Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 6)

coveryakitate6

Judul: Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 6)

Komikus: Hashiguchi Takashi

Penerjemah: Julianti

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 186 halaman

Terbit Perdana: 2008

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2008

ISBN: 9789792736243

cooltext1660180343

Babak final Kompetisi Pegawai Baru. Azuma vs Shigeru! Sama-sama jenius dan pemilik tangan matahari! Kelenturan adonan dan sang juri super, Meister Kirisaki, yang akan menentukan pemenangnya!

cooltext1660176395

Heihoo ketemu lagi di resensi Yakitate!! Ja-Pan. Yang kamu baca sekarang sudah mencapai jilid keenam. Kalau penasaran dengan resensi jilid sebelumnya, silakan buka homepage yah. Di jilid enam ini ada sembilan bagian. Langsung saja ya. Bagian 42 “Kuroyanagi In Heaven” berkisah tentang Kuroyanagi yang meninggal dunia karena mencicipi roti buatan Azuma. Eh, bukan Kuroyan saja dink. Tapi Sensei Gembul juga ikut meninggal. Kenapa bisa begitu? Jangan-jangan ada racunnya.

Dasar licik! Kau berbuat begitu karena tidak mau kalah dariku, ‘kan!? (Hal. 14)

Bagian 43 “Santai?” adalah saat Kawachi yang sudah mulai menerima kekalahan, diingatkan oleh Meister Kirisaki tentang perebutan juara 3. Ternyata, juara 3 juga memiliki kesempatan untuk menjadi pegawai Pantasia pusat. Tentu saja Kawachi tertarik dengan fakta ini. Tetapi…

Pertandingan perebutan juara 3!! Aku…mana bisa menang melawan Suwabara!! (Hal. 39)

Bagian 44 “Padahal Papannya” adalah detik-detik saat bebak final Azuma melawan Shigeru dimulai. Azuma merasa khawatir dengan hal serupa yang dialami Kawachi akan ia alami esok hari. Tentu saja, Yukino yang jahat bagai mak lampir itu akan menghalalkan segala cara untuk menang. Tapi bukan Azuma namanya kalau akhirnya tidak percaya diri.

Kalau Shigeru punya ragi samudra, aku pun punya papan petalite!! (Hal. 52)

Bagian 45 “Yang Kental Itu, Ya” mengisahkan Kawachi yang pergi ke suatu tempat atas rekomendasi Manajer. Ia berujar bahwa disana adalah tempat hebat yang akan membuat Kawachi bisa memenangkan pertandingan perebutan juara ketiga. Tempat itu adalah Gereja St. Andrew. Orang yang harus ditemui Kawachi adalah Romo Andrew Graham. Sayangnya, Romo sudah meninggal dan disana hanya ada putrinya, Suster Maku Graham.

Tapi, kalau kau kalah dalam perebutan juara 3… Itu akan membuat Yukino, orang yang lebih jahat darimu, jadi gede kepala… (Hal. 73)

Kembali ke pertandingan final. Bagian 46 “Pertandingan Final Dimulai” menunjukkan betapa babak final dinantikan (hampir) semua orang. Penonton membludak dan membuat suasana memanas. Baik Azuma ataupun Shigeru mempersiapkan roti terbaik mereka. Meskipun Azuma mengalami kehilangan yang berarti, ia tidak gentar melawan Shigeru. Sedangkan Shigeru harus berusaha keras agar laboratorium dan data penelitiannya tidak dihancurkan Yukino.

Aku nggak akan memakainya di final ini. Ah, tepatnya… Tidak bisa. Soalnya sudah hilang. (Hal. 91)

Bagian 47 “Swan Lake” adalah saat-saat Shigeru dan Azuma membuat roti. Seperti yang bisa dibayangkan, Shigeru bisa membuat adonan sangat lentur hingga bisa melar sepanjang rentangan tangan. Ketika asyik memanggang roti, ia baru sadar bahwa Azuma juga sanggup memelarkan adonan! Hal ini tentu aneh karena ramuan Shigeru tidak ada yang tahu.

Adonan yang sudah dicuci dibiarkan begitu saja, lalu mulai membuat adonan baru lagi!! (Hal. 112)

Bagian 48 “Good!!” yaitu proses penjurian. Juri kali ini adalah Meister Kirisaki, bukannya Kuroyanagi. Ternyata ini adalah permintaan Kirisaki, bahwa General Manager akan menjadi juri saat babak final. Yang pertama dicicipi adalah roti buatan Shigeru, kemudian Azuma. Ternyata tak dinyana, reaksi yang didapatkan begitu mencengangkan kedua peserta.

Saya belum pernah makan pain aux restique seenak ini. (Hal. 128)

Bagian 49 “Teka-Teki Kribo” adalah saat ketika Kawachi sudah kembali ke area pertandingan setelah mengunjungi gereja. Dan tebak apa yang terjadi? Rambut Kawachi menjadi kribo. Yak benar! Persis seperti rambut sang Manajer. Apa yang sebenarnya terjadi tidak terlalu masalah hingga Suwabara memberikan sepatah kalimat untuk Kawachi.

Mustahil amatiran sepertimu bisa mengalahkanku! (Hal. 157)

Bagian 50 “Payah” adalah bagian terakhir sebelum pertandingan Kawachi dimulai. Sudah dapat diduga, akhirnya akan nggantung dan bersambung ke jilid berikutnya. Pokoknya, pertandingan Kawachi dan Suwabara tidak boleh dilewatkan begitu saja. Yah, meskipun hanya untuk juara 3 sih.

Model rambut yang menggelikan!! (Hal. 171)

Akhirnya laga puncak Kompetisi Pegawai Baru Pantasia berakhir sudah. Segala kekacauan dan keajaiban roti di babak sebelumnya akhirnya ditutup oleh Shigeru dan Azuma di babak final. Namun saya pribadi merasa roti di babak sebelumnya justru lebih wah dibandingkan roti babak final. Hanya bonus Meister Kirisaki dengan respon “unik” saja yang menjadi nilai plus. Sedangkan dari rotinya sendiri sih biasa saja.

Tetapi selain itu, saya menyukai jilid ini karena tidak terlalu banyak drama yang berlebihan. Saya sih sebenarnya suka mengikuti kehidupan pribadi masing-masing tokoh. Cuman kan ini lagi ada kompetisi. Mbok ya itu aja yang dijadikan fokus cerita, jangan kemana-mana seperti jilid sebelumnya.

Eh by the way, Shigeru itu cowok apa cewek ya? Fisik sih cewek, tapi agak nanggung sikapnya jadi cewek. Kalau jadi cowok malah terlalu lembut. Entahlah. Oh iya, babak perebutan juara 3 oleh Kawachi vs Suwabara yang akan disuguhkan jilid depan saya rasa juga (akan) tidak semenarik babak sebelumnya. Tapi entahlah, mari buktikan saja dulu. Siap-siap baca review saya yang jilid ketujuh yak!

Penilaian Akhir:

★★★★

goodreads-badge-add-plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*