Marmut Merah Jambu

covermarmut

Judul: Marmut Merah Jambu

Penulis: Raditya Dika

Penerbit: Bukuné

Jumlah Halaman: vi + 222 halaman

Terbit Perdana: Mei 2010

Kepemilikan: Cetakan Kesepuluh, 2012

ISBN: 9786028066648

cooltext1660180343

… Momennya lagi pas banget, pikir gue. Seperti yang Ara tadi anjurkan lewat telepon, ini adalah saatnya gue bilang ke Ina kalau gue sangat menikmati malam ini.

‘Tau gak sih, Na,’ kata gue sambil menyetir, memberanikan diri untuk bicara. ‘Gue seneng banget hari ini.’

‘Seneng kenapa?’ tanya Ina.

‘Seneng, soalnya,’ kata gue, berhenti bicara sebentar dan menengok ke kiri untuk melihat muka Ina. Gue masang muka sok ganteng. Gue natap mukanya dengan jelas, memasang mata nanar, berkata dengan sungguh-sungguh, ‘Seneng… soalnya… hari ini akhirnya… gue bisa pergi sama-’

‘AWAS!!!!’ jerit Ina memecahkan suasana.

BRAK! Mobil gue naik ke atas trotoar. Mobil masih melaju kencang, dan di depan ada pohon gede. Ina ngejerit, ‘Itu pohon! ITU ADA POHON, GOBLOK!’

‘AAAAAAAAHHHH!’ jerit gue, kayak cewek disetrum. Lalu gue ngerem dengan kencang. Ina teriak lepas. Suasana chaos.

Marmut Merah Jambu adalah kumpulan tulisan komedi Raditya Dika. Sebagian besar dari tiga belas tulisan ngawur di dalamnya adalah pengalaman dan observasi Raditya dalam menjalani hal paling absurd di dunia: jatuh cinta.

cooltext1660176395

Sebuah rasa yang dirasakan setiap makhluk hidup di dunia, termasuk manusia. Sebuah pengalaman hidup manusia yang mungkin tak hanya sekali bagi sebagian orang. Sebuah rasa yang tidak dapat dipikirkan oleh otak, namun dapat dirasakan oleh hati. Apakah rasa itu? Cinta. Raditya Dika mencoba untuk mengangkat sebuah perasaan universal sejuta umat dalam novel ketiganya. Itulah sebabnya judul novel kali ini menyinggung merah jambu. Sebuah warna yang khas dengan peasaan cinta, terlebih pada pengalaman jatuh cinta.

Novel dibuka dengan pengalaman Dika – dan beberapa temannya – yang jatuh cinta kepada seorang gadis saat masih duduk di bangku SMP. Layaknya remaja ABG yang mash awam dengan keberanian mengungkapkan perasaan, mereka bertiga hanya bisa melakukan hal yang umum dilakukan: jatuh cinta diam-diam. Mulai dari memandang dari kejauhan, menelpon tapi tidak bersuara, dan lain lain.

Orang yang jatuh cinta diam-diam pada akhirnya hanya melamun dengan tidak pasti, memandang waktu yang berjalan dengan sangat cepat dan menyesali semua perbuatan yang tidak mereka lakukan dulu. (hal. 14)

Bab pertama ini sukses besar menyindir dan menusuk hati saya dalam dunia perjombloan kronis yang hanya bisa memendam perasaan kepada orang yang disukai. Saya tidak menampik bahwa yang dituliskan Dika dalam berbagai kalimat di bab pembuka ini sungguh benar adanya. Tapi ternyata Dika tidak larut dalam kata dan kalimat puitis mengharu-biru. Ia tetap dengan celetukan kocak dan humor khas Indonesia dalam beberapa kisah selanjutnya.

Kisah yang berjudul “Panduan Menghadapi Cewek Sehari-hari” adalah salah satu kumpulan tips yang diberikan Dika dalam menghadapi kaum perempuan. Di bagian ini semuanya dikemas dengan lucu namun masih terselip beberapa fakta yang benar adanya. Dibagian ini kemungkinan banyak para gadis dan non-gadis diluar sana yang tersindir dengan tulisan Dika yang ini. Namun mungkin para kaum adam juga sedikit merasa makjleb saat membaca tips ini.

Cowok menjadi budak cewek pas malem minggu. Karena sebagai seorang cowok, kita diharuskan untuk selalu menghabiskan malam minggu bersama pacar kita. Dan ketika kita punya rencana lain, si cewek akan membuat cowoknya memilih antara rencana lain itu atau dirinya. (hal. 100)

Kisah terakhir yang ada di novel ini berjudul sama seperti cover, yaitu “Marmut Merah Jambu”. Disini dibeberkan apa latar belakang Dika menulis novel yang mengangkat tema jatuh cinta, terutama tentang pengalamannya jatuh cinta-pacaran-putus yang ia alami selama ini. Alih-alih meletakkan bagian ini di awal novel, namun Dika menempatkannya di akhir. Sehingga kisah ini berhasil menutup rangkaian cerita novel di buku ini dengan sangat manis.

Gue memulai buku ini dengan berusaha memahamiapa itu cinta melalui introspeksi kedalam pengalaman-pengalamangue. Dan di halaman terakhir ini, gue merasa…tetap gak mengerti, sama seperti gue memulai halaman pertama. (hal. 218)

Pada dasarnya, novel ini menjelaskan sebuah perasaan jatuh cinta yang selalu dirasakan setiap orang minimal sekali dalam hidupnya. Dengan adanya novel ini, Dika berharap agar pembaca bisa lebih mengerti esensi jatuh cinta serta dapat memahami mengenai hal-hal yang perlu diperhatikan dalam jatuh cinta. Termasuk mengetahui bahwa jatuh cinta tak hanya selalu berbunga-bunga, namun bisa pula pahit tak terkira. Tetapi setiap hal tersebut bisa dilihat secara positif dengan sentuhan humor.

Menurut saya pribadi, tulisan Dika tidak ada yang membosankan. Maksudnya tiap buku ada hal kocak lain yang disajikan, sehingga ciri khas dan sensasi yang berbeda bisa dirasakan ketika membacanya alias tidak hanya sekedar berlalu begitu saja. Ketika membaca judul buku ini yaitu marmut merah jambu, bisa saya tebak isinya tidak jauh-jauh dari cinta. Di buku ini, tiap cerita ada semacam benang merah yang menghubungkan, yaitu jatuh cinta dan segala hal merah jambu itu tadi. Ada kalanya cerita tersebut dibuka dengan konyol, namun lambat laun malah mengharu biru.

Saya rasa kisah yang berjudul “Panduan Menghadapi Cewek Sehari-hari” agak kurang pas bila dibandingkan dengan kisah yang lain. Saya sesungguhnya suka sekali dengan part ini. Tetapi maksud saya, bagian ini terkesan meng-underestimate cewek (dan cowok juga sih). Bukankah dalam jatuh cinta (dan proses selanjutnya) tidak perlu berkeluh kesah dengan yang ada? Katanya cinta, kok masih menggerutu aja.

Selain itu saya rasa Dika sangat tidak cocok dengan genre yang menye-menye seperti yang diusung novel ini. Image yang saya berikan kepadanya adalah sosok yang gokil dan kocak dalam bercerita. Saya sangat bersyukur sense of humor yang tersaji di buku ini masih mendominasi dibandingkan romansanya. Sehingga tidak mengurangi minat saya untuk menghabiskan novel ini hingga bagian terakhir.

Penilaian Akhir:

★★★★★

goodreads-badge-add-plus

1 comment for “Marmut Merah Jambu

  1. mMn
    July 11, 2014 at 3:43 AM

    lucu sampulnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*