Jump Around!

coverjump

Judul: Jump Around!

Komikus: Kelingking Kuroshiro

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: iv + 203 halaman

Terbit Perdana: 2008

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2008

ISBN: 9789792731453

cooltext1660180343

Satria adalah seorang anak SMA yang tidak memiliki kelebihan apa pun yang bisa dibanggakan. Perkenalannya dengan Dio dan klub basket SMA-nya akan membawa Satria menuju dunia basket pelajar di kota Medan, yang saat ini dikuasai oleh tim SMA Sutama 1. Tim basket bergelar ‘The Invincible Team’.

cooltext1660176395

Cabang olahraga bukan sebuah tema yang banyak diminati untuk diangkat menjadi sebuah komik. Selain peminatnya tidak banyak (dibanding romance, IMHO), tema olahraga harus mengandung fakta tentang cabang olahraga yang dimaksud. Artinya, komikus tidak bisa seenak udelnya mengubah komposisi pemain sepakbola menjadi 3 orang saja, misalnya. Namun Kelingking memilih tema olahraga basket menjadi buah karyanya ini.

Adalah seorang anak SMA kelas 1 di SMA S58 kota Medan, Sumatera Utara, yang selalu ditindas. Baik ditindas kakak kandungnya sendiri, maupun ditindas oleh kakak kelasnya yang notabene adalah preman sekolah. Bersama Ade, kawan karibnya, dunia Satria seolah penuh dengan sengsara, duka, dan nestapa *lebay*

Apa boleh buat… udah nasib… kita pendek, sih… jadinya gampang dikerjai… (hal. 27)

Yak benar, salah satu alasan kenestapaan Satria (dan Ade) adalah karena postur mereka yang pendek. Tinggi mereka yang “hanya” 158 cm (kalo gak salah baca) membuat mereka menjadi sasaran empuk kejahilan kakak kelas. Oleh sebab itu, Satria bertekad menjadi anggota klub basket sekolah biar menjadi lebih tinggi sehingga kelak tidak dipermainkan lagi.

Sayangnya, klub basket sekolah sedang mendapat skorsing dari pengurus yayasan Harlex Foundation karena salah seorang anggotanya ketahuan menggunakan narkoba. Padahal sang kapten tim basket, Nakaronne (bacanya naecker-ron) masih berminat melanjutkan klub itu. Oleh karena itu, Satria harus berjuang keras untuk mengaktifkan kembali klub itu demi mencapai impiannya.

Tikus yang terjepit memang memiliki suara mencicit paling memekakkan teling. (hal. 182)

Jalan yang tidak mudah, mulai dari ketua pengurus yayasan yang masih “bocah”, pelatih tim basket yang lebih “imut” dibanding Satria dan Ade, hingga lawan tanding tim basket yang hebat membuat impian Satria tidak dapat diraih dengan jalan yang mulus. Lantas bagaimana akhir dari kisah ini?

Saya memberikan apresiasi yang tinggi pada hasil karya anak bangsa. Terlepas jenis buku apa, temanya apa, dan atau apapun, sudah selayaknya penghargaan yang baik harus diberikan kepada produk lokal dalam negeri. Tak terkecuali komik Jump Around! ini. Salah satu hal yang membuat saya terkesan adalah setting tempat yang ada di Medan. Bukannya apa-apa, saya sudah bosan dengan kisah yang mengambil tempat di Pulau Jawa. 17000 pulau Nusantara masih berpotensi kok dijadikan setting tempat.

Kemudian keberanian Kelingking mengangkat basket sebagai tema cerita cukup unik. Apalagi Satria sebagai tokoh utama yang berbadan “mungil” telah mematahkan pakem bahwa hanya orang berbadan tinggi yang pantas menjadi atlet basket. Dari sini saya sudah bisa mengambil pesan tersirat bahwa kita tidak boleh menyerah meski apapun yang terjadi.

Kekurangannya menurut saya salah satunya adalah artwork. Mulai dari tokoh yang penggambarannya mirip (Satria dan Ade mirip cuman beda warna rambut; Nakaronne dan Harlex mirip cuman beda kostum), goresan yang masih kurang rapi pada adegan pertandingan, hingga postur tubuh yang agak-agak kaku.

Selain itu saya bingung komik ini ingin fokus pada bagian apa. Basketnya kah, kehidupan Satria kah, atau apa. Karena kalau saya baca, bagian basket justru membuat saya bingung sama sekali. Terutama pada istilah-istilah basket yang tidak ada penjelasannya, bahkan sekedar catatan kaki pun tidak. Mungkin emang saya yang cupu, tapi terlalu banyak istilah basket yang bertaburan membuat saya senewen sendiri. Kalau ingin fokus pada kehidupan Satria, malah tidak jelas sama sekali. Dalam arti plotnya kurang komplit. Ibarat puzzle, serpihan yang tidak cocok dipaksa menjadi satu dengan menggunakan selotip.

But anyway, saya cukup enjoy kok membaca komik ini. Di akhir cerita ada sejumput kalimat “C U at the next jump!” membuat saya penasaran membaca kelanjutan komik ini. Eh tapi ada tulisan “TAMAT” juga sih. Enggak tau deh maksudnya mau dilanjutin atau cukup sampai disini saja. Kalaupun dilanjut, semoga ada perbaikan yang cukup sehingga membuat sekuelnya lebih baik dibandingkan yang ini.

Penilaian Akhir:

★★

goodreads-badge-add-plus

1 comment for “Jump Around!

  1. November 3, 2014 at 1:41 PM

    Wah, komik Indonesia! Settingnya gak biasa pula. Kapan2 pengen baca deh. Btw itu serius nama penulisnya Kelingking Kuroshiro? :))

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*