Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 5)

coveryakitate5

Judul: Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 5)

Komikus: Hashiguchi Takashi

Penerjemah: Julianti

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 186 halaman

Terbit Perdana: 2008

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2008

ISBN: 9789792732481

cooltext1660180343

Taktik kotor Yokino menyebabkan kekalahan Kawachi. Sekalipun sempat terpuruk karenanya, berkat dorongan Kawachi, Azuma bangkit dan bertekad mengalahkan Suwabara dengan Japan 44!!

cooltext1660176395

Kompetisi Pegawai Baru sudah memasuki putaran puncak. Bakat-bakat istimewa dan roti beraneka rupa juga mulai bermunculan. Bagian 33 “Wujud Sihir Sesungguhnya” bercerita tentang roti hewan buatan Azuma yang berwarna hijau. Yak benar, roti yang harusnya kecoklatan karena proses dioven, justru tetap hijau. Rahasianya apa?

Trik memanggang dengan suhu super rendah dalam waktu lama!!! (Hal. 5)

Bagian 34 “Dua Kesalahan” adalah proses penjurian oleh Sensei Gembul dan Kuroyanagi. Agak wasting panel aja sih sampai jadi dua bagian terpisah. Tapi memang saya akui bahwa penjurian juga sudah semakin ketat. Koala sebagai lawan Azuma juga tak bisa dipandang remeh dengan roti hewan miliknya.

Sesuai dengan angka hasil penilaian Sensei Gembul. Karena seri, pertandingannya diulang!! (Hal. 27)

Bagian 35 “Serangan Balasan Katsuwo” adalah cerita saat Kawachi dan Umino Katsuwo bertanding. Katsuwo yang berpostur pendek dan seperti anak kecil, ternyata sudah berusia 31 tahun dan memiliki istri. Saya turut paham tentang betapa genggeus-nya Katsuwo dan istrinya ini. Hih!

Manusia juga bisa dibilang salah satu bagian dari kelompok hewan. Idenya amat menarik! (Hal. 48)

Bagian 36 “Ziarah”, selepas pengumuman empat peserta yang maju pada babak semifinal, Manajer mengajak Azuma dan Kawachi ke taman pemakaman. Ternyata disana ada sebuah tragedi memilukan tentang mendiang ibunda Tsukino. Pantas saja setelah pengumuman, Tsukino langsung meninggalkan aula pertandingan.

Ah, aku cuma kasih sedikit semangat. Lagian dia bukan lawan yang sebanding denganku, kok… (Hal. 63)

Bagian 37 “Senior Kuroyanagi?” adalah bagian yang bukan tentang pertandingan. Hanya ngobrol-ngobrol tentang siapa lawan Kawachi selanjutnya. Ia adalah Kanmuri Shigeru, pegawai bakeri cabang Shinjuku pusat. Secara kebetulan, manajer bakeri tersebut adalah Azusagawa Yukino, kakak Tsukino. Dan ternyata lagi, Shigeru dan Kuroyanagi satu almamater. Too much coinsidence, euh.

Kuroyanagi baru berusia 22 tahun dan sudah menjadi eksekutif bakeri pusat. Apa kalian tahu gimana caranya melakukan itu!? (Hal. 78)

Bagian 38 adalah “Perangkap Yukino”. Seperti yang bisa diduga, Yukino yang berperangai jahat tanpa setitikpun kebaikan dalam jiwa sanubarinya *tsaah* menghalalkan segala cara agar Shigeru menang. Apakah kalian berpikir Yukino mencurangi pertandingan? Yak benar sekali. Sampai-sampai Kawachi dibuat tak berdaya sama sekali.

Tiga tahun setelah Kakak lulus… Akhirnya, aku sudah menyempurnakan ‘itu’. (Hal. 102)

Bagian 39 “Kenangan Akan Laut” berfokus pada hasil roti kreasi Shigeru yang dicicipi oleh Kuroyanagi dan Sensei Gembul. Disini terjadi sebuah keajaiban pada Sensei Gembul. Semua itu karena roti Shigeru yang ajaib dan tidak biasa. Tak pelak hal ini memukul hati Kawachi. Karena apa yang terjadi sungguh bukanlah hal yang diharapkannya.

Aku sudah memakai ragi samudra impianku untuk roti ini… (Hal. 117)

Bagian 40 “Cukup Buat Roti Enak” adalah saat sebelum Azuma bertanding. Ia yang sangat merasakan kesedihan Kawachi, tidak memiliki semangat untuk bertanding lagi menghadapi Suwabara. Simpatinya yang mendalam kepada rekan kerjanya sungguh tinggi. Bahkan Tsukino juga memperbolehkan Azuma mundur dari pertandingan jika ia merasa tidak kuat. Namun ternyata Kawachi memiliki pemikiran sendiri.

Shigeru… Kemampuannya diatas rata-rata!! (Hal. 137)

Bagian 41 “Maaf, Ya” adalah saat-saat pertandingan Azuma dan Suwabara. Ternyata selama ini, setelah kalah dari Azuma di ujian masuk Pantasia, Suwabara telah berlatih keras dan menemukan sebuah roti baru yang ia yakin akan mengalahkan roti buatan Azuma (meskipun agak lebay sih sebutannya). Apakah jenis roti itu?

Inilah croissant tehebat sepanjang sejarah!! Croissant 648 lapis super vapor action!!! (Hal. 164)

Bagian terakhir adalah “Bonus Spesial Takitate!! Gohan”. Seneng banget ada omake (bagian tambahan) tentang gohan ini. Rasanya sesuatu yang berbeda 180 derajat dibandingkan ceritanya Azuma. Cerita bagian ini mirip dengan chapter 2 Yakitate!! Ketika ujian masuk sebuah katering ternama, Tom datang terlambat sehingga poinnya dipotong lima poin oleh juri bernama Shiroyanagi Ryo. Disini Tom juga berkenalan dengan sesama peserta bernama Kishiwada. Tantangan pertama adalah membuat onigiri. Bagaimana akhir nasib Tom?

Ini kedai nasi! Kami tak akan mempekerjakan penyuka roti! (Hal. 173)

Semakin kesini, kompetisi juga semakin menegangkan. Peserta yang lolos juga bukan peserta yang tidak sanggup membuat roti. Entah kenapa, saya justru menanti kehadiran peserta baru dengan bakat menakjubkan membuat roti yang ajaib, alih-alih menanti Azuma membuat Ja-Pannya. Mungkin karena dia tokoh utama, saya udah terlanjur bosan duluan dengan tipikal Azuma.

Kemunculan Yukino sukses membuat saya membenci tokoh ini, bahkan lebih benci dibandingkan tokoh Mizuno. Tipikal peran antagonis di sinetron sih sebenarnya Yukino ini. Tapi Hashiguchi-san berhasil menggambarkan mimik muka dan perilaku jahatnya dengan sangat pas.

By the way, per jilid lima ini, saya kok jadi merasa sebel dengan Azuma ya. Sifatnya itu terlalu polos padahal kenyataannya dia jenius dalam membuat roti yang ajaib. Kesannya jadi pura-pura blo’on. Kalau ada di dunia nyata, saya yakin Azuma adalah orang yang tidak saya sukai hahahaha.

Oh iya, jangan lupakan dengan bonus spesial Takitate!! Gohan. Ketika membaca bagian ini, saya merasa membaca Yakitate!! namun dengan baju yang berbeda. Kesan barunya dapet, tapi nostalgia dengan chapter aslinya juga dapet. Lumayan jadi ice breaking sesaat dari tegangnya Kompetisi Pegawai Baru Pantasia. So, let’s wait my review of volume 6! Coming soon, I swear!

Penilaian Akhir:

★★★★

goodreads-badge-add-plus