Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 7)

coveryakitate7

Judul: Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 7)

Komikus: Hashiguchi Takashi

Penerjemah: Julianti

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 182 halaman

Terbit Perdana: 2008

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2008

ISBN: 9789792740455

cooltext1660180343

Tak disangka, Shigeru memilih bergabung dengan Azuma, dkk di Pantasia Cabang Tokyo Selatan demi membalas dendam pada Yukino. Langkah pertamanya memenangkan 10 miliar melalui Monaco Cup!

cooltext1660176395

Pertandingan perebutan juara ketiga dalam Kompetisi Pegawai Baru Pantasia ke-39 dimulai! Bagian 51 “Louis Louis” adalah saat yang menegangkan. Kawachi dengan rambut kribonya percaya diri menghadapi Suwabara si pemakai bandana. Tak disangka, mereka berdua sama-sama membuat roti Perancis! Ternyata kedua roti juga ada keunggulannya.

Jangan mengajakku bicara. Konsentrasilah pada pangganganmu sendiri. (Hal. 11)

Bagian 52 “Kid!” adalah saat-saat penjurian. Sebelumnya, baik roti buatan Kawachi ataupun Suwabara memiliki hal menakjubkan masing-masing. Tak pelak hal ini membuat sulit sang juri, Kuroyanagi. Meskipun begitu, keputusan sudah bulat. Di sisi lain, para pegawai bakeri Pantasia cabang Tokyo selatan sangat ilfil dengan perilaku Kawachi (plus gara-gara rambut kribonya).

Cita-citaku bukan bekerja di bakeri pusat. Tapi, membuat Ja-Pan!! (Hal. 28)

Tiba saatnya penyerahan hadiah pada bagian 53 “‘Apa!?’ Di Situasi Begini”. Azuma juara satu, Shigeru juara dua, dan tebak siapa juara ketiganya? Ternyata…Kawachi dan Suwabara. Ditengah-tengah penyerahan hadiah, Kawachi yang sudah mantap akhirnya pindah ke Pantasia pusat. Tak disangka, Shigeru memberikan sesuatu kepada Kawachi.

Aku ‘kan sudah pernah belajar di Perancis 2 tahun. Lagipula aku nggak begitu suka Perancis. (Hal. 45)

Kepindahan Shigeru ke bakeri milik Tsukino ternyata amat mengejutkan.  Bagian 54 “Laki-Laki 10 Miliar” menguak sebuah rahasia alasan mengapa Shigeru bertindak sejauh itu dengan meninggalkan bakeri milik Yukino. Saya pribadi menilai alasannya agak lebay dan terlalu ambisius sih. Tapi yah suka-sukanya sang mangaka lah ya mau buat cerita seperti apa hehehheh.

Pengambil alihan Pantasia oleh St. Pierre dan Yukino Azusagawa tinggal masalah waktu!! (Hal. 59)

Bagian 55 “Badut” adalah alasan lebih rinci mengenai strategi yang ingin diterapkan Shigeru untuk melawan Yukino. Sadar diri bahwa ia sudah tak punya apa-apa, ia berniat memberikan tampuk kedaulatan di balik bakat Azuma. Itulah sebabnya yang berangkat ke Perancis untuk belajar membuat roti adalah Azuma, Suwabara, dan Kawachi.

Apa maksudmu ingin membuat Azuma mandapatkan 10 miliar!? (Hal. 92)

Bagian 56 “Take Home” adalah detik-detik terakhir sebelum keberangkatan mereka ke Perancis. Shigeru juga meminta bantuan kepada seluruh pegawai Pantasia cabang Tokyo selatan untuk membantu. Tak disangka, hasil yang didapatkan cukup besar. Meskipun masih jauh dari sasaran, namun Shigeru yakin bahwa pasti ada jalan lain untuk menggapainya.

Saat ini sudah terkumpul 51 juta 700 ribu yen… Butuh lebih dari 194 kali lipat untuk mencapai 10 miliar… (Hal. 110)

Bagian 57 “Kau Siapa?” adalah bagian yang sudah bersetting di Paris. Disana, Kawachi, Azuma, Suwabara, dan Kuroyanagi bertemu dengan adik Meister Kirisaki. Gadis itu bernama Sofie Balzac Kirisaki. Ia adalah staf Bakeri Golden Blue di Paris. Sempat terjadi tragedi yang melibatkan Kawachi, Sofie, dan Kuu (burung merak milik Meister yang tak sengaja terbawa ke Paris).

Paris tidak seperti Tokyo. Tidak aman. Kau harus berusaha lebih keras. (Hal. 128)

Bagian 58 “Lentur” menjelaskan alasan mengapa bakeri Sofie sepi pengunjung. Padahal roti yang dijual juga tidak terlalu buruk. Tak disangka, alasan yang sama dengan Pantasia Cabang Tokyo Selatan juga dialami bakeri ini. Gara-gara Bakeri Maison Kayser yang lebih megah dan terkenal berdiri di hadapan Bakeri Golden Blue *krik krik*.

Dengan mengetahui kekuatan lawan, bisa saja rasa percaya diri kalian malah hilang… (Hal. 145)

Bagian 59 “Isi Kotaknya?” adalah bagian penutup jilid ini. Dikisahkan Kawachi and the gank (males nulis semua euy!) “bertamu” ke bakeri Kayser untuk bertemu dengan sang wakil Perancis. Mereka bertemu dengan tiga “bersaudara” bernama Grand Kayser, Bob Kayser, dan Edward Kayser. Ternyata mereka memiliki bakat istimewa bernama taktik ‘tangan dewi’ yang bisa membuat adonan empuk sekaligus kenyal.

Daripada sendirian membuat roti yang tidak laku, lebih baik menemani kalian… (Hal. 162)

Jujur, saya masih belum bisa move on dengan Kompetisi Pegawai Baru. Karena selain bermunculan roti yang (kelihatannya) lezat, aura ketegangan juga terasa. Apalagi dengan hadirnya Yukino, wuuuh tambah sebel diri ini kepadanya. Seperti yang sudah saya singgung di review sebelumnya, saya kurang sreg dengan drama kehidupan di tengah-tengah kompetisi.

Namun di jilid ketujuh ini, saya tidak ada pilihan lain selain menikmati kisah hidup Azuma cs pasca pertandingan. Bisa menikmati sih, cuman porsi roti-rotinya jadi sedikit dan kurang greget. But anyway, semua itu terobati dengan Sofie yang cantik banget (bahkan Tsukino aja kalah!) heheheh. Penasaran juga sih apa yang akan terjadi di Monaco Cup nanti. Sepertinya jilid delapan akan menjawab rasa penasaran saya. So, tunggu yak!

Penilaian Akhir:

★★★

goodreads-badge-add-plus