Rss

Ranma ½ (Jilid 12)

coverranma12

Judul: Ranma ½ (Jilid 12)

Komikus: Takahashi Rumiko

Penerjemah: M Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 180

Terbit Perdana: 2007

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2007

ISBN: 9789792700473

cooltext-blurb

Kepala sekolah SMU Furinkan akhirnya pulang setelah tiga tahun tak terlihat. Orang dengan pohon kelapa di kepalanya itu, menghadiahkan peraturan sekolah yang ekstrim. Merasa tertindas, para murid mulai bertarung melawan kepala sekolah.!!

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Jilid dua belas yang saya baca kali ini terasa sedikit berbeda dibandingkan jilid-jilid terdahulu. Meskipun ada sebelas chapter yang disuguhkan di jilid kali ini, secara umum hanya ada dua cerita besar yang diceritakan. Satu cerita dengan tokoh baru, satu lagi dengan tokoh lama. Penasaran?

Kembalinya Kepala Sekolah adalah chapter yang mengawali kisah pertama yang akan diberikan sang mangaka. Selama tiga tahun terakhir, Kepala SMU Furinkan tidak ada di sekolah karena sedang berada di laur negeri. Suatu ketika, ia kembali dan membuat gempar seluruh sekolah dengan menerapkan peraturan mengenai ketentuan model rambut murid cowok dan cewek.

Tak mau rambut mereka diatur dengan model yang tidak disukai, akhirnya seluruh siswa SMU Furinkan bahu membahu mengalahkan kepala sekolahnya sendiri dan merebut surat dispensasi peraturan sekolah. Perjangan mereka tidak mudah setelah sang Kepala Sekolah menjebak mereka semua di ruang bawah tanah sekolah yang ajaibnya sangat luas dan seperti Hawaii.

Di dalam buah kelapa ini ada surat dispensasi peraturan sekolah. Jika kalian bisa merebut buah kelapa ini… (Halaman 16)

Setelah urusan pertauran-sekolah-tentang-model-rambut-siswa-laki-laki-dan-perempuan usai, Kepala Sekolah lagi-lagi membuat gara-gara dengan menerapkan hukuman bagi siswa yang terlambat datang ke sekolah setelah bel berbunyi meskipun hanya satu detik. Hukumannya? Membersihkan toilet selama seminggu. Tentu saja Ranma tidak tinggal diam. Lalu bagaimana?

Sabun Kebahagiaan adalah chapter pembuka seuah kisah baru yang (lagi-lagi) masih melibatkan tokoh-tokoh yang terkena kutukan mata air Cina. Shan Pu yang baru saja kembali dari Cina membawa sebuah sabun ajaib yang membuatnya tidak akan berubah wujud menjadi kucing. Sehebat apakah sabun yang dibeli dari toko oleh-oleh di sekitar mata air kutukan Cina itu?

Bukan sabun biasa. Jika badan dibersihkan dengan ini, disiram air pun takkan berubah wujud. Sabun anti air yang membuka zaman baru! (Halaman 106)

Apesnya, sabun itu jatuh ke tangan Ryoga yang tidak tahu apa-apa bahkan saat Shan Pu belum menggunakannya sama sekali. Tentu saja hal ini membuat Ryoga tidak berubah wujud menjadi babi hitam kecil saat disiram air dingin. Ia yang sangat bahagia akhirnya berikrar akan mengungkapkan perasaannya pada Akane yang sangat ia cintai selama ini.

Ranma yang akhirnya mengetahui keberadaan sabun ituu akhirnya bersekongkol dengan Shan Pu agar sabun itu bisa mereka rebut. Namun, Shan Pu yang tidak ingin membaginya dengan Ranma jadi mengacaukan segala rencana yang tersusun rapi dan membuat kekacauan di mana-mana. Bahkan Akane jadi kesal dan marah dengan semuanya. Bagaimana kelanjutannya?

Karena hanya ada dua cerita besar yang ada di jilid ini, saya mau tidak mau jadi membandingkan mana yang lebih lucu, lebih menarik, dan lebih enak disimak dibandingkan yang lain. Dan pilihan saya jatuh pada cerita kedua. Meskipun tidak ada cerita baru, kehadiran sabun ajaib yang mengacaukan segalanya membuat saya tertawa beberapa kali.

Sedangkan cerita pertama, saya merasakan aura pemaksaan dan sok asik yang komikus coba hadirkan. Mulai dari kemunculan tiba-tiba sang Kepala Sekolah yang sangat lebay, peraturan sekolah yang juga sangat lebay, serta berbagai aksi dan reaksi sepanjang cerita yang (lagi-lagi) sangat lebay membuat cerita menjadi tidak asik dinikmati dengan baik. Sayang sekali.

Komik genre komedi memang terkadang menyuguhkan hal yang terlampau luar biasa sebagai slapstick yang mengundang tawa pembaca. Tetapi jika hal berlebihan itu diulang-ulang dengan formula yang sama, kesannya jadi sangat garing dan tidak lucu lagi. Hal inilah kekurangan besar cerita pertama. Padahal tokoh baru yang muncul ada kaitannya dengan tokoh utama lho.

Sedangkan cerita kedua lucu dari berbagai sisi. Sang mangaka tidak berusaha membuat hal-hal yang lebay mendominasi sisi humoris cerita. Setiap karakter masih dipertahankan dengan ciri khasnya sendiri. Hal inilah yang membuat cerita menjadi lucu dan menarik untuk diikuti. Misalnya saja Ryoga yang ingin berduaan dengan Akane, Ranma yang cemburu, dan lainnya.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Ranma ½ (Jilid 11)

coverranma11

Judul: Ranma ½ (Jilid 11)

Komikus: Takahashi Rumiko

Penerjemah: M Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 180

Terbit Perdana: 2007

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2007

ISBN: 9789792005127

cooltext-blurb

Pertarungan memperebutkan jurus rahasia dahsyat lingkaran bunga api antara Happosai, Soun Tendo, dan Genma Saotome tak bisa dihindarkan. Akane dan Ranma pun ikut serta dalam duel tersebut, sehingga kekacauan bertambah. Seperti apakah jurus rahasia bola maut itu?

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Tidak terasa akhirnya saya sudah menyelesaikan sepuluh jilid awal Ranma ½ tanpa jeda. Kali ini jilid kesebelas tidak ketinggalan akan saya ulsa. Meskipun jumlah chapter sebanyak sebelas buah masih sama seperti sebelumnya, ada empat kisah alih-alih hanya tiga. Aih makin pendek aja.

Selamat Datang, Kakak adalah salah satu chapter yang mengusuh kisah pertama. Certa bermula dari tayangan televisi yng menyiarkan seekor anjing betina yang baru saja melahirkan anak. Nama anjing tersebut adalah Hibiki Shirokuro. Ya benar, anjing itu milik Ryoga. Sang majikan yang lama tak pulang ke rumah membuat Shirokuro rindu pada pemuda tanggung itu.

Akhirnya suatu hari Ryoga mengajak Akane berkunjung ke rumahnya sekaligus menengok keadaan anak-anak Shirokuro. Masalah pertama terjadi ketika AKane berangkat duluan dan meninggalkan Ryoga yang buta arah parah termenung sendirian. Akhirnya mau tidak mau ia minta tolong Ranma mengantarkannya ke rumah secepat mungkin. Kemudian? Baca sendiri~

Shirokuro juga melahirkan selagi aku pergi. Kalaupun adikku lahir… Itu wajar!! (Halaman 24)

Happosai yang hobi berbuat onar sering menjadi bulan-bulanan Ranma, Genma, dan Soun yang jauh lebih muda. Suatu ketika, kakek Happosai amat marah dan hendak mengeluarkan jurus lingkaran bunga api yang sangat hebat, tapi apesnya ia sendiri lupa cara mengeluarkannya. Genma dan Soun yang pernah mendapatkan jurus itu sangat cemas jika Happosai ingat lagi.

Rebut Kitab Rahasia! adalah chapter yang mengisahkan bagaimana sepak terjang Ranma+Genma+Soun yang bersaing dengan Happosai mengambil kitab rahasia jurus lingkaran bunga api. Cerita semakin lucu ketika “kuburan” kitab rahasia tersebut ada di tengah-tengah pemandian umum wanita. Waduh! Bagaimana cara mengambil kitab rahasia itu??

Kalian paham? Poin utama dari pengintipan adalah… Menemukan cara untuk menyatu dengan alam di sekitarnya. (Halaman 72)

Hold Me Tonight adalah chapter yang mewakili kisah baru ketika Shan Pu mendapakan sebuah bahan unik yang bisa menghipnotis orang lain. Tidak sulit, hanya mencampurkan bahan tersebut pada sebuah masakan dan akhirnya membuat orang yang memakan hidangan itu bisa dikendalikan perbuatannya. Siapa target yang diincar Shan Pu? Tentu saja Saotome Ranma.

Lucunya, karena keteledorannya sendiri, Shan Pu justru membat Ranma terkena hipnotis yang dipicu dari bersin seseorang. Singkattnya ketika ada orang bersin di dekat Ranma, maka ia akan memeluk orang yang bersin itu. masalah makin rumit ketika Akane yang sedang flu harus berdua dengan Ranma di dalam rumah karena anggota keluarga yang lain sedang pergi.

Pengecut!! Mentang-mentang semua orang sedang pergi… Coba saja peluk aku lagi! Kamu tak akan melihat matahari esok hari!! (Halaman 116)

Secara umum, sesungguhnya Akane dan Shan Pu tidak terlalu jelas terlihat bahwa mereka berdua sedang dalam kondisi saling bersain. Shan Pu yang jelas mencintai Ranma sedangkan Akane benci-tapi-cinta-tapi-jaim pada Ranma kerap membuat mereka ingin tampil lebih unggul dibandingkan yang lain, khususnya di hadapan Saaotome Ranma.

Badminton Tenaga Raksasa adalah chapter yang mengisahkan bagaimana duel antara Akane dan Shan Pu di awal tahun baru. Meskipun awalnya Akane jauh lebih lemah dibandingkan Shan Pu, kali ini Akane sangat kuat. Hal ini dikarenakan ia memakan mi kuat yang sejatinya adalah milik Happosai. Akibatnya, kekuatan Akane bertambah besar dan bsia menantang Shan Pu duel.

Ooh!! Kali ini bahan moci! Semakin gagal memukul, gerakan akan semakin terhambat!! Kalau begini, dia tak bisa bergerak! (Halaman 151)

Jilid sebelas ini banyak hal yang membuat saya tertawa. Bukan hanya tersenyum, nyengir,, ataupun terkekeh, tapi benar-benar tertawa meskipun tidak sampai terbahak. Hal ini menurut saya merupakan kemajuan yang sangat baik dari segi humor, mengingat saya bukan orang yang mudah tertawa karena humor yang receh dan garing krik krik hehehe.

Kisah pertama, kedua, ketiga, dan keempat memiliki keunikan masing-masing. Namun demikian, formula salah paham dan tak mau melihat segala sesuatu dari sudut pandang yang lain sepertinya masih dipertahankan oleh Takahashi Rumiko. Hal ini akhirnya membuat perkembangan cerita utama mengenai Ranma yang ingin menjadi lelaku sejati jadi terlupakan.

Ya benar, saya rasa sejak jilid pertama hingga sebelas, hanya jilid satu atau dua saja yang memberikan kejelasan plot maju. Setelah itu, hanya penambahan tokoh serta penuturan cerita casual yang terjadi sehari-hari yang disuguhkan di komik ini. Agak disayangkan apabila sang mangaka terlena dengan slice of life ini dan terlalu sibuk meninggalkan plot maju yang penting.

Gaya terjemahan yang unik dan tidak monoton adalah salah satu hal yang membuat saya betah membaca komik ini hingga saat ini. misalnya saja lingkaran bunga api. Bunga api. Apa sinonimnya? Ya benar, alih-alih menggunakan sinonimnya yang sudah mengacu pada suatu benda, sang penerjemah memberikan nuansa dengan memberikan istilah bunga api :)

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Ranma ½ (Jilid 10)

coverranma10

Judul: Ranma ½ (Jilid 10)

Komikus: Takahashi Rumiko

Penerjemah: M Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 180

Terbit Perdana: 2006

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2006

ISBN: 9789792098518

cooltext-blurb

Akane disandera dan akan dijadikan angsa!? Itulah rencana Musu, pria rabun yang muncul untuk merebut Shan Pu yang dicintainya. Dia menantang Ranma bertempur dengan air dari mata air anak angsa yang dibawanya dari Cina. Ranma dan Akane dalam bahaya!!

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Yossh kembali lagi pada ulasan komik Ranma ½ jilid kesepuluh ini. Seperti baisa ada sebelas chapter yang disuguhkan di komik ini yang secara garis besar terbagi atas tiga cerita utama yang berbeda-beda. Namun demikian, semuanya masih bermuara pada tema slice of (Ranma’s) life.

Chapter berjudul Cinta Sesaat adalah chapter yang cukup lucu. Selama ini kakek Happosai sangat gemar mencuri pakaian dalam wanita muda dan selalu menggoda gadis cantik. Beliau sangat mendambakan pasangan perempuan berambut panjang dan bermata besar. Ranma yang sudah lelah berurusan dengan Shan Pu memiliki ide mengenalkan kakek itu dengannya.

Eh eh eh ternyata Ranma bukan mengenalkan Happosai pada Shan Pu, melainkan pada Ke Lun alias nenek buyut Shan Pu. Tak disangka, peprjumpaan mereka berdua membuka tabis masa lalu tentang seorang pemuda pencuri yang merampas harta keluarga Ke Lun berbentuk gelang. Yang berbahaya di gelang yang dicuri Happy alias Happosai tersebut terdapat hal mengerikan.

Benar. Obat jatuh cinta yang dimasukkan dalam gelang itu… Orang yang meminumnya… Akan jatuh cinta pada lawan jenis yang pertama dilihatnya. (Halaman 21)

Mu Su hadir lagii! Ah saya menantikan kemunculan kembali lelaki rabun dekat yang jago silat ini. Pada chater berjudul Rencana Bebek Ranma, Mu Su bermaksud menghabisi Ranma melalui sebuah pertunjukan sirkus Cina. Ia ingin membuat Ranma mengalami kesialan yang ia alami ketika tercebur mata air kutukan sehingga ia menjadi bebek saat tersiram air dingin.

Ya benar. Rabun dekat Mu Su sangat parah sehingga ia dengan mudah tercebur ke mata air kutukan anak bebek. Pada chapter kali ini juga sangat terlihat bagaimana kesungguhan hati Mu Su ingin mengalahkan Ranma dan merebut hati Shan Pu gadis yang sejak lama ia cintai. Awalnya Ranma bermaksud mengalah. Namun kemudian ia urung melanjutkan rencananya.

Aku sudah lama jadi pemandu wisata di sini. Tapi, Tuan orang pertama yang mendadak… Melompat ke mata air. (Halaman 71)

Tsubasa Kurenai adalah chapter pembuka sebuah kisah rumi yang baru. Masih ingat Konji Ukyo si tukang okonomiyaki yang menjadi tunangan Ranma saat masih kecil? Ternyata urusan dengan Ukyo belum selesai. Kini muncul seseorang bernama Tsubasa Kurenai yang mengincar nyawa Ranma. Hal ini ia lakukan karena merasa Ranma telah merebut Ukyo yang ia cintai.

Tsubasa adalah teman sekolah Ukyo saat belum pindah ke SMU Furinkan. Kelembutan hati Ukyo membuat Tsubasa langsung jatuh cinta dan tak mau melepaskannya. Ukyo yang merasa risih akhirnya mengirimkan surat bahwa ia telah bertunangan dengan Ranma. Pada chapter ini ada sebuah twist yang cukup mengejutan tentang sosok Tsubasa Kurenai dan Ukyo dimasa lalu.

Hmp… Kalau soal Ukyo seorang wanita… Aku sudah tahu dari awal. Dengar, ya! Aku cuma tertarik pada wanita!! (Halaman 146)

Jilid kesepuluh ini awalnya cukup membosankan karena saya kurang begitu suka dengan karakter Happosai dan Ke Lun yang tidak sesuai dengan kaidah manusia pada umumnya. Belum lagi sifat Happosai yang mata keranjang dan menghalalkan segala cara demi berdekatan dengan gadis muda sangat menjengkelkan. Pantas saja Genma & Soun berniat membunuhnya.

Kemunculan Mu Su yang tiba-tiba membuat jilid ini menjadi menarik. Setelah sebelumnya ia kalah telak dari Ranma dan “hilang” dari peredaran, kemunculannya kali ini dengan kondisi mendapatkan kutukan bebek menjadi hal yang menggelikan. Meskipun saya bingung Mu Su menjadi bebek ataukah angsa. Tapi yang jelas tetap saja lucu melihat bebek pakai kacamata.

Plot twist yang terjadi pada kisah ketiga tidak akan saya singgung arena takut spoiler. Yang jelas saya cukup kaget mengetahui siapa Tsubasa Kurenai ini sebenarnya. Meskipun demikian, saya tidak yakin Tsubasa akan kembali muncul di jilid selanjutnya. Padahal ia termasuk tokoh unik yang tidak perlu mendapat kutukan mata air demi keunikannya itu. tunggu saja deh.

Setelah membaca sepuluh jilid Ranma ½ ini, kemunculan tokoh-tokoh baru membuat kisah hidup Ranma semakin rumit. Padahal sebelumnya juga sudah rumit sih dengan mata air kutukan itu. Kalau boleh memberikan spoiler sedikit, sebenarnya hal-hal rumit itu terjadi hanya karena satu alasan: salah paham. Kesalah pahaman membuat kesimpulan sepihak kemudian bertindak sesuai pikirannya sendiri. Hal ini yang jadi poin utama konflik Ranma ½. Ciao!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Ranma ½ (Jilid 9)

coverranma9

Judul: Ranma ½ (Jilid 9)

Komikus: Takahashi Rumiko

Penerjemah: M Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 180

Terbit Perdana: 2006

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2006

ISBN: 9789792097153

cooltext-blurb

Balapan ratu duel katering diadakan. Ranma wanita, Akane, dan Shan Pu melakukan pertarungan besar mempertaruhkan tekad wanita!! Siapakah yang akan menang!? Tiba-tiba, muncul guru ayah Ranma dan Akane yang bernama Happosai. Kakek mata keranjang yang sangat parah!!

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Yahoooo. Jumpa lagi nih dengan review judul yang saya baca beberapa minggu terakhir ini. Yup, Ranma ½ sudah sampai jilid sembilan yang telah saya baca. Kali ini saya akan memberikan sedikit kesan tentang jilid yang memiliki sebelas chapter cerita di dalamnya. Psst, ada tokoh baru lagi lho~

Oh iya, sebelumnya perlu saya sampaikan bahwa saya tidak keliru menuliskan blurb di atas yang sama persis dengan blurb di jilid keenam. Hal itu saya ketahui saat melihat sendiri jilid sembiilan ini. Ternyata kesalahan ada pada penerbit Elex yang mencetak halaman blurb jilid keenam pada jilid sembilan. Bahkan ISBN dan barcode juga ikut salah. Jadi bukan salah saya ya.

Cerita pertama memiliki jumlah beberapa chapter. Salah satu chapter tersebut berjudul Never Give Up. Mengisahkan tentang Kunou Kodachi di Sekolah Putri Saint Habereke yang baru saja praktikum memasak, khususnya membat kue. Namanya saja sekolah putri, Kodachi buru-buru ijin pulang cepat dengan tujuan memberikan kue buatannya pada Ranma, orang yang ia suka.

Pada saat yang bersamaan, kelas Akane di SMU Furinkan juga baru saja selesai kelas memasak kue. Banyak anak lelaki yang ingin mencicipi kue buatan Akane. Namun, Akane tidak bersedia memberikannya pada orang lain selain Ranma. Sayangnya, Ranma merasa kue buatan Akane tidak enak. Tiba-tiba muncul Kodachi yang membuat segalanya menjadi rumit.

Aku ingin makan film negatifnya. Maukah kau buatkan untukku? Masakan film negatif… (Halaman 23)

Kisah selanjutnya diiringi dengan kemunculan tokoh baru. Adalah seorang gadis penjual okonomiyaki bernama Kounji Ukyou. Perempuan ini adalah teman masa kecil Ranma ketika sedang mengembara untuk berlatih bersama ayahnya. Ukyou yang dipanggil Ucchan oleh Ranma ini adalah anak perempuan seorang tukang okonomiyaki yang sering dihutangi Ranma.

Pertandingan Maut Okonomiyaki adalah chapter yang mengisahkan pertandingan Ranma dan Ukyou yang teramat dendam kepadanya. Satu hal bodoh yang tidak disadari Ranma adalah, Ukyou sesungguhnya seorang perempuan. Tidak sampai di situ saja, Ukyou ternyata telah disetujui menjadi tunangan Ranma ketika masih kecil. Waduh bagaimana ini?

Gerobak yang dicuri itu, jnji membawamu yang dilanggar itu… Semuanya kejahatan ayahku, ‘kan? Kenapa aku juga jadi sasaran…? (Halaman 86)

Setelah urusan pertandingan antara Ranma dan Ukyou berakhir dengan antiklimaks, kali ini muncul lagi Ryoga yang (lagilagi) ingin menantang Ranma bertarung. Tak tanggung-tanggung, ia menyerang Ranma secara langsung. Melihat tunangannya sedang diserang, Ukyou tidak tinggal diam dan melindungi Ranma. Hal ini sempat membuat hubungan keduanya panas.

Melihat ada sebuah celah yang bisa dimanfaatkan demi merebut tunangannya lagi, Ukyou akhirnya berinisiatif membuat Akane dan Ryoga berkencan. Chapter berjudul Surat Cinta yang Sempurna turut menyuguhkan bagaimana akhirnya Ryoga dan Akane kencan di kedai okonomiyaki milik Ukyou. Melihat hal ini, Ranma jadi tidak rela Akane “direbut” dari dirinya.

Kencan pertama? Dia mau dekatkan aku dengan cowok lain… Untuk membatalkan pertunanganku! Siapa yang mau diatur begitu!? (Halaman 145)

Well well well. Saya cukup suka dengan kemunculan Kunou Kodachi lagi di chapter ini. setelah pada chapter kedua ia langsung lenyap setelah pertandingan senam ritmik, kemunculannya setelah tujuh jilid berlalu membuat cerita makin menarik. Terlebih sifatnya yang sangat naif dan menghalalkan segala cara agar berdekatan langsung (secara fisik) dengan Ranma sangat hmm.

Banyak berbagai hal yang sangat kebetulan kalau dipikir-pikir selama membaca Ranma ½ ini. Namanya juga cerita fiktif, memang tidak salah jika kebetulan-kebetulan merupakan hal yang sangat lumrah. Hanya saja, kebetulan yang terlalu pas dan terjadi berulang-ulang juga menjadi kurang nyaman dibaca. Ditambah beberapa karakter dibuat terlalu “bodoh” dan tidak peka.

Seperti apa contohnya? Kebetulan SMU Furinkan dan Sekolah Putri Saint Habereke sama-sama mengadakan kelas memasak. Kebetulan Ranma yang mengejar Kodachi harus tersungkur dan ada kontak fisik. Kebetulan Gosunkugi mengambil foto keduanya yang dimanfaatkan Kodachi sebagai ancaman. Dan kebetlan pula Akane tidak peka memperhatikan sekelilingnya. Huft.

Kemunculan Ukyou sang tukang okonomiyaki yang berstatus sebagai tunangan Ranma ketika amsih kecil dan menuntut balas ketika sudah cukup dewasa membuat cerita menjadi seakin rumit. Kalau dipikir-pikir, Ranma ini menjadi hareem deh. Sejauh ini ada Akane, Shan Pu, Kodachi, dan Ukyou yang menyukainya. Padahal Ranma teratrik pada satu orang saja.

Sedangkan Akane yang disukai Ranma, Kunou, Ryoga, dan Gosunkugi kurang tergali selayaknya hareem versi Ranma. Apakah ini artinya peran Akane tak lebih dari pasangan Ranma saja ataukah sang mangaka tak ingin membuat kisah cinta Akane lebih menarik daripada sang tokoh utama yaitu Saotome Ranma itu sendiri. Entahlah saya juga tak tahu.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Ranma ½ (Jilid 8)

coverranma8

Judul: Ranma ½ (Jilid 8)

Komikus: Takahashi Rumiko

Penerjemah: M Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 180

Terbit Perdana: 2006

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2006

ISBN: 9789792095852

cooltext-blurb

Karena yakin mampu memerankan Juliet, Akane tampil dalam kontes drama. Ternyata, yang jadi pemeran Romeo adalah Happosai dan Kak Kunou. Ranma ikut karena mendengar pemenangnya akan dapat hadiah wisata ke Cina!

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Kisah hdup Ranma yang memiliki dua wujud fisik diri masih berlanjuuut. Kali ini saya sudah memasuki jilid kedelapan. Ada sebelas chapter yang dimuat di tankoubon ini. Isi ceritanya masih berupa kisah-kisah slice of life yang acak alias tidak runtut secara waktu. Yuk mari simak saja dulu…

Tak Butuh Bantuan adalah chapter ketika terjadi tragedi pencurian papan nama perguruan milik keluarga Tendo. Saya tidak tahu mengapa hilangnya papan nama ini membuat Akane dan keluarga Tendo yang lain merasa murka. Akane sampai berniat menghabisi sang pencuri yang menantangnya berduel. Bukankah lebih mudah jika membuat yang baru saja ya? Hmmm.

Di sisi lain, Shan Pu tiba-tiba hadir membawa sebungkus bubuk mata air instan yang membuat siapapun menjadi laki-laki setelah mengguyurkan air yang telah ditaburi bubuk itu. Tentu saja Shan Pu sudah merencanakan akan memberikannya pada Ranma asalkan pemuda itu berkenan kencan dengan Shan Pu. Mau tidak mau Ranma menerimanya. Tapi suatu tragedi terjadi…

Orang itu kuat. Paling tidak… Dia bukan lawan yang bisa dikalahkan Akane. (Halaman 30)

Meninggalkan hiruk pikuk bubuk mata air instan dan pencuri papan nama perguruan, chapter berjudul Battle Royale – Romeo ini terasa sangat menarik. Akane sangat suka bermain drama, namun, sejak SD ia selalu mendapatkan peran maskulin. Hal ini membuatnya menolak mentah-mentah permintaan klub drama yang memintanya bermain pada kontes drama antar sekolah.

Yang mengejutkan, ternyata pemain yang dicari untuk peran Juliet. Akane yang sangat ingin memerankan gadis anggun dan lembut akhirnya menerima tawaran itu. Sayangnya, keputusan itu membuat Kunou Tatewaki, Gosunkugi Hikaru, dan kakek Happosai berniat menjadi Romeo. Ranma tak tinggal diam dan ikut serta karena iming-iming hadiah wisata Cina gratis. Benarkah?

I, ini kan drama… Lakukanlah pertandingan di panggung… Orang yang bertahan di pentas sampai akhir… Dialah Romeo yang sebenarnya! (Halaman 81)

Pada jilid kedelapan ini, Ryoga hadir kembali. Ia membawa sebuah peta yang sangat berharga. Chapter berjudul Cari Mata Air Laki-Laki Jepang ini mengisahkan bagaimana Ryoga ingin menemukan mata air yang bisa membuat siapapun menjadi pria setelah menceburkan diri di dalamnya. Sehingga ia tidak perlu pergi ke Cina hanya untuk mata air kutukan itu.

Perjumpaannya dengan Ranma akhirnya melibatkan Ranma yang juga ingin menemukan mata air itu. Yang sulit addalah ternyata mata air itu ada di lingkungan SMU Furinkan tepatnya di bawah ruang ganti wanita. Bisa dibayangkan bagaimana trik dan ide yang dilakukan Ranma dan Ryoga agar bisa menyelinap ke ruang ganti wanita dan mencari mata air itu. Hahahaha.

Membantuku!? Yang benar saja! Maksudmu… Kamu ingin ikut, ‘kan? Aku tak butuh bantuan! Toh, aku yang punya peta. Pokoknya, aku sendiri yang akan kembali jadi laki-la… (Halaman 141)

Jilid kedelapan ini masih seru meskipun satu rangkaian cerita tidak berkaitan langsung dengan jalinan cerita yang lain. Yang masih satu koridor adalah sang mangaka tetap memberikan porsi penampilan karakter yang telah muncul sebelumnya dan berhak menjadi tokoh tetap alias bukan slonong boy numpang lewat ala kadarnya. Hal ini cukup menyenangkan diikuti.

Mengenai interaksi antara Ranma dan Akane yang saya rasa menjadi satu-satunya benang merah yang akan bermuara hingga akhir cerita Ranma ½, masih belum menampakkan perkembangan yang signifikan hingga akhir jilid ini. Keduanya masih benci-tapi-peduli-meskipun-gengsi-mengakui. Mereka berdua selalu bertengkar pada hampir setiap kesempatan.

Meskipun demikian, mereka berdua juga terlihat saling peduli. Misalnya Ranma yang tidak ingin membiarkan Akane terluka saat berduel dengan si pencuri papan nama padahal ia sedang kencan ataupun Akane yang bersedia mengorbankan harga dirinya demi membuat Ranma memenangkan hadiah wisata Cina yang ia idam-idamkan sejak awal kontes drama.

Formula benci-tapi-peduli-meskipun-gengsi-mengakui ini sesungguhnya sangat menyebalkan dan membuat gemas. Namun, kalau dipikir-pikir justru hal itu yang membuat penasaran bagaimana akhir hubungan keduanya. Meskipun semakin ke sini, cerita yang disuguhkan sudah mulai stabil dan hanya berkutat pada eksplorasi karakter yang sudah muncul dahulu.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Ranma ½ (Jilid 7)

coverranma7

Judul: Ranma ½ (Jilid 7)

Komikus: Takahashi Rumiko

Penerjemah: M Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 178

Terbit Perdana: 2006

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2006

ISBN: 9789792094251

cooltext-blurb

Balapan ratu duel katering diadakan. Ranma wanita, Akane, dan Shan Pu melakukan pertarungan besar mempertaruhkan tekad wanita!! Siapakah yang akan menang!? Tiba-tiba, muncul guru ayah Ranma dan Akane yang bernama Happosai. Kakek mata keranjang yang sangat parah!!

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Jilid ketujuh ini sama dengan jilid sebelumnya dalam hal jumlah chapter yang terkandung di dalamnya. Sebelas chapter yang disuguhkan di jilid ini menyimpan kejutan yang tak terduga. Hal ini disebabkan oleh munculnya tokoh baru yang sangat unik sekaligus menyebalkan. Penasaran kan?

Balap Duel Katering adalah chapter pertama yang mengisahkan pertarungan tiga tokoh wanita komik ini yaitu Akane, Shan Pu, dan Ranma versi cewek. Ketiganya bertarung dalam pertandingan balapan ratu duel katering. Inti pertandingan ini adalah adu cepat mengantarkan makanan pada rumah yang ditunjuk oleh panitia. Lucunya, orang tersebut sangat tidak asing.

Dengar, gunakan kesempatan ini untuk mendapatkan Tuan Pengantin. Biarkan dia merasakan dalamnya ilmu katering. (Halaman 18)

Bangkitnya Kejahatan adalah babak baru yang harus dialami keluarga Tendo dan keluarga Saotome. Guru Happosai, orang yang menjadi mentor Genma dan Soun dimasa lalu. Akibat sebuah tindakan yang sangat “keras”, keduanya menyingkirkan Happosai di sebuah lubang yang ditutup batu. Tak disangka, sang guru bangkit kembali dan meneror kedua keluarga ini.

Tenang. Aku datang bukan untuk balas dendam. Aku juga sudah tua. Aku ingin melatih salah satu dari kalian… (Halaman 80)

Kemarahan Happosai adalah salah satu chapter yang menghadirkan tingkal laku sang kakek yang sangat tidak bermoral. Ia sangat hobi mengintip para gadis muda demi kesenangannya sendiri. Sampai-sampai Ranma menjulukinya sebagai kakek cabul. Bahkan saking cabulnya, ia memiliki Gejala Pantangan yang membuatnya sangat lemah apabila tidak menyentuh wanita. Ckckckck.

Kamu bisa bicara begitu karena tidak tahu kengerian sebenanrnya dari kemarahan guru. (Halaman 141)

Cerita tentang pertandingan balapan ratu duel katering menurut saya adalah sebuah kisah yang lucu dan terlalu ajaib. Sebuah pertandingan yang khusus diikuti oleh kaum hawa membuat ketiga tokoh (agak) utama di komik ini bisa berpartisipasi. Jurus yang dikeluarkan Shan Pu sepanjang pertandingan terasa sangat ajaib karena membuat peserta lain menjadi kesulitan.

Penunjukan rumah yang menjadi garis finish oleh panitia mmebuat saya langsung menggumam “kok ya kebetulan banget nih” berkali-kali. Pun demikian ketika tiga peserta tercepat (kita semua tahu lah ya siapa saja) sudah memasuki rumah target namun akhirnya penentuan juaranya harus melebar ke mana-mana. Cukup antiklimaks juga sih menurut saya.

“Kebangkitan” kakek Happosai setelah “tertimbun” di kaki gunung adalah hal yang (lagi-lagi) cukup fenomenal. Meskipun ia adalah kakek tua, kepandaiannya dalam hal silat dan kung fu jelas sangat lebih baik dibandingkan Ranma, Genma, Soun, dan yang lainnya. Tetapi hobinya mengintip gadis muda dan mencuri pakaian dalam wanita memang sangat menyebalkan.

Dari segi cerita, saya masih menikmati. Apa lagi munculnya Happosai yang mata keranjang namun tangguh bertarung juga menjadian cerita lebih seru lagi. hanya saja, saya masih agak terganggu dengan penggambaran kakek Happosai dan nenek buyut Shan Pu yang seperti anak-anak tetapi kerutan yang cukup banyak. Jadi sedikit aneh sih melihatnya. Hmm.

Oh iya, saat membaca komik ini, saya mendapat gangguan yaitu setelah halaman 124 langsung melompat ke halaman 141. Setelah saya telusuri, ternyata halaman 125 hingga 140 ada di bagian belakang setelah halaman terakhir. Salah posisi di akhir ini cukup menjengkelkan sih. Tetapi masih lebih baik daripada halaman hilang. Paling tidak masih mendingan daripada hilang.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Ranma ½ (Jilid 6)

coverranma6

Judul: Ranma ½ (Jilid 6)

Komikus: Takahashi Rumiko

Penerjemah: M Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 180

Terbit Perdana: 2006

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2006

ISBN: 9789792092523

cooltext-blurb

Ranma mendapat masalah sejak munculnya Nenek buyut Shan Pu. Karena totokan daya tahan panas, dia berusaha mati-matian mendapatkan pil phoenix. Tambah lagi, Ryoga yang menjadi saingannya, dilatih jurus maut Totokan Ledakan oleh nenek buyut untuk berduel dengan Ranma.

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Haloo. Jumpa lagi dengan postingan yang berisi ulasan sekaligus kesan-kesan yang saya alami selama membaca komik Ranma ½ jilid keenam. Tidak terasa saya sudah cukup banyak membaca serial ini. saya tidak tahu komik ini akan tamat pada jilid berapa, jadi mari nikmati saja ya.

Komik jilid keenam ini memiliki sebelas chapter. Cukup banyak juga untuk kuran tankoubon utuh. Jilid ini dibuka dengan kondisi Ranma yang masih tidak bisa berubah kembali menjadi laki-laki. Ada apa gerangan? Hal ini akibat ulah nenek buyutnya Shan Pu yang memberikan jurus Totok Daya Tahan Panas yang membuat Ranma tidak bisa menyentuh air panas.

Perang Laut Memperebutkan Mempelai Pria adalah chapter yang mengisahkan perjuangan Ranma mengejar si nenek hingga ke pantai. Tak disangka disana ada pertadingan memecahkan semangka. Selain berusaha mengalahkan nenek itu, Ranma juga berambisi mengambil pl phoenix yang disinyalir bisa mengembalikannya seperti sedia kala. Berhasilkah Ranma?

Ucapan terima kasih atas latihanmu selama ini… kukembalikan semuanya padamu!! Hehehe… Kenapa, Nek? Gerakanmu lamban. Sudah makin tua, ya!? (Halaman 23)

Setelah gagal merebut pil phoenix, pembaca aan dibawa pada chapter Totokan Ledakan. Kali ini lawan lama Ranma, Ryoga, mengirimkan surat tantangan dan berambisi mengalahkan Ranma. Sayangnya ia kalah telak dengan mudah. Mengetahui hal ini, nenek buyut Shan Pu menawarkan diri melatih Ryoga sebuah jurus bernama Totokan Ledakan yang sangat hebat.

Semua benda yang ada di alam semesta ini… punya titik ledakan. Termasuk katak, jangkrik, dan serngga air. Tentu saja, tubuh manusia juga. (Halaman 92)

Kisah terkhir sebagai penutup jilid keenam ini cukup unik. Alkisah ada seorang pria dari keluarga Daimonji hendak dinikahkan dengan Miyako Ooji Satsuki. Kedua kelarga ini sangat gemar mengadakan upacara minum teh. Keduanya memiliki aliran upacara yang berbeda yaitu Aliran Miyako Ooji Satsuki dan Aliran Daimon. Sayang, si pria tidak bisa menikahi “Satsuki”.

Jurus Upacara Teh adalah chapter di mana Ranma cewek terpaksa berurusan dengan keluarga Daimonji dan mengalahkan “Satsuki” agar si pria tidak mengganggu Ranma lagi. meskipun Ranma jago silat, ketentuan utama upacara minum teh yang mewajibkan petarung duduk bersila sangat merepotkan. Nah, bagaimana akhir pertarungan ini? Bagaimana nasib Ranma?

Ba-gai-ma-na-pun ju-ga aku tak bisa mencintainya… Untuk membatalkannya… Aku harus membawa wanita yang kupilih untuk bertarung dengan calon istriku dalam upacara teh… (Halaman 145-146)

Nenek buyut Shan Pu ternyata tidak mudah menyerah meyakinkan Ranma agar mau menikahi cicitnya itu. berbagai cara ia lakukan termasuk cara yang kotor sekalipun. Bahkan kesediannya melatih Ryoga dengan sangat intensif di pegunungan ternyata hanya kedok belaka agar keinginannya melihat Ranma dan Shan Pu bersanding di pernikahan dapat terlaksana.

Sedangkan cerita kedua tentang upacara minum teh keluarga Daimonji terasa cukup out of the box. Di cerita ini cukup terasa Ranma dan Akane menjadi tokoh figuran di belakang si pria Daimonji dan “Satsuki” yang ternyata diluar dugaan. Sebuah upacara minum teh yang seharusnya lembut dan anggun justru dijadikan pertarungan mempertahankan sikap diri.

Yang saya suka dari jilid ini adalah akhir cerita yang tidak menggantung. Saya sebenarnya agak nganu dengan komik berseri yang sengaja membuat cerita terakhir menggantung dan harus membaca jilid selanjutnya untuk tahu kelanjutannya. Saya lebih menikmati komik berseri yang setiap jilidnya ada titik akhir yang jelas. Hal ini lebih memuaskan daripada digantungkan. Hiks.

Sepertinya resep memnculkan tokoh baru yang hanya tampil sekilas masih digunakan sang mangaka. Pada jilid ini terlihat sekali bahwa tokoh pria Daimonji dan Satsuki bukanlah karakter yang akan bertahan lama dan akan menghilang seiring berakhirnya jilid keenam ini. meskipun saya agak jenuh dengan pola ini, saya masih bisa menerimanya dengan lapang dada.

Akhir kata, saya masih terus menantikan jildi selanjutnya dari komik Ranma ½ ini. masih penasaran apakah Ranma kelak akan menjadi lelaki sesungguhnya dan mendapatkan akhir cerita yang memuaskan dengan Akane, ataukah ia harus menelan pahitnya kenyataan yang tidak sesuai dengan angan pembaca macam saya ini. Entahlah. Terus pantau ulasan saya ya.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Ranma ½ (Jilid 5)

coverranma5

Judul: Ranma ½ (Jilid 5)

Komikus: Takahashi Rumiko

Penerjemah: M Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 180

Terbit Perdana: 2006

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2006

ISBN: 9789792091939

cooltext-blurb

Kelemahan besar Ranma terungkap. Tragedi baru menyerang Ranma yang berusaha keras untuk mengatasi titik kelemahannya. Shan Pu yang seharusnya sudah pulang ke Cina, kembali muncul. lalu, pria bernama Mu Su mengejar-ngejar Shan Pu. Situasi semakin kacau!!

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Sebelas chapter yang disuguhkan di jilid kelima ini terasa cukup padat jika dibandingkan jilid-jilid sebelumnya. Panjang chapter terasa semakin singkat dengan bukti jumlah halaman yang lebih sedikit namun memuat lebih banyak chapter. Meskipun demikian, sensasi serunya cerita masih bisa dinikmati.

Awal komik ini dibuka dengan tindak-tanduk Gosunkugi Hikaru, teman sekelas Ranma dan Akane yang mencari tahu tentang kelemahan Ranma agar bisa mengalahkannya dan merebut Akane. Ya benar, chapter berjudul Titik Kelemahan Ditemukan mengisahkan betapa Gosunkugi sangat menyukai Akane. Sampai-sampai, ia berkoalisi dengan Kunou agar rencananya tercapai.

Aku sudah dengar. Katanya, beberapa hari yang lalu kamu pingsan di sekolah. Aku tidak mendidikmu untuk jadi pria selemah itu!! (Halaman 23)

Sama Siapa Pun Mau adalah chapter yang memuat tentang Ranma yang telah “berubah” menjadi sesuatu yang paling ditakutinya. Akibat “perubahan” yang tidak direncanakan ini, Ranma secara kebetulan mencium Akane yang akhirnya justru membuat gadis ini merasa canggung. Meskipun ia sadar bahwa kejadian itu diluar kendali Ranma, ia masih kepikiran sekali.

Iya ya… Kenapa aku harus pusing? Semua salah Ranma… Ya. semua salah Ranma. Aku mau pulang. Baiklah sesampainya di rumah, akan kuhajar Ranma… (Halaman 73)

Kehidupan Ranma kembali bergejolak saat kedatangan nenek buyut Shan Pu yang berupaya membuatnya menikahi Shan Pu. Padahal sebelumnya Shan Pu telah mengucap salam perpisahan dan kembali ke Cina. Namun, siapa sangka disana ia bertarung dengan nenek buyutnya sendiri di mata air kutukan. Dan bisa dipastikan bahwa Shan Pu mendapat kutukan.

Kegaduhan tak berhenti sampai di situ. Teman masa kecil Shan Pu bernama Mu Su tiba-tiba menyusul ke Jepang dan ingin mengalahkan Ranma. Meskipun cowok ini rabun dekat, ia punya sederet jurus khusus seperti tinju bangau putih, tinju telur ayam, tendangan burung kasuari, dan jurus rahasia cakar elang saat melawan Ranma pada chapter Pertunjukan Pertarungan.

Waktu jadi wanita, jangkauan tangan dan kakinya jadi pendek. Fatal sekali dia tida menyadarinya. (Halaman 129)

Lagi-lagi kedatangan tokoh baru tru membuat cerita semakin berkembang. Saya termasuk pembaca yang tertipu ketika jilid keempat yang lalu Shan Pu mengucapkan selamat tinggal, tetapi tiba-tiba jilid kelima ini dia datang lagi. Bawa-bawa nenek buyut dan teman sepermainan pula. Duh rameee. Satu hal yang cukup unik adalah postur nenek Shan Pu yang…unik hahaha.

Hingga jilid kelima ini sebenarnya saya masih meraba-raba inti cerita komik ini akan seperti apa. Apakah berhenti pada Akane dan Ranma yang dijodohkan ataukah ada sebuah benang merah yang saling terkait antara kejadian satu dengan kejadian yang lain. Hal ini saya rasakan ketika mengetahui tokoh yang muncul silih berganti dan (seringnya) hanya muncul sekilas.

Segi cerita sesungguhnya masih sama menariknya dengan jilid sebelumnya. Namun, saya merasa sang mangaka mulai terlihat menghemat penceritaan dengan memenggal chapter sedikit lebih cepat. Ada beberapa chapter yang saya rasa masih bagus jika digabungkan jadi satu alih-alih memisahkannya pada chapter yang berbeda. Agak membuat geregetan sih hehe.

Banyaknya tokoh yang statusnya kurang jelas apakah utama ataupun pendukung jadi membuat jilid ini sedikit bias. Selain Ranma, saya merasa tokoh yang lain memiliki porsi yang sama. Bahkan Akane yang sejak awal akan menjadi pemeran utama wanita jadi sedikit bergeser menjadi karakter pendukung Ranma. Saya jadi bingung dengan posisi Akane ini. Huft.

Meskipun demikian, jilid ini masih mengagumkan kok. jurus yang dikeluarkan Mu Su juga unik-unik namanya. Saya salut pada sang penerjemah yang bisa menerjemahkan dengan apik namun tetap keren dan tidak kaku. Good job. Saya maskin penasaran bagaimana kelanjutan kehidupan Ranma yang menjalani dua kelamin ini kedepannya. Stay tune terus ya~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Ranma ½ (Jilid 4)

coverranma4

Judul: Ranma ½ (Jilid 4)

Komikus: Takahashi Rumiko

Penerjemah: M Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 188

Terbit Perdana: 2006

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2006

ISBN: 9789792088465

cooltext-blurb

Seorang gadis cantik bernama Shan Pu tiba-tiba muncul untuk membunuh Ranma. Sementara itu, Ranma laki-laki malah dicintai Shan Pu yang memberinya ciuman ‘I love you’. Apa yang akan terjadi?

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Sejauh ini saya tetap suka cerita yang diusung Ranma ½ ini. jilid keempat kali ini memiliki jumlah chapter paling banyak dibandingkan pertama hingga ketiga. Sepuluh chapter yag disuguhkan sudah makin berkembang dengan tambahan beberapa tokoh baru. Penasaran siapa saja? Simak yuk.

Melanjutkan akhir kisah di jilid ketiga, jilid keempat ini dibuka dengan chapter Tak Kan Kulepaskan Tangan Ini yaitu pertandingan free skate antara Saotome Ranma dan Tendo Akane melawan Mikado Sanzenin dan Shiratori Asuza. Pasangan SMU Kholkoz ini sangat tangguh. Bahkan keduanya memiliki jurus mematikan bernama Reverse Matchmaker on Ice.

Benar! Tehnik keahlian terdahsyat dari pasangan Mikado Sanzenin dan Shiratori Asuza adalah… menghancurkan pasangan!! (Halaman 5)

Ciuman Maut adalah awal babak baru kehidupan Ranma dan Akane. Pertandingan free skate yang berhasil diluar dugaan membuat keduanya dan juga Ryoga sedikit pening. Tiba-tiba muncul seorang gadis bernama Shan Pu yang memiliki tujuan membunuh Ranma cewek persis seperti Ryoga. Hal ini adalah lanjutan dari sebuah tragedi di masa lalu ketika Ranma di China.

Suku pendekar wanita punya harga diri yang sangat tinggi. Kalah dari orang luar… adalah penghinaan yang melebihi kematian! (Halaman 94)

Shan Pu yang Mematikan merupakan sebuah chapter yang isinya sangat mengejutkan. Kondisi yang semakin rumit karena ketidaktahuan Shan Pu yang ingin membunuh Ranma cewek sekaligus mencintai Ranma cowok turut menyeret Akane dalam pusaran konflik. Pertarungan satu lawan satu keduanya memunculkan jurus totokan cuci rambut oleh Shan Pu. Apa itu?

Menggunakan sampo yang diramu secara khusus dan mengatur ingatan dengan cara menekan titik tertentu pada kepala. Jurus yang mengerikan. (Halaman 151)

Kehadiran Shan Pu dalam kehidupan Ranma dan Akane membuat jalinan cerita semakin seru. sejauh ini, total ada tiga orang yang ingin membunuh Ranma yaitu Kunou, Ryoga, dan Shan Pu. Bedanya, Shan Pu ini sedikit-sedikit menggunakan aksi anarkis. Memang kekuatannya hebat. Ia sanggup merusakkan dinding sekolah, rumah, restoran, atau fasilitas umum lainnya. Super.

Kalau diingat-ingat, hampir semua tokoh penting di komik ini kuat semua dalam hal bela diri dan perjuangan. Sayangnya, kekuatan mereka terlihat cukup lebay karena pada beberapa bagian digambarkan mereka sekali memukul bisa menerbangkan lawan. Namun, karena ini bisa disimbolkan sebagai hal yang lucu, justru menjadi menggelikan.

Sayang sekali beberapa tokoh dibuat hanya sekali lewat. Misalnya Azusa dan Mikado. Padahal karakter mereka berdua sudah cukup unik dan berbeda dengan tokoh lain. Saya harap mereka berdua akan muncul lagi dalam kemasan cerita yang berbeda. Meskipun demikian, kehadiran tokoh-tokoh lain kalau dipikir-pikir juga tidak terlalu mengecewakan.

Kalau bicara tentang terjemahan, saya suka sekali. Terjemahannya tidak kaku dan sanggup menyampaikan kalimat yang sinkron dengan gambar sang mangaka. Kosa kata yang digunakan juga cukup beragam sehingga tidak terjebak pada kata-kata yang itu saja. Secara umum, saya suka jilid ini. Makin penasaran apa yang akan dilakukan Shan Pu nantinya.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Ranma ½ (Jilid 3)

coverranma3

Judul: Ranma ½ (Jilid 3)

Komikus: Takahashi Rumiko

Penerjemah: M Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 188

Terbit Perdana: 2006

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2006

ISBN: 9789792086294

cooltext-blurb

Pertandingan senam pertarungan terjadi antara SMU Furinkan tempat Ranma dan Akane bersekolah melawan SMU Putri Hebereke tempat Kodachi, si Mawar Hitam!! Akane menerima tantangan itu, namun karena cedera, Ranma harus menggantikannya!!

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Kehidupan sehari-hari Ranma dan Akane masih terus berlanjut. kali ini saya akan mengula jilid ketiga serial Ranma ½. Jilid nomor tiga ini mempunyai sembilan chapter yang saling berkaitan satu sama lain. Saya tak akan mengulas semuanya jadi akan saya ambil yang mengesankan.

Kunou Kodachi adalah tokoh baru yang sempat muncul pada bab terakhir jilid kedua yang lalu. Chapter berjudul Cinta Mawar Hitam, Kodachi menantang SMU Furinkan bertanding senam ritmik. Pada dasarnya ini adalah bentuk olah raga yang bisa menyerang lawan namun dilarang menggunakan tangan kosong. Kodachi menantang Akane dengan Ranma sebagai taruhannya.

Kehidupan SMU Putri berwarna abu-abu yang hambar dan tidak bergairah. Hubungan pria wanita yang indah, yang pernah kulupakan. Ooh! Sdah lama kutunggu pertemuan indah seperti ini. (Halaman 20)

Aku Menyerah adalah babak akhir pertarungan antara Ranma versi cewek (karena Akane cedera) melawan Kodachi sang Mawar Hitam. Ambisinya memenangkan pertandingan membuat Kodachi menghalalkan segala cara termasuk menggunakan alat-alat berbahaya untuk menghabisi Ranma. Untung saja Ranma sangat jeli melihat hal tersebut. Bagaimana akhirnya?

Ooh! Ada kerumunan pesenam di bawah ring!! Ternyata rahasia ring bergerak itu adalah tenaga manusia!! (Halaman 93)

Pertandingan senam ritmik berakhir. Kali ini ada babak baru ketika secara tidak sengaja Ranma dan Akane ditantang bertanding free skate oleh sepasang jagoan ice skating dari SMU Kolkhoz yaitu Shiratori Asuza dan Sanzenin Mikado. Chapter berjudul Bibir yang Membingungkan membuka sebuah kejadian yang sangat mengejutkan yang dialami Ranma cewek hahahaha.

Berisik! Orang yang melakukan itu padaku… Mana bisa kukalahkan dalam sekali pukul. (Halaman 154)

Jilid ketiga ini masih saja seru sekaligus menggelikan. Ranma yang kuat namun dalam beberapa hal masih sangat menyedihkan adalah kombinasi yang baik dan realistis. Sebagai contoh Ranma memang lihai bela diri kung fu, namun kemampuannya dalam hal free skate masih nol besar. bahkan ia dikalahkan Akane yang sudah pandai meluncur.

Jalinan kisah asmara antara Akane dan Ranma sampai jilid ini masih jalan di tempat meskipun ada secuil erkembangan yang tidak signifikan. Mereka berdua yang dijodohkan orang tua namun menolak lambat laun sudah bisa berdamai satu sama lain pada beberapa kondisi. Namun ketika sudah emosi, mereka berdua selalu bertengkar. Helah.

Kehadiran Kodachi yang notabene adalah adik Kunou Tatewaki turut membuat cerita menjadi lebih berwarna. Kelihaiannya yang piawai memainkan peralatan senam tidak sebanding dengan minimnya pengalaman cinta yang pernah ia rasakan. Hanya karena ditolong oleh Ranma (karena kesalahan Ranma juga sih), Kodachi langsung jatuh cinta pada pandangan pertama.

Mengenai pertandingan free skate, sangat terlihat bahwa Shiratori Asuza dan Sanzenin Mikado bukanlah lawan yang mudah. Akane yang tidak terlalu mahir bersama Ranma yang bahkan berhenti saat skating saja belum bisa harus berusaha sekuat tenaga. Lantas bagaimana kelanjutan pertandingan mereka? Simak ulasan saya pada jilid selanjutnya ya~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Ranma ½ (Jilid 2)

coverranma2

Judul: Ranma ½ (Jilid 2)

Komikus: Takahashi Rumiko

Penerjemah: M Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 188

Terbit Perdana: 2006

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2006

ISBN: 9789792083149

cooltext-blurb

Seorang pria bernama Ryoga Hibiki yang memiliki dendam pada Ranma Muncul. penyebabnya roti kari!? Alasannya tidak jelas, tapi pertarungan keduanya berlanjut!! Akane terlibat sehingga rambutnya terpotong. Situasi menjadi gawat!! Akhirnya alasan dendam Ryoga terjelaskan!!

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* saya suka dengan komik Ranma ini. setelah selesai menyelesaikan jilid pertama, saya lanjtkan ke jilid kedua. Sembilan chapter yang disuguhkan pada jilid ini masih tetap lucu dan seru. Apa lagi pada jilid ini ada sebuah momen yang sangat mengejutkan. Penasaran? Check this out.

Jilid kedua kali ini ada tokoh baru yaitu Hibiki Ryoga. Chapter yang berjudul Pria yang Mengejar Ranma mengisahkan kehadiran Ryoga secara tiba-tiba di SMU Furinkan setelah berhari-hari tersesat di wilayah lain. Dengan dendam membara, ia berniat menghabisi Ranma karena dirasa telah mengkhianati janji duel ketika Ranma masih sekolah di tempat kelahirannya.

Kamu!! Kamu pikir aku jalan santai selama empat hari!? Kamu tahu tidak, betapa sengsaranya aku berjalan sampai tiba di tujuan!! (Halaman 40)

Pertarungan antara Ranma dan Ryoga masih berlanjut hingga chapter berjudul Walaupun Tidak Terluka. Meskipun di masa lalu Ryoga selalu kalah telak oleh Ranma ketika berebut roti di kantin sekolah, kali ini Ryoga sangat kuat. Kemampuannya yang tangguh membuat Akane mencemaskan Ranma. Yang tidak diduga, sebuah insiden saat duel merenggut rambut Akane.

Aku tidak mau tahu lagi! Mulai sekarang, kita tidak punya hubungan apa-apa lagi…! (Halaman 96)

Setelah berkali-kali mengelak untuk menjelaskan alasan pasti mengapa Ryoga membenci Ranma akhirnya pada chapter Wajar Jika Dendam terjelaskan sudah sebab musabab Ryoga mendaki gunung lewati lembah demi membunuh Ranma. Hal ini berkaitan erat dengan tragedi di mata air kutukan Zhou Quan Xiang yang membuat Ryoga bisa “berubah wujud” juga. Ups.

Tunggu dulu! Waktu itu kau ditabrak wanita aneh sampai jatuh ke mata air, ‘kan!? Kalau begitu, kamu salah kalau dendam padaku… Kalau mau, dendamlah pada panda dan wanita… (Halaman 150-151)

Selain chapter tentang hadirnya Ryoga Hibiki di kehidupan Ranma dan Akane, chapter terakhir mengisahkan seorang tokoh baru yang dijuluki Mawar Hitam dari Sekolah Putri Saint Hebereka. Ia merupakan perwakilan pertandingan senam ritmik antar sekolah. Karena ketangguhannya, ia mengintimidasi tim lain termasuk tim dari SMU Furinkan. Kelanjutannya?

Saya tidak akan berbicara banyak karena lebih seru jika membacanya sendiri. Secara umum, saya suka dengan jilid kedua ini, jauh lebih suka dibandingkan jilid pertama. Hal ini khususnya ketika mengetahui betapa “parahnya” Ryoga setelah terkena kutukan mata air dan kondisinya yang selalu tersesat bahkan ketika pergi ke tempat yang dekat. Saya ngakak dibuatnya.

Selain itu, sedikit perubahan sikap antara Ranma dan Akane membuat jilid kedua ini lebih menggemaskan. Awalnya mereka berdua saling membenci, tetapi kali ini mereka sedikit lebih perhatian satu sama lain. Meskipun demikian, saya rasa keduanya akan menjadi tipikal orang yang tidak bisa jujur pada perasaannya masing-masing alias benci tapi cinta. Cieee.

Chapter terakhir yang mengisahkan hadirnya Ryoga pada kehidupan Akane dan Ranma memang belum menyelesaikan tujuannya secara lugas. Bahkan hadirnya chapter terakhir yang menghadirkan perempuan muda yang cukup jahat turut membuat saya penasaran. Kira-kira siapa perempuan ini? Kemampuannya dalam bidang senam ritmik tentu bukan hal yang remeh.

Saya suka bagaimana sang mangaka mengemas cerita kehidupan Ranma ini menjadi lucu namun tidak membosankan. Setiap karakter diciptakan unik dan menarik. Tentu saja “kutukan” yang diidap Ranma, Genma, dan Ryoga menjadi salah satu titik kelucuan ketika secara tidak sengaja mereka “berubah wujud”. Saya penasaran dengan jilid selanjutnya. Tunggu ya!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Ranma ½ (Jilid 1)

coverranma1

Judul: Ranma ½ (Jilid 1)

Komikus: Takahashi Rumiko

Penerjemah: M Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 180

Terbit Perdana: 2006

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2006

ISBN: 9789792082586

cooltext-blurb

Ranma Saotome yang seorang laki-laki?! Atau wanita? Ranma yang jatuh ke mata air Niang Ni Quan pada waktu latihan akan berubah menjadi seorang wanita jika terkena air, dan kembali ke sosoknya semula, laki-laki, jika disiram air panas. Nasib yang sama menimpa ayahnya, Genma. Dia bolak balik berubah wujud menjadi panda dan manusia!!

cooltext-review

Bagaimana jadinya jika seseorang bisa berubah wujud hanya karena tersiram air? Tentu akan sangat kocak dan menggelikan. Hal itu pula yang dijadikan bumbu utama dalam komik Ranma ½ ini. Disebut dengan ½ karena sang tokoh utama dan beberapa tokoh pendukung yang lain memiliki dua wujud yang berbeda selain manusia alias setengah-setengah. Check it out.

Delapan chapter di jilid perdana ini masih berupa pengenalan tokoh dan awal mula konflik yang akan berkembang. Saotome Ranma adalah anak semata wayang dari Saotome Genma. Mereka telah berlatih kung fu dengan sangat keras hingga negeri asalnya, China. Mereka berlatih di Gunung Qunjing yang memiliki tempat latihan legenda bernama Zhou Quan Xiang.

Chapter yang berjudul Rahasia Ranma menguak tabir kengerian yang terjadi selama berlatih di sana. Ranma tercebur di mata air Niang Ni Quan yang membuatnya berubah wujud menjadi perempuan. Sedangkan Genma harus rela berubah wujud menjadi panda karena tercebur ke mata air Xiong Mao Ni Quan. Mereka bisa kembali ke wujud semula saat disiram air panas.

Kengerian sebenarnya apa…?! Ayah, sih… Bawa-bawa aku ke tempat aneh begitu! Walaupun harus berkorban nyawa, aku tak mau membuang wujud laki-laki! (Halaman 46-47)

Tidak memiliki tempat tinggal sekaligus ingin mengunjungi sahabat lama, akhirnya duo ayah-anak ini menumpang tinggal di rumah yang merangkap perguruan silat milik Tendo Soun, ayah tunggal dengan tiga anak perempuannya bernama Tendo Kasumi, Tendo Nabiki, dan Tendo Akane. Untuk sementara, Ranma bersekolah di SMU Furinkan bersama Akane dan Nabiki.

Chapter berjudul Tidak Terima mengisahkan bagaimana kehidupan pagi Akane di sekolah harus berurusan dengan para cowok yang ingin menjadi pacarnya dengan syarat mengalahkannya terlebih dahulu. Cowok terkuat di SMU Furinkan adalah Kunou Tatewaki. Ada sedikit salah paham antara Kunou dan Ranma sehingga mereka harus bertarung hingga…hujan turun.

Aah, sial! Seandainya tidak hujan, orang itu sudah kuhajar… (Halaman 84)

Perjumpaan tak sengaja antara Kunou dan Ranma versi cewek akhirnya membuatnya jatuh cinta. sayangnya, meskipun beberapa kesempatan Kunou menyaksikan sendiri bagaimana perubahan wujud Ranma cowok menjadi cewek, ia terlalu bodoh untuk mengerti. Hal ini membuat kondisi pada chapter berjudul Tubuh dan Pikiran sangat rumit gara-gara Kunou. Huft.

Akane yang bersahaja dan manis. Gadis berkepang yang cantik dan ceria. Keduanya sangat cantik dan tak bisa kubuang. Aku tak bisa membohongi hatiku bahwa aku ingin bersanding dengan keduanya. (Halaman 126-127)

Komik ini seru dan menyenangkan. Ide ceritanya yang unik dengan mengangkat sebuah “kutukan” perubahan wujud pada diri sang tokoh utama membuat kisah ceritanya tidak bisa ditebak. Baik Ranma maupun Akane juga bisa memikat perhatian saya. Ranma yang jago silat tapi memiliki ego tinggi dan Akane yang sangat tanggun tapi jaim mengakui perasaannya.

Oh iya, pada jilid perdana ini, Ranma dan Akane dijodohkan oleh ayah masing-masing. Tentu saja keduanya menolak mentah-mentah. Ranma masih ingin kembali ke China dan mengembalikan kondisi tubuhnya sedangan Akane telah menyukai orang lain bernama Kono Tofu, seorang dokter ahli tulang. Pada akhir jilid ini akan diketahui fakta menarik tentang Tofu.

Jilid perdana ini membuat saya penasaran mengetahui bagaimana kelanjutan kehidupan Ranma dan Akane ke depannya. Apa lagi Ranma versi cewek disukai oleh Kunou yang notabene sebelumnya juga menyukai Akane. Lantas, akan seperti apa kehidupan sang jagoan kung fu dari China, Ranma, dengan gadis kuat dan tangguh berambut panjang, Akane?

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus