Sweet Words No Love

coversweet

Judul: Sweet Words No Love

Judul Asli: Hitotsuno Shigusamo

Komikus: Fujita Nimi

Penerjemah: Wulung Pambuko

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 186 halaman

Terbit Perdana: Juli 2007

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Juli 2007

ISBN: 9789792313949

cooltext1660180343

Namanya Hiroyuki Ito. Kami biasa memanggilnya Hiro. Dia masih muda, tinggi, serta tampan. Dia wali kelasku di kelas 3-3 SMP Swasta Pasifik. Berkat senyum dan kebaikannya hatiku telah tertammbat padanya. Berkat senyum dan kebaikannya, aku menginginkan lebih banyak lagi, bukan hanya sekedar seorang guru dan murid…

cooltext1660176395

Mencintai sesorang memang hak setiap individu. Siapa yang dicintai juga itu terserah kehendak hati. Barangkali hal inilah yang terkadang menyebabkan sebuah proses mencintai menghadapi jalan berliku sampai fase dicintai balik (kok istilah saya aneh, biarkanlah).

Mari kita berkenalan dengan Tachibana Haruka, seorang siswi kelas 3 SMP dalam kisah berjudul “Sweet Words No Love”. Cinta monyetnya akan berlangsung biasa saja jika saja ia tidak mencintai gurunya sendiri. Ya benar, Hiroyuki Ito adalah guru matematika di sekolah Haruka yang berusia 25 tahun. Kepribadiannya yang ramah dan hangat kepada siapa saja, membuatnya populer di kalangan para siswi, bahkan ada yang naksir kepadanya, termasuk Haruka.

Belum jelas tersampaikan tapi sudah menyerah? (hal. 40)

Tak tahan dengan apa yang dirasakan, akhirnya Haruka mengutarakan perasaannya pada Hiroyuki. Tanggapan Hiro? Tentu saja menolaknya, bahkan ketika Haruka belum selesai berkata-kata. Di sisi lain, ada seorang siswa bernama Kyoka Honmachi yang pernah menyatakan cinta pada Haruka. Karena ia masih tergila-gila pada Hiro, tentu saja Kyoka ditolak. Meskipun begitu, Kyoka tidak menyerah begitu saja. Lantas, bagaimana kelanjutannya?

Aku nggak ingin melihatmu menangis lagi. Terlebih karena cowok lain. (hal. 85)

Awal-awalnya saya ilfil banget dengan Haru. Ia benar-benar gambaran gadis remaja tanggung labil karena mencintai guru yang 10 tahun lebih tua.  Dan lebih bodohnya lagi karena dia mengungkapkannya. Bukan maksud saya mengungkapkan perasaan itu bodoh, tapi mbokya tau situasi dan kondisi lah ya. Ya gitu itu bocah ababil yang pikirannya masih pendek. Hiro juga sih, jadi guru kok kecakepan banget di depan para siswi. Bukankah guru memiliki kode etik sebagai pengajar ya.

Pada cerita kedua berjudul “Your Wish”, adalah spin-off cerita sebelumnya dengan tokoh utama Kyoka. Meskipun sangat singkat (hanya 7 halaman), saya jauh menyukai cerita ini. Bersetting pada musim panas sesaat setelah ia ditolah Haruka.

Meski kamu suka dengan orang lain, yang pasti aku suka kamu. Biarkan saja sampai perasaan ini berubah alami. (hal. 113)

Cerita ketiga berjudul “My Ideal Lover” dengan tokoh utama (lagi-lagi) gadis kelas 3 SMP bernama Mihiro Ichikawa. Ia sering sekali menerima “tembakan” cowok dengan dalih siapa tahu nanti tiba-tiba cinta, alih-alih menerima dengan perasaan cinta terlebih dahulu. Salah seorang teman sekelasnya, Masaru, sering sekali menggodanya. Dia ini sebenarnya 11-12 dengan Mihiro, yaitu suka kencan dengan kekasih orang lain.

Yang mengajakku kencan sudah punya cowok semua. Anggap saja appetizer. (hal. 123)

Yang jelas, Masaru adalah orang yang tak akan pernah dijadikan pacar oleh Mihiro. Suatu hari, cowok bernama Tazawa menyatakan cinta pada Mihiro. Sayangnya, dia sangat membenci Masaru yang selalu menggoda Mihiro. Padahal Mihiro juga selalu merespon dengan ketus apa yang dilaukan Masaru. Pergolakan batin akhirnya dirasakan Mihiro kemudian hari saat kejadian di atap sekolah.

Makanya… Kalo coba pacaran dengan cowok yang nembak duluan, aku berharap ada yang berubah.. (hal. 144)

Di cerita ini saya suka dengan karakter Masaru yang ceria dan enerjik. Meski sering disebelin sama Mihiro, ia tetap saja suka padanya. Sedangkan Mihiro, seorang gadis mandiri yang ternyata rapuh di dalam. Pokoknya cerita ini bagus deh. Sayangnya tidak sepanjang kisah yang pertama.

“You Are Here” adalah cerita terakhir dalam komik ini. Berkisah pada pasangan Koyuki Watanabe dan Syota Hino. Koyuki adalah seorang cewek yang sangat ingin mesra-mesraan dengan kekasih. Tidak dalam arti mesra sampai di tempat tidur *eh* tapi cukup bergandengan tangan saja. Masalahnya, Syota orang yang agak males begituan. Tentu saja hal ini mengganggu pikiran Koyuki.

Siapa yang suka memaksakan? Syota nggak pernah telpon. Nggak pernah pegangan tangan. Kalo memang pacaran, pikirkan aku sedikit, dong! Bego! (hal.164)

Koyuki yang tidak sengaja melihat Syota dengan kawan-kawannya, mendengar apa yang dikatakan Syota. Hal ini membuat ia marah besar dan galau berat. Namun emosinya yang mudah membaik membuatnya kembali ceria. Suatu hari, ia berkencan dengan Syota di sebuah taman hiburan. Ternyata ada sebuah kejutan tak terduga yang menunggu Koyuki disana.

Meskipun hanya 4 cerita dalam buku ini, tapi saya puas bacanya. Humor yang tidak berlebih serta romance yang kuat membuat setiap pasangan dalam tiap cerita memiliki hal yang tidak bisa dilupakan begitu saja. Hal percintaan yang diangkat juga remaja banget yang kalau dipikir sebenernya itu hal yang sepele dan tak perlu dibesar-besarkan. Tapi Fujita-san berhasil menghadirkan cerita manis dengan gambar yang memukau.

Penilaian Akhir:

★★★★

goodreads-badge-add-plus

1 comment for “Sweet Words No Love

  1. July 19, 2015 at 12:50 AM

    keren nih bukunya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*