Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 3)

coveryakitate3Judul: Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 3)

Komikus: Hashiguchi Takashi

Penerjemah: Annisa Laila Khaled

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 190 halaman

Terbit Perdana: 2008

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2008

ISBN: 9789792720587

cooltext1660180343

Setelah lolos kualifikasi Kompetisi Pegawai Baru, Azuma dan Kawachi menghadapi soal babak berikutnya yang tak kalah sulit. Membuat butter roll. Celakanya, Azuma salah memilih mentega!

cooltext1660176395

Lagi males bikin intermezzo, jadi langsung aja ya hehehe. Jilid ketiga ini terdiri dari 10 bagian (chapter). Dan seperti jilid sebelumnya, chapter disini memiliki urutan lanjutan dari jilid sebelumnya. Bagian 16 berjudul “Anjing Pecundang” menceritakan tentang Kawachi yang makin bingung sekaligus pesimis dengan latihan yang diterapkan Tsukino untuk membuatnya kuat.

Jangka waktu sampai babak akhir hanya 1 bulan. Dalam waktu sesingkat itu, mana mungkin bisa jadi macho!! (hal. 13)

Bagian 17 “Laki-Laki Itu” mengisahkan Azuma yang sudah kembali dari perjalanannya ke Izu. Oleh karena itu, ia sudah memiliki senjata pamungkas untuk membuat roti tawar yang tidak mudah basi sebagai syarat lolos babak penyisihan Kompetisi Pegawai Baru.

Cuma dikasih hadiah kayak gini, usahaku itu nggak murahan, tahu… (Hal. 37)

Bagian 18 “Rival Sejati” merupakan titik balik semangat Kawachi yang muncul kembali untuk mengalahkan Azuma. Meskipun mereka bekerja dalam satu toko yang sama, Kawachi masih menyimpan ambisi menjadi pegawai Pantasia pusat. Dan Azuma dianggap penghalang terbesar Kawachi dalam meraih mimpinya itu.

Untuk saat ini, jangan sembarangan bicara denganku. Aku enggan mengobrol denganmu. (Hal. 48)

Bagian 19 “Japan Bersejarah” menceritakan Azuma yang (lagi-lagi) kabur ke Gifu. Disini hidup kakek bernama Azuma Umasaburo. Ia merupakan kakak dari Azuma Umataro, kakek yang tinggal bersama Azuma di Niigata. Saking jarangnya bertemu, ia mengira adiknya sudah meninggal dunia. Di bagian ini ada sedikit cerita sedih yang disuguhkan.

Tanah di sekitar Kota Toki ini memang banyak mengandung petalite yang dibutuhkan untuk bikin itu. (Hal. 64)

Bagian 20 “Sampah!!” sudah mengambil waktu ketika Kompetisi Pegawai Baru Pantasia sudah dimulai. 58 pegawai yang sukses membuat roti tawar yang tidak gampang basi sudah berkumpul di Pantasia pusat di Tokyo. Sayangnya, ada sedikit kericuhan saat pegawai yang tidak lolos meminta penjelasan dari Kuroyanagi, sang juri.

Gimana kalau babak penyisihannya sekali lagi? Nggak masalah, ‘kan? (Hal. 92)

Bagian 21 “Pemilihan Mentega” adalah tantangan kedua membuat butter roll. Yang membuat sulit, setiap peserta diminta memilih satu mentega dari delapan jenis mentega yang disiapkan. Tentu saja mereka tidak boleh memegangnya terlebih dulu. Kawachi agak tertinggal dari Azuma yang sudah memilih duluan.

Itu tandanya, nggak mungkin salah!! Kita sudah menyaksikan kelihaiannya!! (Hal. 108)

Bagian 22 adalah “Ultra C” mengisahkan bahwa Azuma terancam gagal. Namun ternyata, ada sebuah trik jitu yang disadari atau tidak, menyelamatkan Azuma dari kegagalan itu. Sehingga ia lolos ke babak berikutnya. Bagaimana dengan Kawachi? Baca sendiri yah hehe.

Pertandingan kali ini 100% ditentukan dari pemilihan mentega!! (Hal. 122)

Bagian 23 “Sangat Bahagia” masih dalam suasana kompetisi, muncul tokoh antagonis baru bernama Azusagawa Mizuno. Ia merupakan adik dari Tsukino yang berasal dari ibu yang berbeda meskipun satu ayah. Di bagian ini, terkuak sedikit tentang asal-usul Tsukino.

Tsukino itu putri dari istri simpanan Sadamichi, putra kakek Azusagawa. (Hal. 146)

Bagian 24 “Tantangan Sulit” adalah babak kedua dimana setiap peserta saling duel satu lawan satu dengan peserta lain. Dibagi dua blok dengan masing-masing juara blok akan bertanding di final. Kawachi berbeda blok dengan Azuma. Ia akan melawan Motohashi Yuko. Sedangkan Azuma?

Azuma melawan Mizuno… Bebannya jadi berat, nih… (Hal. 159)

Bagian 25 adalah chapter terakhir berjudul “Jadilah Pasanganku” mengisahkan tantangan membuat roti melon sebagai roti yang harus dibuat peserta. Pegawai Mizuno, Koala, tampak mencurigakan dengan topengnya itu. Semua orang dari Pantasia cabang Tokyo Selatan menaruh kecurigaan padanya.

Menjual roti gosong itu tabu. Makanya, banyak bakeri menjual roti melon dengan bagian cookie yang setengah matang. (Hal. 178)

Setelah agak krik krik di jilid yang lalu, saya sudah bisa enjoy dengan volume 3 ini. Tidak bisa dipungkiri saya sering menunggu roti-roti ajaib yang dibuat oleh tokoh-tokohnya, terutama Azuma. Soul-nya komik ini memang berada di situ sih.

Awalnya, untuk drama-dramanya sih sebenernya nggak begitu penting bagi saya. Tapi mulai jilid ini kok mulai seru juga menyimak jalan cerita yang disuguhkan. Sehingga fokus saya tidak hanya pada roti, tapi juga pada konflik cerita.

Selain itu apa lagi ya? Oh iya, humor! Meskipun tidak sampai ngakak guling-guling, kadar humor yang digambarkan sungguh pas dan bikin nyengir. Bukan slapstick, tapi apa ya, bagus deh *apasih*. Sebenernya lebay, tapi tetep asik waktu bacanya hehehe. Masih penasaran dengan hasil akhir kompetisi pegawai baru Pantasia ini. Mari nunggu review jilid keempat saya heheheheh.

Penilaian Akhir:

★★★

goodreads-badge-add-plus