Rss

Digimon 02 (Jilid 17)

coverdigimon0217

Judul: Digimon 02 (Jilid 17)

Komikus: Hongo Akiyoshi

Penerjemah: Rahmi Vanina K.

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 160

Terbit Perdana: Januari 2003

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Januari 2003

ISBN: -

cooltext-blurb

Courage

Friendship

Sincerity

Knowledge

Love

Miracle

Kindness

Hope

cooltext-review

Kali ini adalah jilid terakhir dari judul Digimon 02. Berbeda dengan jilid-jilid sebelumnya, jilid kali ini hanya terdiri dari dua kisah saja yang cukup panjang. Hal ini tidak mengherankan karena sejak awal satu kisah yang disuguhkan mewakili satu episde anime. Jadi total 50 episode anime terangkum dalam 17 jilid komik yang masing-masing berisi tiga kisah, kecuali jilid penutup ini.

Oh iya, dalam seri penutup kali ini, saya persembahkan pada mendiang Wada Kōji, sang penyanyi berbagai lagu dalam seri Digimon, yang telah tutup usia pada tanggal 3 April 2016 akibat penyakit kanker. Tdak bisa saya pungkiri bahwa ketika membaca komik khususnya adegan peperangan, suara khas Wada Kōji terngiang-ngiang dalam benak saya. Semoga engkau damai selalu, Pak :’(

Kisah pertama berjudul Armor Digivolve Terakhir. Kali ini keenam anak terpilih tidak lagi berhadapan dengan Arukenimon, melainkan Belialvamdemon, digimon sangat jahat yang bermaksud menguasai dunia nyata dan dunia digital. Sampai-sampai senjata pamungkasnya bisa membuat dunia lain sehingga mengelabui anak-anak terpilih.

Sayangnya, atau bisa saya katakan untungnya, dunia ciptaan Belialvamdemon ini membuat semua keinginan anak-anak terpilih bisa terkabul. Akibatnya, Ex V-mon, Fladramon, dan Lighdramon sebagai digivolve V-mon bisa muncul bersamaan. Tidak lupa Hawkmon bisa berdigivolve tiga kali dan menghadirkan Holsmon, Shurimon, dan Aquilamon.

Takeru juga tidak mau kalah dan turut menghadirkan Angemon, Pegasumon, dan Holyangemon. Iori juga ikut memanggil Digmon, Ankylomon, dan Submarimon. Terakhir, Hikari bisa membuat Tailmon digivolve menjadi Nefertimon dan Angewomon. Semua digimon itu dibantu Stingmon berusaha mengalahkan Belialvamdemon.

Kekuatan seperti ini harusnya belum cukup untuk mengalahkanku. Tapi bagaimana mungkin kalian bisa mengalahkanku? (Halaman 47)

Merasa terdesak karena Belialvamdemon semakin kuat, akhirnya keenam digimon melakukan DNA digivolve dan menghasilkan gempuran Imperialdramon (versi petarungnya Paildramon), Silphymon, dan Shakkoumon. Sayangnya semua serangan sia-sia belaka. Bahkan Belialvamdemon sudah membuat bumi terselimuti dengan kegelapan. Kalau terus dibiarkan, bumi akan musnah.

Kisah terakhir berjudul Dunia Digital Kami yang menghadirkan perjuangan anak terpilih lain dari seluruh dunia. Meskipun diselimuti oleh kegelapan, cahaya terang dari digivice para anak terpilih sanggup menuntun digimon lain guna menghadapi sang digimon iblis. Sayangnya, gempuran itu hampir sia-sia karena ada semangat yang pupus dari anak anak non-terpilih. Bagaimana akhirnya ya?

Huh! Gabungan seluruh pasangan digimon!? Aku tidak takut! Meskipun kalian semua bergabung, tetap bukan tandinganku! (Halaman 99)

Pada akhir kisah Digimon 02 ii, jujur saya akui saya kecewa. Karena Digimon 02 ini merupakan sekuel Digimon Adventure, saya jadi membandingkan ending masing-masing seri. Dan meskipun Digimon Adventure memiliki akhr kisah yang tidak terlalu jelas (sampai kemudian dilanjutkan di Digimon tri), namun ending seri kedua ini benar-benar antiklimaks.

Kalahnya Belialvamdemon yang hendak menguasai bumi dan dunia digital hanya karena hal sangat-sangat sederhana membuat saya gemas. Rasanya segala macam digivolve dan perjuangan mati-matian para digimon anak terpilih terasa sia-sia belaka. Mungkin karena saya yang tidak membaca secara lengkap sehingga tidak bisa mengerti alasan jelasnya? Enahlah.

Oh iya, jumlah anak terpilih yang amat sangat buanyak sekali dan tersebar di seluruh dunia meruntuhkan pemahaman saya pada seri Digimon Adventure. Saya kala itu hanya menganggap anak terpilih hanya ada tujuh orang (eh tambah satu dink). Namun melhat digivice para anak terpilih di seluruh dunia yang bentuknya sama dengan milik Taichi dkk, membuat saya berpikir eksklusifitas Taichi dkk tidak lagi terasa.

Oh iya, sedikit kejutan yang muncul di akhir kisah adalah adanya Gennai! Saya ingat rupa Gennai di Digimon Adventure yaitu kakek-kakek pendek dengan rambut putih dikuncir kuda, ternyata di Digimon 02 digambarkan masih muda. Wah wah, berbeda sekali. Akhir kata, epilog yang disuguhkan menggambarkan 25 tahun setelah peristiwa itu terjadi.

Kali ini digimon sudah hidup berdampingan dengan damai. Namun untuk bertemu, harus memasuki dunia digital lebih dahulu. Setiap anak terpilih dari seri Digimon Adventure dan 02 muncul dengan generasi penerus masing-masing (psst, ada yang menikah lho!) dan membuat akhir cerita semi menggantung dengan petualangan yang tidak pernah berakhir..

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Digimon 02 (Jilid 10)

coverdigimon0210

Judul: Digimon 02 (Jilid 10)

Komikus: Hongo Akiyoshi

Penerjemah: Rahmi Vanina K.

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 160

Terbit Perdana: September 2002

Kepemilikan: Cetakan Pertama, September 2002

ISBN: -

cooltext-blurb

Courage

Friendship

Sincerity

Knowledge

Love

Miracle

Kindness

Hope

cooltext-review

Era kekejaman Kaisar Digimon yang diperankan oleh Ichijouji Ken sekarang telah berakhir. Namun ternyata tidak hanya sampai di situ saja kekacauan yang terjadi di dunia digital. Semua ini dikarenakan oleh digimon jahat bernama Arukenimon yang menguasai menara kegelapan dan berusaha menghancurkan dunia digital.

Perangkap Serangga adalah judul kisah pertama dalam komik jilid ini. Ceritanya, keenam anak terpilih (ya benar, Ken tergabung dalam rombongan anak terpilih ini) mendapat undangan dari Arukenimon ke kediamannya. Merasa ini saat yang tepat mengalahkan lawan kuat tersebut, semua anak terpilih memasuki dunia digital.

Dengan menangkapnya, kita bisa menghentikan kekuatan kegelapan. (Halaman 18)

Baru juga masuk ke dunia digital, Ken, Iori, dan Daisuke diserang oleh sekumpulan Gokimon dan Kinemon di dalam rumah Arukenimon. Sedangkan Takeru, Hikari, dan Miyako diserang oleh Flymon. Wah, kira-kira mereka bisa meringkus Arukenimon tidak, ya?

Memasuki kisah kedua berjudul Arukenimon, Wanita Laba-Laba. Anak-anak kini berhadapan langsung dengan digimon berbentuk wanita yang kemudian berubah bentuk menjadi laba-laba besar. Takeru, Hikari, dan Miyako masih belum bisa kabur dari serangan digimon murka, akhirnya Ken, Iori, dan Daisuke yang menjadi sasaran.

Dengan mengganggu suara suling, kita bisa memulihkan para digimon. Iya, kan? (Halaman 68)

Tepat saat terdesak, Wormmon dan V-mon melakukan DNA digivolve dan berubah menjadi Paildramon. Sayangnya, ditengah pertarungan dengan Arkenimon tersebut, muncul Mumymon yang menyelamatkan Arukenimon dan membuat pertarungan tersebut berakhir sia-sia. Akhirnya anak-anak terpilih meninggalkan rumah Arukenimon.

Memasuki cerita ketiga adalah Wujud Kegelapan, Blackwargreymon. Diawali oleh Arukenimon yang berkeinginan membuat digimo jahat yang terbuat dari helai rambutnya dan menara kegelapan. Mumymon memberikan dukungan penuh kepada wanita digimon itu sebagai bentuk kecintaannya.

Digimon yang terbuat dari satu atau lebih menara kegelapan, pasti kalah! Kalau mau mengalahkan mereka, kita harus pakai 100 menara kegelapan, dong. (Halaman 122)

Yak, benar sekali. Akhirnya muncul digimon baru yang terbuat dari banyak menara kegelapan bernama Blackwargreymon. Seperti yang kia ketahui, Wargreymon adalah digimon yang sangat kuat. Dengan versi jahat bernama Blackwargreymon ini, Paildramon sebagai satu-satunya tumpuan untuk mengalahkannya pun tidak berkutik. Bagaimana akhirnya?

Satu hal yang saya sadari ketika membaca komik Digimon 02 ini, terlebih dengan kondisi loncat-loncat tidak berurutan, adalah saya lupa nama digimon! Huahahahak. Meski dulu saya sangat menyukai anime ini, tetapi ingatan anak usia SD tidak semuanya termigrasi ke usia masa kini. Beberapa kali saya lupa siapa nama beberapa digimon, lupa pula sebelum digivolve, digimon tersebut berasal dari digimon apa.

Adegan yang kurang nendang, misalkan saat bertarung, seperti ada yang hilang, adalah hal lain yang saya sayangkan. Seperti yang sudah saya ungkapkan pada resensi sebelumnya, komik yang mencuplik adegan anime memberi dampak patah-patah alias tiap panel tidak ada kesinambungan. Berbeda dengan komik asli yang memang digambar di atas kertas.

Selain itu, saya cukup bingung dengan metode membaca komik ini. Komik ini dibuka dari kanan ke kiri, namun bacanya dari kanan juga. Berbeda dengan komik kebanyakan yang dibuka dari kiri dan dibaca dari kanan ataupun dibuka dari kanan dan dibaca dari kiri. Saya tidak tahu apakah ini kesalahan penerbit ataukah dari sononya.

Berbicara mengenai tema cerita, sesungguhnya ceritanya amat sangat sederhana, karena pangsanya memang untuk anak-anak. Mengenai si baik melawan si jahat. Tapi satu hal yang membuat saya suka hingga sekarang adalah adanya digimon yang beraneka rupa dan digivolve yang berbeda jauh dari bentuk asalnya. Sampai jumpa pada resensi berikutnya~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Digimon 02 (Jilid 8)

coverdigimon028

Judul: Digimon 02 (Jilid 8)

Komikus: Hongo Akiyoshi

Penerjemah: Rahmi Vanina K.

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 160

Terbit Perdana: Agustus 2002

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Agustus 2002

ISBN: -

cooltext-blurb

Courage

Friendship

Sincerity

Knowledge

Love

Miracle

Kindness

Hope

cooltext-review

Setelah kekacauan yang diakibatkan oleh Kaisar Digimon usai, dunia digital kini bagaikan dunia yang baru dilanda bencana hebat. Para anak terpilih yang merasa turut ambil bagian dalam kerusakan akhirnya bertanggungjawab dengan membantu para digimon membangun kembali tempat tinggalnya. Kisah ini dituangkan pada bagian pertama berjudul Berevolusi! Ex V-mon!

Daisuke yang cemburu berat melihat keakraban Hikari dan Takeru menjadi uring-uringan. Selama di dunia digital, ia bermaksud membuat V-mon berdigivolve sehingga bertambah kuat, yang pada akhirnya membuat Hikari berpaling pada dirinya. Kegigihan Daisuke yang diimbangi dengan kejar-kejaran bersama Tortamon yang marah dan Digimon yang tiba-tiba menyerang akhirnya membuahkan hasil.

Kalau aku dalam bahaya, V-mon bisa digivolve dan menolongku. (Halaman 34)

Meninggalkan perubahan V-mon menjadi Ex V-mon, kisah kedua berjudul Digivice Dipengaruhi Dunia Kegelapan justru difokuskan pada mantan Kaisar Digimon yang telah sadar dan kembali ke dunia nyata. Ichijouji Ken yang masih terbaring akibat terlalu lama di dunia digital membuat kedua orang tuanya sedih. Meskipu demikian, Ken masih bisa berpikir dan bahkan sempat bermimpi.

Ken bermimpi tentang mendiang kakaknya, Ichijouji Osamu, yang telah meninggal dunia saat masih kecil. Ia terbayang hari-hari betapa ia sangat membenci kakaknya sendiri karena menganggap orang tuanya lebih memperhatikan Osamu. Hingga suatu ketika kalimat yang Ken lontarkan sendiri terkabul dan membuat sang kakak pergi untuk selamanya. Setelah terbangun, Ken menyadari bahwa ada Arukenimon yang misterius di kamarnya sendiri.

Kematian kakakmu kemalangan tak terduga, tapi jangan membuatmu terguncang. (Halaman 75)

Kisah terakhir berjudul Ankylomon Berarmor kembali menyoroti kehidupan anak terpilih di dunia digital. Iori dan Armadimon yang sedang membantu perbaikan di dalam tanah tiba-tiba diserang oleh Thunderballmon. Ia tidak mengerti mengapa ada digimon yang masih berperangai jahat padahal sang Kaisar Digimon dan menara kegelapan sudah musnah.

Kok menyerang kami, sih? Nggak ada gelang iblis atau gelang iblis spiral, tapi… (Halaman 135)

Disaat terdesak, Armadimon berdigivolve menjadi Ankylomon yang memiliki senjata tajam dan mematikan. Namun tidak sampai disitu saja, anak-anak terpilih lain juga diserang! Tiba-tiba, muncul Stingmon yang merupakan bentuk evolusi dari Wormmon dan menyelamatkan Iori. Wah bagaimana kelanjutannya ya?

Satu hal yang menjadi pertanyaan terbesar saya ketika membaca komik ini adalah ketika Daisuke dan lainnya kembali ke dunia nyata bersama digimon masing-masing, mengapa digimon milik Daisuke, Iori, dan Miyako jadi digimon tipe anak-anak? Padahal disaat yang bersamaan, Hikari dan Takeru tetap bersama Patamon yang tipe remaja dan Tailmon yang merupakan tipe dewasa? Apakah karena Hikari dan Takeru adalah anak terpilih “senior”?

Oh iya, kalau bicara tentang komik ini, saya menyayangkan mengapa tidak ada ISBN sebagai nomor identitas komik. Saya yakin m&c! tidak akan menerbitkan komik bajakan, namun legalitas komik ini jadi terasa kurang karena ketiadaaan nomor tersebut.

Apabila berbicara tentang rasa ketika membaca komik ini, jujur saya akui bahwa masih lebih nikmat menonton anime aslinya. Dahulu saat masih kecil saya selalu terpukau dan antusias ketika menonton Digimon 02 di stasiun televisi swasta. Mungkin karena efek pengisian suara dan backsound sehingga anime terasa greget. Nah karena komik ini adalah versi anime yang istilahnya di-komik-kan, saya merasa jadi agak hambar. Tetapi not bad lah untuk membuat saya nostalgia jaman kecil dulu.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Digimon 02 (Jilid 4)

coverdigimon024

Judul: Digimon 02 (Jilid 4)

Komikus: Hongo Akiyoshi

Penerjemah: Rahmi Vanina K.

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 160

Terbit Perdana: Juli 2002

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Juli 2002

ISBN: -

cooltext-blurb

Courage

Friendship

Sincerity

Knowledge

Love

Miracle

Kindness

Hope

cooltext-review

Saya adalah anak generasi 90an, yang masih sempat mencicipi tayangan kartun anak-anak di televisi swasta tiap hari minggu, mulai jam enam pagi hingga jam setengah dua belas siang nonstop. Salah satu kartun yang menjadi favorit saya kala itu adalah Digimon. Seri ini dibuka dengan Digimon Adventure, kemudian dilanjutkan dengan season baru Digimon 02 yang merupakan sekuel Digimon Adventure.

Digimon 02 sebenarnya bukanlah anime yang berangkat dari manga atau komik Jepang (setahu saya, cmiiw). Jadi memang sudah ditujukan untuk tayangan televisi. Nah, yang unik adalah dari anime yang sudah tayang dibuat menjadi bentuk komik. Kalau ada istilah novelisasi, mungkin ini bisa saya sebut komikisasi #keplak.

Saya tidak punya edisi perdana karena saya punya komik ini juga dari bonus majalah anak-anak. Satu jilid komik Digimon 02 ini terdiri dari tiga kisah yang masing-masing bisa saya perkirakan mewakili satu episode anime. Kisah pertama berjudul Sang Musuh, Bluemetalgreymon.

Tidak tahu bagaimana awal mulanya, pokoknya cerita ini mengisahkan Yagami Taichi yang sudah dewasa tiba-tiba menerima berita buruk tentang Agumon yang telah ditangkap Kaisar Digimon alias Ken Ichijouji. Bersama dengan Motomiya Daisuke dan V-mon, Hida Iori dan Armadimon, Takaishi Takeru dan Patamon, serta Yagami Hikari dan Tailmon, Taichi masuk ke dunia digital.

Tidak ada gunanya, dia bukan digimon milikmu, tetapi pelayanku! Bluemetalgreymon, tunjukkan kekuatan digimon sempurna! (Halaman 48)

Meskipun sempat membebaskan Agumon dengan mengalahkan Woodmon, ternyata Kaisar Digimon telah menyempurnakan gelang hitam spiral pengontrol digimon sehingga membuat Agumon diluar kendali dan menjadi jahat dengan berubah menjadi Bluemetalgreymon. Tidak seperti gelang biasa yang hanya membuat Agumon berubah menjadi Skullgreymon, gelang ini juga membuat digimon yang diperintah tidak bisa sadar kembali.

Memasuki kisah kedua, kali ini berjudul Lighdramon, Si Petir Biru. Inoue Miyako dan Hawkmon menyusul ke dunia digital bersama dengan Ishida Yamato. Belum juga berhasil menemukan Bluemetalgreymon, mereka dihadang oleh Flymon yang jahat. Beruntung akhirnya Tentomon, digimon milik Izumi Koshiro dapat menemukan Garurumon.

Setelah Garurumon menumpas Flymon. Tiba-tiba, Kaisar Digimon bersama Bluemetalgreymon menyerang anak-anak terpilih tersebut. Dalam keadaan yang terdesak, ada sebuah keajaiban yang mengembalikan Agumon seperti semula. Wah kok bisa ya?

Takeru dan Taichi, mereka lebih bisa diandalkan dari yang aku bayangkan. Meskipun mereka keras, hati mereka pasti lebih sedih dari yang lain. (Halaman 91)

Kisah terakhir adalah Duel di Padang Digimon. Kali ini giliran Takenouchi Sora yang mendapatkan sinyal SOS dari Piyomon. Singkat cerita, Sora, Daisuke, Iori, dan Miyako kembali ke dunia digital untuk melihat apa yang terjadi. Ternyata Piyomon diculik oleh Starmon yang telah dikuasai gelang hitam sehingga menjadi jahat.

Anak-anak bermaksud menolong, namun Starmon lebih gesit sehingga menjebloskan mereka semua ke dalam penjara. Tak disangka, muncul Revolmon yang baik hati ingin menolong mereka semua keluar penjara, ehm ralat. Tidak semuanya yang ingin dia tolong. Bagaimana akhir cerita ini?

Aku hanya ingin bermain kartu dengan anak perempuan. Jadi aku hanya mau menolong yang perempuan! (Halaman 135)

Membaca komik ini bisa saya lakukan dalam waktu kurang dari setengah jam hahaha. Hal ini dikarenakan komik ini full color dan kotak panel tiap gambarnya besar-besar sehingga tidak perlu waktu lama untuk membaca. Apalagi saya sudah menonton versi anime-nya belasan tahun yang lalu. Jadi saya hanya perlu menyegarkan ingatan saja.

Oh iya jika dibandingkan anime, tentu sensasinya berbeda ya. Karena ini komik dibuat dengan mengambil adegan-adegan dalam anime, tentu saja sensasi membacanya jadi kurang greget. Selain itu saya agak sebel dengan kualitas cetakan yang tidak tajam bahkan ada beberapa bagian yang agak blur.

Oh iya yang membuat saya heran, bagaimana mungkin anak terpilih yang kembali ke dunia nyata, digimon mereka ikutan juga. Maksud saya, digimon ini kan bukan organisme yang seperti Pok*mon yang diceritakan sebagai makhluk hidup. Lha ini, makhluk digital menjadi nyata. Bagaimana sistem organ dan DNA nya? Aduh saya males mikir. Yasudah pokoknya komik ini bagus :)

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

BBI Giveaway Hop 2016

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Halo semuanya! Apa kabar? Pasti baik dong. Kali ini saya membawa kabar gembira (lagi). Dalam rangka memperingati ulang tahun yang kelima komunitas saya tercinta, Blogger Buku Indonesia, maka ada agenda tahunan rutin yaitu Giveaway Hop! Intinya, giveaway hop ini adalah event giveaway yang diadakan oleh member BBI dalam waktu yang bersamaan.

Oleh karena itu, saya juga ingin berbagi sesuatu untuk sesama dengan turut menyemarakkan acara ini. Sebagai penyemangat, saya bocorkan dulu hadiah-hadiahnya ya. Tidak ada yang masih segel, karena semuanya memang koleksi pribadi. Tapi jangan khawatir, saya jamin masih sangat layak dibaca kok. Ini dia daftar hadiahnya secara berurutan (maaf kualitas gambar yang blur):

★★

PAKET 1

Hercólubus atau Planet Merah oleh V.M. Rabolu; China Undercover oleh Chen Guidi & Wu Chuntao; Terorisme & Fundamentalisme Agama oleh Ahmad Jainuri, Zainuddin Maliki, Syamsul Arifin, dkk; Seeing Beyond the Wrinkles oleh Charless Tindell; Holocaust – Fakta atau Fiksi oleh Stephane Downing

PAKET 2

Manipulasi Foto dengan Adobe Photoshop CS oleh Hasto Suprayogo; Membuat Toko Online dengan Multiply oleh Ollie; Super Dahsyat Indra Keenam oleh Wisnawan Pamungkas; Langkah Jitu Memulai Bisnis dari Nol oleh Bambang Suharno; The Ciputra Way oleh Andrias Harefa & Eben Ezer Siadari; Hercolubus or Red Planet oleh V.M. Rabolu; Agar Menjual Bisa Gampang oleh Andrias Harefa

PAKET 3

Perempuan Multikultural oleh Edi Hayat & Miftahus Surur; Crayon Shinchan (Jilid 35) oleh Yoshito Usui; Inner Beauth Wonderful Woman oleh ASM, Munawaroh, & Floriberta Aning S; Kumpulan Cerita Terbaik Miiko (Jilid 1) oleh Ono Eriko; …Dan Mereka Hidup Bahagia Selamanya oleh Wendy Paris; sampul buku bahan kain Girls In The Dark

PAKET 4

Nasihat Bagi Hamba Allah oleh Syekh Muhammad Nawawi Ibnu Umar Al-Jawi; Ternyata Akhirat Tidak Kekal oleh Agus Mustofa; Konsep-Konsep Dasar di dalam Alquran oleh Harun Yahya; Menuai Bencana oleh Agus Mustofa; Hercolubus or Red Planet oleh V.M. Rabolu; Lemah Iman oleh Muhammad Sholeh Al-Munajjid; Adab & Tata Krama dalam Islam oleh Muhammad Ahmad ‘Abud

SYARAT DAN MEKANISME

Mohon segala peraturan (yang sangat mudah ini) diperhatikan dengan cermat. Karena partisipan yang tidak memenuhi ketentuan tidak akan memiliki kesempatan memenangkan hadiah.

  1. Periode giveaway ini berlaku mulai tanggal 15 April 2016 hingga tanggal 21 April 2016 jam 23.59 WIB.
  2. Siapapun boleh mengikuti giveaway ini, dengan catatan harus memiliki alamat kirim di Indonesia yang terjangkau oleh biro ekspedisi JNE atau POS Indonesia.
  3. Follow twitter richoiko. Karena update informasi dan apapun saya tuangkan di sana. Jangan sampai ketinggalan berita ya.
  4. Pilih paket hadiah yang kamu inginkan, minimal satu dan maksimal semuanya (iya, semuanya!). Sertakan urutan nomor hadiah yang kamu mau.
  5. Biar adil, pemenang saya tentukan lewat undian dengan bantuan random dot org. Pemenang mendapatkan hadiah sesuai urutan prioritas. Apabila sudah diakui pemenang yang lain, maka akan diberikan urutan pilihan selanjutnya. Semoga jelas ya.
  6. Pengumuman saya usahakan posting pada tanggal 22 April 2016. Pemenang akan saya hubungi langsung melalui DM twitter. Mohon konfirmasi maksimal 2×24 jam ya. Kalau tidak ada kabar, saya akan pilih pemenang baru.
  7. Kalau sudah melengkapi persyaratan di atas, silakan tinggalkan komentar di bawah postingan ini dengan format sebagai berikut:

Nama Lengkap: ………

Akun Twitter: ………

Minat Hadiah Nomor: ………

Nah, sekian informasi giveaway di blog Rico Bokrecension. Terima kasih sudah membaca postingan ini sampai akhir. Daripada sia-sia udah baca lama, mending langsung ikutan deh, cukup follow-comment saja kok #nyengir. Yang pasti, bagi kamu yang sudah ikutan, saya doakan semoga menang.. (˘ʃƪ˘) Jika ada yang kurang jelas, jangan sungkan tanya melalui twitter.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh dan selamat pagi!

Akhirnya post ini bisa tayang juga. Pasti sudah banyak yang menunggu ya? Sebelumnya, perkenankan saya mengucapkan mohon maaf atas kendala yang terjadi selama berlangsungnya giveaway ini. Saya juga mengucapkan terima kasih pada 53 orang yang telah mengikuti #BBIGiveaway Hop 2016 di blog Rico Bokrecension. Akibatnya jadi agak makan waktu juga untuk merekap (dan ternyata ada satu orang yang tidak memenuhi syarat). Saya sih ingin semuanya menang, tapi kok ya jatah hadiahnya terbatas. Langsung saja, ini dia nama-nama pemenangnya:

PAKET 1
Celina F. Yuwono | @sampanbiru

PAKET 2
Nur Annisa | @YoshikuniNhora

PAKET 3
Ken Astri | @orion____

PAKET 4
Ade Delina Putri | @adedelinaputri

Yak, selamat untung para pemenang. Semuanya akan saya hubungi melalui direct message twitter. Diwajibkan membalas pesan saya maksimal tanggal 24 Maret 2016 pukul 09.00 WIB. Kalau tidak ada konfirmasi sama sekali, saya akan pilih pemenang baru. Bagi yang belum beruntung, jangan kecewa ya. Saya akan mengadakan giveaway lagi di blog ini. Kapan? Terus pantengin twitter saya dan blog ini saja deh :p

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh dan sampai jumpa lagi!

SuperDidi

coverdidi

Judul: SuperDidi

Sub Judul: Karena jadi Ayah itu, seru!

Penulis: Silvarani

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Jumlah Halaman: 256

Terbit Perdana: 2 Mei 2016

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2 Mei 2016

ISBN: 9786020326900

cooltext-blurb

Menjadi ayah itu susah-susah gampang,

Atau malah gampang-gampang susah?

Mimpi buruk semakin memperkeruh hari-hari Arka karena Wina belum bisa kembali ke Jakarta, padahal Anjani dan Velia akan tampil dalam drama sekolah. Pada hari yang sama, Arka harus mempresentasikan proyek bernilai triliunan rupiah. Kalau sudah begitu, apakah Anjani dan Velia yang harus dikorbankan?

Apakah mereka harus tampil tanpa ditonton kedua orangtua?

Mungkin begitu.

Sampai suatu saat, sang “Didi” melakukan tindakan “super”!

cooltext-review

Membentuk sebuah keluarga dan menjadi seorang ayah adalah impian sebagian besar pria. Memanjakan buah hati dengan pergi berlibur, makan malam bersama istri, dan bersenang-senang dengan seluruh anggota keluarga adalah sebuah hal yang membahagiakan. Namun semua itu terkadang sulit diwijudkan karena tersandung paradigma masyarakat umum tentang “peran dan tugas” seorang ibu dan ayah.

Begitu pula yang terjadi dengan keluarga kecil Arka, sang tokoh utama novel ini. Ia bersama Wina, sang istri, membina rumah tangga dan berperan menjadi orang tua Anjani dan Velia. Semua tampak baik-baik saja bagi Arka alias Didi. Pagi hari dibangunkan oleh dua ocehan manja dari sang buah hati, sarapan bersama sebelum beraktivitas, dan bekerja mencari nafkah untuk keluarga. Hingga suatu ketika muncul sebuah tantangan baru untuk Arka.

Wina–yang biasa dipanggil Muti–harus rela meninggalkan anak-anak dan sang suami dikarenakan sahabat baiknya, Meisya, mengalami masalah besar di Hongkong. Hal ini tentu membuat Arka alias Didi harus berperan menjadi ayah sekaligus ibu untuk sementara waktu bagi Anjani dan Velia. Sebagai bantuan, Wina sudah memberikan catatan yang berisi jadwal penting Anjani dan Velia setiap hari.

Zaman sekarang, tak ada itu mengotak-ngotakkan kerjaan cowok atau kerjaan cewek. Semua bisa. (Halaman 93)

Disaat yang sama, Arka baru saja mendapatkan kehormatan menjadi ketua dalam tim pembangunan proyek benilai triliunan rupiah. Deadline yang hanya dua minggu membuatnya berpacu dengan waktu karena mengurusi segala keperluan Anjani dan Velia bukanlah hal yang mudah. Keterlambatan Wina pulang ke Indonesia juga menjadi masalah berat yang harus dihadapi Arka.

Puncaknya, pementasan drama yang dilakoni Anjani dan Velia terancam tidak dapat dihadiri Didi dan Muti karena keduanya berhalangan. Nah, hal ini menjadikan Arka harus berjuang keras agar kedua anaknya dapat berperan dengan sungguh-sungguh dalam pementasan tersebut. Berhasilkah Arka datang tepat waktu?

Arka juga menyadari bahwa peran Wina sebagai “muti”-nya Anjani dan Velia memang tidak dapat digantikan oleh siapapun. Begitu juga peran Arka sebagai “didi” tak dapat digantikan oleh Wina. Mereka berdua adalah satu kesatuan yang sama-sama berarti bagi Anjani dan Velia. (Halaman 175)

Menyentuh. Kata yang saya rasa sanggup mewakili perasaan saya setelah membaca novel ini hingga akhir. Ini bukanlah novel romansa tentang dua insan manusia, melainkan kisah keluarga yang saling menyayangi, gigih, dan pengertian. Saya jarang menjumpai novel Indonesia bertema keluarga. SuperDidi adalah salah satu novel yang menyuguhkan drama keluarga yang menjadi kesukaan saya.

Arka alias Didi bukanlah ayah yang sempurna. Ia harus bekerja keras mencari nafkah. Namun semuanya rela ia tinggalkan sejenak hanya untuk mengurus keperluan Anjani dan Velia. Wina alias Muti juga bukan ibu yang sempurna. Meninggalkan suami dan anak yang masih kecil selama beberapa minggu adalah satu hal yang tidak bisa saya setujui. Namun saya memahami bagaima ia merindukan dan mengasihi suami dan kedua anaknya dengan tulus.

Sifat dan perilaku Anjani dan Velia terdeskripsikan dengan baik sebagaimana anak usia TK pada umumnya. Mereka masih cengeng, mereka masih suka makanan manis, mereka masih suka bermain, dan mengidolakan Elsa dan Anna dari Frozen. Satu poin plus yang saya sukai adalah mereka sudah bisa memahami perihal kepergian Muti ataupun Didi yang tidak bisa mengantar les balet.

Alur yang disuguhkan novel ini adalah alur maju dengan menggunakan sudut pandang orang ketiga serba tahu. Saya rasa ini cocok karena apabila menggunakan sudut pandang orang pertama, perasaan dan pergolakan batin tokoh lain menjadi kurang tersampaikan dengan baik. Saya rasa ini adalah keberhasilan penulis yang telah berdiskusi secara matang dengan produser.

Produser? Ya benar, SuperDidi pada awalnya adalah film layar lebar yang rilis pada tanggal 21 April 2016 lalu. Kemudian tanggal 2 Mei 2016 lahirlah bentuk novelisasi film tersebut yang ditulis oleh Silvarani. Jujur saya belum sempat menonton filmnya, hanya menonton lewat trailer. Namun saya sudah bisa memastikan bahwa apa yang ada di film sudah tersaji lengkap di dalam novel.

Meskipun ini film bertema keluarga, sang produser, Reymund Levy, tidak lupa memberikan sepercik konflik asmara beberapa tokoh pendamping. Hal ini membuat saya tidak diliputi kebosanan karena mengikuti kisah keluarga Arka saja. silvarani sang penulis juga sukses menghadirkan kisah sampingan ini tanpa mengganggu kisah utama Arka. Oh iya, saya menemukan beberapa typo namun karena saya asyik membaca, typo tersebut tidak mengganggu kok.

Sebagai penutup, saya ingin merekomendasikan novel ini untuk para pembaca yang (mungkin) sudah bosan dengan drama romansa dua anak manusia, bisa melirik novel ini. Tema keluarga yang diangkat membuat kita bisa merenungkan apakah memang tidak mudah menjadi seorang ibu? Apakah memang berat menjadi seorang ayah? Yang jelas, berat ataupun tidak, selama dijalani bersama dan saling mendukung, niscaya kesulitan itu akan terlewati.

Tak gampang untuk menjadi seorang ayah

Tapi, tidak ada kata menyerah.

Malah terkadang semuanya tampak mudah.

Apalagi ketika melihat senyum mungil itu merekah.

Untuk seluruh ayah hebat di muka bumi ini…. (Halaman 5)

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

xxxHOLiC (Jilid 2)

coverxxx2

Judul: xxxHOLiC (Jilid 2)

Komikus: CLAMP

Penerjemah: Leona

Penerbit: Level Comics

Jumlah Halaman: 184

Terbit Perdana: 2008

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2008

ISBN: 9789792710663

cooltext-blurb

Sebelum dikenal sebagai ‘dunia’, dunia bukanlah sesuatu yang satu.

cooltext-review

Selamat malam. Langsung saja ya, lagi males basa-basi huahahhaak. Seperti janji saya pada review sebelumnya, kali ini saya akan memberikan sedikit bocoran tentang tokoh dari judul komik apa yang dihadirkan CLAMP dalam xxxHOLiC ini. ada yang sudah tahu? Ya benar! Sakura dan Syaoran (serta Kurogane dan Fai D. Flourite) dari komik Tsubasa RESERVoir CHRoNiCLE. Saya tidak perlu mengupas adegan apa yang mereka lakukan karena secara lengkap bisa dicek di review saya untuk jilid tersebut :p

Kali ini Yuko tidak lagi didatangi oleh pengunjung toko. Justru Watanuki dan Yuko sedang plesiran ke suatu tempat untuk mengunjungi seorang peramal kenalan Yuko. Hal ini awal mulanya karena Watanuki mengetahui bahwa gadis pujaan hatinya, Himawari Kunogi, suka dengan dunia ramalan. Oleh karena itu, daripada mempercayai ramalan picisan di majalah remaja, Yuko mengajak Watanuki mengunjungi kenalannya itu.

Meramal diri sendiri itu salah satu hal yang dilarang. Lain soal kalau tiba-tiba muncul sendiri. (Halaman 55)

Sayangnya, Yuko menemukan bahwa tempat tinggal sang peramal telah dihuni oleh “peramal” yang lain. Alih-alih balik kanan, mereka berdua tetap masuk ke rumah itu. Bagaimana respon Watanuki dengan “peramal” itu? mengapa Yuko tetap keukeuh masuk dan ingin berbincang dengan orang yang menempati rumah kenalannya? Apakah ada hal yang salah?

Meninggalkan hasil ramalan yang heart warming, kali ini Watanuki dibuat kesal bukan kepalang karena Himawari menampakkan rasa sukanya pada lelaki lain, yaitu Shizuka Domeki. Pria ini sebenarnya satu angkatan dengan Watanuki namun benda kelas. Entah kenapa setiap kali berjumpa dengan cowok ini, Watanuki selalu emosi. Apalagi kali ini Himawari cenderung “memihak” Domeki.

Iya, sih. Tapi, sejak pertama kali bertemu, entah kenapa bawaannya pengen marah terus! Ditambah lagi dia agak-agak meremehkan orang lain! Groaaarrr. (Halaman 123)

Demi mengobati rasa kesal Watanuki, akhirnya Yuko menawarkan diri agar Watanuki bisa berkencan dengan Himawari, namun dengan jumlah orang yang lebih banyak. Yup, Yuko mengajak Watanuki, Himawari, dan Domeki bermain Cerita 100 Kisah. Kebetulan Domeki bertempat tinggal di sebuah kuil sehingga Yuko ingin mengadakan disana.

Anyway saya baru tahu untuk bermain permainan ini, setiap pemain (eh atau orang biasa ya) menggunakan yukata. Atau memang ini hanya akal-akalan Yuko? Entahlah. Namun yang jelas saya merasa senang melihat tampilan para tokoh berbalutkan kain yukata. Awalnya permainan ini tidak terlalu seram. Setiap orang menceritakan kisah hantu secara bergiliran.

Namun semua berubah ketika secara tiba-tiba banyak roh jahat (atau hantu, mungkin) yang ikut “berpartisipasi” dalam permainan itu. Watanuki bahkan hampir terjebak dalam “pelukan” para hantu. Untung saja Domeki dapat “membebaskan” Watanuki dan permainan itu berakhir. Karena hal ini, Yuko memberikan sebuah pandangan baru kepada Watanuki mengenai kelanjutan hidupnya. Apakah itu?

Well well well, semakin kesini saya jadi betah dan menikmati sekali ceritanya. Apa ya, mungkin saya memang kurang cocok dalam menikmati cerita CLAMP lain yang penuh pertarungan dan “dunia lain” yang jauh berbeda. Namun xxxHOLiC ini masih dalam koridor masa kini dengan bumbu “dunia lain” yang tidak terlalu dominan. Pendek kata, masih bisa dimaklumi lah.

Secara umum, saya menjadikan xxxHOLiC ini salah satu judul yang saya favoritkan. Apalagi karakter Watanuki yang selalu ditindas Yuko membuat saya sering cengengesan. Kalau bicara outfit dan segala pernak-perniknya, CLAMP benar-benar juara banget. Yang perlu diperhatikan mungkin hanyalah proporsi tubuh. Saya agak aneh sih melihat tokoh berkaki jenjang bagaikan lidi hanya memiliki tubuh pendek standar.

Penambahan tokoh Himawari dan Domeki akhirnya memberikan warna lain dalam komik ini. setidaknya jadi sedikit terlihat bahwa kehidupan Watanuki tidak hanya di toko milik Yuko saja bersama Maru dan Moro. Sayangnya, saya tidak ada stok lagi komik xxxHOLiC ini, sehingga saya tidak bisa menikmati perjalanan hidup Watanuki dan Yuko. Males mencari kelanjutannya adalah alasan klasik saya hahaha.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

xxxHOLiC (Jilid 1)

coverxxx1

Judul: xxxHOLiC (Jilid 1)

Komikus: CLAMP

Penerjemah: Leona

Penerbit: Level Comics

Jumlah Halaman: 184

Terbit Perdana: 2007

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2007

ISBN: 9789792710656

cooltext-blurb

Di dunia ini tidak ada kebetulan, yang ada hanya keharusan yang tak terelakkan.

cooltext-review

Halo halo halo. Kali ini saya kembali lagi dengan review komik hasil buah karya CLAMP. Sebelumnya saya sudah mereiew Tsubasa RESERVoir CHRoNiCLE jilid pertama serta X jilid kedua dan keempat. Saya tidak bisa menamatkan kedua seri tersebut, malah kini saya membaca judul baru meskipun masih dalam koridor pengarang yang sama. Tak apa-apalah, daripada saya harus berjuang mendapatkan lanjutannya hehe.

Anyway, xxxHOLiC ini berkisah tentang seorang remaja pria berusia SMA yang bernama Kimihiro Watanuki. Anak yatim piatu ini hidup sebatang kara, namun memiliki kelebihan bisa menyelesaikan segala urusan rumah tangga. Selain itu, Watanuki juga memiliki “kelebihan” yaitu bisa melihat dan merasakan keberadaan “makhluk lain”. Tak heran setiap hari ia dibuat kesal hanya karena ulah “makhluk” ini.

Suatu hari, tak sengaja Watanuki bertandang ke sebuah toko antik yang dimiliki oleh gadis cantik bernama Ichihara Yuko. Gadis ini dibantu oleh dua orang asisten perempuan kembar bernama Marudashi dan Morodashi (yang biasa dipanggil Maru dan Moro). Hukum dalam toko milik Yuko adalah sebagai upah untuk mengabulkan keinginan, ia memperoleh sesuatu yang penting milik klien.

Kebiasaan adalah… Sesuatu yang harus disadari sendiri yang baru dapat sembuh kalau kita punya keinginan untuk menyembuhkannya. (Halaman 80)

Watanuki yang “dijebak” Yuko akhirnya bekerja sebagai pekerja paruh waktu sepulang sekolah. Tepat saat itu ada pengunjung gadis muda yang mengeluh jari kelingkingnya tidak bisa digerakkan dan meminta Yuko menolongnya. Alih-alih memberi obat yang manjur, Yuko hanya memberikan pesan bahwa si gadis harus menghenikan kebiasaan buruknya yang berkaitan dengan mulut dan hati.

Kunjungannya yang kedua kali di toko Yuko masih tidak membuatnya sadar apa kebiasaan buruknya. Hingga suatu ketika Watanuki tidak sengaja melihat “kebiasaan” sang gadis tersebut ketika berjumpa di tengah jalan. Tak dinyana, ketidaktahuan si gadis akan perilaku dirinya sendiri membuatnya mengalami “hal buruk”.

Memangnya kalau suami melarang, berarti kita harus berhenti melakukannya? Kalau suamimu menyuruhmu berhenti, apa kamu akan berhenti sama sekali? (Halaman 131)

Klien kedua Yuko ternyata berada jauh dari wilayah toko. Sampai-sampai Watanuki dan Yuko harus menggunakan “jalur alternatif” agar bisa mengunjungi kawan Yuko yang berada di Ginza tersebut. Permintaannya agar berhenti berinternet ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Ada masalah hati, prinsip, dan ketulusan agar permintaannya bisa terlaksana. Bagaimana nih?

Secara keseluruhan, saya suka jilid pembuka ini. Tema slice of life dengan sedikit nuansa supranatural membuat saya tidak terlalu pusing dengan istilah macam-macam seperti di komik Tsubasa RESERVoir CHRoNiCLE ataupun X. Apalagi humor yang diselpkan pada komik ini juga cukup banyak, khususnya saat Watanuki kesal dengan ulah Yuko.

Kalau masalah artwork, CLAMP masih juara lah ya dengan gaun dan paras rupawan tiap tokohnya. Namun kali ini saya tidak menemukan sosok pria yang terlalu cantik seperti dua judul yang saya baca sebelumnya. Bahkan Watanuki juga dikatakan jelek oleh Yuko hahaha. Hal ini membuat saya bisa menikmati lebih baik daripada satu buku isinya tokoh “cantik” semua.

Anyway, CLAMP juga terkenal dengan universe yang jadi satu antara satu judul dengan judul lain. Saya penasaran seperti apa bentuk “jadi satu” tersebut. Sampai saya akhirnya menemukannya pada halaman terakhir komik ini tentang karakter judul komik lain masuk ke komik xxxHOLiC ini. Siapakah karakter itu? Penasaran? Tunggu review jilid kedua tayang berikutnya ya! Sampai jumpa lagi~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Chick Bill (Jilid 5)

coverchick5

Judul: Chick Bill (Jilid 5)

Sub Judul: Mr. Casy Moto

Judul Asli: L’Intergale Chick Bill 1

Sub Judul Asli: L’Étrange Monsieur Casy-Moto

Komikus: Tibet

Penerjemah: Erawati Heru Wardhani

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 128

Terbit Perdana: April 2001

Kepemilikan: Cetakan Pertama, April 2001

ISBN: -

cooltext-blurb

cooltext-review

Chick Bill kali ini melanjutka petualangannya di kota Wood-City yang indah permai (kayaknya). Awal cerita dibuka dengan kebakaran di rumah Sherif Dog Bull akibat asistennya, Kid Ordinn, lupa mematikan kompor dan membiarkan masakan menjadi terbakar dan mengeluarkan asap. Berbondong-bondong seluruh warga kota ingin melihat kejadian itu.

Meskipun kebakaran dapat dicegah karena hanya mengeluarkan asap, Dog masih menyimpan amarah kepada Kid yang lalai itu. Sedangkan Kid yang tidak sadar telah membuat kekacauan ternyata berada di tepi sungai bersama Oon, kodok peliharaannya. Nah disinilah Chick, Dog, Kid, dan Indian Cilik mengalami kejadian aneh yaitu leher Confetti, kuda Chick menjadi sepanjang jerapah.

Orang-orang nggak separuh ibukota mereka meledak, walau dengan alasan untuk menemukan bahan peledak yang membuat mereka mampu menduduki negara tetangga. (Halaman 25)

Pelaku sebenarnya atas kasus Confetti adalah seorang ilmuwan bernama Casimir Motoronov (yang menyamar menjadi Casy Moto) yang berasal dari Casaquerie, sebuah negara kecil di Eropa Tengah. Ia tengah kabur dari kejaran orang Casaquerie karena ia bertanggungjawab dengan meledaknya separuh wilayah ibukota. Nah, ramuan (atau bahan?) untuk membuat peledak ini memiliki efek dapat meningkatkan pertumbuhan sel bagian tubuh makhluk hidup. Hal inilah yang menyerang Confetti karena tidak sengaja dijadikan kuda percobaan oleh Casy.

Boris dan Ygor, dua orang Casaquerie akhirnya menemukan persembunyian Casimir. Sayangnya, kehadiran yang tidak diundang membuat Chick dan kawan-kawan mengejar kedua orang ini hingga ke puncak gunung. Di tengah jalan, mereka kehilangan jejak karena ada beruang. Cara menghalaunya bagaimana? Chick dkk nyanyi lagu naik-naik ke puncak gunung!

Kau sudah gila, ya? Jangan buang waktu lagi! Aku akan kembali ke rumah Casy Moto! Sherif nggak bisa dibiarkan begini terus! (Halaman 47)

Kid yang sakit hati dengan perlakuan Dog yang semena-mena, berlaku nakal dengan memberikan obat pengecil ukuran hasil penemuan Casy dalam minuman Dog. Benar saja, Dog menjadi menyusut bak anak-anak. Chick akhinra turun tangan menuju rumah Casy untuk meminta penawarnya. Sayangnya, Casy sudah diculik Boris dan Ygor!

Kepalang tanggung, akhirnya Chick, Dog, Kid, dan Indian Cilik mengejar hingga negara Casaquerie. Sayangnya, mereka terperangkap di sebuah palka karena diculik kapten kapal licik. Namun karena suatu hal, akhirnya mereka dibebaskan dan diantar oleh Barass Toulda, pedagang dari Casaquerie untuk membebaskan Casy dari Bsar (Raja) Nicolas Coscas. Berhasilkah mereka?

Tongnya kosong! Kaisar mengancam hukuman mati bagi siapa saja yang menampung Chick Bill! (Halaman 94)

Petualangan pada jilid kali ini masih sejenis dengan jilid sebelumnya. Chick Bill dan Indian Cilik yang kalau boleh saya bilang nggak ada kerjaan harus ikut berpetualang karena sebuah alasan “ingin menolong” Dog dan Kid. Mengunjungi negara Casaquerie yang sedang terlibat perang bukanlah pekerjaan mudah. Apalagi mereka bertujuan membebaskan tawanan yaitu Casy Moto.

Kalau berbicara tentang negara Casaquerie ini, saya paham betapa absurd-nya pemilihan istilah yang digunakan Tibet. Mulai dari makanan kegemaran masyarakatnya yaitu kaviar (iya, telur ikan kaviar yang muahal itu), mata uang Roubalrs, dan berbagai bahasa “unik” yang hanya ada di Casaquerie. Oh iya, orang-orang negara ini, khususnya petinggi kerajaan, semua bersifat licik, mulai dari Letnan, Kapten, Kolonel, Jenderal, hingga Raja.

Peperangan yang bertujuan menduduki Sosstartarie, provinsi terkaya di Casaquerie, kok aneh bagi saya. Soalnya si Bsar ini kan raja, pemimpin negara. Bukankah Sosstartarie masuk dalam daerah kekuasaannya? Kenapa pula harus menggunakan bom yang akif saat di air hanya untuk merebut daerah ini? Nonsense.

Dan sebagai penutup, Oon sang kodok ini tidak seperti namanya. Ia justru pintar sekali dan menjadi juru kunci kerusuhan di akhir cerita. Bagaimana mungkin dia sepintar itu. Dan anyway, apakah di Belgium juga populer lagu Naik-Naik ke Puncak Gunung sampai-sampai Chick dkk menyanyikannya? Ah namanya juga komik.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Chick Bill (Jilid 4)

coverchick4

Judul: Chick Bill (Jilid 4)

Sub Judul: Kid Ordinn Jadi Pemberontak

Judul Asli: L’Intergale Chick Bill 1

Sub Judul Asli: Kid Ordinn Le Rebelle

Komikus: Tibet

Penerjemah: Erawati Heru

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 128

Terbit Perdana: Maret 2001

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Maret 2001

ISBN: -

cooltext-blurb

cooltext-review

Saya sebenarnya jarang sekali membaca komik yang bukan dari Jepang. Palingan dari Indonesia yang masih belum bisa menyamai rekor komik negeri sakura yang saya baca. Ada yang dari negara Brazil, juga hanya dua jilid yang sudah saya buat resensinya. Nah kali ini, saya akan meresensi sebuah komik berjudul Chick Bill yang berasal dari daratan Eropa, yaitu dari Brussel, Belgium.

Komik ini bersetting di sebuah benua Amerika, tepatnya negara bagian Arizona, yang saya perkirakan berabad-abad yang lalu. Chick Bill adalah seorang koboi yang memiliki sifat baik hati dan cerdik. Bersama dengan seorang bocah bernama Indian Cilik, mereka berdua sering membantu menumpas kejahatan di kota Wood-City.

Kota ini memiliki seorang sheriff bernama Dog Bull dan asistennya bernama Kid Ordinn. Sang sheriff ini memiliki perangai suka marah-marah, terlebih kepada asistennya sendiri. Cerita bermula ketika hari itu adalah hari ulang tahun Dog. Kid ingin memberkan kejutan dengan memberikan karangan bunga yang sangat besar. namun sayangnya, akibat kecerobohannya sendiri, Dog justru mengalami alergi bunga dan harus beristirahat total.

Kid yang diminta dokter mencari obat terpentin (saya nggak tahu ini obat apa) untuk Dog, justru bertemu dengan dua orang misterius bernama Arthuro dan Henrico yang memanggil Kid dengan sebutan “Yang Mulia”. Setelah obat selesai diberikan pada Dog, ia dan Kid justru terlibat adu mulut karena sebuah kesalahpahaman. Dog yang belum sembuh tetap ngomel-ngomel sambil khawatir Kid yang memutuskan pergi dari kota.

Aku terlalu keras padanya! Siapa sebenarnya yang nggak adil? Bah! Pasti dia pulang waktu makan malam! (Halaman 16)

Benar saja, Kid Ordinn akhirnya berhasil terculik (ini apa sih kok kalimat saya aneh) oleh dua orang tadi. Setelah pusing kesana kemari, akhirnya Chick Bill, Indian Cilik, dan Dog Bull berhasil mengetahui posisi Kid dan penculiknya yang ada di negara Parasolos, Amerika Latin. Perjalanan berhari-hari menggunakan kereta tidak berlangsung mulus. Mereka harus rela turun di perbatasan.

Negara Parasolos adalah negara penghasil tembakau (dan rokok yang masih berbentuk cerutu, tentu saja) terbaik di dunia. Sayangnya negara ini diperintah oleh seorang penguasa bernama Viva Patata yang otoriter. Yang mengejutkan adalah, Viva ini diculik oleh seseorang bernama Cab Stokos. Namun, wajah Kid yang mirip dengan Viva justru dimanfaatkan.

Mudah saja! dia melenyapkan Viva Patata dan menggantikan dengan kawan kita. Menteri itulah yang sebenarnya berkuasa… untuk memperkaya diri! (Halaman 72)

Perjuangan membebaskan Kid sambil menyelamatkan negara Parasolos bukanlah hal yang mudah. Apalagi dengan adanya pasukan penjaga istana tempat Kid bersemayam juga membuat Chick Bill, Indian Cilik, dan Dog Bull yang notabene orang asing tidak bisa berbuat banyak. Nah, bagaimana akhir kisah ini? Silakan baca sendiri ya~

He! He! Boleh saja! membuat Viva Patata jadi pemberontak akan membuktikan bahwa pemerintah dan semua menterinya adalah penipu! (Halaman 81)

Ini komik negara benua Eropa yang saya baca. Secara umum ceritanya beda ya dengan Jepang (ya iyalah!) hahaha. Saya agak heran sih kenapa sang komikus tidak menggunakan Belgium sebagai lokasi cerita, namun justru memilih benua sebelah, yaitu Amerika. Eh tetapi ya suka-suka Tibet ya hehe. Oh iya, di penghujung komik, ada empat halaman spesial tentang sang komikus beserta latar belakang dan serba-serbi komik Chick Bill yang digarapnya.

Saya juga baru tahu bahwa Belgium (atau Belgia dalam versi bahasa Indonesia) menggunakan bahsa Perancis sebagai salah satu bahasa nasional. Pantas saja judul asli komik ini menggunakan bahasa Perancis. Yah meskipun saya nggak paham-paham amat dengan bahasa menara Eiffel ini wkakakak.

Mengenai cerita, sebenarnya seru banget. Setting dunia koboi dan bandit tidak lengkap tanpa adegan tembak-tembakan dan kejar-kejaran dengan kuda. Apalagi Chick Bill, Indian Cilik, dan Dog Bull yang harus melintasi negara bagian lain hanya untuk menyelamatkan Kid Ordinn yang bodoh patut diacungi jempol. Mulai dari naik kereta tanpa tiket, dijebloskan dalam penjara, hingga berurusan dengan keamanan istana.

Anyway mengenai keamanan, saya heran dengan Chick Bill, Indian Cilik, dan Dog Bull yang langsung dipersilakan masuk istana hanya dengan menyebutkan mereka diundang Yang Mulia (dalam hal ini Kid Ordinn yang menyamar menjadi Viva Patata) ke istana. Memang sih senjata mereka diambil, tetapi kok semudah itu. Tanpa surat, tanpa bukti, langsung boleh masuk.

Satu-satunya yang membuat saya kurang suka dengan komik ini adalah font yang tersebar di seluruh halaman komik. Ada yang pernah membaca majalah Donal Bebek? Nah persis seperti itu. Saya tidak percaya komik ini menggunakan font digital, melainkan ditulis tangan secara manual. Hal ini membuat huruf yang sama bisa berbeda penulisa. Apalagi tulisannya rapat-rapat membuat saya pusing. Yah mungkin tahun 2001 belum booming menerjemahkan komik menggunakan font digital.

Oh iya, pada salah satu panel, Tibet menggambarkan peta yang harus dilalui Chick Bill, Indian Cilik, dan Dog Bull dari Arizona ke Parasolos. Nah uniknya, ada beberapa negara bagian di benua Amerika, khususnya Amerika Latin yang ditulis dengan plesetan. Mulai dari Brazil, Bolivia, dan Peru. Plesetannya apa? Baca sendiri deh hahaha.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Jakarta Atas Bawah

coverbmjktatas

Judul: Jakarta Atas Bawah

Seri: Kartun Benny & Mice

Kartunis: Benny Rachmadi & Muhammad Misrad

Penerbit: Nalar

Jumlah Halaman: viii + 136

Terbit Perdana: September 2008

Kepemilikan: Cetakan Pertama, September 2008

ISBN: 9789792690187

cooltext-blurb

Jujur, lucu, nakal, kreatif luar biasa. Kadang mengkritik tapi tak pernah menggurui. Membaca Benny & Mice adalah seperti bercermin. Karya-karyanya merefleksikan kebaikan dan kejelekan kita apa adanya. – Dian Sastrowardoyo, pekerja seni

Apabila manusia Jakarta tampak meringis dan cengengesan menatap kartun Benny & Mice, sadarkah mereka betapa mereka itu pada dasarnya sedang menertawakan dirinya sendiri? – Seno Gumira Ajidarma

Menikmati karya dua sekawan ini seperti menelusuri kondisi Jakarta dari tahun ke tahun. Dari sisi ekonomi, tren fashion, hingga politik. Karya mereka seperti “pelajaran sejarah” Jakarta yang bikin kita ketawa. – KOMPAS

Duo kartunis Benny & Mice merangkul pembaca yang lebih luas ketika comic strip mereka muncul di koran Kompas setiap hari minggu. Mereka menawarkan cara pandang terhadap Jakarta, dan yang paling jitu : Para penghuni Jakarta dengan tingkahnya yang membuat geli. – ROLLING STONE

Ancur, norak, kocak, satir, konyol, ironis, hanyalah sebagian komentar yang dilontarkan kepada kedua kartunis ini. Tapi yang pasti, bagi mereka, Jakarta adalah gudang kreativitas dalam berkarya. – READER’S DIGEST

cooltext-review

Benny dan Mice kembali lagi dengan buku kumpulan kartun yang telah terbit di harian Kompas setiap minggu. Budaya mengkliping artikel koran mungkin pernah dilakukan banyak orang, namun tidak semua orang mau dan memiliki waktu untuk melakukannya, terlebih mengkliping kartun Benny dan Mice ini. Oleh karena itu, buku ini hadir untuk membantu orang-orang yang suka kartun Benny dan Mice dapat menikmati goresan gambar mereka berdua dalam jumlah yang lebih banyak.

Buku ini terbit satu tahun setelah buku pertama, Jakarta Luar Dalem, terbit di tanah air. Secara konsep sebenarnya tidak banyak yang berubah. Buku ini masih berisi sepuluh bagian dengan tema berbeda yang masing-masing memiliki cukup banyak cerita. Selain itu, ada yang unik ketika membaca pengantar sebelum memasuki bagian pertama yaitu terdapat sebuah peringatan sebagai berikut.

peringatan: dilarang keras mengutip, mengadaptasi, meniru, mengalihwujudkan, mencontek ide-ide atau kisah-kisah dalam buku ini ke dalam bentuk sinetron low budget atau tayangan komedi situasi di televisi, yang belum tentu bagus penggarapan dan belum tinggi ratingnya, tanpa seizin kartunis. (Halaman viii)

Saya dulu cukup gemar menonton acara televisi. Khususnya acara komedi yang bisa membuat saya melupakan sejenak tugas sekolah. Nah, bagi yang masih ingat, ada beberapa acara komedi di televisi swasta misalkan saja Sket*a, T*wa Sut*a, Abd*l & Te*on, dan lain-lain. Kala itu saya sadar bahwa beberapa segmen tayangan mengadopsi ide cerita kartun Benny & Mice.

Saya pribadi cukup kaget karena dengan peringatan dari Benny dan Mice tersebut, mengindikasikan bahwa tayangan yang menuangkan ide cerita Benny dan Mice dalam komedi tidak ada koordinasi lebih jelas dengan kartunis. Saya tidak tahu siapa yang salah, namun saya ingin ide cerita kartun Benny dan Mice biarlah menjadi gambar karena disitulah letak uniknya.

Satu hal yang menarik dari kartun Benny dan Mice adalah adanya awal panel pertama sebelum menginjak cerita, adalah penggambaran dua karakter Benny dan Mice dengan parodi berbagai hal. Mulai dari film, tokoh, profesi, dan lain sebagainya dengan jenaka dan lucu menghibur. Setidaknya satu panel ini sudah bisa menyunggingkan senyum pada pembaca.

Saya tidak akan sepuluh tema yang disuguhkan dalam buku ini, terlebih satu cerita sudah habis dalam satu halaman saja. saya bahas salah satunya tema bagian berjudul Hobby. Ceritanya Mice memiliki tanaman Anthurium, tumbuhan yang sempat menjadi tren. Harganya yang fantastis membuat Mice tidak mau melepas tanamannya karena “hanya” ditawar sepuluh juta rupiah. Namun akhirnya bagaimana?

Tahan dulu aja… sabar dikit ‘napa! …tenang!! tunggu sampai ada yang nawar 50 juta!! (Halaman 51)

Kriminal adalah bagian lain yang saya bahas disini. Sepertinya Benny dan Mice suka sekali mengangkat sesuatu yang “jahat” menjadi tema cerita karena tema ini juga muncul pada buku Jakarta Luar Dalem. Kali ini Benny dan Mice yang berada di mall harus merasakan lapar namun mereka enggan langsung pulang ke rumah. Oleh karena itu, mereka mampir di “warung” yang ada di mall dan memesan teh poci, pisang bakar, dan kue serabi. Namun tak disangka harga selangit yang harus dibayar membuat Mice mengutuk “warung” tersebut.

Sabar.. kita yang salah.. tempat ini cuma untuk yang kangen suasana kampung, kalo kita sih… memang masih kampung beneran!! (Halaman 65)

Nah, bagian lain yaitu Sentimentil… menghadirkan kumpulan cerita yang (seharusnya) membuat miris sekaligus menyentil pihak-pihak tertentu. Seperti cerita tentang Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang dinikmati oleh keluarga Pak RT, saudara Pak RW, dan kerabat Pak Lurah. Padahal Benny dan Mice yang digambarkan sebagai orang miskin tidak memperoleh BLT. Mice yang mempertanyakan kondisi ini dijawab dengan cerdas oleh Benny.

.. hsk.. hsk.. karena kita sebatang kara… tak ada saudara… (Halaman 111)

Satu hal yang pasti dalam kumpulan kartun ini adalah gaya gambar Benny dan Mice yang sedikit berubah. Gambar yang saya lihat dibuat pada tahun 2003 menggambarkan goresan yang apa ya, bisa saya bilang masih khas kartun-kartun Barat pada umumnya. Berbeda dengan kartun yang dibuat pada tahun 2007, goresannya sudah “Indonesia banget” dan khas Benny dan Mice.

Oh iya yang saya kurang sukai pada komik ini adalah kebiasaan merokok Benny dan Mice yang disuguhkan dalam cukup banyak cerita. Saya tidak memungkiri bahwa merokok sudah menjadi semacam kebiasaan bagi masyarakat Indonesia yang telah dewasa, khususnya kaum laki-laki. Namun bukankah lebih baik jika kartun yang ditampilkan di koran dan bisa dibaca anak-anak ini mengurangi intensitas kegiatan merokok yang digambarkan.

Namun saya mengapresiasi blurb yang ditampilkan di buku ini. Apabila pada resensi buku sebelumnya saya sempat menyayangkan blurb yang menampilkan komentar orang-orang dari dunia maya yang tidak jelas keeksisannya, pada buku kali ini ditampilkan blurb dengan isi komentar para tokoh beken dan media massa ternama.

Komentar dari dunia maya masih tetap ditampilkan kok. namun ada di dalam buku dan diletakkan pada bagian terakhir sebagai penutup. Seperti inilah maksud saya. Orang terkenal bisa membuat keyakinan saya menjadi lebih tinggi akan suatu buku, dan seyogyanya memang diletakkan di blurb. Sedangkan komentara netizen cukup dicantumkan di dalam buku saja.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Jakarta Luar Dalem

coverbmjktluar

Judul: Jakarta Luar Dalem

Seri: Kartun Benny & Mice

Kartunis: Benny Rachmadi & Muhammad Misrad

Penerbit: Nalar

Jumlah Halaman: viii + 136

Terbit Perdana: September 2007

Kepemilikan: Cetakan Keenam, Mei 2008

ISBN: 978979269088

cooltext-blurb

komentar dari dunia maya…

“Ahahaha ini favorit gw di kompas minggu!! Sukseslah bikin gw ketawa selaluuu di minggu pagi.” (blu3raindrop) – http://hangtuah1979.multiply.com/photos/album/123

“Yang paling nikmat bagi saya saat bangun tidur di pagi hari Minggu – selain nyruput kopi tubruk sebelum menggosok gigi – adalah membaca kartun di kompas Minggu, yaitu “Benny & Mice”. Cerita2 yg dituangkan dalam kartun ini benar2 lucu dan realistis.” (ermundadji’s blog) – http://ermunazi.blogspot.com/2007/06/kartun-benny-mice-html

“sekarang comic strip fave gw di kompas ya si Benny and Mice itu… lucu banget sih!, gw suka banget cara mereka menyorot keadaan sosial indo… nakal and hillarious” (skinner17) – http://forum.kafegaul.com/showthread.php?t=110977

“yup, favorit gue jg benny n mice (btw, lafal “mice”nya mi ce apa mais?) ini kartun kocak banget, ngeliat panel pembukanya aja udah kocak, selalu ada ilustrasi mereka berdua dalam setting yg berbeda2, dipikir-pikir jangan2 benny n mice ini homo? Abis berdua mulu tapi keliatannya mereka berdua fansnya dian sastro :D” (McBakpao) – http://forum.kafegaul.com/showthread.php?t=110977

“Benny n Mice :D Gue udah suka sama style gambar mereka dari dulu … terkesan jujur dan apa adanya. Ada yang suka baca seri Lagak Jakarta? Ini kudu wajib beli kalo elu ngaku2 sebagai penggemar mereka :D” (RaVeNhEaRt) – http://forum.kafegaul.com/showthread.php?t=110977

“hehe, gw ngumpulin guntingan korannya.. wakaka, kalo lagi pusing lumayan juga, jadi ketawa-ketiwi ndiri..hehehe” (maestro_mr) – http://gamexeon.com/forum/free-chatz/5063-benny-mice.html

cooltext-review

Duo kartunis Benny & Mice hadir kembali dengan buku kumpulan karikatur mereka. Kali ini mereka berdua membukukan berbagai macam karya yang telah diterbitkan sebelumnya melalui harian Kompas Minggu. Karena hanya kumpulan kartun koran, setiap cerita akan langsung tamat dalam satu halaman saja. Sepuluh judul disuguhkan oleh Benny & Mice dalam membagi tiap segmen buku ini.

Saya tidak akan membahas semua tema, namun hanya beberapa saja. Kali ini saya suka dengan tema Teknologi yang menyoroti berbagai macam hal-hal modern khususnya era teknologi yang melanda masyarakat. Salah satunya adalah maraknya virus komputer yang menyerang data-data di komputer pemilik, tak terkecuali komputer Mice.

Komputer gua kena virus, semua data gua ilang!! Tragis… padahal gua gak pernah buka website porno loh…. (Halaman 32)

Tema kedua yang menggelitik saya adalah Kriminal. Selain menampilkan beberapa pelaku kriminal seperti pencuri, pencopet, dan lain-lain, ada pula tindakan pelaku kriminal dalam suatu instansi ketika Benny & Mice hendak mengurus beberapa berkas. Saya pribadi setuju sekali dengan potret oknum yang mengurusi birokrasi di suatu instansi pemerintah sering mengambil pungli kepada masyarakat. #ShameOnYou.

Hehehe.. uang mapnya 10.000 nih.. nanti minta surat pemanggilan di meja sebelah yaa.. (Halaman 72)

Tema selanjutnya yang akan saya berikan cuplikan yang lucu adalah tema Kasihan. Kasihan dalam tema kali ini menyuguhkan berbagai cerita yang sebenarnya memilukan, namun Benny & Mice menampilkannya dengan sense of humor yang menggelikan. Salah satunya adalah ketika Benny & Mice mendengarkan lagu John Lennon yang berjudul Imagine. Ada yang tahu? Ya benar, isinya memang cenderung menyedihkan. Namun Benny & Mice menyelipkan sebuah kalimat penyemangat untuk pembacanya.

Lennon memang cuma seorang pemimpi… tapi dia tidak sendiri… someday… someday… (Halaman 132)

Benny & Mice masih memotret fenomena sosial yang ada di masyarakat. Tidak seperti yang dikerjakan pada seri Lagak Jakarta, Benny & Mice sudah menyuguhkan hal-hal yang bisa diresapi oleh berbagai kalangan masyarakat, baik warga Jakarta ataupun daerah lainnya. Namun demikian, saya masih bisa merasakan kebanyakan kartun di buku ini masih didominasi dari lingkungan asli Jakarta.

Hal ini tidak mengherankan karena kedua kartunis berdomisili di Jakarta. Jadi mungkin Benny & Mice  memiliki keterbatasan menghadirkan situasi daerah lain yang tidak terangkat ke permukaan hingga Jakarta. Padahal apabila beragam fenomena yang disuguhkan, tentu akan menjadi hiburan tersendiri hehehe.

Oh iya, salah satu hal yang cukup mengherankan saya adalah alasan mengapa blurb harus menuliskan pendapat dari dunia maya yang beberapa belum jelas asal-usulnya. Kalau toh ingin memotret pangsa pasar, sebaiknya menghadirkan pendapat orang yang ternama atau minimal jelas keberadaan dan asal-usulnya.

Mengenai gaya gambar, saya suka bagaimana tokoh Benny & Mice di komik digambarkan sangat merakyat. Mereka berdua digambarkan sebagai dua orang yang kadang tidak saling kenal, namun terkadang berteman baik. Yang jelas keduanya digambarkan bersama. Saya suka saya suka. Tunggu review selanjutnya yaa~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Lost in Bali 2

coverbmlost2

Judul: Lost in Bali 2

Kartunis: Benny Rachmadi & Muhammad Misrad

Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia

Jumlah Halaman: iv + 108

Terbit Perdana: Juli 2009

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Juli 2009

ISBN: 9789799101969

cooltext-blurb

Benny & Mice semakin ‘tersesat’ di Pulau Dewata! Kali ini mereka bertualang ke dasar samudra, menyusuri pedalaman Ubud, hingga terjebak di kerumunan para penyuka sesama jenis… Wah… gawat!

cooltext-review

Setelah sukses mengeluarkan buku pertama, kali ini duo kartunis Benny & Mice menerbitkan sekuel Lost in Bali, yang diberi judul Lost in Bali 2. Jika buku pertama berisi awal mula perjalanan hingga beberapa tempat wisata yang mereka singgahi, buku kedua ini berisi lanjutan pengalaman mereka di Bali hingga kembali ke Jakarta

Nama orang Bali sedikit sekali…. Hanya ‘berkutat’ di nama-nama ini saja: Wayan, Putu, Made, Nyoman, Ketut!! (Halaman 7)

A Night at Seminyak adalah tempat pertama yang mungkin secara tidak sengaja mereka singgahi. Namanya juga orang Jakarta, tentu sudah tidak asing dengan dunia malam alias café. Oleh karena itu, Benny & Mice menyambangi salah satu café yang apesnya, adalah café yang biasa dikunjungi pria homoseksual. Bahkan pertunjukan di panggung juga biasa diperuntukkan pria gay.

Gimana kalo ada temen atau saudara yang ngeliat kita disitu? Bisa salah paham! (Halaman 37)

Pulau Penyu adalah destinasi wisata berikutnya yang disambangi duo kartunis ini. Menyeberang melewati Tanjung Benoa, Benny & Mice penasaran akan panorama dan keunikan pulau ini. Seperti namanya, penyu segala ukuran ada disana menyambut mereka berdua. Eits, Benny sempat menyinggung tayangan salah satu stasiun televisi swasta loh di bagian ini.

Emang isinya penyu semua? Nggak ada orangnya yaaaa? (Halaman 40)

Hard Rock Hotel Bali sebenarnya bukan tempat wisata khas Bali. Namun Hard Rock Hotel yang terkenal juga membuat hotel di cabang Bali ini menjadi persinggahan para turis. Tentu saja untuk foto-foto di depan papan surfing sebagai trademark hotel kelas atas ini. Tidak lupa Benny & Mice menyelipkan banyolan khas mereka tentang papan surfing ini.

Biasanya… yang suka foto-fotoan di lokasi ini, malah bukan tamu yang menginap di hotal yang berkelas ini… kasihan… (Halaman 62)

Ubud adalah destinasi selanjutnya karena Benny & Mice ingin mencoba suasana yang berbeda setelah terjebak hiruk pikuk Denpasar. Melipir ke Ubud adalah jawabannya. Setelah salah paham tentang istilah “Home Stay”, Benny & Mice menghadapi kondisi penginapan yang minim. Akhirnya mereka berdua klayapan di Ubud malam-malam.

Mungkin… di Ubud standarnya begini kali yaa? Turis pengennya tenang… (Halaman 70)

Goa Gajah menjadi destinasi terakhir yang menurut saya agak maksa dan kurang jelas asal-usulnya mereka “nyasar” ke tempat ini. Pokoknya di tempat ini Benny & Mice merasa sebagai turis yang tidak berbahagia karena mendapatkan sial hahahaha.

Kalau goanya sekecil ini…. Gajahnya masuk lewat mana yaaa?! (Halaman 93)

Hal yang berbeda dari Lost in Bali adalah adanya stempel khusus yang bertuliskan Recommended ataupun Not Recommended ala Benny & Mice kepada pembaca, untuk setiap tempat wisata ataupun pengalaman baru yang mereka dapatkan di sana. Saya tidak menghitung pasti, namun jumlah yang recommended masih lebih banyak daripada not recommended.

Kata orang, Bali tempat yang berkesan dan meninggalkan banyak kenangan, sepertinya kami sepakat…. (Halaman 105)

Hal yang cukup menggembirakan adalah buku ini mengandung 48 halaman full color dengan kertas glossy. Sebenarnya ada bonus poster juga, namun anehnya saya tidak menemukan poster itu. Padahal saya membeli masih tersegel rapi lho. Secara umum saya melihat cerita di tiap lokasi wisata pada buku ini cukup panjang. Imbasnya destinasi ataupun pengalaman baru yang disuguhkan tidak sebanyak Lost in Bali.

Berbicara tentang judl, saya kok merasa kurang tepat ya. Benny & Mice tidak lost beneran dalam arti hilang ataupun nyasar, tetapi malah sial dalam arti mendapati kondisi yang unik dan menguras emosi hehehe. But anyway, wahana baru Sea Walker, Camel Safari, dan juga menikmati musik jazz di salah satu café di Bali sepertinya sangat menarik untuk dicoba sendiri.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Lost in Bali

coverbmlost1

Judul: Lost in Bali

Kartunis: Benny Rachmadi & Muhammad Misrad

Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia

Jumlah Halaman: iv + 108

Terbit Perdana: Desember 2008

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Desember 2008

ISBN: 9789799101471

cooltext-blurb

Benny & Mice keluar dari “sarangnya”, Jakarta. Mereka melancong ke Bali. Hasilnya: Benny & Mice Lost in Bali. Bersiaplah ketawa membaca kisah mereka.

Buku ini adalah awal dari seri petualangan ala Benny & Mice. Nantikan kisah mereka yang lain.

cooltext-review

Duo kartunis beken se-Indonesia mengeluarkan buku komik baru. Kali ini berbeda dengan buku terbitan sebelumnya yang muatannya cenderung “berat” karena bertema politik, negara, dan berbagai problematika, kali ini buku yang berjudul Lost in Bali mengisahkan saat-saat mereka berdua plesiran ke Pulau Dewata. Meskipun demikian, sindiran halus namun menohok tetap dituangkan Benny dan Mice pada beberapa gambar.

Sesungguhnya saya tidak bisa membedakan bagian-bagian dalam buku ini berdasarkan apa. Bahkan daftar isi pun tidak ada. Oleh karena itu, saya mengupas berdasarkan tempat wisata yang disinggahi Benny & Mice saja ya. Yang pertama adalah Pantai Kuta. Pantai yang sudah terkenal seantero nusantara bahkan hingga mancanegara ini mereka gambarkan dengan kocak. Mulai dari pantai, jalanan, hingga kondisi di Kuta.

‘Pemandangan’ yang biasanya bisa dilihat di majalah pria dewasa, dapat disaksikan secara live di sepanjang jalan Legian-Kuta… (Halaman 28)

Pura Ulun Danu di Bedugul adalah destinasi kedua. Deskripsi yang menggugah minat untuk segera pergi ke sana membuat saya kagum. Meskipun begitu, saya tetap ngakak ketika Mice yang menikmati panorama indah Bedugul digambarkan layaknya adegan fenomenal sepanjang masa dari film musikal Sound of Music.

Alam pegunungan… Hamparan rumput hijau… dihiasi bunga-bunga… Danau yang tenang… dan kabut tipis… wonderfuuull… (Halaman 57)

Alas Kedaton yang memiliki banyak monyet sebagai penghuninya ini juga tidak luput dikunjungi oleh Benny & Mice. Saya suka bagaimana Benny & Mice menyelipkan sejumput tips ketika mengunjungi tempat ini. Selain itu, mitos atau kepercayaan yang ada di tempat tersebut membuat saya menjadi menerka benar ataukah hanya akal untuk menarik wisatawan?

Wah! Bagus ‘tuh mas! Kalau dinaikin sama monyet disini… akan dapat rejeki!! (Halaman 65)

Pasar Sukawati merupakan surga bagi turis yang ingin membeli oleh-oleh ataupun kenang-kenangan khas Bali. Selain harganya yang sangat murah (jika pandai menawar), barang-barang yang dijual pun juga beraneka macam. Nah tentang hal menawar ini, Benny memberikan sebuah tips yang bisa diterapkan Mice saat berbelanja. Sayangnya, Mice terlalu lebay dalam melaksanakannya. Akibatnya?

Ingat! Lu kalo nawar harus rendah! Harus kejam! Makin murah makin baik…. (Halaman 73)

GWK (Garuda Wisnu Kencana) adalah destinasi berikutnya. Proyek pembangunan patung terbesar se-Asia Tenggara ini tidak main-main. Patung kepala dan badan Dewa Wisnu yang telah selesai dibuat terlebih dahulu menjadi daya tarik wisatawan. Namun karena ukurannya sangat besar, Benny & Mice memberikan tips jitu jika ingin berfoto disana.

Anda berjiwa narsis? Jangan coba-coba moto bareng patung dewa Wisnu ini!! (Halaman 79)

Tempat wisata berikutnya adalah Uluwatu. Bagi yang belum mengerti, Uluwatu ini adalah (lagi-lagi) pura yang berdiri kokoh di puncak bukit karang yang menjulang di atas permukaan laut lepas. Belum juga memasuki kawasan pura, Benny & Mice harus menghadapi hardikan petugas loket yang tidak ramah.

Ini pura suci! Kalo mau masuk harus berpakaian yang sopan!! ‘Ndak boleh pakai celana pendek!! (Halaman 83)

Jimbaran adalah tempat penutup pada buku ini yang dikunjungi oleh Benny & Mice. Seperti yang kita ketahui, Jimbaran adalah tempat yang umumnya adalah tempat makan dan penginapan yang berada di tepi pantai. Karena penasaran, Benny & Mice juga mengunjungi sebuah resto seafood di tepi pantai itu. Namun sayang, harga yang mencekik dompet membuat mereka membatalkan niat makan di sana.

Biarin bule-bule hujan emas di negeri orang…. Yang penting kita nggak merasa hujan batu di negeri sendiri… (Halaman 105)

Satu kendala yang saya alami ketika membaca buku ini adalah tidak adanya batas yang membagi isi buku ini menjadi berapa bagian. Saya mengambil fokus tempat wisata yang dikunjungi karena setiap tempat ditulis dengan font besar dan tebal. Namun sesungguhnya buku ini isinya sangat acak, dalam artian Benny & Mice menuangkan apapun yang mereka temui.

Hal-hal itu misalnya profesi orang-orang di Pantai Kuta, tips dan trik saat mengunjungi Alas Kedaton, potret para wisatawan di Bali, bahkan sesajen yang lumrah bertebaran di setiap sudut kota. Selain itu, ada pula kuliner yang Benny & Mice suguhkan yaitu pisang leget dan nasi jinggo. Penempatannya pun asal saja tidak pakem ada dimana.

Oh iya, ada wahana yang saya baru tahu ada di Bali yaitu Flying Fish dan Sling Shot. Padahal selama ini wahana non-pura atau non-alam adalah banana boat (iya, saya cupu banget). Satu-satunya kekurangan buku ini adalah kurang halaman. Hahaha lha ya gimana, wong gambar Benny & Mice ini besar-besar. Tulisannya juga besar. Akibatnya saya tidak lama membaca buku ini sampai habis. Yah semoga ada kelanjutannya hehehe.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Lagak Jakarta Edisi Koleksi (Jilid 2)

coverbmlagak2

Judul: Lagak Jakarta Edisi Koleksi (Jilid 2)

Kartunis: Benny Rachmadi & Muhammad Misrad

Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia

Jumlah Halaman: x + 284

Terbit Perdana: September 2007

Kepemilikan: Cetakan Keempat, Mei 2008

ISBN: 9789799100844

cooltext-blurb

Jakarta adalah potret kehidupan yang penuh warna. Di sana tersimpan mimpi-mimpi, ambisi, dan harapan. Di sana terukir kisah-kisah kegetiran dan kebahagiaan anak manusia, yang terkadang penuh ironi, satire, aneh, dan menggelikan. Lewat Lagak Jakarta Benny dan Mice melaporkan semua itu dengan cerdas, sebagai sociological report.

Lagak Jakarta Edisi Koleksi Jilid 2 berisi tiga buku dengan tema “Krisis… Oh… Krisis”, “Reformasi”, dan “(Huru-Hara) Hura-Hura Pemilu ‘99”. Ketiganya pernah diterbitkan oleh KPG, dan sekarang diterbitkan kembali untuk menyambut satu dekade seri Lagak Jakarta (1997-2007). Meski demikian, banyak peristiwa dan kehidupan yang direkam oleh Benny dan Mice tetap aktual sampai sekarang.

 

“Kalau hidup kita sedikit bertambah cerah, itu pasti karena sumbangan Benny dan Mice, sepasang “pakar sosiologi kota honoris causa”, yang menangkap inti sari kehidupan manusia Jakarta.” – Wimar Witoelar

cooltext-review

Lagak Jakarta masih berlanjut pada jilid kedua edisi koleksi. Sama seperti jilid pertama, edisi jilid dua ini juga terdiri atas kumpulan tiga tema yang digabung jadi satau. Tema pertama adalah Krisis… Oh… Krisis yang merupakan hasil karya Benny & Mice. Seperti yang pernah kita ketahui bersama, Indonesia pernah mengalami krisis pada akhir tahun 90-an hingga awal 2000-an. Keadaan yang biasa disebut krismon atau krisis moneter ini menyita perhatian banyak pihak, khususnya masyarakat kalangan menengah ke bawah.

Walaupun “sejernih akal sehat”, tapi harganya nggak bisa diterima akal sehat. (Halaman 31)

Berbagai komoditas rumah tangga yang mengalami krisis dan kenaikan harga mengakibatkan timbulnya gerakan mahasiswa menuntut adanya sebuah perubahan pada pemerintah. Hal ini tertuang pada tema kedua yaitu Reformasi. Pada gambar hasil karya Benny & Mice ini, terlihat bagaimana kondisi kerusuhan tahun 1998 di Jakarta. Massa tumpah ruah, penjarahan dimana-mana, kerusakan dan juga tindak anarkis terus berlangsung. Mereka menuntut adanya perubahan hidup yang lebih baik melalui perubahan pemerintahan.

Bandung lautan api..?? Itu sih, duluuu… Pada 14 Mei 1998 giliran Jakarta yang jadi “Lautan api”!!! Uuuuh…. TEGANG! MENCEKAM!!! AJAIB!! SERU!! ‘LUCU’!! HeBoh, Booo..!! (Halaman 113)

Dampak dari aksi yang mendebarkan semua pihak, khususnya warga Jakarta, akhirnya keluarlah satu momen yaitu pemilihan umum untuk memilih presiden baru. Mereka menganggap, dengana danya presiden yang baru, kehidupan mereka akan terbebas dari krisi dan menjadi lebih baik. Benny & Mice menggambarkan kondisi saat itu mulai dari persiapan hingga pelaksanaan pada tema ketiga yaitu (Huru-Hara) Hura-Hura Pemilu ’99. Baru kali itu juga pemilu diikuti oleh 48 partai politik yang masing-masing mengusung calon presiden.

Harga kebutuhan pokok makin melejit…, lapangan kerja makin langka… Apa boleh buat… Hati nurani dijual juga!! (Halaman 224)

Sebagai penutup, ada segelintir komik yang diberi judul The Editor. Seperinya komik ini melanjutkan komik The Making of Lagak Jakarta pada jilid satu. Kali ini Benny dan Mice masih bergelantungan di pohon. Tiba-tiba ada editor dari penerbit KPG yang ingin mereka berdua membuat seri Lagak Jakarta lagi. bukannya setuju, Benny dan Mice justru menginggalkan sang editor berceloteh sendiri di malam hari.

…Dalam bayanganku, buku ini akan menjadi… bla… bla… bla… Wah… pasti laku ini!!… (Halaman 281)

Akhirnya, setelah jilid pertama Benny dan Mice berdiri sendiri-sendiri dengan membawa satu tema, kali ini tiga tema yang disuguhkan di buku ini dibawakan oleh duo Benny dan Mice sekaligus. Hal ini membuat setiap goresan gambar membawa dua nyawa kartunisnya. Saya juga bingung dengan pembagian kerja mereka berdua dalam menggambar. Namun yang jelas kolabrasi mereka menghasilkan gambar yang lucu, menohok, sekaligus membawa pelajaran.

Yang membuat saya bahagia juga bukan hanya karikatur satu halaman berdiri sendiri, namun kadang ada beberapa gambar yang masih berkaitan dengan sebelumnya. Terasa seperti komik namun tidak terlalu terstruktur. Meskipun tema yang diusung pada buku kedua ini adalah tema cukup berat yaitu politik dan urusan negara, saya masih bisa menikmatinya kok.

Satu hal yang membuat saya rada kecewa dengan buku kedua ini adalah saya baru menyadari bahwa karakter Benny dan Mice di dalam buku sangat berbeda dengan yang ada di cover. Padahal saya lebih suka versi cover-nya. Kemudian blurb yang tidak kreatif di bagian belakang terasa sedikit mengecewakan. Harusnya blurb disesuaikan dengan isi buku, bukan hanya mencontek blurp jilid pertama dan mengganti satu kalimat saja.

Oh iya, saya sebenarnya kecewa dengan komik penutup buku ini yang terasa sangat nggak penting. Apa ya, terasa garing dan terlalu dipaksa agar lucu. Yah saya memahami sih mungkin komik sepintas ini adalah karya baru, tidak seperti karikatur sebelum-sebelumnya yang memotret kondisi ibukota. Namun seharusnya bisa lebih greget dalam hal sense of humor yang dibawakan. Bahkan kalaupun tidak ada komik bagian ini, menurut saya lebih bagus. Sekian.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus