Rss

Archives for : December2015

Goodreads Reading Challenge 2015

Sebagai seorang pembaca buku yang kekinian, terlebih sebagai blogger buku yang terbiasa dengan teknologi internet, sepertinya sudah wajib untuk bergabung dengan Goodreads, situsnya para kutu buku di seluruh dunia. Disini tak hanya memberikan informasi mengenai buku-buku yang telah beredar di masyarakat, namun juga ada forum diskusi dan berita-berita tentang dunia buku yang sedang hits.

Agenda yang rutin diadakan oleh situs ini setiap tahunnya adalah tantangan baca yang diperuntukkan para penggunanya. Agenda tahun ini bernama 2015 Reading Challenge. Mekanismenya sih, pada awal tahun setiap user akan menentukan berapa jumlah buku yang akan dibaca selama setahun kedepan. Nantinya di akhir tahun akan diketahui apakah user tersebut sukses menyelesaikan target atau tidak. Hasil akhir punya saya ada di sini.

Saya yang sudah bergabung dengan Goodreads tentu saja ikut ambil bagian dalam tantangan ini. Jangan tanya target saya, karena saya masih labil untuk menentukannya diawal tahun. Untung saja Goodreads memberikan kemudahan untuk revisi jumlah. Dan akhirnya, saya bisa melaksanakan baca membaca buku pada bulan Januari, Februari, Maret, April, Oktober, November, dan Desember. Jumlah keseluruhan buku yang saya baca tahun ini adalah 38 buku. Langsung saja silakan klik judul bukunya untuk menuju halaman resensinya.

JANUARI

FEBRUARI

MARET

DESEMBER

 

Baca Bareng dan Opini Bareng BBI 2015

Tahun ini, divisi Event dari Blogger Buku Indonesia menggelar tantangan Baca Bareng dan Opini Bareng 2015 untuk para anggotanya. Durasi tantangan ini dimulai pada bulan Januari 2015 hingga Desember 2015. Sebagai salah satu member BBI, tidak afdhol dong kalau saya enggak ikutan. Terlepas bagaimana keberlanjutan saya menjalaninya, setidaknya saya sudah ikut meramaikan event khusus anggota eksklusif BBI ini *alibi.

Tantangan pertama adalah Baca Bareng yang diselenggarakan pada bulan Januari hingga Desember tahun 2015. Sederhananya, Baca Bareng ini adalah kegiatan membaca dan meresensi sebuah buku dengan tema tertentu dan posting di blog masing-masing pada tanggal yang telah ditentukan. Tema buku berbeda tiap bulannya, sedangkan judul buku juga tidak ada patokan yang mana, yang jelas masih masuk dalam tema bulan itu. Dari total 12 bulan, saya hanya sukses mengikuti bulan Februari dan Maret saja. Otomatis hanya dua buku yang dapat saya serahkan pada tantangan ini hiks. Silakan klik judul bukunya untuk menuju halaman resensinya.

FEBRUARI

MARET

*****

Tantangan lain yang diselenggarakan divisi Event BBI adalah Opini Bareng. Tantangan ini intinya memacu para anggota BBI untuk menuliskan opini mereka tentang suatu tema yang telah ditentukan setiap bulannya. Tujuannya sih biar ada variasi gitu mungkin ya di blog para member agar tidak isinya resensi melulu *kayak punya saya* hehehe. Namanya saja opini, jadi menuliskannya pun suka-suka dan tak ada ketentuan, yang penting masih terkait dengan tema yang diusung. Selama tahun 2015, saya hanya berpartisipasi pada bulan Januari, Februari, dan Maret. Otomatis hanya tiga opini yang dapat saya serahkan pada tantangan ini hiks. Bulan selanjutnya? *tutupmuka* Silakan klik judul post untuk menuju halaman opininya.

JANUARI

FEBRUARI

MARET

Yuk, Baca Buku Non Fiksi! 2015

Sebenarnya, tantangan baca ini sama saja dengan salah satu tantangan baca yang saya ikuti (penasaran, silakan klik menu yang ada diatas ya hehe). Namun saya ingin menuliskan rekap sesuai dengan tantangan perbukuan yang saya ikuti alias setiap tantangan ada posting tersendiri. Ya sudah, meskipun isinya sama, saya tetap menuliskannya agar tidak bingung digabung-gabung hehehe.

Nama tantangan baca ini adalah Yuk, Baca Buku Non Fiksi! 2015 yang diadakan oleh Kirana Reine Khanifa, salah seorang member Blogger Buku Indonesia. Konsepnya sederhana, hanya baca buku dengan jenis non fiksi apapun dan menyetorkan resensi ataupun komentar. Saya berhasil mengikuti tantangan ini dengan memilih kategori reviewer pada bulan Januari, Februari, dan November dengan total berjumlah lima buku. Langsung saja silakan klik judul bukunya untuk menuju halaman resensinya.

Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 26)

coveryakitate26

Judul: Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 26)

Komikus: Hashiguchi Takashi

Penerjemah: Ervin Kurniawati

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 204

Terbit Perdana: 2012

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2012

ISBN: 9786020021300

cooltext-blurb

Akhirnya pertandingan pamungkas! Azuma menyempurnakan Japan sejati. Apa dia bisa benar-benar menyelamatkan bumi!? Inilah jilid terakhir yang mengharukan dengan “Apa!?” yang terakhir dari Kawachi! Simak klimaks yang mengharukan dari komik kocak yang pernah meraih Penghargaan Komik Shogakukan tahun 2004 ini!!

cooltext-review

Yuichi Kirisaki yang telah berubah menjadi monster Maou telah menunggu Azuma dan lainnya di Gua Angin Fujigoku. Tak seperti arena pertandingan pada umumnya, di dasar gua (atau cekungan?) itu hanya terdapat tanah berbatu. Lantas, bagaimana cara membuat roti? Ternyata Maou telah mempersiapkan peralatan canggih yang bisa menghadirkan peralatan masak lengkap di tengah hutan belantara itu.

Karena Japan Azuma akan jadi roti yang lebih empuk dari roti tawar dan lebih keras dari roti Perancis kalau dipanggang kembali! (Halaman 26)

Berbeda dengan pertandingan sebelumnya, kali ini Maou tidak ikut memuat roti. Hal ini dikarenakan tubu dan rupa fisiknya sudah terbuat dari roti sehingga Azuma hanya perlu membuat roti yang jauh lebih enak daripada seluruh roti di dunia yang Maou kenal. Sayangnya hal ini tidak mudah, bahkan untuk mendukung Azuma pun Kawachi merasa kesulitan. Akhirnya dengan berbagai trik khusus, Azuma bisa memanggang roti yang sesuai dengan harapannya.

Seenak apapun rasamu, kau hanya roti yang keluar dari perasaan negatif di hati Kirisaki… Kau takkan bisa menang dari roti yang dibuat dari mimpi dan harapan yang murni. (Halaman 82-83)

Terbebasnya Kirisaki dari Maou bukanlah akhir dari segalanya. Azuma harus menghadapi wujud asli iblis Maou di akhir pertandingan. Bahkan nyawa Yuichi Kirisaki juga terancam karena hal ini. Hmm bagaimana akhirnya yah? Baca sendiri deh. Kemudian setelah segala hingar bingar itu, Azuma dkk diajak berwisata Pierrot di Maladewa. Sayangnya, disini ada sebuah permintaan sangat sulit dari Misha, si gadis Maladewa, yang harus bisa diselesaikan oleh Azuma sang pembuat Japan sejati. Kira-kira bagaimana hasil akhirnya ya?

Makanya, kami ingin juru roti sehebat kalian bikin roti dengan tata cara berbeda dengan yang selama ini kalian lakukan untuk membantu mengurangi pemanasan global. (Halaman 128)

Sejujurnya, menurut saya akhir duel antara Azuma dan Maou itu antiklimaks. Memang sih proses sampai terselesaikannya duel itu menjadi hiburan tersendiri. Bahkan Shigeru pun berkomentar demkian. Sayangnya akhir yang berpotensi dramatis justru berlangsung dengan begitu saja alias so-so. Tetapi tidak bisa dipungkiri sih, saat pertarungan melawan Maou, saya merasa tema komik ini bukanlah kuliner, melainkan action khas Dragon Ball hahaha.

Kemudian kisah mengenai liburan Azuma dkk di Maladewa terasa “aneh” dan maksa jika ditempatkan di bagian paling akhir jilid ini. Saya tahu sih, mungkin chapter ini terbit sebagai bonus ekstra di majalah komik di Jepang sana. Jadi semacam obat penawar rindu para penggemar Azuma. Namun kalau dijadikan satu komik seperti ini, jadi agak hambar. Hal ini karena gregetnya Maladewa tidak bisa mengalahkan gregetnya si monster Maou.

Anyway, akhir petualangan Azuma membuat Japan memang telah mencapai garis akhir. Sejujurnya masih belum bisa move on sih dari dahsyatnya roti buatan Azuma. Tetapi seperti kata pepatah, ada pertemuan pasti ada perpisahan. Meskipun kisah petualangan yang menakjubkan dari dunia kuliner roti ini harus berakhir, kisah Azuma dan kawan-kawan akan selalu saya ingat. Setidaknya sebagai salah satu komik bertema kuliner yang ciamik. Sayonara~

Penilaian Akhir:

★★

goodreads badge add plus

Non-Fiction Reading Challenge 2015

Sesuai macam isinya, seeara umum buku terbagi atas buku fiksi dan buku non fiksi. Baik fiksi ataupun non fiksi memiliki penggemar tersendiri. Saya sendiri bukan termasuk penggemar non fiksi garis keras, tetapi juga bukan pemuja buku fiksi 100%. Terkadang saya bisa menikmati bacaan non fiksi. Namun non fiksi yang saya sukai memang tidak semuanya sih. Textbook materi kuliah adalah salah satu jenis buku non fiksi yang kurang saya nikmati hahaha.

Salah seorang anggota Blogger Buku Indonesia bernama Evyta Ar sepertinya ingin mengakomodasi para pembaca buku non fiksi agar bisa makin giat menikmati bacaannya. Selain itu bisa juga untuk membuat para pecinta buku fiksi agar sesekali mencicipi buku yang berbeda jauh dengan kegemarannya selama ini. Untuk tantangan bernama Non-Fiction Reading Challenge 2015, saya hanya berhasil memberikan setoran pada bulan Januari, Februri, dan November dengan total berjumlah lima buku. Langsung saja silakan klik judul bukunya untuk menuju halaman resensinya.

Comic Reading Challenge 2015

Dahulu kala ketika saya masih anak-anak hingga remaja, saya terobsesi dengan namanya komik. Apapun judulnya dan siapapun komikusnya pasti saya embat. Novel yang notabene didominasi tulisan saja bukanlah selera saya saat itu. Pokoknya saya bisa terhibur kalau baca komik saja.

Akibatnya, saya rajin beli komik kalau kebetulan ada obralan di kota kecil saya ataupun saat diajak orang tua ke kota sebelah yang lebih besar. Soalnya di kota saya nggak ada toko buku (dulu). Ada sih abang-abang penjual majalah yang di pinggir jalan juga menyediakan komik, tapi itu komik bajakan yang kualitas cetakannya zzzzz. Sedangkan di kota besar sebelah sudah ada Gramedi* dan Togama* hehe.

Jadilah selama bertahun-tahun timbunan saya didominasi oleh komik. Baik lokal karya anak bangsa ataupun dari mancanegara. Meskipun saya tahu membaca komik tidak butuh waktu lama, tapi buanyak juga yang masih belum tersentuh. Untunglah bergabung menjadi member BBI bisa banyak memotivasi saya membaca timbunan itu. Apalagi komik sudah diperbolehkan direview di blog.

Lebih bahagia lagi, Shen Meileng pemilik blog The Cute Geek mengadakan challenge menarik yang berkaitan dengan komik untuk ahun depan. Apakah itu? Comic Reading Challenge adalah sebuah tantangan untuk membaca komik mulai 1 Januari 2015 hingga 31 Desember 2015.

Bentuk komik paperback ataupun e-book tidak masalah, yang penting bukan scanlation dari website gratis di internet. Karena saya masih belum mendata jumlah komik yang saya punya dan belum bisa menentukan akan membaca dan mereview berapa banyak, maka saya pilih kategori Rookie dulu dengan indikator 18 hingga 50 komik.

Jadi, bagi kamu penggemar komik atau yang punya banyak komik di timbunan, kenapa tidak ikut challenge ini saja? Syarat dan ketentuannya tidak sulit kok. Untuk info lebih lanjut bisa langsung meluncur ke sini. See you next year!

Buku tidak hanya novel, ada juga komik. Yah meskipun didominasi gambar dan minim tulisan, setidaknya komik membantu dalam tumbuh kembang minat baca, khususnya anak-anak, khususnya saya pribadi. Sejak kecil, selain baca majalah Bobo, Mentari, dan Bona Kreatif, saya merupakan pecinta komik garis keras. Kalau tidak salah komik pertama saya adalah Doraemon yang saat itu saya masih belum bisa membaca sekitar usia 4 tahun. Kemudian semakin lama semakin bertambah koleksi timbunan komik saya hingga saat ini.

Kegemaran saya yang suka membaca dan menimbun komik membuat banyak sekali yang belum saya baca. Kebanyakan orang berkata tidak membutuhkan waktu lama untuk membaca sebuah komik. Namun saking banyaknya, saya jadi males duluan untuk memulai. Untunglah, salah satu anggota BBi bernama Shen Mei Leng mengadakan tantangan bertajuk Comic Reading Challenge 2015. Tentu saja saya mengikuti tantangan ini. Hitung-hitung mengurangi timbunan (yang akhirnya tercatat urun setoran pada bulan Januari, Februari, Maret, April, dan Oktober saja). Jumlah komik yang dapat saya serahkan pada tantangan ini adalah 28 komik, yang artinya masuk dalam level ROOKIE. Silakan klik judul komiknya untuk menuju halaman resensinya.

Receh Untuk Buku 2015

apa yang kamu bayangkan saat mendengar atau melihat duit receh? lebih tepatnya duit koin? jaman modern sekarang ini, duit receh emang cenderung dilihat sebelah mata. mungkin karena nominalnya yang kecil dan sulit mendapatkan barang dengan harga yang senominal koin tersebut. meskipun ada koin Rp 1000, tetap saja belum bisa menghapus anggapan miring tentang recehan. padahal sebenarnya, jika dikumpulkan bisa lumayan banget lho dibelikan sesuatu.

hal inilah yang mungkin menginspirasi Maya pemilik blog Dear Readers. sebagai kutu buku yang hobi baca (dan beli) buku, salah satu kendala terbesar saat ingin membeli buku adalah harga buku saat ini yang tidak murah. rasanya bakal nyesek juga puluhan ribu lenyap dalam sekejap. tapi kemudian muncul pertanyaan, kenapa tidak menggunakan receh saja? project ini pun juga diadakan setahun jadi tidak terlalu terasa saat mengumpulkannya. menyadur langsung dari sini, peraturannya mudah saja kok:

  • Kumpulkan uang receh dari Januari-Desember
  • Jangan dihitung sampai akhir tahun 2015
  • Setelah semua uang terkumpul, belikan buku yang kamu inginkan/bukunya dihadiahkan ke orang  lain
  • Kalau mau ikut, bikin posting mengenai challenge ini di blog masing-masing (tidak harus blog buku) kemudian masukkan link dari postingan kamu di mr.linky
  • Pasang banner Receh Untuk Buku 2015

semoga sukses yah ini proyek. kan lumayan bisa menghadiahi diri sendiri dengan buku yang diidamkan di akhir tahun. toh kebiasaan menabung emang hal yang sangat bagus untuk dilakukan agar memperoleh uang cukup lumayan yang “rasanya” secara tiba-tiba. ayo semangat nabung biar bisa nimbun! *keplak

Koin adalah bentuk mata uang yang digunakan di Indonesia. Sepengetahuan saya, berbeda dengan uang kertas yang memiliki nominal seribu rupiah hingga seratus ribu rupiah, koin hanya memiliki nominal lima puluh rupiah hinga seribu rupiah saja. Nominal yang kecil dan bentuknya yang kurang ringkas apabila dibawa dalam jumlah banyak menimbulkan anggapan uang koin tidak lebih baik daripada uang kertas.

Anggapan seperti itu memang tidak bisa disalahkan sih. Namun uang koin tetap memiliki nilai yang terkandung. Apabila dikumpulkan, nilainya bisa sepadan dengan uang kertas. Nah, hal ini disadari oleh Maya Floria Yasmin untuk mengadakan tantangan menabung dan mengumpulkan uang receh alias koin itu tadi. Agenda ini bertajuk Receh Untuk Buku 2015.

Sebagai pembaca (dan pembeli) buku, harga yang mahal namun kemampuan finansial yang tidak sepadan membuat saya pribadi harus merelakan tidak membaca buku yang (mungkin) bagus. Oleh karena itu, tantangan ini melatih kedisiplinan diri untuk menabung dan memupuk rasa menghargai pada uang recehan *tsaah. Saya bukan orang yang gemar menyimpan receh di dompet, sehingga mengumplkan receh untuk belanja buku di akhir tahun seperti ini sangat baik buat saya.

Saya mengumpulkan dan menghitungnya setiap tiga bulan sekali. Hasilnya bisa dilihat pada foto diatas ini. Saya mendapatkan uang sebesar Rp13.000,- pada periode bulan Januari hingga Maret. Kemudian disusul sebesar Rp13.500,- pada periode bulan April hingga Juni. Selanjutnya ada uang sebesar Rp15.500,- pada periode bulan Juli hingga September. Dan penutup akhir adalah uang sebesar Rp14.500,- pada periode bulan Oktober hingga Desember. Sehingga selama tahun 2015 saya mengumpulkan uang berjumlah Rp56.500,- saja.

Sedikit? Ah saya rasa tidak juga. Karena saya mengumpulkan dalam bentuk recehan koin, jadi terasa sangat besar jumlahnya. Kemudian saya ngacir untuk membelanjakan uang tersebut. Lirik sana lirik sini di Toga Mas (dan hitung dengan cermat), akhirnya saya mencomot buku If I Stay karangan Gayle Forman. Eh ternyata ada obral di lantai bawah dan saya ambil buku The Thirteenth Tale oleh Diane Setterfield.

If I Stay harga sesudah kena diskon adalah Rp36.550,- sedangkan The Thirteenth Tale adalah Rp20.000,- karena obral. Total belanja kali ini adalah Rp56.550,- Yah ternyata saya nombok lima puluh rupiah. Eh ternyata, di kasir saya dapet pembulatan kebawah sehingga hanya perlu bayar Rp56.500,- saja! Hore! Pas dengan jumlah tabungan recehan saya. Senang sekali bisa beli buku tapi tetap tidak mengganggu kondisi uang dompet hehe. Semoga tahun depan ada lagi ya.

Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 25)

coveryakitate25

Judul: Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 25)

Komikus: Hashiguchi Takashi

Penerjemah: Ervin Kurniawati

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 188

Terbit Perdana: 2011

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2011

ISBN: 9786020017105

cooltext-blurb

Demi mendapatkan tepung kuno Daruma, Azuma dan Kawachi harus bertanding… Selain itu, simak cerita tambahan komik pendek ‘Super H!! Tsukino Azusagawa!’ di sini! Jangan lewatkan komik kocak peraih Penghargaan Komik Shogakukan tahun 2004 ini!

cooltext-review

Seperti yang sudah saya singgung sebelumnya, jilid ini melanjutkan pertandingan antara Azuma yang berniat memperbaiki hubungannya dengan Kakek Umajirou melawan Kawachi yang telah menjadi ahli juru roti berkat latihan Meister. Pada hari yang ditentukan, Kawachi mendatangi Kakek Umajirou di Prefektur Nara. Ia tidak sendiri, melainkan turut membawa Azuma, Shigeru, Tsukino, dan Manajer Matsushiro. Melihat Azuma, amarah Kakek Umajirou tak terbendung lagi.

Japan bukan roti yang tidak-tidak!! Itu wujud cita-cita yang dibuat dengan sepenuh jiwa!! (Halaman 12)

Persiapan Azuma membuat roti untuk sang kakek sungguh istimewa. Ia memersiapkan adonan selama beberapa hari sebelumnya. Adonan yang berbau menyengat ini membuat Kakek Umajirou menuduh Azuma hendak meracuninya. Kemudian pada hari selanjutnya, Yuichi Kirisaki yang telah sembuh mengadakan konferensi pers bahwa ia akan memperjualbelikan maou, si roti iblis. Tak tinggal diam, Azuma menantang Yuichi membuat roti.

Kalau kau merasa rotiku lebih enak dari rotimu, aku menang. Kalau sebaliknya, aku kalah. (Halaman 88)

Pertarungan terakhir antara Azuma melawan Yuichi dilakukan di Hutan Aokigahara di kaki Gunung Fuji. Pertarungan ini berbeda dengan duel “Yakitate!! 25” yang penuh sorotan kamera dan banyak penonton, kali ini Kirisaki ingin bertanding tanpa adanya gangguan media massa. Merasa bahwa pertarungan ini akan sangat berbahaya, Azuma sedikit membohongi teman-temannya dan berangkat ke lokasi pertandingan seorang diri. Sayangnya, ditengah perjalanan muncul Yukino dan anak buahnya yang bermaksud membunuh Azuma.

Kalau Paman tidak kembali seperti semula, Jepang… Ah, tidak. Seluruh bumi ini pasti jadi milik mereka. (Halaman 137)

Perjalanan Azuma dengan Japan semakin menegangkan. Saat ini Yuichi yang dikenalnya bukan lagi Yuichi yang dulu, melainkan monster roti yang jahat. Agak aneh sih melihat roti bisa menguasai manusia. Padahal roti kan lebut dan lunak tak berdaya *apasih. Kemudian ditambah jurus yang dikeluarkan si monster roti (ini komik apa sih jadinya? Entahlah) sungguh bikin ngilu.

Disisi lain, penampilan Yukino yang berbeda seratus delapan puluh derajat membuat saya mesem-mesem sendiri. Bagaimana tidak, sosok wanita cantik tinggi semampai berubah menjadi benda yang menggelikan. Tetapi tetap saja sifat jahatnya enggak hilang sama sekali. Saat-saat terakhir pertarungan kali ini sepertinya sungguh mendebarkan karena Kirisaki yang menjadi monster tidak akan mengalah begitu saja kepada Azuma.

Penilaian Akhir:

★★

goodreads badge add plus

New Author Reading Challenge 2015

Setelah ketinggalan berpartisipasi dalam challenge ini tahun lalu, akhirnya saya bisa ikut meramaikan salah satu reading challenge blogger buku. New Author Reading Challenge 2015 ini dipersembahkan oleh Mbak Ren pemilik blog Ren’s Little Corner. Tahun lalu saya hanya bisa manyun karena baru pertengahan tahun tahu challenge ini.

Inti dari tantangan ini sih sebenarnya sederhana, yaitu membaca buku dari penulis baru. Yang dimaksud “baru” disini bukan saja berarti benar-benar penulis yang muncul di tahun 2015, tetapi juga penulis yang karyanya baru kita baca. Saya mau ambil level Easy dulu deh, dengan menyelesaikan 1 hingga 15 buku penulis yang baru saya baca karyanya.

Untuk kategori tambahan, saya pass dulu. Mungkin nanti kalau saya mengetahui saya bisa mencapai kategori tambahan, baru akan saya ambil hehehe. Oh iya kalau mau ikutan, langsung cek di postingan ini ya. Mari lahap karya orang baru, karena siapa tahu muncul pengetahuan baru!

Dalam dunia literasi, peran penulis sangatlah penting. Ia bagaikan komunikator yang memberikan sesuatu kepada pembaca sebagai komunikan melalui tulisan. Banyak orang yang sudah piawai merangkai kata dengan indah sehingga dinobatkan sebagai penulis terkenal. Penulis seperti ini akhirnya menjadi selebriti di dunia perbukuan, baik nasional ataupun mancanegara. Seperti halnya dunia entertainment, banyak pula pendatang baru dalam profesi yang serupa, yaitu menjadi penulis dengan karyanya masing-masing. Penulis-penulis baru ini memiliki kesempatan menjadi selebriti seperti halnya penulis terkenal yang lebih dahulu berkecimpung dalam dunia literasi.

Sebagai pembaca, terkadang ada istilah cocok-cocokan dengan karya penulis tertentu. Ada yang sudah merasa klop dan kurang berkenan mencoba hasil karya penulis lain yang belum pernah ia cicipi. Alasan klasik takut kecewa dan tidak puas selayaknya penulis yang ia sukai sering diucapkan pembaca seperti ini *uhuk. Oleh karena itu, Renanda Puspita, salah seorang anggota Blogger Buku Indonesia, mengajak para pembaca untuk mencoba mencicipi karya penulis baru melalui New Author Reading Challenge 2015.

Istilah “baru” yang dimaksud dalam tantangan baca ini bukan hanya penulis yang baru pertama kali menelurkan karya secara massal, namun juga pada karya penulis yang belum pernah dibaca bukunya oleh pembaca. Dengan demikian, bukan tidak mungkin akan muncul penulis favorit lain yang disukai serta pengetahuan dan pemahaman menikmati berbagai macam karya yang berbeda gaya akan semakin terasah. Saya mengikuti tantangan ini pada bulan Januari, Februari, Maret, November, dan Desember. Jumlah buku yang dapat saya serahkan pada tantangan ini adalah sepuluh buku saja, yang artinya masuk dalam level EASY. Langsung saja silakan klik judul bukunya untuk menuju halaman resensinya.

Indonesian Romance Reading Challenge 2015

IRRC is back! Setelah sebelumnya agak khawatir IRRC tidak akan hadir dikarenakan host sebelumnya sudah tidak bisa melanjutkan, ternyata ada host pengganti untuk challenge ini. Sang blogger itu adalah Syifa pemilik blog a, Greedy Bibliophile. Secara konsep, saya menyukai challenge ini. Karena selain mendukung penulis-penulis lokal untuk berkembang, terkadang romance dari karya anak bangsa lebih bisa relate dengan saya. Baik itu setting maupun kebiasaan para tokohnya.

Syarat dan ketentuan challenge ini tidak berbeda jauh dengan sebelumnya. Hanya ada sedikit ketentuan khusus yang tentu membuat challenge ini tak hanya menantang, namun juga mengasyikkan. Untuk permulaan, saya memilih Fling dulu dengan membaca 1 hingga 5 buku romansa Indonesia.

Saya memang tidak muluk-muluk dengan pemilihan level. Toh pada akhirnya juga fungsi challenge seperti ini untuk menghabiskan timbunan. So, tunggu apa lagi? Kalau kamu tertarik mengikuti tantangan ini, bisa langsung meluncur ke postingan ini untuk mengetahui info selengkapnya. Cintai produk Indonesia, baca karya anak bangsa, dengan romansa yang menakjubkan!

Dunia hidup manusia tidak pernah lepas dari problematika asmara dalam dada. Cinta merupakan anugerah terindah yang bisa dirasakan oleh manusia berakal dan berperasaan. Dari satu kata ini, bisa muncul berbagai perasaan, kejadian, ataupun hal-hal yang tidak disangka-sangka. Dari cinta bisa muncul hal baik ataupun buruk yang dialami oleh setiap insan manusia. Oleh karena itu, buku fiksi sebagai sarana hiburan juga tidak jarang mengangkat cinta sebagai pondasi garis besar ceritanya. Tidak terkecuali para penulis Indonesia yang menuliskan kisah-kisah hidup berbalutkan nuansa cinta dalam karya-karya yang telah diterbitkan.

Asy-syifaa Halimatu Sa’diah, sesama anggota BBI, menggalakkan tantangan baca buku bernama Indonesian Romance Reading Challenge 2015. Diharapkan sih tantangan ini bisa turut serta melestarikan rasa cinta pada karya anak bangsa dalam negeri. Sebenarnya saya bukan penggemar fanatik novel cinta sih. Tetapi saya juga tidak anti dengan bacaan bertema beginian. Jadi, tidak ada salahnya saya ikut meramaikan. Dan hasilnya? Saya hanya ikut sumbangsih pada bulan Februari, Maret, dan Desember saja. Jumlah buku yang dapat saya serahkan pada tantangan ini adalah empat buku saja *nyengir* yang artinya masuk dalam level FLING. Langsung saja silakan klik judul bukunya untuk menuju halaman resensinya.

Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 24)

coveryakitate24

Judul: Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 24)

Komikus: Hashiguchi Takashi

Penerjemah: Ervin Kurniawati

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 187

Terbit Perdana: 2011

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2011

ISBN: 9786020014173

cooltext-blurb

Sang juri, Kuroyanagi berubah wujud jadi Yuichi Kirisaki! Bagaimana cara Azuma mengatasi krisis dan situasi tanpa harapan yang belum pernah terjadi selama ini!? Kepintaran dan keberanian Azuma, lalu perasaannya pada teman-temannya, membuka pintu pada reaksi baru!

cooltext-review

Jilid ini dibuka dengan kelanjutan pertandingan ke-11 “Yakitate!! 25”. Sekarang saatnya juri Kuroyan mencicipi roti buatan Azuma. Sayangnya, akibat mencicipi roti buatan Meister, Kuroyanagi berubah menjadi Yuichi Kirisaki (iya benar, berubah secara fisik dan sifat jahatnya juga). Bahkan karena hal ini, Kuroyan yang telah menjadi Kirisaki (disebut Kurorin oleh Shigeru) enggan mencicipi roti Azuma dan berniat langsung mengumumkan juara. Untunglah, berkat kelihaian Azuma, rotinya tetap dimakan oleh Kurorin.

Fenomena ini hanya muncul pada roti dari tepung berkualitas tertinggi, selesai dalam kondisi yang paling sempurna, dan dipanggang dalam suhu paling ideal!! (Halaman 26)

Setelah pertandingan ke-11 “Yakitate!! 25” usai dan menyisakan kejanggalan, perhelatan duel maut ini dihentikan sementara waktu akibat sang sponsor, Yuichi Kirisaki, dilarikan ke rumah sakit serta melihat tingkat berbahayanya reaksi yang disebabkan Kuroyanagi. Hal ini membuat Azuma cs memiliki sedikit waktu untuk menyadarkan Yuichi Kirisaki akibat gopan yang telah dibuatnya. Kawachi dan Meister yang telah terbebas dari pengaruh buruk tidak membuat Yuichi ikut terbebas pula. Hal ini sungguh mengherankan karena kepribadian seseorang berubah akibat mengonsumsi roti semata.

Roti pun kalau dibuat juru roti jempolan dengan penuh perasaan, tidak heran kalau punya kehendak sendiri. (Halaman 70)

Karena ingin menyembuhkan Yuichi seperti sedia kala, Azuma berniat meminta tolong dari kakeknya. Kakek Azuma (selain kakek Umatarou dan Umasaburou yang telah muncul di jilid sebelumnya) bernama Umajirou. Kakek ini bertempat tinggal di Prefektur Nara yang terkenal akan hal-hal antik dan kuno. Tentu saja, Kakek Umajirou adalah penggemar fanatik hal antik dan kuno. Hal ini mengakibatkan hubungannya dengan Azuma serta kedua kakek yang lain tidak begitu baik. Oleh karena itu, yang ditunjuk menghadapi Kakek Umajirou adalah Kawachi yang bermuka kuno dan berperilaku antik.

Aku tak tahu seberat apa latihan khususnya, tapi demi teman-teman dan diriku sendiri, aku pasti bisa menjalaninya!! (Halaman 135)

Pola berulang pertandingan “Yakitate!! 25” akhirnya berhenti sudah. Skema muncul lawan-pilih kotak-penentuan lokasi-bikin roti-pencicipan-reaksi-pengumuman juara sudah membuat saya bosan. Untunglah kali ini sudah mulai ada perubahan konsep dengan adanya kasus tumbangnya Yuichi Kirisaki. Meskipun Azuma sangat terkejut akan jati diri asli Yuichi, tidak menyurutkan tekadnya membantu Meister menyadarkan ayahnya.

Kakek Umajirou sebagai tokoh baru yang berbeda jauh dibandingkan Kakek Umatarou dan Umasaburou juga memberikan warna tersendiri. Kecintaannya akan hal-hal kuno dan antik membuat saya geleng-geleng. Bagaimana tidak, tempat tinggalnya bukan lagi berdinding bambu atau beratap daun kelapa, melainkan tempat tinggal yang berada di lubang di dalam tanah. Kawachi yang bermuka kuno saja ikut terkejut juga. Namun entah mengapa mereka berdua sangat cocok satu sama lain.

Duel antara Kawachi melawan Azuma karena permintaan Kakek Umajirou juga menarik untuk diikuti. Apalagi Mesiter menawarkan diri untuk melatih Kawachi agar bisa menjadi juru roti jempolan dan mengalahkan Azuma. Pelatihan yang diberikan Meister juga bisa diterapkan sendiri loh untuk melatih ketankasan tangan. Saya jadi penasaran bagaimana hasil pertarungan mereka berdua di jilid berikutnya.

Penilaian Akhir:

★★

goodreads badge add plus

Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 23)

coveryakitate23

Judul: Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 23)

Komikus: Hashiguchi Takashi

Penerjemah: Ervin Kurniawati

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 187

Terbit Perdana: 2011

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2011

ISBN: 9786020010434

cooltext-blurb

Roti Yuichi Kirisaki yang berbahaya menyerang Meister dan Kawachi! Ahli pengobatan hewan modern saja, tak mampu menghapuskan efek roti itu… Roti yang bahkan lebih kuat dari obat! Hanya Azuma yang bisa menyelamatkan teman-temannya!!

cooltext-review

Tidak seperti sebelumnya, jilid ini dibuka dengan sebuah cerita pendek diluar tema pertandingan “Yakitate!! 25”. Kisah ini menceritakan seorang bocah bernama Yamatoya Akatsuki yang ingin menjadi juru rasa. Oleh karena itu, dengan sedikit konspirasi, ia berhasil menghadirkan Kuroyanagi sebagai lawan bicara. Namun tak disangka, perangainya yang buruk membuat Kuroyan naik pitam sekaligus tak bisa pergi dari tempat itu.

Tapi, kalau bocah yang sifatnya jelek begini dibiarkan, Jepang akan jadi negara yang lebih buruk… (Halaman 10)

Setelah sedikit penyegaran dengan kisah Yamatoya dan Kuroyanagi, pembaca kembali dibawa pada persiapan pertandingan ke-11 “Yakitate!! 25” antara Azuma cs melawan Meister Kirisaki. Yak benar, Meister yang seorang direktur Pantasia ternyata mengundurkan diri dan berbalik arah menjadi perwakilan St. Pierre melawan Azuma dkk. Meister yang bernama asli Sylvan Kirisaki (anak dari Yuichi Kirisaki) ternyata menyimpan alasan tersendiri kenapa harus menjadi lawan Azuma dan tak boleh kalah darinya.

Yuichi Kirisaki berubah… Ini gara-gara roti luar biasa pengubah sifat buatannya sendiri. (Halaman 50-51)

Pertandingan ke-11 “Yakitate!! 25” kali ini digelar di Kota Tsukuba, Prefektur Ibaraki. Kawachi yang tak tahu apa-apa juga mendapatkan pengaruh buruk akibat Yuichi. Ia harus menjadi seorang pengkhianat karena gopan noumiso, roti buatan Yuichi yang bisa mengendalikan otak. Bahkan dokter hewan (?) di klinik setempat tak bisa menyembuhkan Kawachi. Untung saja Azuma dan Shigeru tidak mendapatkan efek yang sama sehingga mereka bisa melaksanakan pertandingan dengan maksimal.

Licik! Dia hendak mendapatkan Azuma dengan memanfaatkan persahabatan keduanya! (Halaman 108)

Aaaargh, semakin seru saja ini perseteruan antara St. Pierre dan Pantasia. Yuichi Kirisaki benar-benar digambarkan sebagai orang licik dan jahat melebihi Yukino. Sebelumnya sudah bisa dimengerti sih alasan Meister menjadi perwakilan St. Pierre dalam pertandingan selanjutnya. Namun kebenaran yang terungkap justru membuat saya terhenyak. Ternyata Yuichi juga jahat kepada anak kandungnya sendiri.

Yang cukup aneh dan ajaib menurut saya adalah ketika Kawachi terpengaruh gopan noumiso dan dirawat di rumah sakit. Kenapa yang merawat dan memeriksanya adalah seorang dokter hewan? Ya saya tahu sih manusia juga termasuk ras mamalia. Tapi kan tidak harus dokter hewan juga gitu lho. Oh iya, dokter hewan ini adalah karakter yang sudah punya judul komik sendiri lho. Tapi saya lupa judulnya hehehe.

Lagi-lagi akhir halaman jilid ini bersambung pada bagian pencicipan rasa oleh Kuroyan. Setelah memakan roti buatan Meister dan memberikan reaksi yang mengagetkan, roti Azuma masih baru matang. Jadi penassaran lagi deh. Lanjut baca jilid selanjutnya biar nggak penasaran lama-lama kalau begitu. Ciao!

Penilaian Akhir:

★★

goodreads badge add plus

Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 22)

coveryakitate22

Judul: Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 22)

Komikus: Hashiguchi Takashi

Penerjemah: Ervin Kurniawati

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 188

Terbit Perdana: 2011

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2011

ISBN: 9786020005085

cooltext-blurb

Hasil pertandingan pizza!! Jebakan menakutkan St. Pierre menanti Azuma yang berhasil mengalahkan satu per satu lawannya yang tangguh… Bahaya mengancam Azuma dan Pantasia! Azuma! Ketukkan palu keadilanmu pada mereka yang kejam dan tak berperasaan itu!!

cooltext-review

Jilid kali ini sudah mulai berbeda dengan jilid-jilid sebelumnya yang memberikan dua tema besar dalam satu komik. Kali ini ada satu tema lanjutan jilid sebelumnya serta tema besar yang cukup panjang dan akan menyambung hingga jilid-jilid berikutnya. Pada pertandingan ke-9 “Yakitate!! 25” antara Azuma cs melawan Marco Ciccolini, sang ahli pembuat pizza nomor 1 di Italia. Sudah bisa diperkirakan bahwa pizza hasil buatan Marco tak bisa diabaikan begitu saja. Disisi lain, Azuma mempersiapkan trik agar pizza buatannya tetap bisa bertahan lama.

Hmm, pizza dari kentang legendaris incanomezame memang hebat! (Halaman 8)

Setelah berlalunya pertandinan ke-9, kini duel antara Pantasia dan St. Pierre memasuki edisi ke-10. Setelah berkali-kali diwakili oleh orang-orang diluar bakeri St. Pierre, kali ini yang menjadi lawan Azuma adalah Azusagawa Yukino. Sang direktur St. Pierre ini akhirnya turun tangan melawan Azuma dkk atas perintah Kirisaki. Meskipun Yukino buta dengan dunia roti, alasan yang sangat kuat membuat Kirisaki menunjuknya kali ini.

Tangan yang sangat dingin, lawan dari tangan matahari… Tangan badai salju!! (Halaman 41)

Pertandingan ke-10 “Yakitate!! 25” kali ini digelar di Kota Tomiura, Distrik Minami Busou, Prefektur Chiba. Seperti yang sudah diduga, tema pembuatan roti kali ini sudah ditentukan, yaitu tart. Tentu saja, Yukino sangat ahli dalam pembuatan tart yang istimewa. Namun Shigeru, Kawachi, dan tentu saja Azuma pantang menyerah menghadapi lawan seperti Yukino. Sayangnya, hasil pertandingan yang sudah bisa ditebak justru menyuguhkan twist yang cukup mencengangkan pembaca.

Tepung ajaib yang bisa memenjang lebih panjang dari karet. (Halaman 92)

Akhirnya inti pertandingan “Yakitate!! 25” sudah mulai sedikit tersingkap dengan adanya secuil konspirasi antara Kirisaki dan Yukino. Meskipun beberapa pertandingan sebelumnya juga menarik, perseturuan antara Kirisaki sang pemilik St. Pierre yang berusaha menjatuhkan Pantasia melalui duel ini lebih greget untuk dipaparkan. Apalagi munculnya Yukino membuat saya merindukan tokoh antagonis sekaligus menggelikan ini.

Bagaimana tidak, penampilan fisiknya yang anggun dan berambut panjang cantik justru sempat-sempatnya tidur ditengah pemilihan lokasi pertandingan. Padahal acara itu disiarkan oleh stasiun televisi nasional. Namun, sosok menggelikan itu berubah menjadi pribadi yang kejam dan tak segan menggunakan cara licik untuk memenangkan pertandingan.

Sampai jilid ini, saya masih belum bisa menerka siapa jati diri Kirisaki yang sebenarnya. Saya yakin Kirisaki menyimpan sebuah rahasia yang akan terkuak dimasa mendatang. Sejauh ini pula, segala macam tips tentang per-bakeri-an tidak saya cermati dengan baik. Karena sudah agak membosankan sih daripada “keajaiban” yang disuguhkan saat pertandingan sedang berlangsung. Siapa lagi kalau bukan Kuroyan dan Kawachi yang mengalami hal ajaib itu.

Penilaian Akhir:

★★

goodreads badge add plus

Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 21)

coveryakitate21

Judul: Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 21)

Komikus: Hashiguchi Takashi

Penerjemah: Ervin Kurniawati

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 192

Terbit Perdana: 2011

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2011

ISBN: 9786020001357

cooltext-blurb

Adu pancake pun akhirnya memasuki final! Azuma VS He… Keduanya mati-matian mengeluarkan seluruh kemampuan mereka yang hasilnya sampai mengubah Kota Iyo! Jangan lewatkan serangkaian hyper-reaction yang luar biasa dahsyat!

cooltext-review

Halo-halo, saya mulai nulis resensi lagi disini. Karena kesibukan mengerjakan skrpsi sudah berlalu, saya jadi bisa punya banyak waktu luang untuk baca buku yang sudah beberapa bulan saya tinggalkan. Otomatis blog ini jadi ada warnanya lagi deh hehehe. Kali ini saya tetap membuat resensi lanjutan judul komik yang sama seperti resensi yang sebelumnya. Cekidot guys!

###

Pembukaan jilid 21 kali ini menyuguhkan kelanjutan pertandingan “Yakitate!! 25” antara Azuma cs melawan Giovanni van der Hesserink. Seperti yang sudah dikatakan pada blurb diatas, pancake yang harus dibuat kali ini harus pancake yang mudah dibuat namun harus laris dijual di bakeri. Taktik yang dibuat Hesserink sungguh memukau. Namun ternyata Azuma memiliki rahasis tersendri untuk memenangkan pertandingan ini. Semua ini karena Kawachi yang memberikan “inspirasi” kepada Azuma.

Kami akan memakai kotoran! Sesuai arti harafiahnya, Japan yang membuat orang sepertimu makan kotoran! (Halaman 20)

Beranjak menuju cerita kedua, adalah pertandingan ke-9 “Yakitate!! 25” yang masih dalam tahap persiapan. Sachihoko yang pernah menjadi lawan Kawachi dalam pertandingan yang sama, datang berkunjung ke Pantasia. Awalnya semua mengira Sachihoko adalah lawan tanding berikutnya. Namun ternyata bukan Sachihoko, melainkan sepupunya, Marco Ciccolini yang menjadi penantang Pantasia kali ini. Lagi-lagi tema pertandingan yang diadakan di Kota Chitose di Hokkaido ini menguntungkan pihak St. Pierre yang diwakili Marco sebagai ahli pembuat pizza nomor 1 di Italia.

Bangkitkan kembali pamor pizza di bakeri dengan trik yang melebihi delivery pizza! (Halaman 122)

Saya sudah menyerah menghapalkan roti yang dibuat Azuma dkk ataupun lawannya dalam setiap pertandingan. Karena jujur saja, semua roti sungguh menakjubkan dan (sepertinya) enak. Oleh karena itu saya membaca komik ini dengan santai saja tanpa terlalu tekun mencermati bagian demi bagian saat pembuatan roti.

Yang menjadi fokus resensi saya kali ini adalah perihal reaksi yang dialami oleh Kuroyan ataupun Kawachi karena mencicipi roti. Karena jujur saja, saya sudah menyerah dengan ke-lebay-an yang diberikan oleh keduanya karena mengecap roti yang (mungkin) memang enak. Sampai membuat danau buatan dalam waktu sekian detik dan wajah berpindah tempat itu sudah memasuki level ajaib menurut saya.

Akibatnya, saya jadi kurang percaya lagi dengan tips yang diselipkan pada komik ini mengandung fakta. Lha gimana mau ada fakta, wong keajaiban terus menerus muncul kok disana-sini. Tetapi saya masih tetap bisa menikmatinya kok. Soalnya gambar yang bagus (apalagi gambar roti) membuat saya pengen banget makan roti saat itu juga.

Pertandingan Marco dengan Azuma sebenarnya sudah hampir berakhir sih. Tidak seperti pertandingan melawan Pak He yang terputus pada saat sebelum hari pertandingan, namun kali ini pizza Marco sudah dicicipi Kuroyan. Sayangnya, jilid ini bersambung ketika roti Azuma baru selesai alias belum sempat dicicipi. Zzzzz. Langsung baca jilid 22 ah kalau begitu..

Penilaian Akhir:

★★

goodreads badge add plus

Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 20)

coveryakitate20

Judul: Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 20)

Komikus: Hashiguchi Takashi

Penerjemah: Ervin Kurniawati

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 190

Terbit Perdana: 2011

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2011

ISBN: 9789792796087

cooltext-blurb

Katsuwo, lelaki babi terburuk sepanjang sejarah muncul kembali! Kali ini dengan meminjam kekuatan babi misterius dan Kirisaki yang jelmaan kejahatan, penampilan dan kemampuannya meningkat! Ayo, kalahkan dia dengan Japan andalanmu!

cooltext-review

Akhirnya saya bisa menulis lagi di blog yang penuh tanah (bukan debu) dan sarang naga (bukan laba-laba) ini. Beberapa bulan terakhir saya tidak menulis sama sekali disini. Tidak etis kalau saya menyalahkan skripsi sebagai penyebab ketidak disiplinan saya. Tapi yang jelas, kelulusan saya bulan lalu sudah memberikan napas (sangat) lega sehingga saya bisa menulis resensi lagi. Lho malah curhat. Ah yasudah lanjut ke resensi jilid lanjutan komik favorit saya ah.

###

Jilid ini dibuka dengan pemilihan kotak untuk pertandingan ketujuh dari total 25 kotak yang tersedia. Tim Pantasia memilih kotak dan akhirnya Kota Higashison, Distrik Kunigami, Prefektur Okinawa terpilih sebagai lokasi pertandingan. Kota ini terkenal sebagai produsen daging babi langka, disebut babi agu. Nah yang bikin geregetan, lawan kali ini adalah Katsuwo yang karena suatu sebab memiliki penampilan fisik seperti babi. Tentu saja tak sekadar rupa, namun kemampuan Katsuwo tentang babi juga amat mengagumkan. Lantas, apakah Pantasia akan kalah lagi?

Kekuatan pinjaman dari babi atau Kirisaki! Tak bisa dibandingkan dengan kekuatan hasil dari kepercayaan kedua orang ini!! (Halaman 92)

Kisah kedua adalah permulaan pertandingan kedelapan. Monica pertama kali menyadari hal mengejutkan perihal lawan Azuma nanti. Ia adalah Giovanni van der Hesserink, pemenang Kejuaraan Juru Kue Se-Dunia ke-60. Bersama Suwabara, Monica mendatangi Azuma cs dan membicarakan kekhawatiran mereka. Tak disangka, lokasi selanjutnya di Kota Iyo, Prefektur Ehime sesuai dengan perkiraan Suwabara tentang tema yang harus dibuat oleh peserta pertandingan. Disisi lain, madu Biwa merupakan bahan yang digunakan untuk membuat pancake kali ini. Tentu saja cerita ini dibiarkan bersambung ke jilid selanjutnya.

Bicara Belanda pasti pancake, bicara pancake pasti Belanda. (Halaman 170)

Seperti jilid sebelum-sebelumnya, aroma kecurangan sudah terasa pada setiap pertandingan. Namun seakan mengesampingkan hal itu, membaca detik demi detik pertandingan Azuma dengan perwakilan St. Pierre sungguh mengasyikkan. Setelah sekian lama menjadi orang tidak berguna, Kawachi akhirnya berperan penting melawan si Katsuwo. Sedangkan cerita kedua, si Pak He (panggilan Azuma kepada Giovanni) terlihat sebagai orang agak aneh dan menyebalkan.

Saya suka dengan chemistry keakraban antara Azuma, Shigeru, dan Kawachi sebagai satu tim. Sebenarnya saya adalah tipe orang yang mudah bosan dengan tokoh utama. Seringnya Azuma yang menjadi sosok pahlawan menjadikan saya juga ikut bosan dengannya. Namun akhirnya porsi tokoh pendamping yang agak banyak menjadi sedikit penyegaran.

Mengenai roti yang dibuat, wuh jangan ditanya sepertinya enak bingit. Sayangnya, daging babi yang jadi bahan utama membuat saya nggak minat membayangkan hasil akhirnya. Yah maklum kan daging babi itu haram menurut agama saya. Anyway, reaksi dari Kuroyanagi setelah mencicipi roti (yang selalu luebuay buanget) kali ini membuat saya excited.

Tentang cerita kedua, karena belum ada adegan seru buat-buat roti, jadi saya nggak komen deh. Masih so-so aja sejauh ini. Mungkin jilid berikutnya bisa jadi greget. Penasaran juga sih bagaimana bentuk pancake yang akan dibuat oleh Azuma, Kawachi, dan Shigeru untuk melawan si Giovanni van der Hesserink dari Belanda. Are you ready to see?

Penilaian Akhir:

★★

goodreads badge add plus

The Naked Traveler

covertnt1

Judul: The Naked Traveler

Sub Judul: Catatan Seorang Backpacker Wanita Indonesia Keliling Dunia

Penulis: Trinity

Penerbit: C | publisihing

Jumlah Halaman: xii + 282

Terbit Perdana: Juni 2007

Kepemilikan: Cetakan Kesepuluh, Juli 2009

ISBN: 9789792439366

cooltext-blurb

Ada banyak kisah menarik yang dituturkan dengan gaya bahasa yang santai dan ringan oleh Trinity dalam buku ini. Lucu, sedih, mendebarkan, bahkan menyebalkan. Semua itu menjadi bumbu sedap dalam pengalamannya menjadi “backpacker” yang melanglang buana ke berbagai tempat, baik di dalam maupun di luar negeri.

Membaca buku ini, kita akan memperoleh bermacam informasi tentang kebudayaan berbagai bangsa yang unik, tempat-tempat yang “harus” dikunjungi atau dihindari, serta tips dan trik saat traveling ke sebuah negeri. Pada akhirnya, setelah menutup buku ini, bisa jadi kita semakin mencintai negeri sendiri.

Happy traveling!

“Sebuah karya yang sangat personal, jarang terungkap tapi sarat informasi.” – Wien Muldian, pustakawan, pekerja literasi, dan pelancong

“Penuh petualangan, berwawasan, informatif, sering kali lucu…. Merupakan titik kebangkitan bagi yang dunia traveling-nya hanya bermula di Bogor dan berakhr di Bali.” – Daniel Ziv, penulis buku Jakarta Inside Out, Sutradara film dokumenter Jalanan

“Tulisannya spontan, jujur dan personal banget, lengkap dengan pikiran-pikiran liarnya…. Penting buat referensi kalau mau jalan-jalan ke daerah-daerah non-turistik yang seru itu.” – Edna C. Pattisina, wartawan Kompas yang suka jalan-jalan

“It was great pleasure, and even greater fun to read through Trinity’s anecdotes from her travels throughout the World.” – Laszo Wagner, hardcore backpacker asal Hongaria, salah satu penulis buku Lonely Planet.

cooltext-review

Traveling atau jalan-jalan merupakan kegiatan yang lumrah dilakukan orang-orang. Umumnya orang-orang melakukan traveling dalam rangka refreshing melepas penat pada saat liburan. Tujuan traveling juga ada yang dekat ataupun jauh dari tempat tinggal. Jika berbicara traveling dalam konteks liburan, tentu yang dimaksud biasanya berwisata ke tempat-tempat terkenal dan banyak turis yang ikut traveling disana. Hal ini pula yang dialami oleh Trinity, sang penulis buku ini.

Trinity adalah potret seorang mbak-mbak kantoran (pada masa itu) yang hobi jalan-jalan alias traveling. Sayangnya, ia tidak bisa seenak udel traveling dalam rangka wisata akibat pekerjaan rutinnya sebagai karyawati. Oleh sebab itu, ia menyisipkan hal-hal berbau rekreasi meskipun ia melakukan perjalanan dinas ke daerah lain. Lambat laun, pengalamannya dalam hal traveling sudah cukup banyak dan ia bersedia berbagi melalui buku ini.

Buku ini terdiri atas tujuh bagian atau bisa saya katakan sebagai bab yang memiliki tema sendiri-sendiri. Setiap bagian terdiri atas beberapa cerita. Bagian pertama adalah Airport yang mengisahkan berbagai pengalaman Trinity dalam dunia per-bandara-an. Bagian ini terdiri dari delapan cerita, namun favorit saya adalah kisah berjudul Pilih Makan Rendang atau KKN. Jadi dalam kisah ini dituliskan tentang pengalaman Trinity melewati bagian penitipan bagasi. Sayangnya, ada beberapa bandara yang tidak memperbolehkan satu dan lain hal dibawa masuk kedalam pesawat karena alasan khusus.

Saya jadi merasa beruntung karena pernah meloloskan 5 kg rendang ke Amsterdam gara-gara punya Om yang kerjanya di airport situ. Hehe, KKN boleh, dong! (Halaman 18)

Bagian kedua berjudul Alat Transportasi dengan sepuluh cerita. Saya suka dengan kisah berjudul Kumbang, Pantat, dan Kentut yang menyoroti kendaraan pribadi Trinity, sebuah mobil kijang yang dinamai Kumbang. Si Kumbang ini sudah sangat lama menemani keseharian Trinity. Sampai-sampai Kumbang dirasa memiliki nyawa karena membuat repot Trinity disaat yang tidak tepat.

Hah, ternyata ban mobil tadi adalah ban Kumbang yang lepas! Saya langsung turun mengejar si ban yang terus menggelinding… dan akhirnya ban tersebut nyebur ke sungai! (Halaman 62)

Life Sucks! adalah judul bagian ketiga yang terdiri dari sebelas cerita. Bagian ini menyuguhkan berbagai pengalaman Trinity yang menyebalkan akibat suatu hal yang membuat emosi jiwa. Favorit saya adalah Sial atau Tolol? Yang membuat saya tertawa karena kesialan Trinity yang tak kunjung reda (ups, maaf ya Mbak hehe). Salah satu kesialan itu adalah jalanan yang macet parah padahal ia sedang mengejar penerbangan terakhir hanya karena ada kegiatan warga.

Untuk antisipasi, saya pernah berangkat dari Salatiga 4 jam sebelum keberangkatan naik pesawat terakhir dari Semarang. Tak dinyana, jalan macet berat karena ditutup, berhubung ada pawai dalam rangka perayaan 17 Agustus-an! Duh, Indonesia banget! (Halaman 92)

Bagian keempat adalah Tips yang berjumlah 13 cerita dengan isi tips dan trik dari Trinity seputar jalan-jalan. Berbagai hal disampaikan Trinity dengan kocak sehingga menjadikan tips nya tidak wajib untuk dilakukan, namun akan membantu kenyamanan perjalanan jika dilaksanakan. Salah satunya kisah berjudul Manfaat Teman (Nemu di) Jalan yang mengupas tentang suka duka melakukan traveling bersama teman, baik teman yang sudah dikenal ataupun teman yang baru dijumpai. Meskipun terkadang sial, Trinity tidak kapok traveling bersama orang baru sesama backpacker.

Tapi apa daya, tidak semua teman berhobi sama, tidak semua teman mempunyai waktu libur yang sama, dan yang paling sering terjadi adalah tidak semua teman mempunyai jumlah tabungan yang sama. (Halaman 123)

Sok Beranalisa merupakan judul bagian kelima yang terdiri atas sembilan cerita. Jadi bagian ini merupakan sebuah riset sederhana dan agak ngawur seorang Trinity tentang berbagai hal. Mulai dari orang negara mana yang paling cakep hingga keberadaan pekerja seks komersial di berbagai negara. Bagian ini saya nikmati karena Trinity menyebutnya sebagai “ayam” dan disampaikan dengan ringan tanpa maksud menghina profesi tersebut. Cerita ini berjudul Ayam Bakpau Bukan Bakpau Ayam.

Di Thailand, ayamnya membingungkan. Ayamnya memang ayam banget, tapi susah membedakan antara ayam betina atau ayam jantan karena banyak sekali kaum transeksual yang cantiknya melebihi wanita beneran. (Halaman 180)

Lanjut pada bagian keenam yang berjudul Adrenaline. Sepertinya bagian ini adalah cerita yang hampir semuanya berazaskan wisata alias rekreasi. Trinity yang demen dengan hal-hal yang menantang dan mendebarkan mengungkapkannya dalam sembilan cerita lepas. Saya menyukai cerita yang berjudul Thai Message. Ehm, saya enggak salah nulis kok. Tapi Trinity menulis demikian karena menyesuaikan penulisan salah kaprah di Thailand sana. Seperti judulnya, ia menceritakan tentang pengalaman Trinity dipijat alias massage di negara Gajah Putih tersebut.

Kamar yang sunyi ini bau dupa, lampunya sangat minim alias remang-remang, dan semua orang berbaring dengan mata merem melek – suasana yang “mencekam” ini bagaikan pesta opium di benak saya. (Halaman 213)

Bagian terakhir alias ketujuh berjudul Ups! yang mengutarakan berbagai hal konyol yang ditemui Trinity selama traveling. Favorit saya adalah kisah berjudul Pilipina, Filipina, atau Pilifina? yang membahas tentang kesulitan orang negara itu melafalkan huruf P dan F sehingga sering terbalik. Ketidak tahuan Trinity menjadikannya lelucon bagi warga asli negara itu akibat pelafalannya yang dianggap salah. Sayangnya, meskipun salah, Trinity tidak hanya sekali mengalami kejadian sial seperti itu.

Tuh, kan! P & F itu ternyata sudah menjadi epidemi nasional! Huahaha! Pantas saja, mereka sendri menyebut nama negaranya bisa menjadi 3 versi: Pilipina, Filipina, atau Pilifina. (Halaman 271)

Awalnya saya membaca buku ini hanya iseng. Saat itu kakak saya membeli buku ini dan diletakkan sembarangan. Karena tidak ada buku lain, akhirnya saya baca juga deh (saat itu, pada jaman dahulu kala). Ternyata buku ini asik banget! Trinity menulis dengan gamblang, apa adanya, dan sangat subjektif berdasarkan pengalamannya traveling kemana-mana. Ia tidak berusaha menyampaikan segala sesuatu yang positif saja, namun juga tidak serta merta mengungkapkan sisi negatif suatu hal tanpa ada alasan.

Saya suka dengan selera humor Trinity yang khas namun tidak meninggalkan sakit hati (setidaknya saya yang membaca). Misalkan saat ia terjebak macet akibat pawai, ia justru mengungkapkan kesialannya itu tanpa menyalahkan pihak manapun. Sehingga saya yang membaca juga jadi ikut tertawa padahal Trinity mengalami kesulitan akibat budaya negeri sendiri.

Sayangnya, buku ini menjadi terasa nanggung banget apabila dijadikan sebuah panduan traveling ke suatu tempat. Pengalaman yang diceritakan Trinity dalam buku ini memang sangat buanyak banget. Namun ia menceritakan langsung pada inti hal yang menarik tanpa ada intermezo mengenai lokasi ataupun perjalanan yang dilakukan. Hal ini mengakibatkan buku ini hanya cocok dijadikan hiburan dan tidak cocok jika dijadikan panduan berwisata (eh atau memang buku ini memang demikian ya?) Selain itu, ada berbagai tempat yang disebutkan Trinity namun saya tidak tahu dimana persisnya padahal lokasi itu ada di Indonesia. Apabila dijabarkan sedikit lebih rinci mungkin akan lebih baik.

Ketika sedang menceritakan negara lain, Trinity tanpa sadar (atau memang sadar?) kerap membandingkan dengan negara Indonesia. Namun, apabila Trinity mengungkapkan kekurangan Indonesia dibandingkan negara lain, ia tetap cinta dengan negaranya sendiri melalui statement di bagian lain ataupun di cerita yang bersangkutan. Hal ini saya apresiasi karena memang tidak mudah membanggakan kelebihan Indonesia tanpa mau menerima hal buruk negeri sendiri. Jika bukan warga negaranya sendiri, siapa lagi?

Penilaian Akhir:

★★

goodreads badge add plus

Unforgiven

coverunforgiven

Judul: Unforgiven

Sub Judul: Hantu Rumah Hijau

Penulis: Eve Shi

Penerbit: GagasMedia

Jumlah Halaman: vi + 262

Terbit Perdana: 2014

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2014

ISBN: 9797807304

cooltext-blurb

Kaylin tak percaya ada hantu di rumah hijau yang katanya angker. Tak ada yang perlu ditakuti dari rumah tua dan kusam itu.

Namun, sejak rumah kosong itu kedatangan penghuni baru yang misterius, semua berubah.

Tiba-tiba, suara jeritan mengerikan dan suara lirih tangis tengah malam itu terasa sangat nyata di telinga Kaylin. Bau anyir darah tercium dari rumah itu. Sang penghuni baru seakan-akan membangkitkan hantu-hantu yang ada di sana.

Kaylin ingin menarik ucapannya, tetapi terlambat. Sosok itu semakin mendekat, dengan kepala hampir putus….

cooltext-review

Saya cukup jarang menemui (dan membaca) buku bertema horror yang ditulis oleh penulis lokal. Seringnya sih menikmati nuansa horror dalam balutan film hollywood di bioskop. Nah, ternyata ada juga salah satu buku fiksi horror yang cukup banyak disebut-sebut dalam dunia perbukuan lokal. Tak ada salahnya saya mencoba untuk membaca buku seperti ini.

Cerita dibuka oleh percakapan dua orang anak SMA bernama Kaylin dan Rico (yep, that’s me! LOL!) yang dalam perjalanan pulang sekolah menuju kediaman mereka di sebuah komplek perumahan. Obrolan yang awalnya biasa saja menjadi cukup mencekam ketika Kaylin menyebut-nyebut rumah hijau, rumah terbesar dan terluas di komplek itu, menyimpan berita bahwa sering terdengar tangisan dari dalam rumah. Mendengar hal itu, Rico hanya menggumam tak menaruh kepercayaan pada omongan sahabatnya itu.

Tak disangka, obrolan mereka di senja kala itu menjadi cikal bakal teror yang mulai menghantui hidup mereka berdua. Mulai dari Kaylin, ia melihat sebuah tangan misterius yang kurus dan bebercak gelap menggapai gagang pintu rumahnya serta televisi yang tiba-tiba mati. Mencoba berpikir positif, Kaylin hanya menganggap hal itu sebuah halusinasi belaka akibat dirinya yang kelelahan.

Sedangkan Rico mulai mengalami kejadian misterius pula. Berbeda dengan Kaylin, ia mendapati sesosok misterius sedang menonton televisi – yang tentu saja bukan salah sau anggota keluarganya – tanpa ada tanda-tanda kehdupan serta ada tangan misterius yang kotor dan dingin menekan tangan Rico saat ia akan mematikan saklar lampu. Dan seperti Kaylin, ia hanya berpikir itu merupakan imajinasi yang berlebihan.

Sayangnya, kejadian misterius tak hanya sampai disitu. Cherie, adik Kaylin mengalami malapetaka di kamar mandinya sendiri akibat ulah si hantu wanita misterius yang meneror Kaylin. Bahkan Cherie sampai dibawa ke rumah sakit akibat kepalanya membentur lantai. Tak pelak hal ini membuat Kaylin berapi-api ingin menyelesaikan urusan paranormal ini. Mengetahui kejadian aneh tak hanya menimpa dirinya, Rico bersedia ikut membantu.

Urusan ini tidak semudah mereka selesaikan dalam hitungan hari. pasalnya, awal mula teror ini adalah ketika kakek Kaylin, Pak Iswar, dan kakek Rico, Pak Ferdi yang bersahabat dengan kakek pemilik rumah hijau, Pak Theo. Akibat suatu tragedi berdarah puluhan tahun yang lalu, hantu wanita yang bernama Eris menuntut balas pada keluarga Kaylin, sedangkan hantu pria bernama Markus mengusik kehidupan keluarga Rico.

Berbagai misteri yang menyelimuti rumah hijau dan isinya saling berkaitan satu demi satu dan menyebabkan misteri ini tidak mudah diselesaikan. Lantas, apa yang menyebabkan Markus dan Eris rela menunggu puluhan tahun untuk menuntut balas? Sebenarnya apa yang terjadi pada ketiga kakek yang bersahabat baik itu? Apakah semua akan berakhir pada halaman terakhir buku ini? Silakan membaca sendiri ya.

Well, saya cukup menyukai buku ini. Pertama, karena buku ini membuat saya berdebar ketika membacanya. Entahlah apakah imajinasi saya terlalu kuat membuat tulisan buku ini menjadi seram saat dibayangkan atau pilihan kata yang pas oleh penulis. Pokoknya membaca buku ini serasa menonton film horor. Kedua, tokoh utama pria bernama lengkap Rico Novarda. Hahaha aduh subjektif sekali. Tapi beneran kok, deskripsi si Rico yang berkacamata ini terasa saya buanget XD

Rico sendiri, kalau ia mau sombong, tidak standar-standar amat. Tingginya lumayan, 175 sentimeter. Tampangnya tidak mirip seleb mana pun, tapi jauh dari butut. Setidaknya, menurut Rico sendiri. (halaman 24)

Penjabaran betapa seramnya kondisi rumah hijau dan tentu saja, kedua hantu misterius turut menyumbang debar dada ini *halah. Saya baru pertama kali sih menjumpai deskripsi sosok makhluk halus yang berdasarkan penulisannya bisa saya bayangkan sendiri bagaimana rupa aslinya. Dan well, itu bukan hal yang menyenangkan untuk dibayangkan. Tapi justru inilah yang membuat buku ini sukses menjadi buku horror.

Satu yang membuat saya kurang menikmati buku ini dengan maksimal adalah mengenai latar tempat. Maafkan kalau saya terlewat membacanya, tapi saya rasa lokasi cerita Kaylin dan Rico ini dibuat benar-benar seperti sebuah tempat di negeri antah berantah yang tidak jelas. Awalnya ketika membaca nama sekolah Kaylin & Rico yaitu Primavera High, saya mengasumsikan setting-nya adalah di luar negeri, bukan Indonesia. Apalagi mengingat nama-nama tokoh buku ini juga rada kebarat-baratan.

Eh tetapi, ada Pak Herman yang menjabat sebagai ketua RT. Oke saya mungkin cupu, tetapi apakah diluar negeri juga ada RT? Kalaupun ada, mosok ya namanya Pak RT? Menurut saya hal ini jadi membingungkan pembaca, setidaknya saya sendiri. Latar tempat bisa mengungkapkan segalanya, mulai dari budaya, adat istiadat, kebiasaan, dan berbagai istilah yang umum digunakan di lokasi tertentu. Jika penulis lebih greget menuliskan setting lokasi dengan lebih jelas, bisa jadi cerita horor ini bisa lebih dinikmati.

Penilaian Akhir:

★★

goodreads badge add plus