Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 2)

coveryakitate2

Judul: Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 2)

Komikus: Hashiguchi Takashi

Penerjemah: Dudi Yudia Permana

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 189 halaman

Terbit Perdana: 2008

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2008

ISBN: 9789792718492

cooltext1660180343

Roti bakeri cabang Tokyo Selatan nggak laku-laku! Soalnya pesaing mereka, bakeri St. Pierre pusat ada di depan bakeri mereka. Gimana caranya biar menang dari St. Pierre, ya?

cooltext1660176395

Karir Azuma berlanjut lagi di jilid kedua ini. Setelah awalnya terkejut dengan “rupa” sang manajer bakeri Pantasia cabang Tokyo Selatan, Kawachi dan Azuma ditantang untuk membuat roti yang sangat sulit. Chapter pada komik Yakitate!! Japan ini memiliki sistem lanjutan chapter komik sebelumnya. Sehingga kisah pertama ini disuguhkan pada bagian ketujuh berjudul “Enak Buat Kuda”.

Mentega yang terbuat dari susu juga sama!! Walau sudah tahu, kamu masih memakai itu!? (hal. 28)

Awalnya Azuma pede dengan roti yang akan dihasilkannya. Namun, meski dibantu oleh kakaknya yang jauh-jauh datang dari kampung, ternyata bagian kedelapan berjudul “Roti Ideal” membuka mata Azuma mengenai roti yang sesungguhnya dari persepsi sang manajer.

Kalau kau maju dengan percaya pada diri sendiri, suatu hari akan datang saat di mana kau berhasil menciptakan roti idealmu. (hal. 46)

Di hari yang baru, bagian kesembilan berjudul “Ditutupi!?”, Kawachi dan Azuma sangat frustasi dengan roti bakeri mereka yang tidak laku keras. Hal ini jauh berbeda dengan Pantasia pusat yang selalu laris manis diserbu pembeli. Karena penasaran, mereka bertanya pada manajer. Alih-alih mendapat jawaban memuaskan, mereka justru diseret ke depan toko.

Itu sebab utama segala masalah bagi kita!! Rival utama jaringan bakeri Pantasia! Bakeri pusat St. Pierre. (hal. 54)

Manajer St. Pierre di depan Pantasia berniat memperkenalkan produk baru. Matsushiro sang manajer yang jengkel akhirnya malah menantang duel membuat roti dengan Azuma sebagai perwakilan. Cerita kesepuluh berjudul “Bakeri Pusat” ini menunjukkan awal pertarungan Azuma dengan Mokoyama Tsuyoshi, sang manajer bakeri St. Pierre.

Kalau begini, sih… Kita nggak bisa kabur lagi! (hal 73)

Tiba di hari pertandingan, tiba-tiba muncul Meister Kirisaki, general manager Pantasia pusat. Entah apa yang dilakukannya pada pertandingan itu. Semua yang mengenalnya bahkan heran dengan kedatangan Kirisaki disana. Bagian ke-11 berjudul “Kelemahan…!?” memperlihatkan bagaimana Azuma dengan Ja-Pan memiliki kelemahan dibandingkan roti Mokoyama. Juri pada pertandingan itu adalah Hattari Sachio, Midorikawa Kyouko, dan Minokami Koji.

Azuma nggak mau menyia-nyiakan roti buatanku, buatanmu, juga buatan Tsukino… Karena rasanya enak. (hal. 101)

Dengan asumsi akan kalah, Azuma terus berusaha meyakinkan juri bahwa rotinya jauh lebih unggul. Tak disangka, Kirisaki muncul kembali dan bertindak seolah “menyelamatkan” Pantasia. Kisah ini tersaji pada bagian ke-12 berjudul “Taktik Rahasia Meister”.

Menurutku, sebagai produk baru, selain akan dipajang di toko, harga juga akan menjadi referensi yang bagus dalam memberi nilai. (hal. 107)

Pada hari berikutnya, Kawachi dibuat geleng-geleng dengan ulah Azuma yang aneh. Meskipun suka bereksperimen, Kawachi masih ingin mengalahkan Azuma dalam membuat roti. Cerita ini berjudul “Japan 2!” yang sekaligus menghadirkan tokoh lucu di bagian akhirnya pada urutan ke-13.

Bisa-bisanya dia membuat roti pakai rice cooker. (hal. 124)

“Kompetisi Pegawai Baru” adalah kisah selanjutnya (ke-14) mengenai lomba yang diikuti oleh seluruh pegawai Pantasia di penjuru negeri. Hadiah yang menggiurkan menjadi dambaan setiap peserta. Matsushiro dan Tsukino sempat menjadi juara pada tahun-tahun sebelumnya.

Kompetisi untuk mengetahui siapa pegawai baru terhebat di antara seluruh pegawai baru di 128 bakeri cabang grup Pantasia di Jepang ini. (hal. 148)

Kawachi yang sangat ingin memenangkan perlombaan namun merasa sudah kalah dibandingkan Azuma, menjadi muak dengan dirinya sendiri. Tsukino yang mengetahui hal tersebut, menawarkan sebuah hal yang membuat pemikiran Kawachi berubah. Apakah hal itu? Sedangkan Azuma? Ia telah pergi entah kemana. Cerita ke-15 ini berjudul “Izu” sekaligus penutup jilid kedua ini.

Setiap pagi dan malam berenanglah sejauh 10 km sebanyak 2 kali. (hal. 167)

Jilid kedua ini saya masih tetap menyukainya. Tokoh baru Meister Kirisaki menyedot perhatian saya dengan gaya berbusana yang agak nyentrik. Selain itu, yang saya sukai adalah kadar humor yang pas dan pengetahuan tentang roti yang bertebaran. Khusus untuk bagian ini, saya rasa merupakan fakta alias bukan karangan semata. Sehingga ketika membaca komik ini, saya mendapatkan ilmu baru. Jadi jelas kan, komik tak hanya menghibur saja, namun juga bisa menambah pengetahuan.

Jka berbicara kekurangannya dengan edisi sebelumnya, saya rasa adalah roti buatan Azum yang kurang memukau. Ada sih Ja-Pan yang dibuatnya, namun kurang greget dibandingkan Ja-Pan di edisi sebelumnya. Jadi saya agak krik krik saat membacanya. Tetapi mungkin saja Ja-Pan spektakuler diberikan Takashi-san di jilid-jilid berikutnya. Jadi mari ditunggu saja yah ulasan saya untuk jilid selanjutnya.

Penilaian Akhir:

★★★★

goodreads-badge-add-plus