Rss

Crayon Shinchan (Jilid 25)

covershinchan25

Judul: Crayon Shinchan (Jilid 25)

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 122

Terbit Perdana: Oktober 2002

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Oktober 2002

ISBN: 9799374391

cooltext-blurb

Crayon Shinchan adalah seorang anak TK berusia 5 tahun yang sangat nakal dan konyol. Kenakalannya melebihi anak-anak seusianya, sehingga sering membuat masalah pada orang-orang disekitarnya termasuk keluarga, guru, dan teman-temannya. Bagi para penggemar komik, Crayon Shinchan sangat pas untuk melengkapi koleksi. Jangan sampai ketinggalan untuk mengikuti kisah-kisahnya yang jenaka pada buku ini dan pada seri-seri berikutnya.

cooltext-review

Yosh, ada lagi nih resensi lanjutan dari jilid komik Crayon Shinchan. Kali ini lagi-lagi pembukaan dibuka oleh cerita spesial yang berjudul Cerita Humor Zaman Dunia Nyata dari Semihutabe. Jadi intinya, Crayon kali ini menjadi seorang apa ya, bisa dikatakan orang yang sangat disegani di daerah Semihutabe. Ia bukan lagi seorang anak TK, melainkan sudah berumur dengan rambut dan alis putih.

Kali ini ia sedang bosan karena negerinya damai sentosa. Akhirnya untuk mengisi waktu, ia berjalan-jalan negeri melihat keadaan rakyat. Tepat saat itu, ada sebuah masalah yang menimpa sebuah keluarga yang memiliki kedai makan. Sang pemilik merasa terganggu dengan ancaman yang telah diterima selama ini dan bermaksud minta tolong pada Crayon, sang pejabat.

Kedai “Hati Busuk” selalu menganggap kedai saya sebagai saingan. Bicara dari segi kelezatan, toko saya lebih hebat setingkat, makanya pelanggan semakin hari bertambah banyak. (Halaman 8)

Melangkah pada bagian kedua merupakan kumpulan cerita casual Crayon sebagai anak TK. Nah kali ini, TK AKsi tempat Crayon bersekolah kedatangan murid bari. Seorang gadis cilik yang cantik jelita ini bernama Masako. Ia berasal dari kawasan elit Tokyo dan pindah sekolah karena ingin melihat kehidupan rakyat jelata. Oleh sebab itu bagian ini diberi judul Kehadiran Masako yang Jadi Pusat Perhatian yang memiliki sebelas cerita.

Baru pertama kali ada cowok yang berkata demikian terhadapku. Dulu yang ketemu denganku semuanya pasti akan girang setengah mati. (Halaman 55)

Bagian ketiga adalah kumpulan empat cerita khusus yang berbeda-beda satu sama lain. Yang saya sukai pada bagian berjudul Kumpulan Cerita Anak-Anak ini adalah sebuah kisah mengenai Papa Crayon, Nohara Hiroshi, yang sungguh tertekan dengan kehidupannya sehari-hari. Mulai dari bekerja keras di kantor, rumah tangga yang ramai, hingga waktu istirahat yang kurang. Cerita berjudul Air Mata Belas Kasihan Bagi Pekerja Kantor ini memberikan gambaran pada Hiroshi bahwa kebahagiaan sejati bukanlah mimpi belaka.

Bila begini terus sangat bahaya! Kalau dalam waktu 24 jam belum bangun, maka suamimu akan selamanya tidur terus! (Halaman 69)

Bagian keempat yang berjudul Murid Baru yang Menghebohkan ini sebenarnya rada-rada membingungkan pembagiannya. Jadi disini ada empat cerita yang judulnya beda-beda. Yang pertama adalah kisah berjudul Permen Karet yang mengisahkan Crayon menginginkan sekali permen karet di atas meja namun dilarang oleh Mama. Tentu saja Crayon tidak hilang akal dan berupaya mengelabui Mama.

Kamu hanya disaat-saat begini baru bisa menjawab dengan sangat cepat, sebetulnya kamu sama sekali tidak akan melaksanakannya, betul kan? (Halaman 90)

Cerita kedua adalah Bikin Rak yang mengisahkan permintaan Mama kepada Papa untuk membuat rak pada hari minggu yang santai. Papa beralasan sedang sakit sehingga tidak bisa membantu. Tepat saat itu, ada istri Tuan Hiraishe, tetangga sebelah, yang ingin minta bantuan Papa membuat rak di rumahnya. Gaya yang begitu “seronok” membuat Papa langsung semangat membantu dan meninggalkan Mama yang emosi karena dibohongi.

Begini, saya ada masalah kecil, mungkin merepotkan suamimu… (Halaman 93)

Crayon Sakit Mata adalah judul ketiga pada bagian terakhir ini. Seperti judulnya, kali ini Crayon sakit mata akibat malam hari sebelum tidur mengucek mata dengan tangan yang ehm, masih kotor. Akibatnya, pagi hari matanya menjadi merah dan gatal sekali. Oleh karena itu Mama membawanya ke dokter spesialis mata.

Kamu ini bukan mau nonton berita, tapi mau lihat kakak yang cantik!!! (Halaman 98)

Selanjutnya ada cerita Murid Baru yang Menghebohkan. Sebenarnya ini masih sama dengan cerita tentang Masako yang di bagian kedua tadi, tetapi hanya satu cerita saja. Jadi ceritanya Masako masih bertingkah bagaikan seorang putri dan menggunakan Masao sebagai budak cintanya. Tentu saja hal ini menimbulkan amarah dalam diri Nana karena biasa bermain rumah-rumahan dengan Masao..

Tapi, hanya manis saja tidaklah cukup, yang dia suka adalah tipe wanita yang mempunyai sifat kewanitaan. (Halaman 103)

Nah sedangkan cerita terakhir yang menurut saya agak aneh karena cerita berjudul Liburan Musim Panas ini memiliki empat cerita tersendiri, tidak seperti cerita sebelumnya yang hanya satu. Pokoknya cerita ini mengisahkan keluarga Nohara yang berlibur ke pantai selama beberpa hari. Disana, Crayon berkenalan dengan seorang kakak cantik yang gemar bermain selancar bernama Yuriko. Tak disangka, pertemuan Crayon dengan pemuda misterius bernama Ochida justru menjadi sebuah pertanda akan kehidupan Yuriko kelak.

Karena hal itu kamu meninggalkan saya dan selancar! Kamu memang pria yang tidak berguna!! (Halaman 115)

Hal yang membuat saya menyukai jilid ini adalah beredarnya kata-kata umpatan yang sesungguhnya tidak baik namun karena penggunaannya yang tidak sesuai kondisi menjadikan dialog ini lucu sekali. Seperti contohnya tadi ada sebuah kedai bernama Kedai “Hati Busuk” yang jahat. Ya ampun itu ya, kalau beneran ada kedai “Hati Busuk” tidak akan pernah saya datangi hahahaha.

Kemudian Crayon pada cerita pertama juga senang memanggil lawannya dengan sebutan kutu busuk dan si tengik. Nah panggilan ini justru membuat saya tergelak karena si lawan jadi emosi dan urung menyerang Crayon dan mengomentari panggilan itu tadi. Lucu nggak sih ditengah perkelahian, kamu dipanggil si tengik oleh lawanmu sendiri. Menurut saya sih lucu *apaseih.

Nah yang tidak kalah lucu adalah umpatan yang dikatakan Nana pada Masako yang lebay adalah “nona besar tidak tahu diri” huahahaha. Aduh kalimat itu memang sangat tidak sopan dikatakan, terlebih yang mengatakannya anak-anak. Mungkin inilah yang membuat komik ini benar-benar untuk yang berusia 15 tahun keatas. Bintang maksimal untuk jilid ini karena membuat saya tertawa lepas hehehe.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Crayon Shinchan (Jilid 24)

covershinchan24

Judul: Crayon Shinchan (Jilid 24)

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 122

Terbit Perdana: Agustus 2002

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Agustus 2002

ISBN: 9799374294

cooltext-blurb

Crayon Shinchan adalah seorang anak TK berusia 5 tahun yang sangat nakal dan konyol. Kenakalannya melebihi anak-anak seusianya, sehingga sering membuat masalah pada orang-orang disekitarnya termasuk keluarga, guru, dan teman-temannya. Bagi para penggemar komik, Crayon Shinchan sangat pas untuk melengkapi koleksi. Jangan sampai ketinggalan untuk mengikuti kisah-kisahnya yang jenaka pada buku ini dan pada seri-seri berikutnya.

cooltext-review

Kelakuan Crayon yang menyebalkan namun sekaligus menggelikan masih terus berlanjut hingga jilid ke-24 ini. Bagian awal dibuka dengan judul Bagaimana Nasib Kakek..?! yang terdiri atas lima cerita pendek. Bagian ini menyambung dengan bagian terakhir jilid ke-23 yang lalu, dimana ceritanya Kakek Ginosuke menginap di rumah keluarga Nohara karena berantem dengan Nenek. Nah kali ini Kakek bermksud pulang kampung.. Namun belum sempat terlaksana, ada kakak Hiroshi, Nohara Semashi yang menjemput Kakek. Paman Crayon ini kelakuannya sungguh pelit dan suka bercanda.

Sebenarnya.. Aku adalah papamu yang sesungguhnya. (Halaman 22)

Bagian kedua adalah tiga cerita spesial dengan judul utama Lagi-Lagi Peristiwa Besar? Pada bagian ini, saya menyukai cerita pertama berjudul Kotoran Emas yang menyorot kehidupan keluarga Nohara yaitu Hiroshi, Misae, dan Crayon yang miskin. Tidak disangka, mereka menemukan seorang bayi ajaib bernama Himawari yang sanggup mengeluarkan kotoran emas. Sayangnya, kehidupan mereka tidak berjalan mulus.

Di rumahku ada bayi yang bisa mengeluarkan kotoran emas. (Halaman 27)

Persahabatan Lima Sekawan! yang terdiri atas enam cerita merupakan bagian selanjutnya. Pada kisah kali ini, saya menyukai cerita berjudul Crayon Sakit yang menitikberatkan pada kondisi Crayon yang sakit demam. Alih-alih menurut perkataan Mama dan istirahat cukup, Crayon justru berbuat hal yang tidak-tidak sehingga menimbulkan korban lain.

Tapi Mama kalau saya pikir-pikir, waktuku terbuang kalau harus berdiri seperti ini terus tanpa melakukan sesuatu. (Halaman 55)

Bagian keempat adalah dua cerita spesial yang terangkum jadi satu dalam judul Penemuan Profesor Kitayono yang Menghebohkan Keluarga Nohara (Bagian 2). Bagian ini terdiri atas dua cerita. Sekadar informasi, Profesor Kitayono adalah seorang jenius yang dikenal oleh Crayon yang entah bagaimana saya juga tidak tahu. Profesor ini gemar menciptakan penemuan baru yang kadang membuat masalah. Seperti kali ini dalam cerita Duarrr! Penemuan yang Hebat Tapi Juga Menakutkan, ia menciptakan mesin waktu yang akibatnya bisa membuat Crayon lenyap dari dunia (yah akibat ulah Crayon sendiri sih).

Kalau papa dan mamamu tidak bersatu, kamu tidak akan ada. Kalau begini keadaannya, kamu akan lenyap! (Halaman 87)

Selanjutnya adalah bagian yang saya rasa cukup mellow dan menyedihkan dengan judul Hilangnya Cinta Ibu Matsuzaka yang terdiri atas tiga cerita. Seperti judulnya, kali ini Ibu Matsuzaka yang telah memiliki kekasih harus dihadapkan pada kenyataan pahit ketika kekasihnya, Dr. Tokuro, harus pergi meninggalkannya ntuk sebuah penelitian. Padahal saat itu Ibu Matsuzaka berharap adanya kejelasan dalam hubungan mereka. Wah terus bagaimana ya?

Itu dia lelaki yang ingin ke Nambei dan meninggalkan wanita yang telah dipermainkannya. (Halaman 103)

Meninggalkan Ibu Matsuzaka, ada tiga cerita casual sebagai akhir komik jilid ini. Yang pertama adalah Crayon Belanja yang menceritakan Crayon berbelanja daging namun justru merepotkan tukang daging dan ibunya Nana. Loh kok bisa? Penasaran? Baca saja deh hehe.

Suara Mama jelek sekali, makanya Ma… Jangan banyak makan pedas. (Halaman 111)

Selanjutnya Himawari Marah merupakan judul cerita berikutnya ketika Mama menemukan koleksi foto-foto artis tampan yang disimpan Hima dibawah kasur. Mama yang merasa belum saatnya Hima mengenal hal tersebut akhirnya membuang kumpulan foto tersebut ke tempat sampah. Respon Hima bagaimana? Tentru saja ia marah bukan main kepada Mama.

Kesedihannya begitu mendalam sampai memeluk tempat sampah. (Halaman 115)

Cerita terakhir adalah cerita nasib apes Papa yang ditinggal Mama berbelanja sehingga harus menjaga Crayon dan Hima yang masih tertidur lelap. Papa Menjaga Kami Berdua adalah judul cerita hari libur tenang yang akhirnya dihabiskan Papa bermain salon-salonan dengan Crayon dan Hima. Permainan yang sebenarnya santai itu harus berakhir dengan malapetaka.

Payah! Karena aku bangun kesiangan, kedulian Misae yang punya rencana benar-benar menyebalkan. (Halaman 119)

Secara umum, saya menyukai jilid kali ini. Saya suka dengan tokoh baru yang berasal dari keluarga dekat, alias bukan orang asing yang tiba-tiba memasuki kehdupa tokoh utama. Tokoh dari keluarga sendiri ini membuat betapa keluarga di Jepang, dalam hal ini adalah keluarga Nohara, masih terjalin silaturahimnya meskipun memiliki tempat tinggal masing-masing. Dan tokoh Semashi ini membuat saya rada sebel hahaha.

Selain itu, kejelasan status Ibu Matsuzaka yang memiliki kekasih membuat saya lega. Soalnya dari beberapa jilid sebelumnya, saya selalu disuguhkan Ibu Matsuzaka yang selalu mengeluh tidak punya pacar. Akhirnya pada jilid ini saya bisa mengetahui siapa gerangan lelaki yang membuat Ibu Matsuzaka galau dan gelisah dalam mengambil sikap untuk hubungan percintaannya.

Oh iya, pada bagian Profesor Kitayono, judulnya menuliskan Bagian 2.  Namun anehnya, kok saya tidak menemukan bagian 1 ya. Hilang kemana? Saya sampai bolak balik meneliti halaman dan mengecek jilid ke-23. Tetapi hasilnya nihil. Ini kesalahan penerbit atau bagaimana ya. Semoga kelak bisa diperbaiki. Yosh, sudah selesai resensi saya kali ini. Mari lanjutkan baca jilid berikutnya!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Crayon Shinchan (Jilid 23)

covershinchan23

Judul: Crayon Shinchan (Jilid 23)

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 122

Terbit Perdana: Juli 2002

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Juli 2002

ISBN: 9799374286

cooltext-blurb

Crayon Shinchan adalah seorang anak TK berusia 5 tahun yang sangat nakal dan konyol. Kenakalannya melebihi anak-anak seusianya, sehingga sering membuat masalah pada orang-orang disekitarnya termasuk keluarga, guru, dan teman-temannya. Bagi para penggemar komik, Crayon Shinchan sangat pas untuk melengkapi koleksi. Jangan sampai ketinggalan untuk mengikuti kisah-kisahnya yang jenaka pada buku ini dan pada seri-seri berikutnya.

cooltext-review

Crayon Shinchan sudah bagaikan legenda tokoh balita nakal nan mengesalkan dalam komik versi saya. Hal ini membuat saya tidak bosan-bosannya membaca komik Crayon Shinchan. Kali ini saya membaca jilid ke-23. Saya tahu, ini adalah jilid yang terpaut cukup jauh dari jilid yang terakhir saya baca, yaitu nomor 12. Karena dulu sangat sulit sekali mendapatkan komik ini. Sedangkan sekarang harganya yang sangat mahal membuat saya tidak berminat melengkapinya lagi :p

Langsung saja, kali ini awal bagian komik sudah dibuka dengan cerita spesial berjudul Crayon Shinchan “Sang Bodyguard” dimana Crayon menjadi seorang bodyguard penyanyi terkenal, Remi. Ceritanya, Remi ini sering mendapatkan ancaman dari orang yang tidak dikenal sehingga membuat kehidupannya terganggu. Bermaksud menolong (dan imbalan yang besar), membuat Crayon dan seorang partner bodyguard wanita bersedia melindungi Remi. Ternyata, alasan ancaman itu semua karena alasan yang cukup sepele.

Khawatir? Hm, Mama hanya menganggapku sebuah barang. Dia khawatir karena saya ibarat telur emas sebagai penghasil uang. (Halaman 8)

Lanjut pada bagian kedua, kehidupan Crayon sudah berubah. Ada yang tahu? Sepertinya gambar sampul depan jilid ini sudah memberikan sedikit petunjuk. Yak, benar sekali. Crayon memiliki seorang adik perempuan! Ia bernama Nohara Himawari. Saya tidak tahu bagaimana awal mula Hmawari bisa hadir ditengah keluarga Nohara. Hal ini akibat saya tidak membaca jilid-jilid sebelumnya. Yah anggap saja Hima sudah muncul saja gitu deh ya.

Bagian kedua berjudul Saya dan Mama memiliki tujuh cerita pendek yang berdurasi empat halaman. Yang saya sukai dari bagian ini adalah kisah tentang Crayon yang ingin membuat prakarya dari kaleng bekas. Sayangnya, kaleng bekas tidak bisa ditemukan oleh Crayon meskipun ia sudah mencari ke seluruh penjuru rumah. Akhirnya, dengan membangunkan Mama yang sedang tidur, Crayon bermaksud mencari tahu bagaimana ia bisa mendapatkan kaleng sebagai modal awal membuat kerajinan tangan.

Semuanya sudah diambil tukang sampah tadi pagi, Crayon. (Halaman 17)

Bagian ketiga lagi-lagi adalah cerita spesial yang berjudul Crayon Sangat Aktif di Lapangan. Bagian ini memiliki dua cerita khusus. Saya menyukai cerita pertama berjudul Toko Sepatu Kecil di Kota Crayon yang mengisahkan tentang sebuah toko sepatu kecil yang ditinggalkan oleh pemiliknya sehingga istri dan anak pemilik itu yang harus melanjutkan. Awalnya memang penjualan tidak laku, namun berkat bantuan Crayon, Kazama, Masao, dan Bo yang menjadi peri sepatu, penjualan toko ini bisa meningkat pesat.

Orang-orang yang memakai sepatu dari toko sepatu kecil di kota tersebut, pasti merasa puas! Hal itu sudah diketahui oleh banyak orang. (Halaman 49)

Dag Dig Dug!! Kencan Bersama Kakak Nanako yang memiliki enam cerita adalah bagian keempat. Seperti judulnya, ternyata kali ini Crayon sudah memiliki tambatan hati pada seorang mahasiswi muda bernama Nanako. Sayangnya, saya menyukai cerita ketika Ibu Yoshinaga yang sakit tidak bisa masuk sekolah sehingga harus digantikan Ibu Akeo. Sekadar informasi, Ibu Akeo ini adalah guru baru di TK Aksi yang belum memegang kelas, sehingga ia menjadi pengganti ketika ada guru lain yang berhalangan. Kira-kira bagaimana ya?

Alasan kurang enak badan hanya dibuat-buat, pasti ada alasan lain. Misalnya bertemu Bapak Ishizaka, kekasihnya. (Halaman 73)

Adanya Kekuatan Ajaib adalah bagian kelima yang hanya memiliki satu cerita saja berjudul Perubahan Keluarga Nohara. Jadi intinya pada cerita ini, ada seorang(?) peri bernama Michel yang saya tidak tahu laki-laki atau perempuan sehingga pengucapan namanya menjadi seperti Michael (mai-khel) ataukah Michelle (mi-syel). Yang jelas, Michel inilah yang bertanggungjawab dengan tukar-jiwa yang dialami oleh keluarga Nohara. Saya suka dengan pesan moral yang disampaikan melalui cerita ini. Penasaran? Baca sendiri yah :)

Kalau ingin kembali seperti semula, tinggal sebut, saya ingin kembali seperti semula! Waktu saya sudah habis, saya ingin kembali. (Halaman 90)

Bagian terakhir sebagai penutup jilid ini berjudul Ginosuke Si Kakek Super, Tidak Tahan Menjaga Saya dan Hima memiliki enam cerita pendek. Benar sekali, lagi-lagi kakek Crayon, Kakek Ginosuke merepotkan keluarga Nohara karena datang menginap sesuka hati. Meskipun mertuanya sendiri, Mama merasa tidak suka dengan kehadiran Kakek karena Kakek tidak pernah membantu Mama dalam urusan rumah tangga sehingga Kakek dianggap merepotkan saja. Untuk urusan ini, Papa lah yang ditunjuk Mama untuk berbicara pada Kakek.

Papa! Papa boleh tinggal disini sampai kapanpun Papa mau. Hanya saja, Papa harus membantu pekerjaan apa saja! Misalnya, seperti menjaga anak atau mencuci piring. (Halaman 104)

Setelah tertinggal sebelas jilid, saya harus berusaha menyambung-nyambungkan tokoh yang bermain di jilid ini dibandingkan jilid yang terakhir saya baca. Untunglah pada bagian awal setelah daftar identitas buku, terdapat daftar tokoh-tokoh dalam komik Crayon Shinchan. Setelah tidak ada perubahan sejak jilid pertama (yang memuat tokoh Crayon, Mama, Papa, Putih, Kazama, Masao, Bo, Nana, Kepala Sekolah, dan Bu Yoshinaga), saya melihat bahwa di jilid ini sudah ada penambahan tokoh yaitu Himawari dan Bu Matsuzaka.

Himawari sebagai adik Crayon memang sudah seharusnya dicantumkan sebagai tokoh tetap yang akan muncul setiap jilid. Sedangkan Bu Matsuzaka, meskipun bukan wali kelas Crayon, tetap berperan penting sebagai guru TK. Selain itu, sekarang cerita-cerita casual khas kehidupan sehari-hari Crayon sudah diperpanjang menjadi empat halaman setelah sebelumnya hanya tiga halaman saja. Hal ini cukup berguna sih, karena tidak membuat cerita menjadi terburu-buru diakhiri.

Mata uang rupiah yang terus menerus disebutkan hingga jilid ini terpaksa tidak saya komentari lagi. Bagaimana ya, karena sudah sampai jilid ke-23 dan masih saja ada mata uang rupiah yang dikonversi ngawur membuat saya pasrah dengan kelanjutannya. Kalau ada perbaikan, ya alhamdulillah. Kalau tidak ada, ya sudah. Oh iya, pada cerita Bu Akeo harus menggantikan Bu Yoshinaga, Pak Kepala Sekolah menyebut kelas nol kecil. Padahal pada jilid-jilid sebelumnya disebutkan kelas bunga matahari. Apakah ini kekeliruan? Baiklah, mari lanjutkan ke jilid berikutnya!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Crayon Shinchan (Jilid 12)

covershinchan12

Judul: Crayon Shinchan (Jilid 12)

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 122

Terbit Perdana: Juni 2001

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Juni 2001

ISBN: 9799374170

cooltext-blurb

Crayon Shinchan adalah seorang anak TK berusia 5 tahun yang sangat nakal dan konyol. Kenakalannya melebihi anak-anak seusianya, sehingga sering membuat masalah pada orang-orang disekitarnya termasuk keluarga, guru, dan teman-temannya. Bagi para penggemar komik, Crayon Shinchan sangat pas untuk melengkapi koleksi. Jangan sampai ketinggalan untuk mengikuti kisah-kisahnya yang jenaka pada buku ini dan pada seri-seri berikutnya.

cooltext-review

Membicarakan kenakalan dan kejahilan Crayon seakan tiada habisnya. Menginjak jiid ke-12 ini, saya masih bisa tertawa membaca komik ini. Langsung saja deh, bagian awal sudah dibuka dengan cerita spesial, bukan dua cerita pendek seperti jilid sebelum-sebelumnya. Cerita spesial ini berjudul Crayon Bagaikan Pendeta Berumur Satu Tahun. Jadi ceritanya, Crayon adalah anak yang memiliki ukuran setinggi ibu jari dari pasangan suami istri Hiroshi & Misae. Suatu hari, ia mengikuti sayembara melindungi Putri Nana dari serangan raksasa jahat. Hmm seperti kisah Urashimataro kalau tidak salah nih.

Dengar dulu… Bagi yang berhasil lulus, akan diberikan hadiah berupa uang emas dan perak. (Halaman 9)

Bagian kedua sudah bercerita tentang dunia keseharian Crayon dan orang-orang disekelilingnya pada masa kini. Bagian ini berjudul Ada Permainan yang Sedang Populer. Dari sembilan cerita yang ada, saya menyukai cerita tentang Ibu Guru Matsuzaka yang mengeluh tentang pekerjaannya di TK. Mulai dari gaji kecil, dikerjain Crayon, hingga tidak punya kekasih. Tidak disangka, ada seorang laki-laki muda berparas menawan yang mengajak Bu Matsuzaka makan sepulang sekolah. Ternyata, ia adalah kepala TK Keanggunan yang bermaksud mengajak Bu Matsuzaka meninggalkan TK Aksi.

Oh tuan yang malang, biarpun gaji saya kecil, disana banyak anak yang memerlukan saya, bagi saya itu lebih penting dari apa pun. (Halaman 36)

Saya adalah Kameraman Terkenal dan Dapat Penghargaan Lagi dengan jumlah sembilan cerita adalah bagian ketiga dari jilid ini. Diantara kesembilan cerita itu, ada dua cerita yang menyambung ketika Papa yang telah bekerja keras membuat dokumen penting untuk kantor, justru tertinggal di rumah. Akhirnya, Crayon diminta mengantarkan dokumen tersebut karena Mama sedang sakit perut. Wah bagaimana kelanjutannya ya?

Dokumen perencanaannya dimana? Semalam sudah saya masukkan ke dalam amplop. (Halaman 54)

Selanjutnya, ada bagian keempat berjudul Ha.. Ha.. Ha.. Dag Dig Dug!! Petualangan Besar Crayon yang terdiri atas tiga cerita agak panjang. Berbeda dengan bagian sebelumnya, cerita ini khusus dan bukan ber-setting kehidupan sehari-hari. Saya menyukai cerita pertama yang berjudul Legenda Ikan Duyung. Jadi ceritanya Hiroshi, Misae, dan Crayon adalah keluarga yang hidup di atas kapal. Mereka berencana mencari lokasi tempat tinggal putri duyung yang konon tidak suka bertemu manusia dan misterius. Sayangnya, fakta tidak sesuai dengan teori yang Papa baca di buku.

Ikan duyung dulu ada banyak, Nak! Tapi manusia mengotori laut, sehingga putri duyung banyak yang sakit. Sekarang ya hanya kami-kami ini! (Halaman 74)

Bagian penutup adalah bagian yang memiliki sembilan cerita dengan judul Kakek Crayon Pergi dari Rumah!! Akhirnya ada lagi anggota keluarga lain dari Nohara yang ditampilkan disini, yaitu kakek Crayon dari garis keturunan Papa. Entah kebetulan atau tidak, kakek Crayon ini sama nyentriknya dengan Crayon. Mulai dari hobi menggoda perempuan cantik, hingga tingkah laku yang kekanakan. Sampai-sampai, Mama terkena imbas akibat Kakek yang menumpang sementara di rumah keluarga Nohara.

Saya mendapat teguran dari sekolah tentang kelakuan kakek dan juga dia mengusili para ibu-ibu cantik di lingkungan kita. Papa, saya sangat menyukainya. Ha.. Ha.. (Halaman 109)

Saya suka sekali apabila ada cerita khusus yang ditampilkan dalam komik Crayon Shinchan. Soalnya entah kenapa saya sudah mulai agak jenuh dengan keseharian Crayon yang itu-itu saja. Kalau tidak lingkungan rumah, sekolah, toko buku. Eh iya saya lupa, ada tempat yang biasa dikunjungi Crayon yaitu toko buku Kasugabe. Aah next time saja saya ungkap kejadian di toko buku ini hehehe.

Kembali lagi, dengan adanya cerita spesial, saya jadi merasa fresh meskipun tokoh yang berperan juga sama saja. Mulai dari Papa, Mama, Kazama, hingga teman-teman yang lain. Selain itu, adanya tokoh baru yang menggelikan yaitu kakek Crayon memberikan nuansa baru di komik ini. Karena saya rasa sudah saatnya ada tokoh yang dimunculkan agar tidak berkutat pada tokoh yang itu-itu saja. Dan saya senang, Usui-san menjawab keinginan saya pada jilid ini. Saya jadi menunggu tokoh mana lagi ya yang akan menjadi pengiring keseharian Crayon? Langsung cek jilid selanjutnya yuk :)

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Crayon Shinchan (Jilid 10)

covershinchan10

Judul: Crayon Shinchan (Jilid 10)

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 122

Terbit Perdana: Desember 2000

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Desember 2000

ISBN: 9799374138

cooltext-blurb

Crayon Shinchan adalah seorang anak TK berusia 5 tahun yang sangat nakal dan konyol. Kenakalannya melebihi anak-anak seusianya, sehingga sering membuat masalah pada orang-orang disekitarnya termasuk keluarga, guru, dan teman-temannya. Bagi para penggemar komik, Crayon Shinchan sangat pas untuk melengkapi koleksi. Jangan sampai ketinggalan untuk mengikuti kisah-kisahnya yang jenaka pada buku ini dan pada seri-seri berikutnya.

cooltext-review

Petualangan dan hal-hal konyol yang dilakukan oleh Crayon masih berlanjut pada jilid kesepuluh ini. Seperti biasanya, jilid ini juga teriri atas empat bagian utama yang masing-masing merangkum beberapa cerita pendek dengan durasi tiga halaman setiap cerita. Bagian pertama, masih berjudul Kelas Bunga Matahari dengan komposisi dua cerita. Yang saya sukai adalah cerita pertama ketika keluarga Nohara terjebak macet di tengah perjalanan pulang.

Yang menjadi masalah adalah Crayon kebelet buang air kecil yang kemudian berubah menjadi kebelet buang air besar. Papa yang panik mencari tempat berhenti justru semakin pusing saat mengetahui Mama juga dalam kondisi sudah tiga hari belum buang air besar. Untunglah, ada sebuah restoran ramen. Papa memutuskan berhenti untuk meminjam toilet sekaligus makan malam. Tetapi ada sedikit masalah…

Tadi untuk beli mainan Crayon, untuk makan siang, untuk membawa bekal, dan sekarang mau menggunakan uang sama sekali tidak ada, saya khawatir. (Halaman 5)

Sebelum menginjak bagian kedua, ada satu halaman khusus berjudul Akal-Akalan Crayon Terus Berlangsung yang memberikan cuplikan kelakuan Crayon ketika menggoda perempuan-perempuan cantik. Cuplikan tersebut berasal dari jilid komik sebelum-sebelumnya. Kemudian bagian kedua mengambil judul Lelucon Crayon di TK Membuat Tertawa Terbahak-Bahak yang terdiri atas sebelas cerita. Yang menggelikan bagi saya adalah pengalaman Ibu Guru Matsuzaka di sebuah department store akibat ulah Crayon. Bagaimana tidak, beliau sudah merencanakan dengan matang apa yang hendak dilakukannya selama disana. Tak disangka, semuanya berantakan akibat Crayon yang masih belum sadar bahwa itu adalah ibu gurunya sendiri.

Untuk mendapatkan perasaan seperti ini, saya setiap hari minggu berbaris paling pertama di depan toko ini. (Halaman 39)

Crayon dan Teman TK Rekreasi ke Pantai adalah judul bagian ketiga dengan komposisi sebelas cerita juga. Tidak seperti judul bagiannya, saya justru menyukai cerita ketika keluarga Nohara bermain di kolam renang umum. Saking panasnya, mereka bertiga (Papa, Mama, dan Crayon) beristirahat dengan tidur di tepi kolam renang. Entah bagaimana, Crayon yang memiliki cara tidur amat buruk harus mengalami tragedi. Padahal, saat itu Crayon masih belum pandai berenang. Wah kira-kira apa ya tragedinya?

Hati-hati, diawasi cara tidurnya, jangan sampai jatuh ke pinggir kolam. (Halaman 74)

Penutup jilid ini adalah bagian keempat dengan judul Crayon dan Si Putih adalah Teman yang Sangat Akrab yang memiliki jumlah cerita paling banyak, yaitu 14 cerita. Sayangnya, tidak semuanya berkisah tentang Putih. Bahkan saya menyukai cerita saat Kazama merasa tertekan akibat paksaan ibunya untuk les. Ia merasa ingin istirahat sejenak dari rutinitas dan bersenang-senang. Sayangnya, ibunya tidak setuju. Akibatnya, Kazama kabur dari rumah.

Ingin istirahat bukan, tetapi sekarang kamu harus belajar yang rajin kalau mau masuk SD, karena itu harus ikut les! (Halaman 86)

Secara umum, saya menyukai komik Crayon Shinchan jilid ini. Crayon masih tetap konyol, masih tetap menghibur, dan masih bisa membuat saya cengengesan. Yang saya sukai adalah sudah mulai banyak tokoh lain yang menjadi pusat cerita, meskipun Crayon juga tetap ada namun ia hanyalah pendukung. Mulai dari Ibu Guru Matsuzaka, Kazama, dan lain-lain. Saya juga cenderung lebih menyukai cerita dengan lingkungan atau tokoh yang berasal dari dunia TK-nya Crayon daripada keluarga Crayon sendiri.

Sayangnya, saya agak kurang nyaman dengan isu KDRT (Kekerasan dalam Rumah Tangga), khususnya keluarga Nohara. Bagaimana tidak, tokoh Mama mudah sekali menggunakan kekerasan kepada Crayon. Padahal kalau dilihat lebih jauh, kenakalan Crayon juga tidak terlalu parah buanget yang pantas mendapatkan kekerasan. Mulai dari jitakan di kepala sampai benjol, cubitan di wajah, hingga pukulan di pantat. Jika ketahuan Komisi Perlindungan Anak Indonesia, pasti terkena pidana tuh hehe.

Saya juga sadar sih sebenarnya hal itu yang membuat lucu dalam (sebagian besar) cerita komik Crayon Shinchan. Tetapi lama-lama jadi heran, apakah ibu-ibu di Jepang seperti itu apabila memiliki anak seperti Crayon? Entahlah. Yang jelas saya kurang menyukai kekerasan kepada anak dibawah umur yang dilakukan oleh Mama. Hal ini berbeda dengan Papa yang hanya berteriak ataupun memarahi sambil menggerutu kepada Crayon ketika Crayon melakukan kesalahan. Saya rasa ini masih lebih baik daripada Mama yang langsung main tangan pada anaknya sendiri. Sudah ah, kok malah ngomongin mamanya Crayon. Ayo lanjut baca jilid berikutnya :D

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Crayon Shinchan (Jilid 9)

covershinchan9

Judul: Crayon Shinchan (Jilid 9)

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 122

Terbit Perdana: November 2000

Kepemilikan: Cetakan Pertama, November 2000

ISBN: 979937412X

cooltext-blurb

Crayon Shinchan adalah seorang anak TK berusia 5 tahun yang sangat nakal dan konyol. Kenakalannya melebihi anak-anak seusianya, sehingga sering membuat masalah pada orang-orang disekitarnya termasuk keluarga, guru, dan teman-temannya. Bagi para penggemar komik, Crayon Shinchan sangat pas untuk melengkapi koleksi. Jangan sampai ketinggalan untuk mengikuti kisah-kisahnya yang jenaka pada buku ini dan pada seri-seri berikutnya.

cooltext-review

Haloo berjumpa lagi dengan resensi komik Crayon jilid kesembilan. Sebenarnya saya agak menyesal tidak mengoleksi seri ini lengkap mulai jilid pertama dan berurutan terus. Maklum, masa lalu saya hanya beli ketika ada uang saku lebih, itupun harus dikumpulkan dulu. Pada masa itu, komik Crayon Shinchan ini cukup langka sehingga menemuinya di pasaran sungguh keberuntungan. Kok malah curcol. Yasudah lah ya masuk ke isi komik ini saja.

Seperti biasa, bagian awal merupakan pembukaan dengan dua cerita pendek dengan judul Kelas Bunga Matahari. Salah satu cerita kesukaan saya adalah ketika keluarga Nohara bermain bowling. Saya baru tahu ternyata di arena bowling bisa pesan sepatu yang digunakan untuk bermain. Seperti biasanya pula, ulah Crayon yang berbuat usil dan seenaknya menjadikan arena bowling itu “meriah” dan sangat “semarak” sampai-sampai pemilik arena “terpukau” dengan kehebohan keluarga Nohara.

Tolong sepatu dengan ukuran seratus juta cm, pokoknya seperti sepatu untuk robot! (Halaman 4)

Pada akhir bagian pembuka ini, ada satu halaman khusus yang berjudul Peta Perubahan Bentuknya Crayon. Bukan maksudnya Crayon berubah wujud jadi makhluk gaib, melainkan daftar beberapa kostum Crayon yang menjadi “bentuk” lain. Mulai dari ayam, anjing, gajah, es krim, dan lain sebagainya. Hebat juga ya Crayon ini daya kreativitasnya kalau dipikir-pikir. Tetapi kelakuannya yang bikin senewen juga nggak bagus hehehe.

Bagian kedua memiliki judul Akhirnya Mama Berhasil Mendapatkan Surat Ijin Mengemudi (SIM) Mobil yang terdiri atas 13 cerita. Seperti judulnya, awal bagian ini adalah cerita mengenai Mama yang berusaha lulus tes mengemudi. Setelah jatuh bangun dan melalui rintangan berat (akibat ulah Crayon, tentu saja), akhirnya Mama lulus. Nah, bermaksud sombong, Mama ingin mengantar Crayon ke TK menggunakan mobil. Kira-kira Mama berhasil atau tidak ya?

Mama tidak bisa lewat karena pintu gerbangnya kecil sekali, kamu tahu kan rumah orang Jepang kecil-kecil, jalannya sempit-sempit…, apalagi pemerintahannya. (Halaman 43)

Crayon, Ayo Kita Tertawa dengan Lantang, Ha… Ha… Ha… adalah judul bagian ketiga yang memiliki sebelas cerita pendek. Setelah gagal bermain bowling dengan tenang, keluarga Nohara pergi tamasya saat musim salju. Mereka berencana bermain ski dan permainan salju lainnya. Tidak tanggung-tanggung, mereka menginap di sebuah hotel mewah yang bisa dikatakan mahal sekali untuk keuangan keluarga Nohara. Kira-kira bagaimana bisa ya?

Karena temanku bekerja sebagai manager di hotel ini, ia mendapat diskon karyawan dengan mengatakan bahwa kita saudaranya, kita juga dapat menginap disini dengan harga murah. (Halaman 66)

Bagian terakhir komik ini berjudul Crayon Shinchan Kalau Dipuji Seperti Itu… Saya Jadi Malu yang memuat 12 cerita dengan durasi masing-masing tiga halaman. Kesukaan saya bukan lagi yang melibatkan tokoh keluarga, melainkan tokoh teman-teman Crayon. Benar sekali, cerita ini ber-setting di TK Aksi. Jadi intinya suatu hari Crayon dan Kazama bertengkar hebat akibat permasalahan sepele khas anak-anak. Saya baru menyadari juga di komik ini, Kazama cukup membuat sebal Bu Guru Yoshinaga. Namun yang menggelikan adalah Bu Guru Yoshinaga bukannya melerai mereka berdua dengan bijaksana, justru ikut emosi akibat kegaduhan ini.

Sudah cukup kalian berdua! Kalau tidak segera menghentikan perkelahian ini biar nanti saya bom kalian berdua sampai hancur! Dasar!! (Halaman 117)

Satu yang saya mulai sadari sejak beberapa kali membaca dan meresensi komik Crayon Shinchan adalah adanya ketidaksesuaian antara judul awal bagian dengan setiap cerita di dalamnya. Kalaupun sesuai, hanya beberapa cerita awal saja. Setelah itu tidak nyambung sekali. Sayangnya, satu judul bagian ini digunakan untuk semua cerita yang terangkum di dalamnya, hanya dibedakan melalui nomor. Alangkah lebih baik jika setiap cerita ada judulnya tersendiri.

Kemudian lagi-lagi saya menemukan mata uang rupiah disebut-sebut dalam berbagai kesempatan. Saya jadi agak terusik dan mengernyit karena hal ini. Berulang kali saya berkata pada diri saya agar membiarkan kesalahan ini. Tetapi otak saya memprosesnya dengan cermat. Akibatnya saya jadi rada emosi juga.

Oh iya saya agak bingung dengan penyebutan nama bensin ketika Mama berhenti di SPBU untuk mengisi bensin. Di halaman 50, petugasnya bertanya apakah Mama ingin mengisi premium atau premix. Premix itu apa ya? Saya belum pernah menjumpai istilah itu dalam dunia per-bensin-an Indonesia. Kemudian pada halaman 75, saat acara melihat bunga sakura, terdapat kesalahan penulisan keluarga Nohara, namun saya tahu pasti bahwa maksudnya adalah keluarga Sakurada, keluarganya Nana. Mana yang benar nih?

Namun terlepas dari kekurangan itu, saya menyukai bagaimana Crayon memberikan keberuntungan ataupun hal baik yang tidak ia sadari. Meskipun dari satu sisi kelakuannya menyebalkan sekali, dari sisi lain menunjukkan bahwa sebenarnya Crayon adalah anak kecil yang kadang bisa memberikan hal positif kepada oran lain. Inilah alasan saya menyukai tokoh Crayon. Nah, lanjut baca jilid berikutnya yuk!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Crayon Shinchan (Jilid 6)

covershinchan6

Judul: Crayon Shinchan (Jilid 6)

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 122

Terbit Perdana: Juli 2000

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Juli 2000

ISBN: 9799374065

cooltext-blurb

Crayon Shinchan adalah seorang anak TK berusia 5 tahun yang sangat nakal dan konyol. Kenakalannya melebihi anak-anak seusianya, sehingga sering membuat masalah pada orang-orang disekitarnya termasuk keluarga, guru, dan teman-temannya. Bagi para penggemar komik, Crayon Shinchan sangat pas untuk melengkapi koleksi. Jangan sampai ketinggalan untuk mengikuti kisah-kisahnya yang jenaka pada buku ini dan pada seri-seri berikutnya.

cooltext-review

Halo halo, kembali lagi dengan resensi komik anak lima tahun yang nakal amit-amit hehehe. Langsung saja, jilid keenam komik Crayon Shinchan ini dibuka dengan cerita spesial berjudul Topeng Aksi vs Setan Abu-Abu dengan jumlah 28 halaman. Apabila tiga jilid sebelumnya yang saya baca biasa dibuka dengan dua cerita pendek, kali ini ada cerita khusus yang cukup panjang.

Jadi kisahnya bermula ketika keluarga Nohara mengunjungi sebuah tempat wisata yaitu rumah Topeng Aksi (biasa disebut pahlawan bertopeng di stasiun televisi swasta kita). Di dalamnya, Crayon hampir menabrak cermin karena kurang hati-hati. Untung saja Mama, Papa, dan Putih berhasil menghentikannya. Namun sesungguhnya hal aneh mulai terjadi pada saat itu, karena Topeng Aksi yang hanya karakter fiksi menjadi nyata di dunia Crayon! Wah bagaimana ya?

Hall makhluk asing adalah menghubungkan dunia makhluk asing itu dengan dunia tempat tinggal kita. (Halaman 12)

Meninggalkan kisah Topeng Aksi tersebut, bagian kedua berjudul Pengalaman Pertama Saya Ke Luar Negeri yang terdiri atas sembilan cerita pendek. Tiga cerita awal mengisahkan perjalanan keluarga Nohara (tanpa Putih, tentu saja) yang liburan ke Guamu (saya juga tidak tahu dimana ini) karena Mama memenangkan sayembara undian berhadiah. Sayangnya, pengalaman mereka bertiga berwisata ke luar negeri tidak dapat berjalan mulus karena ulah Crayon yang semakin merepotkan. Mulai kepanikan saat di bandara, di dalam pesawat, hingga di lokasi liburan dan kepulangan.

Punya saya pasti mudah ketemu, karena kopernya pakai bikini. (Halaman 37)

Bagian selanjutnya adalah kumpulan kisah pendek tiga halaman dengan judul  utama Crayon yang Tak Terkalahkan, Hari Ini Pun Let’s Go! Yang memiliki sebelas cerita. Pada bagian ini, kesukaan saya adalah ketika Crayon berurusan dengan seorang salesgirl sebuah perusahaan. Entah kenapa, si salesgirl ini seperti (maaf) banci. Saya kurang mengerti dengan budaya dan peraturan Jepang, namun dari ceritanya sepertinya banci adalah hal yang tidak umum di masyarakat. Pada cerita kali ini, Crayon tidak terlalu tampil, namun keterlibatannya secara tidak sengaja menjadi malapetaka si salesgirl ini.

Saya adalah perempuan yang monopoli bisnis top di perusahaan bohongan! Saya adalah salesgirl bujangan 27 tahun neraka atau surga. (Halaman 67)

Bagian terakhir komik ini memiliki judul Penemuan Baruku yang Menyenangkan yang terdiri atas sepuluh cerita pendek dengan jumlah masing-masing tiga halaman. Favorit saya pada bagian ini adalah cerita pertama ketika Crayon sakit perut dimalam hari. Hal ini membuat Papa dan Mama cukup panik dikarenakan keadaan Crayon yang tidak kunjung sembuh. Oleh karena itu, Papa dan Mama bermaksud memanggil ambulans untuk membawa Crayon ke rumah sakit.

Setelah makan malam, makan senbe, terus es krim, terus coklat, terus permen, dan lupa yang lainnya. (Halaman 93)

Secara umum, saya menyukai adanya cerita spesial mengenai Topeng Aksi di bagian awal tersebut. Kalau dalam format anime, cerita itu menjadi movie mungkin ya. Tetapi kostum dari musuh Topeng Aksi, Setan Abu-Abu dan bawahannya yang “tidak lumrah” kemungkinan akan disensor oleh KPI hehehe. Oh iya, melalui cerita ini saya juga bisa mengenal Topeng Aksi dengan lebih baik. Karena sebelumnya hanya sekadar idola Crayon saja. Sedangkan cerita lainnya, yah tetap lucu dengan banyolan dan kelakuan Crayon yang seperti itu hehehe.

Oh iya sayangnya saya menjumpai halaman yang cacat di komik ini. Pada halaman 18, cetakannya terbalik. Sehingga saya harus membaca bagian ini dengan menghadapkan ke cermin. Saya kurang mengerti apakah memang kualitas cetakannya sedang terganggu atau apa, namun kenyamanan saya membaca sedikit terganggu meskipun hanya satu halaman yang bermasalah.

Mata uang rupiah yang sering sekali disebut membuat saya selalu mengernyit ketika membacanya. Bukan apa-apa, sesugguhnya boleh-bolehs aja menerjemahkan mata uang yen menjadi rupiah. Namun kok rasanya janggal sekali membaca cerita Crayon dengan budaya dan hal-hal Jepang lain kemudian ada nyempil penyebutan harga dengan satuan rupiah. Kalau saya boleh usul sih, sebaiknya tetap pakai yen saja. Sekian resensi saya kali ini. Tunggu komentar jilid selanjutnya dari saya ya. Sayonara~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Crayon Shinchan (Jilid 5)

covershinchan5

Judul: Crayon Shinchan (Jilid 5)

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 122

Terbit Perdana: Juni 2000

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Juni 2000

ISBN: 9799374057

cooltext-blurb

Crayon Shinchan adalah seorang anak TK berusia 5 tahun yang sangat nakal dan konyol. Kenakalannya melebihi anak-anak seusianya, sehingga sering membuat masalah pada orang-orang disekitarnya termasuk keluarga, guru, dan teman-temannya. Bagi para penggemar komik, Crayon Shinchan sangat pas untuk melengkapi koleksi. Jangan sampai ketinggalan untuk mengikuti kisah-kisahnya yang jenaka pada buku ini dan pada seri-seri berikutnya.

cooltext-review

Crayon hadir kembali dalam pengalamannya sehari-hari pada komik jilid kelima ini. Seperti jilid-jilid sebelumnya (yang hanya saya baca jilid pertama dan kedua saja), bagian awal adalah pembuka dengan judul Kelas Bunga Matahari yang terdiri atas dua cerita. Salah satu cerita yang menarik bagi saya adalah ketika keluarga Nohara berwisata ke kebun binatang. Yah namanya saja wisata keluarga, seharusnya bisa berlangsung dengan nyaman dan menyenangkan. Namun baru saja tiba di lokasi, Crayon sudah membuat jengkel Mama dan Papa.

Untuk aku, Papa, dan Mama. Papa yang suka mabuk dan Mama yang tidak bisa buang air besar. (Halaman 4)

Pada halaman terakhir bagian pertama tadi, terdapat satu halaman berjudul Ilustrasi Crayon Shinchan yang menyuguhkan fisik Crayon mulai ujung kepala hingga kaki. Wah kira-kira ada hal menarik apa ya hehe. Selanjutnya bagian kedua berjudul Aku adalah Superhero Taman Kanak-Kanak yang memiliki 13 cerita pendek berdurasi tiga halaman. Berbeda dengan kedua jilid yang (saya baca) sebelumnya, semua cerita bagian ini tidak hanya tentang kehidupan sekolah. Yang saya sukai ketika Crayon tanpa sengaja (atau memang hoki) bertamu ke rumah Nana. Sayangnya, hanya ada mama Nana (yang terkenal lemah lembut dan sabar) di rumah. Namun, benarkah demikian?

Crayon sudah waktunya makan siang loh, mamamu pasti sudah menunggu. (Halaman 43)

Bagian ketiga ada 13 cerita juga yang terangkum dengan judul Mama dan Crayon Saling Menepati Janji. Salah satu favorit saya adalah cerita mengenai Mama yang sedang sakit pinggang. Mengetahui Mama sedang sakit, Crayon bermaksud menemani Mama periksa ke dokter. Sayangnya, bukannya menjadi anak penurut dan membantu Mama, Crayon justru berbuat yang aneh-aneh disana.

Sama seperti celana dalam Mama dong, ronsen sama dengan celana dalam Mama. (Halaman 66)

Bagian terakhir yang berjudul Crayon dan Mama Senam Pagi dengan kompilasi sepuluh cerita terasa cukup menarik. Saya suka ketika ada dua cerita yang berkaitan di bagian ini, yaitu saat Ibu Yoshinaga, wali kelas Crayon, sakit perut saat di sekolah. Crayon yang saat itu hanya berdua dengan beliau, memanggil bala bantuan ke ruang guru. Di sana hanya ada Ibu Matsuzaka, wali kelas bunga mawar. Meskipun kedua guru tersebut memiliki kebiasaan saling bertengkar dan adu mulut, rupanya Ibu Matsuzaka mengkhawatirkan Ibu Yoshinaga. Aaw so sweet.

Tentu saja tak akan bisa kalau sendirian. Cepat sembuh, aku nanti tidak punya teman bertengkar. (Halaman 109)

Begitulah akhir dari komik jilid kelima Crayon Shinchan ini. Keseharian Crayon yang konyol dan sering membuat jengkel orang lain sesungguhnya bukan hal yang patut ditiru. Namun justru disitulah letak keunikan karakter Crayon dalam kehidupannya. Dari segi artwork, memang tidak sebagus manga tipe shoujo yang bermata belo dan tubuh indah semampai. Namun gambar yang sederhana dan tidak “berat” dipandang memberikan nuansa bahwa ini memang komik yang lucu.

Bicara tentang tampilan, saya agak menyayangkan mengapa komik ini dicetak dengan tipe yang dibuka dari kanan. Yah mungkin 15 tahun yang lalu masih tidak umum sebuah buku yang dibuka dari kiri, termasuk komik. Nah, versi dibuka dari kanan di Indonesia ini merupakan pembalikan dari versi komik di Jepang yang dibuka dari kanan. Otomatis semua gambar sisi kanan menjadi sisi kiri dan sebaliknya. Jadi saya agak aneh saat membaca disebut tangan kiri namun di gambarnya menunjukkan tangan kanan. Secara keseluruhan komik jilid kelima ini saya suka kok. Sudah tidak seabsurd jilid sebelumnya (yang saya baca).

Penilaian Akhir:

★★

goodreads badge add plus

Crayon Shinchan (Jilid 2)

covershinchan2

Judul: Crayon Shinchan (Jilid 2)

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 122

Terbit Perdana: April 2000

Kepemilikan: Cetakan Pertama, April 2000

ISBN: 9799374022

cooltext-blurb

Crayon Shinchan adalah seorang anak TK berusia 5 tahun yang sangat nakal dan konyol. Kenakalannya melebihi anak-anak seusianya, sehingga sering membuat masalah pada orang-orang disekitarnya termasuk keluarga, guru, dan teman-temannya. Bagi para penggemar komik, Crayon Shinchan sangat pas untuk melengkapi koleksi. Jangan sampai ketinggalan untuk mengikuti kisah-kisahnya yang jenaka pada buku ini dan pada seri-seri berikutnya.

cooltext-review

Keseharian Crayon masih banyak lho. Pada jilid kedua ini, kekonyolan (dan kenakalan) Crayon makin menjadi-menjadi. Seperti pada jilid sebelumnya, awal komik ini adalah bagian berjudul Kelas Bunga Matahari yang terdiri atas dua cerita, dan ada bonus komik strip empat kolom di akhir bagian ini. Yang saya sukai adalah ketika keluarga Nohara bermain ski pada musim salju. Semenjak Crayon lahir, Papa dan Mama belum pernah main ski lagi. Crayon yang baru pertama kali main ski diajari oleh Papa agar tidak kesulitan.

Lihat dia makan salju! Tolong ya, jangan seperti anak anjing! (Halaman 7)

Pada bagian pertama yang berjudul Saya dan Mama Berteman Loh… terdiri atas 15 cerita. Masing-masing cerita pendek ini memiliki jumlah tiga halaman saja. Dari sekian banyak cerita itu, saya suka pada cerita ketika Mama hendak menasehati Crayon karena kenakalannya. Ketika dipanggil, Crayon bukannya segera menghadap, tetapi justru membentak Mama sambil berkata ia sedang sibuk. Ternyata, Crayon sedang sibuk “bermain” sesuatu.

Peraturan nomor 10 jangan memainkan bra Mama. (Halaman 40)

Selanjutnya menginjak bagian kedua adalah kumpulan kisah sehari-hari Crayon pada judul Saya Anak Angin Crayon Anak yang Kuat yang memiliki sebelas cerita. Pada bagian ini, yang saya sukai adalah cerita saat keluarga Nohara hendak berbelanja bersama di mall pada sore hari. Pada cerita ini sudah diperlihatkan bagaimana watak Mama yang berpikir cermat dan teliti dalam urusan hemat berbelanja. Sayangnya, acara berbelanja tidak sesantai yang diperkirakan akibat Crayon yang bikin gara-gara.

Kita datang jam 5 sore lalu keliling toko. Setelah itu, bahan makanan pasti akan didiskon sebelum toko tutup!!! Baru kita gerak cepat membeli yang banyak!! (Halaman 70)

Bagian terakhir komik ini adalah Sekolah yang Menyenangkan Seperti Surga yang terdiri atas sepuluh cerita pendek yang masing-masing berdurasi tiga halaman. Seperti edisi sebelumnya, bagian ini khusus menyoroti dunia TK tempat Crayon bersekolah. Salah satunya adalah ketika Masao bermaksud pulang bersama Crayon karena ada anak SD yang sering menjahili Masao. Awalnya Crayon berkata akan melindungi Masao. Namun pada akhirnya semua berakhir tidak sesuai yang diharapkan.

Pokoknya saya mau pulang bareng kamu saja. Saya takut pulang sendiri. (Halaman 102)

Pada jilid kedua komik Crayon Shinchan ini, saya sudah mulai mengenal dengan jelas mengenai para tokohnya. Mulai dari Crayon, Misae (Mama), Hiroshi (Papa), dan teman-teman Crayon. Komik ini memang berformat lepas alias bisa dinikmati dari halaman mana saja alias tidak harus runtut mulai depan hingga belakang. Cocok sekali apabila dijadikan pelepas stress karena ceritanya kocak dan tidak perlu mengingat cerita sebelumnya karena tidak saling berhubungan.

Terlepas dari gambarnya yang lucu dan usia tokoh utama yang masih anak-anak, konten dalam komik ini memang seharusnya bukan konsumsi anak-anak. Mulai dari gadis-gadis seksi berbikini, ciuman bibir, penggambaran alat kelamin (milik Crayon tentu saja), hingga adegan seks (foreplay) yang cukup jelas diperlihatkan. Apabila bukan pembaca berusia dewasa yang menikmati komik ini, maka dikhawatirkan akan memberi pengaruh buruk bagi anak-anak.

Penilaian Akhir:

★★

goodreads badge add plus

Crayon Shinchan (Jilid 1)

covershinchan1

Judul: Crayon Shinchan (Jilid 1)

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 122

Terbit Perdana: Februari 2000

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Februari 2000

ISBN: 9799374014

cooltext-blurb

Crayon Shinchan adalah seorang anak TK berusia 5 tahun yang sangat nakal dan konyol. Kenakalannya melebihi anak-anak seusianya, sehingga sering membuat masalah pada orang-orang disekitarnya termasuk keluarga, guru, dan teman-temannya. Bagi para penggemar komik, Crayon Shinchan sangat pas untuk melengkapi koleksi. Jangan sampai ketinggalan untuk mengikuti kisah-kisahnya yang jenaka pada buku ini dan pada seri-seri berikutnya.

cooltext-review

Pada umumnya, anak-anak adalah pribadi yang menyenangkan dan mudah disukai orang lain. Apalagi jika masih usia dibawah tujuh tahun seringkali menggemaskan. Namun bagaimana jika anak-anak berusia lima tahun memiliki sifat yang konyol dan seringkali menyebalkan? Hal inilah yang disuguhkan Usui Yoshito dalam komik karangannya ini. Sesuai yang tertulis pada blurb di atas, Crayon Shinchan adalah komik yang menceritakan keseharian seorang anak usia lima tahun bernama Nohara Shinnosuke yang biasa dipanggil Shin-chan. Di komik ini panggilannya Crayon, jadi saya mengikuti versi komik saja ya.

Awal komik ini adalah pembukaan dengan judul bab Kelas Bunga Matahari yang terdiri atas dua cerita. Cerita yang saya sukai pada bagian pembukaan ini adalah ketika Mama Crayon, Nohara Misae, sedang mencari lipstik. Karena tak kunjung ketemu, Mama memanggil Crayon siapa tahu ia melihat. Dan ternyata, lipstik itu digunakan Crayon untuk bermain “sesuatu” yang mencengangkan.

Mama marah karena kamu ambil barang orang lain tanpa ijin dan memakainya untuk main-main. (Halaman 9)

Bagian selanjutnya sudah ada judul tersendiri, yaitu Mama Saya Seperti Seorang Teman Loh… Bagian 1 yang terdiri atas 15 cerita bernomor 1 hingga 15 dengan komposisi tiga halaman tiap cerita. Mayoritas (bahkan saya rasa semuanya) fokus pada keseharian Crayon bersama keluarga Nohara, khususnya Mama. Yang saya sukai pada bagian pertama ini adalah ketika Mama dan Crayon berbelanja ke mall. Ada seorang anak yang merengek minta dibelikan sepeda. Meniru anak itu, Crayon meminta pada Mama namun dengan cara yang “berbeda” jauh.

Mama kasih tahu ya… Percuma kamu merengek. Mama bukan ibu yang suka memanjakan anak seperti itu. (Halaman 39)

Bagian ketiga berjudul Mama Saya Seperti Seorang Teman Loh… Bagian 2 yang terdiri atas 17 cerita bernomor 16 sampai 32 dengan komposisi tiga halaman tiap cerita. Untuk bagian ini, ada tokoh baru yang dimunculkan selain Nohara Hiroshi, papa Crayon dan Mama. Ada yang tahu? Benar sekali, anjing yang menemani Crayon bernama Shiro (dalam komik ini disebut sebagai Putih, karena arti nama shiro dalam bahasa Jepang adalah putih). Meskipun berawal dengan prahara, Mama sempat memberi peringatan kepada Crayon tentang kelalaiannya pada si Putih. Wah kenapa ya?

Akhir-akhir ini kamu kurang perhatikan Si Putih ada apa sih? (Halaman 105)

Bagian penutup komik Crayon Shinchan edisi perdana ini berjudul Taman Kanak-Kanak adalah Surga. Benar sekali, penutup dengan isi empat cerita ini menceritakan kejadian yang dialami Crayon di TK Aksi, tempatnya bersekolah. Tokoh baru bernama Nana, Kazama, Masao, Bo, Ibu Yoshinaga, dan Pak Kepala Sekolah mulai muncul. Empat cerita ini mengambil fokus pada “kondisi” Pak Kepala Sekolah yang kesulitan menjadi seorang guru sekaligus pemimpin TK Aksi.

Sejak bekerja anak-anak tidak mau mendekati saya. (Halaman 113)

Komik ini sudah saya miliki sejak lama. Mungkin satu dekade yang lalu. Tetapi saya baca ulang sekaligus ingin meresensinya. Ternyata saya tetap bisa terhibur membaca komik Crayon Shinchan meskipun hanya nyengir saja. Saya juga merasa bahwa Shin-chan, eh Crayon adalah satu-satunya karakter anak kecil usia TK yang membekas dalam benak saya. Overall, komik ini cukup menghibur sebagai perkenalan mengenai Shin-chan, eh Crayon dan lingkungannya.

Sayangnya, yang menjadi kekecewaan saya terhadap komik ini adalah mengenai penerjemahannya. Bukan karena sangat acakadut dan tidak rapi, tetapi lebih pada penggunaan nama dan istilah. Maklum saya sudah menonton anime Crayon Shinchan di stasiun televisi swasta sebelum membaca komik ini. Jadi yang menjadi pertanyaan saya adalah mengenai penamaan tokoh yang berbeda dari komik aslinya.

Sebut saja tokoh utama komik ini, Shin-chan, yang bernama asli Nohara Shinnosuke justru dipanggil sebagai Crayon (nggak sekalian cat air, pensil warna? LOL!). Kemudian Shiro menjadi Putih, Kazao menjadi Kazama, dan Nene menjadi Nana. Saya pribadi sih lebih menyukai versi aslinya, karena sudah terbiasa. Oh iya ada yang tidak konsisten yaitu panggilan Mama. Terdapat penulisan “bantu Ibu” pada halaman 27 sedangkan ada tulisan “bantu Mama” pada halaman 32.

Selanjutnya adalah penggunaan mata uang rupiah di komik ini. Aduh menurut saya tidak perlu dikonversi mata uang yen menjadi mata uang Indonesia (yang saya yakin itu ngawur konversinya). Biarlah apa adanya tanpa perlu diubah terlalu jauh. Yang lebih aneh lagi, ada satu cerita dimana Mama dan Shin-chan, eh Crayon berada di Stasun Gambir! Maksud lo? Mereka berdua sedang ada di Jakarta atau bagaimana? Saya tahu pasti mereka tidak sedang berada di Indonesia. Tapi plis jangan ekstrim juga kalau menerjemahkan.

Sayangnya, saya tidak tahu siapa penerjemah dan editornya sehingga jadi sebel sendiri ketika membacanya. Identitas buku komik ini sangat minim. Hanya penerbit, ISBN, komikus, dan terbit perdana saja yang dicantumkan. Penerjemah ataupun editornya tidak tertulis. Entahlah saya tidak tahu apa alasan penerbit tidak mencantumkannya.

Terlepas dari berbagai hal janggal tersebut, saya bisa menikmati komik ini. Humornya segar dan pembaca menjadi terhibur meskipun didalam cerita Mama sedang marah-marah kepada Shin-chan, eh Crayon. Oh iya, komik ini memang benar-benar harus dibaca oleh orang 17 tahun keatas, alias bukan untuk konsumsi anak-anak. Selain bertaburan hal-hal pornografi dan pornoaksi, sifat dan kelakuan Crayon kebanyakan tidak patut ditiru, meskipun ia masih anak-anak. Yuk lanjut baca jilid berikutnya!

Penilaian Akhir:

★★

goodreads badge add plus