Receh Untuk Buku 2015

apa yang kamu bayangkan saat mendengar atau melihat duit receh? lebih tepatnya duit koin? jaman modern sekarang ini, duit receh emang cenderung dilihat sebelah mata. mungkin karena nominalnya yang kecil dan sulit mendapatkan barang dengan harga yang senominal koin tersebut. meskipun ada koin Rp 1000, tetap saja belum bisa menghapus anggapan miring tentang recehan. padahal sebenarnya, jika dikumpulkan bisa lumayan banget lho dibelikan sesuatu.

hal inilah yang mungkin menginspirasi Maya pemilik blog Dear Readers. sebagai kutu buku yang hobi baca (dan beli) buku, salah satu kendala terbesar saat ingin membeli buku adalah harga buku saat ini yang tidak murah. rasanya bakal nyesek juga puluhan ribu lenyap dalam sekejap. tapi kemudian muncul pertanyaan, kenapa tidak menggunakan receh saja? project ini pun juga diadakan setahun jadi tidak terlalu terasa saat mengumpulkannya. menyadur langsung dari sini, peraturannya mudah saja kok:

  • Kumpulkan uang receh dari Januari-Desember
  • Jangan dihitung sampai akhir tahun 2015
  • Setelah semua uang terkumpul, belikan buku yang kamu inginkan/bukunya dihadiahkan ke orang  lain
  • Kalau mau ikut, bikin posting mengenai challenge ini di blog masing-masing (tidak harus blog buku) kemudian masukkan link dari postingan kamu di mr.linky
  • Pasang banner Receh Untuk Buku 2015

semoga sukses yah ini proyek. kan lumayan bisa menghadiahi diri sendiri dengan buku yang diidamkan di akhir tahun. toh kebiasaan menabung emang hal yang sangat bagus untuk dilakukan agar memperoleh uang cukup lumayan yang “rasanya” secara tiba-tiba. ayo semangat nabung biar bisa nimbun! *keplak

Koin adalah bentuk mata uang yang digunakan di Indonesia. Sepengetahuan saya, berbeda dengan uang kertas yang memiliki nominal seribu rupiah hingga seratus ribu rupiah, koin hanya memiliki nominal lima puluh rupiah hinga seribu rupiah saja. Nominal yang kecil dan bentuknya yang kurang ringkas apabila dibawa dalam jumlah banyak menimbulkan anggapan uang koin tidak lebih baik daripada uang kertas.

Anggapan seperti itu memang tidak bisa disalahkan sih. Namun uang koin tetap memiliki nilai yang terkandung. Apabila dikumpulkan, nilainya bisa sepadan dengan uang kertas. Nah, hal ini disadari oleh Maya Floria Yasmin untuk mengadakan tantangan menabung dan mengumpulkan uang receh alias koin itu tadi. Agenda ini bertajuk Receh Untuk Buku 2015.

Sebagai pembaca (dan pembeli) buku, harga yang mahal namun kemampuan finansial yang tidak sepadan membuat saya pribadi harus merelakan tidak membaca buku yang (mungkin) bagus. Oleh karena itu, tantangan ini melatih kedisiplinan diri untuk menabung dan memupuk rasa menghargai pada uang recehan *tsaah. Saya bukan orang yang gemar menyimpan receh di dompet, sehingga mengumplkan receh untuk belanja buku di akhir tahun seperti ini sangat baik buat saya.

Saya mengumpulkan dan menghitungnya setiap tiga bulan sekali. Hasilnya bisa dilihat pada foto diatas ini. Saya mendapatkan uang sebesar Rp13.000,- pada periode bulan Januari hingga Maret. Kemudian disusul sebesar Rp13.500,- pada periode bulan April hingga Juni. Selanjutnya ada uang sebesar Rp15.500,- pada periode bulan Juli hingga September. Dan penutup akhir adalah uang sebesar Rp14.500,- pada periode bulan Oktober hingga Desember. Sehingga selama tahun 2015 saya mengumpulkan uang berjumlah Rp56.500,- saja.

Sedikit? Ah saya rasa tidak juga. Karena saya mengumpulkan dalam bentuk recehan koin, jadi terasa sangat besar jumlahnya. Kemudian saya ngacir untuk membelanjakan uang tersebut. Lirik sana lirik sini di Toga Mas (dan hitung dengan cermat), akhirnya saya mencomot buku If I Stay karangan Gayle Forman. Eh ternyata ada obral di lantai bawah dan saya ambil buku The Thirteenth Tale oleh Diane Setterfield.

If I Stay harga sesudah kena diskon adalah Rp36.550,- sedangkan The Thirteenth Tale adalah Rp20.000,- karena obral. Total belanja kali ini adalah Rp56.550,- Yah ternyata saya nombok lima puluh rupiah. Eh ternyata, di kasir saya dapet pembulatan kebawah sehingga hanya perlu bayar Rp56.500,- saja! Hore! Pas dengan jumlah tabungan recehan saya. Senang sekali bisa beli buku tapi tetap tidak mengganggu kondisi uang dompet hehe. Semoga tahun depan ada lagi ya.

2 comments for “Receh Untuk Buku 2015

  1. January 5, 2015 at 7:37 AM

    pengin ikutaaaaan \o/

    salam kenal ya :)

  2. January 11, 2015 at 10:27 PM

    Cie…akhirnya kesampain juga ikutan RC ini :D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*