Kenyataan Pahit

covertengil5

Judul: Kenyataan Pahit

Judul Asli: Diary of a Wimpy Kid: The Ugly Truth

Seri: Diary Si Bocah Tengil #5

Penulis: Jeff Kinney

Penerjemah: Ferry Halim

Penerbit: Atria

Jumlah Halaman: vi + 219 halaman

Terbit Perdana: Agustus 2011

Kepemilikan: Cetakan Kesembilan, Februari 2014

ISBN: 9789790244740

cooltext1660180343

Sejak dulu, Greg Heffley selalu ingin cepat-cepat dewasa. Namun, apakah bertambah usia memang seenak yang dia bayangkan?

Greg mendadak harus berurusan dengan berbagai macam tekanan, yang disebabkan oleh pesta menginap di sekolah, bertambahnya tanggung jawab, dan bahkan oleh perubahan-perubahan canggung yang biasa timbul seiring dengan bertambahnya usia. Dia terpaksa menghadapi semua itu tanpa kehadiran sang sahabat baik, Rowley, di sisinya. Dapatkah Greg melewatinya seorang diri? Ataukah dia harus berhadapan dengan “kenyataan pahit”?

“Detail yang sempurna dalam tulisan dan gambar.” – Publishers Weekly

“Diary si Bocah Tengil kelihatannya akan mendominasi dunia.” – Majalah Time

“Salah satu buku bacaan berseri untuk anak-anak tersukses yang pernah diterbitkan.” – Washingtn Post

“Kalau anak-anak Anda suka membaca … dan lebih-lebih jika mereka tidak suka membaca, maka buku ini adalah buku yang tepat untuk mereka.” – Whoopi Goldberg, The View

cooltext1660176395

Kisah hdup Greg Heffley masih berlanjut. Setelah di buku-buku sebelumnya Greg bagaikan soulmate abadi dengan Rowley, di buku kelima ini akhirnya mereka mengalami cobaan dalam hubungan persahabatan. Entah Greg yang terlalu egois ataupun Rowley yang terlalu kekanakan sehingga persahabatan mereka berhenti untuk sementara.

Satu-satunya anak lain seusiaku yang belum memiliki sahabat adalah Fregley. Namun, sudah lama aku mencoret namanya dari daftar calon sahabat baikku. (hal. 3)

Greg merasa memiliki seorang sahabat baik dapat membantunya dalam kesulitan ataupun memanfaatkan untuk sebuah kebaikan bersama. Apalagi di sekolah, Greg sama sekali tidak punya teman biasa yang layak untuk dijadikan sahabat. Namun, ketika melihat teman satu angkatannya yang populer, Bryce Anderson, membuatnya agak tersadar.

Nah, Bryce Anderson memang benar. Dia tidak MEMBUTUHKAN sahabat baik, karena dia memiliki segerombolan tukang jilat yang sangat memujanya. (hal. 12)

Padahal kalau dipikir-pikir, Rowley juga bukan seorang yang populer ataupun pintar dalam bidang akademis. Greg selalu merasa dengan bersahabat dengan Rowley, ia merasa setingkat lebih tinggi dari Rowley dalam bidang apapun. Saya rasa emang akhirnya persahabatan mereka hanya menguntungkan Greg aja sih ya.

Pokoknya, aku rasa Rowley termasuk salah seorang anak yang akan selalu tertinggal beberapa tahun di belakang dalam urusan kedewasaaan. (hal. 21)

Selain perihal persahabatan dengan Rowley yang lumayan hancur, Greg juga menghadapai sebuah kenyataan bahwa ia bukanlah anak-anak lagi. Padahal menurutnya dengan menjadi anak-anak semua terasa lebih mudah dan indah, termasuk terpilih menjadi bintang iklan di teve.

Nah, ketika kamu masih anak-anak, tidak ada yang memperingatkan bahwa kamu memiliki tanggal kadaluwarsa. Pada suatu saat, kamu menjadi pujaan, saat berikutnya kamu cuma seonggok sampah. (hal. 33)

Di hari yang lain, Mom mengumumkan pada seluruh keluarga Heffley bahwa ia akan mengambil pelajaran selama satu semester untuk mengasah otaknya setelah bertahun-tahun mengurus rumah. Akibatnya, Greg mengalami hal yang buruk bahkan nyaris dihukum di sekolah.

Namun, aku TAHU bahwa kita seharusnya jangan mengumumkanhukuman yang akan dijatuhkan SEBELUM kita menyuruh orang yang bersalah menyerahkan diri. (hal. 81)

Di sisi lain, Mom merasa harus mempekerjakan seorang asisten rumah tangga agar rumah bisa terjaga selama ia mengambil pelajaran. Oleh karena itu, seorang pembantu bernama Isabella bekerja di rumah Heffley selama Mom berada di sekolah. Namun Greg sangat membenci Isabella karena menurutnya ia tidak melakukan apa-apa sebagai seorang pembantu.

Yang bisa aku katakan hanyalah: kalau saja menjadi pembantu Cuma berarti menonton televisi sepanjang hari, menyantap makanan kecil, dan tidur siang di ranjangku; maka, aku rasa aku akhirnya berhasil menemukan karir yang bisa membuatku bersemangat. (hal. 128)

Cerita tentang menginap di sekolah saya rasa adalah cerita paling mengenaskan dalam buku ini. Acara menginap ini adalah sebuah acara rame-rame di sekolah Greg untuk semua murid. Tapi ternyata kesialan-kesialan bermunculan satu persatu. Ada yang pemisahan lokasi tidur laki-laki dan perempuan, dilarangnya makan cemilan saat jam tidur, serta permainan-permainan konyol yang diadakan oleh pengawas acara tersebut.

Nah, hal seperti inilah yang membuat aku tidak tahan terhadap anak laki-laki seusiaku. Kalau sudah bercanda, mereka mirip segerombolan binatang. (hal. 156)

Di hari lain, Greg mendapat sebuah ceramah dari Gammie (nenek buyut Greg) yang sedikit membuatnya tersadar bahwa tak selamanya menjadi dewasa itu menyenangkan. Saya rasa sebagai seorang nenek buyut, Gammie cukup bijak dalam memberi petuah kepada Greg.

Gammie mengatakan bahwa sebagian besar anak-anak seusiaku selalu ingin buru-buru tumbuh dewasa, tapi bila aku memang cerdas, aku pasti akan menikmati masa kecilku selagi masih sempat. (hal. 209)

Meskipun ada beberapa hal yang lucu, saya justru tidak bisa menikmati dengan baik. Mungkin kalau membaca versi aslinya (bukan terjemahan) akan bisa saya resapi lagi kelucuannya. Entah bahasa yang digunakan ataupun istilah asing yang “terpaksa” diterjemahkan. Overall, buku ini sudah baik. Berbeda dengan buku-buku sebelumnya yang penuh lelucon dan kekonyolan, di novel kelima ini saya mendapat banyak pelajaran tentang kehidupan. Khususnya kehidupan masa kecil hingga remaja. Seperti Greg, saya dulu juga ingin sekali tumbuh dewasa. Namun ketika telah dewasa, saya merindukan sekali masa kanak-kanak.

Penilaian Akhir:

★★★★★

goodreads-badge-add-plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*