Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 1)

coveryakitate1

Judul: Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 1)

Komikus: Hashiguchi Takashi

Penerjemah: Dudi Yudia Permana

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 188 halaman

Terbit Perdana: 2007

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2007

ISBN: 9789792717143

cooltext1660180343

Ada roti khas Inggris, Jerman, dan Perancis, tapi tak ada roti khas Jepang! Namun kini, Kazuma Azuma dengan tangan mataharinya berhasil menciptakan JAPAN, roti khas Jepang! Roti apaan, tuh!

cooltext1660176395

Masyarakat Indonesia (khususnya saya) sangat damiliar dengan nasi sebagai makan pokok. Bahkan muncul istilah “belum makan kalau belum makan nasi” yang diciptakan orang Indonesia. Selain Indonesia, Jepang juga salah satu negara yang mayoritas penduduknya mengonsumsi nasi sebagai makanan pokok sehari-hari. Hal ini jauh berbeda dengan negara-negara Eropa yang menggunakan roti sebagai bahan pokok utama konsumsi penduduknya.

Terkadang muncul pemikiran: apakah orang Jepang tidak bosan makan nasi? Mengapa roti kurang populer dibandingkan nasi? Bukannya tidak ada yang doyan, tapi sepertinya nasi masih dipilih untuk menghilangkan lapar. Oleh karena itu, Takashi-san menciptakan komik ini yang memiliki tokoh seorang anak laki-laki dengan mimpi menciptakan roti khas Jepang bernama Ja-Pan.

Pada bagian pertama berjudul “Road To Japan” menceritakan tokoh utama kita, Azuma Kazuma yang tinggal bersama ibunya (Azuma Hieko), kakaknya (Azuma Inaho), serta kakek dan neneknya. Beberapa tahun yang lalu, kehidupan di desa yang asri membuat keluarga Azuma terbiasa makan nasi untuk makan setiap hari.

Sayangnya, Inaho yang sudah bosan makan nasi, ingin sesekali makan roti untuk sarapan. Tentu saja hal ini ditentang oleh Kakek dan Kazuma. Karena marah, Inaho mengajak Kazuma ke sebuah toko roti di desa mereka bernama St. Pierre.

Tapi aku bercita-cita membuat roti yang bagi orang Jepang rasanya dapat melampaui nasi suatu saat nanti!! (hal. 18)

Sang koki (dipanggil Paman) memiliki keinginan membuat roti yang istimewa. Karena Kazuma sudah merasakan enaknya roti, ia membantu Paman. Di bagian kedua berjudul “Turun Dari Langit!!” menceritakan Azuma yang menjalani tes pegawai bakeri terkenal, Pantasia, di pusat kota Tokyo. Ia menjadi salah satu peserta yang menonjol gara-gara telat datang dan berpenampilan acak-acakan.

Tangan hangat yang melampaui kemampuan orang biasa, yang mampu menjaga suhu ideal untuk pertumbuhan ragi! (hal. 62)

Banyak sekali peserta yang gugur karena sang juri yang sangat hebat, Kuroyanagi Ryo, tidak kenal ampun dalam seleksi. Akhirnya yang lolos ke babak selanjutnya adalah Azuma Kazuma, Azusagawa Tsukino, Suwabara Kai, dan Kawachi Kyosuke. Di bagian ketiga berjudul “Kari? Ya ‘House’, Dong!” inilah yang menunjukkan kemampuan Azuma. Tetapi, karena hanya satu orang yang bisa diterima, akhirnya mereka berempat bersaing kembali keesokan harinya dengan tantangan baru.

Malam ini kalian menginap di toko ini, sebelum jam 12 besok siang buatlah croissant!! (hal. 96)

Bagian keempat berjudul “324 Lapis!!” menceritakan kemampuan Azuma yang pandai (dan Kawachi yang sangat berniat lolos menjadi pegawai) yang berusaha mengalahkan Suwabara, sang pesaing tersulit disini. Meskipun tidak memikirkan Tsukino, mereka bekerjasama untuk menggapai keberhasilan.

Jika gagal, aku… adik-adikku… akan jadi anak jalanan! (hal. 108)

Meskipun Azuma tidak tahu apa itu croissant, ia dan Kawachi berhasil membuat croissant yang mengagumkan. Pertanyaannya adalah: apakah Suwabara bisa mengalahkan croissant mereka berdua? Dan tiba-tiba, terkuak sebuah kenyataan mengejutkan di bagian kelima berjudul “Orang Kampung” ini.

Lihat! Inilah croissant 324 minus 10 lapis dengan tebal 1 mm! (hal. 136)

Pada akhirnya, Kawachi dan Azuma dipekerjakan di Pantasia cabang Tokyo selatan, alih-alih di Pantasia pusat. Meskipun tidak sesuai perkiraan, mereka tetap mau menjadi pegawai disana. Di bagian terakhir berjudul “Pekerjaan Pertama” inilah mereka berkenalan dengan Kinoshita Kageto, pegawai lama, dan juga Tsukino. Siapa Tsukino sebenarnya? Dan siapa pula manajer bernama Matsushiro Ken yang tidak pernah muncul di toko itu?

Roti Perancis itu jenisnya saja ada lebih dari 10 macam. Nah, buatlah Parisien. Ini jenis yang paling umum. (hal. 154)

Saat pertama kali membeli komik ini, saya tidak memperkirakan akan sangat menyukainya. Saya kira hanya komik buat roti biasa yang kurang greget. Tapi ternyata saya salah. Memang sih ada bagian-bagian tips membuat roti yang bisa dipraktikkan. Namun berbagai hal ajaib yang muncul di komik ini membuat saya geleng-geleng terpukau.

Terlalu imajinatif kalau boleh saya bilang. Komikus mencoba menggabungkan dunia realita bakery dengan hal-hal ajaib yang bisa terjadi dalam pembuatan roti. Perpaduan hal tersebut justru membuat saya berdecak kagum. Keajaiban yang masuk akal menurut saya *lah, maksudnya? Abaikan*

Kekurangannya sih masih belum ada kalau menurut saya. So far so great deh hehehe. Saya sudah punya volume selanjutnya. Jadi saya tidak akan menunda untuk membacanya. Sungguh waktu membaca komik ini, saya kepikiran dengan nikmatnya roti yang baru selesai dikeluarkan dari oven *slurp*

Penilaian Akhir:

★★★★★

goodreads-badge-add-plus