Rss

Goodreads Reading Challenge 2016

Sebagai seorang pembaca dan blogger buku yang terbiasa dengan teknologi internet, sepertinya sudah wajib untuk bergabung dengan Goodreads. Agenda yang rutin diadakan oleh situs ini setiap tahunnya adalah tantangan baca yang diperuntukkan para penggunanya. Agenda tahun ini bernama 2016 Reading Challenge. Mekanismenya sih, pada awal tahun setiap user akan menentukan berapa jumlah buku yang akan dibaca selama setahun kedepan. Nantinya diakhir tahun akan diketahui apakah user tersebut sukses menyelesaikan target atau tidak.

Saya yang sudah bergabung dengan Goodreads tentu saja ikut ambil bagian dalam tantangan ini. Jangan tanya target saya, karena saya masih labil untuk menentukannya diawal tahun. Untung saja Goodreads memberikan kemudahan untuk revisi sehingga hasil akhir bisa dilihat di sini. Jumlah keseluruhan buku yang saya baca dan review ditahun ini adalah 88 buku, meningkat lima puluh buku dibanding tahun lalu. Langsung saja silakan klik judul bukunya untuk menuju halaman resensinya.

JANUARI

FEBRUARI

MARET

APRIL

AGUSTUS

OKTOBER

DESEMBER

Posting Bareng BBI 2016

Tahun 2016 ini, divisi Event dari Blogger Buku Indonesia menggelar tantangan Posting Bareng 2016 untuk para anggotanya. Durasi tantangan ini dimulai pada bulan Januari 2016 hingga Desember 2016. Sebagai salah satu member BBI, tidak afdhol dong kalau saya enggak ikutan. Terlepas bagaimana keberlanjutan saya menjalaninya, setidaknya saya kurang ikut meramaikan event khusus anggota eksklusif BBI ini *alibi. Sungguh disayangkan, ketidakcocokan tema PosBar dengan hasrat ataupun timbunan membuat saya hanya bisa mengikuti event ini pada bulan Maret 2016 pada tema #BBILagiBaca. Silakan klik judul bukunya untuk menuju halaman resensinya.

MARET

Comic Reading Challenge 2016

Seperti tahun 2015 yang lalu, tahun ini Shen Meileng juga mengadakan tantangan baca dan review komik berjudul Comic Reading Challenge 2016Mekanisme dan pelaksanaannya secara umum masih sama dengan tahun lalu. Hanya cara setor resensi dan indikator jumlah komik saja yang sedikit berbeda. Untuk tahun ini, level yang disediakan oleh Mei adalah tiga level yaitu Rookie (18 hingga 25 komik), Ultimate (25 sampai 34 komik), dan Supernova (lebih dari 35 komik). Seperti tahun lalu, saya memilih level paling awal terlebih dahulu yaitu Rookie. Apabila nanti bisa meningkat, saya update lagi. Bagi yang penasaran tentang syarat dan pelaksanaannya secara umum, saya cantumkan dibawah ini. Yang lebih rinci, silakan mampir ke blog Mei ya. Mari membaca dan meresensi komik!

  1. Peserta berdomisili Indonesia.
  2. Dimulai tanggal 1 Januari 2016 sampai 30 Desember 2016. Tanggal 31 Desember untuk merekap peserta serta untuk blog walking peserta. Untuk pendaftaran, dimulai dari 28 Desember 2015 sampai 18 Oktober 2016.
  3. Memposting challenge ini di blog dengan membuat direct link ke postingan ini dan memasang banner di atas pada side bar blog.
  4. Komik yang dibaca paperback/online, namun bukan berasal dari website gratis. Dan itu berarti Webtoon tidak diperbolehkan dalam challenge ini.
  5. Setiap postingan mencantumkan label ‘Comic Reading Challenge 2016′ agar mudah saat blog walking dan meninggalkan komentar.
  6. Wrap up challenge ini dilakukan 3 bulan sekali (Maret, Juni, September, Desember) dan pada masa ini akan dipilih satu orang yang reviewnya menjadi favorit yang akan diberikan hadiah berupa pulsa 25 ribu rupiah.
  7. Pada akhir tahun akan diundi pemenang tiap kategori yang masing-masing kategori mendapatkan uang tunai Rp.50.000,- dan pemenang akan diumumkan pada minggu pertama Januari 2017.
  8. Komik yang dibaca tidak terbatas hanya dari Jepang/Korea/Cina saja, tetapi dari seluruh dunia (Eropa, Amerika & Indonesia). Jika komik tersebut berseri, diharapkan mereview per buku (dari seri itu dimulai sampai selesai). Kalaupun komik serinya masih belum selesai ataupun mereview tidak sesuai dengan urutan seri tidak masalah
  9. Untuk kategori sendiri, masih tetap 3 kategori. Namun bedanya tahun ini jumlah entrinya jauh lebih sedikit dibandingkan tahun lalu. Dan tiap postingan, diharapkan mencantumkan banner kategori yang dipilih pada akhir postingan.
  10. Dan jika misalkan dalam pelaksanaan mereview nanti bisa melampaui kategori yang pertama dipilih, tidak perlu melapor. Lanjutkan saja, namun saat memposting review, banner kategori yang dicantumkan di akhir postingan harus dirubah & pada wrap up berikutnya, harus dijelaskan jika telah mengalami kenaikan kategori.

Meskipun saya tahu membaca komik tidak butuh waktu lama, tapi buanyak juga komik saya yang masih belum tersentuh. Untunglah bergabung menjadi member BBI bisa banyak memotivasi saya membaca timbunan itu. Apalagi komik sudah diperbolehkan di-review di blog. Di awal mengikuti tantangan ini, saya memilih level ROOKIE sebagai permulaan karena “hanya” meresensi 18 hingga 25 komik. Yah biar nggak terbebani banget lah ya untuk menyelesaikan review satu demi satu hehehe.

Update: Setelah berlalu sekitar dua bulan ditahun 2016, pada awal bulan Maret saya sudah meningkatkan level menjadi ULTIMATE dengan indikator resensi 25 hingga 34 komik. Hal ini dikarenakan saya telah memenuhi kriteria maksimal memmbuat resensi di level rookie hingga akhir bulan Februari. Semoga nanti bisa naik level lagi ya (aamiin), mengingat semangat meresensi harus dibuat konsisten agar tidak mudah kendor hehehe.

Update: Tidak seperti level pertama yang cukup jauh untuk dicapai, mengalami level kedua hanya bisa dirasakan sekejap saja (menurut saya). Buktinya, pada paruh akhir bulan Maret saya sudah mencapai level ketiga yaitu SUPERNOVA dengan meresensi 35 komik atau lebih dari itu. Praktis saya berada di level kedua tidak genap satu bulan lamanya. Jadi terhitung wrap up ini terbit, saya sudah permanen di level terakhir. yeay! Mari membaca dan meresensi sebanyak mungkin!

Untuk memudahkan (karena saya termasuk rada males #plak), saya membuat update wrap up yang digabung disini sekalian saja untuk satu tahun biar lebih mudah untuk diedit-posting ulang setiap saat hehe. Berikut daftar komik yang sudah saya buat resensi di blog ini untuk Comic Reading Challenge 2016. Silakan klik judul komik untuk menuju halaman resensinya masing-masing, atau bisa juga melalui menu Daftar Resensi.

JANUARI

FEBRUARI

MARET

APRIL

AGUSTUS

OKTOBER

DESEMBER

Reaching for A Star

coverreaching

Judul: Reaching for A Star

Komikus: Orihara Mito & Sakamoto Sayuri

Penerjemah: Lidwina Leung

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 208

Terbit Perdana: April 2006

Kepemilikan: Cetakan Pertama, April 2006

ISBN: 9789792303476

cooltext-blurb

“Aku ingin membahagiakan gajah-gajah Jepang.”

Hidup di tengah hewan-hewan yang dicintainya, Tetsumu memutuskan untuk menjadi pawang gajah. Dia membuang hidupnya untuk mengejar cita-cita mulia itu. Kecintaannya pada gajah memang luar biasa. Orangtua Tetsumu sendiri tidak bisa lagi mencegah keinginan anaknya setelah melihat semangatnya.

Inilah kisah seorang pawang gajah pertama di Jepang. Kisah yang mengharukan!

cooltext-review

Pawang gajah. Sebuah profesi yang cukup langka, bukan? Komik ini menyuguhkan sebuah cerita yang menyuguhkan tentang perjuangan seorang pawang gajah. Cerita bermula pada tahun 1983 di Jepang khususnya di Perfektur Chiba. Keluarga Ogawa adalah keluarga yang memiliki sebuah usaha bernama Perusahaan Ogawa Animal Production yang mengurusi berbagai binatang untuk keperluan-keperluan tertentu.

Perusahaan ini dipimpin oleh sang ibu bernama Saori Ogawa dan suaminya yang tidak diketahui siapa namanya namun biasa dipanggil Papa. Selain kedua orang tadi, keluarga ini juga terdiri dari Ibu Saori yang dipanggil A-chan, anak sulung Nori Ogawa atau Non-chan, anak kedua Tetsumu Ogawa atau Tetsu, dan si bungsu Maki Ogawa. Seiring berkembangnya cerita, Maki memiliki adik baru bernama Takao Ogawa atau Takkun dan Akane Ogawa.

Mereka punya ikatan batin yang kuat. Meskipun terpisah jauh, mereka akan langsung datang memberi bantuan kalau dipanggil. (Halaman 13)

Pada awalnya, kediaman Ogawa sudah banyak sekali dihuni binatang-binantang. Mulai dari simpanse, anjing, singa, macan, kuda, dan lain sebagainya. Namun, keluarga Ogawa harus merelakan kepergian beberapa hewan karena mereka akan kedatangan seekor gajah yang diberi nama Mikki. Meskipun Mikki “menggusur” hewan-hewan yang telah lama bersama keluarga Ogawa, lambat laun ia menjadi dekat dengan keluarga Ogawa, khususnya Tetsumu.

Berkat kecintaannya dengan Mikki dan dunia gajah, Tetsu berinisiatif mengikuti sekolah pawang gajah untuk anak-anak selama sepuluh hari di Thailand, tepatnya di propinsi Chiang Mai. Meskipun harus mengorbankan masa sekolahnya selama sepuluh hari, Tetsu justru mendapatkan pengalaman berharga tentang dunia gajah. Akhirnya selepas SMP ia tidak ingin bersekolah dan berniat menggeluti profesi pawang gajah.

Tetsu-chan bukannya ingin hidup enak. Di saat anak-anak seusianya belajar di bangku SMU, cuma bermain dan menghamburkan uang orangtua mereka… Dia malah bekerja banting tulang bergelimang lumpur dan keringat. (Halaman 89)

Kehidupan Tetsu sebagai pawang gajah sungguh sibuk. Mulai dari pemotretan satwa, menampilkan atraksi gajah di lapangan dekat rumah, hingga mengurusi berbagai keperluan hewan-hewan, khususnya gajah ia lakukan dengan sukarela. Meskipun demikian, Tetsu masih bsia mencicipi indahnya jatuh cinta dengan Murakami Emi, sang desainer yang usianya terpaut enam tahun lebih tua dari Tetsu.

Tentangan dari orang tua serta berbagai tekanan yang dihadapi Tetsu selama menjadi penanggungjawab satwa kerap ia terima. Namun demikian, Tetsu tidak pernah mengeluh. Ia percaya bahwa pekerjaannya adalah mulia karena memahami binatang sama berharganya dengan memahami sesama manusia. Bagaimana kisah kehidupan sang pawang gajah ini selanjutnya??

Bagus. Komik ini memang bagus. Seeprti yang saya bilang di atas, profesi pawang hewan khususnya pawang gajah memang jarang saya ketahui. Beruntung sekalis aya membaca komik ini karena banyak muatan pengetahuan tentang dunia gajah yang komikus berikan. Muai dari memahami kebiasaan gajah hingga cara mengendalikan gajah sesuai profesi pawang. Selain itu bagian ketika gajah Tetsu yang mengikuti syuting sebuah dorama membuat saya trenyuh.

Memang malang nasib para binatang yang terbunuh… Tapi lebih sakit lagi perasaan para pelatih mereka yang sudah mengkhianati kepercayaan para binatang itu… (Halaman 135)

Komik ini adalah hasil adaptasi dari sebuah novel yang ditulis berdasarkan kisah nyata. Ya benar, kisah Tetsu si pawang gajah pertama di Jepang memang nyata. Akhir cerita yang disuguhkan di komik ini juga nyata, terlepas dari berbagai dialog dan tokoh-tokoh lain yang secara fiksi hanya digunakan untuk membangun cerita. Yang jelas, semangat dan kegigihan Tetsu turut menginspirasi saya agar tidak menyerah memperjuangkan cita-cita.

Btw, rada nggak penting sih, tapi saya agak gimana dengan Saori Ogawa yang memiliki lima anak padahal ada kesibukan mengurus hewan-hewan yang banyak jumlahnya. Tapi saya juga agak benci dengan Saori yang terlalu mengurusi binatang dan melupakan hak anak-anaknya untuk berkomunikasi dan dekat dengan ibunya sendiri. Saya jadi mengerti perasaan Tetsu yang marah dengan ibunya sendiri karena ia tidak bisa bercerita akibat kesibukan ibunya yang padat.

Sayangnya, komik ini terkesan terlalu buru-buru dalam penyampaiannya. Saya memahami sih mungkin karena diangkat dari sebuah novel yang penjelasannya jauh lebih banyak dan detil dibandingkan goresan gambar yang memiliki keterbatasan halaman. Saya jadi ingin membaca versi novelnya karena hari-hari Tetsu selama di Thailand serta pekerjaannya menjadi pawang hewan masih banyak yang perlu diungkapkan lebih banyak.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Densha Otoko

coverdensha

Judul: Densha Otoko

Sub Judul: The story of the Train Man who fell in love with the girl, Hermes.

Komikus: Nakano Hitori & Ocha Machiko

Penerjemah: Widya Anggraeni

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 176

Terbit Perdana: Juli 2008

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Juli 2008

ISBN: 9789792318357

cooltext-blurb

Ikumi, karyawan biasa yang berpenampilan tidak menarik. Suatu hari ia menolong seorang gadis cantik di kereta bernama Hermes. Karena dia tidak percaya diri untuk mendekati Hermes… akibatnya, perasaan sukanya kepada gadis itu, jadi tidak tersampaikan. Sementara itu, teman-temannya di internet, membantu memberi dukungan kepadanya untuk tetap berusaha mendapatkan Hermes!

cooltext-review

Kisah cinta antara laki-laki dan perempuan yang pada awalnya tidak saling kenal adalah hal yang jamak diceritakan di komik-komik Jepang. Begitu pula pada komik Densha Otoko ini. namun ada yang membuatnya cukup berbeda dengan komik bertema serupa. Tokoh laki-laki di komik ini adalah seorang otaku anime. Istilah otaku secara harfiah adalah maniak. Keberadaan seorang maniak ini sesungguhnya ada dimana-mana, termasuk di Jepang.

Saiki Ikumi adalah seorang cowok berusia 22 tahun yang bekerja di sebuah perusahaan selama tiga tahun terakhir. Ikumi adalah otaku anime yang gemar sekali mengunjungi kawasan Akihabara untuk menggeluti hobinya sebagai seorang otaku diluar jam kerjanya. Selain itu, ia juga gemar berinteraksi dengan orang lain melalui Channel 2, sebuah chat room yang ada di internet. Ikumi merasa tak perlu malu karena ia tidak berjumpa langsung dengan orang-orang.

Suatu hari, dalam perjalanan pulang setelah bekerja, Ikumi melihat seorang pria tua di dalam gerbong kereta yang bertindak kurang ajar pada seorang gadis bernama Kohinata Mai. Sesungguhnya Mai tidak ingin ada keributan. Namun tindakan si pria tua membuat Ikumi secara reflek meneriaki pria itu sehingga mereka semua memberi kesaksian di pos kemanan stasiun berikutnya.

Hari ini aku boleh berkhayal, kan… Pertama kali dalam hidupku ada seorang gadis berterima kasih padaku… (Halaman 27)

Tak disangka, perjumpaan itu bukanlah yang terakhir bagi Ikumi dan Mai. Sebagai ucapan terima kasih, Mai mengirimkan tea set lengkap ke rumah Ikumi. Sebagai ucapan terima kasih balik, Ikumi mengajak Mai makan siang bersama keesokan harinya. Pucuk dicinta ulam tiba, kehidupan Ikumi sebagai seorang otaku yang tidak pernah mengenal dunia luar apalagi wanita perlahan-lahan mulai bergerak.

Ikumi tidak bisa apa-apa dalam menjajaki hubungan dengan Mai. Oleh karena itu teman-teman dunia maya di Channel 2 terus memberikan saran dan semangat keada Ikumi agar ia berhasil mendekati Mai. Selain mereka semua, ada pula Kiyomi, sahabat baik Mai yang bisa dikatakan adalah gadis yang ceplas ceplos dan menyenangkan. Dari mulut Kiyomi lah Ikumi mengetahui bahwa Mai sebenarnya telah memiliki kekasih.

Iya! Aku nggak akan memaafkannya! Dia cuma mau didengar, tapi nggak mau mendengar! (Halaman 75)

Perjuangan Ikumi mendapatkan hati Mai rasanya hancur lebur tatkala ia mendengar fakta tersebut. Meski awalnya ia hendak menyerah, kehadiran teman-teman di Channel 2 tetap membuat Ikumi bertahan dan tidak putus asa. Bagaimanakah akhir kisah Ikumi dan Mai? Appakah awal pertemuan mereka di kereta akan berakhir sia-sia tanpa kebahagiaan yang hakiki?

Well, Densha Otoko ini adalah komik dengan cerita yang sangat manis. Saya suka bagaimana komikus membuat tokoh Ikumi berkembang dan perlahan-lahan meninggalkan dunia otaku dan berhadapan dengan kehidupan nyata. Tidak mudah memang, namun akhir kisah yang sudah sangat bisa ditebak membuat saya larut mengikuti perjuangan Ikumi dalam menuruti perasaannya sendiri.

Sayangnya, komikus (dan pengarang) gagal membuat tokoh Ikumi sebagai seorang otaku. Saya berpendapat bahwa otaku adalah orang yang sangat maniak dan tidak bisa bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Sedangkan Ikumi? Ia memiliki kehidupan yang normal, memiliki keluarga yang perhatian, bahkan bisa bekerja di sebuah perusahaan selama tiga tahun. Menurut saya itu bukanlah otaku yang sesungguhnya.

Saya tidak akan berbicara tentang perkembangan hubungan Ikumi sejak di gerbong kereta hingga akhir cerita. Namun saya salut sekali dengan dukungan dan semangat para chatter di Channel 2. Mereka semua memang banyak, bahkan tidak ada namanya, namun justru mereka semua tidak membiarkan Ikumi menyerah. Mereka adalah potret sahabat yang baik. Meskipun tidak pernah berjumpa satu sama lain, tidak salah apabila Ikumi mengikuti nasihat-nasihat mereka.

Dalam percintaan, yang dibutuhkan bukanlah bakat… Tapi usaha! (Halaman 118)

Sebagai komik romance, ceritanya memang a little too good to be true sih. Yah tapi mungkin memang seharusnya seperti itu. saya tidak akan berkomentar banyak lagi. yang jelas kalau saya berada di Channel 2 juga, saya tidak akan ragu mendukung Ikumi hingga akhir untuk berjuang mendapatkan hati Mai.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Angel Duster

coverangel

Judul: Angel Duster

Komikus: Sakurai Susugi

Penerjemah: Widya Anggraeni

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 177

Terbit Perdana: September 2007

Kepemilikan: Cetakan Pertama, September 2007

ISBN: 9789792313574

cooltext-blurb

Para malaikat yang diturunkan ke dunia punya misi menyelamatkan manusia sampai tanggal 24. Dalam hujan yang deras, sesosok malaikat bertemu dengan seorang pemuda yang terus menunggu di tempat yang dijanjikan. Sebuah kisah yang lembut di malam kudus!

cooltext-review

Pada bulan terakhir tahun 2016 ini, saya ingin menutupnya dengan menyuguhkan beberapa reiew komik one-shot alias komik yang langsung tamat. Sedangkan komik-komik saya yang lain yang tipe serial ataupun ceceran jilid yang terpisah akan saya tuliskan untuk tahun 2017 nanti. Salah satu komik one-shot yang saya tayangkan pada postingan kali ini adalah komik dari Jepang berjudul Angel Duster.

Komik ini berisi lima cerita pendek yang masing-masing cerita memiliki kisah dan tokoh yang berbeda. Kisah pertama tentu saja Angel Duster. Bersetting pada malam Natal 24 Desember, ada seorang(?) malaikat dari langit yang turun ke bumi dan bertugas membantu manusia yang mengalami kesulitan. Malaikat berwujud gadis muda ini sesungguhnya sejak enam hari yang lalu berada di bumi. Namun, ia belum menemukan target manusia yang tepat untuk ditolong.

Pertemuannya dengan seorang pemuda yang menunggu di sudut kota pada malam bersalju membuat si gadis malaikat (saya sebut GM saja) tertegun. Si pemuda yang menunggu (saya sebut PM) ini sedang menanti seorang gadis. GM seharusnya tidak bisa dilihat oleh manusia. Namun, entah kenapa tiba-tiba PM bisa melihat GM dan mengusir GM yang hendak membantu PM. Saya merasa cerita pertama ini benar-benar menyebalkan.

Aku tak tahu bagaimana membuat manusia gembira, juga tak pernah berpikir untuk menyelamatkan manusia. Aku ingin punya arti eksistensi sebagai malaikat… meski hanya sekejap. (Halaman 30)

Tokoh yang nggak jelas namanya siapa aja benar-benar membuat saya kesal saat menuliskan review ini. kan menyulitkan saya dalam mengarahkan pembaca ke tokoh yang saya maksud. Selain itu durasi halaman yang seharusnya bisa dimanfaatkan komikus untuk mengemas cerita yang padat nan berisi justru disia-siakan. Kalau boleh saya katakan, cerita Angel Duster ini memanjangkan hal tak berguna dan justru menghilangkan hal penting. Intinya begitu.

Superlovers in The Sun adalah cerita kedua. Tidak seperti amarah saya ketika membaca cerita pertama, kisah kedua ini jauh lebih baik. Saya Koito adalah siswi SMA yang lahir dari perkawinan manusia dan makhlk penghisap darah (yah, sebut saja vampir). Oleh sebab itu, Koito sangat benci musim panas karena ketika ia bersekolah harus berjumpa dengan sinar matahari.

Saking tidak kuat dengan matahari, Koito sepanjang hari tidur di klinik sekolah. Malam harinya? Ia memangsa darah pemuda hidung belang yang menggodanya. Tak disangka kelakuan Koito diketahui Takewaka, teman sekelasnya yang tiba-tiba mengajaknya berpacaran selama satu bulan. Koito menerima tawaran Takewaka agar ketika satu bulan telah berakhir, Koito bisa kembali pada kebiasaan lamanya tanpa diganggu Takewaka. Benarkah begitu?

Setelah menghisap darah mereka, kubuat mereka tidur pulas dengan cara hipnotis. Mereka takkan ingat lagi. (Halaman 52)

Unik sekali tokoh Koito ini. Gadis vampir yang tidak suka matahari justru bersekolah pada musim panas yang akhirnya hanya tidur di klinik sekolah. Saya suka pada kejadian mengenaskan Koito karena kebodohannya sendiri. Selain itu hari-hari “berpacaran” antara Koito dan Takewaka juga menarik untuk disimak. Apalagi ketika menjelangg akhir cerita, Koito mengkhianati janjinya pada Takewaka. Namun, kegigihan Takewaka berakhir manis.

Cerita ketiga adalah Cat in The Boat yang lagi-lagi menurut saya terlalu ajaib. Ajaibnya apa? Gini ya, seorang (lagi-lagi) gadis remaja bernama Sawako pada pagi hari Natal menemukan seekor kucing yang bisa berbicara di sepatu boot hitam di samping tempat tidurnya. Sawako tidak tahu bagaimana asal muasal si kucing bisa ada di kamarnya.

Berlanjut di sekolah, Sawako memiliki musuh bebuyutan bernama Hachiouji. Dia ini tipikal cowok tampan dan kaya raya yang suka menggoda Sawako dengan memanggilnya Sabako. Status Sawako sebagai anak tukang ikan yang kerap membawa bekal berbagai olahan ikan tak luput menjadi bahan godaan Hachiouji. Tidak perlu saya ceritakan lagi ya bagaimana akhir cerita ini.

Tapi, anak tukang ikan tak mungkin jadian dengan seorang pangeran yang benci ikan. Itu sebabnya aku tak pernah berpikir untuk mengutarakan perasaanku. (Halaman 99)

Sudah tahu betapa ajaibnya cerita ketiga ini? Ya benar, ceritanya benar-benar FTV dan too good to be true. Ditambah keajaiban si kucing yang bisa berbicara dan sanggup melakukan hal ajaib juga membuat saya sesebal membaca kisah pertama. Ending cerita yang melibatkan Hachiouji dan Sawako melengkapi kejengkelan saya. Sikap Hachiouji yang tiba-tiba berubah membuat saya ingin protes pada sang mangaka.

Fake Romance sebagai cerita keempat menurut saya tidak terlalu buruk. Alkisah ada seorang siswa SMA bernama Koyuki Sonokawa. Ia bertetangga dengan kakak kelasnya bernama Kuma Yoshiharu. Mereka berdua adalah teman sejak kecil sehingga mereka sangat dekat layaknya orang berpacaran. Ketika dalam perjalanan berangkat sekolah, Koyuki menerima pelecehan seksual di bis. Melihat hal itu, Kuma meminta Koyuki pura-pura menjadi pacarnya.

Koyuki menerima ajakan itu karena ia merasa Kuma bisa diandalkan dalam melindungi dirinya. Pun demikian dengan Kuma yang merasa berura-pura pacaran bisa menghalau cewek-cewek yang ingin mendekatinya, termasuk Miyano, teman seangkatan Kuma. Status pura-pura pacaran ternyata tidak berlangsung mulus. Beberapa kejadian yang mengguncang batin Koyuki harus membuatnya mengambil keputusan yang melibatkan Kuma. Bagaimana akhirnya?

Kalian ini teman sejak kecil, tapi hubungan kalian terlalu dekat. Lagipula, aku tak suka melihat Kuma bersama orang lain. (Halaman 145)

Oke. Cerita ini sebenarnya seru. Pura-pura pacaran demi alasan masing-masing pihak memang menarik. Trauma yang dialami Koyuki memang harus dilindungi agar tidak terjadi lagi. Kuma sebagai teman Koyuki sejak kecil tentu saja tidak akan membiarkan hal itu menimpa tetangganya itu. Apalagi Kuma juga gerah terus didekati cewek-cewek. Yang saya pertanyakana dalah, mengapa harus pura-pura pacaran sih? Wong ya mereka sama-sama demen. Zzzz!

Dust Box adalah cerita terakhir yang sangat singkat cerita ini adalah lanjutan dari cerita Angel Duster. Durasi halaman yang sangat sedikit dan saya rasa tidak ada menarik-menariknya membuat saya tidak akan membicarakannya lebih lanjut. Akhir kata secara keseluruhan komik ini mungkin disukai para perempuan. Tapi saya tidak suka. Nggak tahu lagi kalau Mas Anang. Cmiiw. Sampai jumpa lagi dilain kesempatan.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Shimokita Sundays

covershimokita

Judul: Shimokita Sundays

Komikus: Ishida Ira & Katsuma Ayahito

Penerjemah: Widya Anggraeni

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 192

Terbit Perdana: 2010

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2010

ISBN: 9789792343670

cooltext-blurb

Di klub teater super miskin yang sudah berdiri selama belasan tahun, “Shimokita Sundays”, tiba-tiba muncul seorang gadis cantik bernama Satonaka Yuika. Dia amatir, belum kenal dunia, tapi akan mengubah takdir Shimokita Sundays!

cooltext-review

Shimokita Sundays selain sebagai judul komik ini, juga merupakan sebuah nama grup teater di Jalan Shimokita. Shimokita Sundays telah berdiri sejak sebelas tahun silam dan memiliki delapan orang anggota. Ya benar, hanya delapan anggota meskipun Shimokita Sundays telah sangat lama bermain teater. Tak heran para anggotanya sudah berusia dewasa semua. Hingga suatu hari muncul Satonaka Yuika yang ingin bergabung dengan Shimokita Sundays.

Empat chapter yang disuguhkan di Shimokita Sundays ini terasa padat. Bab awal dibuka dengan kehadiran seorang gadis berusia 18 tahun yang baru berkuliah di Universitas Tokyo yang ingin menjadi bagian grup teater Shimokita Sundays. Tak pelak kemunculannya yang tiba-tiba membuat seluruh anggota histeris dan terkejut bukan main. Akutagawa Tsubasa, sang ketua sekaligus sutradara Shimokita Sundays langsung menerima Satonaka dengan baik.

Date Chimei, aktris utama sekaligus kekasih Akutagawa tidak menyambut baik keputusan pacarnya itu dengan menerima Satonaka. Bahkan si ppenari kabaret ini memaksa Satonaka menjual 30 tiket pertunjukan Shimokita Sundays berikutnya yang bernilai total 84 ribu yen. Namun, dengan bodohnya Satonaka menyerahkan uang sakunya sebesar 90 ribu yen kepada Chimei dan meminta Chimei tidak perlu khawatir dengan tiket.

Oh iya, para anggota Shimokita Sundays berasal dari profesi yang berbeda-beda lho. Sebut saja Yoshida Candy yang bekerja pada jasa pindahan rumah. Ada Ohsugi Jō yang menjadi pembawa acara televisi. Lelaki gendut yang doyan makan bernama Sanbo Gen adalah seorang kontraktor. Selain itu ada Terashima Reiko yang bekerja menjadi penulis skrip acara dewasa. Oh iya, ada lelaki muda anak orang kaya bernama Yagami Seiichi yang hobi membuat kue.

Berdiri aja sudah menghalangi pandangan dan perhatian penonton, tahu! Bagaimana kalau kamu mengganggu mereka berdua?! Peran berdiri dia aja susah! Konsentrasi! (Halaman 36)

Sayangnya, sambutan hangat semua mayoritas anggota Shimokita Sundays tidak membuat perjalanan Satonaka di grup teater itu berjalan mulus. Waktu latihan yang hanya tiga minggu sebelum pertunjukan membuatnya sering dimarahi oleh Akutagawa. Sampai-sampai ia mengurung diri di toilet karena merasa Shimokita Sundays bukanlah jalan keluar yang tepat atas kegelisahannya selama ini.

Meski awalnya penuh lika-liku, pertunjukan perdana Shimokita Sundays setelah bergabungnya Satonaka bisa dibilang sangat sukses. Sebelas tahun terjebak dalam kondisi keuangan grup yang defisit, akhirnya mereka bisa merasakan gaji perdana dari penampilan teater. Hubungan Satonaka dan Chimei juga membaik. Sayangnya, bulan madu telah usai dan mereka semua harus menghadapi tantangan baru. Berhasilkah?

Saya suka komik ini. Dunia teater yang diangkat memang benar-benar nyata. Bahkan sang komikus sampai riset mendalam pada grup teater sungguhan di Jepang. Pantas saja lika-liku dan pengetahuan tentang teater dari Akutagawa terasa sungguhan. Apalagi grup ini adalah grup umum, bukan grup atau klub sekolah yang biasa saya jumpai. Meskipun demikian, para anggota terlihat sangat niat dalam mengembangkan Shimokita Sundays.

Oh iya saya sampai lupa, sesungguhnya ada satu orang anggota lagi di Shimokita Sundays, dia adalah Emoto Akiko. Namun, dia tidak terlibat dalam pertunjukan lagi karena merasa sudah terlalu tua sehingga ia bertugas dalam hal administrasi dan keperluan para pemain. Kehadiran Emoto memang tidak terlalu dominan. Namun justru dengan adanya tokoh Emoto membuat persepsi saya tentang manajemen grup benar-benar riil.

Untuk konflik yang disuguhkan juga tidak main-main. Masalah internal antar anggota, masalah keluarga pribadi, hingga masalah besar yang akan mengguncang eksistensi Shimokita Sundays membuat saya tertarik mengikuti komik ini hingga tuntas sekali duduk. Meskipun terkesan tiba-tiba dan terlalu kebetulan, saya suka komikus mengemas konflik-konflik yang ada menjadi bermakna dengan penyelesaian masing-masing.

Satu-satunya kekurangan yang saya amati adalah durasi komik yang kurang panjang! Hahahaha. Soalnya saya masih penasaran awal mula Shimokita Sundays terbentuk, bagaimana para anggota mulai saling kenal dan bergabung, hingga perjalanan karir Shimokita Sundays selama sebelas tahun sampai defisit anggaran. Tapi mungkin memang lebih baik biarlah begini saja tanpa perlu dippanjang-panjangkan lagi.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Thank You

coverthank

Judul: Thank You

Komikus: Bob Raigen

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 204

Terbit Perdana: 2009

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2009

ISBN: 9789792745306

cooltext-blurb

Will Zionlight, seorang bocah polos yang menjalani kehidupan bahagia bersama teman-teman dan keluarganya. Namun, nasib berubah. Secara tiba-tiba menjadikannya harus berjuang dan tumbuh dewasa dalam kepahitan. Will tidak bisa menerima kenyataan ini. Akan tetapi, di tengah dunia yang kejam ini, hadir seorang gadis kecil yang mempu menyadarkan Will akan arti hidupnya…

cooltext-review

Selamat sore semuanya. Yak masih dengan rutinitas saya memposting review komik, kali ini saya akan mengulas sebuah judul komik hasil karya anak bangsa Indonesia. Yep, setelah berkali-kali menikmati karya orang luar negeri, sesekali boleh lah ya saya mengulas satu judul asli buatan anak negeri kita tercinta ini. Hitung-hitung turut mendukung dunia perkomikan Indonesia hehehe.

Thank You ini terdiri atas sembilan chapter langsung tamat tanpa ada jilid berikutnya. Senang sih membaca komik tipe one shot begini, soalnya tidak perlu menyisakan rasa penasaran akan kelanjutannya. Kalau toh memang ada sekuel atau spin-off, kehadirannya tidak berkaitan langsung dengan komik yang sudah ada. Oh iya karena banyaknya chapter, saya tidak akan membahas semuanya ya.

Komik ini dibuka dengan kehidupan masa kecil Will Zionlight, seorang anak dari keluarga pengusaha Zionlight yang memiliki aset tak ternilai. Will kecil bersahabat dengan Ellie Chrisbell dan Jason Crusadio. Ketiganya sering bermain basket di lapangan dekat apartemen milik keluarganya. Komplek apartemen itu dibangun eksklusif dan hanya keluarga ataupun relasi dekat orang tua Will yang boleh tinggal di sana, termasuk Steve Zionlight, paman Will.

Tragedi besar yang meluluhlantakkan apartemen ketika hari ulang tahun Ellie membuat Will harus berjuang sendiri sejak saat itu. Cerita langsung meloncat ke masa berikutnya ketika Will telah tumbuh dewasa dan menjadi seorang polisi yang tangguh. Ia berpartner dengan Florene Healle, polwan muda yang sering mengkhawatirkan Will karena kasihan apabila Will terus menerus memikirkan tragedi masa kecilnya.

Adam Healle sebagai kakak Florene sekaligus rekan seprofesi Will tidak bisa berkata apa-apa. Ia mengerti apa yang Will rasakan, sehingga membiarkan Will mencari kebenaran adalah bentuk perhatian yang ia berikan. Meski demikian, suatu hari muncul Dave Steadhope, anak kecil yang tersesat dan meminta bantuan Will mengantar ke sekolah. Sejak saat itu mereka berdua sangat dekat dan Dave bercita-cita menjadi polisi karena sangat mengagumi Will.

Segala kriminalitas harus dibasmi agar nggak ada lagi yang bernasib seperti kita! (Halaman 54)

Suatu hari, Will mengetahui fakta mencengangkan tentang keterlibatan Sebastian, atasan Will di kepolisian, Steve Zionlight, dan Crux, bos besar geng mafia di kota tempat tinggal Will. Diliputi amarah yang teramat besar, Will berbuat nekat dan meninggalkan dunia kepolisian. Ia lantas bergabung dengan geng mafia tersebut dan mengubah nama menjadi Will Volttide.

Tepat ketika ia berhasil membalaskan dendam, muncul seorang gadis perempuan bernama Kit Zionlight. Entah kenapa, Will merasa tidak bisa meninggalkan Kit. Oleh karena itu kali ini ia harus kabur dari kejaran geng mafia sekaligus tidak menampakkan diri di hadapan polisi agar keberadaannya tidak ketahuan. Bagaimana nasib Will selanjutnya bersama Kit?

Kegelapan selalu saling mengincar nyawa masing-masing. Sekarang giliranmu menghadapi kematian!! Kali ini, kau nggak akan bisa lolos lagi!! (Halaman 102)

Aaaaaargh. Kagum. Ya benar, saya kagum sekali dengan Bob Raigen karena berhasil membuat cerita dan gambar yang tidak ketahuan kalau ini adalah hasil karya anak bangsa. Nama para tokoh yang nggak ada Indonesia-Indonesianya, dunia “hitam” yang jarang sekali dijumpai di Indonesia, serta adat budaya yang tidak biasa ada di Nusantara ini seakan memang menegaskan bahwa setting yang digunakan memang bukan di Indonesia.

Awalnya saya merasa agak aneh dengan nama para tokoh yang kebule-bulean. Tetapi lambat laun seiring cerita sekaligus melihat perawakan sang tokoh, saya harus mengakui bahwa nama—nama tersebut memang cocok sekaligus unik digunakan. Bisa lah jadi alternatif nama anak saya kelak #eh. Selain itu adegan berantem dan tembak menembak tetap terasa tegang meskipun Bob membuat adegan itu sehalus mungkin tanpa pertumpahan darah di mana-mana.

Bagaimana dengan akhir ceritanya? Aduh saya nggak mau spoiler, namun saya amat tersentuh dengan perjuangan Will. Meskipun Bob tidak mengupas dengan tuntas tokoh Will ini, saya merasakan bagaimana rasa dendam ataupun rasa sedih Will ketika dewasa. peran tokoh lain di lingkungan Will turut berarti dalam membangun emosi saya sebagai pembaca. Oh iya, kemunculan tokoh anak-anak yang lucu menjadi nilai plus juga untuk komik ini.

Di penghujung kisah, Bob sempat menuliskan bahwa Thank You atau Terima Kasih adalah ucapan umum dan sederhana namun menyimpan arti yang begitu mendalam. Oleh karena itu ia membuat cerita ini dan menjadikan Thank You sebagai judulnya. Saat saya menyelesaikan komik ini, saya memahami tentang Thank You yang dimaksud Bob.

Saya paham tentang rasa terima kasih dari Will, dari Florene, dari Kit, dari Dave, dan dari semua tokoh yang ada. Mereka berterima kasih atas segala hal yang mereka dapatkan dari orang lain. Memang seharusnya seperti itu. sebagai manusia, rasa terima kasih harus tetap disampaikan kepada siapapun yang memberikan hal sekecil aapun untuk kehidupan kita. Well done, Bon and Will!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Trafficker (Jilid 1)

covertrafficker1

Judul: Trafficker (Jilid 1)

Komikus: Mitsunaga Yasunori

Penerjemah: Widati Utami

Penerbit: Level Comics

Jumlah Halaman: 220

Terbit Perdana: 2008

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2008

ISBN: 9789792715347

cooltext-blurb

Ayano dan Shuta adalah kurir bermotor legendaris dari komunitas bawah tanah. Dengan menunggangi Ducati merah, mereka menyanggupi mengantar barang apa saja selama muat di motor dengan tepat waktu sesuai permintaan. Tak ada kata mustahil dan tak pernah gagal. Hanya saja, tarif jasa mereka mahal sekali, lho!

cooltext-review

Halo, selamat siang. Kali ini lagi-lagi saya menyuguhkan resensi judul baru dari sebuah komik yang masih berasal dari Negeri Sakura. Setelah beberapa lama saya berkutat pada tema komik yang diluar masa kini dengan entah kapan waktu kejadiannya dan entah berada dimana lokasinya, sekarang saya akan mengulas komik yang bersetting masa kini dengan segala hal yang terjadi di masa sekarang. Alhamdulillah ya..

Komik ini terdiri dari lima bagian yang secara umum masih berupa perkenalan dan belum ada konflik besar yang berarti. Uniknya, judul setiap chapter selalu diawali dengan R/M. mengingat tema besar komik ini adalah tentang dunia kurir paket dengan sedikit bumbu berkendara di jalan raya, saya menduga pemakaian R/M ini apakah mengacu pada rotation per minute? Entahlah. Hingga akhir jilid perdana inipun saya tidak tahu jawabannya.

Chapter pertama berjudul The Trafficker yang sama dengan judul seri ini. Adalah seorang siswa kelas 3 SMA bernama Shuta Mikoshi yang bekerja bersama seorang gadis muda bernama Ayano Shiomizaka di sebuah agen pengiriman paket bernama Kurir Kilat Cup Cup. Agen ini bisa dianggap ilegal karena tidak ada ijin resmi. Namun demikian, agen Kurir Kilat Cup Cup dianggap sebagai legenda karena bisa mengantarkan paket dengan amat cepat.

Klien pertama Kurir Kilat Cup Cup adalah seorang bapak-bapak yang ingin mengirimpak sebuah paket kepada anak gadisnya yang berada di Bandara Narita. Jarak kantor Kurir Kilat Cup Cup ke Bandara Narita yang sangat jauh diperkirakan menghabiskan waktu dua jam apabila naik mobil. Masalahnya, pesawat sang anak akan lepas landas dalam waktu satu setengah jam lagi. Wah, bagaimana cara Shuta mengantarkan paket itu tepat waktu ya?

Anak itu terjun bebas tanpa ragu, mengikuti komando wanita ini! sulit dipercaya! Hubungan yang saling percaya satu sama lain. (Halaman 20)

Kid Napping adalah judul chapter kedua. Kali ini bukan lagi pengiriman paket seperti biasa, namun kedatangan polisi secara tiba-tiba di kediaman Ayano sungguh mengejutkan. Polisi tersebut ternyata tidak ingin menangkap Ayano dan Shuta, melainkan meminta bantuan Kurir Kilat Cup Cup untuk mengantarkan uang tebusan ke penculik Yuna Sakiguchi, bocah kelas 5 SD. Meski awalnya menolak, tangisan ibu Yuna membuat Shuta bersedia. Waduh!

Dia sama-sama dari komunitas bawah tanah seperti kita… DIa tak mungkin mau terlibat dengan polisi. Semuanya berada dalam genggaman kita. Kalau serah terimanya selesai, bunuh sandera dan siap-siap untuk kabur!! (Halaman 68)

Chapter ketiga mengambil judul Limbo Dance. Pada bagian ini menyuguhkan dunia lomba lari marathon yang diikuti oleh atlet perempuan Jepang bernama Naomi Hodaka. Sebenarnya sih Naomi tidak terlalu menjadi tokoh pusat, melainkan seorang polisi bermotor bernama Masayoshi Kajiki yang menjaga perlombaan itulah yang menjadi bibit konfliknya dengan Kurir Kilat Cup Cup karena kelalaian Shuta mengganggu perlombaan gadis pujaan Masayoshi.

Sejujurnya, kami sebagai polisi kesulitan menghadapinya… Intinya dia bajingan! (Halaman 101)

Help Me Daddy merupakan judul chapter keempat. Tokoh tambahannya adalah gadis teman sekelas Shuta di sekolah bernama Nazuna Sawamatsu. Dia ini suka sekali mengendarai motor mahal milik ayahnya yang kebetulan sedang bekerja di Amerika. Kecintaan ayahnya pada motor membuatnya muak dan berpikir bahwa laki-laki yang suka mengendarai motor adalah lelaki yang tidak berguna. Ketika ia berjumpa dengan Shuta, ia merasa harus mengalahkannya.

Aku tak bisa menahan diri untuk tak bertarung dengannya. Perasaan ini… Kejengkelan ini… Tak bisa kutahan lagi! (Halaman 149)

Chapter terakhir adalah Tandem Seat, yang menyuguhkan klien Kurir Kilat Cup Cup seroang selebriti muda bernama Nanami Mukojima. Awalnya Nanami terpaksa menggunakan jasa Kurir Kilat Cup Cup pesanan manajernya, Pak Terai, agar ia dapat tiba ke lokasi syuting berikutnya dengan cepat. Meski awalnya merepotkan Nazuna, Nanami terpaksa menyewa jasa Shuta lagi karena ingin menghindari wartawan yang kepo dengan urusan asmaranya.

Nanami, kau juga harus minta maaf! Kita ‘kan yang sudah minta tolong padanya. Jadwalmu nanti jadi berantakan. Nanami! Kalau memang artis profesional, kau harus bisa bersabar!! (Halaman 181)

Baguuuuus. Saya suka komik ini. Alurnya cepat, tokohnya mudah disukai, dan idenya segar alias tdiak biasa. Pertama tentu saja legenda Kurir Kilat Cup Cup yang bisa mengantarkan paket secepat mungkin tanpa terlambat membuat saya bertanya-tanya, bagaimana mungkin? Ternyata baru terungkap trik yang digunakan Shuta sang pengendara motor dalam menunaikan tugasnya.

Oh iya, secara hukum Shuta ini sudah boleh mengendarai motor lho. Karena dia sudah memiliki SIM. Sayangnya berkendara dengan cepat di jalan raya dengan model ala pembalap seperti itu tanpa menggunakan helm membuat saya khawatir dengan keselamatannya. Kenapa Ayano tidak membelikan helm sih? Apa lagi Ayano tidak mau menambah personil lagi dalam Kurir Kilat Cup Cup ini. Hmm menyebalkan.

Oh iya, saya suka juga dengan secuplik perhitungan dalam ilmu fisika dan matematika pada chapter pertama komik ini. Soalnya nyeni aja gitu ada sejumput perhitungan sebelum Shuta berangkat mengantarkan paket. Kan jadi seolaholah apa yang dilakukan Shuta benar-benar masuk akan dan tidak berbahaya. Padahal…baca sendiri aja ya! Hehehe. Ets, jangan lupa juga love-interest Nazuna ke Shuta (sepertinya), bakalan bagus kayaknya.

Selain lima chapter diatas, ada komik bonus beberapa halaman tentang dunia di belakang layar komik ini. Komik bonus ini menyuguhkan si mangaka, Mitsunaga Yasunori, yang ternyata memiliki hobi berkendara motor. Kebiasaannya adalah touring ke kota lain bersama teman-temannya. Hingga suatu ketika ia hampir menemui ajal ketika berkendara tengah malam di pegunungan tanpa penerangan. Wow! Salut juga dengan mangaka ini sangat menjiwai hehehe.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

King of Bandit Jing (Jilid 1)

coverjing1

Judul: King of Bandit Jing (Jilid 1)

Komikus: Kumakura Yuichi

Penerjemah: Alex Pribadi

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 216

Terbit Perdana: Mei 2003

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Mei 2003 

cooltext-blurb

Dari bintang yang berkilauan sampai anggur berharga, pasti bisa dicurinya. Dialah King of Bandit Jing. Sasaran Jing kali ini ialah harta terkenal di Kota Bandit, Double Mermaid. Selain itu, Kapal Hantu serta Anggur Penghenti Waktu. Juga menarik perhatian Jing dan Kir.

cooltext-review

Dalam dunia komik, saya rasa tidak ada lagi istilah baik dan buruk. Keberpihakan pembaca pada sisi baik dan buruk ditentukan oleh sang tokoh utama. Suatu hal yang dianggap buruk, bisa saja justru “didukung” oleh pembaca karena sang tokoh utama yang menjadi pusat cerita melakukan hal “buruk” tersebut. Sepperti cerita dalam komik yang akan saya bahas kali ini. mengisahkan seorang anak laki-laki bernama Jing yang sehari-hari menjadi seorang bandit.

Bandit? Jahat dong! Hmm, meskipun sesungguhnya ia melakukan hal “buruk”, peran Jing yang menjadi tokoh utama membuat saya mengikuti keseharian Jing bersama burung sahabatnya, Kir, mencuri barang-barang dari penjuru negeri. Komik ini terdiri dari empat chapter yang masing-masing mengisahkan perjalanan Jing dan Kir dari satu kota ke kota yang lain dalam rangka mencuri barang-barang berharga.

Chapter pertama berjudul Kota Bandit. Sesuai judulnya, kali ini Jing dan Kir tiba di sebuah kota yang dipenuhi oleh berbagai macam bandit. Di kota ini, Jing dan Kir berniat mencuri sebuah barang berharga bernama Double Mermaid. Di tengah jalan, mereka berdua bertemu dengan Nenek Jingle yang memberi tahu letak Double Mermaid, yaitu di puncak menara batu yang dijaga ketat oleh Walikota Cognac.

Ngincar juga, ya? bahaya sekali, lho. Menara itu jadi ajang pertarungan para bandit yang mati-matian ingin mendapatkan double mermaid. (Halaman 21)

Chapter kedua berjudul Misteri Kapal Setan yang berlokasi di sebuah kota bernama Blue Hawaii. Kali ini Jing dan Kir dikejutkan dengan kemunculan Kapal Setan yang kerap meneror penduduk di lepas pantai kota ini. sayangnya, niat hati ingin mencari tahu kebenaran rumor tersebut, mereka berdua justru terlibat masalah dengan Rose, sang polwan muda kota Blue Hawaii.

Nggak, kok. sama sekali nggak ada tanda-tanda ada penjaga… Satu-satunya yang bergerak cuma jangkar yang mendengkur… (Halaman 95)

Ya benar, setelah menimbang-nimbang, Rose ikut bersama Kir dan Jing menyelidiki kapal setan itu. perjalanan mereka bertiga tertuang dalam chapter berjudul Keadaan Si Raja Bandit. Ketika mereka terancam, Kir, sang burung yang menemani Jing, bisa “menyatu” dengan Jing dan mengeluarkan jurus pamungkas bernama Kir Royal. Oleh karena itu, mereka bertiga dapat menyusup ke kapal setan yang ternyata adalah Kasino Morte Calon.

Di kasino ini, manusia tidak bermain dengan uang… Tapi uanglah yang mempermainkan manusia! (Halaman 135)

Chapter terakhir mengambil setting di kota Adonis alias Kota Waktu. Pada cerita yang berjudul Duel Maut di Kota Waktu ini, Jing dan Kir bermaksud mencuri harta bernama Anggur Penghenti Waktu. Sayangnya, kota ini bukanlah kota yang mudah untuk disinggahi. Jangankan mencuri, melewati penjaga gerbang Kota Waktu saja bagaikan pertaruhan nyawa. Semua ini tak lain dan tak bukan karena Kota Waktu sangat tidak menerima keterlambatan.

Kedatanganmu terlambat 2 jam 37 menit 29 detik dari jam kunjungan hari ini… Kembali saja nanti. (Halaman 170)

Bandit? Hmm bukan sebuah “profesi” yang umum disebutkan dimasa kini. Benar saja, setting waktu yang entah kapan dan tempat yang entah di belahan Bumi sebelah mana membuat profesi bandit sah-sah saja diberlakukan. Jangankan penggunaan kata, segala macam keanehan dan keganjilan juga normal-normal saja disuguhkan sepanjang cerita di komik ini.

Meskipun tema dan beberapa unsur komik ini mengingatkan saya pada beberapa judul lain, saya mencoba menepisnya. Saya memusatkan perhatian pada segi menariknya komik ini saja. Ternyata sukses! Saya suka dengan profesi Jing yang notabene masih anak-anak menjadi Raja Bandit, nama-nama unik kota dan harta incaran, serta konsep Kir yang “menyatu” dengan Jing saat menghadapi berbagai masalah,

Layaknya jilid pertama, berbagai hal di jilid kali ini hanyalah sebagai tahap perkenalan. Berbagai pertanyaan masih menggantung seusai saya menutup halaman terakhir komik ini. konsep 5W+1H masih berkecamuk menuntut jawaban. Sayangnya saya harus berpuas diri dengan akhir kisah yang bersambung. Untuk mengobati kekecewaan saya, ada halaman bonus berisi kumpulan sketsa awal beberapa tokoh yang cukup menarik. Sudah ya, bye bye!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus