Rss

Lagak Jakarta Edisi Koleksi (Jilid 1)

coverbmlagak1

Judul: Lagak Jakarta Edisi Koleksi (Jilid 1)

Kartunis: Benny Rachmadi & Muhammad Misrad

Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia

Jumlah Halaman: x + 306

Terbit Perdana: September 2007

Kepemilikan: Cetakan Keempat, Mei 2008

ISBN: 9789799100832

cooltext-blurb

Jakarta adalah potret kehidupan yang penuh warna. Di sana tersimpan mimpi-mimpi, ambisi, dan harapan. Di sana terukir kisah-kisah kegetiran dan kebahagiaan anak manusia, yang terkadang penuh ironi, satire, aneh, dan menggelikan. Lewat Lagak Jakarta Benny dan Mice melaporkan semua itu dengan cerdas, sebagai sociological report.

Lagak Jakarta Edisi Koleksi Jilid 1 berisi tiga buku dengan tema “Trend dan Perilaku”, “Transportasi”, dan “Profesi”. Ketiganya pernah diterbitkan oleh KPG, dan sekarang diterbitkan kembali untuk menyambut satu dekade seri Lagak Jakarta (1997-2007). Meski demikian, banyak peristiwa dan kehidupan yang direkam oleh Benny dan Mice tetap aktual sampai sekarang.

 

“Kalau hidup kita sedikit bertambah cerah, itu pasti karena sumbangan Benny dan Mice, sepasang “pakar sosiologi kota honoris causa”, yang menangkap inti sari kehidupan manusia Jakarta.” – Wimar Witoelar

cooltext-review

Berbicara tentang Jakarta seakan tidak pernah ada habisnya. Ibukota negara kepulauan bernama Indonesia ini bagaikan sebuah daerah yang dihuni oleh manusia dari beragam suku, etnis, agama, kepercayaan, dan latar belakang. Tidak dapat dipungkiri pula bahwa apa yang terjadi di Jakarta bisa menjadi panutan daerah lain, terlepas dari hal itu baik atau buruk. Samai-sampai Jakarta adalah sebuah daerah yang menjadi tolok ukur kesuksesan. Duo kartunis Benny Rachmadi dan Muhammad Misrad atau yang kerap disapa Benny dan Mice memotret fenomena di Jakarta dalam serial lagak Jakarta.

Trend dan Perilaku yang merupakan hasil karya Mice menjadi pembuka dalam buku Lagak Jakarta Edisi Koleksi Jilid 1 ini. Trend merupakan hal yang sedang digemari dalam kurun waktu tertentu, dipadukan dengan perilaku yang mendukung, misalnya handphone, shopping diskon, ATM, mode atau fashion, ecstasy, dan putauw. Putauw menjadi favorit saya karena Mice sukses menggambarkan bagaimana dampak barang haram ini dengan apa adanya.

Bila sudah terjerumus ke dunia ‘serbuk putih’ ini… Tak ada lagi yang berguna di dunia ini!! Cuma PUTAUW!! PUTAUW!! PUTAUW!! (Halaman 85)

Transportasi merupakan buah karya Benny yang memberikan gambaran mengenai bermagai moda transportasi di ibukota. Mulai dari metromini, bajaj, bis kota, patas AC, ojek, bemo, dan lain sebagainya. Bemo adalah salah satu favorit saya pada bagian ini karena bentuknya yang unik dan perlu “perjuangan” agar penumpang bisa turun di tempat tujuannya.

Bemo adalah kendaraan yang sukar digolongkan ke jenis apa. Konon benda ini adalah hasil kawin silang antara mobil dan bajaj… (Halaman 123)

Profesi adalah bagian selanjutnya. Gambar tangan seorang Benny kali ini menyuguhkan berbagai profesi yang lumrah dilakoni para penduduk Jakarta. Bukan profesi macam pengusaha, anggota dewan, bahkan presiden, namun justru profesi menengah ke bawah mulai dari salesman, tukang setrika, penjual asongan, debt collector, ilustrator, hingga tukang ketik skripsi. Saya suka bagaimana Benny menggambarkan seorang debt collector atau biasa disebut tukang tagih utang ini dengan empat tipe sesuai cara menagih. Lucu banget hahaha.

Bekerja sebagai Tukang Tagih banyak dilakukan oleh mantan atlet beladiri dan orang-orang yang punya cukup “jam terbang” di “dunia hitam”…. (Halaman 289)

Sebagai penutup jilid pertama ada bab khusus berjudul The Making of Lagak Jakarta yang mengisahkan awal mula Benny dan Mice direkrut oleh penerbit KPG untuk menggambar kehidupan masyarakat di Jakarta. Saya sejuta persen yakin bahwa gambar pada bagian ini hanyalah akal Benny dan Mice yang terlalu lebay. Tapi amsih lucu juga sih hehe. Semua bermula ketika Benny dan Mice bergelantungan di pohon untuk mengamati kondisi Jakarta. Lanjutannya? Bersambung ke jilid dua yaa.

… Apa?! Bikin buku tentang Jakarta!!?? Cihuuuuuyy…. …Asyiiiik… hasil pengamatan kita enggak sia-sia!!! (Halaman 300)

Secara umum, hasil karya Benny Rachmadi yang mendominasi buku Lagak Jakarta Edisi Koleksi jilid pertama ini. Mice hanya menyumbang pada tema “Trend dan Perilaku” sedangkan tema “Transportasi” dan “Profesi” digambar oleh Benny. Hal ini mau tidak mau membuat saya membandingkan gaya gambar yang mereka hasilkan. Gambaran Mice menurut saya lebih soft dan apa adanya dibandingkan milik Benny. Saya merasa seolah gambar Mice ini memang dibuat untuk lucu, meski sebenarnya juga ada pesan tertentu yang disampaikan.

Sedangkan gambar hasil tangan Benny menurut saya lebih detil dengan garis lebih tegas dibandingkan milik Mice. Hal ini membuat saya merasa gambar Benny dibuat untuk menyampaikan sesuatu dengan cara yang lebih “jleb” namun sensasi lucunya masih bisa dirasakan. Yang jelas keduanya memiliki persamaan: sama-sama menghibur. Saya bukan orang Jakarta, namun inti buku ini tidak hanya monopoli orang Jakarta yang bisa memahami. Tunggu review jilid kedua ya..

Buku ini saya baca dalam rangka Posting Bareng BBI untuk bulan Maret 2016. Anggota yang berpartisipasi bisa menuliskan kesan-kesan selama membaca buku tertentu melalui cuitan di twitter dengan hashtag #BBILagiBaca. Sebenarnya cuitan-cuitan tersebut harus dicantumkan di postingan ini, namun karena screencap cukup banyak dan terlalu tidak efisien apabila saya masukkan di sini, maka rekap cuitan saya tentang buku ini bisa disimak di link chirpstory ini yah. Sampai jumpa lagi pada PosBar berikutnya…

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Karut-Marut Ekonomi

coverbmpresiden2

Judul: Karut-Marut Ekonomi

Seri: Dari Presiden ke Presiden #2

Kartunis: Benny Rachmadi

Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia

Jumlah Halaman: x + 267

Terbit Perdana: September 2009

Kepemilikan: Cetakan Pertama, September 2009

ISBN: 9789799102065

cooltext-blurb

Sepanjang 1998-2009 berjibun peristiwa sosial-politik-ekonomi sampai bencana yang mewarnai Tanah-Air. Benny Rachmadi–dari duo Benny & Mice–merekam peristiwa-peristiwa yang penting dalam bentuk kartun opini untuk Mingguan & Harian Kontan.

Setelah kartun-kartun itu–yang jumlahnya mencapai 700-an–dipilih-pilih dan disusun sebagai “cerita”, hasilnya adalah Dari Presiden ke Presiden. Buku jilid dua ini merekam karut-marut ekonomi Indonesia. Jilid pertama merekam tingkah-polah elite politik kita.

cooltext-review

Buku kumpulan kartun atau karikatur hasil karya Benny Rachmadi berlanjut ke buku kedua. Kali ini meskipun masih berasal dari Harian dan Mingguan Kontan sejak tahun 1998 hingga 2008, pembagian bab untuk buku kedua ini tidak lagi menggunakan periode presiden, malinkan berdasarkan isu besar yang sedang terjadi pada empat presiden setelah orde baru yang meliputi Habibie, Gus Dur, Megawati, dan SBY.

Yang Terjepit dan Yang Tetap Bergaya adalah bab pertama yang mengusung tentang kesenjangan sosial. Dari berbagai karikatur yang dikemas pada bab ini, saya suka pada karikatur mengenai operasi pasar, khususnya pada komoditas beras. Karikatur yang mengambil judul Operasi Pasar yang Banyak Kendala dan diterbitkan pada Mingguan Kontan tanggal 26 Februari 2007 ini menggambarkan beras dalam karung yang dioperasi di ruang bedah dokter. Kala itu sepertinya memang sedang ramai mengenai situasi beras dalam negeri yang mengkhawatirkan.

Operasi kita kayaknya gagal nih.. Penyakitnya sudah komplikasi!! Ada joki, spekulan, calo, ada yang beli berulang kali. (Halaman 78)

Susahnya Mencari Kerja adalah bab kedua. Bab ini menyoroti masyarakat Indonesia yang kesulitan memperoleh pekerjaan. Ketersediaan lapangan kerja tidak dapat memenuhi jumlah tenaga siap kerja yang semakin bertambah dari tahun ke tahun. Oleh karena itu, persaingan mendapatkan pekerjaan menjadi sangat tinggi. Kartun yang “menonjok” para pekerja dan “mengerti” para penganggur muncul pada karikatur berjudul Beda Pekerja dan Penganggur yang terbit pada Harian Kontan tanggal 16 Mei 2007. Kartun ini menggambarkan dua orang, yang satu seorang pekerja yang bersemangat karena hendak liburan, dan satu lagi seorang penganggur yang iri dengan si pekerja. Sampai-sampai ia memberikan komentar jleb.

Ironis ya… Lu udah kerja doyan libur… Gua nganggur pengen kerja kagak dapet-dapet! (Halaman 112)

Susahnya Mencari Uang Pendapatan Negara merupakan bab ketiga yang mengambil fokus tentang pendapatan negara. Seperti yang kita ketahui, negara juga harus memiliki pendapatan untuk digunakan berbagai keperluan, salah satunya pembangunan dalam negeri. Saya kurang mengerti tentang situasi pada masa itu, namun sepertinya pada karikatur berjudul Surat Utang Buat Menambah APBN mengindikasikan bahwa APBN sedang dalam tahap yang cukup mengkhawatirkan. Kartun yang terbit pada Harian Kontan tanggal 12 Januari 2008 ini menyuguhkan potret pemerintah yang menjual surat utang kepada masyarakat untuk meningkatkan jumlah APBN. Sampai-sampai ada tambahan bonus sebesar 7% untuk merangsang rakyat membeli surat tersebut.

Ladies and gentlemen, beli dong…. Buat nambah-nambah, dapat bonus 7% lho…. (Halaman 144)

Naiknya BBM dan Gas merupakan bab selanjutnya. Pada bab kali ini, yang disoroti adalah benda yang sangat dekat dalam kehidupan masyarakat, yaitu BBM dan gas elpiji. Dalam beberapa waktu, harga BBM cenderung terus meningkat mengikuti harga minyak dunia. Salah satu kartun yang menggambarkan situasi BBM dalam negeri itu ada yang sangat menyindir. Karikatur berjudul Ditengah Kesusahan Masih Ada yang Gemar “Bermain” yang terbit pada Mingguan Kontan di bulan Oktober 2007 ini menggambarkan adanya oknum yang memanfaatkan situasi BBM dalam negeri yang berharga tinggi. Oknum ini menyelundupkan BBM ke luar sehingga situasi per-BBM-an dalam negeri menjadi kacau.

Bagus ya… Aku babak belur karena harga minyak dunia naik, kamu malah selundupin ke luar! (Halaman 171)

Bab berikutnya adalah Jatuh-Bangun Rupiah dan Saham. Seperti yang kita ketahui, nilai tukar mata uang Indonesia, rupiah, cenderung fluktuatif dari hari ke hari. Terkadang naik, kadang bisa turun, bahkan bisa naik lagi. Sampai suatu ketika ada gerakan Cinta Rupiah untuk membuat nilai tukar rupiah menguat terhadap dollar. Membaca karikatur berjudul Cinta Rupiah Daripada Dollar ini membuat saya terngiang-ngian lagunya Cindy Cenora berjudul Aku Cinta Rupiah. Kartun yang terbit di Mingguan Kontan pada Minggu V Oktober 2008 ini menggambarkan rakyat yang mencintai rupiah daripada dollar. Saya suka banget pesan dari gambar ini.

Biar gimanapun aku akan selalu CINTA kamu! Dapetin aja susah, apalagi dollar… (Halaman 196)

Repotnya Mengurus Perbankan merupakan bagian keenam. Bab ini menyoroti bagaimana sulitnya pemerintah, dalam hal ini adalah Bank Indonesia, mengendalikan bank-bank swasta yang ada di Indonesia. Sampai-sampai ada karikatur yang menggambarkan kondisi Indonesia yang memudahkan investasi oleh pihak asing diluar Indonesia menjadi lebih mudah. Sayangnya, kartun berjudul Investasi Asing Dipermudah yang terbit pada Harian Kontan tanggal 26 September 2007 ini juga memberikan sebuah resiko yang akan dihadapi oleh bangsa Indonesia ketika menerapkan kemudahan bagi para investor asing.

Kalau sewaktu-waktu kuambil lagi? Kolaps deh lu… (Halaman 221)

Setelah bab sebelumnya menyuguhkan cara pemerintah mendapat tambahan APBN, kali ini bab berjudul Mencari Uang Lewat Pajak hampir mirip dengan itu. Berbeda dengan sebelumnya, kali ini pajak menjadi satu alternatif mendapatkan tambahan pendapatan negara. Setiap warga negara yang telah memiliki penghasilan diwajibkan mempunyai Nomor Pokok Wajib Pajak atau NPWP. Salah satu kartun berjudul Kewajiban Memiliki NPWP yang terbit pada Harian Kontan tanggal 27 Agustus 2008 ini mengingatkan pentingnya memiliki NPWP bagi warga negara yang telah berpenghasilan. Ingat slogan “Apa kata dunia??” pada iklan layanan masyarakat di televisi? Nah ini salah satu sosialisasinya.

Urus NPWP!!! Bayar pajak penghasilan kamu! Kalau enggak, kena denda 2x… (Halaman 233)

Bagian kedelapan adalah Menjaga Keamanan dan Kedaulatan Negara. Kalau berbicara tentang keamanan negara, hal yang langsung terlintas adalah polisi. Nah ada satu fenomena yang bisa dibilang mengkhawatirkan pada tahun 2007. Kartun yang mencoba menyuguhkannya berjudul Akibat Jumlah Personel Polisi yang Kurang. Kartun ini terbit pada Mingguan Kontan di Minggu II bulan November 2007. Adanya situasi kurangnya personel kepolisian membuat angka kejahatan menjadi semakin marak. Polisi yang notabene bertugas melindungi warga dari kejahatan, menjadi kurang efektif ketika jumlah polisi yang tidak memadai.

Waaah… Pak Polisi pada kemana nih… Lagi pada ngurusin jalanan macet kali ya…. Asyiiik!!! (Halaman 248)

Sehabis Pemilu  adalah bab penutup buku ini. Seperti biasa, pemilu identik dengan kampanye. Terlebih jika pemilu ini adalah pemilihan presiden, maka kampanye yang terjadi juga dimulai ibukota hingga desa pelosok di Indonesia. Pemilu yang disebutkan pada karikatur berjudul Tim Sukses Capres Banyak yang Tidak Membayar Kaos Pesanan yang terbit di Harian Kontan pada tanggal 11 Juli 2009 ini mengacu pada pemilu presiden untuk periode 2009 hingga 2014. Sungguh ironis yang digambarkan pada kartun ini. Tim sukses calon presiden yang notabene harus totalitas dalam menarik dukungan masyarakat, kok ya bisa-bisanya tidak melunasi pembayaran kaos yang digunakan sebagai salah satu alat kampanye. Kalau sudah begini, maka konveksi yang menjadi tender kampanye harus terkena imbasnya. Kalau sudah begini, siapa yang salah?

Bangkrut aku… “Pesta” nya udah usai, tagihan kaos belum pada lunas!!! (Halaman 262)

Satu hal yang membuat saya mengernyitkan dahi adalah ketika membaca judul buku ini. Karut-marut. Emang ada ya? Setahu saya kok carut marut, yang biasa digunakan? Ah mungkin saya memang terlewat memahami kata yang benar. Dan tentu saya tidak bisa menyalahkan judul buku yang jelas terpampang, karena bisa dipastika 99% benar, bukan? Jadi judul ini saya rasa pas untuk menggambarkan isi buku. Hanya saja, kok saya merasa tidak hanya ekonomi yang tertuang didalamnya, melainkan ada juga bidang sosial juga meskipun tidak banyak.

Buku kedua dari seri Dari Presiden ke Presiden ini membagi bagian sesuai tema, bukan pemerintahan presiden. Hal ini menjadi mudah saya pahami karena isinya jadi lebih fokus. Kalau dipisahkan sesuai presiden, situasi yang diangkat menjadi kurang fokus karena tercampur aduk jadi satu. Kalau bisa saya mengira-ngira, mungkin sekitar 97% berita negatif yang disuguhkan di buku ini. Namun saya jadi mengerti bahwa maksud kartun ini adalah menunjukkan bagimana situasi di Indonesia yang sebanrya tidak bagus. Meski terkadang lebay dalam penggambarannya, tapi maksudnya benar adanya.

Oh iya saya menyayangkan tidak ada halaman berwarna yang sama seperti buku pertama. Buku kedua ini isinya full hitam-putih, kecuali cover dan bagian belakang buku. Agak kurang hidup sih sebenarnya. Namun adanya sejumput komik yang memiliki tokoh penjual gado-gado dan pekerja kantoran di bagian awal dan akhir buku membuat saya puas membacanya hingga halaman terakhir. Good job, Benny Rachmadi!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Sejak Awal Kami Tahu, Ini Tidak Akan Pernah Mudah

coversejak

Judul: Sejak Awal Kami Tahu, Ini Tidak Akan Pernah Mudah

Sub Judul: Jalan Berliku Cinta dan Impian

Penulis: Sisimaya

Penerbit: DIVA Press

Jumlah Halaman: 268

Terbit Perdana: Februari 2016

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Februari 2016

ISBN: 9786023910809

cooltext-blurb

Dua jalan bercabang dalam hutan. Dan aku-

Aku memilih yang jarang ditempuh

Dan perbedaannya besar sungguh.

“Jalan yang Tak Dipilih” —Robert Frost

 

Pikiranku dipenuhi dengan satu tanda tanya yang tak seorang pun bisa membantuku memberikan jawaban. Benarkah jalan dengan semak belukar yang belum pernah ditempuh itu kelak akan membawa perubahan besar dalam hidupku?

 

Agus dalam dilema. Kariernya sebagai auditor di kosmopolitan Jakarta sedang menanjak, namun sang kakak memintanya pulang ke Desa Manggar Wangi di Blitar. Mas Bayu membangun mimpi membuat pabrik gula jawa. Dan Agus diminta untuk membantu mewujudkan mimpi itu.

Banyak yang Agus pertaruhkan; kenyamanan pekerjaan, cinta sang kekasih.

Maka, jalan mana yang akan ia pilih?

cooltext-review

Percayalah, manisnya gula jawa tidak selalu bisa memaniskan hidup pembuatnya. (Halaman 9)

Novel ini dibuka dengan tokoh utama Agus Wicaksono yang harus lahir namun kehilangan ibu. Masa kecilnya dihabiskan berdua dengan ayah yang seorang pengrajin gula jawa di Kabupaten Blitar, mengikuti tradisi turun temurun di desa Manggar Wangi. Keluarga yang sangat sederhana ini tidak selalu berbahagia. Puncaknya, kehilangan ayah selama-lamanya membuat Agus harus mengalami kisah pilu.

Ingat, Le, sebisa mungkin hindari berutang. Urusannya bisa panjang di akhirat nanti jika kamu berutang di dunia dan meninggal sebelum utangmu itu dilunasi. (Halaman 41)

Kondisi menyesakkan yang dialami Agus berangsur membaik ketika ia diangkat menjadi anak Pak Lurah. Pesan mendiang sang ayah selalu Agus ingat hingga memasuki jenjang perkuliahan sehingga tidak merepotkan keluarga barunya. Perjuangan menamatkan kuliah mengantarkannya menjadi warga metropolitan dengan kemewahan dan jabatan strategis sebuah perusahaan terkemuka.

Cinta itu memang klise. Tapi terkadang ia bisa membuat segala urusan menjadi rumit. (Halaman 75)

Kehidupan Agus di Jakarta mulai terusik ketika anak sulung Pak Lurah, Bayu, mengajaknya mendirikan pabrik gula di Manggar Wangi. Agus tak langsung menyanggupi. Selain rasa bimbang meninggalkan kesuksesan, ia juga sulit berhubungan jarak jauh dengan Anggi, kekasih yang hendak ia lamar. Namun sebuah kesepakatan dengan atasannya di kantor membuatnya mengikuti ide Bayu.

Selama kita masih mau merasakan perasaan dan kepentingan orang lain, kita tidak perlu takut menjadi tidak berguna untuk sesama. Hati yang dikotori oleh keegoisanlah yang membuat seolah tak ada gunanya Tuhan menciptakan kita, sekalipun hidup bergelimang harta. (Halaman 109)

Sejak saat itu, pembangunan pabrik dilaksanakan. Ilmu teknik yang dimiliki Bayu dan ilmu teknologi pangan milik Agus menghasilkan pabrik dengan sistem bagus. Sayangnya, perjalanan menuju pembuatan gula kelapa harus menemui cobaan bertubi-tubi. Tetapi Ratna, adik Bayu yang mengidap kekurangan ternyata bisa menjadi penyelamat menyelesaikan masalah.

Pada akhirnya, tetap saja ada cinta yang tidak mungkin bisa digenggam sekalipun sudah jatuh cinta mati-matian. (Halaman 160)

Meskipun permasalahan mengenai pabrik gula ini terselasaikan, tujuan akhir yang dharapkan Bayu dan Agus tidak tercapai mulus. Bahkan polemik antara Agus, Ratna, dan Anggi, muncul ditengah proses operasi pabrik yang tidak bisa ditinggal. Lantas, bagaimana Agus menyikapi segalanya? Apakah keputusannya benar dengan kembali ke desa dan meninggalkan hingar-bingar ibukota?

Dan biasanya hal-hal yang bertentangan dengan kelaziman yang sudah jamak diterima masyarakat biasanya masuk dalam kategori tidak normal alias gila. (Halaman 164)

Novel ini cukup padat dengan 20 bab cerita, ditambah prolog dan epilog. Jumlah halaman tiap bab yang tidak banyak membuat saya memiliki jeda dalam membaca. Cover buku yang memiliki siluet rumah, pohon kelapa, dan gedung bertingkat merepresentasikan isi novel. Banyaknya kutipan kalimat bagus serta berbagai ilmu yang diberikan penulis membuat saya sering ber-ooh.

Hal yang saya sayangkan adalah Manggar Wangi. Saya tidak mendapatkan jawaban mengapa penulis harus membuat desa fiktif. Saya lahir dan tumbuh dewasa hingga saat ini di Blitar. Seumur hidup saya tidak pernah tahu Manggar Wangi. Bahkan saya membaca Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 56 Tahun 2015 Tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan di Jawa Timur, tetap nihil. Seharusnya penulis memakai Desa Dayu sebagai sentra penghasil gula jawa di Blitar, tidak perlu mengada-ada.

Oh iya, novel ini sangat terasa sekali suasana Jawa Timur, khususnya Blitar. Karena saya merasa adat dan kebiasaan dalam kisah ini erat sekali dengan lingkungan saya yang ditunjang berbagai istilah bahasa Jawa yang digunakan. Namun alangkah lebih baik apabila dilengkapi catatan kaki karena ada beberapa ungkapan yang mungkin tidak dimengerti orang yang tidak memahami bahasa Jawa.

Mengenai tokoh, penulis piawai menciptakan tokoh yang cerdas dan baik hati. Saya bisa merasakan aura tokoh Bayu seperti BJ Habibie yang pintar dan rendah hati. Sedangkan tokoh Agus, justru saya agak kurang suka karena tidak tegas mengambil keputusan akibat terlalu banyak hal yang ia pertimbangkan, termasuk kelanjutan hubungannya dengan Anggi.

Ratna menurut saya adalah kuda hitam dalam cerita ini. Dibalik kekurangannya, ia menjadi juru kunci penyelamat dari jerat masalah pabrik. Hal ini membuat kisah ini terasa manis bagai gula kelapa meskipun saya sudah bisa menebak akhir ceritanya. Intinya, novel ini berisi banyak pembelajaran bagi anak muda masa kini. Sebagai penutup, ini ada kutipan paling favorit.

Menurut Mas Bayu, sudah terlalu banyak anak muda yang tergiur untuk berkarier di kota dan lupa bahwa kampung halaman mereka juga memerlukan sumbangan buah pikiran dan tenaga. (Halaman 260)

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Blog Rico Bokrecension mendapatkan kehormatan menjadi host blogtour buku Sejak Awal Kami Tahu, Ini Tidak Akan Pernah Mudah. Apakah kamu sudah ikutan giveaway kloter pertama di blog Utami Pratiwi? Belum menang? Sudah ikut yang kloter kedua di blog Nisa Rahmah? Masih belum sukses? Bagaimana dengan kloter ketiga di blog Afifah Mazaya? Masih belum dapet juga?

Baiklah ini adalah kesempatan terakhirmu mendapatkan satu novel Sejak Awal Kami Tahu, Ini Tidak Akan Pernah Mudah gratis persembahan DIVA Press. Syarat dan mekanismenya mohon diperhatikan dengan cermat. Karena partisipan yang tidak memenuhi ketentuan akan didiskualifikasi dan tidak akan memiliki kesempatan menang.

  1. Follow twitter divapress01 atau like fanpage Penerbit DIVA Press.
  2. Follow twitter richoiko.
  3. Promosikan GA ini melalui twitter dengan mention divapress01 dan richoiko. Jangan lupa cantumkan url giveaway ini ya.
  4. Ceritakan SATU hal yang ada di daerahmu (bisa daerah tempat tinggalmu saat ini atau kampung halamanmu) yang kurang dilirik namun menyimpan potensi besar apabila dikembangkan. Hal tersebut bisa berupa kuliner, pariwisata, kerajinan, sumber daya alam, atau apapun.
  5. Jika sudah melengkapi semua persyaratan diatas, silakan tinggalkan komentar di bawah postingan ini dengan mencantumkan Nama, Link Share, dan Jawaban.
  6. Pemenang dipilih berdasarkan jawaban yang menurut saya paling unik.
  7. Periode giveaway ini berlaku mulai tanggal 21 Maret 2016 hingga tanggal 27 Maret 2016 jam 23.59 WIB, dan hanya untuk kamu yang memiliki alamat kirim di Indonesia. Pengumuman pemenang pada tanggal 28 Maret 2016.

Nah, sekian informasi giveaway dalam rangkaian terakhir blogtour buku Sejak Awal Kami Tahu, Ini Tidak Akan Pernah Mudah di Rico Bokrecension. Terima kasih sudah membaca postingan ini sampai akhir. Bagi kamu yang sudah ikutan, saya doakan semoga menang.. (˘ʃƪ˘) Jika ada yang kurang jelas, jangan sungkan tanya ya.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh dan selamat pagi!

Sebelumnya, saya mengucapkan mohon maaf atas beberapa kendala yang terjadi selama berlangsungnya giveaway ini. Tak lupa saya mengucapkan terima kasih pada penerbit DIVA Press yang memberikan kesempatan pada saya untuk menjadi host dalam blogtour. Terima kasih juga saya ucapkan kepada penulis, Sisimaya, atas kesediannya saya usik sebentar melalui twitter karena bertanya beberapa hal hehe.

Terakhir, untuk 14 orang yang telah mengikuti giveaway ini, terima kasih banyak! Jawaban kalian bagus-bagus semua. Membuat saya yakin bahwa Indonesia masih memiliki banyak potensi daerah yang unggul. Langsung saja, ini dia nama pemenang beserta jawabannya yang berhasil mendapatkan hadiah buku Sejak Awal Kami Tahu, Ini Tidak Akan Pernah Mudah:

RINI CIPTA RAHAYU
Aku berasal dari Sibetan, Karangasem. Salah satu desa di timur pulau Bali yang terkenal sebagai daerah penghasil buah Salak terbaik di Bali. Buah dan olahan inilah yang jadi sumber daya alam yang menjadi unggulan daerahku. Salak yang kini tersebar di di Bali saat ini diduga berasal dari Sibetan. Sekitar 13 jenis Salak Bali telah teridentifikasi, yang biasa dikonsumsi adalah salak biasa (salak Bali), salak gula pasir, salak nangka. Jenis Salak Gula Pasir yang menjadi unggulan karena daging buahnya berwarna putih, rasanya manis tanpa rasa sepat atau asam.
Sebenarnya sudah ada agrowisata dan kelompok-kelompok tani yang membuat olahan dari Buah Salak, selain menjual buah aegar dan menyediakan bibit tanaman. Hanya saja masih ada banyak kendala terkait pengembangan potensi lokal ini. Agrowisata belum banyak dikenal, pengelolaannya juga masih perlu ditingkatkan. Pemasaran olahan Salak seperti wine, dodol salak, kurma salak, keripik salak juga masih terbatas. Sumber daya manusianya juga menurutku dapat ditingkatkan dengan mengadakan pelatihan atau pengembangan usaha kecil menengah. Ketika masa panen, harga Salak bisa menjadi sangat murah per kilogramnya.
Jika dikembangkan dan dikelola dengan baik, aku yakin Salak bisa menjadi ciri khas Karangasem dan tentu saja tujuan wisata baru. Masyarakat juga diberdayakan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi.

Yak, selamat! Untuk pemenang, akan saya hubungi melalui media sosial. Diwajibkan konfirmasi maksimal tanggal 30 Maret 2016 pukul 09.00 WIB. Kalau tidak ada kabar sama sekali, saya akan pilih pemenang baru. Bagi yang belum beruntung, jangan kecewa. Saya akan mengadakan giveaway lagi di blog ini. Kapan? Rahasia. Tunggu aja pokoknya :)

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh dan sampai jumpa lagi!

Tingkah-Polah Elite Politik

coverbmpresiden1

Judul: Tingkah-Polah Elite Politik

Seri: Dari Presiden ke Presiden #1

Kartunis: Benny Rachmadi

Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia

Jumlah Halaman: x + 333

Terbit Perdana: Juni 2009

Kepemilikan: Cetakan Kedua, Juli 2009

ISBN: 9789799101907

cooltext-blurb

Sepanjang 1998-2009 berjibun peristiwa sosial-politik-ekonomi dan bencana yang mewarnai Tanah-Air. Benny Rachmadi–dari duo Benny & Mice–merekam peristiwa-peristiwa yang penting dalam bentuk kartun opini untuk Mingguan & Harian Kontan.

Setelah kartun-kartun itu–yang jumlahnya mencapai 700 an–dipilih-pilih dan disusun sebagai “cerita”, hasilnya adalah buku ini. Dari Presiden ke Presiden: Tingkah Polah Elite Politik adalah buku pertama dari dua jilid. Buku kedua merekam tingkah-polah pemimpin kita dalam mengelola ekonomi Indonesia.

cooltext-review

Siapa yang tidak suka dengan kartun? Saya rasa, baik anak-anak ataupun dewasa menyukai gambar ilustrasi yang menghibur ini, meski berbeda dosis dan takarannya. Kartun pada dasarnya adalah sebuah media visual yang digunakan oleh pembuatnya (disebut kartunis) untuk menyampaikan sesuatu melalui gambar. Mulai dari hiburan, himbauan, ataupun hal yang lainnya. Benny Rachmadi adalah seorang kartunis yang biasa mengisi Mingguan & Harian Kontan. Isi kartun (atau boleh saya bilang sebagai karikatur) yang ia ciptakan ini cenderung mengambil fokus situasi yang sedang terjadi di Indonesia.

Buku ini memuat berbagai macam karikatur yang dibuat oleh tangan Benny selama sebelas tahun terakhir yang terhitung sejak buku ini diterbitkan hingga sebelas tahun kebelakang. Sengaja mengambil judul Dari Presiden ke Presiden karena pemimpin negeri ini adalah orang yang pasti berada dalam situasi yang terjadi di negeri ini, baik langsung ataupun tidak. Sehingga bisa segala kejadian dan kisah hidup yang ada di buku ini dibagi berdasarkan siapakah orag yang menduduki jabatan orang nomor satu di Indonesia pada waktu itu.

Dimulai pada bagian pertama yaitu Era Habibie (Mei 1998 – Oktober 1999). Karakter Pak Habibie digambarkan masih kecil karena diantara empat presiden di buku ini, beliaulah yang menjabat paling singkat sebagai presiden setelah serah terima jabatan dari Soeharto. Berbagai problematika juga terjadi pada masa pemerintahan Habibie. Mulai dari kasus korupsi Bank Bali, Sidang Istimewa MPR, kabinet yang kacau, jual beli suara pada Pemilu tahun 1999, dan tentu saja kerusuhan di Timor Timur.

Diantara buanyaknya kartun yang dtampilkan pada era pertama di buku ini, tentu saya langsung menengok pada karikatur berjudul Pengungsi TimTim Lari ke Bali yang dimuat pada Mingguan Kontan bulan September 1999. Sedikit banyak saya mengerti bagaimanakah nasib penduduk TimTim kala itu harus berjuang dari gempuran kesulitan pulau yang mereka huni. Meskipun tidak dijelaskan dengan rinci, saya bisa menangkap situasi negeri ini pada masa kanak-kanak saya itu seperti apa.

Apa?! City Tour? Sunset in Tanah Lot? Bungy jumping?? Kami inih ‘ngungsi’…. bukannya piknik!! (Halaman 27)

Meninggalkan bagian Pak Habibie, kali ini bagian kedua adalah Era Gus Dur (Oktober 1999 – Juli 2001). Sebagai presiden selanjutnya, masa pemerintahan Gus Dur tidak jauh lebih mulus dari masa pemerintahan Habibie. Gus Dur memiliki cukup banyak hal yang patut diperhatikan pada masa itu. Mulai dari permainan politik yang amat hebat, isu bumbu masak yang tidak halal, Papua yang ingin memerdekakan diri, hingga bongkar-pasang kabinet.

Jihad Pendukung Gus Dur adalah salah satu karikatur yang menarik minat saya. Karikatur yang diterbitkan di Mingguan Kontan tanggal 23 April 2001 ini memuat seseorang yang mendukung Gus Dur. Seperti artinya, jihad bisa diartikan secara bebas yaitu berani mati, yang bisa dikatakan seorang pendukung ini berani mati untuk mendukung Gus Dur. Yang menggelitik adalah seorang gambar anak kecil dengan pakaian lusuh berkata sinis.

Kalau saya sih…. Daripada berani mati mendingan berani idup… Mas!! (Halaman 121)

Bagian ketiga adalah Era Megawati (Juli 2001 – Oktober 2004). Satu-satunya presiden perempuan di buku ini juga tidak luput dengan segala macam persoalan sosial, politik, dan ekonomi selama menjabat sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan. Sebut saja booming-nya penyanyi dangdut Inul Daratista dengan goyang ngebornya, pengangkatan Sutiyoso sebagai gubernur DKI Jakarta, dunia politik yang bagi-bagi kekuasaan, hingga permasalahan Tenaga Kerja Indonesia.

Kalau saya sangat ingat dan klau boleh dibilang sangat emosi pada karikatur berjudul Lepasnya Pulau Sipadan & Ligitan ke Tangan Malaysia yang dimuat pada Mingguan Kontan bulan Desember 2002. Seperti yang kita ketahui, kedua pulau tersebut sesungguhnya termasuk dalam wilayah Indonesia. Namun karena kurangnya perhatian pemerintah saat itu pada pulau-pulau ini, negara tetangga akhirnya mencaplok dengan sukses karena mengantongi landasan hukum yang kuat.

Elu siiih… Punya anak kagak diurusin!!! (Halaman 167)

Akhirnya bagian terakhir sebagai penutup adalah Era SBY (Oktober 2004 – Oktober 2009) yang memiliki masa jabatan benar-benar pas lima tahun, tidak seperti ketiga presiden sebelumnya yang kurang dari lima tahun. Masalah dan situasi pelik yang dihadapi Pak SBY memang tidak sama dengan ketiga presiden sebelumnya karena perbedaan iklim politik dan atmosfer negeri ini. Namun masalah yang muncul sesungguhnya juga tidak lebih enteng dibandingkan tiga periode pemerintahan yang sebelumnya. Mulai dari bencana tsunami di Propinsi Aceh, reshuffle kabinet, penerbitan KTP untuk etnis tionghoa (yang masih disebut Cina), ledakan lumpur lapindo di Sidoarjo, dan pembentukan lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi.

Lagi-lagi satu buah karikatur pada bagian Pak SBY ini yang membuat darah saya mendidih adalah yang berjudul Anggota DPR Menikmati Berbagai Tunjangan. Seperti yang kita ketahui, tunjangan-tunjangan ini didapatkan anggota dewan perwakilan rakyat. Namun karikatur yang terbit pada Mingguan Kontan tanggal 31 Oktober 2005 ini menuliskan kata-kata yang sesungguhnya sangat tidak etis diucapkan anggota DPR. Namun saya harus mengakui bahwa memang begitulah realita yang ada.

Aku ‘kan wakil rakyat, jadi aku yang mewakili kalian menikmati kesejahteraan. (Halaman 212)

Secara umum, buku ini memberikan berbagai informasi tentang situasi Indonesia dari satu presiden ke presiden yang lain. Tiga presiden yang diungkapkan pertama sebenarnya saya tidak begitu memahami bagaimana sesungguhnya hal yang terjadi. Hal ini dikarenakan ada masa Pak Habibie contohnya, saya masih kecil berusia TK hingga kelas satu SD. Meskipun saya memaksa mengingat, namun saya tetap tidak bisa ingat situasinya, selain Pak Soeharto lengser dan digantikan oleh Pak Habibie. Selebihnya, saya manggut-manggut saja.

Begitu pula pada masa pemerintahan Gus Dur. Saya juga masih berusia sekolah dasar. Kalau waktu itu, yang saya ingat pada pemerintahan Pak Gus Dur adalah hari libur saat puasa Ramadhan benar-benar satu bulan plus Idul Fitri jadi bisa 45 hari. Puas banget pokoknya. Sedangkan situasi sosial-politik-ekonomi saat itu, saya rada ingat terkait karikatur yang disuguhkan, tetapi hanya samar-samar. Beruntung krtun di buku ini bisa memberikan pencerahan hehehe.

Kalau pemerintahan Ibu Mega sebenarnya ya sebelas dua belas dengan Gus Dur, alias saya juga nggak inget-inget banget. Masa itu kan saya masih anak-anak dan pra-remaja yang tidak pernah ambil pusing dengan kondisi Indonesia. Yang penting uang saku tetap terjaga dan nilai pelajaran di sekolah masih bagus, itu sudah cukup. Namun ternyata ada banyak segali kejadian yang ada di Indonesia kala itu yang saya lewatkan untuk memahaminya lebih jauh. Meskipun saya tidak mengetahuinya dengan pasti setidaknya kartun di buku ini bisa membantu meringankan kinerja otak saya mencerna kondisi yang ada hehe.

Terakhir pemerintahan Pak SBY adalah yang paling saya ingat dibandingkan tiga presiden sebelumnya. Mungkin karena ketika Pak SBY menjabat, saya sudah berusia sekolah menengah pertama dan atas, sehingga secara tidak langsung juga jadi melek situasi negeri ini. Apalagi pada saat saya SMA, guru pengajar Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) selalu menyelipkan informasi terkait dunia pemerintahan yang sedang terjadi di akhir jam pelajaran beliau. Hal ini membuat saya lebih mudah related dengan karikatur era SBY.

Yang bisa saya tarik kesimpulan pada empat periode presiden di buku ini adalah: kapanpun waktunya, siapapun presidennya, pasti ada masalah yang terjadi terkait isu sosial-politik-ekonomi. Meskipun masalahnya juga berbeda-beda, hal ini yang menjadi tantangan bagi para presiden tersebut untuk mengatasinya. Kartun di buku ini menurut saya sukses memotret isu aktual kala itu dalam satu karya yang menghibur.

Banyak karikatur yang disajikan dalam buku ini mengusung majas personifikasi. Artinya me-manusia-kan benda mati (eh benar kan ya?). Contohnya kasus pulau SIpadan dan Ligitan dituangkan sebagai dua orang bayi. Tidak heran hal yang seperti itu membuat saya menjadi lebih cepat menangkap maksud dari sang kartunis. Oh iya, meskipun jumlah halaman buku ini ratusan, adanya halaman berwarna yang cukup banyak disela-sela halaman monokrom membuat pandangan menjadi segar. Memang sih warna yang digunakan tidak full block, namun gradasi yang diciptakan menjadi unik. Tidak sabar membaca buku keduanya. Tunggu resensinya ya!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Crayon Shinchan Edisi Khusus (Jilid 10)

covershinchanedk10

Judul: Crayon Shinchan Edisi Khusus (Jilid 10)

Sub Judul: Perilaku Aneh

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 164

Terbit Perdana: 2005

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2005

ISBN: 9789792496208

cooltext-blurb

Buku ini adalah rangkuman dari komik Crayon Shinchan. Kali ini menceritakan perilaku-perilaku aneh yang sering dilakukan Crayon dan orang-orang di sekelilingnya. Ikutilah kisah-kisahnya yang menarik. Selamat membaca dan tersenyum….

cooltext-review

Buku komik ini adalah jilid terakhir seri Crayon Shinchan yang saya miliki. Jadi ini adalah resensi saya yang terakhir untuk komiknya Crayon Shinchan. Hmm pada edisi khusus jilid kesepuluh kali ini dibuka oleh bagian berjudul Bahagianya…! Bisa Melakukan Aktivitas Sekeluarga yang memiliki tujuh buah cerita. Dari semua cerita yang ada, saya suka kisah apes yang dialami Hiroshi yang pada minggu enggan menuruti permintaan Misae menggeser lemari di rumah. Sayangnya, penolakan kepada istri sendiri tidak dikatakan pada Nyonya Hiraishe, tetangga sebelah yang memiliki tubuh montok dan aduhai.

Di rumah Hiraishe, Hiroshi (bersama Crayon yang ditugasi Misae menjadi mata-mata), dimintai tolong oleh Nyonya Hiraishe untuk memindahkan lemari. Mo, anak satu-satunya keluarga Hiraishe justru membawa sebuah diary milik mamanya dan diperlihatkan pada Hiroshi. Meski awalnya menolak tak mau melihat, ia luluh dan dengan segala perilaku yang dibuat tak sengaja membaca buku harian Nyonya Hiraishe tersebut.

Night life diary… Diary tentang kehidupan malamnya. Pasti sangat menarik… (Halaman 15)

Wah! Ternyata Saya Berbakat Loh!! dengan enam buah cerita adalah bagian kedua. Kali ini saya dibuat tergelak dengan Crayon yang secara tidak sengaja berurusan dengan seorang lelaki dewasa yang hobi memotret isi rok para gadis muda. Semua bisa dibilang “lancar” apabila Crayon tidak menghalangi niat busuk si pemuda ini. Tas yang berisi kamera canggih tersembunyi, yang digunakan untuk mengintai isi rok para gadis, justru memotret dengan amat sangat jelas sekali “gajah kecil” milik Crayon yang sedan pipis tepat didepan kamera. Tentu saja hal ini membuat pemuda ini berang bukan kepalang.

Aku tahu, enak saja! sudah 32 tahun aku juga pipis, masak tak tahu pipis! Tapi kenapa pipis disini!! Aku kan tak bisa motret!! (Halaman 41)

Aduh….!! Ada Badai Datang dengan jumlah tujuh buah kisah adalah bagian ketiga komik kali ini. Suatu ketika, di Saitama, khususnya di lingkungan rumah keluarga Nohara, sedang dilanda badai dan hujan deras. Sakng berbahayanya, ada patroli dari petugas keamanan yang menginstruksikan agar semua keluarga di lingkungan tersebut mengungsi sementara waktu ke TK Aksi. Menghadapi kondisi yang belum pernah mereka alami membuat perencanaan dan persiapan yang matang belum sempat mereka lakukan. Tentu saja hal ini karena Crayon yang selalu berbicara dan membuat kedua orang tuanya kehilangan konsentrasi.

Hei, ini bukan saatnya bersenang-senang. Kita ini gampang sekali terbawa ya. (Halaman 78)

Senangnya! Main Bersama Mama dan Papa di Rumah adalah bagian keempat yang mempunyai tujuh cerita. Saya suka dengan cerita ketika musim dingin yang dingginnya sampai ketulang, Crayon justru bermain anjing laut tanpa mengenakan busana. Misae yang baru pulang berbelanja mengamuk besar. Crayon yang tidak percaya bisa masuk angin akhirnya tumbang juga pada malam harinya. Saya tertawa terbahak-bahak ketika Misae bermaksud memberikan obat kepada Crayon namun dirinya sendiri justru terkena batunya.

Dimusim dingin seperti ini, mana ada anak bodoh yang main singa laut tanpa baju di halaman. (Halaman 113)

Bersemangatlah Pak Pemilik Toko Sayur! adalah bagian selanjutnya dengan jumlah cerita sebanyak tujuh buah. Crayon kali ini berjumpa dengan Pak Pemilik Toko Sayur (yang sampai akhir cerita tidak tahu siapa namanya) yang biasa menjadi langganan Misae berbelanja. Pak Pemilik Toko Sayur ini sedang gundah dikarenakan ada supermarket cukup besar di dekat tokonya yang menjual aneka sayur juga. Akibat hal ini, toko sayurnya menjadi sepi. Bahkan pelanggan yang biasa berbelanja di toko Pak Pemilik Toko Sayur ini juga beralih ke supermarket. Saking putus asanya, ia sampai mendapat tempeleng keras dari istrinnya dan akhirnya ia memilih pergi dari toko untuk sementara waktu. Tak disangka, pertemuannya dengan Crayon (dan Masao serta Bo) membuat Pak Pemilik Toko Sayur ini sadar akan kesalahannya.

Benar! Akulah penyebab utama mengapa pembeli tidak datang. Aku tidak semangat. (Halaman 121)

24 Menit Terpanjang Hiroshi! adalah bagian penutup yang hanya terdiri atas empat cerita yang saya rasa tiga diantaranya nggak berhubungan langsung dengan judul bagian. Saya kupas yang sesuai judul bagian saja ya. suatu pagi, Hiroshi harus naik kereta jam 7:15 karena akan diadakan meeting dengan klien yang penting. Rencana yang matang harus sedikit tergesa-gesa dilakukan karena ia terlambat bangun. Mulai dari sikat gigi, merapikan wajah bangun tidur (saya baru tahu ini nih), buang air besar, hingga sarapan dan menuju stasiun kereta. Sayangnya, perhitungannya sampai ke menit-menitnya perlahan terkikis karena spray penghilang rupa bangun tidur (gile, saya mau juga spray beginian. Tanpa mandi, langsung cling! #halah) yang hilang, toilet yang dipakai Crayon, hingga sarapan yang lengkap dan menguras tenaga. Apakah Hiroshi berhasil naik kereta tepat waktu?

Ya sudah! Buang air besarnya ditahan sampai selesai meeting! Sekarang benar-benar bisa naik kereta jam 7:15!! (Halaman 154)

Secara umum, komik edisi khusus kali ini berbeda dengan lima jilid edisi khusus yang telah saya resensi sebelumnya. Apabila kelima komik sebelumnya membuat tema yang diusung adalah dari subyek atau pelaku (Kakek Ginosuke, Masako Udachi, Apartemen Matazure, Detektif, dan Keluarga Nohara), kali ini yang dibuat menjadi tema besar adalah obyek atau apa yang dilakukan, yaitu Perilaku Aneh. Akibatnya, cerita dari komik kali ini sangat random dan tidak ada aturan yang pasti. Intinya, apapun yang aneh perilakunya dimasukkan dalam komik ini. Berbeda dengan lima jilid sebelumnya yang harus memuat tokoh yang dimaksud di sampul untuk menghiasi cerita didalamnya (yang ternyata tidak semuanya sesuai #sigh).

Kemudian pada cerita Crayon yang berurusan dengan pemuda mata keranjang yang memiliki kamera, ada satu frame yang menggambarkan (maaf) “gajah” milik Crayon. Aduh itu bentuknya memang sudah disederhanakan dengan amat baik sehingga tidak “sesuai” aslinya (ya ampun ini apa sih kalimat saya), namun saya rada gimana gitu melihat alat kelamin laki-laki digambar sebesar satu frame sendiri. Namun vulgarnya “gajah” ini yang membuat komik Crayon Shinchan bukanlah konsumsi anak-anak. Sampai-sampai ada tulisan “Untuk 15 Tahun Keatas” di bagian sampul.

Yang saya sukai juga pada komik Crayon Shinchan, baik edisi reguler ataupun khusus, adalah frame yang pas dan berbentuk kotak-kotak rapi. Tidak seperti manga umum yang frame-nya seenak udel tidak berbentuk kotak dan gambarnya seringkali melebihi garis batas. Sedangkan Crayon Shinchan tidak seperti itu. Hal ini membuat komiknya sangat rapi dipandang dan membuat nomor halaman tertulis dengan baik dan sistematis. Demikian akhir ulasan saya tentang komik Crayon Shinchan. selamat berjumpa dengan ulasan saya dari komik lain ya!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Crayon Shinchan Edisi Khusus (Jilid 5)

covershinchanedk5

Judul: Crayon Shinchan Edisi Khusus (Jilid 5)

Sub Judul: Keluarga Nohara

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 174

Terbit Perdana: 2005

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2005

ISBN: 9789792496130

cooltext-blurb

Buku ini adalah rangkuman dari komik Crayon Shinchan. Menceritakan tentang kehidupan keluarga Nohara yang penuh dengan kebahagiaan dan kekacauan yang dibuat oleh Crayon. Ikutilah kisah-kisahnya yang menarik. Selamat membaca dan tersenyum….

 

cooltext-review

Haloo! Kembali lagi pada resensi komik Crayon Shinchan edisi khusus. Kali ini tema yang diangkat adalah tentang keluarga Nohara. Bagi yang belum tahu, Keluarga Nohara ini terdiri atas Hiroshi sebagai kepala keluarga, Misae sebagai ibu rumah tangga, Crayon (Shinnosuke di versi aslinya) sebagai anak pertama keluarga ini, Himawari sebagai anak perempuan satu-satunya, dan Putih (Shiro jika di versi aslinya) sebagai anjing peliharaan.

Tetangga Sebelah Kedatangan Tamu! dengan enam buah kisah menjadi pembuka komik ini. Seperti pada judul bagiannya, keluarga Nohara memiliki tetangga sebelah rumah bernama Kitamoto. Suatu hari, keponakan Bu Kitamoto dari Amerika bernama Robert Mac Gyver bermaksud mengunjungi tantenya. Sayangnya, ia tersesat dan kesulitan menemukan rumah sang tante dikarenakan ia tidak fasih berbahasa Jepang sedangkan orang Jepang yang ia temui tidak mengerti bahasa Inggris. Untunglah (atau apesnya), ia berjumpa dengan Crayon. Mampukah ia bertemu dengan tante yang ia cari?

Hah! Militer di Jepang sudah diganti dengan ninja ya? (Halaman 12)

The Power of A Child adalah bagian kedua dengan komposisi enam buah cerita. Salah satu cerita yang membuat saya tergelak adalah ketika Hima, Misae, dan Crayon saling menyembunyikan makanan yang ingin disantap seorang diri. Sayangnya, Hima yang mengejar permennya yang jatuh menggelinding membuat Misae kue jahe yang tengah dinikmati Misae tersangkut di tenggorokan, yang pada akhirnya membuat Crayon terkejut dan menjatuhkan puding satu-satunya. Wah wah lantas bagaimana akhirnya?

Kue jahe adalah makanan kesukaanku, tiap kali dimakan Crayon, yang ini harus kunikmati sendiri. (Halaman 49)

Menjaga Adik dan Lomba Marathon yang mempunyai enam kisah adalah bagian ketiga. Awal mula kisah ini adalah ketika Misae, Hima, dan Crayon berpapasan dengan Nanako. Gadis cantik pujaan Crayon ini bercerita bahwa ia sedang hobi jogging setiap pagi. Mengetahui hal tersebut, Crayon juga memulai rutinitas pagi yang sama agar bisa berjumpa dengan Nanako. Meskipun ia tidak pernah bertemu, Misae melihat peluang emas dengan memanfaatkan bakat Crayon yang bisa berlari kencang untuk mengikuti lomba lari marathon. Pada hari-H, Crayon berjumpa dengan Kawamura, anak kelas Bunga Mawar yang cukup sombong.

Maaf! Aku pasti menang! Karena aku juara kompetisi marathon 3 jam. (Halaman 74)

Memperjuangkan Uang Jajan! yang memiliki enam buah kisah adalah bagian selanjutnya. Semua bermula ketika Crayon, Masao, dan Kazama saling bercerita tentang jumlah uang saku yang dimiliki. Kazama yang notabene adalah anak orang kaya memiliki uang saku sebesar 500 yen setiap bulan. Crayon pun ingin uang jajan yang sama. Oleh karena itu, dimulailah aksi demo menuntut uang jajan. tepat pada saat yang bersamaan, Hiroshi juga ingin meminta tambahan uang jajan karena ia merasa uang jajan yang dimilikinya terlalu sedikit.

Kau tiap bulan bisa dapat uang jajan tetap, dan uang jajanku juga bertambah! Marilah berperang melawan Mama untuk mencapai tujuan kita masing-masing! (Halaman 99)

Hore……! Piknik Sekeluarga adalah bagian selanjutnya. Bagian ini memiliki enam buah cerita yang mengisahkan tentang keluarga Nohara yang tidak jadi piknik bersama akibat Hiroshi yang harus menemani klien bermain golf, padahal rencana piknik itu ttelah dirancang jauh-jauh hari. Tidak mau rugi, Misae tetap melaksanakan piknik bertiga dengan Crayon dan Himawari. Ketidaktahuannya tentang lokasi piknik membuat mereka bertiga justru piknik di lapangan golf yang secara kebetulan adalah lapangan yang digunakan Hiroshi dan kliennya bermain. Waduh lantas bagaimana akhir kisah ini ya?

Karena Papa tiba-tiba pergi main golf, tadi pagi Papa dan Mama bertengkar hebat, tapi aku tidak apa-apa. (Halaman 118)

Satu cerita unik dan membuat terbahak adalah bagian selanjutnya yang berjudul Crayon yang Hilang Ingatan dengan kompoisisi lima buah cerita. Crayon yang sedang bermain di taman tidak sengaja kepalanya terbentur. Akibat hal ini, ia menjadi lupa ingatan. Bahkan ketika berpapasan dengan Misae dan Hima, ia tidak menoleh meskipun dipanggil berkali-kali. Misae yang khawatir akhirnya berupaya membuat Crayon ingat kembali mulai dari mengenalkan dengan anggota keluarga, bersekolah di TK, hingga berobat ke dokter. Saya tertawa ketika membaca respon Crayon kepada mamanya sendiri berikut ini:

Kukira aku anak Pamela Anderson, tak disangka aku adalah anak Nyonya… (Halaman 133)

Gara-Gara Angin Topan Rumah Nohara Rusak! sebagai bagian penutup adalah kumpulan lima cerita yang menitik beratkan pada bencana yang dialami keluarga ini. Pada malam hari, hujan deras disertai badai sedang melanda wilayah Saitama. Kondisi rumah yang bergetar membuat Misae khawatir. Hiroshi tetap percaya diri dengan kondisi rumahnya yang baik-baik saja. Ia tidak menyadari bahwa esok hari adalah awal mula bencana dahsyat yang harus ia alami sehingga membuat Nohara sekeluarga pergi mengungsi. Mungkin ini yang namanya takabur kali ya hehehe.

Asalkan kita berada di dalam rumah kokoh yang dikredit 35 tahun ini, pasti aman! (Halaman 168)

Keluarga Nohara yang dimaksud di komik ini awalnya saya kira adalah keluarga Nohara yang dimulai sejak sebelum adanya Himawari hingga lengkap Himawari sudah berusia balita. Ternyata yang dimaksud di sepanjang komik ini adalah keluarga Nohara yang sudah terdiri dari empat orang manusia dan satu ekor anjing. Padahal saya sedikit mengharapkan adanya cerita ketika keluarga Nohara masih berjumlah tiga orang. Hal ini dikarenakan saya kurang mengikuti komik Crayon Shinchan reguler edisi awal-awal. Jadi ingin merasakan sensasi lucunya.

Oh iya pada cerita saat lari marathon, Kawamura menyebutkan ia memenangkan kompetisi marathon 3 jam. Itu lomba marathon seperti apa ya? Setahu saya lomba lari itu ya jaraknya yang berubah-ubah, bukan durasi waktunya. Tapi entahlah mungkin saya yang kurang update dunia lari-lari ini. Seharusnya ada sedikit catatan kaki agar orang-orang seperti saya bisa mendapat sedikit kejelasan.

Selain itu, pada cerita piknik, saya gregetan sekali dengan kebetulan yang terjadi, khususnya Misae yang piknik di lapangan golf. Maksud saya, apakah memang lapangan golef itu tidak ada batas wilayahnya? Ada pagar mungkin, atau minimal papan nama gitu. Dan lagi melihat Misae dan anak-anak piknik persis ditengah-tengah lapangan, kok sebegitu tidak tahunya sih bedanya lapangan golf dan tempat piknik. Terlebih pas sekali itu adalah lapangan golf yang digunakan Hiroshi. Too much coincidences.

Kreditnya lama adalah salah satu hal yang cukup miris perihal rumah keluarga Nohara. 35 tahun, wow! Mungkin nantinya Crayon yang akan meneruskan cicilan kredit rumah itu hingga lunas. Saya tidak tahu betapa mahalnya harga rumah di Jepang, namun saya mengasumsikan Hiroshi adalah orang yang tidak bisa memperhitungkan harga rumah dengan jumlah penghasilan, sampai-sampai membeli rumah dengan kredit hingga 35 tahun ckckck. Sudah ah komentarnya. Mari lanjut ke buku terakhir Crayon Shinchan yang saya miliki. Resensinya akan tayang esok lusa!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Crayon Shinchan Edisi Khusus (Jilid 4)

covershinchanedk4

Judul: Crayon Shinchan Edisi Khusus (Jilid 4)

Sub Judul: Detektif

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 167

Terbit Perdana: 2005

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2005

ISBN: 9789792496116

cooltext-blurb

Buku ini adalah rangkuman dari komik Crayon Shinchan. Yang menceritakan tentang petualangan Crayon sebagai detektif dan petualangan cinta Ibu Guru Yoshinaga. Ikutilah kisah-kisahnya yang menarik. Selamat membaca dan tersenyum….

cooltext-review

Jilid keempat dari Crayon Shinchan Edisi Khusus kali ini berisi cerita yang didominasi oleh cerita spesial pada Crayon Shinchan edisi reguler. Pada bagian pertama berjudul Kasus Penting Detektif Nohara! memiliki empat buah cerita. Saya tergelak dengan rangkaian cerita di bagian ini. Jadi alkisah Hiroshi Nohara adalah seorang polisi sekaligus detektif yang akan bercerai dengan istrinya, Misae. Dari pernikahannya dikaruniai seorang anak laki-laki berusia lima tahun yang bernama Crayon. Suatu hari, ketika Hiroshi dan Crayon bertemu dengan Misae untuk membicarakan kelanjutan perpisahan mereka, tiba-tiba ada teroris.

Suasana panik tersebut membuat Misae menjadi sandera. Namun berkat kehebatan (atau kebodohan?) Crayon, teroris itu bisa dibekuk dan Crayon diangkat menjadi polisi termuda se-Jepang. Crayon yang akhirnya menjadi rekan ayahnya sendiri, Hiroshi, menyelidiki sebuah kasus kematian Usuto Yoshii, seorang komikus. Bersama dengan seorang pendamping bernama Detektif Nanako, Crayon dan Hiroshi mulai mengusut siapa pembunuh sebenarnya. Tidak disangka ternyata hasil akhir pengungkapan kasus ini justru menjadi sebuah keberuntungan untuk Crayon dalam dunia kepolisian.

Jangan bercanda detektif, kami ini perusahaan baik-baik, mana mungkin membuat senjata. (Halaman 20)

Bagian kedua berjudul Pesta Pernikahan Ibu Guru Yoshinaga dan Pak Ishizaka dengan jumlah empat cerita. Seperti judulnya, kali ini berkisah tentang detik-detik persiapan hingga pelaksanaan pernikahan Ibu Yoshinaga. Seperti yang sudah saya bahas pada komik Crayon Shinchan reguler, dikisahkan bahwa Ibu Yoshinaga masih bimbang akan keputusannya menerima pinangan Ishizaka. Momen sakral dalam hidup mereka berdua justru diawali dengan pertengkaran karena hal yang sepele. Untung saja (atau apesnya?) ada Nana dan Crayon yang menyaksikan pertengkaran mereka berdua. Lantas, bagaimana akhir kisah pernikahan Ibu Yoshinaga?

Sebentar lagi kalian akan berbahagia, kenapa harus bertengkar? Seharusnya kalian berdua rukun! (Halaman 34)

Strategi Jitu Reserse Nohara adalah bagian ketiga dengan jumlah empat kisah. Alkisah, terdapat seorang pembunuh bayaran bernama Saiji Matsura. Targetnya kali ini adalah Presiden Amerika, karena kebetulan Sang Presiden hendak berkunjung ke Jepang. Oleh karena itu, Crayon sang detektif dan juga Hiroshi bertugas menjadi pengawal presiden. Sayangnya, Saiji ini orang yang aneh dan ceroboh. Maksud hati hendak membunuh, ia justru menyelamatkannya dari incaran pembunuh lain. Tentu saja ini akibat Crayon yang tak sengaja memanfaatkannya.

Tahun 1997, setelah makan bawang putih aku mencium Presiden Dositenano sebanyak 24 ribu kali. (Halaman 53)

Hari Libur Crayon dan Hiroshi adalah bagian selanjutnya yang memuat enam cerita. Tidak seperti bagian sebelumnya, kali ini cerita yang disuguhkan adalah cerita sehari-hari. Saya suka dengan cerita tentang pertemuan orang tua di TK Aksi. Misae yang sibuk dengan pekerjaan rumah akhirnya meminta Hiroshi yang sedang libur untuk menghadiri pertemuan itu. Disana, ada satu sesi dimana setiap anak membacakan tulisan karangannya yang bertema keluarga. Saya ngakak ketika membaca tulisan Crayon tentang Hiroshi. Meski awalnya dibuat malu bukan kepalang, Hiroshi bisa menikmati dan bahagia dengan pertemuan tersebut.

Papaku juga sangat pandai… Karena dia bisa menjelaskan seperti apa penyakit kaki yang sudah sangat bau itu, maka aku sangat memujanya. (Halaman 95)

Lagi-Lagi Peristiwa Besar? dengan tiga cerita adalah bagian selanjutnya. Kali ini ada satu cerita yang sepertinya memiliki setting masa lampau. Ada sebuah keluarga bernama keluarga Nohara yang menumpas kejahatan dengan cara mereka sendiri. Padahal pada waktu itu ada kepolisian yang bertugas. Salah seorang polisi militer bernama Nakamura bertekad untuk mencari tahu siapakah keluarga algojo ini. Namun yang tidak disangka adalah ketika ia memiliki kesempatan membekuk keluarga ini, ia merahasiakan identitas dan membantunya. So? Endingnya? Baca saja ya :)

Algojo sang partner keadilan.. Tapi aku akan memboangkar kedokmu. (Halaman 132)

Bagian penutup jilid khusus kali ini adalah tujuh cerita dalam bagian berjudul Saat-Saat Bahagia Berdua. Sebenarnya ini kelanjutan dari pernikahan Ibu Yoshinaga. Yap benar sekali, setelah jatuh bangun terombang-ambing dengan keputusan pernikahan, kali ini Ibu Yoshinaga dan Pak Ishizaka berbulan madu ke negeri kanguru, Australia. Liburan beberapa hari yang romantis dan hanya dinikmati berdua sudah menjadi impian lama Yoshinaga. Sayangnya impian tersebut mulai memudar seiring kenyataan bahwa keluarga Nohara ternyata juga berlibur ke Australia dalam waktu yang sama. Tidak sampai hanya disitu, mereka berada satu pesawat dan satu jadwal dengan Yoshinaga-Ishizaka, menginap di hotel yang sama (bahkan kamar yang berhadapan!), serta memilih destinasi wisata dan restoran yang sama pula! Alamaak!

Ah.., akhirnya semalam ketahuan Crayon dan keluarganya, tamatlah saat-saat indah bahagia kami. (Halaman 145)

Saya akan berbicara kekurangannya dulu deh ya. Ada satu typo yang mengganggu yaitu tertulisnya Usui Yoshito sebagai korban pembunuhan pada bagian pertama. Padahal sebelumnya disebutkan bahwa yang eninggal bernama Usoto Yoshii. Saya mengerti bahwa nama Usui Yoshito adalah anagram dari Usoto Yoshii, dan juga sebaliknya. Namun seharusnya editor atau komikus dapat lebih cermat dalam menuliskan nama agar tidak ada maksud yang berbeda jauh.

Pada bagian kelima, dua cerita pertama tidak memiliki nomor, sedangkan cerita ketiga sebagai cerita terakhir justru memiliki nomor. Saya rasa harusnya diberi nomor sejak cerita pertama agar perhitungannya sesuai. Kan aneh aja cerita udah ketiga kok ya masih nomor satu. Pencantuman asal jilid cerita yang bersangkutan juga sebaiknya harus dituliskan agar tahu manakah cerita yang baru, mana pula yang sudah lama.

Oh iya sampai lupa, kebetulan yang dialami Yoshinaga ketika berbulan madu ke Australia bersama suaminya, Ishizaka, saya rasa amat sangat begitu terlalu kebetulan sekali pakai banget. Bagaimana tidak, mulai dari tujuan negara, jadwal berangkat, maskapai penerbangan, hotel, hingga destinasi wisata dan tempat makan, semuanya sama dengan keluarga Nohara. takdir sih takdir, tapi nggak semua semuanya sama juga kali. Jadinya tidak logis padahal latar waktu yang diangkat masih seputar masa kini.

Kertas yang buram dan tipis berkualitas (maaf) murahan yang digunakan komik ini sesungguhnya sangat disayangkan. Padaha komik reguler menggunakan kertas HVS putih dan halus. Jika menilik harganya yang sama saja, harusnya komik edisi khusus ini juga bisa menggunakan jenis kertas yang sama. Sayang aja gitu padahal gambar cetakannya bagus lho. Tidak njlebret (aduh apa ya istilahnya, semacam buram dan tidak jelas gitu lho) dan mudah dibaca. Blurb yang sudah sesuai dengan isi komik meskipun masih copas dari edisi sebelumnya juga membuat nilai plus untuk komik jilid kali ini. Mari lanjut baca edisi selanjutnya!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Crayon Shinchan Edisi Khusus (Jilid 3)

covershinchanedk3

Judul: Crayon Shinchan Edisi Khusus (Jilid 3)

Sub Judul: Apartemen Matazure

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 174

Terbit Perdana: 2005

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2005

ISBN: 9789792496093

cooltext-blurb

Buku ini adalah rangkuman dari komik Crayon Shinchan. Segala suka duka kehidupan keluarga Nohara selama tinggal di Apartemen Matazure, Apartemen yang sempit dengan tetangga yang aneh dikisahkan dengan jenaka di buku ini. Selamat membaca dan tersenyum….

cooltext-review

Kali ini Crayon Shinchan edisi khusus memasuki jilid ketiga. Tema yang diusung adalah Apartemen Matazure. Sekadar informasi, pada Crayon Shinchan edisi reguler jilid ke-29, dikisahkan keluarga Nohara harus mengungsi dikarenakan rumah mereka rusak parah karena badai, rayap, dan gas elpiji yang meledak. Untuk menghemat keuangan, mereka mengungsi ke sebuah apartemen bernama Apartemen Matazure. Meskipun kondisinya bisa dibilang seperti kos-kosan plus dapur, kehidupan baru ini mau tidak mau harus mereka jalani.

Sebenarnya saya sudah membaca awal mula kisah keluarga Nohara pindah ke apartemen hingga akhirnya mereka kembali lagi ke rumah yang telah direnovasi. Namun saya berkomitmen untuk membuat resensi dari setiap buku yang saya baca, termasuk komik. Jadi kali ini saya akan meresensi dengan model penghuni apartemen saja ya sebagai titik pusat tulisan agar tidak mirip dengan resensi komik Crayon Shinchan edisi reguler yang telah saya tulis.

Pindah ke Apartemen Matazure! Beramah Tamah dengan Tetangga adalah bagian pembuka dengan tujuh buah cerita. Misae mengajak Crayon berkenalan dengan penghuni lain karena mereka adalah penghuni baru di apartemen itu (sepertinya ini adat Jepang yang mengharuskan berkeliling menyapa tetangga yang baru dikenal). Salah satu tetangga yang unik adalah kamar nomor 206 yang dihuni oleh Omata, warga asing yang berasal dari republik Morodashi. Misae yang tidak tahu bahasa Morodashi akhirnya menggunakan bahasa Inggris untuk menyapanya. Namun alih-alih mengerti, Omata justru tidak berucap sepatah katapun. Untung saja (atau anehnya) Crayon bisa mengucapkan bahasa Morodashi sehingga bisa “berkomunikasi” dengan Omata.

Katanya Okasan, orang Morodashi itu baru seminggu datang ke Jepang. (Halaman 21)

Bersemangatlah Yonro! Menjebol Dinding Kehidupan dengan lima buah cerita adalah bagian kedua. Kali ini saya tidak mau membahas tokoh yang disebutkan di judul bagian, melainkan akan memperkenalkan penghuni kamar nomor 205 yaitu Detektif Oda dan Detektif Nigariya. Awalnya, ketika Misae berkeliling ke kamar penghuni lain, kamar ini masih belum dihuni. Namun, dikarenakan persis di seberang jendela kamar 205 ini adalah kamar kekasih seorang buronan pengedar narkoba, mengharuskan kedua detektif tersebut menginap sementara di Apartemen Matazure. Awalnya Detektif Nigariya melarang Detektif Oda bercakap dengan penghuni lain. Namun kondisi mereka berdua yang tidak pernah keluar kamar menjadi mencurigakan. Akhirnya apa boleh buat, mau tidak mau mereka berinteraksi dengan penghuni lain.

Dengar ya, jangan banyak bicara dengan penghuni lain, mengerti! Kalau ketahuan kita ini detektif, buronannya pasti akan kabur!! (Halaman 40)

Bagus Yonro! Mulai Hari Ini Kau Juga Mahasiswa di Universitas Cascabian Daigaku di Tokyo! adalah judul bagian keempat dengan komposisi enam cerita. Seperti judulnya, kali ini penghuni kamar 203 bernama Yonro adalah seorang calon mahasiswa yang telah tiga kali gagal mengikuti ujian masuk universitas. Waktu itu adalah hari-hari menjelang ujian dilaksanakan. Ada yang unik, dimana singkatan universitas yang digunakan Yonro disalah artikan oleh Misae dan Hiroshi sehingga mereka menjamu Yonro bak seorang calon konglomerat. Lantas, akhir penantian Yonro bagaimana ya? jangan-jangan gagal lagi nih karena keluarga Nohara.

Ha ha ha ha..! Tali sepatu putus masalah kecil, tiap hari bisa saja terjadi! Jangan pedulikan! (Halaman 62)

Artis Masa Depan merupakan judul bagian selanjutnya dengan lima cerita. Mengambil tokoh pusat penghuni kamar nomor 201 bernama Yaku Tsukuri, bagian ini mengisahkan bagaimana Yaku berjuang untuk menjadi seorang aktris. Pada dasarnya, Yaku ini adalah tipe orang yang sangat pemalu. Bahkan berbicara dengan orang lain secara langsung saja tidak percaya diri apabila tidak menggunakan make up. Yaku percaya, apabila ia menjadi orang lain, maka ia bisa menghadapi apapun dan mengalahkan rasa kurang percaya diri yang dirasakannya. Oleh karena itu ia bertekad kuat menjadi seorang aktris. Tepat pada saat itu sedang diadakan audisi pemeran sebuah pertunjukan dan Yaku mengikuti audisi itu. Setelah berkali-kali latihan bersama Crayon di tepi danau, Yaku yakin bisa tampil prima esok hari saat audisi.

Dapat menghayati kegundahan orang yang merasa nasi plum dan laki-laki yang amat dicintai sama berharganya! Yaku, kau adalah jenis yang Cuma muncul 10.. tidak.. 30 tahun sekali! Tapi… (Halaman 88)

Hari Minggu yang Menyedihkan ini adalah bagian keenam yang memiliki cerita berjumlah lima buah. Hari minggu yang santai dipagi hari harus terusik karena hujan deras yang mengguyur apartemen. Keluarga Nohara yang menempati kamar 202 di lantai dua harus menghadapi atap yang bocor karena kondisi apartemen yang sudah agak rapuh. Pagi-pagi itu akhirnya dihabiskan oleh keluarga Nohara menampung air bocor. Yang menggelikan adalah apabila ada sebuah suara keras, maka lubang yang bocor akan bertambah. Suara televisi yang keras, bersinnya Crayon, dan teriakan Yonro tidak luput menjadi penyebab kebocoran yang semakin parah. Lantas bagaimana akhir hari minggu yang dialami keluarga Nohara?

Dengarkan, supaya bocor tak bertambah, jangan mengeluarkan suara keras. (Halaman 116)

Summer Party! Bersama Piknik ke Pantai adalah bagian berikutnya. Bagian ini memiliki enam buah cerita dengan latar waktu musim panas. Saking panasnya, Hima dan Crayon berendam air dingin di kolam plastik. Secara kebetulan, penghuni kamar 204, Koyuki Susan melihat mereka dan iri sekali dengan anak-anak yang bisa melepas hawa musim panas dengan berendam. Namun karena kolam plastik tersebut ternyata bocor, Susan mengajak semua penghuni apartemen (kecuali duo detektif dan pemilik apartemen) untuk berwisata ke pantai. Yang mencengangkan adalah, Koyuki Susan yang notabene seorang waria ternyata memiliki latar belakang yang “bombastis” sebelumnya. Hal ini terlihat ketika ia meminjam mobil pada putranya sendiri.

Puah! Aku kan minum bir, jadi tidak boleh nyetir ha ha ha ha… (Halaman 132)

Bagian penutup komik ini adalah Di Apartemen Matazure, Walaupun Kamarnya Kecil Tapi Penghuninya Bahagia yang memiliki enam cerita. Kali ini saya mengenalkan penghuni lantai 1 apartemen yang tak lain dan tak bukan adalah sang pemilik Apartemen Matazure. Tidak jelas sih siapa nama sang pemilik ini, namun yang jelas ia digambarkan sebagai seorang wanita paruh baya yang galak dan tidak suka anak-anak. Suatu saat, Misae harus mengantarkan dokumen ke kantor Hiroshi yang tertinggal di rumah. Mengajak Himawari tentu bukan hal yang mudah. Oleh karena itu ia menitipkannya kepada si pemilik apartemen. Misae harus berpacu dengan waktu agar Hima tidak terlalu lama bersamainduk semang ini. Ia khawatir rumor tentang pemilik rumah yang benci anak-anak bisa berakibat buruk pada putrinya. Ternyata ketika Misae pulang, ia mendapati sebuah kondisi dan fakta yang mengejutkan dibalik rumor itu.

Pemilik rumah yang benci anak kecil ternyata… (Halaman 155)

Saya membaca jilid ini sebenarnya agak kecewa, eh salah. Lebih tepatnya kecewa banget. Hal ini sama dengan jilid sebelumnya, dimana semua cerita di edisi khusus kali ini sudah saya baca di edisi reguler. Jadi tidak ada sesuatu yang baru yang saya temui. Yang membedakan dengan jilid sebelumnya adalah judul tiap bagian di komik ini lumayan sesuai dengan cerita yang terkandung didalamnya. Hal ini jauh berbeda dengan jilid sebelumnya dan bahkan Crayon Shinchan edisi reguler yang judul bagiannya kemana, ceritanya kemana. Jadi ini hal positif yang bisa saya dapatkan.

Oh iya saya juga agak tergelitik dengan tema yang dijadikan cerita saat Yaku mengikuti audisi. Pada audisi tersebut, setiap peserta (termasuk Yaku) harus bisa membawakan perasaan wanita yang gundah karena merasa nasi plum dan laki-laki yang amat dicintai sama berharga. Yah saya tidak tahu apakah audisi aktris memang “seunik” ini tema ceritanya. Karena saya kira tema yang dibawa juga biasa-biasa saja, misalkan diselingkuhi, bahagia karena menikah, dan sebagainya. Terlepas dari tema tadi adalah bumbu komedi ataukah inspirasi dari kenyataan, yang jelas saya terhibur.

Sisi negatif komik ini adalah blurb kurang kreatif. Kalau melihat blurb pada edisi ketiga ini dan edisi pertama dan kedua sebelumnya, blurb ketiganya memiliki kalimat pembuka dan penutup yang sama persis plek. Hanya kalimat kedua saja yang berbeda. Yaa kalau saya boleh usul sih seharusnya blurb ini menyesuaikan dengan tema edisi khususnya, alias tidak hanya copy paste dan edit satu kalimat saja. tetapi secara umum, saya menikmati jilid kali ini. Yuk simak resensi saya selanjutnya~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Crayon Shinchan Edisi Khusus (Jilid 2)

covershinchanedk2

Judul: Crayon Shinchan Edisi Khusus (Jilid 2)

Sub Judul: Masako Udachi

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 178

Terbit Perdana: 2005

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2005

ISBN: 9789792496086

cooltext-blurb

Buku ini adalah rangkuman dari komik Crayon Shinchan. Diterbitkan bagi penggemar Crayon Shinchan dan Masako Udachi. Agar penggemar Crayon Shinchan dan Masako bisa langsung membaca aksi mereka tanpa harus mencari-cari di buku komik Crayon Shinchan. Selamat membaca dan tersenyum….

cooltext-review

Saya membaca jilid ini sebenarnya agak kecewa, eh salah. Lebih tepatnya kecewa banget. Hal ini dikarenakan saya sudah mengikuti awal mula tokoh Masako Udachi muncul di kehidupan Crayon hingga jilid ke-48. Bahkan saya hanya terlewat satu jilid saja tentang Masako ini (kalau memang di jilid tersebut ada cerita Masako). Jadi saya akan membahas cerita yang tidak ada kaitannya dengan Masako saja ya. Panah Asmara Murid Baru Masako Udachi adalah judul bagian pertama sebagai pembuka jilid edisi khusus ini dengan jumlah tujuh cerita. Saya sudah membaca cerita tentang Masako di bagian ini pada edisi reguler Crayon Shinchan. jadi terasa tidak menarik lagi.

Untung saja ada cerita tentang awal mula Ibu Matsuzaka memperoleh kekasih. Ya benar, Pak Tokuro sang dokter ahli tulang ini ternyata berjumpa dengan Bu Matsuzaka dengan cara yang unik. Semua berawal ketika Bu Matsuzaka berobat ke sebuah klinik tulang di kota sebelah dan ia jatuh hati dengan dokter Toku.

Karena paling akhir, pasti dokter bisa memeriksa lebih lama. Dan kita bisa saling bicara dari hati ke hati.. (Halaman 30)

Di Rumah Sakit Patah Tulang, Sekamar Dengan Ibu Guru Matsuzaka dengan jumlah delapan cerita adalah bagian kedua. Akibat tidak hati-hati menuruni tangga ketika pulang ke rumah, Bu Matsuzaka terjatuh dan harus dirawat di rumah sakit. Karena ada sedikit masalah tulang, akhirnya Dokter Tokuro yang bertugas memantau perkembangan kesehatan Ibu Matsuzaka. Awal yang dirassakan bahagia di rumah sakit ternyata menjadi malapetaka ketika Crayon juga secara tidak sengaja dirawat di rumah sakit yang sama dan di kamar yang sama dengan gurunya itu.

Kalau dipikir-pikir, aku tidak boleh begitu saja percaya pada anak ini, siapa tahu dia salah. (Halaman 45)

Ibu Guru Akeo Masumi, Lepas Kacamata Menjadi Hebat! dengan enam cerita adalah bagian ketiga. Selama Ibu Matsuzaka tidak masuk sekolah, ada seorang guru pengganti bernama Ibu Akeo yang menjadi wali kelas Bunga Mawar. Bu Akeo ini orangnya sangaaaaaat pemalu. Saking pemalunya, beliau menyuruh anak-anak masuk ke kelas saja tidak sanggup. Mengajar di kelas juga kurang maksimal. Namun Crayon yang baru saja masuk sekolah setelah sembuh menemukan hal menakjubkan dari seorang Ibu Akeo.

Kamu tidak boleh begitu, kamu harus mengambil sikap dari sekarang, jangan lari dari masalah! (Halaman 76)

Kisah Kencan Ibu Guru Matsuzaka yang mempunyai tujuh cerita adalah bagian keempat. Kisah kasih Ibu Matsuzaka selepas dari rumah sakit ternyata tidak ikut berhenti sampai disana. Kali ini beliau dan Pak Toku merencanakan kencan di sebuah taman. Namun lagi-lagi rencana kencan romantis harus hancur lebur karena ada Crayon dan kawan-kawan yang sesungguhnya berusaha membantu kelancaran kencan namun justru membuatnya berantakan. Kalau sudah begini, siapa yang bisa disalahkan?

Kencan pertama gagal karena ulah anak-anak dan kali ini harus lancar. (Halaman 109)

Masako Vs Nana! Yang Menjadi Korban Adalah Boneka Kelinci! yang berjumlah delapan cerita adalah bagian selanjutnya. Sayangnya lagi-lagi saya sudah menikmati kisah Masako sehingga saya terhibur dengan cerita saat Masao dijahili tiga orang anak-anak berpenampilan ninja. Beruntungnya (atau apesnya) Crayon yang sedang melintas diminta tolong oleh Masao untuk mengambil komiknya yang dirampas tiga anak nakal tersebut. Crayon yang setia kawan akhirnya menyanggupi permintaan sahabatnya itu.

Biar aku sihir mereka dengan kekuatan ninjaku, nanti! (Halaman 145)

Tour Ke Korea Bersama Penulis Terkenal Usoto Yoshii, Bagaimana Nasib Naskahnya? merupakan bagian terakhir sebagai penutup komik jilid ini dengan komposisi enam cerita. Usoto Yoshii adalah seorang tokoh yang berprofesi sebagai komikus. Komik yang dihasilkannya berjudul Fubukimaru adalah komik yang terkenal dikalangan anak-anak, termasuk Crayon dan Masao. Suatu ketika penerbit Fubukimaru mengadakan undian berhadiah jalan-jalan ke Korea bersama Usoto Yoshii untuk para pencinta komik tersebut. Dan benar saja, Crayon dan Masao turut terpilih dalam perjalanan itu. Wah kira-kira kejadian unik apa yang menanti Pak Yoshii yang kebetulan sedang dikejar-kejar deadline naskah baru itu?

Bukan waktunya untuk menangis!! Aku orang yang profesional!! Dalam situasi seperti ini, harus bersemangat! (Halaman 171)

Sayang sekali saya harus mengakui jilid ini sangat tidak bisa memuaskan saya tentang Masako Udachi. Maksudnya saya berharap memang ada cerita tentang Masako yang saya lewatkan di edisi reguler dan saya bisa mendapatkan cerita itu di jilid ini. Sayangnya, semua (iya, semua!) cerita yang ada Masako sudah saya baca. Jadi yaa saya mencari pelarian cerita lain. Untung saja ada kisah kasih antara Bu Matsuzaka dan Pak Tokuro sejak awal bertemu hingga perpisahan Pak Toku ke Afrika.

Meskipun seperempat cerita antara Pak Toku dan Ibu Matsuzaka sudah saya baca sebelumnya, setidaknya saya jadi tahu bagaimana awal mupa pertemuan dan perkenalan mereka. Bahkan munculnya tokoh Ibu Akeo juga bisa saya ketahui berkat cerita ini. Saya jadi berpikir, seharusnya jilid kali ini bukan berjudul Masako Udachi, melainkan Ume Matsuzaka. Karena mengingat porsi cerita Masako yang tidak sebanyak cerita Bu Matsuzaka.

Oh iya pada bagian terakhir ada tokoh seorang komikus bernama Usoto Yoshii. Sadar nggak kalau nama tokoh itu merupakan anagram dari komikus komik Crayon Shinchan ini? Yak benar Usoto Yoshii jika ditulis dengan susunan huruf yang berbeda akan menghasilkan Usui Yoshito. Cukup menarik juga ya ternyata. Saya jadi penasaran apakah Usui-san mirip dengan Usoto di komik ini.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Crayon Shinchan Edisi Khusus (Jilid 1)

covershinchanedk1

Judul: Crayon Shinchan Edisi Khusus (Jilid 1)

Sub Judul: Kakek Ginosuke

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 175

Terbit Perdana: 2005

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2005

ISBN: 9792496068

cooltext-blurb

Buku ini adalah rangkuman dari komik Crayon Shinchan. Diterbitkan bagi penggemar Crayon Shinchan dan kakek Ginosuke. Agar penggemar Crayon Shinchan dan kakek Gin bisa langsung membaca aksi mereka tanpa harus mencari-cari di buku komik Crayon Shinchan. Selamat membaca dan tersenyum….

cooltext-review

Sebenarnya saya agak malu sih meresensi komik ini. Hal itu dikarenakan komik reguler Crayon Shinchan belum sempat saya resensi sampai taamat. Tapi ya apa mau dikata, terbitnya komik reguler sangat tidak bisa diprediksi. Akibatnya saya jadi kehilangan jejak dan mulai membeli edisi khusus ini sebagai obat kangen. Seperti yang tertuang pada blurb diatas, saya berasumsi isi komik ini 100% tentang kakek Ginosuke. Atau paling tidak setiap kisah ada Kakek Gin. Ternyata saya salah.

Komik ini terdiri dari tujuh bagian. Yang pertama adalah bagian berjudul Kakek Gin Datang! Muka & Karakternya Sama Persis Denganku yang terdiri atas tujuh cerita. Saya suka cerita ketika Kakek Gin berkunjung (sekaligus menginap) di rumah Nohara karena kangen dengan Crayon. Malam harinya, Crayon disuruh Misae mengecek air panas apakah sudah siap di bak mandi karena akan digunakan kakek. Alih-alih menuruti perintah, Crayon justru melimpahkannya kepada kakek Gin sehingga berbuah benjolan berlapis di kepalanya.

Kamu juga ikut mandi saja, dengan kepalamu yang seperti itu jadi tidak bisa dicuci ya! (Halaman 10)

Bagian kedua berjudul Wah…. Senangnya Makan Diluar!! Ada Sushi Dan Steak yang memiliki lima cerita. Salah satu yang membuat saya terhibur adalah kisah tentang Hiroshi yang ingin mewujudkan keinginannya sepulang kerja. Impiannya mulai dari mandi berendam dengan nikmat, menggunakan sabun aroma untuk air panas, dan bersantai hingga ngantuk. Tak disangka, sesampainya dirumah ternyata bak mandi masih belum disiapkan. Tidak hanya itu, ternyata sabun aroma yang akan digunakan telah habis. hal ini menjadi cikal bakal runtuhnya impian yang Hiroshi nantikan.

Kenapa di toko dekat sini tidak ada, aku sampai harus ke toko di kota sebelah. (Halaman 34)

Kakek Gin Kabur Dari Rumah yang berjumlah tujuh cerita adalah bagian ketiga. Seperti judul bagiannya, cerita pembuka bagian ini adalah tentang Kakek Gin yang kabur dari rumah karena bertengkar dengan Nenek, sehingga menumpang menginap di rumah Hiroshi. Namun, saya justru menyukai cerita tentang Misae yang menyuruh Crayon membereskan kipas angin karena sudah memasuki musim dingin. Crayon berkata seolah kipas itu adalah benda hidup dan tak ingin berpisah meski hanya beberapa bulan.

Saya sedih karena saya sering memperhatikannya, sering memberinya makan. (Halaman 69)

Bagian keempat adalah Belanja Yang Kacau! Disuruh Mama Beli Daging yang mempunyai tujuh cerita sebagai penyusun bagian ini. Tidak seperti judul bagiannya, sayatergelak dengan kisah ketika Misae menyuruh Crayon mencuci piring. Dan seperti anak-anak pada umumnya yang sangat malas membantu mamanya, Crayon juga mengungkapkan keengganannya membantu sang mama. Namun berkat kata-kata tipu muslihat Misae, Crayon bersedia membantu. Meskipun pada akhirnya terjadi hal yang merugikan makan malam mereka sekeluarga.

Membantu itu siapa saja boleh, lelaki maupun perempuan. Nanti kamu juga yang pandai. (Halaman 78)

Lagi-lagi cerita tentang Kakek Ginosuke dituangkan dalam bagian Kakek Dari Akita Tidak Ada Kerjaan, Jadi Datang Menengok Cucu dengan jumlah enam buah kisah. Ternyata Kakek Gin memiliki kebiasaan yang aneh dan unik ketika akan berkunjung ke rumah Misae. Kali ini beliau mengirimkan surat pemberitahuan akan mengunjungi Crayon sekeluarga. Lucunya, ketika Misae baru saja menerima surat tersebut dari tukang pos, Kakek sudah berada di dalam rumah sambil menikmati buah jeruk.

Papa, kenapa datang lebih dahulu daripada suratnya? Nanti kan bisa saya jemput. (Halaman 106)

Hari Minggu Hiroshi Yang Suram! Memangkas Rumput & Bikin Rak! adalah bagian selanjutnya dengan jumlah lima cerita. Yang saya sukai adalah kisah ketika Hiroshi harus membawa Putih pergi vaksinasi bersama Crayon dikarenakan Misae sedang berhalangan keluar rumah. Putih yang merasa hanya akan diajak jalan-jalan biasa tidak bisa melarikan diri ketika tersadar tujuan akhirnya saat berada ditengah perjalanan. Namun bukan Putih namanya kalau tidak cerdik. Ia berhasil lolos dari pengawasan dan kabur dari rumah sakit. Namun akhir kisahnya justru berakhir menggelikan.

Dari jauh ada hembusan bau, mengingatkan dia pada kenangan masa lalu yang menyeramkan. (Halaman 136)

Bagian terakhir sebagai penutup komik edisi perdana cerita khusus ini memiliki judul Mau Pulang Ke Akita Atau Tetap Disini? Kakek Gin Mau Tinggal Disini Sampai Kapan? yang berjumlah lima cerita. Seperti judulnya, bagian ini sebagian besar berkisah tentang keseharian Kakek Gin yang masih menumpang di rumah keluarga Nohara. Kali ini ia yang ingin tidur siang justru tertantang bermain petak umpet bersama Crayon. Alih-alih bersembunyi di dalam rumah, Crayon justru memilih bersembunyi di luar. Bahkan ia harus berjalan kemana-mana karena berbagai hal. Sedangkan Kakek? Tetap berusaha dengan keras menemukan Crayon di setiap sudut rumah. Kira-kira bagaimana akhirnya ya?

Satu menit! Aku akan menemukanmu! Ingat dalam satu menit! (Halaman 160)

Membaca Crayon Shinchan edisi khusus seperti ini sebenarnya da baik dan buruknya. Yang baiknya adalah, saya seperti membaca berjilid-jilid komik Crayon Shinchan reguler dalam satu buku. Karena edisi khusus kali ini mengusung judul Kakek Ginosuke, maka tidak heran dari awal cerita hingga kisah yang terakhir buanyak sekali tokoh Kakek Gin yang berperan.

Saya sebenarnya tidak menggemari sekali tokoh kakeknya Crayon ini. Namun membaca sifat dan karakter yang sama dengan Crayon ini membuat saya geleng-geleng kepala. Tapi justru hal itu menjadi sebuah hal yang lucu dan hiburan tersendiri dalam setiap kisahnya. Apalagi sepertinya semua cerita Kakek Gin dari jilid pertama hingga terbaru ada semua di komik ini.

Nah, bagian buruknya adalah blurb yang sangat-sangat menipu. Kalimat yang tertulis “Agar penggemar Crayon Shinchan dan kakek Gin bisa langsung membaca aksi mereka tanpa harus mencari-cari di buku komik Crayon Shinchan” membuat saya berpikir buku ini isinya tentang Kakek Gin, saja, tanpa ada yang lain. Namun ternyata, Kakek Gin hanya menghiasi beberapa kisah di awal tiap bagian. Sisanya adalah cerita lain yang tidak ada Kakek Gin.

Hal tersebut membuat komik ini hanyalah komik reguler Crayon Shinchan yang berbeda sampul dan susunan kisah yang acak. Agak tertipu juga yah sebenarnya. Kemudian yang saya sayangkan juga adalah tidak adanya sumber jilid keberapa suatu kisah tersebut berada. Padahal kan bisa sekalian mencari tahu jilid mana yang belum saya baca. Siapa tahu saya bisa melengkapi jilid yang lain, bukan? Semoga jilid berikutnya ada perbaikan yang berarti.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Rico’s Birthday Giveaway 2016

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Halo semuanya! Apa kabar? Pasti baik dong. Kali ini saya membawa kabar gembira. Bukan, bukan ekstrak kulit manggis yang udah basi itu, tetapi saya mengadakan giveaway!! Alasannya sederhana, antara lain karena saya ulang tahun bulan ini. Hore! Nggak usah saya kasih tahu ya ultah keberapa. Selain itu juga saya sudah lulus kuliah. Wisudanya bulan November tahun lalu sih, tetapi anggap saja mulai tahun ini saya menyandang gelar baru.

Oleh karena itu, saya juga ingin berbagi sesuatu untuk sesama. Itung-itung biar blog saya lebih dikenal khalayak luas. Sebagai penyemangat, saya bocorkan dulu hadiah-hadiahnya ya. Yang jelas masih berbentuk buku kok. Semuanya memang koleksi pribadi. Tapi jangan khawatir, saya jamin masih sangat layak dibaca. Ini dia daftar hadiahnya secara berurutan:

HADIAH UTAMA

1. The Cuckoo’s Calling ~ Robert Galbraith

1. The Cuckoo’s Calling ~ Robert Galbraith

2. Demons at Deadnight ~ A & E Kirk

2. Demons at Deadnight ~ A & E Kirk

3. The Reintegrators ~ Will Weisser

3. The Reintegrators ~ Will Weisser

4. Sebastian Darke: Prince of Pirates ~ Philip Caveney & Punishing Miss Primrose ~ EM Brown

4. Sebastian Darke: Prince of Pirates ~ Philip Caveney & Punishing Miss Primrose ~ EM Brown

HADIAH HIBURAN

Hadiah ini merupakan buku-buku impor berbahasa Inggris dari Turki yang bertema Islam. Sifatnya opsional apakah kamu berminat atau tidak, jika ternyata tidak beruntung memperoleh hadiah utama diatas. Jumlahnya ada 20 buku sehingga saya pisahkan menjadi tujuh paket yang berisi dua hingga tiga buku (saya sesuaikan tingkat ketebalannya agar sama rata semuanya). Judul masing-masing buku adalah sebagai berikut:

Advice for The Muslim oleh Hüseyn Hilmi Işık; Belief and Islam oleh Hüseyn Hilmi Işık; Documents of The Right Word oleh Hüseyn Hilmi Işık; Endless Bliss (First Fascicle) oleh Hüseyn Hilmi Işık; Endless Bliss (Second Fascicle) oleh Hüseyn Hilmi Işık; Endless Bliss (Third Fascicle) oleh Hüseyn Hilmi Işık; Endless Bliss (Fourth Fascicle) oleh Hüseyn Hilmi Işık; Endless Bliss (Fifth Fascicle) oleh Hüseyn Hilmi Işık; Endless Bliss (Sixth Fascicle) oleh Hüseyn Hilmi Işık; Ethics of Islam oleh Hüseyn Hilmi Işık; Islam and Christianity oleh Hüseyn Hilmi Işık; Miftah-Ul-Janna oleh Hüseyn Hilmi Işık; Sahaba ‘The Blessed’ oleh Hüseyn Hilmi Işık; The Proof of The Prophethood oleh Hüseyn Hilmi Işık; The Rising and The Hereafter oleh Hüseyn Hilmi Işık; Answer to An Enemy of Islam oleh M. Sıddık Gümüş; Confessions of A British oleh Spy M. Sıddık Gümüş; Islam's Reformers oleh M. Sıddık Gümüş; Why Did They Become Muslims? oleh M. Sıddık Gümüş; The Sunni Path oleh Ahmed Cevdet Paşa

Advice for The Muslim oleh Hüseyn Hilmi Işık; Belief and Islam oleh Hüseyn Hilmi Işık; Documents of The Right Word oleh Hüseyn Hilmi Işık; Endless Bliss (First Fascicle) oleh Hüseyn Hilmi Işık; Endless Bliss (Second Fascicle) oleh Hüseyn Hilmi Işık; Endless Bliss (Third Fascicle) oleh Hüseyn Hilmi Işık; Endless Bliss (Fourth Fascicle) oleh Hüseyn Hilmi Işık; Endless Bliss (Fifth Fascicle) oleh Hüseyn Hilmi Işık; Endless Bliss (Sixth Fascicle) oleh Hüseyn Hilmi Işık; Ethics of Islam oleh Hüseyn Hilmi Işık; Islam and Christianity oleh Hüseyn Hilmi Işık; Miftah-Ul-Janna oleh Hüseyn Hilmi Işık; Sahaba ‘The Blessed’ oleh Hüseyn Hilmi Işık; The Proof of The Prophethood oleh Hüseyn Hilmi Işık; The Rising and The Hereafter oleh Hüseyn Hilmi Işık; Answer to An Enemy of Islam oleh M. Sıddık Gümüş; Confessions of A British oleh Spy M. Sıddık Gümüş; Islam’s Reformers oleh M. Sıddık Gümüş; Why Did They Become Muslims? oleh M. Sıddık Gümüş; The Sunni Path oleh Ahmed Cevdet Paşa

SYARAT DAN MEKANISME

Mohon segala peraturan diperhatikan dengan cermat. Karena partisipan yang tidak memenuhi ketentuan akan didiskualifikasi dan tidak akan memiliki kesempatan memenangkan hatiku hadiah.

  1. Periode giveaway ini berlaku mulai tanggal 1 Maret 2016 jam 01.03 WIB hingga tanggal 12 Maret 2016 jam 23.59 WIB, dan hanya untuk kamu yang memiliki alamat kirim di Indonesia yang terjangkau oleh biro ekspedisi pengiriman paket JNE atau POS Indonesia.
  2. Follow twitter richoiko atau follow facebook Rico Martha. Kemudian promosikan GA ini melalui twitter atau facebook minimal satu kali dengan mention atau tag saya dan mencantumkan url giveaway ini. Isinya terserah kreativitas kamu saja. Share dari kamu tadi akan saya retweet & reply (di twitter) atau saya share & comment (di facebook) sesegera mungkin sebagai konfirmasi apakah kamu sudah menyelesaikan segala persyaratan yang ada. Jika ternyata ada beberapa syarat yang kurang kamu lakukan, saya konfirmasi lewat situ juga. Semoga jelas ya.
  3. Pilih hadiah utama yang kamu inginkan, minimal satu dan maksimal semuanya (iya, semuanya!). Sertakan urutan nomor hadiah yang kamu mau. Tapi nanti jika menang, kamu hanya bisa dapat satu hadiah saja (atau lebih? Doakan saja ada kejutan :) Tambahkan juga keterangan kamu berminat hadiah hiburan atau tidak, jika kamu gagal mendapat paket utama. Tenang saja, ongkos kirim saya yang nanggung sepenuhnya kok #rapikandasi.
  4. Nah ini tentang pemenang. Dengan asumsi peserta ada buanyak (aamiin), kemungkinan pemenangnya juga berbeda. Pemenang saya tentukan lewat undian dengan bantuan random.org. Pemenang mendapatkan hadiah sesuai urutan prioritas. Apabila sudah diakui pemenang yang lain, maka akan diberikan urutan pilihan selanjutnya. Makanya pilih yang banyak saja hehe. Semoga jelas ya.
  5. Pengumuman saya usahakan posting pada hari ulang tahun saya (hayoo tebak tanggal berapa! :) Yang jelas tidak jauh-jauh dari deadline giveaway ini kok. Pemenang akan saya hubungi langsung melalui media sosial dan email. Mohon konfirmasi maksimal 2×24 jam ya. Kalau tidak ada kabar, saya akan pilih pemenang baru.
  6. Kalau sudah melengkapi semua persyaratan diatas, silakan tinggalkan komentar di bawah postingan ini dengan format sebagai berikut (saya cantumkan contohnya):

Nama Lengkap: ………….

Alamat Email: ………….

Akun Twitter atau Facebook: ………….

Link Share: ………….

Minat Hadiah Utama Nomor: 1, 4, 2, 3 dan hadiah hiburan

Nah, sekian informasi giveaway perdana di blog Rico Bokrecension. Terima kasih sudah membaca postingan (yang sangat panjang) ini sampai akhir. Daripada sia-sia udah baca lama, mending langsung ikutan deh, cukup follow-share-comment saja kok #nyengir. Yang pasti, bagi kamu yang sudah ikutan, saya doakan semoga menang.. (˘ʃƪ˘) Jika ada yang kurang jelas, jangan sungkan tanya di twitter/facebook ya.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh dan selamat pagi!

Sebelumnya, perkenankan saya mengucapkan mohon maaf atas beberapa kendala yang terjadi selama berlangsungnya giveaway ini. Yang pertama adalah saya khilaf ketika posting giveaway justru membiarkan kolom komentar masih closed. Kemudian ada juga yang lapor loading post giveaway itu nggak sempurna sehingga kesulitan meninggalkan komentar. Beberapa orang juga mengalami masalah yaitu komentar yang telah di-submit malah tidak muncul. Maaf ya. Namun untunglah akhirnya bisa terselesaikan semua.

Oh iya, saya juga mengucapkan terima kasih pada 58 orang yang telah mengikuti Rico’s Birthday Giveaway. Tidak disangka bisa mendulang banyak sekali peminat padahal ini adalah giveaway perdana yang saya adakan di blog ini. Akibatnya jadi agak makan waktu juga untuk merekap. Saya sih ingin semuanya menang, tapi kok ya jatah hadiahnya hanya sebelas jadinya nggak cukup hehe. Langsung saja, ini dia nama-nama pemenang yang berhasil mendapatkan hadiah dari saya sesuai bantuan Random-dot-org:

Hadiah 1. The Cuckoo’s Calling ~ Robert Galbraith
Harisma Wardaniningtyas

Hadiah 2. Demons at Deadnight ~ A & E Kirk
Siti Nuryanti

Hadiah 3. The Reintegrators ~ Will Weisser
Muthia B

Hadiah 4. Prince of Pirates ~ Philip Caveney & Punishing Miss Primrose ~ EM Brown
Ulfa Nursyifa

Hadiah Hiburan Buku Islami dari Turki
Jenny Thalia Faurine
Yeyen Nursyipa
Humaira Balfas
Bintang Maharani
Hayfa Amirah Marantika
Cahyaningrum
Ashari Rahmawati

Yak, selamat untung para pemenang. Semuanya akan saya hubungi melalui media sosial dan e-mail. Diwajibkan membalas e-mail saya maksimal tanggal 15 Maret 2016 pukul 09.00 WIB. Kalau tidak ada konfirmasi sama sekali, saya akan pilih pemenang baru. Bagi yang belum beruntung, jangan kecewa. Saya akan mengadakan giveaway lagi di blog ini. Kapan? Silakan lihat sidebar blog ini ya. Ada giveaway sebagai rangkaian blogtour sebuah buku. Ingat dan catat tanggalnya biar tidak ketinggalan.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh dan sampai jumpa lagi!

Crayon Shinchan (Jilid 48)

covershinchan48

Judul: Crayon Shinchan (Jilid 48)

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 122

Terbit Perdana: 2005

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2005

ISBN: 9789792496178

cooltext-blurb

Crayon Shinchan adalah seorang anak TK berusia 5 tahun yang sangat nakal dan konyol. Kenakalannya melebihi anak-anak seusianya, sehingga sering membuat masalah pada orang-orang disekitarnya termasuk keluarga, guru, dan teman-temannya. Bagi para penggemar komik, Crayon Shinchan sangat pas untuk melengkapi koleksi. Jangan sampai ketinggalan untuk mengikuti kisah-kisahnya yang jenaka pada buku ini dan pada seri-seri berikutnya.

cooltext-review

Buriburi Zaemon – Kisah Negeri Hernia dengan dua bab cerita menjadi pembuka jilid 48 kali ini. Petualangan Shinchan dan Buriburi Zaemon yang ajaib kini berada di Negeri Hernia. Kerajaan ini sebenarnya kerajaan yang damai. Namun karena adanya serangan dari kelompok dance(?) yang memporak-porandakan kerajaan akhirnya negeri ini jatuh dalam kekuasaan kelompok tersebut. Tak hanya itu saja, Raja, Ratu, dan Pangeran dikurbut hidup-hidup dan seluruh rakyat yang menderita sakit pinggang dipaksa untuk bekerja dibawah kendali pemimpin yang otoriter. Wah bagaimana Shinchan dan Buriburi membantu negeri ini ya?

Kita beri contoh pada penduduk negeri ini, akan seperti apa kalau mereka membangkang. (Halaman 10)

Kak Nanako, Love Foreveeer!! dengan tiga cerita adalah bagian kedua. Kali ini Crayon yang kebetulan berpapasan dengan Nanako di jalan terkejut karena punggung tangan Nanako ada luka. Ternyata luka itu akibat sengatan lebah. Mulai saat itulah Crayon bertekad menjadi bodyguard Nanako agar bisa melindunginya dari berbagai bahaya. Oleh karena itu, Crayon meminta tolong pada Hideki, pengawal Masako, agar mengajarinya menjadi bodyguard yang baik. Akhirnya pelatihan yang melelahkanpun dilaksanakan. Bahkan Hideki mengajak Crayon menjadi pengawal Masako sebagai latihan terakhir ketika ada pesta meriah di rumah Masako.

Itu aturan no. 1! Untuk melindungi orang yang kita jaga, kalau ada bahaya, harus kita halangi. (Halaman 22)

Hari yang Heboh Pun Berlanjut! dengan tiga kisah merupakan bagian selanjutnya. Salah satu cerita yang menyita perhatian saya adalah ketika Misae hendak memotong kuku Himawari yang sudah panjang. Kecepatan Hima merangkak dan bersembunyi yang tidak bisa diimbangi Misae akhirnya membuatnya meminta tolong pada Crayon. Namanya juga Crayon, perburuan adik perempuannya ini justru dijadikannya untuk bermain layaknya detektif dan agen rahasia. Misae mau tidak mau menuruti keinginan putranya itu.

Kalau begitu, aku jadi Jack Nohara, Mama jadi Misa Dadakurata ya. (Halaman 51)

Bersih-Bersih Toilet dengan Mama…. yang memiliki tiga cerita adalah bagian keempat. Seperti judul bagiannya, saya akan mengupas kisah yang bercerita tentang Misae yang memarahi Crayon karena pipisnya berceceran di lantai toilet. Alih-alih langsung membersihkannya sendiri, Misae mengajak Crayon membersihkan toilet sekaligus sebagai bagian kehidupan bermasyarakat. Seperti ketika mengejar Hima untuk memotong kuku, kali ini Crayon mengusulkan membersihkan toilet sambil mendengarkan lagu rap agar tidak terlalu sunyi.

Crayon, kalau kau tak bisa mengerjakan pekerjaan rumah laki-laki, nanti tidak disukai perempuan loh. (Halaman 68)

Edisi Extra Shinchan 4! Roh Penghisap Tulang dengan dua kisah adalah bagian berikutnya. Kali ini petualangan Crayon dan lainnya untuk membasmi Bone Vampire dari muka bumi masih menemui titik buntu. Selain Mitsudo yang diculik kelompok Bone Vampire, pedang bernama Bone Blade juga telah diambil oleh mereka. Untung saja Crayon sempat mencuri Bone Straw milik Born King. Sedotan ini menjadikan Born King kalang kabut memberikan penawaran agar bisa mendapatkannya kembali. wah kira-kira bagaimana akhir kisah fenomena boneless ini ya?

Sedotan itu dibuat dari tulang leherku, makanya sangat berharga untukku. (Halaman 82)

Shinchan dan Kumbang Tanduk yang Keren!! adalah bagian terakhir sebagai penutup jilid ini yang termasuk dalam Serie “Crayon Shinchan dan Serangga”!! Saya kurang paham apakah ini cerita spesial ataukah memang cerita reguler. Tetapi yang jelas, sebelum memasuki cerita, ada dua halaman khusus yang memuat pengetahuan dasar tentang serangga. Mulai dari klasifikasi hingga ciri-ciri serangga baik morfologi maupun fisiologi. Pengetahuan tambahan bagi yang sebelumnya kurang mengerti dunia serangga.

Memasuki cerita, dimulai saat Crayon menonton Pahlawan Bertopeng di televisi. Pada akhir tayangan, disebutkan bahwa serangga kumbang bertanduk memiliki karakteristik yang mirip Pahlawan Bertopeng. Mengetahui hal ini, esok paginya (dini hari lebih tepatnya), Crayon membangunkan Hiroshi untuk menemaninya mencari kumbang tanduk. Sempat dikira sebagai kawanan maling, keduanya masih belum juga menmukan pepohonan sarang kumbang tanduk. Tepat saat itu, Kepala Sekolah sedang lewat dan hendak mencari kumbang tanduk. Akhirnya Crayon dititipkan kepadanya. Menyusul kemudian ada Masao, Nana, Kazama, dan Bo. Kelima anak ini mengikuti Pak Kepala Sekolah. Lantas, berhasilkah mereka?

Disini memang banyak pohon, tapi tidak ada tanda-tanda bahwa kumbang tanduk hidup disini… (Halaman 108)

Jilid kali ini sepertinya tidak memiliki tema besar yang diusung, yah karena sepertinya tema besar pamungkas sudah diakhiri di jilid 47 yang lalu. Namun, pada bagian depan setelah identitas buku, ada dua halaman berwarna berisi tokoh-tokoh yang bermain dalam seri komik ini. Padahal sebelumnya pengenalan tokoh ini tidak berwarna lho, satu halaman pula. Oh iya, jilid ini juga tidak melupakan Kuis Crayon Shinchan yang Lumayan Sulit yang terbagi atas Part 20 dan Part 21. Lambat laun saya jadi kurang tertantang karena saya sering nggak bisa menebak jawabannya hahaha!

Yang menjadi kekurangan mulai jilid ini adalah frame komik yang lebih besar. Bukannya saya tidak suka, namun frame ini membuat cerita yang disajikan dalam durasi halaman yang sama menjadi lebih sedikit. Padahal jika menggunakan ukuran yang sama seperti sebelum-sebelumnya pasti bisa memuat cerita lebih banyak, yang pada akhirnya nanti bisa memberikan kepuasan yang lebih maksimal pada akhir kisahnya.

Kemudia layout ata tata letak yang berbeda dibandingkan jilid yang telah lebih dulu terbit. Tidak adanya keterangan panah panel sebagai alur sering membingungkan saya. Umumnya memang alur membaca komik ini dari satu panel kiri ke panel kanan, kemudian ke panel sebelah kiri dibawahnya. Namun ternyata ada beberapa cerita yang alurnya harus kebawah terlebih dahulu baru ke panel sebelah kanan. Pantas saja saya rada bingung. Saya tidak tahu apakah ini memangd ari sononya ataukan penerbit yang kurang jeli.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Crayon Shinchan (Jilid 47)

covershinchan47

Judul: Crayon Shinchan (Jilid 47)

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 122

Terbit Perdana: 2005

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2005

ISBN: 9789792496154

cooltext-blurb

Crayon Shinchan adalah seorang anak TK berusia 5 tahun yang sangat nakal dan konyol. Kenakalannya melebihi anak-anak seusianya, sehingga sering membuat masalah pada orang-orang disekitarnya termasuk keluarga, guru, dan teman-temannya. Bagi para penggemar komik, Crayon Shinchan sangat pas untuk melengkapi koleksi. Jangan sampai ketinggalan untuk mengikuti kisah-kisahnya yang jenaka pada buku ini dan pada seri-seri berikutnya.

cooltext-review

Saya Selalu Membuat Kegaduhan! Tapi, Tidak Juga Ah!! adalah judul pembuka untuk bagian pertama jilid ke-47 kali ini yang memiliki tiga cerita. Cerita dibuka dengan keluarga Nohara yang liburan ke Gifu untuk menyaksikan Ukai, pemancingan yang sangat terkenal seantero Jepang. Mereka sekeluarga menginap di sebuah hotel yang secara kebetulan memiliki karyawan bernama Chikage yang sangat cantik. Tentu saja insting Hiroshi dan Crayon untuk menggoda gadis cantik langsung muncul.

Hatiku hanya bisa terpancing oleh laki-laki hebat yang bisa jadi nelayan Ukai. (Halaman 8)

Komik Extra! Roh Penghisap Tulang dengan dua cerita adalah bagian kedua sekaligus lanjutan dari cerita spesial di jilid yang lalu. Kali ini Born King sudah menduduki White House di Amerika dan memaksa presiden untuk memberitahukan pengumuman palsu. Di lain tempat, keluarga Nohara (lebih tepatnya Hiroshi dan Crayon) berusaha mengelabuhi Born King agar tidak bisa mendapatkan pedang yang dulu telah membunuhnya. Lagi-lagi cerita ini berakhir menggantung hingga jilid berikutnya.

Umumkan pada dunia, untuk mencegah fenomena boneless adalah dengan mengonsumsi kalsium dalam jumlah besar. (Halaman 25)

Ultra Baby Himawari! Seluruh Dunia Disebutnya “Taa” dengan empat kisah adalah bagian ketiga. Mengisahkan beberapa kejadian yang dialami Himawari dengan ataupun tanpa adanya campur tangan darinya. Saya suka cerita terakhir berjudul Seandainya Himawari Masuk TK yang mengisahkan angan-angan ketika Hima jadi murid TK Aksi. Seperti kisah Crayon yang masuk SD, kali ini Hima sedang mengikuti upacara penerimaan siswa baru. Namanya juga anak balita yang baru sekolah, pikirannya teralihkan dengan mudah karena musik yang mengalun saat upacara.

Hei, jangan hakimi masa depan anak saya ya! Dia juga punya banyak sisi baiknya, tahu! (Halaman 51)

Memasuki tema besar yang diusung selama beberapa jilid, kali ini dibuka dengan bagian berjudul Ibu Matsuzaka dan Tokuro, Benang Kusut Akhirnya Terurai Juga Loh!! yang terdiri atas empat cerita. Kali ini keduanya tidak sengaja berjumpa pada H-1 pertunangan Matsuzaka dengan Ropponggi. Sayangnya, keduanya terlalu gengsi untuk mengucapkan yang sebenarnya dirasakan dan berkata yang sebaliknya. Malam harinya, Matsuzaka justru mabuk-mabukan di kedai yakitori yang kebetulan (lagi-lagi) bertemu Crayon dan ayahnya. Dalam keadaan mabuk berat (yang ternyata masih bisa berjalan tanpa hilang kesadaran), Matsuzaka berkata jujur dihadapan semuanya di kedai itu.

Tidak salah lagi! Bu Matsuzaka masih belum bisa melupakan Pak Tokuro! (Halaman 64)

Selanjutnya bagian ini tikisahkan dalam judul Ibu Matsuzaka dan Tokuro, Tidak Mungkin Jadi Begini…?! dengan tiga cerita. Detik-detik pertunangan sudah berjalan. Namun akhirnya Tokuro berhasil mengungkapkan apa yang mengganggu pikirannya selama ini kepada Matsuzaka. Ropponggi yang tidak terima akhirnya berkelahi dengan Tokuro. And we know who is the winner. Kehidupan bahagian Tokuro dan Matsuzaka kemudian berjalan selama beberapa saat. Hingga suatu hari Tokuro hendak berangkat ke Afrika untuk penelitian fosil tulang. Tak disangka, kepergiannya ke Afrika akan membawa kesedihan yang mendalam untuk Matsuzaka.

Jangan sebut kata-kata apapun yang mengingatkan dia dengan Pak Toku! (Halaman 79)

Ibu Matsuzaka dan Tokuro, Hati Mereka Terhubung Selamanya!! adalah bagian penutup tema besar ini dengan dua cerita. Matsuzaka yang sudah kehilangan kebahagiaan justru diam-diam memiliki rencana menyiksa dirinya sendiri dari dalam. Tokuro yang tidak kembali ke hadapannya lagi membuatnya frustrasi berkepanjangan. Sampai-sampai ia mendapatkan hukuman cukup keras dari sekolah. Namun, ia menjalani hukuman ini dengan bertanding tinju. Agak aneh memang, namun Matsuzaka berpikir tinju ini akan bisa membuatnya mencapai tujuan dengan berjumpa dengan Tokuro lagi.

Mungkin ingin menyusul Pak Tokuro… Apalagi Bu Guru akan dipecat dari sekolah… (Halaman 98)

Bagian terakhir adalah Ultra Baby Himawari! “Semakin Diberitahu, Semakin Pandai!” dengan tiga kisah. Salah satunya adalah Bila Himawari Berumur 2 Tahun… yang mengisahkan ia sudah bisa bermain bneka. Alih-alih bermain boneka yang ganti baju dan jalan-jalan, ia justru berbuat seolah-olah bonekanya saling bermusuhan dan akhirnya saling berkelahi. Melihat hal ini, Misae memberikan teguran kepada putrinya. Namun sudah bisa ditebak lah ya, akhir cerita ini tidak sesuai yang diharapkan hahahaha.

Himawari kan anak perempuan, jadi mainnya bukan pakai kekerasan seperti anak laki-laki. (Halaman 114)

Satu kata untuk jilid kali ini: menyesakkan. Baru kali ini saya membaca komik yang (pada dasarnya) komedi, lucu-lucuan, dan konyol, tetapi saya nyesek membacanya. Hal ini khususnya ditujukan pada tema besar Tokuro dan Matsuzaka. Bukan betapa keras dan sulitnya membuat mereka berdua bersatu kembali, justru hal tak disangka-sangka yang terjadi kemudian hari yang membuat saya begitu sedih. Saya merasakan kesedihan Matsuzaka. Saya juga merasakan betapa terharunya surat dari Tokuro (yang datang terlambat). Hal ini ditunjang dengan goresan gambar yang sangat pas dan untuk kali ini, saya memuji terjemahannya (khususnya terjemahan isi surat Tokuro) yang begitu mengena. Baca sendiri saja ya huhuhuhu :(

Kuis Crayon Shinchan yang Lumayan Sulit yang terbagi atas Part 18 dan Part 19 turut menyumbang semakin menariknya jilid kali ini. Tak tanggung-tanggung, sebagai persembahan istimewa, kuis part 18 (eh, atau 19 ya?) tiga pertanyaannya semua tentang Matsuzaka dan Tokuro. Tentu saja kuis ini semakin membuat mellow. Oh iya, ada juga Crayon Shinchan 4 Frame yang kali ini hanya memuat tiga cerita (sangat) pendek di halaman akhir komik. Yang jelas, jilid kali ini berhasil mengaduk-aduk perasaan saya. Good job deh untuk Usui-san!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Crayon Shinchan (Jilid 46)

covershinchan46

Judul: Crayon Shinchan (Jilid 46)

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 122

Terbit Perdana: 2005

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2005

ISBN: 9789792496123

cooltext-blurb

Crayon Shinchan adalah seorang anak TK berusia 5 tahun yang sangat nakal dan konyol. Kenakalannya melebihi anak-anak seusianya, sehingga sering membuat masalah pada orang-orang disekitarnya termasuk keluarga, guru, dan teman-temannya. Bagi para penggemar komik, Crayon Shinchan sangat pas untuk melengkapi koleksi. Jangan sampai ketinggalan untuk mengikuti kisah-kisahnya yang jenaka pada buku ini dan pada seri-seri berikutnya.

cooltext-review

Nama Ibu Shiro adalah Bourusichi!! Shiro Masih Ingat Tidak Ya?! adalah judul bagian pertama jilid ke-46 ini. Tidak seperti biasanya, anjing Crayon yang biasa dipanggil Putih, kali ini dipanggil dengan Shiro, sesuai dengan nama asli di Jepang sana. Cerita ini mengisahkan tentang awal mula Shiro bisa dibuang dan ditemukan Crayon dan kawan-kawan seperti tercantum di jilid pertama. Ternyata, Shiro ini adalah anak dari induk anjing bernama Borusichi yang dimiliki gadis kecil bernama Run. Karena sang ayah ternyata mengidap alergi pada bulu anjing, akhirnya Borusichi dimasukkan tempat penampungan hewan dan Shiro harus dibuang.

Maaf ya, Borusichi, aku tidak bisa menolongmu dan anakmu.. maaf ya.. (Halaman 7)

Diakhir kisah ada sebuah halaman yang berjudul Kumpulan cerita tentang Shiro yang berisi beberapa rangkuman cerita tentang Shiro di berbagai jilid yang telah lalu. Lanjut ke bagian kedua adalah Kembali ke Masa Lalu! Reuni Memang Asyik!! dengan tiga cerita. Kali ini, Hiroshi hendak menghadiri reuni SMP di Akita, kampung halamannya. Crayon diajak serta dan meninggalkan Misae dan Hima. Ditengah reuni, Hiroshi bertemu dengan Umi, wanita yang dulu ia “tembak” namun ditolak karena ingin belajar ujian. Nostalgia yang manis dan menyesakkan dada kembali dihadirkan Usui-san dalam cerita kali ini.

Suaminya selingkuh dan punya hutang besar, jadi Umichan sekarang membesarkan 2 anaknya sendirian. (Halaman 17)

Bagian ketiga adalah lanjutan tema besar yaitu Kisah Cinta Ibu Matsuzaka dan Pak Tokuro… Semakin Rumit! dengan empat cerita sebagai penyusunnya. Kali ini dikarenakan konflik antara Matsuzaka dan Tokuro tidak kunjung usai, ibunda Matsuzaka akhirnya menjodohkan anak gadisnya dengan Hiruto Ropponggi, seorang eksekutif muda yang bisnisnya cukup terkenal. Tak tanggung-tanggung, Ropponggi langsung mendatangi TK Aksi setelah melihat wajah Matsuzaka dalam foto dengan niat ingin segera melamarnya. Namun kali ini ia hanya mengajak Matsuzaka berkencan sebelum akhirnya melamar agar bisa saling mengenal. Waduh!

Aku terkesan sekali melihat gayamu melindungi anak-anak! Ume, aku ingin menikah denganmu! Malam ini kita kencan ya! (Halaman 36)

Kisah Cinta Ibu Matsuzaka Dan Pak Tokuro! Kalau Begini, Jalani Saja!! terdiri dari tiga cerita adalah bagian keempat. Kehidupan Matsuzaka dan Tokuro semakin berlanjut. tak disangka, dalam kencan perdana Matsuzaka dan Ropponggi, mereka berjumpa dengan Tokuro dan Orie, gadis cantik yang menimbulkan salah paham. Tentu saja hal ini menghadirkan cekcok antara Tokuro dan Matsuzaka. Bahkan keduanya saling membuat “panas” dengan berlaku mesra dengan teman yang menemaninya ke restoran itu. Sampai akhirnya tercetuslah keputusan diantara keduanya (yang kemudian masih bersambung)..

Hm, orang ini lucu, mungkin tidak akan bosan bersamanya. (Halaman 52)

Setiap Hari Ada Saja Kejadian! Tapi Aku Bahagia Kok! dengan jumlah empat kisah adalah bagian selanjutnya. Berisi cerita-cerita casual salah satunya adalah keluarga Nohara dan bibi tetangga yang diundang pesta ke rumah Hiraishe. Awalnya Hiroshi tidak mau pergi kemana-mana karena hari libur. Sayangnya, niat ingin santai-santai itu harus hancur lebur dalam sekejap dikarenakan “amunisi” yang dibawa Tante Hiraishe.

Papa kalah dalam 13 detik. Kalah oleh jurus kaki kiri Tante Hiraishe. (Halaman 70)

Komik Extra Crayon Shinchan dengan dua cerita adalah bagian selanjutnya. Saya suka cerita pertama berjudul Raja Penghisap Tulang Born King yang mengisahkan seorang(?) iblis penghisap tulang manusia. Awalnya ia sudah mati karena tebasan di leher. Namun karena formula yang bisa menghidupkannya kembali telah ditemukan, ia mencari orang-orang yang bisa dijadikan pengikut untuk menguasai dunia dengan menghisap tulang orang lain. Sayangnya cerita ini (lagi-lagi) harus bersambung ke jilid berikutnya.

Enak kan! Kalau kau sudah mencoba, tidak akan bisa berhenti! Sekarang kau telah jadi roh penghisap tulang! (Halaman 87)

Ultra Baby Himawari!! Saya Selalu Nomor Satu Dong! adalah bagian penutup dengan jumlah sembilan kisah. Salah satu kisah yang ada adalah ketika Misae hendak berbelanja kebutuhan dapur yang ternyata sudah menipis. Entah kenapa, ia berinisiatif berbelanja bersama Hima dengan mengendarai mobil. Tentu saja berkendara dengan bayi yang sangat aktif dan nakal seperti Hima bukanlah hal yang baik. Sampai-sampai Hima menghalangi pandangan Misae dengan bermain di depan setir yang hampiiir saja membuat mereka berdua meregang nyawa.

Anak nakal! Kita bisa mati tahu! Jangan pura-pura tidur! (Halaman 109)

Pada jilid kali ini, ada hal yang sedikit berbeda. Ada selembar kertas tebal (lebih tebal dibandingkan kertas untuk komik) yang dijild jadi satu setelah kisah Shiro yang pertama tadi. Lembar ini ada tulisan di satu sisi yaitu tebak-tebakan berjumlah sembilan pertanyaan dan sisi baliknya adalah kunci jawaban yang cara membacanya harus dihadapkan ke cermin terlebih dahulu. Saya sebenarnya terima-terima aja sih. Tetapi ini apa ya? Bonus sisipan kah? Ekstra halaman kah? Agak nggak berguna aja sih, emngingat semua pertanyaannya tidak ada hubungannya dengan Crayon Shinchan sama sekali.

Nah, yang saya tunggu-tunggu adalah Kuis Crayon Shinchan yang Lumayan Sulit yang terbagi atas Part 16 dan Part 17. Kali ini pertanyaannya memang sangat berkaitan dengan komik Crayon Shinchan. Jadi pencantumannya tidak sia-sia belaka. Apalagi semakin kesini pertanyaan tentang tokoh yang dijadikan kuis berkaitan langsung dengan jilid komik yang sedang dibaca. Jadi terasa lebih menantang gitu.

Yang saya tidak sukai adalah bersambungnya cerita spesial. Sebenarnya kalau yang bersambung adalah cerita bertema besar seperti Apartemen Matazure, olahraga kendo, Pak Atsu, dan Musae seperti jilid sebelumnya, saya sangat terima. Hal ini dikarenakan penyelesaian konflik mereka tidak bisa diselesaikan dalam satu jilid. Tetapi berbeda dengan cerita spesial yang sebenarnya nggak penting jika dibuat bersambung. Lebih baik langsung tamatkan saja sehingga jilid berikutnya bisa lebih banyak menceritakan tema besar yang diusung. Begitu saja ya komentar saya untuk jilid kali ini…

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Crayon Shinchan (Jilid 45)

covershinchan45

Judul: Crayon Shinchan (Jilid 45)

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 122

Terbit Perdana: 2005

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2005

ISBN: 9789792496109

cooltext-blurb

Crayon Shinchan adalah seorang anak TK berusia 5 tahun yang sangat nakal dan konyol. Kenakalannya melebihi anak-anak seusianya, sehingga sering membuat masalah pada orang-orang disekitarnya termasuk keluarga, guru, dan teman-temannya. Bagi para penggemar komik, Crayon Shinchan sangat pas untuk melengkapi koleksi. Jangan sampai ketinggalan untuk mengikuti kisah-kisahnya yang jenaka pada buku ini dan pada seri-seri berikutnya.

cooltext-review

Jilid kali ini dibuka dengan satu bagian berjudul Ada Murid Sementara Untuk 1 Minggu!! Mampukah Dia Mengatasi Shinchan?! yang hanya memiliki satu cerita. TK Aksi kedatangan seorang murid pindahan. Yang berbeda dengan murid pindahan pada umumnya, anak bernama Show ini hanya bersekolah selama satu minggu dikarenakan pekerjaan ayahnya yang sering berpindah-pindah. Show sebagai anak yang telah kehilangan sosok ibu hanya bisa disekolahkan ayahnya agar Show tidak kesepian. Sayangnya, Show tumbuh menjadi anak yang nakal dan selalu menantang berkelahi anak di sekolah. Kali ini musuhnya adalah Crayon.

Cepat sekali! Dia tidak jatuh oleh pukulanku! Baru kali ini aku bertemu anak seperti ini! (Halaman 8)

Saya Ini Anak 5 Tahun yang Berbakat… Ada Masalah Apa?! dengan empat cerita merupakan bagian kedua. Saya terharu dengan kisah ketika Kazama dan mamanya pergi ke Perth di benua Australia untuk mengunjungi papanya Kazama. Hal yang sangat tidak diduga Kazama ternyata tururt terjadi, yaitu seluruh keluarga Nohara juga berlibur ke Perth, menginap di hotel persis di samping rumah papa Kazama, dan bertemu di restoran juga tempat wisata. Padahal, Kazama yang sudah lama menantikan perjumpaan dengan papanya hanya ingin bisa menghabiskan waktu berdua saja. Wah kira-kira bisa terlaksana tidak ya keinginan Kazama dalam waktu yang singkat itu?

Padahal, saya hanya ingin bersama Papa saja. (Halaman 23)

Ibu Matsuzaka dan Tokuro, Perjalanan Cintanya Melewati Gunung dan Bukit!! sebagain bagian ketiga ini memiliki empat cerita sebagai pembukaan. Benar sekali, problematika antara Ibu Matsuzaka dan kekasihnya, Kyoda Tokuro si dokter tulang menjadi tema besar cerita yang tidak hanya selesai dalam satu jilid saja. Kali ini Tokuro sudah pulang ke Jepang dan keluar bersama Bu Matsuzaka. Sayangnya, kencan kali ini tidak berlangsung lancar bahkan menimbulkan konflik yang berkepanjangan dan mengganggu aktivitas Tokuro dan Ibu Matsuzaka.

Tokuro tolol! Kau ini seumur hidup hanya mengejar tulang belulang saja! (Halaman 38)

Ini Juga, Itu Juga… Kumpulan Kisah Keluarga Shinchan!! dengan empat cerita ini sangat unik. Mengisahkan saat Crayon masih berusia balita dan keluarga Nohara masih menempati rumah yang reyot dan usang. Oleh karena itu, Misae menyarankan agar membeli rumah baru agar tidak sempit dan Crayon bebas bermain. Hiroshi akhirnya bersedia meskipun ketika membeli rumah maka ia akan terlilit cicilan pelunasan rumah selama bertahun-tahun. Apalagi ketika mereka bertiga berkeliling mencari calon rumah, ada cerita yang menggelikan.

Hm, orang ini tidak niat beli! Sepertinya tak punya uang, aku tak perlu menemaninya! (Halaman 55)

Kumpulan Kisah Keluarga Shinchan! Walau Selalu Bertengkar, Tapi Semakin Rukun!! dengan jumlah lima kisah adalah bagian selanjutnya. Bagian yang berisi cerita sehari-hari ini salah satunya adalah ketika Ten Dong Chan, artis dari Korea yang disukai Misae mengunjungi Jepang. Ia dan ibu-ibu yang sempat bertemu ketika tur lokasi syuting “Winter Todana” beberapa waktu yang lalu terlibat adu mulut dengan penggemar garis keras Ten Dong. Untung saja berkat sepatah kalimat dari Crayon, amukan massa yang terdiri atas ibu-ibu itu sempat diselesaikan dengan damai.

Pokoknya, orang yang mengganggu Ten Dong harus pergi!! (Halaman 79)

Edisi Ekstra Paling Populer!! Shinnosuke Nupan 4 dan Shinchan Pensil merupakan bagian keenam dengan dua cerita spesial. Saya tentu saja akan menyukai cerita kedua berjudul Crayon Shinchan Pensil – Shinchan dan Pabrik Chocobi. Kali ini, Crayon yang sudah duduk di bangku SD sedang mengikuti tur sekolah ke pabrik biskuit. Di pabrik ini ada berbagai macam biskuit yang diproduksi, termasuk biskuit chocobi kesukaan Crayon. Bukan Crayon namanya jika tidak membuat kekacauan. Namun kali ini kekacauan dan kejahilan yang Crayon lakukan tidak terlalu parah. Saya suka dengan karakter Crayon yang sedikit lebih dewasa dibandingkan Crayon versi TK.

Di pabrik ini tidak diharuskan pegawai cantik! Itu namanya dikriminasi! (Halaman 105)

Ultra Baby Himawari!! Short-Short Diary!! adalah bagian terakhir dengan komposisi empat cerita. Seperti biasa, Hima kali ini menjadi dalang berbagai kekacauan yang terjadi di dalam rumah ataupun diluar rumah. Salah satunya adalah ketika Hiroshi ingin membeli saham agar mendapat uang banyak, Misae percaya bahwa Hima bisa meramal keberuntungan karena secara tidak sengaja Hima bisa menebak nomor undian lotere di koran. Akhirnya tanpa ragu Hiroshi dan Misae pun meminta Hima mencari perusahaan yang berpotensi menghasilkan uang berlimpah.

Berarti Hima adalah “Lucky Girl” ayo kita minta dia yang pilih! (Halaman 115)

Setelah meninggalkan hidup Musae yang kluntang-klantung tak tentu arah, jilid kali ini ternyata mengusung tema besar kepulangan Tokuro dan keberlanjutan kisah asmaranya dengan Ibu Matsuzaka. Bukannya rukun dan bersuka cita merayakan pertemuan setelah berbulan-bulan harus LDR (Long Distance Relationship), mereka berdua harus terlibat cekcok yang cukup menyita perhatian. Disisi lain, ada seorang gadis yang saya rasa sangat tidak tahu diri dalam bertingkah laku di depan Tokuro. Sampai-sampai akhirnya muncul skandal yang menghebohkan. Penasaran sekali dengan keberlanjutan kisah ini.

Oh iya, jangan lupakan juga Kuis Crayon Shinchan yang Lumayan Sulit yang terbagi atas Part 14 dan Part 15. Semakin kesini, kuis ini cukup bikin memori otak bekerja agar bisa menebak dengan benar. Tapi saya cepet nyerah sih, kalau lupa ya langsung buka kunci jawaban hahaha. Oh iya, ada juga Crayon Shinchan 4 Frame yang kali ini hanya memuat lima cerita (sangat) pendek, tdak seperti sebelumnya yang ada tujuh cerita.

Yang membuat saya mengernyit bingung adalah judul bagian keenam yang menyebut “Nupan” alih-alih menyebut “Lupan” seperti jilid detektif Crayon sebelumnya. Kalau salah ketik kok ya jauh antara L dengan N. Jadi sebenarnya Lupan atau Nupan? Kemudian ada lagi reaksi bapak pegawai pabrik biskuit yang saya tuliskan kutipannya diatas, kok saya rasa overreacted ya. padahal Crayon dan Masao tidak menyinggung kecantikan karyawan selalu diutamakan pabrik atau tidak. Tapi responnya kok begitu banget, pakai ada tanda seru lagi, kan kesannya marah-marah. Sudah ah, lanjut baca jilid selanjutnya saja..

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Crayon Shinchan (Jilid 44)

covershinchan44

Judul: Crayon Shinchan (Jilid 44)

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 122

Terbit Perdana: 2005

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2005

ISBN: 9789792496079

cooltext-blurb

Crayon Shinchan adalah seorang anak TK berusia 5 tahun yang sangat nakal dan konyol. Kenakalannya melebihi anak-anak seusianya, sehingga sering membuat masalah pada orang-orang disekitarnya termasuk keluarga, guru, dan teman-temannya. Bagi para penggemar komik, Crayon Shinchan sangat pas untuk melengkapi koleksi. Jangan sampai ketinggalan untuk mengikuti kisah-kisahnya yang jenaka pada buku ini dan pada seri-seri berikutnya.

cooltext-review

Sampai Musae Mencapai Mimpinya….. Nohara Sekeluarga Pun Kacau Balau!! merupakan judul bagian pembuka jilid ke-44 ini. Berisikan empat cerita, bagian ini mengisahkan hidup Musae yang hanya diisi dengan bermalas-malasan. Omelan dan ceramah kemarahan dari Misae, sang kakak, tidak membuatnya berubah menjadi pribadi yang baik. Oleh karena itu, Hiroshi diminta maju untuk membuat adik iparnya tersebut menjadi lebih baik lagi. bahkan Hiroshi harus mengorbankan hari liburnya untuk menasehati Musae. Wah bisakah Musae berubah?

Tapi semakin dewasa, semakin tahu kenyataan, jadi mimpinya dilupakan. (Halaman 7)

Tidak Boleh Menyerah! Perjuangan Musae Pun Dimulai!! dengan jumlah lima buah cerita adalah bagian kedua. Kali ini Musae yang juga mendapat “hadiah” kemarahan dari kakak tertuanya, Koyama Masae, dan juga ayahnya, sudah mulai berubah dengan bekerja paruh waktu di toko buku Kasukabe. Sayangnya, semangat yang ia butuhkan agar bisa menekuni hobinya sebagai fotografer masih belum muncul sama sekali. Ia bahkan memutuskan berhenti kerja dihari yang sama karena tidak ada yang bisa mengobati rasa putus asanya. Namun kemudian, didetik-detik terakhir ada sebuah keajaiban dan rejeki yang menghampiri.

Kau ini bukan tamu, tapi kos gratis plus makan dan minum tahu! (Halaman 26)

Kalau Sudah Besar Nanti Saya Ingin Jadi Pekerja yang Hebat!! merupakan judul bagian ketiga dengan komposisi empat cerita. Masih ingat dengan kontraktor Onigawara yang merenovasi rumah keluarga Nohara? Kali ini Crayon mampir menjenguk Pak Onigawara, Kanna, dan Koji di proyek baru mereka bertiga. Sayangnya, Crayon harus mengetahui sebuah konflik dalam tubuh mereka bertiga sehingga Koji memutuskan keluar dari pekerja kontraktor Onigawara dan pindah ke perusahaan ternama. Wah, kira-kira bagaimana keberlanjutannya ya?

Crayon, aku itu sayang dengan Koji, makanya aku selalu berusaha mendidik Koji agar menjadi pekerja terampil. (Halaman 47)

Bakat Saya Ini Berasal dari Papa dan Mama Juga Kok!! ini adalah judul bagian keempat dengan jumlah cerita lima buah. Kelima cerita ini adalah cerita sehari-hari keluarga Nohara. Saya suka kisah ketika Misae hendak mengajarkan Crayon cara mencuci baju (hingga menjemur dan melipat) dengan baik. Agak takjub sih, seorang anak usia lima tahun yang pada umumnya masih suka bermain harus diajari urusan rumah tangga. Mungkin ini yang membuat Jepang negara maju. Anyway, mengajari Crayon mencuci ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Misae sering sekali teralihkan perhatiannya karena ocehan Crayon.

Pokoknya, Mama akan mengajarkan 1 sampai 10 cara mencuci baju demi masa depanmu! (Halaman 74)

Edisi Extra Crayon Shinchan Klimaks!! Lord of The Ring adalah bagian spesial sebagai urutan bagian kelima yang terdiri atas Part 2 yang berjudul Lord of The Cumi-Ring – Menara Kedua Tidak Muncul dan 3 yang berjudul Lord of The Cumi-Ring – Saya Tidak Menyangka Kensuke Suzuki Suka Sekali Dengan Makhluk Mentah. Seperti yang dikisahkan pada jilid sebelumnya, kali ini pengembaraan Crayon dan Kazama dan bala bantuannya hendak menuju ke “Lubang Menggerutu” di lembah Kei. Sayangnya ditengah perjalanan, mereka diserang oleh musuh dan terjadi sedikit konflik yang mengakibatkan Crayon dan seorang lain pergi berpisah dari rombongan. Waduh terus bagaimana dong?

Bahan makanan hilang, katamu?! Kan sudah aku bilang jaga baik-baik!! (Halaman 98)

Komik Extra! Lovely Himawari adalah Milik Berharga Keluarga Nohara!! dengan tiga cerita adalah bagian terakhir jilid ini. Sayangnya, semua kisah ini minim sekali dialog sehingga saya tidak bisa menuliskan kutipan hehehe. Oh iya, saya sampai lupa, ada Kuis Crayon Shinchan yang Lumayan Sulit yang terbagi atas Part 12 dan Part 13 juga lho. Sangat cocok untuk refreshing sekaligus tebak-tebak buah oniwasabi (manggis keleuss).

Jilid kali ini lagi-lagi adalah akhir dari tema besar yang diusung, yaitu kehidupan Musae. Tante Crayon dan Hima ini merupakan potret seorang yang mudah mutus asa ketika jatuh. Namun lambat laun ia menyadari bahwa tidak selamanya ia harus bersembunyi dalam jurang kesedihan. Ia harus bangkit, dan meskipun sedikit memakan waktu (eh lama dink) dan perjuangan, ia akhirnya bisa menggapai mimpinya kembali.

Ending cerita Musae ini juga rada mellow huhuhuhu. Namun saya menyayangkan kenapa cerita Musae ini hanya selesai dalam dua jilid saja. Padahal saya inginnya lebih panjang gitu. Dan lagian keluarga Misae masih belum diperlihatkan semuanya kok untuk mengatasi masalah anggota keluarganya ini. Sudah ah, saya nanti tidak bisa move on dengan tema besar yang telah berakhir. Jadi, mari intip tema besar berikutnya ya~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Crayon Shinchan (Jilid 43)

covershinchan43

Judul: Crayon Shinchan (Jilid 43)

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 122

Terbit Perdana: 2005

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2005

ISBN: 979249605X

cooltext-blurb

Crayon Shinchan adalah seorang anak TK berusia 5 tahun yang sangat nakal dan konyol. Kenakalannya melebihi anak-anak seusianya, sehingga sering membuat masalah pada orang-orang disekitarnya termasuk keluarga, guru, dan teman-temannya. Bagi para penggemar komik, Crayon Shinchan sangat pas untuk melengkapi koleksi. Jangan sampai ketinggalan untuk mengikuti kisah-kisahnya yang jenaka pada buku ini dan pada seri-seri berikutnya.

cooltext-review

Kali ini komik Crayon Shinchan jilid ke-43 tidak dibuka dengan sebuah bagian yang memiliki judul besar seperti jilid sebelum-sebelumnya, melainkan hanya ada satu cerita spesial berjudul Lord of The Cumi-Ring – Pembalasan yang Lucu yang pada akhir cerita baru ketahuan ini hanyalah Part 1 dan bersambung ke jilid berikutnya. Cerita kali ini mengisahkan bangsa Chobit dengan dua tokoh fokus yaitu Crayon dan Kazama, majikan Crayon. Secara tidak sengaja, ketika Crayon memancing di laut lepas, ia mendapatkan cumi-cumi yang telah dirasuki roh jahat Despard. Pengikut setia Depard akhirnya memburu cumi-ring itu. Akhirnya Crayon, Kazama, penyihir Kuchi Karl The Max dan beberapa bala bantuan bermaksud menyingkirkan cumi-ring yang jahat itu.

Dimasukkan ke dalam “Lubang Menggerutu” yang terdapat di lembah Kei. Lubang tersebut memakan apa saja sampah di bumi. (Halaman 9)

Tiga cerita dalam judul bagian Musae Tiba-Tiba Datang… Pertengkaran Kakak Beradik yang Mirip Pun Berlanjut! menjadi sebuah tema besar pembka yang akan diusung komik Crayon Shinchan mulai jilid ini. Musae adalah adik kandung Misae yang bekerja sebagai fotografer. Namun tiba-tiba ia pindah ke rumah keluarga Nohara dan bermaksud menumpang untuk sementara waktu. Sayangnya, selama di rumah justru ia sering merepotkan Misae sehingga sudah tidak terhitung berapa kali ia dimarahi kakaknya itu.

Habis atasanku bilang, “Kau tidak punya bakat!” ya sudah, berhenti saja! (Halaman 17)

Papa Suka dengan “Tante Cantik Berwajah Orang China”. Aduh… Kacau… dengan jumlah enam cerita merupakan bagian ketiga jilid kali ini. Suatu hari, Nohara sekeluarga menyaksikan Orkes 7 Wanita Cantik – Konser Saitama yang dibawakan oleh tujuh gadis cantik dari negeri tirai bambu. Saking terpesonanya, Hiroshi membeli CD grup musik tersebut agar mendapatkan kupon bersalaman dengan para personil setelah konser usai. Sayangnya, kegaduhan terjadi ketika Hiroshi kehilangan kupon yang didapatkannya secara diam-diam itu.

Maaf, maaf. Habis mereka cantik sekali sih, jadi saya bersemangat. (Halaman 31)

Lima cerita dalam bagian berjudul Ibu Masumi, Yoshirin, Kazama… Semuanya Aktif Sekali Loh… adalah bagian selanjutnya. Dari ketiga nama tokoh yang disebutkan, saya suka pada cerita yang dialami tokoh Yoshirin. Kali ini, ia yang bekerja sebagai sales marketing di perusahaan Futaba harus menelan amarah dari atasannya karena bersikap jujur dihadapan klien. Padahal, kejujuran yang reflek terlontar oleh Yoshirin itu mengakibatkan kerjasama yang telah terbina cukup lama harus berakhir. Bahkan, saking merasa bersalahnya, ia berniat mengundurkan diri dari pekerjaan. Wah, bagaimana dong akhirnya?

Kau tidak harus pura-pura memuji, cukup temukan hal yang positif dari lawan bicara, itu salah satunya. (Halaman 69)

Komik Extra! Ghost of The Nohara Opera dengan dua cerita yang berkaitan adalah judul bagian ini. Mengisahkan tentang sebuah gedung opera di abad-18 milik keluarga Nohara, harus terampas dengan tragis oleh seorang penjahat bernama Sazashi Ban Dom. Akibatnya, Hiroshi sang pemilik meninggal dunia karena bau kaki dan Misae, sang istri juga meninggal karena terlalu banyak berpikir. Akhirnya tersisa Crayon, anak dari kelauarga Nohara, yang harus bekerja sebagai cleaning service gedung opera tersebut sambil mencari cara balas dendam sekaligus merebut gedung itu lagi.

Pasti penonton kagum. Tapi, mendapatkan apa yang diinginkan, bagi saya itu adalah kesenangan utama. (Halaman 87)

Komik Extra! 11 Gelombang Kemarahan Berturut-Turut! Kekuatan Himawari Meledak Dahsyat!! dengan sebelas cerita merupakan bagian penutup dari jilid kali ini. Seperti biasa, bagian ini didedikasikan khusus untuk kenakalan dan keusilan serta tingkah laku yang nyentrik dari Himawari. Dari sebeleas cerita itu, saya suka pada cerita saat Hima dititipkan ke tetangga sebelah karena Misae ada acara pertemuan. Di rumah tante tetangga, Hima sungguh cekatan dalam menebak lokasi “harta karun” si tante dan memporak-porandakan seisi rumah.

Lebih baik segera ditidurkan saja, kalau tidak, dia bisa tahu semua uang simpananku. (Halaman 105)

Setelah beberapa jilid mengusung tema besar dengan fokus “orang asing” yang memasuki kehidupan sehari-hari tokoh Crayon, kali ini ada “orang dalam keluarga” yang akhirnya menjadi tokoh pendamping utama (maksudnya? Ah begitu deh pokoknya). Adik Misae yang bernama Koyama Musae membuat keluarga Nohara tidak terkesan keluarga sendiri yang tidak punya sanak famili. Memang sih kedatangan Musae sebenarnya bisa dibilang mendadak dan merepotkan. Namun saya yakin awal mula Musae yang menumpang tinggal di rumah Nohara akan memberikan kontribusi pesan moral yang baik nantinya.

Kemudian saya suka dengan bagian spesial tentang Ghost of The Nohara Opera. Soalnya hampir semua balon kata di cerita ini disisipi not balok dan ada catatan untuk membacanya seperti kalimat yang diucapkan yang menggunakan melodi opera, yaah seperti film Les Misérables gitu deh. Unik sekali sampai-sampai saya jadi membayangkan para tokohnya bersenandung khas opera padahal dialog yang dikatakan adalah kata-kata jahat.

Eits dan jangan lupa juga tentang Kuis Crayon Shinchan yang Lumayan Sulit yang terbagi atas Part 10 dan Part 11. Tidak usah saya katakan lagi lah ya bagaimana dua halaman tiap part kuis ini adalah hal yang saya tunggu-tunggu untuk membuktikan apakah saya penikmat cerita Crayon SHinchan sejati atau bukan. Well done untuk jilid ini. Tidak sabar untuk baca jilid selanjutnya!!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus