Rss

Kumpulan Cerita Terbaik Miiko! (Jilid 1)

covermiikospe1

Judul: Kumpulan Cerita Terbaik Miiko! (Jilid 1)

Judul Asli: Miiko Selection

Komikus: Ono Eriko

Penerjemah: Widya Anggraeni Winarya

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 184

Terbit Perdana: 2005

Kepemilikan: Cetakan Keempat, Juli 2008

ISBN: 9789792304312

cooltext-blurb

Dari 190 episode cerita Miiko, dipilih 10 cerita terbaik! Ada yang lucu, ada yang heboh, ada jga yang mengharukan! Semuanya, cuma buat kamu!

cooltext-review

Komik yang mengisahkan hari-hari Miiko ternyata tidak hanya terbit dalam bentuk komik reguler berjudul Hai, Miiko! saja. Ada pula komik Namaku Miiko yang ternyata juga terbit beriringan dengan Hai, Miiko! Saya tidak tahu sih perbedaannya apa karena saya belum pernah baca. Yang jelas, selain dua komik reguler tersebut, ada lagi komik edisi spesial Miiko.

Komik tersebut adalah komik yang berjudul Kumpulan Cerita Terbaik Miiko. Komik ini memiliki sepuluh buah cerita pendek yang semuanya bersumber dari 190 episode cerita Miiko yang telah terbit sebelumnya di edisi reguler atau biasa disebut tankoubon Hai, Miiko! dan Namaku Miiko. Terbaik karena banyak mendapat respon dari penggemar setia Miiko.

Sebelum menginjak cerita pertama, ada sambutan dari komikus alias sang mangaka, Ono Eriko, yang berjumlah dua halaman. Isinya ya hanya latar belakang mengapa diterbitkan Kumpulan Cerita Terbaik Miiko ini. Karena saya tidak mau mengupas semua cerita di jilid perdana ini, jadi saya ambil sebagian saja ya. Tenang saja, semua cerita berkesan kok untuk dibaca.

Hadiah Miiko adalah cerita pertama. Kisahnya sederhana namun menggelikan sekaligus menjengkelkan. Jadi ceritanya Mamoru memperoleh tiket nonton pertandingan super soccer. Ia harus antri sejak jam 4 pagi. Miiko yang sedang minum teh dari dapur secara tidak sengaja menumpahkannya ke tiket itu. Tidak sampai di situ, tiket tersebut jadi hangus terbakar!

Ti… Tiket yang susah payah aku beli… Huh, coba kalau aku ini anak tunggal! (Halaman 15)

Yuk ke Toko Donat! adalah cerita selanjutnya. Semua bermula dari Mari-chan yang membawa lunch box cantik yang didapatkan dari menukarkan point di toko donat. tipikal anak kecil, Miiko jadi kepengin. Sampai-sampai ia harus memaksa Papa dan Mama agar tetap membeli donat agar mendapat point yang cukup. Sayangnya, ada sebuah kenyataan pahit untuk Miiko.

315 yen dapat satu point. Jadi kalau mau dapat 10 point… Butuh duit 3150 yen?! Aku mana punya uang segitu! Mari-chan habis berapa duit, sih! (Halaman 47)

Siapa yang Salah?! adalah salah satu chapter yang sangat menggelikan dan membuat saya terpingkal-pingkal. Miiko yang meminjamkan komik pada Mari merasa bahwa komik itu belum dikembalikan. Sebaliknya, Mari sangat yakin sudah memberikan komik yang dipinjamnya pada Miiko. Keduanya sama-sama lalai namun “merasa” sudah menyelesaikan tanggung jawabnya.

Aku juga nggak tahu… Kalau tahu, pasti nggak bakal bilang “Sudah balikin”… (Halaman 95)

Kasih Nggak, Ya? ini adalah chapter yang aawww so sweet banget. Settingnya ketika menjelang valentine, Miiko, Mari, dan Yukko hendak belanja cokelat. Yukko yang sudah “bersama” Satou Kenta jadi membeli cokelat kasih sayang. Nah, tak disangka Miiko juga membeli cokelat yang ketika ditanya, ia menjawab akan memberikannya pada Tappei! Wah, apakah benar diberikan?

Padahal aku cuma iseng, nggak punya maksud apa-apa… kenapa jadi begini, ya? (Halaman 151)

Seperti judulnya, sepuluh cerita yang ada di komik ini memang benar-benar unggulan dari 190 cerita yang lain. Saya mungkin memang belum membaca 179 kisah lain sih, tetapi saya rasa catatan-catatan kecil dari mangaka setelah satu cerita selesai bisa memberikan gambaran mengapa kisah tersebut mendapatkan banyak respon dari pembaca setia Miiko.

Oh iya, namanya saja cerita pilihan dari 190 episode. Di komik ini juga terlihat bagaimana perkembangan gamar mangaka sejak awal-awal Miiko muncul hingga Miiko yang istilah masa kini. Pada cerita pertama contohnya, rambut Miiko masih tergambar lurus dan tidak terlalu ikal. Berbeda jauh dengan kisah-kisah berikutnya yang mana rambut Miiko sudah ikal banget.

Setelah membaca komik ini, saya jadi paham bahwa komik Miiko memang tidak difokuskan untuk berkembang dengan cepat. Kisah Miiko adalah slice(s) of life yang tidak menuntut perkembangan mulai A-B-C hingga Z. Namun, bukan berarti Miiko hanya sekadar kumpulan peristiwa yang dialami Miiko. Mangaka tetap membuat perkembangan meski tidak signifikan.

Meskipun fiksi, tokoh-tokoh di komik Miiko tidak digambarkan secara too good to be true, tetapi juga tidak sampai terlalu monoton dan tidak menarik. Sang mangaka membuat tiap tokoh menarik sesuai karakternya masing-masing tanpa berlebihan. Ditambah pesan moral yang sangat baik bagi pembacanya, khususnya anak-anak, menjadi nilai plus tersendiri.

Bukankah ada bumbu romansa cinta-cintaan di komik Miiko? Memang benar. Jadi tidak 100% baik bagi anak-anak dong? Hmm kalau menurut saya, segi romansa itu tidak ditampilkan secara lugas dan apa adanya, melainkan hanya tersirat dan hanya disampaikan dengan makna sekadar suka, bukan cinta ala-ala. Itupun saya rasa hanya 10% dari keseluruhan komik.

Dari sepuluh kisah yang disuguhkan, saya hanya pernah membaca satu cerita saja. dan saya akui satu cerita tersebut memang sangat terbaik baik dari segi pesan moral ataupun tema yang diangkat. Namun, karena saya sudah baca, jadi tidak saya ikutan pada ulasan singkat yang saya tulis di atas hehehe. Penasaran ya? silakan baca sendiri ya hehehe.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Hai, Miiko! (Jilid 21)

covermiiko21

Judul: Hai, Miiko! (Jilid 21)

Judul Asli: Kocchimuite! Miiko

Komikus: Ono Eriko

Penerjemah: Widya Anggraeni Winarya

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 184

Terbit Perdana: 2009

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2009

ISBN: 9789792336795

cooltext-blurb

Hari Natal, banyak makanan enak! Cake, sup tomat, ayam goreng, salad… Tapi minum susu dingin saja bikin gigi Miiko ngilu tak keruan! Kayaknya pesta Natal kali ini bakal berantakan!

cooltext-review

Halo semuanya! Jumpa lagi dengan review komik Hai, Miiko! Kali ini, pada jilid ke-20 ada total sembilan cerita yang tersaji di dalamnya. Seperti biasa, sebelum memasuki cerita pertama, ada pengenalan tokoh. Yang baru adalah baru mulai jilid ini pada pengenalan tokoh sudah disebutkan nama asli Papa dan Mama Miiko yaitu Yamada Kousuke dan Yamada Rie. Oooh.

Langsung saja, pada bab pertama berjudul Aku Benci Bagi Rapor adalah salah satu cerita yang sangat kocak. Ceritanya saat itu addalah hari pembagian rapor. Di Jepang sepertinya rapor dibagikan pada murid. Jadi kali ini Mama Miiko tidak datang ke sekolah. Saat sarapan, Miiko sudah memohon pada Mama agar tidak marah saat melihat rapornya. Memangnya kenapa ya?

Apaan sih, harus berjuang! Aku kan sudah berjuang! (Halaman 9)

Teman Momo-chan adalah bab baru yang memunculkan tokoh baru, khususnya pada lingkungan Momo-chan di tempat penitipan anak. Jadi ketika Miiko hendak menjemput Momo, ia berjumpa dengan Shouma yang masih kelas 2 SD yang kebetulan juga hendak menjemput adiknya, Yuuma. Secara umum Shouma ini perangainya kasar dan tidak bersahabat sih. Kasihan Miiko.

Jangan pukuli dia! Kalau Shouma ringan tangan, Yuuma bakal meniru! (Halaman 56)

Saya suka dengan chapter yang mengisahkan keseharian Miiko dan Shimura Mari di klub komik. Waktu itu Mari badmood karena ia tidak bisa naik tingkat di kelas manga. Ia sampai berniat berhenti membuat komik. Melihat hal itu, Miiko ingin mengunjungi Mari. Eh, siapa sangka ada Nakazawa Takuto yang mengukuhkan diri sebagai… Shimura, Aku Penggemarmu!

Hari pertama kegiatan klub, Shimura bawa banyak komik karyanya, kan?! Aku sangat terkesan saat membacanya! (Halaman 63)

Salah satu chapter yang heartwarming adalah kisah berjudul Belanja di Musim Semi. Jadi intinya Miiko minta sepatu baru karena sepatunya sekarang sudah kekecilan. Rencananya ia akan belanja bersama Mama akhir pekan ini. Apa daya ternyata Momo demam sehingga Miiko harus bertahan dengan sepatu kekecilan. Sayangnya, agenda belanja sangat menyiksa hati Miiko.

Yang berdiri di sana kakaknya, ya? Pandai ya. Mengalah untuk ibu dan adiknya. (Halaman 163)

Waaaa Miiko sebagai anak kelas 5 kok terkesan lebih lugu daripada Mamoru ya. apalagi jika diandingkan dengan teman-teman sekelasnya. Saya dulu juga sudah kenal konsep pacaran ataupun suka dengan seseorang ketika masih SD. Tapi saya agak heran tokoh Miiko yang kelewat polos dan tidak bisa peka pada bentuk perhatian orang lain yang menganggap spesial.

Interaksi Miiko dengan teman-teman maupun dengan keluarganya saya rasa juga tidak berlebihan. Biasanya kan ada tuh yang kelewat batas ketika bersama teman ataupu keluarga sendiri. Namun saya suka dengan para tokoh di komik Hai, Miiko! ini yang tetap mempertahankan sopan santun dan saling menghargai antar individu. So cool!

Oh iya, pada bagian terakhir komik ini ada chapter khusus yang terbagi menjadi beberapa sub-chapter yang berisi tentang lika-liku Mari-chan membuat komik yang didampingi oleh komikus senior bernama Hono Heriko. Sounds familiar, euh? Saya suka chapter ini karena sangat padat dan berisi informasi yang sangat berguna untuk para komikus pemula. So inspiring!

Tidak seperti tiga jilid sebelumnya yang sudah saya review sebelumnya, jilid ini terasa hmm yah so-so aja gitu. Nggak ada yang terlalu greget sampai saya ikut terharu ataupun ketawa terbahak-bahak. Secara kualitas memang tidak menurun drastis. Hanya saja agak terlalu biasa saja. Mungkin ini namanya agak jenuh dengan judul yang sama. Semoga bisa greget lagi deh.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Hai, Miiko! (Jilid 20)

covermiiko20

Judul: Hai, Miiko! (Jilid 20)

Judul Asli: Kocchimuite! Miiko

Komikus: Ono Eriko

Penerjemah: Widya Anggraeni Winarya

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 192

Terbit Perdana: 2009

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2009

ISBN: 9789792335408

cooltext-blurb

Nozomi, teman sekelas Miiko, berbakat jadi komikus, lho! Miiko senang main dengannya. Tapi suatu hari, Nozomi harus cuti lama dari sekolah. Dia sakit berat. Duh Nozomi, kamu sakit apa?

cooltext-review

Kembali lagii! Wah harihari Miiko yang penuh dengan kejutan tidak berhenti dengan cepat. Pada jilid ke-20 ini ada sepuluh cerita lepas yang bisa pembaca nikmati. Seperti biasa, pada bagian awal komik diberikan pengenalan tokoh-tokoh yang akan bermain sepanjang halaman di jili ini. Siapa lagi selain Yamada Miiko, Yamada Mamoru, dan Yamada Momo yang utama.

Pada cerita pertama berjudul Nggak Bisa Berhenti!, Miiko sedang ditimpa cegukan yang cukup lama akibat mengerjai Mamoru. Bahkan hingga esok hari, cegukan Miiko tidak sembuh. Padahal di sekolah ada pelajaran menyanyi. Karena cegukannya itu, Miiko sampai menjadi bulan-bulanan teman sekelasnya karena membuat heboh lagu yang sedang dinyanyikan.

Kalau nggak berhenti dalam waktu 3 hari… Bakal mati, lho! Kau harus hati-hati. (Halaman 12)

Selain itu, ada lagi cerita berjudul Minta Angpao, Dong! Kali ini setting-nya adalah ketika tahun baru. Menurut tradisi, setiap tahun Mamoru,, Momo, dan Miiko mendapatkan angpao dari Papa dan Mama. Miiko sudah berencana menghabiskan angpao dengan menonton bioskop dan jajan es krim bersama Ogawa Yuuko dan Shumura Mari. Sayangnya, rencana itu musnah.

Aku tahu Mama lebih sayang Mamoru. Tapi kejam banget, angpaonya 10 kali lipat dibanding angpaoku! (Halaman 65)

Meninggalkan beberapa cerita kasual yang ringan dan menggelitik, kali ini ada dua cerita yang memiliki judul Mimpi Nozomi-chan, masing-masing dibagi menjadi bagian awal dan akhir. Ceritanya ada teman sekelas Miiko bernama Nozomi yang pandai menggambar. Sayangnya, Nozomi harus rela tidak masuk sekolah karena sakit yang parah. Apakah Nozomi bisa sembuh?

Awalnya aku juga kaget… Di film dan drama, yang kena penyakit ini pasti mati, kan? (Halaman 89)

Saya hampir tertipu ketika mengira hanya kisah Nozomi yang menjadi cerita terbaik di jilid ini. ternyata cerita berjudul Pengakuan Yoshida?! adalah cerita kejutan lain yang disiapkan mangaka. Seperti yang sudah pernah saya bahas, Yoshida Takuya suka pada Miiko. Namun, Miiko tidak peka dengan perhatian Yoshida. Hingga suatu hari Yoshida berani “jujur” pada Miiko… Aww!

Paling ceria di kelas… Selalu berjuang dengan gigih… Orang yang sangat menawan… Baru kali ini ada orang yang bilang begitu tentang aku… (Halaman 161)

Duh jilid kali ini masih saja bagus kualitas ceritanya. Seolah Ono Eriko tidak kehilangan kreativitas menyuguhkan cerita khas anak-anak yang polos dan menarik dalam kesehariannya. Selain tokoh utama Miiko yang lugu dan kocak, saya masih dibuat gemas pada Eguchi Tappei yang benci-tapi-sayang pada Miiko. Dia yang selalu jaim justru membuat Miiko tidak peka.

Cerita tentang Morimoto Nozomi yang harus cuti sekolah selama berbulan-bulan karena menderita penyakit serius mendapatkan apresiasi tertinggi dari saya pada jilid kali ini. Heartwarming-nya sangat terasa. Miiko dan Mari-chan yang secara tidak sengaja menjadi teman terakhir yang dijumpai Nozomi sebelum sakit membuat emosi saya ikut tersentuh.

Selain itu, mangaka tidak membuat pembaca berlarut-larut dalam suasana sedih dan menyesakkan dada. Ia memberikan sentuhan humor pada lingkungan kelas Nozomi, khususnya ketika Miiko dan Mari-chan mengirimkan tugas presentasi mereka minggu depan pada Nozomi yang sedang terbaring di rumah sakit. Suasana itu benar-benar mengharukan.

Secara umum, jilid 20 ini lebih bagus diandingkan jilid sebelumnya yang saya baca. Aspek slice of life yang tidak lebay berhasil disuguhkan mangaka melalui goresan gambarnya. Karakter yang berperan dalam setiap cerita juga sangat unik dan membekas dalam ingatan. Saya suka dengan hal ini karena karakter yang mudah diingat adalah aspek penting dalam sebuah komik.

Mata melotot sangat tajam, mulut yang sangat lebar melebihi pipi, serta kepala yang jauh lebih besar dibandingkan dada adalah hal yang menjadi ciri khas komik Miiko. alih-alih membuat risih dan tidak nyaman, hal itu justru membuat saya bisa menyukai Miiko yang chibi dan imut. Tetapi tetap yang paling saya suka adalah karakter Mamoru. Kawaii~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Hai, Miiko! (Jilid 19)

covermiiko19

Judul: Hai, Miiko! (Jilid 19)

Judul Asli: Kocchimuite! Miiko

Komikus: Ono Eriko

Penerjemah: Widya Anggraeni Winarya

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 192

Terbit Perdana: November 2008

Kepemilikan: Cetakan Pertama, November 2008

ISBN: 9789792332315

cooltext-blurb

Hore, hore! Yang ditunggu-tunggu sudah datang! Adik Miiko dan Mamoru!

cooltext-review

Miiko kembali lagii! Kali ini di jilid 19 ini ada sepuluh macam cerita yang berbeda-beda. Secara umum tidak semuanya memiliki kaitan. Namun karena ada satu momen penting yang terjadi di jilid ini, maka saya akan memberika kesan pada cerita-cerita yang masih satu lingkup kejadian ya. Apakah itu? Kelahiran adik Miiko dan Mamoru! Horee!

Benar sekali, kali ini Yamada Miiko dan adik laki-lakinya, Yamada Mamoru, mulai disibukkan dengan kondisi Mama yang hamil tua. Pada bab pertama berjudul Mamoru Si Calon Kakak, dikisahkan bagaimana syndrom “calon kakak” yang harus selalu mengalah dalam cukup banyak hal membuat Mamoru sangat tidak nyaman. Ia bahkan menangis kencang saat makan.

Kenapa… Kenapa selalu saja Miiko yang duluan! Kenapa aku harus… selalu ngalah…

Berganti menuju cerita lain, kali ini sangat heboh pada bab berjudul Adik Lahir! Dikarenakan Papa sedang bekerja di luar kota dan Mamoru ada lomba pidato, Miiko terpaksa tidak masuk sekolah karena harus menemani Mama yang ternyata hendak melahirkan! Awalnya Miiko merasa proses persalinan hanya satu jam. Namun ternyata sangat lama. Ia sangat khawatir.

Selama melahirkan adikmu… Ibumu sangat mencemaskanmu.

Ketika adik Miiko sudah lahir, ia diberi nama Yamada Momo. Suatu pagi yang cerah, pada bab berjudul Momo-chan, Tertawa Dong! mengisahkan kehadiran teman baik Mamoru, Kobayashi Yuka, yang akan mengerjakan PR bersama. Sayangnya, Mamoru terlalu fokus dengan adik barunya sehingga membuat Yuka sangat sedih. Tak pelak hal ini turut membuat Momo heboh.

Hari ini sangat senang… Bisa pergi ke rumah Mamoru. Tapi Mamoru… sama sekali tak peduli padaku!

Pada bab yang berjudul Inikah Rasanya Jadi Kakak? menceritakan kondisi Miiko ketika curhat pada Yukko perihal perasaannya saat Momo mempunyai baju yang sama dengannya. Ia merasa yang pantas dan bisa mendapat pujian adalah adik yang lebih kecil. Ternyata Yukko juga berpendapat serupa. Sedangkan Mari? Ia justru membawa perspektif baru sebagai seorang adik.

Kakak kan sosok kita meniru dandanan keren? Apa salahnya kalau kita tiru?

Aaaaa saya masih suka dengan kisah Miiko. jilid kali ini membawa momentum babak baru kehidupan Miiko sebagai kakak seorang bayi perempuan yang manis. Saya sangat tersentuh ketika Miiko harus menemani Mama yang berjuang melahirkan selama berjam-jam. Ia tidak bisa tenang sehingga menghubungi Kenta Tappei. Yang terjadi selanjutnya so sweet banget deh.

Pada jilid kali ini pembaca sudah dibawa dengan bumbu-bumbu romantis anak SD yang mulai suka dengan lawan jenis. Sebenarnya saya sangat malas dengan romansa percintaan yang dibawa pada dunia anak-anak. Tetapi sepertinya saya harus memberi pengecualian pada kisah Miiko dan kawan-kawan. Sang mangaka tidak berlebihan dalam memberikan cinta-cintaan itu.

Sebagai contoh, apa yang dilakukan Tappei pada Miiko yang sedang panik di rumah sakit mungkin terkesan sangat so sweet. Sebenarnya itu hal yang jika dibawa ke perspektif orang dewasa tentu sangat chessy abis. Apalagi jika dilanjutkan dengan hal yang bagaimana-bagaimana. Namun, Ono Eriko menyuguhkan hal itu dengans sederhana yang sangat tulus.

Adanya “rival” cinta Tappei bernama Yoshida Takuya yang juga suka pada Miiko tentu memuat saya gemas. Berbeda dengan Tappei yang sok-benci-tapi-mau, Yoshida adalah tipikal si-jujur-memang-suka pada Miiko. saya jadi berandai-andai apakah Miiko akan terus berlanjut dengan Yoshida ataukah menjadi “peka” dengan kode-kode Tappei selama ini. Huft.

Oh iya, pada jilid kali ini ada yang berbeda dengan jilid yang terakhir kali saya review. Pada jilid ini ada bonus setiap akhir cerita atau bab. Bonus tersebut bisa berupa komik empat panel tamat atau tanya jawab dari pembaca ke Ono Eriko atau bisa kesan dan cerita sekelumit dari mangaka saat mengerjakan Miiko. Baik cerita utama atupun bonus semuanya bagus. Well done!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Hai, Miiko! (Jilid 2)

covermiiko2

Judul: Hai, Miiko! (Jilid 2)

Judul Asli: Kocchimute! Miiko

Komikus: Ono Eriko

Penerjemah: Widya Anggraeni Widjaya

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 184

Terbit Perdana: 2003

Kepemilikan: Cetakan Keenam, April 2008

ISBN: 9789792308259

cooltext-blurb

Mau beli susu di mini market, Miiko malah jadi saksi kasus perampokan! Wah, bagaimana akhirnya…

cooltext-review

Manga atau komik yang berasal dari Jepang dengan tokoh anak-anak sepertinya tidak sulit untuk dijumpai. Salah satunya adalah manga karya Ono Eriko ini. Hai, Miiko! sudah terbit bertahun-tahun silam di Indonesia. Sampai sekarang juga masih berlanjut meskipun saya tidak tahu sudah sampai jilid berapa. Nah karena itu, mari kenalan dengan manga ini yuk.

Alkisah, di sebuah kota di Jepang (duh, lupa nama prefekturnya), hiduplah keluarga Yamada yang terdiri atas Yamada Miiko, sang tokoh utama, adiknya yang bernama Yamada Mamoru beserta Papa dan Mama Miiko. seharihari, mereka hidup dengan damai. Namun, sesungguhnya kedamaian mereka cukup terusik karena ulah dan perilaku Miiko.

Komik ini memiliki sepuluh cerita lepas yang bisa dinikmati. Salah satunya adalah cerita berjudul Jangan Numpang Baca! Jadi ceritanya Miiko yang hobi membaca komik berjudul One More Jump sudah saatnya membeli jilid lima yang terbaru. Sayangnya, uang jajan miliknya masih tidak cukup. Akhirnya, ia nekat numpang baca di toko buku yang dijaga kakek-kakek.

Kenapa kau numpang baca segala? Numpang baca kan ngeganggu orang lain! (Halaman 15)

Selain itu, ada pula kisah berjudul Pergi ke Oita. Kali ini Miiko menemani Papa mudik ke kota Oita, prefektur Kyushu. Terakhir kali Miiko ke sana saat berusia dua tahun. Ada sepupu Miiko bernama Yamada Kiyomi. Awalnya ia sangat judes dan tidak bersahabat dengan Miiko. Namun demikian, Miiko tidak menyerah dan justru mengajak Kiyomi bermain bersama. Aww cocwiit.

Kalau di sini nggak ada yang jual… Boleh nggak kau belikan topi yang sama waktu kau pulang nanti? (Halaman 74)

Nah, kisah yang tercuplik pada blurb komik ini adalah cerita berjudul Muncul di Teve! Pada malam hari, Miiko hendak membeli susu di mini market dekat rumah. Apesnya, Miiko yang menjadi satu-satunya pengunjung harus menjadi saksi mata terjadinya perampokan di mini market itu. akibatnya apa? Miiko sampai diwawancara stasiun teve yang melput kejadian itu!

Pantas saja ditungguin, Miiko nggak pulang-pulang! Papa akan segera jemput dia! (Halaman 119)

Kisah yang menurut saya sangat bagus adalah kisah yang berjudul Aku Pulang. Jadi ceritanya Miiko dan teman-teman sekelasnya sedang ada pelajaran berenang di kolam renang sekolah. Teman Miiko, Shimura Mari, bercerita bahwa tiga tahun lalu ada anak meninggal bernama Takumi di kolam. Tak disangka, cerita yang dianggap bohong itu benar-benar dialami Miiko.

Aku sangat menyesal melihat mamaku begitu bersedih… Itu memuatku terus gentayangan sampai sekarang… (Halaman 159)

Miiko memiliki dua sahabat dekat bernama Shimura Mari dan Ogawa Yuuko yang biasa dipanggil Yukko. Saya menilai mereka bertiga benar-benar sahabat yang baik. Selain anak perempuan, ada tokoh anak laki-laki bernama Eguchi Tappei, Satou Kenta, dan Nomura Yoshiki. Masing-masing anak itu ada kontribusi tersendiri dalam cerita yang ada di komik ini.

Saya suka bagaimana Ono Eriko menyuguhkan hal-hal yang sangat lumrah terjadi di kehidupan anak-anak menjadi sesuatu yang segar dan sangat menghibur. Sebenarnya tidak ada satupun yang tidak saya sukai dari komik jilid ini. hanya saja saya hanya isa memberikan kesan pada beberapa cerita yang membekas di benak. Apalagi jika cerita itu begitu emosional bagi saya.

Bagaimana dengan pesan moral? Saya juga suka meskipun komik ini banyak lucunya, mangaka tidak lupa menyisipkan pesan moral khususnya untuk anak-anak. Misalnya jangan suka berbohong, tenggang rasa pada teman sendiri, serta menjaga ketertiban umum. Tak jarang pesan moral itu dituangkan dengan cara membuat Miiko ketiban sial terlebih dahulu.

Awalnya saya agak terganggu dengan beberapa gambar khususnya ketika tokoh-tokoh tertentu berteriak atau marah, mulutnya menjadi sangat lebar melebihi pipi dan hidung. Namun lambat laun saya sadar bahwa itulah ciri khas sang mangaka, dan saya harus menerima hal itu. bahkan kemudian jika dipikir-pikir, justru hal itu yang jadi menarik. Good job! Saya suka Miiko!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Hamster’s Diary (Jilid 1)

coverhamster1

Judul: Hamster’s Diary (Jilid 1)

Judul Asli: Hamster no Kenkyu Report

Komikus: Ohyuki Shiwasu

Penerjemah: Lidwina Leung

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 176

Terbit Perdana: Februari 2005

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Februari 2005

cooltext-blurb

Matanya bulat, tubuhnya bundar, dan tingkah lakunya lucuuu sekali… hayooo hewan apa ini? Mirip tikus, sih… tapi sebenarnya bukan. Kalau dijejerkan dengan tikus, hewan ini jauuuh… lebih imut. Si kecil ini juga mampu memuat kita tersenyum sepanjang hari!

cooltext-review

Hamster, hewan pengerat kecil yang berukuran kecil dan menggemaskan ini sempat menjadi primadona hewan peliharaan di Indonesia beberapa tahun silam. Warna rambutnya yang bermacam-macam serta tingkahnya yang lucu membuat manusia tertarik dan tidak berpikir panjang untuk memeliharanya. Sayangnya, tidak semua orang tahu cara merawat hamster.

Komik ini memberikan jalan keluar masalah tersebut. Secara umum sejatinya komik ini adalah kumpulan tips, trik, dan informasi tentang dunia hamster, khususnya hamster sebagai hewan peliharaan. Tentu ini menjadi nilai plus dibandingkan buku yang isinya serupa hanya tersaji dalam untaian kata dan kalimat yang panjang, komik ini menyuguhkan melalui gambar.

Komik ini berbentuk strip empat panel tamat setiap ceritanya. Masing-masing cerita tergabung dalam laporan atau bab sendiri. Ada Laporan 1 sampai 24, ada tujuh cerita lepas, serta satu laporan khusus dari Shiwasu atau sang mangaka. Karena tidak mungkin saya mengupas satu per satu judulnya yang sangat singkat, jadi saya akan beri cuplikan beberapa saja ya.

Seperti yang sudah saya ungkapkan di atas, komik ini padat dengan segala informasi tentang hamster. Selain menyinggung perbedaan hamster, tikus, dan marmut, di komik ini juga sedikit memberikan trivia tentang tubuh hamster. Salah satunya adalah adanya kantung pipi kanan dan kiri yang dimiliki oleh setiap hamster di dunia. Wah apa fungsinya ya?

Hamster punya kantung pipi, lho. Sama seperti tupai, bisa menyimpan makanan. (Halaman 8)

Untuk memudahkan pembaca sekaligus memberikan kesan adanya kisah yang menarik, mangaka menciptakan tokoh hamster jantan bernama Chibi. Dia ini dikisahkan adalah peliharaan sang mangaka sendiri. Chibi hendak dikawinkan dengan hamster betina bernama Hanako. Meskip sering bertengkar dan tidak akur, akhirnya Hanako melahirkan 12 ekor anak.

Karena sang mangaka tidak bisa memelihara semua anak Hanako, akhirnya sebelas ekor diberikan kepada orang lain dan menyisakan satu ekor anak yang diberi nama Chibisuke. Nah, si Chibisuke inilah yang secara bergantian akan memandu cerita atau tips, trik, dan informasi yang dituliskan mangaka agar mudah dipahami oleh pembaca. Salah satunya yang ini nih.

Kalau sudah besar, hamster nggak punya pusar. Padahal waktu bayi, punya lho. Aneh, ya. yang pelihara hamster, pernah perhatikan, nggak? (Halaman 36)

Selain Chibisuke, mangaka juga tidak membiarkan pembasanya bosan sehingga akan diajak “mengintip” kehidupan saudara Chibisuke yang lain di rumah sang adopter. Nah, salah duanya adalah Chibitaro dan Chibibou. Masing-masing ada cerita uniknya tersendiri. Tapi yang lebih unik adalah ketika Chibitaro hendak dikawinkan dengan marmut bernama Moko-chan.

Ya benar, majikan Chibitaro tidak memahami bahwa marmut dan hamster adalah jenis yang berbeda. Chibitaro tentu jga tidak bisa tertarik pada spesies yang berbeda. Nah lucunya, Moko-chan yang nyata-nyata marmut malah tertarik dengan Chibitaro. Ia sering menolong Chibitao yang kesulitan. Yah meski kadang juga memberi gigitan pada hamster malang itu sih…

Saat Chibitaro naik ke atas kincir… Dia berada hingga di puncaknya. Semua menganggapnya sangat lucu. Dan ternyata bukan cuma Moko-chan yang suka Chibitaro. (Halaman 108)

Selain tokoh-tokoh di atas, ada juga tokoh pendukung lain. Misalnya Gon-chan, anjing pemilik apartemen. Ada juga nenek sang mangaka yang kadang berkunjung dan membuat Chibisuke terpental karena ayunan tangannya. Pokoknya banyak deh. Mangaka menyelipkan segala info tersebut secara santai dan tidak menggunakan bahasa yang sulit dipahami.

Sayangnya, yaa hanya begitu saja isi komik ini. namanya saja diary, jadi ya hanya sepenggal-sepenggal kejadian yang bisa mangaka berikan. Apalagi menggunakan sistem komik strip empat panel tamat membuat semuanya serba nanggung. Baik kisah utamanya, perkenalannya, penuturannya, dan twist-nya. Saya tidak menyangka akan sangat datar sekali isinya.

Saya awalnya memang menerka isinya akan membawa sebuah cerita yang tuh seperti kisah Hamtaro itu. jadi jelas awal kisah, tokoh yang bermain, petualangan, dan endingnya. Namun ternyata komik ini bisa saya katakan hanyalah versi komik dari buku non fiksi yang mungkin “berjudul tips memelihara hamster di rumah, pus trivia tentang dunia hamster” hmmm.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Knights of Apocalypse (Jilid 1)

coverknights1

Judul: Knights of Apocalypse (Jilid 1)

Komikus: Is Yuniarto, John G Reinhart, Aswin Agastya

Penerbit: Wind Rider Publishing

Jumlah Halaman: 242

Terbit Perdana: 2007

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2007

ISBN: 9789791618601

cooltext-blurb

FROM THE CREATORS OF ‘WIND RIDER’, And the 1st Winning Award of Ragnarok Online Comic Contest 2004, 1st Winning Award of Seal Online Comic Contest 2006, And 1st Winning Award of Animonster Comic Contest 2006.

“Di manga ini ada semua: action, scifi, adventure hingga drama. Panel demi panelnya bercerita tanpa tersendat. Serasa nonton anime box office di genggaman tangan!” – Dennis Adhiswara – Aktor, Sineas & Sutradara

“… Usaha dan semangatnya patut dihargai. Terus Semangat!” – Sensei Machiko Maeyama – Senior Mangaka

Jika semesta ini adalah sebuah lukisan, maka menurutku sekarang semua warna mula bercampur, dan artinya semua warna akan menjadi hitam.

cooltext-review

Akhirnya ada kesempatan membac komik karya asli anak bangsa. Horee! Saya rasa dikalangan pencinta komik lokal, nama Is Yuniarto bukanlah nama yang asing. Cukup banyak karyanya yang sudah tembus penerbit komik, salah satunya Knights of Apocalypse ini. selain goresan gambar yang ciamik nan memikat, ceritanya juga tidak asal-asalan. Simak yuk…

Satu hal unik yang ada di komik perdana KoA (saya pendekkan saja ya daripada kepanjangan nyebut Knights of Apocalypse), tidak ada judul bab yang membagi setiap kelompok kisah. Namun demikian, terlihat sebuah batas yang menjadi sesi pergantian “chapter” yang disuguhkan Is Yuniarto. Namanya juga masih jilid pertama, jadi serba perkenalan dahulu.

Bagian awal komik ini sudah membawa pembaca pada perang yang terjadi di permukaan Planet Ares, persisnya di Kota Shiklabad. Perang ini terjadi antara kelompok khusus yang dipimpin Jonathan Krezville dan pihak Black Sun dari angkasa yang dipimpin Bombardemen. Hingga akhirnya Bombardemen mengeluarkan Annihilator sebagai sejata puncak mereka.

Oke, dengar ya Tuan-Hilang-Ingatan! Annihilator memiliki pelindung karbon komposit marmer yang luar biasa tebal dan sebuah meriam plasma elektron.

Salah satu prajurit Ares adalah Lex yang memiliki kemamuan khusus bisa mengeluarkan senjata pedang dari telapak tangannya menggunakan teknologi canggih. Sayangnya, ia mengalami amnesia karena tidak bisa mengingat apapun tentang masa. Oh iya, selain itu ada Andrea Ulbricht yang piawai mengendalikan robot besar yang bisa berperang dengan gesit.

Hingga saat ini, tiga pihak utama yaitu Freedom, Ares, dan Black Sun mengandalkan sumber energi baru yang ditemukan di salah satu satelit Terra, Lunar.

Selain Ares dan Black Sun yang bertikai, ada lagi sebuah wilayah namanya Freedom yang posisinya netral berharap membawa kedamaian khususnya pada Ares dan Black Sun. Hal ini masuk akal karena sesungguhnya mereka semua berasal dari planet yang sama. Perundingan perdamaian di Freedom dihadiri langsung oleh para petinggi masing-masing wilayah.

Hmm…tidak begitu bagus. baik pihak Black Sun maupun Ares menuduh kita mengirim hasil tambang lebih banyak ke yang lainnya.

Jendral Kemal Shirvani sang panglima tertinggi prajurit Ares, Madam Anne Francoise IV sebagai Ratu Freedom Space Colony, dan Sir Jurgen Von Krauss yang menjabat Duta Perdamaian Black Sun Armal Forces of Terra dijadwalkan akan berunding. Namun, ternyata terjadi sebuah insiden yang melibatkan pihak Black Sun sebagai dalang kericuhan itu.

Aku tak tahu banyak tentang divisi khusus itu. Tapi kuduga pasukan merah dibentuk untuk menghadapi pasukan elit Black Sun, Schwarzen Truppen…

Di Freedom, ada seorang gadis muda bernama Ivette Fitzberg. Ia adalah prajurit terbaik yang ditugaskan bersekolah di Freedom sambil mengemban misi ikut berperang apabila diperlukan. Meskipun tak ada Ivette, sebenarnya Freedom memiliki tentara yang amat tangguh bernama Psi-Soldier yang dipimpin oleh Shundava Brahnan, sang pemilik kemampuan terhebat.

Semuanya sia-sia. Manusia takkan pernah mencapai kesepakatan… Karena di dunia ini hanya yang terkuat yang berkuasa…

Pada hari yang seharunya menjadi cikal bakal perdamaian, Psi-Soldier dibuat kewalahan dengan para penjahat. Oleh karena itu, prajurit “bawah tanah” bernama L’egalite Legion yang dipimpin Regine turut serta menumpas oknum yang menghancuran suasana itu. Pun demikian dengan Kolonel Emma Spielburg yang sangat tangguh dari Divisi Khusus Pasukan Merah Ares.

Orang-orang ini bukan prajurit “biasa”… Mereka tahu benar keributan ini akan membuat Psi-Soldier kesulitan untuk melawan mereka…

Yang menarik, pada bagian hampir akhir, saya dibawa pada sang tokoh utama, Lex, yang ternyata memiliki nama asli Janus Von Drache, berjumpa dengan Wolfenstein yang tidak lain adalah salah satu penjahat yang sangat lihai dalam insiden itu. satu twist yang mengejutkan turut serta disuguhkan Is Yuniarto sebelum mencapai akhir kisah ini. Just what??

Baiklah, saya bisa menyimpulkan komik ini, khususnya jilid perdana ini, sangat kaya akan tema. Mulai dari action, drama, petualangan, misteri, dan tak lupa science-fiction yang mendominasi. Buanyak sekali hal yang berbau ilmiah yang dimasukkan di komik ini. terbaca sangat keren dan “tinggi” bahasanya. Saya jadi terpukau tentang serba-serbi hal canggih itu.

Salah satu yang agak bikin pusing adalah nama para tokohnya. Duh saya nggak tahu sang komikus mendapatkan inspirasi dari mana, namun beneran deh hampir semua tokoh memiliki nama yang sulit untuk dilafalkan. Saya sadar sih itu untuk menunjang setting cerita yang ada di dunia baru dan budaya yang tidak sama dengan manusia sekarang pada umumnya.

Pada jilid pertama ini juga cukup banyak konflik yang muncul. meskipun puncaknya ada pada kejadian saat hari perundingan perdamaian, konflik-konflik kecil yang lain menurut saya terlalu banyak untuk dimnculkan pada satu jilid ini saja. saya tahu pasti semua konflik tersebut akan mendapatkan penyelesaian pada jilid berikut-berikutnya. Tetapi ya…jadi kebanyakan aja sih.

Oh iya, komik ini juga ada beberapa halaman yang berisi spesial things lho. Ada galeri yang memuat karya komikus lain yang menggambar KoA, ada info tentang hal dunia yang menjadi setting cerita dan beberapa tokoh penting, tak lupa sampai ada halaman soundtrack komik ini dan juga ada info game dan cuplikan movie KoA. Wow. Lengkap sekali KoA ini ternyata.

Empat halaman kertas lux di awal dan akhir komik yang full colour sebenarnya hanya berisi redaksional dan sponsor saja sih. Jadi saya no comment tentang hal ini. intinya, setelah membaca komik ini, saya jadi penasaran banget tentang kelanjutannya. Padahal halamannya lebih dari 250 tapi saya nggak bisa berhenti baca. Seoga bisa berjodoh membaca lanjutannya!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Naruto (Jilid 1)

covernaruto1

Judul: Naruto (Jilid 1)

Sub Judul: Naruto Uzumaki

Komikus: Kishimoto Masashi

Penerjemah: Lenny

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 188

Terbit Perdana: 2004

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2004

ISBN: 9789792055856

cooltext-blurb

Ini adalah Desa Konohagakure… Naruto adalah salah satu murid di Akademi Ninja yang suka berbuat onar!! Impian Naruto adalah menjadi seorang Hokage. Tetapi, Naruto memiliki rahasia sejak lahir karena di dala tubuhnya terdapat siluman rubah yang disegel! Inilah petualangan Naruto untuk mewujudkan impiannya…

cooltext-review

Komik Naruto sudah bukan komik yang tidak terkenal. Kepopulerannya sampai diangkat menjadi anime dan film juga membuatnya sangat diminati penggemar anime, khususnya anak-anak. Sampai-sampai beberapa tahun yang lalu sempat ada kasus kekerasan yang berakibat kematian pada anak-anak akibat meniru jurus Naruto. Benarkah Naruto sangat berbahaya?

Pada komik perdana Naruto yang memuat tujuh bab ini, saya dikenalkan oleh sang tokoh utama, Uzumaki Naruto, yang sehari-hari selalu berbuat nakal dan usil. Kali ini kejahilannya adalah mencoret-coret wajah ninja terhebat di Desa Konohagakure yang disebut dengan istilah Hokage menggunakan cat. Semua penduduk desa geram dengan ulahnya tersebut.

Sang guru pembimbing tempat Naruto bersekolah di Akademi Ninja, Guru Iruka, harus turun tangan dan memberi Naruto pelajaran ketika di kelas. Ia memberi hukuman agar Naruto mencoba jurus tertentu agar bisa lulus dari akademi. Sekadar info, Naruto ini sudah dua kali ujian tapi masih belum bisa lulus dari Akkademi Ninja. Padahal teman-temannya lulus semua.

Mungkin Guru Iruka berpikir kau mirip dengannya. Dia yakin kau benar-benar mengerti arti sebenarnya “menjadi kuat”. Pasti begitu… (Halaman 21)

Pada ujian ketiga kalinya, Naruto berhadapan dengan Guru Iruka dan Guru Mizuki sebagai penguji. Sayangnya, lagi-lagi Naruto belum beruntung. Guru Mizuki yang ternyata serigala berbulu domba memanfaatkan Naruto yang sangat kesal karena tidak lulus ujian agar mau mencuri gulungan berharga milik Hokage yang berisi jurus-jurus terlarang.

Hokage keempat berharap penduduk desa bisa melihat Naruto sebagai pahlawan… Itulah harapannya waktu dia mengorbankan nyawanya untuk menyegel siluman itu. (Halaman 71)

Sayangnya, pencurian gulungan itu membawa dampak besar pada diri Naruto. Ia baru mengetahui sebuah rahasia besar yang menyangkut masa lalunya. Hal itulah yang membuat hampir seluruh warga Konohagakure sangat membenci Naruto. Hal ini pula yang memicunya bertinggah nakal dan usil setiap saat agar ia dianggap “ada” oleh warga desa. Hiks :(

Kesepiannya itu… Bukan karena tak ada orang tua yang memarahinya seperti pikiranmu. Kamu menyebalkan. (Halaman 102)

Pada tahun ajaran baru sekolah ninja, Naruto yang dengan sangat memukau berhasil lulus dari Akademi Ninja, sekelas dengan gadis yang ia sukai, Haruno Sakura. Sayangnya, cintanya bertepuk sebelah tangan karena Sakura sangat menyukai Uchiha Sasuke yang sangat pintar dan memiliki kemampuan ninja yang hebat. Hal ini membuat Naruto sangat membenci Sasuke.

Singkat kata, pada hari yang baru itu, Guru Iruka memberi tahu bahwa semua genin atau ninja tingkat bawah akan dikelompokkan menjadi satu grup yang berisi tiga orang. Masing-masing grup akan dibimbing seorang jonin atau ninja tingkat atas. Dan yak, benar sekali, Naruto, Sakura, dan Sasuke menjadi satu kelompok dan akan dibina oleh Hatake Kakashi yang hebat.

Latihan ini adalah ujian super sulit yang tingkat kegagalannya mencapai 66 persen! (Halaman 117)

Bagaimana kelanjutan perjalanan hidup Naruto menjadi ninja bersama Sasuke dan Sakura dibawah pengawasan Kakashi? Apaah cita-citanya menjadi shinobi hebat dan mengalahkan gelar hokage bisa ia capai? Semudah itukah berjuang menjadi ninja di sekolah ninja yang tidak semua orang bisa bertahan di dalamnya? Penasaran kaaaan?

Wow. Just wow. Saya sukaaaa. Pada jilid pertama ini isinya lengkap. Saya dibuat terpukau dengan ritme yang cepat dan menegangkan ketika Naruto, Sakura, dan Sasuke berlatih bersama Kakashi. Ternyata konsep ninja yang berpakaian tertutup dan hanya terlihat matanya saja tidak berlaku di sini. saya suka konsep sekolah ninja yang terasa nyata pelajaran dan hari-harinya.

Naruto di jilid pertama ini sukses membuat saya tersentuh karena udapan Hokage dan Iruka. Saya suka penggambaran sosok Naruto yang nakal dan suka berbuat onar ternyata memendam rasa kesepian yang teramat dalam. Alasan Naruto berbuat demikian juga diungkapkan komikus dengan sangat rasional. Saya sampai bersimpati dengan Naruto alih-alih ikut sebal padanya.

Pada jilid pertama ini saya amat sangat tidak suka dengan tokoh Sakura. Duh, anak ini benar-benar menyebalkan sesuai apa kata Sasuke. Pendapatnya tentang Naruto sangat tidak berperasaan dan semaunya sendiri. Saya suka dengan sikap Sasuke yang meskipun tidak terlalu menyukai Naruto namun justru memihaknya ketika Sakura memberikan pendapatnya itu.

Oh iya, saya juga suka karena di jilid ini sudah buanyak sekali jurus ninja yang disebut dan digunakan oleh beberapa tokoh. Sebut saja Henge no Jutsu, Bunshin no Jutsu, Kage Bunshin no Jutsu, Oiroke no Jutsu, Harem no Jutsu, Kawarimi no Jutsu, Gokakyu no Jutsu, dan Shinjyuzanshu no Jutsu. Artinya apa itu? Silakan baca saja sendiri yah hehehe. Recommended!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Wild Half (Jilid 1)

coverwild1

Judul: Wild Half (Jilid 1)

Sub Judul: Anjing Liar

Komikus: Asami Yuko

Penerjemah: Faira Ammadea

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 214

Terbit Perdana: 2006

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2006

ISBN: 9789792084191

cooltext-blurb

Salsa, sejenis binatang yang memiliki kemampuan untuk berubah menjadi manusia, atau Wild Half. Dengan kekuatan yang dimilikinya, dia menjadi detektif yang handal. Meskipun terkenal, sosoknya tida diketahui siapa pun. Pertemuannya dengan Taketo menjadikan mereka pasangan yang unik.

cooltext-review

Seekor anjing menjadi detektif? Yang benar saja! Hehehe awalnya saya berpikir demikian ketika membaca tema cerita komik ini. seekor anjing yang menjadi detektif bukanlah hal yang rasional. Tetapi berbeda ceritanya jika anjing tersebut memiliki kemampuan khusus bisa berbicara dan berubah wujud menjadi manusia! Wah, ini baru menarik. Lanjut yah.

Komik ini memiliki enam bab sebagai jalinan cerita utama dan ditambah satu bab khusus yang menyuguhkan cerita spesial spin off dari kisah yang utama tadi. Langsung saja saya dibawa pada bab pertama berjudul Anjing Liar. Tokoh utama komik ini, Iwase Taketo adalah seorang siswa kelas 1 SMU yang tinggal berdua dengan kakaknya yang seorang polisi, Iwase Toshifumi.

Gara-gara kecerobohanku, senjataku direbut dan si pelaku berhasil kabur. Kalau sampai harus minta bantuan orang lain, berarti aku tidak pantas jadi polisi!! (Halaman 18)

Benar sekali, Toshifumi mengalami kecelakaan dan dirawat ringan di rumah sakit karena senjatanya direbut orang jahat. Taketo yang ingin menolong kakaknya itu berjumpa dengan Salsa, si anjing ajaib pada bab Hidung Kebenaran. Salsa yang secara rakus memakan bekal makan siang dan makan malam di rumah Taketo merasa ingin membalas budi dengan membantunya.

Aku tidak akan pernah meremehkanmu lagi, Salsa… Percayalah padaku. Kumohon, selamatkan anak ini!! (Halaman 70)

Bab Kobaran Api mengisahkan Salsa dan Taketo yang berpasangan dalam menangani klien yang memerlukan bantuan Salsa. Kali ini Salsa mendapatkan klien seorang perempuan yang mencurigai suaminya sebagai pelaku pembakaran rumah yang sering terjadi di lingkungan rumah Taketo. Melihat kesungguhan itu, Salsa tak berpikir dua kali untuk menerimanya. Lalu?

Percuma… Kau sedang terluka, tidak mungkin bisa mengangkatku… Kau saja yang lari… (Halaman 87)

Bab keempat berjudul Anjing Surga adalah bab yang sangat menyentuh. Jadi ceritanya Salsa dan Taketo sedang bertengkar. Di tengah jalan, Salsa bertemu dengan seorang gadis cilik bernama Atsushi yang mengira Salsa adalah Ricky, anjingnya yang telah mati. Sayangnya, kenyataan itu dan satu fakta memilukan lain disimpan rapat oleh kakek dan nenek Atsushi. Waduh :(

Katanya, mereka harus pergi untuk urusan pekerjaan sambil membawamu saat aku sedang tidur. (Halaman 107)

Ada tokoh baru di bab kelima Bunyi Lonceng. Di kelas Taketo, ada seorang cewek bernama Kitahara Miya yang hampir setengah tahun tidak masuk sekolah. Suatu hari, ada seorang gadis yang tiba-tiba masuk kelas dan duduk di bangku Miya. Namun, ada yang aneh dengan gadis ini. Ia memiliki tatapan tajam yang bisa menghipnotis orang lain! Wah, bagaimana lanjutannya?

Rupanya anak ini tidak mempan dengan kekuatan mataku… Jelas dia targetku berikutnya…!! (Halaman 129)

Masa Lalu yang Indah adalah bab keenam yang mengisahkan masa lalu Salsa. Taketo yang baru saja membeli motor baru, mengajak Salsa jalan-jalan ke pantai. Salsa menceritakan bagaimana awal mua ia berkenalan dengan manusia sebagai seekor wild half. Tak disangka masa lalu yang pahit pada awalnya tidak berlangsung lama. Saya suka bagaimana komikus menceritakannya.

Saat itu aku tidak mempercayai manusia… Hanya diluar mereka baik… Tapi, pada akhirnya mereka selalu menyiksaku!! (Halaman 148)

Saya suka komik ini. meskipun Salsa adalah anjing yang juga menjadi detektif, bukan sisi detektifnya yang komikus angkat di komik ini, melainkan kejaiban-kejaiban dan keseharian Salsa dan Taketo. Hal ini membuat saya jadi memahami bagaimana Salsa seekor wild half harus berlaku biasa saja di rumah Taketo, khususnya di hadapan kakaknya yang takut anjing.

Kelebihan dan keajaiban Salsa menurut saya sangat unik. Kemampuannya berubah wujud tidak bisa berlangsung dengan instan. Salsa memerlukan suatu dorongan emosi agar bisa berubah pada tahap manusia itu. tentu saja bentuk manusia Salsa sangat jauh lebih kuat dibandingkan wujud anjing. Tidak heran bahwa meskipun sendirian, Salsa bisa menyelamatkan siapapun.

Awalnya saya mengira tokoh utama komik ini adalah Taketo. Namun, ternyata Takeo bisa dikatakan berperan sebagai side-kick Salsa. Meskipun demikian, komikus tidak melupakan peran tersebut dan memberikan berbagai kejadian dan orang-orang yang muncul berasal dari lingkungan Taketo. Toh, bagaimana bisa lingkungan anjing dikupas lebih dalam, bukan?

Salsa pada dasarnya memang anjing biasa. Tentu saja sifat dasarnya juga tidak hilang sepenuhnya. Hal ini dijadikan komikus sebagai hal lucu yang disisipkan pada beberapa sudut. Contohnya ketika Salsa dan Taketo mengejar penjahat, Salsa dengan santai pipis di sebuah batang pohon. Tentu saja hal ini membuat Taketo geram. Sempet-sempetnya sih!

By the way, dampak dari hal yang saya ungkapkan di atas menjadikan hal klise tipikal cerita detektif menjadi hilang. Lupakan berbagai macam deduksi, dugaan, TKP, tersangka, alibi, dan sebagainya selayaknya kisah detektif. Komik ini tidak memberikan hal itu. mungkin sebagian pembaca yang ingin membaca alur detektif menjadi kecewa. Tapi saya sih fine-fine saja.

Oh iya, satu hal yang saya sebel ketika membaca komik ini pada bab keenam adalah GANTUNG! Duh namanya juga komik berseri sih, tetapi saya jengkel aja membaca akhir komik ini dibuat seperti itu oleh komikus. Untunglah bab terakhir spin off bisa meredaan emosi saya karena ceritanya sangat menarik dengan tokoh-tokoh yang sama namun berbeda. Penasaran?

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Medafighter Rintarou! R1 (Jilid 1)

covermeda1

Judul: Medafighter Rintarou! R1 (Jilid 1)

Judul Asli: Medafighter Rintarou! Medafighter R1

Komikus: Fujioka Kenki

Penerjemah: Randohri Neko

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 180

Terbit Perdana: 2004

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2004

ISBN: 9789792058628

cooltext-blurb

Awalnya, ini semua gara-gara Ryo dan Koji yang bertengkar karena berebut perhatian Karin pada Hari Natal. Akhirnya, aku, Kantaros, Ikki, dan Metabee malah turut terlibat dalam pertarungan akbar yang seru di Meda Tower pada Malam Tahun Baru itu.

cooltext-review

Suatu masa, pada tahun 2021, bumi mendapatkan sebuah hujan debu dari bintang biru. Debu-debu ini bukanlah debu biasa, melainkan debu bintang yang memiliki kemampuan magis bisa menghidupkan robot ketika diubah bentuknya menjadi medal. Oleh karena itu, muncul robot-robot yang disebut dengan medabot yang artinya robot yang menggunakan medal untuk hidup.

Komik ini memiliki lima bab, yang pertama adalah X-Project. Suatu hari, di SD Ginjo, Arika sangat bersemangat mengajak sahabat baiknya, Tenryo Ikki, dan medabot milik Ikki, Metabee, untuk mengikuti lomba yang diadakan saat festival sekolah sebelah, SD Kameyama. Di sana, terjadi sedikit insiden karena Metabee disangka medabot milik seorang champion di daerah itu.

Kalau dilihat baik-baik, ini bukan Kantaros, dyans. Salah orang, kuma. (Halaman 25)

Ya benar, akibat kesalahpahaman itu, Metabee jadi geram dan akhirnya bertarung dengan Kantaros, medabot milik Namishima Rintarou. Pada bab berjudul Kekalahan Kantaros ini terlihat seru pertarungan dua medabot yang jenisnya sama persis. Kemarahan Metabee karena kejahilan Unikura Bafusaku, Samejima Hasuke, dan Kinme Mutsuki membuatnya menang telak.

Maaf saja, tapi karena duel adalah duel.. Sesuai peraturan, parts milikmu aku ambil. (Halaman 56)

Meninggalkan Karin dan Ikki, mari beranjak ke bab ketiga berjudul Mecha Impian. Rintarou yang sangat depresi karena kekalahan Kantaros akhirnya mengajak Bafusaku, Hasuke, dan Mutsuki sesama penggusur klub Meda cewek menjadi Meda cowok. Mereka ingin membuat Kantaros hidup kembali dengan tampilan yang jauh lebih gahar dan memiliki kekuatan lebih dahsyat.

Kalian belakangan ini makin hilang bayangannya, yaaa. Meda-CW nggak ada giliran tampil, kuma. (Halaman 87)

Bab keempat sudah mulai ada tokoh baru. Awalnya Ikki, Metabee, dan Arika ingin merayakan malam tahun baru di rumah. Tiba-tiba di televisi ada siaran langsung pertarungan medabot atau robattle antara Kaiba Ryo dan Mach Massive melawan Karakuchi Koji dan Ramtam. Bab berjudul Love Robattle (Bagian Awal) ini adalah pertarungan memperebutkan Karin #capedeh.

Memang Kak Ryo adalah Hyper Medafighter ternama dalam negeri. Aku pun hormat dan kagum pada Kak Ryo. Tapi… (Halaman 125)

Sebagai penutup, ada bab Love Robattle (Bagian Akhir). Di sini, entah bagaimana ceritanya, tiba-tiba Rintarou dengan Kantaros yang telah berubah menjadi Heracles Type KBT dan Ikki bersama Metabee ikut-ikutan bertarung memperebutkan Karin. Pertandingannya juga cukup sederhana yaitu menyelamatkan Karin di puncak Tokyo Meda Tower. Siapakah yang menang?

Mach Massive Kakak terlalu banyak hiasan. Dalam ruangan sempit seperti ini, speed type mecha pun tidak berguna, dong!? (Halaman 154)

Hmm, saya mengenal medabot ini lebih dahulu melalui anime yang sempat ditayangkan di televisi swasta belasan tahun silam setiap hari minggu. Bahkan saya juga pernah memainkan video game nya di GBA emulator. Intinya, saya suka dengan konsep pertarungan robot yang menggunakan medal dan bisa mengambil parts medabot lawan yang kalah.

Tetapi, sayangnya saya harus kecewa ketika membaca versi komiknya. Secara cerita memang sama saja sih. Namun, komik ini bisa saya katakan sangat berantakan dalam hal penyampaian dan alur cerita. Saya kerap dibuat bingung oleh komikus karena strukturnya tidak jelas. Jalan cerita seenaknya sendiri dan tidak runtut. Semuanya serba tiba-tiba tanpa ada intermezo.

Pada bagian awal, seharusnya ada alur perkenalan yang runtut. Meskipun sudah ada halaman tersendiri tentang tokoh siapa saja yang berperan sepanjang jilid perdana ini, tetapi alur pengenalan sepanjang cerita yang berjalan sama sekali tidak nyaman dibaca. Untuk artwork, jenis gambar yang seperti arikatur, bukan komik, agak kurang sedap dipandang. Selera aja sih.

Yah di balik itu semua, saya jadi sedikit mengetahui tentang dunia medabot. Hal ini pada akhir bab pertama, ada empat halaman khusus yang menceritakan apa itu medabots (khususnya Metabee dan Kantaros yang bertibe KBT) dan apa saja yang melekat padanya. Oh iya, saya juga tahu ternyata meskipun memiliki medal dan bentuk yang berbeda, mereka punya kode sendiri.

Misalnya Ramtam milik Koji adalah tipe STG atau Sabertooth Tiger, Mach Massive milik Ryo adalah tipe KWG atau Kuwagata alias kumbang capit, sedangkan Metabee dan Kantaros adalah tipe KBT atau Kabuto Mushi yang merujuk pada kumbang tanduk. Jadi meskipun ada nama sendiri-sendiri, ternyata ada aturan khusus tentang kode tipe setiap medabot.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Wonder School Boy (Jilid 1)

coverwonder1

Judul: Wonder School Boy (Jilid 1)

Komikus: Shimizu Yoko

Penerjemah: Kreasita

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 196

Terbit Perdana: 2006

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2006

ISBN: 9789792084597

cooltext-blurb

Tenji Tsubaki, siswa SMU tukang molor yang sudah jadi detektif demi melunasi hutang ayahnya. Mati-matian, dia berusaha menutupi identitasnya, tapi ketahuan teman sekelasnya, Kirin Tachibana. Dan, demi kerahasiaan identitasnya, Tenji dengan terpaksa menerima Kirin menjadi asistennya. Kini, tugas perdana Tenji dan Kirin dimulai.

cooltext-review

Apa jadinya jika seorang anak SMA memiliki pekerjaan sebagai detektif swasta? Tak hanya menyelidiki suatu kasus, namun juga”membereskan” orang jahat yang menjadi targetnya? Apakah ia akan langsung tewas begitu saja? ataukah menjadi bulan-bulanan sang penjahat yang sangat lihai dalam hal kekerasan dan kejahatan yang keji?

Wonder School Boy memiliki tema tersebut. Adalah seorang anak laki-laki biasa bernama Tsubaki Tenji yang masih berusia 17 tahun. Akibat kelakuan ayahnya sendiri yang menggelapkan uang sebesar 1,1 trilyun dari kantor bernama Biro Penyelidikan Muroto, Tenji harus pasrah dipekerjakan secara paksa demi melunasi hutang ayahnya yang sembrono itu.

Jilid perdana ini dibuka dengan bab pertama berjudul Wonder Boy tentang rasa penasaran teman sekelas Tenji, Tachibana Kirin, yang sebaya dengan Tenji karena merasa Tenji yang doyan tidur di kelas memiliki gerak reflek yang baik, bahkan bisa menyelamatkan Kirin dari bola baseball yang hampir mengenai wajahnya. Lambat laun Kirin selalu memperhatikan Tenji.

Gerakan Tenji waktu itu sangat cepat dan rasanya, nggak percaya kalau orang seperti dia bisa melakukannya. (Halaman 9)

Akibat kecerobohan Tenji yang sedang bertugas pada malam hari, Kirin yang diam-diam mengikutinya justru terjerumus pada penyanderaan di bab kedua berjudul Wonder Boy II. Meskipun berhasil lolos, Kirin meminta hal yang sangat gla kepada Tenji agar menjadikannya asisten. Sebagai imbalan, Kirin tak akan buka mulut pada pihak sekolah tentang pekerjaan Tenji.

Cara kerja mereka, menarik uang dari rekening sedikit demi sedikit dalam waktu yang lama. (Halaman 58)

Oh iya, Biro Penyelidikan Muroto tempat Tenji bekerja dipimpin oleh Miroto Shino yang masih berusia 25 tahun. Sebagai pimpinan tertinggi, ia justru menyetujui kehadiran Kirin yang masih nol besar dalam dunia penyelidikan turut bergabung menjadi asisten Tenji. Sangat sembrono sih kalau dipikir. Apalagi pada bab berjudul Operasi Pembebasan Seorang Anak ini sangat berbahaya.

Tatara, orang yang nggak kenal ampun pada siapa saja! karena saat ini, aku jadi sorotan publik maka orang-orang nggak berani berbuat macam-macam. Tapi kalau semua itu sudah berakhir, sudah pasti dia akan membunuhku dan putraku. (Halaman 102)

Selain Shino dan Tenji, ternyata biro penyelidikan itu memiliki satu orang pegawai lagi bernama Muroto Yuki yang masih berusia 18 tahun. Ia sesungguhnya adalah adik Shino. Namun demikian, kemampuan bela diri dan menggunakan senjata tak perlu diragukan. Pada bab keempat berjudul Perasaan Kirin saja ia berani melawan gerombolan penjahat jalanan.

Isi disket ini berhubungan dengan penemuan teknik baru yang masih sangat dirahasiakan, yaitu energi dengan bahan baku baterai. (Halaman 145)

Sebagai bab terakhir yang berjudul Mr. Cool, Tenji dan Kirin yang bertugas secara tidak sengaj berjumpa dengan Ryuichi Kuki yang ternyata adalah kepala polisi berusia 28 tahun. Meskipun saat itu mereka dalam satu tujuan yang sama, Kuki dan anak buahnya mengacuhkan nyawa anak yang disandera oleh orang yang mereka incar. Sampai-sampai Kirin menjadi geram.

Kamu kelihatannya seperti polisi, tapi apa kamu juga nggak memperdulikan nyawa orang? (Halaman 170)

Well well, sebenarnya tema yang diangkat komik ini cukup menarik. Seorang siswa sekolah menengah atas yang seharusnya fokus pada pelajaran dan nilai rapor justru terbelenggu dalam dunia penyelidikan yang berbahaya dan mengancam nyawa akibat ulah ayahnya sendiri. Belum lagi ia yang sering tidur di kelas karena bekerja hingga larut malam bukanlah hal yang baik.

Tenji sebagai anak yang tidak bisa apa-apa akhirnya menerima pekerjaan itu. namun demikian, Tenji tumbuh menjadi ppemuda kuat dan lihai dalam hal bertarung dengan musuh-musuhnya. Aksi yang gesit dan cekatan kerap membuatnya sukses menunaikan pekerjaan dari klien Shino. Sampai-sampai semua musuhnya yang jahat tidak percaya bahwa Tenji adalah anak SMU biasa.

Hingga suatu ketika kehadiran Kirin di kehidupan malamnya menjadi problema. Dan di titik inilah saya merasa sangat heran dan kesal. Bagaimana tidak, “hanya” karena diselamatkan dari bola baseball yang nyasar, Kirin menjadi sangat naif dan keppo terus dengan Tenji. Bahkan tidak sampai di situ, Kirin memaksa menjadi asisten Tenji dengan mudahnya. Seriously?

Kirin adalah anak pandai yang selalu masuk 10 besar di kelas. Namun dalam hal berpikir dalam hidup, khususnya yang menyangkut hidup Tenji, Kirin sangat sangat sangat bodoh. Bagaimana mungkin dia mau membahayakan nyawanya sendiri dengan bergabung bersama Tenji padahal ia tida punya pengetahuan dan pengalaman sama sekali?

Komikus mungkin memang berniat membuat Kirin yang awalnya hanya teman sekelas menjadi rekan kerja Tenji. Sayangnya komikus tidak lihai dalam menempatkan situasi penting dan latar belakang alasan yang logis agar Tenji tidak menolak Kirin menjadi asistennya. Belum lagi Shino sang direktur langsung menyetujui Kirin. Duh itu nyawa orang jadi taruhannya lho.

Biro penyelidikan Muroto juga bukanlah usaha yang ilegal. Seringnya menerima klien dan bahkan bertemu dengan jajaran kepolisian tentu Shino tidak boleh mengabaikan nyawa Kirin yang masih nol besar untuk bergabung dengan kantornya. Harusnya Shino lebih tegas menolak atau paling tidak menunggu hingga Kirin memiliki bekal yang cukup mendampingi Tenji.

Lima bab yang tersaji di komik jilid perdana ini juga terasa membosankan. Formula yang dipakai dalam hampir setiap bab adalah ada klien minta tolong, Tenji (dan Kirin) bertugas yang kadang Yuki ikut campur, bertarung sana sini dengan komplotan penjahat, masalah beres. Begitu terus hingga bab terakhir. Saya sampai bisa menebak bagaimana akhir bab itu.

Meskipun demikian, nuansa serunya masih terasa kok. apa lagi Tenji yang lihai bela diri kerap memunculkan gerakan-gerakan cakep yang membuat lawannya terkapar dalam sekali serang. Artwork komik ini juga tidak perlu diragukan lagi detil dan bagusnya. Tapi yaa, begitu saja sih. Mungkin pada jilid selanjutnya akan lebih seru. semoga. Tapi saya nggak punya lanjutannya ._.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Real (Jilid 1)

coverreal1

Judul: Real (Jilid 1)

Komikus: Inoue Takehiko

Penerjemah: Nalti Kikuchi

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 216

Terbit Perdana: 2007

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2007

ISBN: 9789792701043

cooltext-blurb

Nomiya adalah kapten basket di SMU Nishi. Namun, setelah istirahat panjang akibat kecelakaan, bukan hanya posisinya sebagai kapten saja yang digantikan Takahashi, tapi juga dia harus berhenti dari sekolahnya. Namun, ia tidak bisa lepas dari basket. Pada suatu hari, ia berkenalan dengan Azumi, manajer klub basket kursi roda. Sejak saat itu, Nomiya mulai mengenal Kiyoharu, jagoan basket kursi roda…

cooltext-review

Komik tentang olahraga basket sepertinya sudah cukup banyak. Kebanyakan berkisah tentang perjuangan seseorang atau sebuah tim dalam bertanding hingga mencapai puncak kemenangan. Tetapi hampir semuanya memiliki tokoh yang sempurna secara fisik. Nah, bagaimana jika orang berkebutuhan khusus yaitu orang berkursi roda yang bermain basket?

Enam bab yang disuguhkan di komik ini tidak ada kalimat dalam judul. Hanya dicantumkan urutan tingkatan. Yang pertama adalah 1st. Alkisah ada seorang siswa SMU Nishi bernama Nomiya Tomomi. Ia harus berhenti sekolah karena kecelakaan dan perangai yang buruk. Padahal ia adalah kapten tim basket di sekolah. Akibatnya ia selalu uring-uringan.

Kenapa di Jepang ini kalau kita berhenti dari klub basket sekolah, tak ada tempat lain untuk bisa main basket!? (Halaman 27)

Pada bab 2nd, Nomiya sedang menjenguk Yamashita Natsumi, gadis muda yang harus mengalami kenyataan pahit seumur hidupnya akibat kelalaian Nomiya. Di rumah sakit itu, Nomiya tak sengaja berjumpa dengan Togawa Kiyoharu, pemuda berkursi roda yang sangat jago bermain basket. Sampai-sampai pada laga 1 on 1, Nomiya sang kapten harus kalah telak.

Keliahatannya, pemainmu tidak ada seorangpun yang main dengan begitu semangat seperti orang itu, ya… (Halaman 60)

Perjumpaan Nomiya dengan Kiyoharu ternyata tidak berhenti sampai di situ. Pada bab 3rd ketika Nomiya latihan menyetir mobil, ia berjumpa dengan Azumi, manajer klub basket kursi roda yang pernah Kiyoharu ikuti. Mengetahui hal ini, Nomiya langsung meminta Kiyoharu agar bertanding basket dengan kapten baru tim basket SMU Nishi yang sangat kurang ajar.

Yang bertanding betulan hanya 1 on 1. 2 orang itu sudah tahu hal ini. Lihat! Nomiya dan Takahashi begitu semangat. (Halaman 105)

4th adalah bab keempat yang membawa pembaca pada hasil akhir pertandingan tersebut. Nomiya dan Kiyoharu bertanding dengan sang kapten, Takahashi Hisanobu, dan Seki, teman baik Nomiya saat masih bersekolah. Akibat terlalu meremehkan Kiyoharu, Takahashi dan Seki yang bermain 2 on 2 harus menelan pahit kekalahan. Sayangnya, justru Seki yang disalahkan.

Kalau sebelumnya, aku merasa teman-temanku begitu sedikit mengoper bola padaku, mulai hari itu… betul-betul nol besar. (Halaman 137)

Nomiya yang berkunjung ke rumah sakit terkejut ketika mengetahui bahwa Natsumi telah keluar rumah sakit dan pergi jauh. Pada bab 5th ini, Nomiya berencana menyusul Natsumi agar bisa terus menghiburnya semampunya karena telah merenggut kebahagiaan Natsumi. Salah satu cara mengumpulkan uang adalah bermain taruhan basket dengan anak orang kaya.

Kalian kalah oleh orang berkursi roda dan sekarang kalian bilang, permainan ini tidak fair? (Halaman 157)

Kebiasaan Nomiya dan Kiyoharu mendapatkan uang dengan cara tersebut membuat anak-anak kaya itu kesal. Suatu hari, mereka mendatangkan Nagano Mitsuru, seorang yang jago basket yang sama kondisinya dengan Kiyoharu, berkursi roda. Pada bab 6th ini Mitsuru meminta tanding 1 on 1 pada Kiyoharu. Sayangnya, keyakinan Kiyoharu harus runtuh seketika.

Sialan!! Orang ini paling tidak, tingginya 190 cm, itu yang membuat kursinya tinggi. (Halaman 189)

Sebagai pembuka, saya cukup kaget mendapati adanya lima lembar di dalam komik ini yang berarti berisi sepuluh halaman full color dengan kertas lux yang bagus, masing-masing terbagi atas tiga lembar di awal dan dua lembar di paruh akhir. Saya jadi bisa melihat jelas bagaimana warna dan goresan tangan sang komikus versi warna. Bagus sekali.

Artwork yang disuguhkan komikus juga sangat khas sekali. Sebenarnya gaya gambarnya sama sekali tidak jelek, hanya saja sepertinya bukan selera saya. Salah satu hal yang cukup mengganggu adalah penampakan siswa siswi sekolah terlihat terlalu tua dan boros paras. Apalagi perawakannya juga terlalu dewasa untuk anak usia belasan tahun.

Kalau dari segi cerita, saya justru sangat menikmati. Komikus tidak buru-buru membawa sang tokoh utama dan Kiyoharu menjadi lengket dan bermain dengan bahagia bersama, tetapi masih menyuguhkan suasana kaku dan egois untuk Nomiya dan Kiyoharu. Secara ide ini sangat logis. Sebagai orang baru kenal pasti masih jaim dan tidak langsung membaur begitu saja.

Tentang konflik, sebenarnya sangat khas konflik remaja sih. Tetapi entah kenapa kok rasa-rasanya jadi terlalu berat untuk ukuran remaja sekolah. Saya tidak tahu apakah komikus memang berniat demikian, membuat konflik Nomiya dan sekitarnya teramat berat hingga tidak bisa diselesaikan dengan kepala dingin. Apalagi Nomiya suka sekali menghajar orang.

Oh iya, saya agak bingung dengan perpindahan bab di komik ini. selain tidak ada kalimat judul, pada bab tiga tidak terlihat perpindahannya. Awal bab baru hanya ditunjukkan melalui salah satu gambar di halaman yang bersangkutan. Saya tidak sadar bahwa gambar itu merujuk bab baru. Padahal secara kejadian dan alur masih belum bisa dikatakan chapter baru.

Overall, saya suka dengan komik ini meskipun artwork yang kurang saya sukai. Tema basket yang digeluti orang berkursi roda juga sangat menarik. Ternyata kursi roda yang digunakan juga berbeda lho. Pantas saja Kiyoharu sangat mahir bermain basket. Yang saya suka juga komik ini tidak terlalu menyuguhkan teori dan tehnik basket, melainkan keseruan permainan.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Recast (Jilid 1)

coverrecast1

Judul: Recast (Jilid 1)

Komikus: Kye Seung-Hui

Penerjemah: Minkee Kang

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 184

Terbit Perdana: 2007

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2007

ISBN: 9789792704723

cooltext-blurb

Tanpa disadari JD, Kakek Grifford melakukan sihir Recast padanya sejak dia masih bayi. Namun Kakek Grifford yang selama ini bersembunyi dari Dunia 4, akhirnya ditemukan oleh para puppet. Kakek Grifford pun terbunuh, dan JD jadi buruan puppet. Untuk menyelamatkan diri, JD harus pergi ke daerah Jade untuk menemui Vreis, sang vampir.

cooltext-review

Akhirnya saya berkesempatan lagi membaca dan mereview komik yang berasal dari negeri ginseng, Korea. Saya tidak tahu sih ini bikinan Korea Selatan atau Korea Utara. Tapi yang jelas manhwa alias komik asal Korea tidak kalah serunya dengan komik manga dari Jepang yang sudah populer di mana-mana. Lantas serunya apa manhwa Recast ini?

Nah jadi komik ini bertemakan sihir. Tokoh utamanya adalah seorang anak laki-laki yang bersekolah di sekolah sihir bernama JD. Intinya sih dunia tempat tinggal JD ini sudah sangat terbiasa dengan sihir. Bagian pembuka komik jilid perdana ini adalah ketika JD dikejar-kejar oleh makhluk ganas pada malam hari di sekitar kuburan tempat ia tinggal.

Dalam menghalau makhluk jahat yang disebut puppet tersebut, JD menggunakan senjata bernama UST-1000 pemberian kakeknya, Grifford. Senjata berbentuk pentungan itu memiliki kemampuan khusus berubah bentuk sesuai kehendak pemakainya. Sayangnya, karena masih beberapa menit mendapatkannya jadi kewalahan karena senjata tidak membantu sama sekali.

Seperti yang kukatakan dulu, kalau mau mendengar, memerlukan udara. Kalau mau melihat, memerlukan cahaya. Di dunia ini ada yang namanya box yang mengandung partikel sihir untuk menyihir. (Halaman 22)

Selain Kakek Grifford, JD juga dekat dengan guru sekolahnya bernama Celine. Beliau ini juga merupakan murid dari Grifford. Oleh karena itu ia memanggil kakek JD dengan panggilan Guru. Kegelisahan Celine karena kemunculan puppet yang mengejar JD dianggapnya sebagai hal yang mencurigakan. Terlebih puppet itu sangat kuat dan sesungguhnya sulit dikalahkan JD.

Kamu gentar karena tidak tahu sehebat apa yang telah kubuat dengan recastku. Bila aku terima tawaran itu, kamu juga mengambil JD. Itu menguntungkanmu, ‘kan? (Halaman 73)

Akhirnya Celine mengetahui fakta bahwa hal itu akibat dari sihir recast. Karena Kakek Grifford menggunakan semua clementes (kemampuan sihir) yang dimiliki untuk menggunakan sihir itu pada JD. Semua kekuatan itu diberikan pada JD. Untuk apa? Padahal JD yang usianya masih muda belum tahu menahu tentang apa yang dilakukan oleh Kakek Grifford tersebut.

JD harus bisa mengalahkannya sendiri. Kalau tidak, sia-sia aku menggunakan sihir recast padanya!! (Halaman 90)

Di dunia JD ini, ada konsep dunia yaitu Dunia 4, Dunia 5, dan Dunia 6. Saya cukup suka tentang pembagian dunia ini dan cara berpindah dunia. Singkat cerita, Kakek Grifford akan pergi dengan JD ke wilayah Jade. Sayangnya, belum sempat hal itu terwujud, muncul puppet atau pembunuh bayaran bernama Mickey T. G. yang mengincar nyawa Kakek Grifford dan JD.

Aku ingin memberi tahumu lebih lanjut, tapi recastmu belum selesai. Karenanya kamu harus menyadarinya sendiri. (Halaman 126)

Nah bagaimana kelanjutan petualangan JD sebagai anak yang mendapatkan sihir recast? Apakah ia bisa menemui Vreis, sahabat sang kakek sesuai keinginan Kakek Grifford? Pasalnya, sebelum ia menunaikan permintaan tersebut, JD harus berhadapan langsung dengan puppet baru bernama Dwee Mascara yang sangat tangguh dan licik.

Jangan keras kepala! Guru sudah mengorbankan nyawanya untukmu! Sekarang kamu harus kabur untuk menuruti perintah Guru!! (Halaman 137)

Saya cukup heran pada awalnya karena membaca komik ini membukanya dari kanan ke kiri, tidak seperti manga yang dari kiri ke kanan. Saya jadi berpikir apakah manhwa memang seperti buku-buku di Indonesia yang dibuka dari kanan ke kiri ya? entahlah. Yang jelas komik ini menawarkan hal baru dengan tema sihir yang memukau dan tidak biasa.

Sebelum berbicara lebih lanjut tentang sihir, saya cukup malas sebenarnya apabila berhadapan dengan komik yang tokoh-tokohnya menggunakan nama-nama orang Korea pada umumnya yang menurut saya tidak bisa dihafalkan dengan mudah. Untung saja komik ini menggunakan nama yang jauh lebih mudah diingat dan diucapkan daripada nama komikusnya. LOL.

Oh iya, komik ini memiliki kekurangan yaitu tidak adanya info chapter yang dimuat di jilid ini. daftar isi tidak ada, judul chapter awal juga tidak ada. Awalnya saya menemukan Creation File No. 1 dan 2 pada seperempat komik. Namun selanjutnya tidak ada lagi. hanya ada satu halaman penuh berisi ilustrasi satu tokoh tertentu. Saya bingung ini bagaimana pembagiannya.

Recast ini sesungguhnya memiliki tema yang unik dengan dunia yang menarik pula. Sihir yang bisa digunakan oleh manusia bahkan diajarkan di kurikulum sekolah membuat komik ini tidak bisa dianggap remeh. Sayangnya, namanya juga jilid pertama, segalanya serba tidak jelas dan misterius. Saya penasaran sekali dengan asal-usul JD dan kelanjutan petualangannya.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Harmel’s Violin (Jilid 1)

coverharmels1

Judul: Harmel’s Violin (Jilid 1)

Judul Asli: Hamerun no Violin Hiki

Komikus: Watanabe Michiaki

Penerjemah: Arief Hidayat

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 196

Terbit Perdana: 1995

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 1995

ISBN: 9796371146

cooltext-review

Harmel’s Violin ini adalah salah satu judul komik era 90-an yang saya baca. Awalnya saya agak-agak ragu bisa menikmati komik ini. Maklum saja saya dapat komik ini di obralan seharga 5000 rupiah saja pada tahun 2008 yang lalu. Eh ternyata tak disangka saya sangat menikmatinya. Setiap tokohnya memiliki keunikan tersendiri. Tidak sia-sia deh baca jilid perdananya ini.

Jilid ini memiliki lima bab yang memiliki cerita saling berkaitan. Uniknya, setiap bab tidak memiliki judul, melainkan hanya dituliskan pakai pembuka not balok di partitur lagu. Paham maksud saya nggak ya? Pokoknya begitu deh. jadi jangan harap mendapatkan sebuah kalimat layaknya judul chapter di komik-komik yang lain.

Bab pertama mengisahkan pertemuan sang tokoh utama komik ini, Harmel dan burung gagak hitam pendampingnya, Orbow, dengan Viola seorang pemuda kecil yang hidup sebatang kara di pegunungan Eropa Utara. Viola secara tidak sengaja menyaksikan permanan indah Harmel. Tak sungkan Viola mengundang Harmel dan Orbow bertandang di rumahnya yang sederhana.

Aku tahu, orang yang bisa bermain musik seperti itu pasti orang yang baik hati. Ketika pertama kali bertemu, kukira dia dewa. (Halaman 21)

Bab kedua mengambil setting lokasi di pegunungan Eropa Utara, tepatnya di Desa Stakatt. Pengembaraan Harmel dan Orbow membawa mereka bertemu dengan Flute, seorang gadis pemberani yang melawan anak buah monster Raja Tuba yang menyerang warga kota. Status sebagai yatim piatu membuatnya harus melakukan yang terbaik pada warga kotanya tercinta.

Berani-beraninya kalian memukuli wajahku yang elegant dan beautiful ini. Ongkos ganti ruginya sangat besar! (Halaman 67)

Singkat kata, setelah Harmel “turun tangan” dengan alunan melodi indah biolanya, Flute ikut berkelana bersama Orbow dan Harmel hingga sampai di Kota Tenut. Di sini lagi-lagi ada monster jahat bernama Basoon yang memaksa warga bekerja keras setiap saat. Akibatnya kota yang awalnya makmur tersebut menjadi kotor dan tidak terurus. Kasihan sekali melihatnya.

Tubuhnya sebesar gunung, kekuatannya tak terukur, dan sekali ayun gunung pun seakan-akan terlempar… Selama dia tak dikalahkan, kedamaian tak akan ada di desa. (Halaman 90)

Meninggalkan problematikan Kota Tenut yang telah usai, kali ini Flute “dimanfaatkan” oleh Harmel melalui melodi indahnya untuk membuat jera monster yang dijuluki Tuan Vargote (atau Vargot? atau Fargot? Entahlah.) di Kota Legart. Hal ini dikarenakan Fargot bertindak kasar kepada sseorang gadis cilik yatim piatu penjual bunga yang tidak laku sama sekali.

Padahal waktu dulu, mereka membelinya karena indah. Tetapi aku akan terus berusaha! Soalnya ini kebun bunga ayah dan ibu. (Halaman 135)

Sayangnya, kemampuan Flute karena efek lagu yang dimainkan Harmel tidak mampu mengalahkan Fargot. Berkali-kali Flute babak belur oleh Fargot. Tak pelak hal ini membuat Fargot murka dan berencana menghajar Harmel yang dianggap Pahlawan Penyelamat Dunia. Mulanya Harmel ingin menyerah. Namun, satu tindakan Fargot membuatnya “meledak”.

Dia tidak menunjukkan perasaannya dengan jujur, sebenarnya dia mau minta maaf lho. (Halaman 162)

Ada yang pernah mengetahui tentang cerita terkenal berjudul Kotak Pandora? Komik ini pada bagian awal-awal memang menyisipkan cerita klasik tersebut, menganai sebuah kotak yang berisi segala kejahatan di muka bumi dan tersegel. Hingga suatu ketika seseorang bernama Pandora membukanya dan semua kejahatan terbang dan tersebar ke seluruh dunia.

Yang bisa menyelamatkan dunia dari kejahatan adalah satu harapan yang ada di kotak tersebut. Harapan tersebut dimanifestasikan sebagai Harmel yang dijuluki Sang Pahlawan. Nah, lika-liku perjalanan Harmel bersama Orbow inilah yang menjadi inti cerita komik ini. Sepasang manusia dan burung gagak yang bisa berbicara ini hendak menuju ke utara demi menumpas kejahatan.

Oh iya, di sini Harmel memiliki senjata andalan sebuah biola (atau cello karena terlalu besar, menurut saya) untuk melawan para monster. Ia selalu memainkan lagu-lagu klasik yang entah bagaimana selalu bisa membuat monster lawannya bertekuk lutut kalah tanpa ampun.

Nah, setiap melawan monster, Orbow selalu memberikan sebuah info atau pengetahuan tentang lagu-lagu yang dimainkan Harmel. Lagu yang digubah oleh komposer terkenal sepanjang masa itu selalu terasa benar-benar bagus didengar. Sayangnya, kemahiran bermain biola Harmel justru berbanding terbalik dengan sifatnya yang serakah dan sakarepe dewe *sigh*.

Satu-satunya orang yang cukup waras (dan mungkin cukup bodoh) untuk mengikuti Harmel adalah Flute. Memang benar sih kemampuan bawah sadarnya sangat bermanfaat dalam melawan para monster. Namun harga yang harus dibayar Flute sungguh memilukan hati, dan Harmel tidak mempedulikan hal itu. Grrh. Alau saja bukan dia sang pahlawan, pasti saya tidak akan mendukungnya. Tetapi kalau dipikir-pikir justru itulah yang membuat komik ini kocak.

Ya benar, komik ini banyak sekali menyuguhkan humor spontan ataupun anti klimaks yang membuat saya cengengesan. Misalnya ketika Harmel justru menjual Flute pada orang-orang di Kota Legart. Atau setelah monster berhasil dikalahkan, Harmel jstru meminta bayaran sangat tinggi pada warga Kota Legart yang ujung-ujungnya warga kota tidak jadi damai wkwkwk.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus