 1 dengan sub judul Takkan Lari Admin Dikejar, MinCob bercerita tentang obrolannya dengan beberapa followers (yang sudah disamarkan namanya).

Bukan obrolan biasa dan penuh kewajaran, melainkan obrolan yang awalnya biasa namun kemudian justru bikin keki dan emosi jiwa. Saya rasa baik MinCob ataupun sang follower juga sama emosinya (dalam hal yang berbeda, tentu saja). Bagian ini sukses bikin saya ngakak sih. Soalnya apa ya, kalau saya jadi MinCob, pasti udah minus umur saya ngeladenin follower yang kudet gitu. Hih!

Lu cerewet banget ya Min, kayak corong stasiun! (Hal. 35)

Bagian Dunia Mimin 2, memiliki sub judul Rupa-Rupa Kak Nita. Sejenak meninggalkan ocehan MinCob, saya diajak berkenalan dengan keseharian Kak Nita. Bagi yang belum tahu, Kak Nita ini adalah orang yang bertanggungjawab dengan segala kepentingan orang-orang yang ingin memesan buku DIVA Press.

Karena Kak Nita bisa dijangkau melalui nomor telepon, maka percakapan dan obrolan “tidak biasa” juga disajikan dari hasil SMS dan telepon yang Kak Nita alami. Karena itu, bagian Kak Nita ini jadi cukup panjang. Agak takjub sih saya, kok ya ada para (calon) pemesan buku yang ngeselin begitu.

Masak penerbit kok nggak tahu jadwal dan rute bus malam. *tutup telepon* (hal. 61)

Selanjutnya, saya diajak ke bagian Dunia Mimin 3, dengan sub judul Admin Baik vs Mimin @divapress01 Slebor. Sudah sempat saya singgung diawal, admin itu ada berbagai macam. Alih-alih menjadi admin yang baik dan penuh semangat kehangatan demi para followers-nya, admin @divapress01 ini justru mendobrak pakem dengan menjadi admin yang ehm “unik”.

Segala keunikan dan betapa slebor-nya kata-kata admin ini (khususnya dalam twitter) disajikan dengan membandingkan tulisan admin baik dan admin slebor. Lucu sih, soalnya saya nggak ngira aja admin yang membawa nama lembaga justru berkelakuan begini. Tapi memang tidak bisa dipungkiri, ini justru menjadi nilai plus admin @divapress01 yang slebor ini.

Admin-admin slebor macam merekalah yang entah kenapa malah digilai oleh follower dengan jumlah follower yang ngehit sampai ratusan ribu. (Hal. 76)

Setelah berkenalan dengan Kak Nita, saya diajak berkenalan dengan Mas Dion. Pada bagian Dunia Mimin 4 dengan sub judul Proposal Oh Proposal ini, diceritakan beberapa keganjilan-keganjilan yang dialami Mas Dion selama bertanggungjawab menangani program buku gratis DIVA Press. Sekedar informasi, DIVA Press memiliki sebuah program bernama #AksiSejutaBukuGratis yang diperuntukkan bagi perpustakaan-perpustakaan di seluruh Indonesia.

Jadi intinya pihak perpustakaan yang berminat, bisa mengirimkan proposal pengajuan untuk mendapat buku gratis. Apabila sudah acc, voila! 100 eksemplar buku gratis dari DIVA Press sudah bisa dibawa ke perpustakaan tersebut. Nah, pengalaman Mas Dion menghadapi para (calon) pemohon inilah yang memenuhi bagian ini. Saya juga tidak menyangka ada orang-orang yang saking kudet-nya jadi tidak memahami prosedur yang ada *pukpuk Mas Dion*.

Buset itu tulisannya kecil-kecil, hemat bahan banget, spasinya setengah sentimeter dengan font Calibri dikebiri. (Hal. 120)

Setelah dibuat nyengir-nyengir membaca empat Dunia Mimin tadi, pada Dunia Mimin 5 dan 6 memiliki konsep yang hampir sama. Di Dunia Mimin 5, MinCob (atau MinLev juga?) membagikan pertanyaan-pertanyaan penting-nggak penting dari followers, yang kemudian dijawab juga dengan absurd oleh MinCob. Sedangkan bagian Dunia Mimin 6, perbedaannya adalah MinCob membagikan jawaban dari pertanyaan followers yang aslinya itu nggak direspon.

Pada umumnya sih, saya menyukai konsep buku ini. Seorang admin @divapress01 slebor berbagi tentang kesehariannya. Sedikit banyak hal ini bisa membuat para non-admin, khususnya followers, menjadi tahu tentang dunia admin. Tidak selamanya menjadi admin itu enak. Namun bukan berarti menjadi admin itu selalu menguras emosi. Yang penting bagaimana tetap enjoy dalam menjalani pekerjaan itu.

Layout dan tata letak yang sangat cantik, plus beberapa karikatur unyu di beberapa halaman, membuat buku ini rame. Tulisan MinCob saja sebenarnya sudah lucu. Namung dengan adanya panel-panel unyu dan selipan nggak penting dalam pojok-pojok tulisan membuat saya sering nyengir saat membacanya.

Sayangnya, saya kecewa dengan bagian Dunia Mimin 5 dan 6. Sebenarnya lucu-lucu aja sih membaca pertanyaan absurd followers sekaligus jawaban tambah absurd dari MinCob. Tetapi jumlah halaman yang sangat banyak (sekitar 83 halaman) membuat saya bosan. Sorry to say, bahkan saya tidak bisa menyelesaikan buku ini sekali duduk karena sudah keburu males dengan seabrek pertanyaan-jawaban absurd itu. Alhasil, tehnik skip-skip-skip saya lakukan.

Tapi besoknya saya baca lagi bagian ini. Ternyata, kalau sedikit dan tidak dibaca dalam waktu yang sama, saya justru dapet lucunya. Tapi kalau langsung dibaca semua sampai habis dalam satu waktu? Zzzz. Berarti sekitar 39% buku ini hanya berisi ocehan itu. Padahal kalau dibanyakin Dunia Mimin 1, 2, 3, ataupun 4, tentu buku ini lebih menarik.

Hidup itu perjuangan, penuh cobaan, dan butuh kesabaran, sesabar MinCob @divapress01 jawab pertanyaan-pertanyaan absurd para followers. (Hal. 141)

Pada bagian terakhir buku ini, saya justru lebih mendapat feel-nya. Tentang ucapan MinCob kepada para kontributor a.k.a followers yang sudi nama akunnya dicantumkan dalam halaman terima kasih. Selain itu juga ada halaman Tentang Penulis mengenai asal-usul MinCob. Lantas, siapakah MinCob itu? Sampai kata terakhir dalam buku ini pun masih belum terjawab. Yang jelas, MinCob akan tetap berusaha menjadi sahabat pembaca dalam mengarungi dunia perbukuan saat ini. Nice book, MinCob!

Penilaian Akhir:

★★★

goodreads-badge-add-plus

1 comment for “Miminlicious

  1. FJ
    February 8, 2015 at 11:37 PM

    Saya cukup batja review ini saja deh, hahah.

    Aku curiga, jangan-jangan MinCob ini mungkin MasDi :))

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*