A.S. (Animal Sense) (Jilid 1)

coveranimal1

Judul: A.S. (Animal Sense) (Jilid 1)

Komikus: Maekawa Takeshi

Penerjemah: Yenny Hendrawatih

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 184 halaman

Terbit Perdana: 2008

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2008

ISBN: 9789792731378

cooltext1660180343

Fuzuki Hoshino, gadis siswa SMU, pernah mengalami kejadian aneh waktu kelas 3 SD. Kini, kejadian aneh itu datang lagi. Ia bisa ‘masuk’ ke dalam binatang, lalu bisa melihat dengan mata binatang yang dimasukinya itu. Bukan hanya penglihatan, tapi juga indera lainnya yang dimiliki hewan yang dimasukinya, bisa ia rasakan. Kekuatan apa itu sebenarnya.!?

cooltext1660176395

Hewan adalah salah satu makhluk hidup yang mendiami bumi ini. Meskipun manusia juga dikategorikan sebagai hewan, namun tingkat pemikiran dan naluri yang dimiliki manusia jauh lebih tinggi dibandingkan hewan. Segala perilaku dan apa yang dipikirkan oleh hewan terkadang membuat kita menerka-nerka, apa sih yang sebenarnya hewan-hewan itu rasakan.

Hal itu mungkin mendasari Maekawa Takeshi sehingga membuat komik Animal Sense ini. Yah namanya juga komik, apapun bisa terjadi. Begitu pula dengan tokoh utamanya, Fuzuki Hoshino yang (seharusnya) hanya seorang siswi SMA biasa, menjalani  hidup yang biasa, justru memiliki sebuah kemampuan yang tidak biasa. Hal ini tertuang pada chapter 1 berjudul “Fuzuki Hoshino”.

Kekuatan yang bangkit kembali ini… aku tidak tahu kapan lenyap lagi… makanya aku tidak menceritakannya pada orang lain. (hal. 25)

Benar sekali, pada masa kecilnya, Hoshino bisa merasa apa yang seekor hewan lakukan. Seolah ia bisa masuk dalam tubuh hewan tersebut. Tak mau mengulangi masa kecilnya yang ia justru dianggap bercanda, saat ini Hoshino memilih menyimpannya rapat-rapat. Ia berpikir toh, nanti juga hilang sendiri.

Namun kemudian mau tidak mau ia harus menggunakan ‘kekuatannya’ itu untuk menolong seorang ibu-ibu yang menjadi korban perampokan. Melalui anjing peliharaan sang ibu-ibu, Hoshino mengejar sang perampok hingga sampai di belakang gudang. Bagaimana Hoshino tahu? Ternyata ia melihat menggunakan “mata” si anjing yang bernama Snoopy. Bahkan polisi yang menjumpainya juga dibuat heran.

Baru mulai menghitung uangnya itu maksudnya… kok, tahu? Memangnya kamu ahli nujum? (hal. 45)

LOL! Polisinya lucu juga, pake istilah ahli nujum. Bukannya dukun kek, penyihir kek, peramal kek. Eh, atau penerjemahnya yang jenaka? Entahlah. Kembali ke Hoshino. Pada chapter 2 berjudul “Kekuatan yang Bangkit”, diceritakan seorang pasangan lansia kehilangan anjing peliharaan mereka. Karena lama tidak ditemukan, mereka memberitahukan kepada ayah Hoshino, sebagai pemilik klinik hewan. Di tempat yang berbeda, Kurosawa, kawan sekelas Hoshino, memiliki masalah pribadi karena ayahnya dililit hutang 10 juta yen.

Kami tak menyangka, hubungan kepercayaan kami dengan perusahaan dagang itu akan dikhianati dengan cara seperti ini. (hal. 85)

Entah kebetulan atau tidak, anjing hilang (bernama Merry) milik pasangan lansia bernama Ozu ditemukan oleh Kurosawa. Karena mengetahui akan diberi imbalan bagi siapapun yang menemukannya, Kurosawa bermaksud menghubungi keluarga Ozu. Pada chapter ketiga berjudul “Kekuatan Berevolusi”, ternyata keluarga Ozu masih dilanda kecemasan yang berarti. Bahkan sang istri sampai terbaring sakit.

Kurasa, kita tak usah khawatir dia celaka… soalnya tak ada kabar apa-apa dari klinik hewan dan puskesmas. (hal. 97)

Pada chapter terakhir dengan judul “Animal Sense”, diceritakan orang yang (bisa dikatakan) memeras ayah Kurosawa mengetahui perihal anjing hilang (dan imbalan) tersebut. Tentu kesempatan ini tidak disia-siakan untuk memeras keluarga Ozu.

Nyawa keluarga begitu murah nilainya? Kalau begitu, Bapak beli saja anak anjing baru di pet shop! (hal. 147)

Ada yang tahu manga fenomenal Kung Fu Boy? Nah komikusnya sama dengan Animal Sense ini. Apa? Oh kamu sudah tahu? Yah kirain saya yang tahu duluan fakta ini *oke skip*. Saya sudah baca Kung Fu Boy sih, dan rasanya kok tidak apple to apple kalau mau saya banding-bandingkan.

Secara tema, komik ini cukup unik. Mengangkat sebuah “kekuatan” untuk merasakan dunia binatang. Dipikir-pikir asik juga yah bisa punya kekuatan kayak Hoshino. Kan lumayan bisa jadi pawang segala hewan. Trus bisa tampil di sirkus *eh. Dari sisi artwork sih, udah rapi kok. Apalagi gambar hewannya terasa nyata banget.

Minusnya apa ya. Hmmm..konfliknya masih datar-datar saja. Meskipun hampir di akhir halaman sedikit greget, tapi masih terasa so-so gitu. Mungkin karena masih edisi perdana kali ya. Jadi hal-hal menegangkannya masih disimpan di volume berikutnya. By the way, Hoshino cantik loh.

Penilaian Akhir:

★★★

goodreads-badge-add-plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*