Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 4)

coveryakitate4

Judul: Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 4)

Komikus: Hashiguchi Takashi

Penerjemah: Annisa Laila Khaled

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 195 halaman

Terbit Perdana: 2008

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2008

ISBN: 9789792728514

cooltext1660180343

Mengetahui Shachihoko adalah ahli membuat roti yakisoba, Azuma dan Kawachi berguru pada Liu, seorang master mi. Tapi, Azuma tetap tak punya ide untuk menandingi roti yakisoba Shachihoko.

cooltext1660176395

Berbeda dengan ketiga jilid sebelumnya, jilid keempat ini memiliki dua bab spesial selain bab utama lanjutan jilid sebelumnya. Bagian spesial pertama berjudul “Bonus Spesial Matsushiro Deluxe” yang mengisahkan awal mula Matsushiro berniat menggeluti dunia roti. Ternyata gara-gara cinta monyet masa SMA. *Ciee melankolis juga ternayata*

Aku dan B-saku yang sama-sama suka A-ko mendengar hal itu… (Hal. 9)

Bagian bonus kedua adalah “Bonus Spesial Takitate!! Gohan” yang sangat unik. Jadi kisahnya mengenai Tom Crusoe (seems like Tom Cruise, huh?) yang hidup di Amerika. Ia sangat menyukai nasi. Namun ayahnya menolak mentah-mentah usulnya menjadikan nasi sebagai menu sarapan. Bonus ini jalan ceritanya persis dengan chapter pertama di jilid 1. Cuman beda tokoh dan objek saja.

Aku sudah coba merekomendasikan Gohan sama Daddy… Tapi, malah ditentang. (Hal. 33)

Bagian selanjutnya sudah mulai kembali pada Kompetisi Pegawai Baru Pantasia. Bagian 26 “Perfect Melon” mengisahkan pertarungan Azuma melawan Mizuno. Ternyata, untuk membuat roti melon, Mizuno membuatnya dari 100% buah melon mahal nan lezat seharga 3000 yen! Sedangkan Azuma, cuma menggunakan jus kalengan seharga 120 yen. Zzzzz…

Wah, melonnya kayaknya mahalan, tuh… Melon si Azuma, sih, nggak ada apa-apanya… (Hal. 50)

Bagian 27 “Dasar Gegabah” adalah mengenai pertandingan Kawachi pada hari berikutnya. Ia yang sudah memiliki tangan matahari menjadi terlena dan menganggap remeh lawannya. Padahal menurut Manajer, lawan Kawachi, Yuko Motohashi, bukanlah lawan yang mudah. Hal ini membuat Kawachi ketar-ketir.

Dia itu ratu kantin pengurus menu makan siang sekolah dan wanita pemilik ‘Tangan Ibu’!!! (Hal. 69)

Bagian 28 “Kelemahan Azuma” mengisahkan babak berikutnya, dimana Azuma yang akan bertanding terlebih dahulu melawan Spencer Henry Hoko atau biasa dipanggil Shachihoko yang berasal dari Nagoya. Kejutannya, tema pertandingan babak tersebut adalah membuat yakisoba alias mi goreng, bukannya membuat roti. Ternyata, Azuma tidak pernah tahu cara memasak mi goreng! Sedangkan Shachihoko sudah terkenal dengan kemampuannya membuat mi goreng.

Aku akan memperkenalkan kalian seorang ahli mi. Lebih bagus lagi, kalau kalian bisa langsung belajar cara membuatnya disana! (Hal. 93)

Bagian 29 “Tim yang Kompak” berlokasi di tempat seorang ahli mi, Liu Lao Mian. Ia merupakan kawan Manajer. Selain nyentrik, ia juga senang menggunakan kekerasan kepada siapapun. Bagaimana bisa orang seperti itu bisa menjadi ahli pembuat mi? Azuma dan Kawachi sudah keder duluan. Tapi niat membuat mi terbaik tidak boleh luntur begitu saja.

Aku mesti berjuang sekuat tenaga dan nggak boleh meremehkan lawan siapapun orangnya!! (Hal. 108)

Bagian 30 “Reaksi Terlarang” merupakan hari pertandingan Azuma. Seperti yang diprediksi sebelumnya, tehnik pembuatan mi Shachihoko sungguh memukau. Tidak heran ia mendapatkan penghargaan tentang pembuatan mi yakisoba terlezat. Sedangkan Azuma harus berusaha dengan keras agar bisa mengalahkannya.

Meskipun Azuma sudah berusaha keras, kalau cuma mengandalkan mi goreng, dia bisa kalah! (Hal. 132)

Bagian 31 “Wujud Asli Koala” adalah kisah tentang pertandingan Azuma melawan Koala, pegawai Mizuno, di babak berikutnya. Karena Mizuno dan Tsukino sudah melakukan perjanjian tertulis, maka Azuma tidak boleh kalah. Atau reputasi dan masa depan Tsukino dipertaruhkan. Namun yang masih menjadi misteri, siapa orang dibalik topeng Koala itu sebenarnya?

Azuma! Lawan terkuat di kompetisi pegawai baru ini ternyata bukan Suwabara… Tapi, mungkin si Koala itu!!! (Hal. 154)

Bagian 32 “Pakai Sihir” adalah hari-H pertandingan Azuma. Tema roti yang harus dibuat adalah roti hewan. Sebagai tambahan, Kuroyanagi memanggil seorang juri baru bernama Sensei Gembul Hashiguchi dan asistennya, Heidi. Ada yang ngeh kalau juri tambahan ini adalah representasi komikus Yakitate!! Ja-Pan? Hehehe. Di sisi lain, setelah dianalisis, Koala adalah orang yang ahli dengan pembuatan roti hewan.

Bukan berarti menang kalahnya ditentukan dari bisa nggaknya bikin roti dengan 20 jalinan, ‘kan?! (Hal. 173)

Babak Kompetisi Pegawai Baru yang semakin seru menjadi fokus utama jilid keempat ini. Peserta yang ajaib dengan roti yang menakjubkan menjadi salah satu titik kenikmatan saya membaca komik ini. Saya tidak tahu apakah segala tehnik di komik ini akurat atau tidak. Tapi yang pasti semuanya membuat saya terpana.

Efek respon yang dialami oleh Kuroyanagi sebagai juri ketika mencicipi roti buatan peserta juga aneh-aneh. Meskipun semakin kesini semakin lebay dan tidak bisa diterima akal sehat, penjelasan setelah melakukan respon itulah yang membuat saya kagum. Apa ya, andaikata segala hal di komik ini hanyalah bualan semata, Hashiguchi-san sukses membuat saya percaya bahwa profesi juru roti itu keren banget!

By the way, tokoh favorit saya adalah Kinoshita. Dia selalu terlupakan sebagai pegawai bakeri cabang Tokyo Selatan. Entahlah, segala nasib buruk yang dialaminya membuat saya justru nyengir melulu *pukpuk Kinoshita*. Oh iya, akhir cerita yang menggantung membuat saya geregetan. Jadi, ayo tunggu review saya untuk jilid kelima nanti! ~(ˇ▼ˇ)~

Penilaian Akhir:

★★★★

goodreads-badge-add-plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*